You are on page 1of 17

JAWABAN

TAKE HOME TEST TEORI PEMBELAJARAN

Disusun guna memenuhi UAS mata kuliah Teori Pembelajaran Matematika
Dosen Pengampu : Dr. Mulyono, M.Si

Oleh:
Arief Kuswidyanarko

0103515005

PENDIDIKAN DASAR (KONSENTRASI PENDIDIKAN MATEMATIKA)

PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016

00 WIB. dan komprehensif. Jawaban diketik dengan MS Word. pada subject email diketik: Take home test Teori Pembelajaran. Teori belajar adalah upaya untuk menggambarkan bagaimana orang dan hewan belajar. Jawaban dikirim ke alamat email: mulyono. (Wikipedia) Teori manapun pada prinsipnya. batas kiri 3 cm. sikap apresiasi maupun pengertian. Belajar sebagai suatu proses berfokus pada apa yang terjadi ketika belajar berlangsung. batas atas 3 cm. SOAL 1. sehingga membantu kita memahami proses kompleks inheren pembelajaran. Apa yang dimaksud teori belajar? Sebutkan dan jelaskan fungsi teori belajar tersebut! Berikan contoh sebuah teori belajar dan penjelasan implementasinya dalam pembelajaran! Jawaban: Pengertian Teori Belajar Dalam kegiatan belajar dan mengajar di sekolah terjadi sebuah proses yaitu interaksi antara guru dengan siswa. dan batas bawah 2 cm.ac. batas kanan 2. sistematis. 2. informasi. maka kedua jawaban yang sama tersebut sama-sama dikurangi nilainya.Take Home Test TEORI PEMBELAJARAN Petunjuk: 1. Kertas A4.mat@mail. Kerjakan semua soal secara tepat.unnes. Jika ada dua jawaban “yang sama”. 4. Perubahan akibat proses belajar adalah karena adanya usaha dari individu . Ini berarti kegiatan belajar ditunjukan oleh adanya perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman. siswa dengan siswa jika terjadi kegiatan belajar kelompok. belajar meliputi segala perubahan baik berpikir. 3.id paling lambat hari Sabtu tanggal 14 Januari 2017 pukul 12. Penjelasan tentang apa yang terjadi merupakan teori-teori belajar. kebiasaan. pengetahuan. Kerjakan semua soal secara mandiri.5 cm. cermat.

Dalam arti teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Teori Behaviorisme dan implementasinya Aplikasi teori behaviorisme dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti : tujuan pembelajaran. Dalam teori behaviorisme ini lebih dikenal dengan nama teori belajar. karena seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar. Oleh karena itu. Perkembangan kognitif sebagian besar ditentukan oleh manipulasi dan interaksi aktif anak dengan lingkungan. a. karakteristik pembelajar. a. dilukiskan. b. Contoh teori belajar dan implementasinya dalam pembelajaran. Behaviorisme tidak mau mempersoalkan apakah manusia baik atau jelek. para guru mengembangkan kurikulum yang terstruktur dengan menggunakan standar-standar tertentu dalam proses pembelajaran yang harus dicapai oleh para peserta didik. fungsinya adalah menganalisa hanya perilaku manusia yang nampak saja. media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Teori belajar Behaviorisme Dalam teori behaviorisme. Yang berinti pada pengetahuan datang dari tindakan. sadar dan bertujuan. dan diramalkan. karena kegiatan belajar dilakukan dengan sengaja. Belajar merupakan kegiatan yang aktif. Behaviorisme hanya ingin mengetahui bagaimana perilakunya dikendalikan oleh faktor-faktor lingkungan. yang dapat diujur. rasional atau emosional. sifat materi pelajaran. Belajar artinya perubahan perilaku organisme sebagai pengaruh lingkungan.dan perubahan tersebut berlangsung lama. Teori belajar (dibatasi pada belajar Behaviorisme dan Kognitivisme) dan fungsinya. Implikasinya adalah peserta didik dianggap sebagai objek pasif yang selalu membutuhkan motivasi dan penguatan dari guru. Teori belajar Kognitivisme Dalam teori kognitif lebih berfungsi untuk melihat bahwa belajar tidak selalu berbentuk tingkah laku yang dapat diukur dan diamati. .

dan sibernetik. Mereka berpendapat tingkah laku manusia itu dikendalikan oleh ganjaran (reward) atau penguatan (reinforcement) dari lingkungan. d. Ausubel. Jelaskan keempat aliran tersebut dan sebutkan tokoh-tokoh untuk masing-masing aliran tersebut! a. Aliran humanistik Aliran humanistik ini menjelaskan bahwa proses belajar harus berhulu dan bermuara pada manusia itu sendiri. dalam bentuknya yang paling ideal. teori-teori belajar dapat dibagi menjadi empat aliran (golongan). dan Bruner. Tujuan taksonomi teori-teori belajar Menurut saya. Watson. Teori ini adalah teori yang paling abstrak yang paling mendekati dunia filsafat daripada dunia pendidikan. Dalam aliran ini lebih mementingkan proses belajar daripada hasil belajar itu sendiri. yaitu: aliran tingkah laku. Clark Hull. kognitif. Guthris. Tujuan dibuatnya penggolongan (taksonomi) dalam teori-teori belajar adalah untuk mempermudah pendidik khususnya dan mengetahui titik fokus mana teori yang fokus pada proses belajar. Aliran ini sering dikenal dengan S-R Psikologis.2. c. belajar melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks. dan fokus pada psikologi belajar. dan Skinner. Perkembangan teori ini dipelopori oleh Jean Piaget. . Teori ini menekankan kepada pentingnya “isi” dari proses belajar dalam kenyataan teori ini lebih banyak berbicara pendidikan dan proses belajar. Perkembangan ini dipelopori oleh Thorndike. b. Aliran kognitif Aliran ini berkebalikan dengan aliran behaviorisme. lebih dari itu. fokus pada sistem informasi yang diolah dalam proses belajar. Ivand Povlov. humanistik. Dalam aliran ini juga dijelaskan bahwa ilmu pengetahuan dibangun dalam diri seseorang individu melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkungan. Aliran tingkah laku Adalah beberapa teori belajar dari psikologi behavioristik oleh beberapa pakar psikologi behavioristik. Apa tujuan dibuat taksonomi (penggolongan) teori-teori belajar? Secara umum. Dijelaskan dalam aliran ini bahwa belajar itu tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon.

dan pengelolaan kelas. Unsur-unsur dari Model Pembelajaran Menurut Joyce dan Weil (1980) model pembelajaran lima unsur dasar. Aliran sibernetik Menurut teori sibernetik bahwa belajar adalah pengolahan informasi. 3. yaitu: 1) Syntax adalah langkah-langkah operasional pembelajaran. yang cocok untuk semua siswa. 5) Instructional dan nurturant effects adalah hasil belajar yang diperoleh langsung . tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran. dan merespon siswa. lingkungan pembelajaran. Kolb. Jelaskan apa yang dimaksud model pembelajaran! Sebutkan dan jelaskan unsur-unsur dari model pembelajaran! Jawaban: a. Pask dan Scott. Perkembangan teori ini dipelopori oleh Landa. alat. Habermas. Pengertian Model Pembelajaran Menurut Agus Suprijono (2010: 46) model pembelajaran adalah pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dikelas maupun tutorial. 2) Social system adalah suasana dan norma yag berlaku dalam pembelajaran. Honey dan Mumford. model pembelajaran mengacu pada pendekatan yang akan digunakan. memperlakukan. b. atau lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran. termasuk didalamnya tujuan-tujuan pembelajaran. 3) Principles of reaction adalah menggambarkan bagaimana seharusnya guru memandang. Asumsi lain dari teori ini adalah bahwa tidak ada satu proses belajar pun yang ideal untuk segala situasi. 4) Support system adalah segala sarana.Perkembangan teori ini dipelopori oleh Bloom dan Krathwohl. e. bahan. Sedangkan menurut Arends.

4.model pembelajaran matematika akan terus dilakukan oleh para pengembang pembelajaran. Guru yang profesional dituntut mampu mengembangkan model pembelajaran. yang meliputi aspek-aspek.berdasarkan tujuan yang didasar (instructional effects) dan hasil di luar yang disasar (nurturant effects). model-model pembelajaran berkembang sesuai dengan perkembangan kebutuhan peserta didik. Desainlah secara singkat sebuah kegiatan pembelajaran matematika inovatif berdasar pada teori-teori pembelajaran dengan topik luas selimut dan volume tabung. Untuk itu. Kelas/ Semester : IX/ 2 Mata Pelajaran : Matematika Materi : Luas Selimut dan Volume Tabung Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (2 jam Pelajaran) . Pengembangan model. Mengapa selalu ada pemikiran untuk mengembangkan model-model pembelajaran padahal sudah banyak tersedia model-model pembelajaran? Bagaimana pendapat Saudara terhadap kemunculan model-model pembelajaran yang baru itu? Jawaban: Selalu ada pemikiran untuk mengembangkan model-model pembelajaran karena menurut saya. Teori belajar apa yang mendukung desain Anda? (Catatan: desain yang Saudara buat diutamakan murni hasil kreasi Saudara). dan teknik. konsep. Saya sangat setuju dan terbuka dengan adanya model-model yang bermunculan. prinsip. karena dengan model-model yang baru dan berkembang saat ini akan membantu siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran jika guru mampu memilih model pembelajaran mana yang baik dan cocok untuk diterapkan dalam mengajar serta dengan karakteristik peserta didik. 5. Jawaban: Desain Kegiatan pembelajaran matematika inovatif. baik teoritik maupun praktek. Dewasa ini terdapat banyak model-model pembelajaran matematika.

3. Siswa bertanya terkait masalah yang disajikan (menanya).7. dan tujuan pembelajaran. dan bola). Tujuan Pembelajaran 1. Metode : Diskusi kelompok. Pendekatan.2 Menemukan volume tabung. siswa mampu menemukan luas selimut tabung 2. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan. B.7. 8. Guru membimbing siswa menemukan konsep. 3. penugasan. Siswa menyajikan hasil penemuan (mengkomunikasikan). Model : Discovery Learning.3 Menyelesaikan masalah berkaitan dengan luas selimut dan volume tabung. Inti Kegiatan 1: Menemukan luas selimut tabung 1. dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Saintifik. siswa dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan luas selimut dan volume tabung. Siswa mengamati masalah yang disajikan guru terkait dengan luas selimut tabung (mengamati). Siswa berkelompok secara heterogen dengan anggota 4 orang siswa. 7. Model. 6. Indikator 3. Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan 1. 2. Guru memberikan penguatan kepada siswa. C. Kompetensi Dasar 3. tanya jawab. Skenario Pembelajaran No 1. 4. siswa mampu menemukan volume tabung 3. Melalui pengamatan dan eksplorasi. 2.1 Menemukan luas selimut tabung. kerucut. E.A. 2. 3. Sintak Model Pembelajaran Alokasi Waktu 10 menit Stimulation 25 menit Problem statement Data collection Data processed Verification Generalization Problem 30 menit . (mengumpulkan informasi) 5. Melalui diskusi kelompok dan penugasan. Siswa berkesplorasi dengan LKS untuk menemukan luas selimut tabung berdasarkan jaring-jaring tabung yang diketahui (menalar).7. Melalui pengamatan dan eksplorasi. D. pengamatan. motivasi. Guru menyampaikan apersepsi.7 Menurunkan rumus untuk menentukan luas permukaan dan volume bangun ruang sisi lengkung (tabung. Guru membagikan LKS terkait dengan luas selimut tabung.

Guru memberikan penguatan kepada siswa. Siswa bertanya terkait masalah yang disajikan (menanya) 12. 2. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Siswa berkesplorasi dengan LKS untuk menemukan volume yang diketahui menggunakan pendekatan volume prisma (menalar).9. 5. Siswa mengerjakan soal evaluasi terkait pemecahan masalah. Guru membimbing siswa menemukan konsep. Guru melakukan penilaian dan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran. Perwakilan siswa menyajikan jawabannya (mengkomunikasikan). Guru memberikan konfirmasi. Guru membagikan LKS dengan volume tabung berupa tabung yang dapat dipotong menjadi beberapa bagian. Siswa berkelompok secara heterogen dengan anggota 4 siswa 13. (mengumpulkan informasi). 20. layanan konseling dan atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik. Guru memberikan konfirmasi. 4. Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran. program pengayaan. Siswa secara individu mengerjakan soal latihan pemecahan masalah berkaitan dengan luas selimut dan volume tabung (menalar). Penutup 1. Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi. Siswa mengamati masalah yang disajikan guru terkait dengan volume tabung (mengamati). 17. Kegiatan 1: Menemukan volume tabung 10. 3. 14. 3. 11. 19. statement Data collection Data processed Verification Generalization Generalization 15 menit . 21. Siswa menyajikan hasil penemuan (mengkomunikasikan). 16. 18. 15. Guru mmeberikan konfirmasi.

4) Pemecahan masalah dan kreativitas. Psikologi kognitif menggambarkan sejarah intelektual dari studi tentang pemikiran manusia. 2. Teori Ausubel. siswa menemukan konsep luas selimut tabung dan volume tabung melalui kegiatan penemuan dan pembelajaran yang bermakna. Attention adalah pemusatan pikiran terhadap suatu objek atau tugas tertentu dimana pada saat yang sama mengabaikan objek atau tugas yang lain. penguatan guru yang diberikan pada saat siswa selesai presentasi maupun ketika bertanya. Pemecahan masalah adalah proses menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan cara-cata tertentu sesuai pengetahuan yang dimiliki. Teori Bruner. Berada pada proses Discovery Learning. sesuai dengan tahap enaktif. dan mengingat informasi. belajar mandiri). 4. 2) Perception. Teori Gagne. Memory adalah penyimpanan pengetahuan di dalam sistem pikiran manusia. mempelajari. yaitu sebagai berikut: 1) Attention. Persepsi adalah bagaimana cara orang melihat atau memandang sesuatu.Teori belajar yang mendukung desain pembelajaran ini adalah: 1. Ini khususnya menekankan pada persoalan dan kekhawatiran yang muncul ketika kita berpikir tentang bagaimana orang berpikir. Ada 10 kajian dalam psikologi kognitif menurut Stenberg. 3) Memory. ikonik. Teori Skinner. Kajian psikologi kognitif Menurut Stenberg (2009: 1) Psikologi kognitif adalah studi tentang bagaimana orang memahami. 6. Jelaskan apa saja kajian dari psikologi kognitif (Cognitive Psychology)! Berikan contoh konkrit dalam pembelajaran matematika di sekolah terkait dengan salah satu kajian psikologi kognitif tersebut! Jawaban: a. 3. . menggunakan simbol. dan simbolik . siswa belajar untuk menemukan konsep melalui objek langsung (LKS) dan objek tak langsung (kemampuan menyelidiki dan memecahkan masalah.

8) Intelegensi.Sedangkan kreativitas adalah proses berfikir untuk menghasilkan gagasangagasan baru untuk memecahkan suatu masalah. sehingga siswa akan mampu mencapai tahapan berpikir yang lebih tinggi. Untuk itu manusia menggunakan penalaran untuk mengambil keputusan. 10) Pembentukan konsep. Penalaran dibagi menjadi dua jenis yaitu penalaran deduktif dan penalaran induktif. memecahkan masalah. contoh kongkritnya adalah melalui penerapan model pembelajaran dan strategi pembelajaran. peristiwa. siswa dapat terlatih untuk mampu membentuk konsep. Intelegensi adalah kemampuan seseorang dalam merespon suatu stimulus berdasarkan kemampuan berpikir seseorang 9) Pengenalan pola. b. Proses dari pengambilan keputusan ini melibatkan banyak pilihan. Dengan menggunakan model Problem Based Learning. penalaran adalah proses evaluasi dengan menggunakan pembayangan dari prinsip-prinsip yang ada dan fakta-fakta yang tersedia. 6) Perkembangan kognitif Perkembangan kognitif adalah perkembangan proses berpikir seseorang seiring perubahan usia dan lingkungan belajar sesorang 7) Penalaran dan pembuatan keputusan. 5) Imagery. Soal pemecahan masalah hendaknya menggunakan soal Open Ended. Contoh kajian psikologi kognitif Misalkan pada pembentukan konsep. . Imagery adalah proses membayangkan kembali kedalam pikiran mengenai objek-objek yang dipelajari. Pembentukan konsep adalah suatu proses pengelompokkan atau pengklasifikasian sejumlah objek. Pengenalan pola adalah cabang kecerdasan yang menitik-beratkan pada metode pengklasifikasian objek ke dalam kelas-kelas tertentu untuk menyelesaikan masalah tertentu. manusia berpikir dan melakukan penaalaran. dengan banyak penyelesaian sehingga mampu melatih kreativitas siswa dalam memandang masalah dalam matematika yang akan berguna dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum menusia mengambil keputusan. atau ide yang serupa menurut sifat-sifat atau atribut-atribut tertentu yang dimilikinya kedalam suatu kategori.

Working Mathematically Pendidikan matematika saat ini berfokus pada berpikir dan bekerja secara matematis sehingga matematika menjadi cara pandang dan bertindak. Moses. Problem Posing Berbeda dengan pemecahan masalah. atau konsep yang telah mereka miliki untuk membuat soal berkaitan dengan konsep debit dengan sebelumnya guru sudah menjelaskan contoh soal.7. dkk. keterampilan. (1990) mengemukakan empat prinsip untuk memotivasi para siswa melalui problem posing : 1) Memfokuskan perhatian siswa pada informasi penting yang terkandung dalam masalah 2) Memulai dengan konsep atau ide yang sudah lazim 3) Mendorong penggunaan ambiguitas ketika merancang masalah. b. Siswa dalam membuat masalah akan termotivasi untuk bisa membuat dan mengerjakan soal itu sendiri yang nantinya dapat daplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. pengajuan masalah mendorong siswa untuk membuat masalah mereka sendiri. Untuk mendorong siswa berpikir dan bekerja secara matematis. Melalui problem posing siswa diinstruksikan untuk menggunakan pengetahuan. Jelaskan apa yang dimaksud dengan “problem posing dalam working mathematically ”! Berikan contoh konkritnya dalam pembelajaran matematika di sekolah! Jawaban: a. dan 4) Mendorong siswa untuk mengatur batasan (atau domain) masalah mereka. Pengajuan masalah menciptakan peluang yang signifikan bagi siswa dalam mengembangkan ide-ide matematika. maka siswa perlu dilibatkan dalam berbagai . lebih daripada aktivitas mengenai dan pada dunianya sendiri.

Teori kritik sosial menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran matematika di sekolah tidak hanya disebabkan oleh kemampuan matematika bawaan. Setiap saudara kandung memiliki 2 hewan peliharaan. Dole. 2004).tugas. Jelaskan social theories dan berikan contoh nyata implementasi teori tersebut dalam pembelajaran matematika! Jawaban: a. Di samping itu. dan khususnya kritik sosial. salah satunya social theories (Zevenbergen. & Wright. RJ. tetapi juga . Hal itu akan semakin memburuk ketika dikaitkan dengan perbedaan gender. Menghubungkan soal-soal yang ada di kehidupan seharihari dengan matematika adalah kunci utama dalam pembelajaran karena siswa perlu melihat relevansinya dan kegunaan matematika dalam situasi dunia nyata. dan Orton (2004). siswa yang tinggal di daerah terpencil atau pedesaan. S.. Contoh dalam pembelajaran matematika: Berpikir matematika : Ketika saya pergi ke sekolah. R. juga terkait dengan tempat tinggal dan tingkat pekerjaan keluarga (status sosial ekonomi). Hudojo (1988). semakin dianggap penting dalam matematika. mereka akan bisa mendengar verbalisasi mereka. dan proses. Setiap siswa memiliki 2 saudara kandung. saya bertemu guru yang mengajar 24 siswa di kelasnya. masalah dan investigasi. salah satunya adalah kesulitan siswa dalam belajar matematika. keterampilan. 8. dan siswa yang tidak menguasai bahasa inggris. Berapa banyak guru yang saya temui? Dengan mendorong siswa berpikir keras. Teori-teori ini menggeser fokus pembelajaran matematika dari yang sempit ke tingkat yang lebih luas secara analisis. Sesuai dengan pendapat Zevenbergen (2004) . Makna social theories Teori-teori sosial. Berpikir matematis dapat diintegrasi dalam kurikulum dengan cara membuat soal-soal sesuai dengan kemampuan matematika. Siswa yang memiliki kemampuan matematika yang rendah dikarenakan latarbelakang tertentu. Terdapat tiga kelompok teori yang berpengaruh dalam memahami “how students come to learn and understand mathematic.

jenis kelamin. buku teks.dipengaruhi oleh variabel-variabel lain. bahasa. 9. Pembelajaran matematika hendaknya menggunakan kelompok kecil yang heterogen baik dari segi akademis maupun latar belakang siswa. Evaluasi. dan perbedaan jenis kelamin. penting bagi semua siswa untuk sukses dalam pembelajaran matematika . Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang paling penting dalam kurikulum sekolah dan mempunyai peran tertentu (antara lain) sebagai filter sosial. budaya. Teori kritis sosial mengeksplorasi praktik pendidikan matematika untuk melihat perbedaan hasil pembelajaran matematika di sekolah. Contoh nyata dalam pembelajaran matematika Implikasi teori sosial dalam pembelajaran matematika adalah bahwa semua siswa pada dasarnya sama dengan berbagai kemampuan dan latar belakang yang berbeda. Siswa saling berdiskusi. dan lain-lain. jenis kelamin atau bahasa. Orang meyakini bahwa mereka tidak pandai matematika cenderung menerima posisi mereka dalam kehidupan. namun juga sebagai kritik sosial yang mampu mengarahkan siswa untuk bersikap lebih bijak dalam kehidupan yang sesungguhnya. b. bahasa matematika. dan kemampuan pengelompokan adalah beberapa area yang telah dikritisi dalam bidang sosial. Apakah yang dimaksud masalah itu? Apa yang dimaksud pemecahan masalah? Apakah yang dimaksud kreativitas? Apakah ada kaitan antara pemecahan masalah dan kreativitas? Jelaskan! Jawaban: . pembelajaran menuntut bagaimana guru dapat memimbing siswa untuk mampu melaksanakan pemelajaran tanpa membeda-bedaka latar belakang. Dengan demikian. dan berusaha menjadi tutor bagi teman-temannya yang kurang dalam segi akademk. Pembelajaran matematika seperti ini tidak hanya akan bermuara pada hasil pemelajaran matematika. Sehingga.tanpa memandang latar belakang.

tetapi juga mampu melihat berbagai alternatif dari pemecahan masalah itu. keluwesan. 2008: 14) masalah dalam matematika adalah : 1) segala sesuatu yang dikehendaki untuk dikerjakan.a. Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa masalah dalam matematika adalah pertanyaan yang tidak dapat dijawab langsung karena pada titik awal belum diketahui aturan atau hukum yang dapat digunakan untuk mendapatkan jawabannya dan siswa merasa tertantang untuk menyelesaikannya. 2003: 14) menyatakan bahwa pemecahan masalah matematika ialah pemecahan situasi dalam matematika yang dianggap masalah oleh seseorang yang memecahkan masalah tersebut. atau kemampuan untuk memberikan gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah. Sehingga masalah dalam matematika dapat juga ditaksirkan sebagai suatu pertanyaan yang menghendaki suatu pemecahan. (1991). Kaitan antara pemecahan masalah dan kreativitas Berpikir kreatif mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan kemampuan pemecahan masalah. Pengertian pemecahan masalah Menyelesaikan masalah merupakan proses menerima tantangan untuk menjawab masalah. rasa ingin tahu. b. J. Kemampuan berpikir kreatif merupakan bagian yang sangat penting untuk kesuksesan dalam pemecahan masalah. d. lebih fokus lagi Bell (dalam Wanti. Pengertian kreativitas Kreativitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menciptakan suatu produk baru. R. Seseorang yang mempunyai kemampuan berpikir kreatif tidak hanya mampu memecahkan masalah-masalah non rutin. c. Seperti yang dikemukakan oleh Evans. Sikap positif . elaborasi dan pemaknaan kembali dalam pemikiran. keaslian. maupun ciri-ciri kognitif seperti motivasi.. Menurut Yusuf (2005: 246) kreativitas meliputi ciri-ciri kognitif seperti kelancaran. sikap. 2) sebuah pertanyaan yang tidak dapat dijawab langsung. Pengertian masalah Menurut Fajar (dalam Munawir. senang mengajukan pertanyaan dan selalu ingin mencari pengalaman baru.

Berpikir itu hierarkis. yaitu menghafal atau ingatan (recall thinking). Hierarki berpikir menurut Kriluck & Rudnick (1999): Hierarki berpikir menurut Kriluck & Rudnick (1999): a. . Karena itu. terutama pada kelas-kelas awal. Misalnya tentang fakta dasar penjumlahan. 10. dasar (basic thingking). berpikir kreatif sangat penting untuk keberhasilan pemecahan masalah. seringkali dipaksa untuk menghafal fakta-fakta ini. Menghafal atau ingatan (recall thinking) adalah tingkat berfikir paling rendah. artinya mempunyai tingkat-tingkat dari yang terendah ke yang tertinggi.terhadap pemecahan masalah dapat meningkatkan keberhasilan seseorang dalam pemecahan masalah. Keterampilan ini hampir otomatis atau refleksif sifatnya. Keterampilan ini meliputi memahami konsep-konsep seperti penjumlahan dan pengurangan. dan kreatif (creative thinking). Tingkat berfikir dasar dapat disebut sebagai keterampilan dasar. Sebutkan dan jelaskan hierarki berpikir tersebut! Jawaban: Kriluck & Rudnick (1999) menjelaskan tentang hierarki berpikir siswa. Berpikir kreatif dapat mempertinggi sikap positif seseorang dengan tidak mengenal putus asa dalam menyelesaikan masalah. termasuk aplikasinya dalam soal-soal. kritis (critical thinking). b. Siswa. Dasar (basic thingking).

Berfikir kritis termasuk kemampuan membaca dengan pemahaman dan mengidentifikasi materi yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan. Jakarta: Depdikbud Joyce. & Weil M. Stephen & Rudnick. dan menentukan efektifitasnya. Kemampuan menarik kesimpulan yang benar dari data yang diberikan dan mampu menentukan ketidak-konsistenan dan pertentangan dalam sekelompok data merupakan bagian dari keterampilan berfikir kritis. menciptakan ide baru. B. Agus. . Learning Mathematics 3rd Edition. Model-Model Pembelajaran. mengorganisir. The New Sourcebook for Teaching Reasoning and Problem Solving in Elementary School. Schunk. Termasuk di dalamnya mengumpulkan. Suherman. Dengan kata lain. Kegiatan yang dilakukan di antaranya menyatukan ide. Teori Belajar dan Motivasi. dan mengevaluasi semua aspek situasi atau masalah. (1995). dkk. Learning Theories an Educational Perspective. Bandung: FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Hasil dari keterampilan berfikir ini adalah sesuatu yang kompleks. Berfikir kritis adalah berfikir yang memeriksa. London: Allyn and Bacon. Berfikir kreatif yang sifatnya orisinil dan reflektif. Berfikir kreatif meliputi juga kemampuan menarik kesimpulan yang biasanya menelorkan hasil akhir yang baru. 2014. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Mengajar Belajar Matematika. 2011. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Kreatif (creative thinking). menghubungkan. 2004. Maman. 2003. dan menganalisa informasi. Krulik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Orthon. London: British Library. H. DAFTAR RUJUKAN Hudojo. Suprijono. Rachman. Anthony. Kritis (critical thinking). 2015. 2003. Rusman. berfikir kritis adalah analitis dan refleksif. 2012. Jesse A. 2012. Dale H. d. Models of Teaching. Needham Heights: Allyn & Bacon. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer.c. Semarang: Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi UNNES. mengingat.

Belajar & Pembelajaran.Stenberg. Robyn. USA: wardswoth. Academic Publishers Dordrecht: Kluwer Thobroni. Zevenbergen. Yogyakarta : Ar – Ruzz Media. Teaching Mathematics in Primary School. Advanced Mathematical Thinking. 2009. 2004. 1991. Australia: National Library of Australia. 2015. Robert J. . Cognitive Pshycology. David (ed). Tall.