You are on page 1of 13

BAB IV

METODE PENELITIAN

4.1 Desain Penelitian


Desain penelitian merupakan semua proses penelitian
yang dilakukan oleh penulis dalam melaksanakan penelitian
mulai

dari

penelitian

perencanaan
yang

sampai

dilakukan

dengan

dengan

pelaksanaan

cara

memilih,

mengumpulkan dan menganalisis data yang diteliti pada


waktu tertentu. Desain penelitian menurut Nursalam (2011)
adalah rencana dan struktur penyelidikan yang digunakan
untuk memperoleh bukti-bukti empiris dalam menjawab
pertanyaan penelitian. Sesuai dengan tujuan penelitian,
maka

rancangan

penelitian

ini

yang

digunakan

menggunakan

oleh

desain

peneliti
penelitian

dalam
non

eksperimental yaitu penelitian deskriptif korelasi dengan


menggunakan pendekatan cross sectional. Variabel bebas
dalam penelitian ini yaitu stimulasi orang tua Sedangkan
variabel terikat dalam penelitian ini yaitu kemampuan
sosialisasi dan kemandirian anak prasekolah di TK AL
IRSYAD

Kelurahan

Dawuhan

Kabupaten Situbondo.

37

Kecamatan

Situbondo

38

4.2 Kerangka Kerja Penelitian


Kerangka kerja adalah teori yang bisa diukur dan telah
dikembangkan pada perawatan atau disiplin lain (Nursalam,
2011).
Populasi

Orang tua dari anak prasekolah usia 5-6 tahun di TK AL-IRSYAD Kelurahan Dawuhan Kecamatan
Situbondo Kabupaten Situbondo Sejumlah 32 Orang
Sampel

Seluruh orang tua dari anak prasekolah usia 5-6 tahun di TK-AL IRSYAD Kelurahan Dawuhan
Kecamatan Situbondo Kabupaten Situbondo Sejumlah 32 Orang

Teknik Sampling

Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Total Sampling


Desain Penelitian

Deskriptif Korelasi dengan pendekatan Cross Sectional


Pengumpulan Data

Check List

Analisa Data

Uji Chi-squere

Hasil dan Pembahasan

Kesimpulan dan Saran

39

Gambar 4.1 Kerangka


Kerja
Penelitian
Hubungan
Stimulasi Orang Tua dengan Kemampuan
Sosialisasi dan Kemandirian Anak Prasekolah
di
TK AL-IRSYAD
Kelurahan
Dawuhan
Kecamatan Situbondo Kabupaten Malang

4.3 Populasi, Sampel dan Teknik Sampling


4.3.1 Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas
obyek

atau

subyek

yang

mempunyai

kuantitas

dan

karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk


dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono,
2008). Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua dari
anak prasekolah usia 5-6 tahun di TK AL-IRSYAD Kelurahan
Dawuhan Kecamatan Situbondo Kabupaten Situbondo
Sejumlah 32 Orang.
4.3.2 Teknik Sampling
Sampling
adalah

teknik

pengambilan

sampel

penelitian, sehingga sampel tersebut sedapat mungkin


mewakili

populasinya

(Notoadmodjo,

2005).

Dalam

penelitian ini sampling yang digunakan adalah Total


sampling yaitu seluruh orang tua dari anak prasekolah usia
5-6 tahun

di TK-AL IRSYAD Kelurahan Dawuhan Kecamatan

Situbondo Kabupaten Situbondo Sejumlah 32 Orang.


4.3.3 Sampel

40

Sampel adalah sebagian jumlah dan karakteristik dari


populasi

tersebut

penelitian
prasekolah

ini
usia

(Sugiyono,

adalah
5-6

seluruh
di

tahun

2008).
orang

TK

Sampel
tua

dari

AL-IRSYAD

pada
anak

Kelurahan

Dawuhan Kecamatan Situbondo Kabupaten Situbondo


Sejumlah 32 Orang.

4.4

Identifikasi Variabel

4.4.1 Variabel Independen


Variabel

adalah

suatu

sifat

atau

fenomena

yang

menunjukkan sesuatu yang dapat diamati dan nilainya


berbeda-beda

(Purwanto,

2007).

Variabel

independen

dalam penelitian ini adalah stimulasi orang tua.


4.4.2 Variabel Dependen
Variabel

dependen

dalam

penelitian

ini

adalah

kemampuan sosialisasi dan kemandirian anak prasekolah.


4.5 Definisi Operasional
Definisi operasional merupakan batasan ruang lingkup
atau pengertian variabel-variabel yang diteliti guna untuk
mengarahkan

kepada

pengukuran

atau

pengamatan

41

terhadap variabel yang bersangkutan serta pengembangan


alat ukur (Notoadmojo, 2005), seperti yang tertera dalam
Tabel 4.1
Tabel 4.1: Definisi Operasional
Variabel

Definisi
operasional
Variabel
Stimulasi
Independ Orang tua
ent:
merupakan
Stimulasi
rangsangan
Orang tua
yang
dilakukan oleh
orang tua
yang
disesuaikan
dengan umur
dan prinsip
stimulasi.

Parameter
Stimulasi orang
tua
didefinisikan
sebagai
kemampuan
orang tua
dalam
memberikan
stimulasi
berupa:
1.Membiasakan
berkomunikasi
dengan anak
2.Mengarahkan
anak berteman
dan bergaul.
3.Mengajarkan
anak peraturan
keluarga
4.Mendorong
anak berpakaian
sendiri.
5.Mengajak anak
berbicara
tentang
perasaannya.
6.Merencanakan
kegiatan diluar
rumah dengan
anak.
7.Memberi
kesempatan anak
memilih acara tv
sendiri dan
mendampinginya
(DEPKES RI,
2010).

Instrume
n
Lembar
Wawanca
ra.

Skala
data
Ordina
l

Kategori
Selalu (SL) : 4
Sering (SR) : 3
Jarang (JR) : 2
Tidak Pernah
(TP) : 1
Dengan
interpretasi
hasil :
Usia 5-6 tahun:
- Kurang: x
17,5
- Sedang: 17,5
x < 24,5
- Baik: x 24,5

42

Variabel
Dependen
t
:
kemampu
an
sosialisasi
dan
kemandiri
an

Kemampuan
sosialisasi dan
kemandirian
merupakan
kesanggupan
atau
kecakapan
seorang anak
untuk

memenuhi
kebutuhannya
sendiri dan
berinteraksi
dengan
lingkungan

Kemampuan
sosialisasi dan
kemandirian
anak melakukan
aktifitas sesuai
dengan
stimulus yang
diberikan orang
tua berupa:

Lembar
Wawanca
ra dan
Observas
i

Berkomunikasi
Berteman dan
bergaul
Mematuhi
peraturan
keluarga
Anak mampu
berpakaian
sendiri
anak mampu
mengutarakan
perasaannya
Anak bersedia
melakukan
kegiatan diluar
rumah
Anak mampu
memilih acara tv
sendiri dan
mendampinginya

(DEPKES RI,
2010).

Nomin
al

Ya
:1
Tidak : 0
Dengan
interpretasi
hasil :
- Kemampuan
sosialisasi dan
kemandirian
baik: nilai
mean atau
median
- Kemampuan
sosialisasi dan
kemandirian
kurang: < nilai
mean atau
median
*nilai mean
ditentukan
setelah
mendapatkan
data hasil
penelitian, bila
distribusi hasil
normal memakai
mean
sedangkan bila
distribusi hasil
tidak normal
menggunakan
median.

4.6 Tempat dan waktu penelitian


Penelitian ini akan dilakukan di TK AL-IRSYAD Kelurahan
Dawuhan Kecamatan Situbondo Kabupaten Situbondo Pada
Bulan September 2014.
4.7 Instrumen Penelitian

43

Suatu penelitian dalam pengumpulan data diperlukan


adanya alat dan cara pengumpulan data yang baik sehingga
data yang dikumpulkan merupakan data yang valid, andal
atau reliable dan aktual (Nursalam, 2011). Alat pengumpulan
data atau instrumen penelitian sangat menentukan kualitas
data yang dapat dikumpulkan, sekaligus akan menentukan
kualitas penelitian itu sendiri. Berdasarkan penelitian ini,
maka instrumen yang digunakan dalam meneliti stimulasi
orang tua adalah lembar wawancara dengan dalam bentuk
skala Likert, sedangkan instrumen yang digunakan untuk
menilai kemampuan sosialisasi dan kemandirian adalah
lembar observasi dan wawancara

dalam bentuk

skala

guttman.
4.7.1 Skala Likert
Stimulasi orang tua diukur menggunakan skala likert
dengan jumlah soal sebanyak 7 soal pada anak usia 5-6
tahun, dimana jawaban Selalu (SL) skornya 4, Sering (SR)
skornya 3, Jarang (JR) skornya 2, dan Tidak Pernah (TP)
skornya

1.

Pedoman

dalam

pembuatan

pertanyaan

berdasarkan indikator stimulasi orang tua kepada anak


prasekolah menurut (DEPKES RI, 2010).
4.7.2 Skala Guttman
Lembar Skala Guttman digunakan untuk mengukur
kemampuan sosialisasi dan kemandirian, dimana terdapat

44

jawaban Ya skornya 1 dan Tidak skornya 0. Pedoman dalam


pembuatan pertanyaan adalah kemampuan anak dalam
mengaplikasikan stimulasi yang diberikan oleh orang tua
berdasarkan indikator stimulasi orang tua kepada anak
prasekolah menurut (DEPKES RI, 2010).
4.8

Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

4.8.1 Uji Validitas


Alat ukur atau instrumen penelitian dapat diterima
sesuai standart apabila alat ukur telah melalui uji validitas
dan reliabilitas data (Hidayat, 2009). Uji validitas dapat
menggunakan rumus Pearson Product Moment, setelah itu
diuji dengan menggunakan uji T dan lalu baru dilihat
penafsiran dari indeks kolerasinya, jika nilai r hitung > nilai
r tabel maka dinyatakan valid, dan jika nilai r hitung < nilai
r tabel maka dinyatakan tidak valid.
Uji validitas stimulasi orang tua dihitung dengan
menggunakan

rumus

Korelasi

Product

Moment

dari

Pearson. Hasil korelasi antar skor-skor item dengan skor


total, maka diperoleh nilai korelasi stimulasi orang tua
berkisar antara 0,602 sampai 0,892 dan kemampuan
sosialisasi dan kemandirian berkisar antara 0,521 sampai
0,741,

berdasarkan

pada

taraf

signifikan

diperoleh 7 item valid dari 7 item pernyataan.


4.8.2 Uji Reliabilitas

0,05

maka

45

Reliabilitas

data

daalam

penelitian

ini

akan

menggunakan metode Alpha Cronbach. Reliabilitas pada


skala

dihitung

dengan

menggunakan

rumus

Alpha

Cronbach dengan bantuan SPSS, setelah dihitung maka


diperoleh nilai koefisien reliabilitas alpha stimulasi orang
tua sebesar 0,853 dan nilai koefisien reliabilitas alpha
kemampuan sosialisasi dan kemandirian sebesar 0,701, hal
ini menunjukkan bahwa instrumen stimulasi orang tua dan
kemampuan

sosialisasi

dan

kemandirian,

memiliki

reliabilitas yang sangat baik sehingga memungkinkan atau


layak digunakan dalam penelitian.
4.9 Prosedur Penelitian
4.9.1. Tahap persiapan
a. Mempersiapkan

surat

izin

penelitian

yang

akan

disampaikan kepada pihak yang berkepentingan.


b. Mempersiapkan alat dan bahan serta teknik yang akan
dilakukan peneliti untuk mendapatkan data yang akan
diperlukan dengan menggunakan komunikasi langsung
dan tak langsung, sebagai alat pengumpul data adalah
lembar skala Likert dan lembar skala Guttman.
c. Lembar skala berisi sejumlah pertanyaan dan penyataan
tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi
responden. Cara pengisian angket dengan memberikan

46

tanda checklist dan menjawab pertanyaaan yang telah


disusun oleh peneliti.
4.9.2 Tahap Pelaksanaan
a. Permintaan

persetujuan

responden

dengan

diberi

penjelasan secara lisan dan tertulis tentang tujuan


penelitian, manfaat penelitian, dan hak responden.
b. Membagikan lembar instrument penelitian pada
responden.
c. Memberikan waktu kepada responden untuk mengisi
dan

mengumpulkan

lembar

instrument

penelitian,

kemudian setelah itu data dikumpul dan dicek ulang.


d. Setelah
responden
selesai
mengisi,
kuisioner
dikumpulkan kembali kepada peneliti.
e. Peneliti mengucapkan terimakasih kepada responden
atas kerjasama dan waktu yang disediakan.
4.9.3 Tahap pengumpulan data
a. Lembar instrument penelitian yang telah

diisi

selanjutnya dikumpulkan.
b. Mengecek kelengkapan data yaitu; kelengkapan lembar
instrument penelitian.
c. Memeriksa kembali jika ada pengisian yang salah atau
kurang lengkap.
4.10 Etika Penelitian
Sebelum penelitian ini dilakukan peneliti mengajukan
surat permohonan ijin kepada Kepala TK AL-IRSYAD untuk
mendapatkan

ijin.

Setelah

mendapatkan

ijin

peneliti

memberikan kuesioner kepada responden untuk diisi dan

47

melakukan observasi langsung. Peneliti dalam memberikan


kuisioner dan observasi didasarkan pada penekanan pada
masalah etika yang meliputi:
1.

Informed Consent
Lembar penelitian diberikan kepada responden yang
akan diteliti. Peneliti menjelaskan maksud dari penelitian
serta dampak yang mungkin terjadi selama dan sesudah
pengumpulan data. Jika responden bersedia, maka mereka
harus menandatangani surat persetujuan penelitian. Jika
responden menolak untuk diteliti, maka peneliti tidak akan
memaksa tetap menghormati hak.

2.

Anonymity

(Tanpa

Nama)
Untuk

menjaga

kerahasiaan

subyek

maka

dalam

lembar pengumpulan data peneliti tidak mencantumkan


nama tetapi diberikan nomor kode.
3.

Confidentiality
(Kerahasiaan)
Peneliti

menjamin

kerahasiaan

informasi

yang

diperoleh dari responden dengan cara data yang diperoleh


tidak diberikan kepada orang lain dan disimpan ditempat
yang dirahasiakan serta data hanya digunakan untuk
kepentingan penelitian.

48

4.11 Teknik Analisis Data


4.11.1

Analisis Univariat
Analisis data univariat dilakukan terhadap tiap-tiap

variabel penelitian.

Analisis ini hanya menggambarkan

tabulasi silang atau crosstab dan persentase dari tiap


variabel. Variabel yang dianalisis adalah stimulasi orang
tua dan kemampuan sosialisasi dan kemandirian anak
prasekolah khususnya usia 5-6 tahun di TK AL-IRSYAD
Kelurahan Dawuhan Kecamatan Situbondo Kabupaten
Situbondo.
4.11.2
1.

Analisis bivariat
Analisa bivariat yaitu analisa dua variabel. Analisa data

bivariat menggunakan uji chi-squere untuk menganalisis


hubungan antara dua variabel yaitu stimulasi orang tua
dan kemampuan sosialisasi dan kemandirian. Uji chisquere digunakan karena skala data yang digunakan
dalam penelitian ini menggunakan skala data ordinal dan
nominal. Analisa ini menggunakan tekhnik komputerisasi
2.

dengan bantuan aplikasi SPSS.


Syarat uji chi-squere lainnya adalah frekuensi yang
diharapkan atau E yang apabila hasil frekuensi yang

49

diharapakan

atau

tidak

memenuhi

syarat

maka

digunakan uji fisher exact.


Kesimpulan untuk menginterprestasikan dan melihat
hasil kemaknaan perhitungan statistik digunakan batas
kemaknaan = 0,05 sehingga:
Jika signifikansi p-value < 0,05, maka hasil perhitungan
statistik

dikatakan

H1

diterima

yaitu

ada

hubungan

stimulasi orang tua dengan kemampuan sosialisasi dan


kemandirian anak prasekolah 5-6 tahun.
Jika signifikansi p-value > 0,05, maka hasil perhitungan
statistik dikatakan H0 diterima yaitu tidak ada hubungan
stimulasi orang tua dengan kemampuan sosialisasi dan
kemandirian anak prasekolah 5-6 tahun.