You are on page 1of 35

A.

Rencana Bisnis

1.

Latar Belakang

Usaha adalah suatu bentuk yang dapat menghasilkan uang dan dapat meningkatkan taraf hidup
seseorang untuk menjadi lebih baik. Suatu usaha yang kita jalani dapat menghasilkan laba
semaksimal mungkin jika kita tekun dalam menjalani usaha tersebut.
Banyak cara yang dilakukan oleh seseorang dalam memulai atau menjalani kegiatan usaha seperti
sistem retail atau membuat sendiri produk yang akan dijual. Kegiatan usaha dengan cara membuat
sendiri produk yang akan dijual akan lebih banyak kelebihannya dibandingkan sistem atau cara
kegiatan usaha lain. Selain produk yang dijual lebih menarik minat, tentu cara ini lebih mudah
dalam menafsirkan atau menargetkan laba dengan total produk yang akan dijual ke konsumen.
Dari penjelasan latar belakang diatas, maka kami tertarik untuk melakukan kegiatan usaha dengan
menggunakan cara membuat sendiri produk yang akan dijual. Dalam hal ini, produk yang kami
tawarkan berupa jajanan rakyat berupa donuts dan lemper goreng.
2.

Visi Dan Misi

Visi

Kepuasan konsumen atas produk merupakan hal yang paling kami utamakan.

Misi

Memperkenalkan jajanan pasar khususnya donuts dan lemper goreng ke masyarakat.


Menciptakan makanan yang sehat, serta cita rasa yang tinggi yang bertujuan untuk memuaskan
konsumen.
3.

Analisis SWOT Bisnis

a)

Strength (Kekuatan)

Harga produk ekonomis

Kebersihan produk terjamin

Produk yang kami tawarkan tidak menggunakan bahan pengawet atau zat zat berbahaya
lainnya

Produk yang ditawarkan merupakan jajanan pasar yang sudah tidak asing dengan lidah
Indonesia

b)

Weakness (Kelemahan)

Produk yang kami tawarkan merupakan jajanan pasar yang banyak tersedia di berbagai
tempat


c)

Oppurtunity (Peluang)

Banyak penjual penjual lain yang menjual produk yang sama menggunakan bahan
pengawet, sedangkan produk kami tidak menggunakan bahan pengawet atau zat zat
berbahaya lainnya

Kepuasaan konsumen akan produk kami sudah teruji

d)

B.

Produk yang kami tawarkan merupakan produk yang tidak tahan lama karena tanpa bahan
pengawet

Threat (Hambatan)

Produk yang diperdagangkan berupa jajanan pasar yang semakin tersingkir akibat
maraknya jajanan luar negeri

Produk yang kami tawarkan bersifat mengenyangkan khususnya donuts, jadi jika sudah
memasuki makan siang banyak pelanggan yang menolak produk kami
Analisis Pasar

Analisis pasar adalah suatu penganalisaan atau penyelenggaraan untuk mempelajari berbagai
pasar. Analisis pasar menyangkut lokasi pasar, luasnya pasar, sifatnya pasar dan karakteristik
pasar.

a)

Produk yang akan dijual

Barang atau produk yang akan dijual dalam usaha ini adalah jajanan rakyat yang sudah tidak asing
dengan lidah Indonesia yaitu donuts dan lemper goreng.
b)

Penawaran dan permintaan

Pada umumnya masyarakat selalu menginginkan sesuatu yang berbeda, tidak terkecuali dengan
hal kuliner atau makanan. Dalam hal ini produk makanan yang kami tawarkan berupa makanan
ringan atau jajanan pasar,
c)

Harga jual produk

Harga jual produk yang kami tawarkan ke pelanggan untuk tiap produknya sebesar Rp. 2.000 saja.
C.

Analisis Produksi

Dalam kegiatan usaha ini, kami terdapat dua jenis analisis produksi yaitu analisisi produksi donuts
dan analisis produksi lemper goreng dengan perincian sebagai berikut :
a.

Analisis Produk Donuts

Bahan bahan yang kami butuhkan dalam pembuatan donuts adalah sebagai berikut :

Terigu 1,5 kg

Rp 12.000

Telur kg

Rp

4.500

Mentega 1 bungkus

Rp

4.000

Renmipan

Rp

2.000

Kentang kg

Rp

2.500

Gula kg

Rp

4.000

Susu bubuk 3 sachet

Rp

3.000

Rp 32.000

b.

Analisis Produk Lemper Goreng

Bahan bahan yang kami butuhkan dalam pembuatan lemper goreng adalah sebagai berikut :

Beras ketan 1 kg

Rp 17.000

Santan kelapa

Rp

Abon sapi

Rp
Total

c.

4.000
5.000

Rp 26.000

Analisis Produk Bersama

Dalam pembuatan kedua produk ini terdapat bahan bahan yang digunakan secara bersama,
yaitu :

Minyak 1 liter

Rp 10.000

Gas 3 kg

Rp 16.000

Total
D.

Rp 26.000
Analisis Resiko Bisnis

Dalam kegiatan usaha ini, resiko bisnis yang kami hadapi adalah ketidak-tahanan produk kami
karena tidak menggunakan bahan pengawet. Hal ini akan menyebabkan produk kami tersisa
sehingga mengakibatkan kerugian dalam kegiatan usaha.

E.

Proyeksi Keuangan

Rencana Anggaran Biaya

Anggaran Donuts

Terigu 1,5 kg

Rp 12.000

Telur kg

Rp

4.500

Mentega 1 bungkus

Rp

4.000

Renmipan

Rp

2.000

Kentang kg

Rp

2.500

Gula kg

Rp

4.000

Susu bubuk 3 sachet

Rp

3.000

Gas & minyak goreng

Rp 13.000

Total Pengeluaran Donuts

Rp 45.000

Anggaran Lemper Goreng

Beras ketan 1 kg

Santan kelapa

Rp

4.000

Abon sapi

Rp

5.000

Gas & minyak goreng

Rp 13.000

Total

Rp 17.000

Rp 39.000
Keuntungan
Donuts (per 30 buah)

Untung per produk = harga penerimaan harga pengeluaran


= Rp 60.000 Rp 45.000
= Rp 15.000

Lemper Goreng (per 26 buah)

Untung per produk = harga penerimaan harga pengeluaran


= Rp 39.000 Rp 52.000
= Rp 13.000

Prediksi penjualan

Target penjualan produk

Donuts

: 120 buah

Lemper Goreng

: 104 buah

Kegagalan

: 5%

Kegagalan donuts (5% x 120 buah) = 6 buah


Kegagalan lemper goreng (5% x 104) = 5 buah
Harga jual produk

: Rp 2.000 / buah

Penerimaan

Donuts (120 buah 6 buah) x Rp 2.000

Lemper goreng (104 5 buah) x Rp 2.000 = Rp 198.000

Produksi Laba Rugi

= Rp 228.000

Untung = Harga penerimaan harga pengeluaran

Donuts

= Rp 228.000 Rp 180.000

= Rp 48.000

Lemper goreng

= Rp 198.000 Rp 156.000

= Rp 42.000
1. F.

Strategi Bisnis

Dalam pemasaran harus padai dalam mengatur harga, tempat penjualan, melakukan promosi
produk, salah satu cara promosi adalah dengan menawarkan harga miring untuk setiap menu
masakan. Inovasi yang bagus terhadap produk yang dimiliki, seperti bagaimana cara membuat
donuts dan lemper goreng ini terlihat lebih unik dan berbeda dari olahan donuts dan lemper
goreng pada umumnya.
1) Mengatur Tempat Penjualan

Tempat berlangsungnya usaha kami di lingkungan kampus Gunadarma.


2) Strategi Produk
Kami menawarkan jajanan pasar dengan berbagai jenis produk dan rasa yang berbeda dan
pastinya higenis.
3) Promosi Produk
Promosi produk kami terhadap para pelanggan dengan mempromosikan ke mahasiswa di
lingkungan kampus Gunadarma.

1. G.

Rencana Aktivitas

Dalam menjalankan usaha ini, kami berencana untuk menawarkan produk produk ke
mahasiswa Universitas Gunadarma di sela sela jadwal perkuliahan. Hal ini dilakukan mengingat
target konsumen kami adalah mahasiswa Universitas Gunadarma.

1. LATAR BELAKANG
a. Latar Belakang Usaha
Kurma merupakan salah satu makanan khas dari negara Arab Saudi, di Indonesia sendiri
khususnya Jawa banyak ditemukan ketika bulan ramadhan. Kurma biasanya hanya ada di toko
oleh-oleh atau pusat perbelanjaan yang besar saja, sehingga setiap harinya orang jarang
mengonsumsi kurma karena rasanya yang biasa-biasa saja dan harganya yang mahal.
Dengan pertimbangan diatas dan karena untuk menumbuhkan suatu kreatifitas dikalangan siswa
akhirnya kami sepakat untuk menginovasi camilan kurma yang kami beri nama KURMA
KARIKA dengan harapan selain untuk menghapuskan kesan rasa yang biasa-biasa saja dan juga
untuk meningkatkan penjualan karika khususnya di daerah Wonosobo.
Usaha ini belum banyak dikembangakan dikarenakan orang banyak yang belum pernah
menginovasikan kurma dengan rasa yang lain salah satunya dengan rasa karika.
b. Rumusan Masalah
Proposal usaha ini ditujukan untuk mengenalkan inovasi baru dari kurma yang awal rasannya
biasa saja menjadi rasa yang luar biasa yaitu kurma karika, serta menumbuhkan kreatifitas siswa
dan mengembangkan jiwa kewirausahaan khusunya pada tim pelaksana serta masyarakat pada
umumnya
c. Tujuan Program
Tujuan dari Proposal usaha ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi
angka pengangguran, menumbuh kembangkan budaya kewirausahaan dikalangan siswa untuk
mendorong terciptanya wirausaha baru. Serta mengoptimalkan peluang usaha dibidang kuliner.
d. Luaran Yang Diharapkan
Target luaran yang ingin dicapai dari proposal usaha ini adalah menciptakan inovasi baru dibidang
usaha kuliner sehingga orang akan tertarik untuk memakan kurma dengan rasa yang tidak biasa.
Selain itu luaran yang tidak kalah penting yang ingin dicapai yaitu meningkatkan perekonomian di

daerah Wonosobo dengan membuka peluang kerja dan terus melakukan inovasi usaha
terutamabidang kuliner. Serta dapat meningkatkan, kreatifitas, kemandirian, dan jiwa
kewirausahan siswa.
e. Kegunaan Program
Kegunaan Program ini adalahuntuk :
Memotivasi siswa untuk mengembangkan ide-idenya dalam berinovasi, menambah wawasan
dan pengalaman dalam penginovasian kuliner kurma.
Melatih kemampuan dalam berwirausaha sehingga siswa mampu mendapatkan profit dalam
usaha ini.
Dapat dijadikan usaha berkelanjutan, sehingga siswa bisa mandiri secara financial.
2. ASPEK PASAR
a. Konsumen
Konsumen dari produk ini adalah semua lapisan dan golongan masyarakat, baik laki-laki maupun
perempuan, muda, tua, maupun lanjut usia. Harga produk sangat terjangkau dengan ekonomi
masyarakat, sehingga memudahkan masyarakat untuk dapat menikmati pruduk ini.
b. Pemasaran
Pemasaran yang kami lakukan adalah dengan pemberian informasi secaralangsung dan dengan
menyebar selebaran yang dilakukan para personil tim. Selain itu juga melalui :
Media online
Promosi di pasar dan masyarakat
Mambuat toko kecil atau stand
3. ASPEK PRODUKSI
a. Gambaran Umum Rencana Usaha
Produk yang akan dihasilkan dari pelaksanaan program ini yaitu kurma yang kami beri brand
KURAKA (Kurma Karika). Produk kurma ini berbeda dengan kurma pada umumnya. Perbedaaan
yang dimaksud adalah dengan rasa yang berbeda dan tidak kalah lezat bahkan lebih lezat dari rasa
kurma yang biasanya. Nilai gizi yangdikandung oleh KURAKA ini tidak jauh berbeda bila
dibandingkan dengan kurma yang sudah beredar di pasaran. Dengan perbedaan rasa tersebut
diharapkan akan menambah daya tarik konsumen.
b. Metode Pendekatan
Kegiatan Produksi
- Kegiatan Persiapan
Kegiatan persiapan yang dilakukan meliputi: penyusunan proposal, survei pasar, survei peralatan,
survei tempat pemasaran, perencanaan. Kegiatan-kegiatan tersebutdilaksanakan sebagai persiapan
sebelum melakukan proses produksi.
- Penyiapan Alat
Alat-alat yang disiapkan adalah panci besar, kompor, plastik, baskom, loyang/nampan, pisau,
oven, parut/penggiling, balok talenan, ember, gayung, entong.
- Penyiapan bahan
Bahan-bahan yang disiapkan adalah karika, gula pasir, gula jawa, garam, air.
Tempat dan waktu
Tempat produksi sementara dilakukan di desa Warawiri Selomerto, Wonosobo. Waktu pelaksanaan
produksi dilakukan pada hari Jumat-Minggu pukul 08.00 WIB-selesai selama satu bulan. Lokasi
ini dipilih karena untuk mempermudah mendapatkan bahan utama.
Jadwal Kegiatan :

Hari Jumat :
08.0010.00: pengolahan karika menjadi karika bersih yang siap diolah.
10.0014.00: pengukusan karika sampai berubah warna menjadi kecoklatan setelah dicampur
dengan berbagai macam bahan yang lain.
14.0015.00: karika ditiriskan
Hari Sabtu dan Minggu :
08.00Selesai: karika dijemur satu sampai dua hari sampai kering dan tidak terlalu banyak
mengandung air kemudian di masukan oven selama kurang lebih 5 0 menit hingga warna lebih
coklat lagi dan siap dibungkus.
4. ASPEK SDM
Untuk mencapai tujuan produksi dan pemasaran yang maksimal, maka sebagai tahap awal
produksi dan pemasaran KURAKA (Kurma Karika) dilakukan oleh 5-10 orang yang merupakan
anggota kelompok. Tenaga kerja diambil dari masyarakat sekitar yang sudah mampu dan layak
untuk bekerja.
5. RANCANGAN BIAYA
Produk ini dijual mulai harga Rp25.000,00/kg. Penentuan harga ini berdasarkan pertimbangan
harga yang dapat bersaing dengan kurma yang sudah ada di pasaran serta dari proses produksi.

PROPOSAL USAHA MAKANAN KRIPIK PEDAS SINGKONG DENGAN NANAS


A. PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Dalam suatu pemasaran banyak sekali bentuk dan macam-macam aneka ragam makanan
dari yang kecil hingga yang besar dan dari yang murah hingga sampai yang mahal. Untuk
kebutuhan sehari-hari banyak sekali aktivitas yang dijalani oleh setiap orang. Dengan aktivitas
yang semakin padat, membuat banyak orang membutuhkan asupan makanan tambahan yang
bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Makanan-makanan yang tersedia dipasaran saat ini memang
sudah beragam, tetapi umumnya makanan tersebut bukanlah makanan tradisonal yang khas
Indonesia, serta harga yang ditawarkan juga kebanyakan terlalu mahal.
Salah satu makanan tradisional yang cukup sederhana, tetapi sangat cocok menjadi makanan
atau snack konsumsi untuk hari hari santai dan liburan, dan sekaligus merupakan makanan yang
juga cukup istimewa adalah kripik pedas singkong dengan nanas Pembuatan makanan terbaru
yang khas berasal dari Indonesia yaitu di Lombok ini dilakukan dengan cara yang sangat
sederhana, tetapi lebih higienis, serta akan dijual dengan harga yang sangat terjangkau, maka
tentunya hal ini akan menarik minat masyarakat untuk membelinya.
Keberadaan Kripik Singkong Pedas Rasa Nanas sebagai salah satu makanan tradisonal khas
Indonesia memiliki rasa yang enak, nikmat, pedas dan gurih, mengandung protein dan juga lezat
memang baru-baru ini muncul, untuk itu, akan di kembangkan dan di promosikan ke masyarakat,
sehingga usaha ini memang layak dikembangkan menjadi salah satu usaha kuliner alternatif di
Indonesia.
Dengan meihat potensi atau kelebihan seperti hal tersebut di atas, maka saya ingin membuat
usaha makanan, yaitu usaha makanan KRIPIK PEDAS SINGKONG DENGAN NANAS untuk
dikembangkan menjadi usaha besar agar masyarakat tidak akan pernah lupa dengan makanan
tradisional yang khas Indonesia tersebut.
II. Visi
Menjadikan kripik singkong pedas rasa nanas sebagai makanan tradisonal khas Indonesia
yang mampu menembus pasaran dunia
III. Misi
- Membuat kripik singkong pedas rasa nanas yang memiliki aneka rasa
- Memasarkan kripik singkong pedas rasa nanas di pasar tradisional maupun pasar modern
- Mendirikan usaha wisata kuliner makanan khas Indonesia
IV. Analisa Peluang Usaha

Setiap kegiatan untuk memulai usaha, maka hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah
mengukur kemampuan terhadap lingkungan atau pesaing, yaitu melalui analisis SWOT:
1. Strenght (Kekuatan)
Kekuatan dari produk ini adalah:
- Menjual produk untuk semua kalangan masyarakat.
- 1 (satu) produk terdiri dari beraneka rasa dan bentuk.
- Bahan produk yang terjamin dan higienis.
2. Weakness (Kelemahan)
Kelemahan dari produk ini adalah:
- Produknya mudah ditiru.
- Tidak tahan lama.
3. Threath (Ancaman)
- Adanya pesaing yang menjual produk dengan harga yang lebih murah
V. Marketing Mix
1. Product (Produk)
Produk yang dijual adalah " Kripik pedas singkong dengan nanas " yang merupakan makanan atau
snack selingan sehari-hari.
2. Price (Harga)
Harga perbungkus Rp 2.500 karena harga ini sangat terjangkau dan relatif murah
3. Promotion (Promosi)
Dalam melakukan promosi produk ini dengan menyebarkan brosur kepada masyarakat dan
dilakukan masa promosi pada setiap pembelian 1 paket dengan isi 50 bungkus akan memberikan
diskon 10% dari harga tersebut.
5. Place (Tempat)
Tempat yang dipilih yaitu di Denpasar, tepatnya di depan pasar Sanglah, karena letaknya cukup
strategis dan mudah dijangkau masyarakat (konsumen)
VI. Bahan dan Alat Produksi
Untuk membuat Kripik pedas singkong dengan nanas, bahan-bahan dan alat yang diperlukan
dan digunakan seperti berikut :
Bahan:
* Singkong 5 kg
* Cabe Merah 1 kg
* Cabe Rawit kg
* Bawang Merah 1kg
* Bawang Putih 2 kg

* Masako secukupnya
* Minyak Goreng 2 kg
* Garam secukupnya
* Terasi Udang secukupnya
* Nanas 2,5 kg
* Filling: Durian, Strowberi, Anggur, Apel, Keju. *sesuai selera*
Alat
* Pisau
* Wajan
* Kompor Gas
* Parutan Keju
* Dll
Cara pembuatan
* Kupas singkong
* Bersihkan singkong yang telah dikupas,
* Potong singkong kecil kecil memanjang dengan parutan keju,
* Nanas di parut,
* Setetelah singkong dan nanasnya dipotong dan di parut, goreng semua singkong dan nanas yang
telah dibentuk,
* Pada saat menggoreng usahakan jangan sampai singkongnya menyatu,
* Setelah semuanya digoreng,siapkan semua bumbu yang telah disediakan dan jangan lupa
semua bumbu yang telah disediakan itu harus sudah lembut/dihaluskan
* Dan semua bumbu itu digoreng
* Setelah bumbunya siap masukkan singkong yang sudah digoreng, aduk hingga merata
* Makanan Kripik pedas singkong dengan nanas siap disjikan
* dengan berat bersis 45g per bungkus.

VI. Perhitungan Modal dan Harga Jual


1. Modal : Rp. 5.000.000
1. Singkong 5 kg

Rp. 150.000

2. Cabe Merah 1 kg

Rp. 60.000

3. Cabe Rawit kg

Rp. 30.000

4. Bawang Merah 1 kg

Rp. 50.000

5. Bawang Putih 2 kg

Rp. 100.000

6. Garam

Rp. 10.000

7. Masako

Rp. 5.000

8. Minyak Goreng 2 kg

Rp. 50.000

9. Terasi

Rp. 5.000

10. Nanas 2,5 kg

Rp. 50.000
Rp.

510.000

- Alat
1. Kompor Gas

Rp. 550.000

2. Pisau

Rp. 35.000

3. Wijen

Rp. 180.000
Rp. 765.000

- Bahan baku tambahan (gas) Rp. 60.000


Bahan baku + Peralatan + Bahan baku tambahan =
Rp 510.000 + Rp 765.000

+ Rp 60.000

= Rp. 1.335.000

2. Harga Jual
Harga Jual:

Rp 2.500 x 50 Bungkus = Rp. 125.000

Harga Pokok Produk per unit:


Harga beli bahan baku

Rp. 1.000

Harga beli bahan tambahan

Rp.5.00
Rp 1.500

Jumlah Hpp:

Rp 1.500 x 50 bungkus = Rp 75.000

VIII. Perhitungan Rugi Laba


Pendapatan dari penjualan

Rp. 125.000

Harga Pokok Penjualan

Rp. 75.000

Laba Kotor

Rp. 50.000

Biaya penjualan:
Biaya pembuatan brosur

Rp 15.000

Biaya transportasi

RP -

Biaya sewa tempat

Rp -

Biaya listrik dan air

Rp

Biaya komunikasi

Rp 5.000

Biaya lainnya

Rp 3.000

7.000

--------------Rp 30.000
Laba bersih

Rp 20.000

Perhitungan margin keuntungan =


Rp 20.000
---------------- x 100% = 16% per hari.
Rp 125.000
IX. Analisis Keuntungan :
Pendapatan per bulan :
Omzet Rp. 125.000 x 30 hari =

Rp. 3.750.000

Laba kotor per bulan Rp. 50.000 x 30 Hari =

Rp. 1.500.000

Keuntungan bersih per bulan :


(Rp 3.750.000 Rp. 1.500.000) =

Rp. 2.250.000

X. Kesimpulan
Kesimpulan bahwa agar produk yang kita pasarkan dapat diterima oleh semua kalangan,
baik dalam negeri maupun luar negeri maka kita harus :
-

Membuat produk yang bermanfaat, berkualitas dan laku dijual dengan harga bersaing;

Membuat desain yang baru dan harga terjangkau;

Membuat produk lebih cepat dan lebih murah;

Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan.

BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Pada dasarnya setiap makhluk hidup sering membutuhkan satu sama lain, salah satunya dalam
kegiatan memproduksi suatu produk dimana produsen membutuhkant enaga perantara untuk
memasarkan produk tersebut.
Dalam memproduksi suatu produk, produsen harus bisa menganalisa kebutuhan konsumen yang
sedang dibutuhkan, sifat-sifat konsumen, serta keluhan-keluhan dimana kita sebagai wirausaha
dituntut untuk dapat membuka usaha sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Kita dapat
mengatur strategi dalam melakukan kegiatan tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
2.VISI DAN MISI USAHA

Sebagai salah satu mata uji penjualan

Sebagai bentuk fisik bahwa penulis sudah melakukan Tugas Akhir

Sebagai salah satu syarat untuk mengembangkan usaha

Sebagai alat / awam bagi perusahaan untuk meraih keuntungan

Sebagai bukti fisik bahwa perusahaan telah mengajukan proposal usaha

3.ANALISA PELUANG USAHA


Menganalisa peluang usaha sangat penting dalam melakukan pemsaran karena seorang wirausaha
harus bisa mengidentifikasi apakah produk yang dipasarkan sesuai dengan daerahnya atau tidak.
Sehubungan dengan pembuatan Rempeyek Kacang , produk ini sangat diminati oleh masyarakat
pedesaan sehingga di desa adalah peluang usaha yang sangat pas untuk membuka usaha tersebut
khususnya di Margsari. Orang margasari mayoritas menyukai makanan yang bercita rasa gurih.
Oleh karena itu produk yang saya buat saya pasarkan dilingkungan margsari guna membuka
peluang usaha yang diminati banyak masyarakat serta melestarikan makanan tradisional.
BAB II
PRODUK YANG DIBUAT DAN PROSES PEMBUATAN PRODUK
A.JENIS PRODUK
Produk yang dibuat sesuai dengan judul proposal yaitu Proses Pembuatan Rempeyek kacang.
Jenis produk yang akan dibuat yaitu sejenis makanan gurih yang disukai masyarakat setempat, dan
produk yang telah jadi akan dipasarkan di pasar-pasar tradisional dan warung-warung terdekat.
B.PROSES PEMBUATAN PRODUK
Dalam proses pembuatan Rempeyek Kacang perlu ditetapkan beberapa hal, diantaranya yaitu:
1.Menganalisa bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan Bros, bahan-bahannya antara lain
yaitu:

tepung beras

4 lembar daun jeruk, iris halus

2 ons kacang tanah pilihan

1 kg minyak goreng

1 sendok makanan tepung kaji

460 mili liter ais santan

7siung bawang putih

1 sendok makanan ketumbar

4 butir kemiri

1 sendok teh garam

Plastik bening 1 bungkus

2.Alat-alatnya :

Pisau

Cobek

Wajan

Wadah

Kompor

3. Adapun tahapan-tahapan dalam proses pembuatan rempeyek kacang ini :


1. Haluskan bumbu rempeyek yaitu bawang putih, ketumbar sangrai, kemiri sangrai, garam
sampai halus
2. Campurkan bumbu halus tersebut dengan tepung beras, tepung kanji, santan dan daun
jeruk iris, kemudian aduk sampai rata dan menjadi adonan.
3. Tambahkan kacang tanah ke dalam adonan, aduk sampai rata.
4. Panasakan minyak goreng yang banyak dengan api sedang.
5. Masukan adonan sebanyak 3 sendok makanan tipis merata untuk mendapatkan hasil
gorengan yang bagus, tempatkan adonan di pinggir wajan lalu siram dengan minyak panas
sehingga adonan terlepas.
6. Tunggu hingga matangnya merata, angkat lalu tiriskan, ulangi proses tersebut hingga
adonan habis.

7. Dan ulangi penggorenagn hingga matangnya merata. Agar tidak menjadi lembek, simpan
di toples dengan tertutup rapat.
BAB III
HASIL PRODUKSI DAN PEMASARAN BARANG
Perusahaan industri perumahan ini memproduksi peyek kacang dengan berbagai jenis macam
lainnya seperti :
1. Peyek kacang ijo
2. Peyek kedelai
3. Peyek kacang tanah
Dalam memasarkan hasil prosuksi, perusahaan ini selalu berbagai macam varian jenis rempeyek
dengan kualitas dengan semakin ditingkatkan dan berusaha untuk menjaga kualitas produk agar
disukai oleh pembeli / konsumen.
A.MARKETING MIX
Menurut Musrid, pemasaran adalah semua kegiatan usaha yang berkaitan dengan arus penyerahan
barang-barang, jasa-jasa dari produsen ke konsumen.
Dengan demikian, pemasaran adalah hal terpenting dalam melakukan kegiatan usaha demi
tercapainya suatu tujuan. Jadi sebelum melakukan kegiatan pemasaran hal yang perlu di
perhatikan adalah tempat pemasaran produk dan siapa target dari pemsaran tersebut.
Sehubungan dengan produk yang saya buat yaitu Peyek Kacang, maka tempat pemsaran yang
tepat untuk produk yang diproduksi adalah daerah sekitar tempat tinggal.
Tempat Pemasaran / lokasi pemsaran yang diinginkan oleh perusaan :

Letak wilayahnya yang strategis

Mudah dijangkau oleh konsumen

Bahan-bahan yang didapat mudah dicari

Biaya transportasi murah

Tenaga kerja mudah didapat

Sarana angkutan mudah dan banyak

Target pemasaran merupakan suatu motivasi bagi perusahaan untuk mempermudah sarana /
tempat yang luas. Target pemsaran kan dilakukan apabila kepala perusahaan dengan ditetapkan
segmentasi pasar dan target pemsaran, perusahaan tersebut dapat mengembangkan produknya
disetiap sasaran pasar. Target pemasaran sangat berperan penting bagi usahanya.
B. PERHITUNGAN MODAL DAN HARGA JUAL
Dalam membuka usaha rempeyek kacang perlu adanya perhitungan biaya bahan yang
dikeluarkan, sebagai berikut :
- tepung beras
@ Rp3.000,-

-4 lembar daun jeruk


-2 Ons kacang tanah
-1 Kg minyak
-460 mili liter air
-Bawang putih
-Ketumbar
-Kemiri
-Garam
-Plastik
Jumlah modal yang dikeluarkan

@ Rp1.000,@ Rp5.000,@ Rp15.000,@ Rp2.000,@ Rp1.000,@ Rp1.000,@ Rp1.000,@ Rp1.000,@ Rp 10.000,- +


Rp 40.000,-

Perhitungan Harga Jual


Dengan modal Rp 30.000,- saya bisa menghasilkan 20 bungkus rempeyek kacang, maka
diperoleh:
Harga Pokok =
Modal
Hasil Produksi
= Rp 40.000,- = Rp 2.000,20
C. PERHITUNGAN RUGI / LABA
Hasil penjualan
= Rp 60.000,Modal
= Rp 40.000,-

Laba

Presentasi Laba

= Rp 20.000,= Laba
X 100%
Modal
= 20.000 X 100
40.000
= 50 %

D. ANALISIS KEUNTUNGAN
Dengan perkiraan usaha Rempeyek Kacang saya mengharapkan keuntungan Rp 25.000,Analisa Keuntungan =
X 100
40.000
= 62,5 %
Saya bisa menargetkan keuntungan tersebut, karena disini banyak yang menyukai Rempeyek
Kacang . Dengan demikian harga dari saya dihitung per bungkus Rempeyek Kacang adalah Rp
2.000,- dan akan saya jual dengan harga Rp 3.000,E. FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT
1. Faktor Pendukung

Faktor tersedianya bahan baku

Faktor penyaluran distributor

Faktor transportasi

Faktor tempat strategis

Faktor permodalan

Faktor pelayanan konsumen


2. Faktor Penghambat

Faktor hambatan dalam mengusai pasar

Faktor persaingan dagang

Faktor kerusakan barang

Faktor kurangnya keahlian dalam bidang yang dijalaninya

Faktor pelayanan yang kurang baik / memuaskan


BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Setelah saya mengumpulkan berbagai macam bahan berupa data maupun fakta dan penyusunan
menjadi sebuah proposal sebagai salah satu syarat untuk Tugas Akhir Sekolah materi produktif,
saya menyimpulkan bahwa :

Tugas proposalakhir sekolah, sangat bermanfaat bagi saya untuk memperluas wawasan
saya mengenai peranan berwirausaha.

Dengan pelaksanaan ujian praktek ini mendidik saya supaya optimis dalam berusaha dan
disiplin untuk memulai suatu usaha.

Strategi yang baik akan mendukung dalam berwirausaha dan yang kurang baik dapat
menghambat usaha dalam berwirausaha.

Pentingnya pelayanan prima dapat mempengaruhi keberhasilan dalam berwirausaha.

Contoh Proposal Usaha Makanan Tradisional " Martabak Manis "

I. Latar Belakang
Dalam suatu pemasaran banyak sekali bentuk dan macam-macam aneka ragam makanan
dari yang kecil hingga yang besar dan dari yang murah hingga sampai yang mahal. Untuk
kebutuhan sehari-hari banyak sekali aktivitas yang dijalani oleh setiap orang. Dengan aktivitas
yang semakin padat, membuat banyak orang membutuhkan asupan makanan tambahan yang
bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Makanan-makanan yang tersedia dipasaran saat ini memang
sudah beragam, tetapi umumnya makanan tersebut bukanlah makanan tradisonal yang khas
Indonesia, serta harga yang ditawarkan juga kebanyakan terlalu mahal.

Salah satu makanan tradisional yang cukup sederhana, tetapi sangat cocok menjadi makanan
konsumsi untuk malam hari, dan sekaligus merupakan makanan yang juga cukup istimewa adalah
MARTABAK MANIS. Pembuatan makanan tradisonal yang khas berasal dari Indonesia ini
dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, tetapi lebih higienis, serta akan dijual dengan harga
yang sangat terjangkau, maka tentunya hal ini akan menarik minat masyarakat untuk membelinya.
Keberadaan Martabak Manis sebagai salah satu makanan tradisonal khas Indonesia memiliki
rasa yang enak, nikmat, m,engandung protein dan juga lezat memang telah dikenal dari masa
kemasa, sehingga usaha ini memang layak dikembangkan menjadi salah satu usaha kuliner
alternatif di Indonesia.
Dengan meihat potensi atau kelebihan seperti hal tersebut di atas, maka saya ingin membuat
usaha makanan, yaitu usaha makanan MARTABAK MANIS untuk dikembangkan menjadi
usaha besar agar masyarakat tidak akan pernah lupa dengan makanan tradisional yang khas
Indonesia tersebut.

II. Visi
Menjadikan Martabak Manis sebagai makanan tradisonal khas Indonesia yang mampu
menembus pasaran dunia
III. Misi
Membuat martabak manis yang memiliki aneka rasa
Memasarkan martabak manis di pasar tradisional maupun pasar modern
Mendirikan usaha wisata kuliner makanan khas Indonesia
IV. Analisa Peluang Usaha
Setiap kegiatan untuk memulai usaha, maka hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah
mengukur kemampuan terhadap lingkungan atau pesaing, yaitu melalui analisis SWOT:
1. Strenght (Kekuatan)
Kekuatan dari produk ini adalah:
- Menjual produk untuk semua kalangan masyarakat
- 1 (satu) produk terdiri dari beberapa macam bentuk dan rasa
- Bahan produk yang terjamin dan higienis
2. Weakness (Kelemahan)
Kelemahan dari produk ini adalah:
- Tidak tahan lama
- Produknya mudah ditiru
3. Opportunity (Peluang)
- Tempat Strategis
- Fasilitas yang cukup memadai
4. Threath (Ancaman)
- Adanya pesaing yang menjual produk dengan harga yang lebih murah

V. Marketing Mix
1. Product (Produk)
Produk yang dijual adalah "Martabak Manis" yang merupakan makanan selingan sehari-hari
2. Price (Harga)
Harga perporsi Rp 12.000 karena harga ini sangat terjangkau dan relatif murah
3. Promotion (Promosi)
Dalam melakukan promosi produk ini dengan menyebarkan brosur kepada masyarakat dan

dilakukan masa promosi pada setiap pembelian 1 paket dengan isi 5 porsi akan memberikan
diskon 10% dari harga tersebut.
5. Place (Tempat)
Tempat yang dipilih yaitu di Delanggu, tepatnya di depan pasar Delanggu Klaten, karena letaknya
cukup strategis dan mudah dijangkau masyarakat (konsumen)
VI. Proses Produksi
Untuk membuat martabak manis, bahan-bahan yang diperlukan dan proses produksinya
seperti berikut :
Bahan:
* 2 butir telur
* 450 ml air
* 350 gr tepung terigu serbaguna
* 75 gr gula pasir
* 25 gr susu bubuk full cream
* 5 gr garam
* 5 gr baking soda
* 1 gr vanili bubuk
* 50 ml minyak sayur
* Filling: susu kental manis, keju, mesyes, kacang tanah, wijen *sesuai selera*
Cara membuat:
1. Kocok lepas telur, masukkan air hingga air berbuih.
2. Campur rata semua bahan kering, masukkan ke dalam air.
Kocok hingga semua bahan larut.
3. Masukkan vanili dan minyak sayur aduk rata. Diamkan adonan selama 30 menit.
4. Tuang ke dalam cetakan martabak manis yg sudah dipanaskan, tutup sampai
permukaan berpori-pori.
Tabur dengan sedikit gula pasir pada permukaan. Tutup kembali hingga matang
5. Angkat dan oles dengan butter, tabur dengan bahan filling
6. Lipat oles atasnya dengan butter, potong2.
VII. Perhitungan Modal dan Harga Jual
1. Modal :
- Bahan Baku
1. Terigu 2 kg
Rp 14.000
2. Telur 2 kg
Rp 14.000
3. Gula Pasir 1 Kg
Rp 10.000
4. Air
Rp 5. Garam
Rp 2.000
6. Soda kue
Rp 3.000
7. Blue Band
Rp 5.000
8. Pewarna kuning
Rp 3.000
9. Fermipan
Rp 3.000
--------------Rp.53.000
- Bahan Taburan
1. Kacang tanah 1/2 kg
Rp 5.000
2. Meises
Rp 5.000
3. Keju
Rp 11.000
4. Susu kental MANIS
Rp 7.000
5. Wijen
Rp 5.000
----------------Rp. 45.000

- Bahan baku tambahan (gas)


Rp. 40.000
Bahan baku + Bahan taburan + Bahan baku tambahan =
Rp 53.000 + Rp 45.000
+ Rp 40.000
= Rp. 138.000
2. Harga Jual
Harga Jual:
Rp 10.000 x 40 porsi = Rp 400.000
Harga Pokok Produk per unit:
Harga beli bahan baku
Rp 3.450
Harga beli bahan tambahan
Rp 1.000
------------Rp 4.450
Jumlah Hpp:
VIII. Perhitungan Rugi Laba
Pendapatan dari penjualan
Harga Pokok Penjualan
Laba Kotor

Rp 4.450 x 40 porsi = Rp 178.000

Rp. 400.000
Rp. 178.000
Rp. 222.000

Biaya penjualan:
Biaya pembuatan brosur
Biaya transportasi
Biaya sewa tempat
Biaya listrik dan air
Biaya komunikasi
Biaya lainnya

Rp 30.000
RP 30.000
Rp 25.000
Rp 10.000
Rp 20.000
Rp 10.000
--------------Rp 125.000

Laba bersih

Rp 97.000

Perhitungan margin keuntungan =


Rp 97.000
---------------- x 100% = 24,25%
Rp 400.000

IX. Analisis Keuntungan :


Pendapatan per bulan :
Omzet Rp. 400.000 x 30 hari =
Laba kotor per bulan 222.000 x 30 =

Rp. 12.000.000
Rp. 6.660.000

Keuntungan bersih per bulan :


(Rp.222.000.000 Rp. 125.000) x 30 =
Rp. 2.910.000
X. Kesimpulan
Kesimpulan bahwa agar produk yang kita pasarkan dapat diterima oleh semua kalangan,
baik dalam negeri maupun luar negeri maka kita harus :

Membuat produk yang bermanfaat, berkualitas dan laku dijual dengan harga bersaing;
Membuat desain yang baru dan harga terjangkau;
Membuat produk lebih cepat dan lebih murah;
Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan.

PROPOSAL USAHA BISNIS "ROTI BAKAR"

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dengan perkembangan zaman dan teknologi maka orang sekarang mulai berhati-hati dalam
memilih dan membeli makanan, karna pada masa kini banyak makanan yang dibuat dengan
menggunakan bahan kimia yang berbahaya. Sebagian masyarakat kelas bawah, memilih makanan

hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan murah. Dua hal inilah yang menjadi prioritas
utama mereka dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan kandungan yang
terdapat dalam makanan tersebut. Untuk itulah kami bermaksud untuk membuat makanan yang
memiliki rasa yang enak dengan harga yang cukup murah dan aman untuk dikonsumsi karna tidak
menggunakan bahan kimia yang berbahaya, serta memiliki kandungan gizi yang cukup.
Dari uraian diatas maka sangat potensial bila kami mengembangkan usaha roti bakar ini, karna
sebagian dari masyarakat sangat menyukai roti bakar karna rasanya yang enak, gurih dan nikmat.
Roti bakar ini memiliki beraneka ragam rasa, sehingga konsumen dapat memilih rasa yang sesuai
dengan kesukaan mereka. Selain itu, roti bakar ini dapat dinikmati oleh semua umur. Jadi,
siapapun bisa untuk mengkonsumsi roti bakar ini baik orang yang sudah tua maupun orang muda.
Roti bakar ini dapat dinikmati dalam kondisi apapun, baik malam hari maupun pagi hari. Roti ini
akan lebih enak apabila dimakan sambil minum kopi ataupun teh, terlebih ketika cuaca terasa
dingin maka roti bakar sangat cocok sebagai makanan penghangat tubuh.
Dengan alasan dan landasan tersebut kami berniat untuk merintis usaha roti bakar, dan usaha kami
tersebut kami beri nama atas kesepakatan bersama, yaitu: ROTI BAKAR MURIA. Dengan
harapan pelanggan akan tertarik untuk datang dan membeli roti bakar kami dengan perasaan cinta
kasih akan kenikmatan rasa ROTI BAKAR MURIA.
1. Manfaat Usaha
a. Manfaat Ekonomi
Usaha roti bakar ini cukup menjanjikan, karna keuntungan yang didapat cukup besar. Kami
menawarkan dan memberikan kemudahan bagi pelanggan dengan memberikan harga yang murah
tapi dengan produk yang tidak murahan dengan kata lain kualitas produk selalu dijaga dan dijamin
kesehatannya. Dengan usaha ini diharapkan dapat memberikan keuntungan.
b. Manfaat Sosial
1) Bagi Pemilik
Dengan melihat peluang ini, diharapkan usaha ini dapat berkembang ke berbagai daerah bahkan
ke luar negeri. Usaha roti bakar ini cukup menjanjikan bagi kita, karna masih banyak daerahdaerah di Indonesia yang belum menikmati enaknya roti bakar ini, sehingga kita dapat
memasarkannya ke daerah tersebut. Keuntungan yang dapat diperoleh oleh pemilik usaha yaitu
dapat menjadikan sebagai pengalaman dalam berbisnis. Serta dapat menjadi pembelajaran dalam
menjalankan bisnis-bisnis yang lain yang lebih besar. Pembelajaran yang diperoleh seperti
bagaimana cara melayani konsumen, serta bagaimana supaya karyawan menjadi senang dengan
kebijakan yang kita tetapkan, dan lain sebagainya.

2) Bagi Masyarakat
Dengan adanya roti bakar ini, dapat menjadi alternative bagi masyarakat untuk memenuhi
kebutuhan makanan mereka. Selain itu juga secara tidak langsung dapat membuka lapangan kerja
bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, karna apabila usaha ini telah berkembang maka
membutuhkan tenaga kerja untuk membantu dalam kelancaran usaha.
2. Rumusan Masalah
a) Bagaimana tips untuk membuka usaha roti bakar yang baik dan benar serta tidak merugi.
b) Bagaimana cara mengantisipasi persaingan usaha bisnis yang semakin ketat saat ini.
c) Bagaimana caranya agar kita bisa meraih kesuksesan dalam berbisnis roti bakar.
3. Profil Organisasi
Nama Usaha: Roti Bakar MURIA
Jenis Usaha: Kuliner
Alamat: Jalan Raya MAYONG , JEPARA
Pemilik: H. ARWANI
4. Visi, misi dan tujuan
a. Visi
Menciptakan sebuah usaha yang unggul dengan kualitas yang terbaik.
b. Misi
Memberikan kualitas yang terbaik.
Memberikan pelayanan yang terbaik
c. Tujuan Usaha
Memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.
Menambah pengalaman dan ilmu pengetahuan kewirausahaan dalam melakukan kegiatan usaha.
Mewujudkan kemampuan dan kemantapan dalam berwirausahaan untuk meningkatkan
kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Membudayakan semangat, sikap, prilaku dan kemampuan kewirausahaan di kalangan
mahasiswa dan masyarakat yang mampu di andalkan dan terdepan dalam berwirausaha
5. Produk
Produk yang kami tawarkan dalam usaha ini kepada konsumen memiliki berbagai macam rasa
yang dimiliki, seperti :
a) Coklat
b) Kacang
c) Keju

d) Strowberry
e) Nanas
f) Blueberry
g) Srikaya
Dengan memiliki berbagai macam rasa tersebut maka masyarakat dapat memilih rasa yang
mereka inginkan sesuai dengan keinginan mereka masing-masing. Produk yang kami berikan
tidak menggunakan campuran bahan kimia yang berbahaya seperti pormalin, wantek, dll,
sehingga baik untuk dikonsumsi oleh konsumen dan tidak merusak kesehatan.
B. Analisis SWOT
Adapun analisis SWOT terhadap bisnis ini adalah sebagai berikut:
1. Faktor internal.
a . Strengths (Kekuatan)
Penyajian dari roti bakar ini sangatlah sederhana tanpa memerlukan banyak waktu dalam
penyajiannya.
Harga dari roti bakar ini cukup murah, sehingga dapat terjangkau oleh semua kalangan
masyarakat/konsumen.
Roti bakar khas bandung yang kami sajikan ini memiliki rasa yang lebih nikmat dan gurih, karna
kualitas dan kebersihannya selalu kami utamakan.
Karna roti bakar ini mempunyai banyak rasa, sehingga konsumen dapat memilih rasa yang
sesuai dengan selera mereka masing-masing.
Perlengkapannya mudah di dapatkan.
b. Weakness (Kelemahan)
Faktor tempat juga sangat mempengaruhi kelancaran usaha ini, karna apabila tempatnya kurang
ramai maka permintaan akan sedikit.
Permintaan dari konsumen biasanya akan menurun, jika keaadaan cuaca sedang buruk.
Faktor kenaikann dari harga sembako juga dapat mengurangi permintaan dari konsumen.
2. Faktor eksternal
a. Opportunities (Peluang / kesempatan)
Melihat banyaknya masyarakat yang membutuhkan makanan terutama pada malam hari,
sehingga roti bakar bisa menjadi alternatif sebagai makanan pengganti makanan pokok/cemilan.
Sebagian besar penjual roti bakar yang ada hanya menawarkan rasa yang umum seperti rasa
coklat, kacang, keju, srikaya, strawberry, blueberry dan nanas, maka saya bermaksud untuk
memberikan rasa yang baru yaitu rasa Durian. Dengan rasa tersebut masyarakat yang mempunyai

suka mengkonsumsi durian tidak perlu menunggu musim durian tiba, sehingga cukup membeli
roti bakar dengan rasa durian.
Karna roti bakar ini bisa dinikmati oleh semua usia dari yang muda sampai yang tua, maka pasar
sasarannya mencakup semua kalangan masyarakat.
b. Threats (Ancaman)
Melihat dari bnyaknya permintaan masyarakat dalam mengkonsumsi makanan makanan terutama
roti bakar ini, maka persaingan dalam menjalankan usaha ini pun cukup banyak. Dan apabila
pelayanan dan kualitas yang kita berikan kepada konsumen kurang memuaskan, maka
konsumenpun akan merasa kecewa, sehingga usaha ini akan terancam bangkrut. Untuk mengatasi
masalah tersebut, maka kami dalam menjalankan usaha ini akan selalu memberikan pelayanan dan
kualitas produk yang terbaik kepada semua konsumen kami. Kualitas produk yang baik dan
pelayanan yang terbaik menjadi prioritas utama kami dalam menjalankan usaha ini.
C. Rencana Usaha
Adapun rencana usaha yang akan dijalankan dalam usaha ini ialah sebagai berikut:
1. Rencana Jangka Pendek
Usaha bisnis roti bakar yang kami rintis ini bertujuan untuk menambah pengalaman kerja didalam
usaha bisnis bagi kalangan sesama mahasiswa maupun bagi umum, selain dapat meningkatkan
kreativitas, juga dapat dijadikan suatu usaha yang menjanjikan untuk kehidupan masa depan dan
biaya kuliah.
2. Rencana Jangka Menengah
Usaha yang kami rintis ini pastinya akan kami kembangkan demi mewujudkan impian kami
bersama, yaitu ingin menjadi seorang pengusaha muda yang sukses, strategi pasar dan pemasaran
menjadi kunci awal untuk keberlanjutan usaha kami kedepannya. Pelanggan ialah raja, maka dari
itu kepuasan pelanggan menjadi yang utama dari segalanya, karena tanpa pelanggan belum tentu
usaha ini akan bertahan lama. Tidak lupa pula kami rajin melakukan promosi usaha kami, baik
dari mulut ke mulut, iklan radio, media online, dan media yang lainnya.
3. Rencana Jangka Panjang
Setelah berhasil mendapatkan pelanggan, kami akan lebih meningkatkan mutu dan kualitas dari
usaha kami ini, tidak lupa pula kami membangun jaringan dengan pabrik roti maupun toko roti
agar kami dapat dengan mudah untuk mendapatkan bahan baku agar usaha ini tidak mengalami
kendala apapun dalam penyediaan bahan baku.

D. Analisis Pasar dan Pemasaran


Analisis Pasar dan Pemasaran usaha roti bakar kelompok kami yaitu:
1. Target Pasar
Usaha ini berlokasi di tempat-tempat yang strategis dan di pinggir-pinggir jalan utama, seperti
jalan Godean, jalan Magelang, Malioboro, Alun-alun dan tempat keramaian lainnya. Tempattempat lokasi tersebut yang banyak di lewati oleh masyarakat, baik masyarakat lokal maupun non
lokal sehingga usaha kami ini mudah untuk dikenal oleh masyarakat. Yang menjadi target pasar
kami yaitu masyarakat sekitar dan masyarakat pengguna jalan tempat usaha kami berdiri.
2. Pesaing
Terdapat banyak pesaing dari usaha ini, akan tetapi di sinilah kreatifitas kita bagaimana cara kita
menarik konsumen agar dapat membeli produk kita tanpa membuat pesaing kita merasa tidak
senang dengan tindakan kita. Namun kekeluargaan harus tetap selalu terjaga antara pesaing dan
menciptakan persaingan yang sehat tanpa menjatuhkan pesaing. Dengan cara mentaati peraturan
dan undang-undang pasar yang telah di tetapkan.
3. Sasaran Pembeli
Dalam menjalankan usaha ini sasaran pembeli kami yaitu mencakup semua kalangan masyarakat,
baik kalangan bawah, kalangan menengah dan kalangan atas. Dari semua kalangan tersebut
sebagian besar mampu untuk membeli produk yang kami tawarkan, karna harga yang kami
berikanpun cukup terjangkau untuk semua kalangan. Harga yang kami berikan yaitu mulai dari
Rp10.000 sampai dengan Rp15.000.
E. Strategi Pemasaran
Adapun strategi pemasaran yang dapat kami lakukan adalah:
1. Dari mulut ke mulut
Promosi ini merupakan promosi yang paling sederhana, serta tidak memerlukan banyak biaya
untuk melakukan promosi ini. Cukup dengan bercerita dengan teman-teman kita atau keluarga
untuk mempromosikan usaha kita, sehingga secara tidak langsung semua konsumen/masyarakat
akan mengetahui usaha kita. Dan apabila usaha kita sudah diketahui dan disukai, maka konsumen
tersebut akan memberitahukan kepada orang lain untuk membeli roti bakar di tempat kita.
2. Dengan media Internet
Selain promosi dari mulut ke mulut, maka promosi juga dapat dilakukan dengan menggunakan
media internet, seperti dapat melalui facebook, twitter, blog,dll. Karna sebagian besar masyarakat
telah menggunakan media internet, sehingga masyarakat dapat mengetahui usaha kita,

3. Pengembangan Pasar
Selain melakukan berbagai strategi pemasaran produk seperti diatas, kami juga mempromisikan
usaha kami ini dengan cara menambah pasar baru untuk memperluas jangkauan yang sudah
dimiliki. Dalam hal ini, dapat dengan memperluas usaha roti bakar ini ke daerah-daerah lain,
dengan harapan usaha ini akan lebih dikenal oleh masyarakat dan juga dapat menambahkan
pendapatan serta dapat mengurangi tingkat pengangguran dengan memperkerjakan karyawan yang
baru.
4. Pengembangan Produk
Pengembangan produk dari usaha ini dapat menambahkan rasa yang mungkin tidak ada di pesaing
lain, seperti rasa durian dengan harga yang terjangkau, yang memberikan nilai lebih dimata para
konsumen. Sehingga jangkauan pasar mililiki semakin luas, dan tingkat loyalitas konsumen pun
setiap harinya kian meningkat. Kami juga menerima pemesanan pada acara-acara arisan, ulang
tahun, dan juga acara resmi lainnya.
5. Langkah-langkah promisi
Untuk menarik minat konsumen agar membeli produk yang kami tawarkan kami mempunyai
cara-cara tertentu, adapun cara tersebut yaitu:
Pada malam minggu kami akan memberikan potongan harga kepada konsumen yang membeli
roti dengan harga diatas Rp10.000, maka akan kami berikan diskon sebesar 10%.
Apabila konsumen membeli roti bakar diatas 4 bungkus, maka kami akan menetapkan semua
harga yang mereka pesan dengan harga yang paling rendah yaitu Rp10.000, Selain itu, apabila konsumen membeli roti bakar diatas 8 bungkus, maka kami akan menetapkan
semua harga yang mereka pesan dengan harga yang paling rendah yaitu Rp10.000,- dan
memberikan gratis satu bungkus roti bakar.
F. Analisis Operasional
Adapun rencana produksi yang dijalankan ialah sebagai berikut:
1. Desain produk
Desain produk yang diusahakan ialah kami membuatnya dengan semenarik mungkin agar
pelanggan tidak bosan dengan tampilan roti bakar yang itu-itu saja.
2. Tempat usaha
Tempat usaha yang kami rintis ialah dipinggir jalan-jalan utama yang ramai dilalui orang, agar
konsumen dapat dengan mudah mengakses tempat usaha kami, selain itu di alun-alun juga
memungkinkan kami untuk membuka usaha roti bakar ini.

3. Pengawasan kualitas
Dalam mengontrol kualitas produk dari usaha kami ini agar dapat dikonsumsi oleh konsumen
dengan baik dan aman, maka kami melakukan pengecekan setiap hari terhadap kualitas maupun
kuantita dari roti-roti yang ada. Agar para konsumen tidak mendapatkan produk yang tak layak
jual dan makan.
4. Marketing atau promosi
a. Analisis aspek SDM
Untuk mendukung kelangsungan usaha ini dibutuhkan beberapa elemen Sumber Daya Manusia
(SDM) yang terkait didalamnya. Adapun Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat dalam
kelangsungan usaha ini, yaitu:
1) Distributor
Agar usaha ini dapat bertahan dan berjalan dengan baik, maka kami melakukan kerjasama dengan
distributor-distributor roti bakar lainnya, sehingga bahan-bahan dari roti bakar ini mudah
didapatkan. Distributor yang kami maksud merupakan orang yang memasok barang-barang yang
kami butuhkan seperti pabrik roti maupun toko roti yang menjual segala bahan yang kami
butuhkan.
2) Tenaga Kerja
Dalam bisnis jualan roti bakar ini kita tidak memerlukan sumber daya manusia yang ahli dan skill
yang khusus seperti sarjana dll, akan tetapi yang diperlukan adalah orang yang mau bekerja secara
tekun / telaten, sabar, kerja keras dan tidak gengsi karena ini merupakan pekerjaan remeh menurut
pandangan masyarakat tertentu.
3) Masyarakat Sekitar
Selain SDM dari distributor dan tenaga kerja selanjutnya masyarakat juga berperan penting dalam
kelancaran usaha ini, karna kita juga harus memiliki hubungan baik dengan masyarakat setempat,
karna apabila kita tidak mempunyai hubunga baik maka bisa saja usaha kita tidak disenangi
sehingga dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga disinilah kita sebagai wirausaha
harus mempunyai sikap yang baik dan jujur terhadap siapa saja.
b. Analisis aspek finansial
1. Harga
Adapun produk yang kami tawarkan memiliki harga yang bervariasi tergantung dari rasa yang
diinginkan oleh konsumen, karna macam-macam dari rasa tersebut tidak sama. Adapun daftar
harga yang kami tetapkan adalah sebagai berikut:

1 Nanas + Strawbery Rp. 10.000


2 Nanas + Nanas Rp. 10.000
3 Strawbery + Strawbery Rp. 10.000
4 Kacang + Kacang Rp. 12.000
5 Kacang + Strawbery Rp. 10.000
6 Kacang + Nanas Rp. 10.000
7 Kacang + Blueberry Rp. 10.000
8 Coklat + Coklat Rp. 12.000
9 Coklat + Strawbery Rp. 10.000
10 Coklat + Nanas Rp. 10.000
11 Coklat + Kacang Rp. 12.000
12 Blueberry + Strawbery Rp. 10.000
13 Blueberry + Nanas Rp. 10.000
14 Blueberry + Blueberry Rp. 10.000
15 Blueberry + Coklat Rp. 11.000
16 Srikaya + Srikaya Rp. 12.000
17 Srikaya + Strawbery Rp. 10.000
18 Srikaya + Blueberry Rp. 10.000
19 Srikaya + Nanas Rp. 10.000
20 Srikaya + Kacang Rp. 12.000
21 Srikaya + Coklat Rp. 12.000
22 Keju + Coklat Rp. 12.000
23 Keju + Kacang Rp. 10.000
24 Keju + Strawbery Rp. 10.000
25 Keju + Nanas Rp. 10.000
26 Keju + Blueberry Rp. 10.000
27 Keju + Srikaya Rp. 12.000
28 Keju + Keju Rp. 12.000
29 Komplit Rp. 15.000

c. Modal awal

Nomor
Nama Barang
Harga
Jumlah
Keterangan
1. Grobak Rp 3.200.000 1
Dapat di gunakan dalam jangka waktu yang panjang.
2. Kompor Rp 250.000 1
3. Tabung Gas 3 kg Rp 170.000 1
4. Besi Panggangan Rp 300.000 1
5. Alat Pembakar Rp 50.000 2
6. Alat Pemotong Rp 82.000 2
7. Top Les Rp 100.000 7
8. Lap Tangan Rp 30.000 3
9. Kotak Sampah dan Ember Rp 30.000 2
10. Bola Lampu Rp 100.000 3
11. Kabel Rp 50.000 1
12. Saklar lampu Rp 40.000 1
13. Merek Usaha/banner Rp 100.000 2 m
14. Roti Rp 60.000 20 Bungkus
Dalam jangka pendek (Maksimal 5 hari)
15. Rasa-Rasa
1. Nanas
2. Keju
3. Strowberry
4. Blueberry
5. Kacang
6. Coklat
7. Srikaya
8. Margarin
9. Susu
Rp 12.000
Rp 18.000

Rp 12.000
Rp 15.000
Rp 20.000
Rp 16.000
Rp 20.000
Rp 16.000
Rp 9.000
1 kg
1 kotak
1 kg
1 kg
1 kg
1 kg
1 Bungkus
1 kg
1 Kaleng
TOTAL UNTUK MODAL AWAL
Rp 4.700.000
G. Metode Pelaksanaan Program
1. Metode pengumpulan data
Metode pengumpulan yang dilakukan ialah dengan mencatat segala jenis aktifitas dan kendalakendala apa saja yang dapat menghambat kelancaran usaha roti bakar ini. Kritik dan saran dari
pelanggan akan sangat mendukung kemajuan usaha ini.
2. Survei bahan baku
Bahan baku sangat penting dalam usaha roti bakar, karena tanpa tersedianya bahan baku, sudah
pasti usaha ini tidak akan berjalan lancar, salah satu faktor yang mendukung usaha roti bakar ini
ialah bahan baku, maka dari itu kami membagi tugas untuk survei dan menjalin kerja sama dengan
salah satu pabrik roti maupun toko roti yang menjual bahan baku tersebut.
3. Pembuatan bahan baku.
Pada pembuatan roti, fermentasi berfungsi menambah cita rasa, mengembangkan adonan roti dan
membuat roti berpori. Hal ini disebabkan oleh gas CO2 yang merupakan hasil fermentasi. Roti
yang dibuat menggunakan ragi memerlukan waktu fermentasi sebelum dilakukan pemanggangan.

Pembuat roti harus menyimpan adonan di tempat yang hangat dan agak lembab. Keadaan
lingkungan tersebut dapat memungkinkan ragi untuk berkembang biak, memproduksi karbon
dioksida secara terus menerus selama proses fermentasi.
4. Kandungan mikrobia dalam bahan baku.
5. Pengemasan bahan baku
Bahan baku yang kami terima dikemas dengan menggunakan palstik tipis dan dipres, berhubung
bahan baku yang kami pesan dalam jumlah yang banyak, pengemasan dimasukkan kedalam
kardus.
6. Sosialisasi kepada masyarakat
Percobaan demi percobaan kami lakukan demi mendapatkan cita rasa yang sesui dengan lidah
konsumen dan berbeda dari roti bakar lainnya, untuk tahap awal kami memberi secara cuma-cuma
kepada tetangga sekitar dan pelanggan 5 orang pertama. Setelah mendapat respon yang bagus baru
kami berani mengembangkan usaha roti bakar ini, tidak lupa pula kami menjelaskan kepada
konsumen tentang kandungan gizi dan manfaat roti bagi tubuh manusia melalui selebaran yang
kami tempel dan diletakkan didekat meja maupun gerobak dagangan.
7. Penjualan atau pemasaran produk
Penjualan dilakukan setelah selesai segala aktifitas kuliah, bisanya dilakukan dari sore hingga
malam hari, tergantung dari bahan baku yang kami punya setiap malamnya. Kami juga menerima
pesanan dalam jumlah kecil, berhubung modal kami terbatas, maka kami tidak berani menerima
pesanan dalam jumlah yang banyak.
8. Pembagian hasil kerja
Usaha Roti Bakar Cinta (RBC) merupakan usaha bersama yang kami rintis yang menggunakan
modal awal dengan cara patungan, maka dari itu keuntungan juga kami bagi rata.

H. PENUTUP
Demikianlah proposal bisnis ini kami buat. Semoga proposal ini dapat diterima dan dapat
bermanfaat bagi kita semua. Tidak lupa kami mengucap syukur kepada Tuhan YME karena atas
segala Rahmat dan Hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan proposal bisnis kami. Dan tidak lupa
pula kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu dalam pembuatan
proposal ini.
Semoga proposal ini dapat diterima oleh semua pihak karena proposal ini merupakan tahap awal

kami dalam memulai usaha roti bakar ini. Dengan selesainya proposal bisnis ini, kami berharap
dapat segera mewujudkan usaha bisnis yang telah kami rencanakan ini.
Segala saran dan kritik yang membangun sangatlah kami harapkan dari semua pihak, karena kami
menyadari bahwa proposal kami masih jauh dari kata sempurna. Saran dan kritik tersebut semoga
saja dapat menjadi acuan atau pelajaran bagi kami semua untuk dapat menjadi lebih baik lagi
dihari esok. Atas segala waktu dan perhatiannya kami mengucapkan terima kasih.