You are on page 1of 16

STERILISASI EKSPLAN DAN INDUKSI KALUS DAN TUNAS

( Laporan Praktikum Kultur Jaringan Tumbuhan )

Oleh
Adlenia DoaParentia
1417021002

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMPUNG
2016

HALAMAN PENGESAHAN Judul : Sterilisasi Eksplan dan Induksi Kalus dan Tunas Tanggal : 25 Oktober 2016 Tempat: Laboraturium Kultur Jaringan Nama : Adlenia DoaParentia NPM : 1417021002 Jurusan : Biologi Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Kelompok :IA Bandar Lampung . Asisten Adhe Rahma Putri NPM : 1317021003 . 5 November 2016 Mengetahui.

berkualitas. penggunaan media kultur buatan dengan kandungan nutrisi lengkap dan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh). Teknik ini dicirikan oleh jondisi yang kultur aseptik. jaringan. yaitu kultur kalus. maupun cekaman lingkungan yang dapat mengganggu keberhasilan perbanyakan tanaman di lapangan. secara lebih spesifik terdapat beberapa tipe kultur. lingkungan maupun waktu. Latar Belakang Teknik budidaya tanaman dengan menggunakan metode konvensional dalam medium tanah atau pasir seringkali menghadapi kendala teknis. kultur ovul. baik yang disebabkan oleh jasad hidup. misalnya hama dan penyakit. kultur akar. bebas hama dan penyakit serta harus tersedia dalam waktu singkat seringkali tidak dapat dipenuhi dengan menggunakan metode konvensional baik secara generatif maupun vegetatif. Sebagai contoh perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji memerlukan waktu yang relative lama dan seringkali hasilnya tidak seperti tanaman induknya. Kultur jaringan tanaman merupakan teknik menumbuh-kembangkan bagian tanaman baik berupa sel. dengan cara demikian sebaian sel pada permukaan irisan tersebut akan . serta kondisi ruang kultur dan pencahayaannya terkontrol. PENDAHULUAN A. kultur embrio. kultur suspensi sel.I. Kendala lain yang juga sering muncul adalah gangguan alam. Teknik kultur jaringan sebenarnya sangat sederhana. yaitu suatu sel atau irisan jaringan tanaman yang sering disebut eksplan secara aseptik diletakkan dan dipelihara dalam medium pada atau cair yang cocok dan dalam keadaan steril. kultur pucuk tunas. Berdasarkan bagian tanaman yang dikulturkan. dan kultur kuncup bunga . atau organ dalam kondisi aseptik in vitro. kultur anther. Kebutuhan akan bibit tanaman dalam jumlah besar.

TINJAUAN PUSTAKA . Memahami dan terampil dalam melakukan teknik kultur kalus II. Memahami dan terampil melakukan kultur organdalam botol ( in vitro ) pada medium dasar MS 2. B. Tujuan praktikum Adapun tujuan praktikum ini yaitu : 1. maka akan terbentuk tanaman kecil yang lengkap dan disebut planlet. Apabila kalus yang terbentuk dipindahkan kedlam medium diferensiasi yang cocok. Dengan teknik kultur jaringan ini hanya dari satu irisan kecil suatu jaringan tanaman dapat dihasilkan kalus yang dapat menjadi planlet dalam jumlah yang besar .mengalami proliferasi dan membentuk kalus. Memahami dan terampil melakukan pengamatan pertumbuhan dan perkembangan tunas 3.

2003). Kemampuan tumbuhan yang demikian ini disebut totipotensi (Total Genetik Potensi) tergantung teknik formulasi media dan hormon yang dibutuhkan oleh tumbuhan tersebut. Pucuk merupakan jaringan yang sering dijadikan eksplan untuk inisiasi karena relativ mudah untuk tumbuh dibandingkan dengan bagian tumbuhan yang lain. Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman. sehingga dihasilkan komposisi media yang baik . pucuk dan meristem akan berbeda satu dengan yang lainnya. Komposisi media dan hormon perlu dilakukan percobaan secara berulang-ulang pada masingmasing perlakuan yang dikehendaki sampai ditemukan komposisi media yang tepat. batang. mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat. pucuk. dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas. daun. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun. Setiap sel tumbuhan (akar. daun. kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin. Formulasi serta kebutuhan hormone untuk batang. antara lain: mempunyai sifat yang identik dengan induknya. khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. mersitem) mempunyai peluang untuk tumbuh menjadi satu individu. Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan. akar. serta menumbuhkan bagianbagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril( Zulkarnain. mata tunas.Kultur jaringan (Tissue Culture) merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif.2009). kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional (Widianti. sesuai dengan kondisi tanaman.

Eksplan merupakan bagian tanaman yang akan ditanam. Proses ini sangat penting karena terkadang tidak gampang mendapatkan tanaman steril yang berkembang dalam botol. Pembesaran dan diferensiasi sel-sel terorganisasi menjadi jaringan dan kumpulan jaringan membentuk organ-organ. Jika komposisi media untuk suatu jenis tanaman tertentu sudah pernah dilakukan uji coba oleh peneliti sebelumnya. Jaringan tumbuhan berasal dari pembesarn dan diferinsiasi sel-sel. tunas pucuk atau tunas samping.2005). Jaringan tumbuhan merupakan kumpulan sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama atau bentuk yang sama namun fungsinya berbeda. batang. dan organ reproduksi (bunga. buah. Tanaman yang steril adalah adalah tanaman yang bebas dari berbagai OPT seperti cendawan. bakteri dan virus yang dapat menggangu perkembangan tanaman ( Nugroho. dan biji) yang keseluruhannya merupakan tubuh tumbuhan (angiospermae). Jaringan merismetik (muda) dan jaringan permanen (dewasa) bersamasama membentuk organ-organ tumbuhan yaitu : akar. selanjutnya kumpulan organ membentuk sistem organ dan menjadi tubuh tumbuhan dan hewan bersel banyak (multiseluler) (Hari 2007). . tetapi jika belum maka perlu dilakukan percobaan sendiri dengan system trial dan eror sampai dihasilkan media yang tepat untuk penanaman eksplan tersebut ( Yuni . Salah satu tahap terpenting dalam kuljar adalah proses inisiasi awal yaitu bagaimana memasukan/menanam eksplan ke dalam botol. potongan daun atau akar. daun. 2002). Semua jaringan tumbuhan umunya dibagi menjadi 2 tipe yaitu jaringan merismetik dan jaringan permanen.untuk setiap sel atau jaringan. batang yang bermata tunas. maka kita bisa langsung menggunakan dan menerapkannya. dan umbi. Ekpslan bisa berupa biji.

III. METODE KERJA .

bunsen . aquades .4D sampai menacap pada medium masingmasing 6. pisau diseksi . cawan petri . B. Sterilisasi pinset sebanyak 3 kali di dalam laminar air flow 4.A. Bahan seperti tunas melinjo dan kalus wortel yang sudah dipotong menjadi 4 bagian di rendam dengan bayclean pada cawan petri selama 1 menit 2. cling . laminar air flow . alcohol . pinset . kalus wortel . Bilas bahan dengan aquades sebanyak 3 kali percucian 3. botol selai yang sudah terisi medium MS . bayclean . Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang digunakan yaitu tunas melinjo . Tutup botol selai dengan alumunium foil dan rekatkan kembali dengan cling 7. Taruh didalam rak kultur dan amati selama 2 minggu . Masukan tunas melinjo ke dalam botol selai yang berisi medium Ms yang diberi ZPT BAP dan kalus wortel kedalam botol selai yang berisi medium MS dengan diberi ZPT 2. Cara Kerja Adapun cara melakukan praktikum ini yaitu : 1. Induksi tunas melinjo dengan memotong ujung tunas sehingga kedua utung tunas sama tinggi dengan pisai diseksi di dalam laminar air flow 5. hand sprayer .

Pembahasan Kultur Jaringan adalah teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN A. Tabel Pengamatan NO 1 Jenis Kontaminan Kontaminan Berat 2 Kontaminan Sedang 3 Kontaminan Ringan Gambar B. serta menumbuhkan bagian – bagian . mata tunas.IV.

kalus berasal dari pembelahan berkali – kali sel – sel parenkim di sekitar berkas pengangkut dan beberapa elemen penyusun berkas pengangkut kecuali xilem. proses proliferasi. . kultur jaringan. batang.tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri & bergenerasi menjadi tanaman lengkap. medium kultur dan faktor pertumbuhan lain. Jika konsentrasi auksin lebih besar daripada sitokinin maka kalus akan terbentuk. dan daun. Kalus terbentuk melalui 3 tahapan yaitu induksi. Induksi kalus dalam teknik kultur jaringan tanaman diperlukan untuk memunculkan keragaman sel somatik di dalam kultur in vitro dan meregenerasikan sel tersebut menjadi embrio somatic. Kalus adalah suatu kumpulan sel amorphous (tidak berbentuk atau belum terdiferensiasi) yang terjadi dari sel – sel jaringan yang membelah diri secara terus menerus secara in vitro atau di dalam tabung dan tidak terorganisasi sehingga memberikan penampilan sebagai massa sel yang bentuknya tidak teratur. penambahan vitamin dan protein juga diperlukan untuk pertumbuhan kalus. Dalam teknik kultur jaringan (in vitro). Kalus dapat diperoleh dari bagian tanaman seperti akar. Kultur jaringan tanaman mencakup: kultur sel. teknik sanitasi tanaman. Selain zat pengatur tumbuh atau hormon pertumbuhan. diferensiasi dan regenerasi. serta penyelamatan plasma nutfah. dan diferensiasi. misalnya auksin dan sitokinin yang disesuaikan. kultur organ. Secara histologi. pembelahan sel. melainkan tunas. perbanyakan klonal. sedangkan jika konsentrasi sitokinin yang lebih besar dibandingkan dengan konsentrasi auksin maka yang terbentuk bukanlah kalus. kalus dapat diinduksi dengan menambahkan zat pengatur tumbuh yang sesuai pada media kultur.

dan sejumlah besar embrio dapat dipindahkan dengan mudah ke dalam wadah yang sesuai untuk ditumbuhkan menjadi tanaman lengkap. tujuan kultur kalus adalah:  Perbanyak klon tanaman melalui pembentukan organ dan embrio.  Mendapatkan tanaman bebas virus. lingkungan kerja dan pelaksanaan yang tidak hati-hati. menghasilkan embrio dalam jumlah yang besar dalam satu wadah kultur. komposisi nutrisi pada medium dan faktor lingkungan. . Embriogenesis somatik merupakan teknik yang paling menjanjikan untuk perbanyakan dalam waktu cepat pada tanaman pertanian. eksplan yang disterilisasi secara tidak sempurna serta serangga atau hewan kecil yang berhasil masuk ke dalam botol kultur. Selain itu. Embriogenesis Somatik digunakan untuk menyatakan perkembangan embrio lengkap dari sel-sel vegetatif yang dihasilkan dari berbagai sumber eksplan yang ditumbuhkan pada sistem kultur jaringan.  Sebagai sumber untuk produksi protoplas. Untuk memelihara kalus maka dilakukan subkultur secara berkala. Tujuan kultur kalus adalah untuk memperoleh kalus dari eksplan yang diisolasi dan ditumbuhkan dalam lingkungan terkendali.  Regenerasi varian – varian genetika. Eksplan yang berasal dari jaringan meristem berkembang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan dari sel-sel berdinding tipis dan mengandung lignin. Keuntungan yang nyata dari embriogenesis somatik adalah embrio-embrio somatik yang dihasilkan bersifat bipolar. Kalus diharapkan dapat memperbanyak dirinya (massa selnya) secara terus menerus. Sumber kontaminasi pada kultur kalus dapat melalui media tanam yang tidak steril.Pembentukan kalus ditentukan oleh sumber eksplan.

Pada sejumlah spesies tanaman. maupun kalus yang dihasilkan eksplan sebagai akibat adanya perlukaan dan perlakuan zat pengatur tumbuh. Kalus mempunyai pertumbuhan yang abnormal dan berpotensi untuk berkembang menjadi akar. di dalam media yang mengandung auksin dan kadang – kadang juga sitokinin. Organ tersebut dapat berupa kambium vaskular. Tunas-tunas aksilar tersebut selanjutnya diperbanyak melalui prosedur yang sama seperti eksplan awalnya dan selanjutnya diakarkan dan ditumbuhkan dalam kondisi in vitro.  Produksi metabolit sekunder. Dalam kultur jaringan. kalus dapat dihasilkan dari potongan organ yang telah steril. Kultur Pucuk (Shoot culture) adalah teknik mikropropagasi yang dilakukan dengan cara mengkulturkan eksplan yang mengandung meristem pucuk (apikal dan lateral) dengan tujuan perangsangan dan perbanyakan tunastunas/cabang-cabang aksilar. Induksi pucuk adventif memiliki potensi yang sangat besar. mesofil daun dan jaringan provaskular.  Biotransformasi Sel – sel penyusun kalus berupa sel parenkim yang mempunyai ikatan yang renggang dengan sel-sel lain. Sebagai bahan awal untuk kreopreservasi. perisikle. namun ada beberapa hambatan yang berkaitan dengan aplikasi teknik ini yaitu sulitnya mendapatkan duplikat . parenkim cadangan makanan. perbanyakan melalui induksi pucuk adventif menghasilkan regenerasi yang jauh lebih besar daripada metode perbanyakan vegetatif secara konvensional. tunas dan embrioid yang nantinya akan dapat membentuk plantlet. selain ketiak daun dan ujung pucuk. Induksi pucuk adventif termasuk inisiasi perkembangan pucuk adventif dari eksplan. Pucuk adventif ditujukan pada pucuk-pucuk yang muncul dari setiap bagian tanaman. kotiledon.

merangsang perluasan daun yang dihasilkan dari pembesaran sel atau merangsang pemanjangan titik tumbuh daun dan merangsang pembentukan akar cabang Dari praktikum kultur jaringan pada tunas melinjo dan kalus wortel yang telah dilakukan didapatkan hasil yang terkontaminasi tersebut kemungkinan besar .4-Dichlorophenoxyacetic acid (2. maka 2. 2.genetik yang identik (true-to-type) dan adanya variasi pada sifat pertumbuhan tanaman yang diregenerasikan. . tidak meninggalkan racun pada hewan.4-D adalah salah satu auksin yang berperan dalam pertumbuhan kalus dari eksplan dan menghambat regenerasi pucuk tanaman.4-D merupakan jenis auksin sintetis yang sering digunakan dalam kultur jaringan.4-D dapat bekerja maksimum untuk pembelahan dan pembesaran sel serta pembentukan akar stek bila diberikan dalam konsentrasi rendah. 2. Dalam konsentrasi rendah 2. bersama dengan auksin dan giberelin merangsang pembelahan sel-sel tanaman. merangsang morfogenesis ( inisiasi / pembentukan tunas) pada kultur jaringan.4 -D ini tergolong ideal.4 Dmemiliki Rantai yang mempunyai gugus karboksil dipisahkan oleh karbon atau karbon dan oksigen akan memberikan aktivitas yang optimal. Asam 2. karena memiliki beberapa kelebihan diantaranya : relatif murah. Selain itu. 2. merangsang pertumbuhan pertumbuhan kuncup lateral. disintesis pada ujung akar dan ditranslokasi melalui pembuluh xylem . Benzil Amino Purin adalah hormon tumbuhan turunan adenin berfungsi untuk merangsang pembelahan sel dan diferensiasi mitosis.4-D) adalah herbisida sistemik yang umum untuk digunakan dalam mengontrol gulma yang tumbuh dalam tanaman pertanian. 2.4-D dapat berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh yang mampu merangsang dan menggiatkan pertumbuhan tanaman.4-D dikenal sebagai salah satu jenis auksin sintetik. Sebagai salah satu senyawa yang masuk ke dalam grup hormon auksin. Herbisida jenis 2.

dan pada saat melakukan penanaman di laminar air flow seharusnya di dalam ruangan tersebut yang diperbolehkan hanya tiga orang. Pengambilan meristem sebagai eksplan harus dilakukan dalam ruang steril (aseptik) agar tidak terkontaminasi oleh bahan yang kurang steril. . atau pada saat pemeriksaan rutin yang dilakukan untuk mengamati pertumbuhan bahan tanam tersebut sehingga ketika mengamati media tersebut lupa menyemprot media dengan alkohol setelah di pegang sehingga menyebabkan kontaminasi. media yang tidak steril serta teknik pada saat pembuatan media yang kurang menjaga keberhasilan. alat yang digunakan tidak steril. media.disebabkan beberapa faktor-faktor yang menyebabkan ekplan terkontaminasi adalah faktor lingkungan yang kurang mendukung. dan juga pakaian yang digunakan seperti jas lab yang kotor. Selain dari faktor faktor tersebut bisa juga media terkontaminasi setelah penanaman selesai seperti penutup botol media yang kurang rapat sehingga pada saat memindahkan media dari laminar air flow ke ruang pendingin terjadi kontak langsung dengan udara sehingga meyebabkan tanaman terkontaminasi. suhu dan cahaya.seperti kelembaban. tapi pada saat penanaman ekplan tersebut di dalam ruangan lebih dari tiga orang sehingga kemungkinan besar media nya terkontaminasi karena mereka banyak melakukan aktivitas dalam ruangan di saat melakukan penanaman eksplan.

cahaya . suhu . . 3.V.4 D dan BAP yang berfungsi sebagai merangsang pembelahan sel dan diferensiasi mitosis dan merangsang dan menggiatkan pertumbuhan tanaman. Pada saat induksi media diberikan zat pengatur tumbuh berupa 2. Terjadi kontaminan pada planlet karena factor lingkungan seperti kelembaban . KESIMPULAN Adapun kesimpulan dari percobaan ini yaitu : 1. dll namun bsa juga terjadi karena saat pelaksanaan menutup botol kulturnya tidak rapat sehingga terjdi kontaminan 2. Kalus adalah suatu kumpulan sel amorphous (tidak berbentuk atau belum terdiferensiasi) yang terjadi dari sel – sel jaringan yang membelah diri secara terus menerus secara in vitro atau di dalam tabung dan tidak terorganisasi sehingga memberikan penampilan sebagai massa sel yang bentuknya tidak teratur.

dan H.Jakarta. A. .Jakarta.Pertanian Modern.Pembiakan Tanaman Melalui Kultur Jaringan.2002.Kanisius Widianti. Teknik kultur jaringan.Bumi Aksara. Teknik Kultur Jaringan. Kultur Jaringan Tanaman. Sugito.Erlangga Zulkarnain.Hari.2007.Gramedia Nugroho.Dewi. 2009.2003.Penebar Swadaya Pramono.Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Indrianto. Jakarta.Yuni. 2005. Jakarta.