You are on page 1of 8

MEMBANGUN LEARNING COMMUNITY

MENUJU SEKOLAH BERPRESTASI
Istamar Syamsuri1
A. PENDAHULUAN
Learning community merupakan suatu komunitas belajar di lingkungan
sekolah di dalamnya berlangsung proses belajar membelajarkan antara siswasiswa,

guru-siswa,

Meskipun

definisi

guru-guru,
ini

mudah

guru-kepala
diucapkan

sekolah,
dan

sekolah-masyarakat.

dihafalkan,

tetapi

untuk

mengimplementasikannya diperlukan pemahaman dan pengahayatan yang
mendalam, bahkan memerlukan reformasi pandangan guru.
Selama ini berlaku pandangan bahwa tugas guru mengajar, mendidik, dan
tugas siswa belajar. Di berbagai kesempatan kepala sekolah atau guru
senantiasa memberi nasehat kepada siswanya bahwa siswa harus belajar.
Tugas siswa belajar dan belajar agar diperoleh prestasi tinggi dan lulus ujian.
Jika siswa berprestasi dalam ujian maka prestasi sekolah akan meningkat.
Akibat prestasi ujian sekolah dikaitkan dengan prestise sekolah, maka
hampir semua kepala sekolah dan pejabat (DIKNAS, Gubernur, Bupati)
berupaya keras agar semua siswa lulus ujian dan berprestasi dalam ujian
nasional. Sekolah yang persentase kelulusannya tinggi dan rangking nilainya
tinggi menjadi sekolah berprestasi. Sebaliknya jika persentase kelulusannya
rendah atau rangking nilainya rtendah merupakan sekolah yang tidak
berprestasi.
Yang menjadi masalah justru bagaimana meraih prestasi tersebut. Pada
umumnya keluar anjuran atau petunjuk “dari atas” bahwa agar prestasi sekolah
dapat ditingkatkan maka siswa harus di dril, diadakah jam tambahan atau les,
atau siswa disuruh melakukan latihan menyelesaikan soal-soal. Kenyataan
menunjukkan bahwa dengan dril atau les singkat, prestasi siswa dalam ujian
nasional dapat ditingkatkan dan mutu sekolah juga dapat ditingkatkan.
1

Dr. Istamar Syamsuri, M.Pd adalah dosen Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang ;
2. Makalah disampaikan pada Pelatihan Manajemen Sekolah Tahap II di Kabupaten Pasuruan dalam
SISTTEMS-JICA, TANGGAL 28 Februari 2007 di Pasuruan

1

Siswa belajar semalam suntuk untuk mengikuti tes dapat memperoleh nilai yang tinggi. tenggang rasa. pemahaman) mungkin dapat dicapai dalam waktu singkat. membuat tabel. Keterampilan siswa yang perlu dilatihkan adalah menggambar. Psikomotor atau keterampilan tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. atau aturan. grafik. psikomotor dan afektif. Proses pembentukan sikap memerlukan waktu. hipotesis. Orang yang paham dan terampil seringkali dibarengi dengan pembentukan dan perubahan sikap yang positif. Sikap tidak dapat dibentuk seketika. melakukan eksperimen. keterampilannya semakin baik dan orang tersebut menjadi lebih profesional. menganalisis data. bersikap objektif. menggunakan alat. Sebagai contoh: 2 . Afektif atau sikap merupana suatu pendapat sebelum bertindak. setuju tidaknya siswa terhadap suatu fenomena. hingga ke terampil membuat laporan dan mengkomunikasikannya (ini semua merupakan tuntutan dalam kurikulum/KTSP).Pertanyaannya adalah: apakah model “dril”. karena diperlukan adanya internalisasi dan proses psikologis seseorang. Keterampilan memerlukan waktu. mau menerima saran. Kognitif (hafalan. merancang kegiatan. les. menjaga kebersihan. Namun perolehan belajar dalam aspek kognitif demikian tidak bertahan lama. Siswa akan mudah melupakannya. Semakin banyak jam terbang seseorang. APAKAH SASARAN BELAJAR ITU? Sasaran belajar meliputi 3 ranah yaitu kognitif. mengerjakan soal-soal itu merupakan gambaran siswa belajar? Apakah “keterampilan” dan “kehebatan” siswa dalam mengerjakan soal-soal ujian dapat diterapkan dalam mengatasi permasalahannya? Apakah model dril dalam waktu singkat telah dapat memberi bekal kepada siswa untuk memecahkan permasalahan kehidupannya secara ilmiah? B. dsb. menyusun masalah. menjunjung tinggi kedisiplinan. mentabulasi data.

Berbagai hasil penelitian mengungkapkan bahwa para guru masih mendominasi kelas. 3.Setiap siswa akan dapat mendefinisikan apa tiu disiplin (kognitif). Apakah penerapan hukum (mernjatuhkan sangsi) diperlukan di sekolah agar sikap dapat ditanamkan? C. Chigasaki. 4. Guru ada yang bekerja di tempat lain di luar bidang pendidikan. SD Hamanogo. Ada 3 (tiga) slogan yang diterapkan di SD Hamanago yaitu: 1) menjamin hak semua untuk belajar. Bagaimanakah permasalahan pembelajaran di sekolah kita? Agaknya. Guru mendominasi kelas. kemampuan dan kemauan seseorang. belum ada kerjasama antar guru dalam merancang dan pembelajaran. Guru menginginkan agar siswa berprestasi dengan jalan melakukan kompetisi dan karenanya guru selalu menuntut siswa supaya belajar lebih baik. penguatan (reinforcement) sangat diperlukan. melaksanakan proses Di samping itu. Kepala Sekolah. PERMASALAHAN PEMBELAJARAN KITA Di sekolah-sekolah Jepang umumnya (yaitu di sekolah yang belum melakukan reformasi) terdapat fenomena-fenomena sebagai berikut: 1. ada yang bekerja di luar bidang pendidikan. apa yang dialami Jepang sangat mirip dengan kita. 2. 5. beberapa permasalahan yang sering dilontarkan adalah sebagai berikut: 3 . 3) masyarakat dan orang tua bersama-sama belajar mengatasi permasalahan sekolah. Menurut Maori. 2) guru dan staf saling mendukung untuk berkembang. Tetapi apakah dia selalu bersikap disiplin dalam setiap tingkah lakunya? Jelaslah bahwa mengubah sikap memerlukan waktu. latihan berulangkali. untuk mengatasi permasalahan sekolah. dan fokus belajar ada pada siswa. Dia mungkin dapat bertindak disiplin misal diajak tepat waktu untuk mengikuti rapat (psikomotor). banyak menggunakan ceramah. mulailah dilaksanakan Learning Community. Hubungan guru dengan guru lain sebatas hubungan kedinasan. Pembiasaan. Metode yang sering digunakan adalah metode ceramah.

lebih dari satu). Sekolah tidak memiliki perpustakaan 11. Kurikulum terlalu luas. internet) dan media pembelajaran yang cukup. Beberapa kegiatan berikut merupakan contoh upaya memecahkan permasalahan dalam rangka menumbuhkan komunitas belajar di sekolah. Hasil belajar siswa rendah 9. b. radio. Sekolah dapat mengadakan buku kepustakaan dengan: a. Administrasi belum rapi 14. Kekurangan waktu karena materi terlalu banyak 5. Sekolah tidak memiliki lab/bahan/ media cukup 12. Media belajar. CD.1. Guru disibukkan oleh urusan non akademik 10. Lingkungan kurang mendukung D. Hasil penataran sulit/tidak diterapkan di sekolah 3. Manajemen sekolah/kelas kurang 15. kliping. Meminta siswa yang lulus menyumbangkan buku bekasnya. 4 . Pengadaan Sumber Belajar dan Media Belajar Ceramah dapat dikurangi apabila tersedia sumber belajar (buku teks. guru dimotivasi untuk menugaskan siswa mengumpulkan kliping. sumber belajar kurang 7. Evaluasi masih kognitif 8. BEBERAPA TEKNIK MENUMBUHKAN KOMUNITAS BELAJAR Karena keterbatasan waktu. Metode pembelajaran kebanyakan masih ceramah 4. misalnya: 1. Kuantitas dan kualitas guru kurang 6. Sebaiknya buku teks tidak hanya satu (sesuai tuntutan Kurikulum. Meminta sumbangan alumni. tidak semua permasalahan tersebut dibahas alternatif pemecahannya. Mutu masukan/siswa rendah 13. Untuk menambah koleksi bacaan di perpustakaan. Kliping yang terkumpul dibendel. kurang dalam 2. TV.

Apa yang sudah tercantum di buku tidak perlu diceramahkan. 2. ada sumber belajar (buku. grafik. Guru menyediakan lembar observasi untuk menilai siswa (evaluasi psikomotorik). Guru juga dapat menugaskan siswa untuk membuat gambar. kliping) dan guru yang mengamati dan mengevaluasi. tugas. Gunakan metode bervariasi misalnya diskusi. kliping digunakan sebagai sumber belajar. dan jika terdapat siswa atau kelompok yang tidak dapat memecahkan permasalahan maka guru berupaya memotivasi siswa tersebut agar mau bertanya kepada siswa atau kelompok yang mampu. suku dsb). Mengurangi Ceramah Kurangi sebanyak mungkin ceramah. Jadi siswa C 5 . skema. di kelas siswa dapat dikategorikan sebagai siswa kelompok A (menguasai). dsb. Non Pri) atau agama. pembentukan kelompok hendaknya: 1) maksimal terdiri dari 4 orang. 2) heterogen ditinjau dari kemampuan. Guru berkeliling. radio. Proses diskusi diarahkan agar terjadi proses saling belajar antar siswa. Suruh siswa belajar sendiri dari buku. Gambar untuk matapelajaran biologi. pengelolaan kelas selama diskusi memegang kunci penting agar proses diskusi mendukung terciptanya komunitas belajar. Pada waktu proses pembelajaran. eksperimen. tabel. Mungkin ada beberapa konsep penting yang perlu diceramahkan. Dengan demikian pembuatan kliping berfungsi. CD. TV. Secara alami. B (sedang) dan C (kurang menguasai). bukan untuk pajangan belaka. Diskusi Selain masalah diskusi dan sumber belajar.. a. Diskusi akan berjalan apabila: ada masalah yang dimunculkan (masalah dari guru atau siswa).dimasukkan ke perpustakaan sekolah. Agar proses belajar berlangsung multi arah. internet. Selain itu mungkin ada kategori lain misal berdasar suku (Jawa. fisika sangat penting untuk media belajar (matapelajaran lain juga penting). Madura. Juga ada siswa laki-laki dan perempuan. jenis kelamin.

Adakan seminar siswa antar kelas atau di sekolah dalam rangka HUT Kemerdekaan. b. laba-laba membuat sarang (Bio). Maulud Nabi. mendengarkan radio Australia (Inggris).dimotivasi agar bertanya ke siswa A. melainkan menunjuk individu siswa. Tugas-tugas yang diberikan itu harus diminta laporannya. diadakan pameran. Pertanyaan-pertanyaan guru kepada kelas/semua siswa hendaknya dihindari dan mengutamakan pertanyaan untuk setiap individu siswa. Karena itu pada akhir diskusi. membuat buku neraca dari sebuah warung/toko (Ekonomi). essai tentang Sejarah Pasuruan (Sejarah). Banyak tugas mengiringi materi pelajaran yang dapat diberikan kepada para siswa. Siswa yang berprestasi akan bangga dan memicu siswa lain untuk ikut berprestasi. mengukur perbandingan kapasitas paru-paru orang yang gemar oleh raga dan tidak (Olah raga). membuat naskah pidato (bahasa Indonesia). pengamatan mendata kandungan bahan kimia berlatih musyawarah mufakat (PPKN). Hari Kartini. Kenaikan kelas dst Tugas-tugas siswa yang baik disimpan. Laporan terbaik dipajang di kelas. mekanisme bel listrik (fisika). tambahan pada makanan (Kimia). Kolaborasi tidask berarti siswa yang kurang mampu ”mengikut” siswa yang mampu. mengukur tinggi pohon dengan rumus (Matematika). Dengan demikian terjadi proses belajar membelajarkan antar siswa sehingga siswa C meningkat pemahamannya dan A juga akan lebih memahami dan terampil menyampaikan informasi kepada temannya dan daya ingatnya akan lebih lama. Tugas Berbagai tugas dapat diberikan kepada siswa misalnya: membuat grafik pertumbuhan penduduk dengan meminta data ke RT/Kelurahan (Geografi). Selanjutnya setiap siswa hendaknya memiliki hasil diskusi. atau diseminarkan. dimasukkan ke majalah dinding. Hasil diskusi hendaknya dimiliki oleh setiap siswa. Setiap siswa hendaknya membuat laporan. guru tidak menunjuk kelompok untuk mempresentasikan. 6 .

bukan mengajar. bahwa proses belajar harus dimulai dari guru agar dapat mengajar lebih profesional. Masyarakat akan memandang sekolah sebagai sekolah yang berprestasi. Jika karya siswa dimanfaatkan maka guru tidak akan kehabisan bahan untuk berkarya. Kegiatan ilmiah ini harus dibudayakan di sekolah misalnya dengan: 1) melakukan seminar antar kelas/di sekolah. Siswa akan merasa dihargai dan mereka akan semakin bersemangat untuk berprestasi. Biasanya guru kesulitan membuat karya ilmiah. Karya-karya siswa yang dipajang akan membanggakan orang tua dan masyarakat.c. gambar dapat digunakan guru untuk meningkatkan pemahaman guru tentang materi dan media pembelajaran yang menggunakan pendekatan salingtemas (sains. teknologi dan masyarakat). Hasil-hasil kegiatan ilmiah siswa dapat dipajang di ruang kepala sekolah. Jika guru 7 . Kegiatan Ilmiah. Yang dimaksud dengan berkomunikasi secara ilmiah adalah berkomunikasi secara tertulis dan atau lisan. Karya dan laporan siswa tentang lingkungan dapat diangkat guru menjadi karya ilmiah. kliping. Ini semua akan membanggakan siswa dan memacu siswa untuk belajar dan maju. Sekolah dapat memamerkan hasil karya siswa kepada sretiap tamu yang datang. di ruang kelas. Di dalam Kurikulum tercantum kompetensi ”siswa mampu berkomunikasi secara ilmiah”. Ini dapat digunakan untuk kenaikan pangkat dan atau meningkatkan kepekaan ilmiah guru. Hal paling penting yang harus diupayakan adalah kemauan guru untuk berubah. seminar antar sekolah. laporan penelitian. lingkungan. di ruang guru. HASIL KEGIATAN SISWA MERUPAKAN SUMBER BELAJAR GURU DAN SEKOLAH Karya-karya siswa misalnya makalah. 2) mengadakan lomba karya ilmiah tingkat sekolah/wilayah/Kabupaten E. seminar tingkat Kabupaten. Jadi kata kuncinya adalah belajar.

uraian ini belum menjawab permasalahan secara keseluruhan sebagaimana diuraikan di atas. F. Selamat bertugas 8 . Permasalahan seperti ”tes yang terlalu berorientasi ke kognitif” serta ”evaluasi berbasis kelas” sebagaimana tuntutan Kurikulum akan disajikan pada masa yang akan datang. sekolah akan dapat mengembangkannya sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah. Harapan saya. maka mereka akan siap membuka pembelajarannya melalui Lesson Study .telah menyadari pentingnya belajar. PENUTUP Uraian di atas hanyalah sekedar contoh teknik menumbuhkan komunitas belajar di sekolah. Selain itu.