You are on page 1of 13

Take Home Test

TEORI PEMBELAJARAN

Dosen Pengampu: Dr. Mulyono, M.Si

Oleh
SUCIYATI
0103515025

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DASAR
(KONS. MATEMATIKA)
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
TAHUN 2016

Sedangkan menurut Rifa’i (2011) Teori belajar adalah konsepkonsep dan prinsip-prinsip belajar yang bersifat teoritis dan teruji kebenarannya  melalui eksperimen. serta lingkungan yang terkait.SOAL a) Apa yang dimaksud teori belajar? Sebutkan dan jelaskan fungsi teori belajar tersebut! Berikan contoh sebuah teori belajar dan penjelasan implementasinya dalam pembelajaran! Jawaban:  Teori belajar Menurut Trianto (2014) bahwa teori belajar pada dasarnya merupakan penjelasan mengenai bagaimana terjadinya belajar atau bagaiman informasi diproses di dalam pikiran siswa. yaitu: aliran tingkah laku. Contoh sebuah teori belajar dan implementasi teori belajar dalam pembelajaran Contohnya: Teori belajar Konstruktivisme Implementasi teori belajar Konstruktivisme dalam pembelajaran: a) Mendorong kemandirian dan inisiatif siswa dalam belajar b) Guru mengajukan pertanyaan terbuka dan memberikan kesempatan beberapa waktu kepada siswa untuk merespon c) Mendorong siswa berpikir tingkat tinggi d) Siswa terlibat secara aktif dalam dialog atau diskusi dengan guru atau dan siswa lainnya e) Siswa terlibat dalam pengalaman yang menantang dan mendorong terjadinya diskusi f) Guru menggunakan data mentah. Dalam hal ini teori belajar mengkaji konsep mengenai aspek perilaku manusia yang terlibat dalam belajar dan  pembelajaran. teoriteori belajar dapat dibagi menjadi empat aliran (golongan). Fungsi teori belajar Menurut Gage & Berliner (2005: 6-8) psikologi belajar memiliki beberapa fungsi. Teori belajar berfungsi memberikan pemahaman mengenai sifat dan keterkaitan berbagai aspek dalam belajar dan pembelajaran. . memprediksikan. dan dalam pengertiannya sebagai ilmu terapan juga memiliki fungsi merekomendasikan. diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam penerapan teori belajar. mengontrol fenomena (dalam kegiatan belajar mengajar). yaitu untuk: menjelaskan. sumber-sumber utama dan materi-materi interaktif b) Apa tujuan dibuat taksonomi (penggolongan) teori-teori belajar? Secara umum.

Sedangkan apa yang terjadi di antara stimulus dan respon dianggap tidak diperhatikan. Teori ini mengutamakan pengukuran. stimulus dan respon harus berbentuk tingkah laku yang “dapat - diamati” (observable) Clark Hull.Thorndike. dasar terjadinya belajar adalah pembentukan asosiasi antara - stimulus dan respons Watson.kognitif. Tokoh-tokoh penganut aliran tingkah laku: . humanistik. semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk - menjaga kelangsungan hidup Edwin Guthrie. sebab pengukuran merupakan suatu hal yang penting untuk melihat terjadi tidaknya perubahan tingkah laku tersebut. dan sibernetik. sosial. yang tidak selalu berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan dapat diukur. ataupun kognitif anak dan kajiannya ilmunya luas maka agar yang ingin menggunakan lebih mudah memahami dan menerapkannya maka dibuatlah  (penggolongan) teori-teori belajar. Menurut teori ini yang terpenting adalah masukan atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respon. karena tidak dapat diamati atau diukur. Aliran (golongan) teori belajar a) Aliran tingkah laku Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. stimulus tidak harus berbentuk kebutuhan biologis Skinner. semuanya dapat diamati dan diukur. Jelaskan keempat aliran tersebut dan sebutkan tokoh-tokoh untuk masing-masing aliran tersebut! Jawaban:  Tujuan dibuat taksonomi (penggolongan) teori-teori belajar Karena teori-teori tersebut ada yang membahas tentang tingkah laku. Asumsi teori ini bahwa setiap orang telah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang telah tertata dalam bentuk struktur kognitif yang telah dimilikinya. Proses belajar akan berjalan dengan baik . Yang hanya diamati adalah stimulus dan respons. oleh karena itu apa saja yang diberikan guru (stimulus) dan apa yang dihasilkan peserta didik (respons). deskripsi hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan perubahan tingkah laku (dalam hubungannya dengan lingkungan) versi Watson adalah deskripsi yang tidak lengkap b) Aliran kognitif Pengertian belajar menurut teori kognitif adalah perubahan persepsi dan pemahaman.

walaupun termasuk dalam aliran kognitif. teoris. proses belajar akan berjalan dengan baik jika dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan suatu konsep. teori. atau pemahaman melalui contoh-contoh - yang ia jumpai di dalam kehidupan Ausubel. dengan konsepnya tentang empat tahap belajar. praktis. Teori humanistik cenderung bersifat elektrik. Dengan kata lain. teori kepribadian dan psikoterapi. proses belajar terjadi bila peserta didik mampu mengasimilasikan pengetahuan yang dia miliki dengan pengetahuan yang baru c) Aliran humanistik Menurut teori humanistik tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. membedakan tiga macam atau tipe belajar. ia terkenal dengan konsep belajar bermakna (Meaning Learning) d) Aliran sibernetik Teori sibernetik merupakan teori belajar yang paling baru dibandingkan dengan teori belajar lainnya. yaitu: pengalaman konkret. Proses belajar dianggap berhasil jika peserta didik telah memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. belajar. oleh sebab itu teori belajar humanistik sifatnya lebih abstrak dan lebih mendekati kajian filsafat. dari pada bidang kajian psikologi belajar.Piaget. dan eksperimen - aktif Honey & Mumford. Tokoh-tokoh penganut aliran kognitif: . menggolongkan peserta didik dalam belajar - menjadi empat. aturan. pengalaman aktif dan reflektif.jika materi pelajaran atau informasi baru beradaptasi dengan struktur kognitif yang dimiliki seseorang.Kolb. dan belajar emansipatoris Krathwohl & Bloom. peserta didik telah mampu mencapai aktualisasi diri secara optimal. konseptualisasi. serta melalui asimilasi. dan pragmatis Hubermas. dan - equilibrasi Bruner. yaitu: aktifis. maksudnya teori ini dapat memanfaatkan teori apa saja asal tujuannya tercapai. psikomotor (gerak) & afektif (sikap) Ausubel. proses belajar terjadi menurut pola-pola perkembangan tertentu sesuai dan umur seseorang. Teori kognitif lebih mementingkan proses belajar bukan pada hasil belajar. Tokoh-tokoh penganut aliran humanistik: . dengan tiga kawasan tujuan belajar yaitu : kognitif - (pengetahuan). akomodasi. reflektor. yaitu: belajar - teknis. Teori ini berkembang sejalan dengan .

segala sarana.perkembangan teknologi dan ilmu informasi. antara lain seperti pendekatan-pendekatan yang berorientasi pada pemprosesan informasi yang dikembangkan oleh Gage dan Blinner. bahan. sintaks (pola urutannya). Teori ini lebih mementingkan sistem informasi dari pesan atau materi yang dipelajari. Pengembangan model-model pembelajaran matematika akan terus dilakukan oleh para pengembang . Tokoh-tokoh penganut aliran sibernetik: Teori ini telah dikembangkan oleh para penganutnya. situasi atau suasana dan norma yang berlaku dalam masyarakat pebelajar c) Prinsip Reaksi. sintaksnya. dan sistem pengelolaannya. oleh sebab itu teori sibernetik berasumsi bahwa tidak ada satu jenis pun cara belajar yang ideal untuk segala situasi. serta Tennyson. hasil belajar yang dicapai langsung dengan cara mengarahkan para siswa pada tujuan yang diharapkan. c) Jelaskan apa yang dimaksud model pembelajaran! Sebutkan dan jelaskan unsur-unsur dari model pembelajaran! Jawaban:  Model pembelajaran Menurut Slavin (2010). lingkungannya. hasil belajar lainnya yang dihasilkan oleh suatu proses pembelajaran tanpa pengaruh langsung oleh guru. Bagaimana proses belajar akan berlangsung sangat ditentukan oleh sistem informasi dari pesan tersebut. dan alat yang diperlukan untuk melaksanakan model e) Dampak Intsruksional. d) Dewasa ini terdapat banyak model-model pembelajaran matematika. sebab belajar sangat ditentukan oleh sistem informasi. dan Pengiring. Biehler dan Snowman. Unsur-unsur dari model pembelajaran a) Sintakmatik. b) Sistem Sosial. Baine. model pembelajaran adalah suatu acuan kepada suatu pendekatan pembelajaran termasuk tujuannya. pola kegiatan yang menggambarkan bagaimana seharusnya guru melihat dan memmmperlakukan para pelajar d) Sitem Pendukung. dan sifat lingkungan  belajarnya. Menurut teori sibernetik belajar adalah pemprosesan informasi. Sedangkan menurut Trianto (2009) model pembelajaran merupakan pendekatan yang luas dan menyeluruh serta dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan pembelajarannya. merupakan tahapan kegiatan dari suatu model pembelajaran.

Guru pun bisa meenciptakan model pembelajaran yang bisa mereka aplikasi pada pembelajaran di kelasnya.Guru memotivasi. serta 12 koin yang memiliki ketebalan 1 - cm3. memberi gagasan yang menarik dan lugas untuk didalami misal: “Bagaimana bentuk sisi tabung? Berapa banyak sisi tabung?” . Inovasi mutlak dilakukan terlebih memasuki era digital yang semakin maju.Masing-masing siswa telah dikempokkan ke dalam kelompoknya - masing-masing.pembelajaran. e) Desainlah secara singkat sebuah kegiatan pembelajaran matematika inovatif berdasar pada teori-teori pembelajaran dengan topik luas selimut dan volume tabung. menggali. Siswa mengamati secara langsung alat-alat dan LKS yang telah dibagikan. Masing-masing kelompok telah diberikan bangun ruang sisi lengkung (tabung) dari kertas karton. Kemunculan model-model pembelajaran yang baru agar proses pembelajaran yang semula monoton. mendorong kreatifitas dalam bentuk bertanya kepada - siswa. Jawaban:  Desain kegiatan pembelajaran matematika inovatif berdasar pada teori-teori pembelajaran dengan topik luas selimut dan volume tabung a) Mengamati . Mengapa selalu ada pemikiran untuk mengembangkan model-model pembelajaran padahal sudah banyak tersedia model-model pembelajaran? Bagaimana pendapat Saudara terhadap kemunculan model-model pembelajaran yang baru itu? Jawaban: Pemikiran untuk mengembangkan model-model pembelajaran matematika akan terus dilakukan oleh para pengembang pembelajaran karena pembelajaran harus tetap dibuat bervariasi dan menciptakan model-model agar siswa tidak mengalami kebosanan. dan mencari berbagai terobosan model pembelajaran merupakan salah satu penunjang munculnya berbagai inovasi-inovasi baru. variatif. dan menyenangkan. lebih menyenangkan. b) Menanya . Teori belajar apa yang mendukung desain Anda? (Catatan: desain yang Saudara buat diutamakan murni hasil kreasi Saudara). Implikasinya. Siswa diberikan lembar kerja siswa yang berisikan petunjuk-petunjuk - dalam melakukan percobaan dan soal-soal mengenai percobaan tersbut. inovasi model pembelajaran menjadi jalan untuk menunjukan profesionalitas guru. Pada era digital ini. yang dapat disebut sebagai inovasi pembelajaran. Kemauan seorang guru dalam untuk mencoba menemukan. siswa sudah bisa mengakses apa yang mereka inginkan.

Untuk mencari volume tabung. Kemudian dengan menggunakan penalarannya. siswa dengan masing-masing kelompoknya diarahkan untuk mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru tadi dengan memotong bangun tabung tersebut menjadi berupa jaring-jaring kemudian mereka mengaitkan jaring-jaring tersebut dengan pengetahuannya tentang luas - permukaan bangun ruang sebelumnya. siswa diarahkan untuk mempresentasikan hasil  jawabannya di hadapan teman-temannya yang lain Teori belajar apa yang mendukung desain Teori konstruktivisme memandang dibutuhkan model pembelajaran yang kreatif yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pemikiran dan pengalaman siswa secara mandiri.Untuk mencari luas permukaan dan selimut tabung.- “Apa hubungannya jaring-jaring tabung yang telah kalian pelajari sebelumnya dengan luas permukaan tabung?” . . f) Jelaskan apa saja kajian dari psikologi kognitif (Cognitive Psychology)! Berikan contoh konkrit dalam pembelajaran matematika di sekolah terkait dengan salah satu kajian psikologi kognitif tersebut! Jawaban:  Kajian dari psikologi kognitif (Cognitive Psychology) a) Attention adalah Pemusatan pikiran terhadap suatu objek atau tugas tertentu dimana pada saat yang sama mengabaikan objek atau tugas yang lain. siswa dengan masing-masing kelompoknya diarahkan untuk mencoba menjawab pertanyaanpertanyaan yang diberikan guru tadi dengan menyusun 12 koin yang memiliki ketebalan 1 cm3 sehingga terbentuk menjadi sebuah tabung.“Bagaimana dengan volume tabung?” c) Mencoba . Siswa akan termotivasi dan tertantang untuk menyelesaikan masalahnya khususnya dalam pembelajaran dengan topik luas selimut dan volume tabung. siswa diarahkan untuk membuat kesimpulan tentang luas selimut tabung dan volume tabung. d) Menalar  Siswa dalam setiap kelompok diminta untuk mengaitkan hasil percobaan yang mereka dapatkan tadi dengan menjawab soal-soal yang ada di lembar kerja siswa. e) Mengkomunikasikan  Dengan tanya jawab.

atau ide yang serupa menurut sifat-sifat atau atribut-atribut tertentu yang dimilikinya kedalam suatu  kategori. Pemecahan masalah adalah proses mencari atau menemukan jalan keluar terhadap suatu masalah atau kesulitan. peristiwa. Contoh konkrit dalam pembelajaran matematika di sekolah terkait dengan salah satu kajian psikologi kognitif Pada kajian psikologi Imagery. penalaran adalah proses evaluasi dengan menggunakan pembayangan dari prinsipprinsip yang ada dan fakta-fakta yang tersedia. guru dapat memberikan contoh soal: Harga sebuah mobil baru Rp. f) Perkembangan kognitif adalah perubahan proses berpikir seseorang seiring perubahan usia. e) Imagery adalah Proses membayangkan kembali kedalam pikiran mengenai objek-objek atau peristiwa-peristiwa yang dipersepsi. Sedangkan kreativitas adalah proses berfikir untuk menghasilkan gagasan-gagasan baru yang berguna bagi pemecahan suatu masalah.500 km per bulan. d) Pemecahan masalah dan kreativitas. i) Pengenalan pola adalah cabang kecerdasan yang menitik-beratkan pada metode pengklasifikasian objek ke dalam klas-klas tertentu untuk menyelesaikan masalah tertentu. h) Intelegensi adalah kemampuan seseorang dalam merespon suatu stimulus melalui situasi sekarang untuk semua peristiwa masa lalu dan mengantisipasi masa yang akan datang. j) Pembentukan konsep adalah suatu proses pengelompokkan atau pengklasifikasian sejumlah objek. Untuk itu manusia menggunakan penalaran untuk mengambil keputusan. g) Penalaran dan pembuatan keputusan. Penalaran dibagi menjadi dua jenis yaitu penalaran deduktif dan penalaran induktif.000.b) Perception adalah Sutau proses penggunaan pengetahuan yang telah disimpan di dalam ingatan/memori untuk mendeteksi dan menginterprestasi stimulus yang diterima oleh alat indera.000. berapa liter bensin yang dipakai selama satu tahun? . 120. Dalam melakukan pengambilan keputusan manusia selalu mempertimbangkan penilaian yang dimilikinya. Proses dari pengambilan keputusan ini melibatkan banyak pilihan. c) Memory adalah Penyimpanan pengetahuan di dalam sistem pikiran manusia. yang berlangsung mulai dari beberapa detik sampai dengan sepanjang hidup. Bensin yang dihabiskan adalah 10 liter setiap 100 km. Jika seorang pemilik mobil tersebut mengendarai dengan kecepatan 1.

misalnya: mengetahui harga suatu benda.Dengan memberikan soal seperti ini. guru menjelaskan tujuan untuk mempelajari persamaan linear dua variabel yaitu untuk memecahkan permasalahan kehidupan sehari – hari. setidaknya guru harus menjelaskan mengenai . Meskipun harus menyampaikan dengan cara yang sederhana. yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir matematis atau menggunakan pola pikir matematis. guru akan menyiapkan materi maupun media pembelajaran. siswa terdorong untuk mengenali informasi mana yang penting dan relevan untuk memecahkan masalah. lembar kerja siswa. Dalam tahap ini. serta alat tulis. Dalam hal ini adalah materi persamaan linear dua variabel. Hal tersebut sangat penting untuk mengembangkan working mathematically. Sedangkan siswa menyiapkan perlengkapan yang diperlukan dalam pembelajaran. g) Jelaskan apa yang dimaksud mathematically”! Berikan contoh dengan “problem posing dalam working konkritnya dalam pembelajaran matematika di sekolah!  Problem posing dalam working mathematically Problem posing adalah adalah suatu bentuk pendekatan dalam pembelajaran matematika yang menekankan pada perumusan soal. misalnya: buku pendamping. sementara siswa menyiapkan bahan atau alat belajar. c) Guru menjelaskan materi pelajaran. diharapkan siswa tidak akan menganggap bahawa materi yang diajarkan sama sekali tidak berfungsi bagi kehidupannya sehari – hari. Setelah tahap persiapan. mengetahui jumlah suatu benda. guru harus menjelaskan kepada siswa dengan cara sesederhana mungkin dengan tidak mengurangi bobot materi yang diajarkan sehingga siswa yang memperhatikan juga tidak kesulitan dalam memahami penjelasan yang sedang disampaikan. b) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan siswa memahami tujuan pembelajaran tersebut. dll. sedangkan siswa memperhatikan dan mencoba memahami penjelasan guru Dalam menjelaskan. Contoh konkritnya dalam pembelajaran matematika di sekolah a) Guru menyiapkan bahan atau alat pembelajaran. Melalui problem posing siswa dapat mencari masalah sendiri kemudian menemukan sendiri jawaban dari  masalah yang ditemukan. Dengan demikian.

tetapi situasi yang diberikan harus berbeda dengan situasi sebelumnya. i) Guru mempersilahkan siswa untuk menyelesaikan soal yang dibuat temannya. Setelah ditukarkan mereka diminta untuk mengerjakan soal yang telah diterima oleh masing – masing siswa. f) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk membuat soal sebanyak mungkin dari situasi yang diberikan. Contoh yang diberikan pada siswa minimal dua contoh soal dengan tipe yang berbeda agar siswa juga mengetahui contoh variasi soal yang nantinya akan dibuat oleh siswa. e) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. guru boleh membagi siswa menjadi beberapa kelompok atau tetap dilaksanakan secara individu. R.. Tahap ini merupakan kesempatan bagi siswa untuk menanyakan apa yang tidak dipahami oleh siswa selama proses penjelasan materi. sedangkan siswa melakukan kegiatan merumuskan soal berdasarkan situasi yang diberikan Dalam proses perumusan soal. Pada tahap ini siswa boleh berdiskusi dengan teman – temannya. kemudian siswa membuat soal sesuai dengan situasi yang diberikan dan mendiskusikan dengan teman-temannya. d) Guru memberikan contoh cara membuat atau mengajukan soal.pemodelan sistem persamaan linear dua variabel cara – cara penyelesaian persamaan linear dua variabel. guru sudah mulai membuat contoh soal mengenai persamaan linear dua variabel. g) Guru mempersilahkan siswa menyelesaikan soal yang dibuatnya sendiri Pada tahap ini siswa bebas untuk memilih metode yang akan digunakan untuk memecahkan masalah mereka h) Guru memberikan kesempatan lagi agar siswa mengajukan soal sesuai dengan situasi yang diberikan. h) Terdapat tiga kelompok teori yang berpengaruh dalam memahami “how students come to learn and understand mathematic. Setelah setiap siswa menemukan cara untuk menjawab soal yang telah dibuat sendiri. Pada tahap ini siswa diminta untuk menukarkan soal yang telah dibuatnya dengan soal yang telah dibuat oleh temannya. Dalam tahap ini. salah satunya social theories (Zevenbergen. Agar tidak menghabiskan waktu terlalu lama guru boleh memberikan batasan waktu yang cukup bagi siswa untuk merumuskan soal. dan siswa diminta untuk memperhatikannya. .

prediksi. perilaku. Teori ini menjelaskan bahwa dalam belajar. pengalaman pribadi (personal experience). Implementasi teori tersebut dalam pembelajaran matematika . S. RJ. lukisan. Jelaskan social theories dan berikan contoh nyata implementasi teori tersebut dalam pembelajaran matematika! Jawaban:  Teori sosial Menurut Bandura (dalam Woolfolk. hendaknya bermutu Guru boleh menggunakan teman sejawat yang terbaik sebagai model i) Apakah yang dimaksud masalah itu? Apa yang dimaksud pemecahan masalah? Apakah yang dimaksud kreativitas? Apakah ada kaitan anatara pemecahan masalah dan kreativitas? Jelaskan! Jawaban:  Masalah Masalah ialah suatu kesenjangan antara situasi sekarang dengan situasi yang akan datang atau tujuan yang diinginkan. suatu masalah akan muncul apabila ada halangan atau hambatan yang memisahkan antara present state dengan goal state. Jadi. dan tindakan manusia. Teori sosial kognitif digunakan untuk mengenal. Albert Bandura (dalam Santrock. Masalah memiliki tiga komponen yaitu : . memprediksi perilaku dan mengidentifikasi metode-metode yang tepat untuk mengubah perilaku tersebut.Hambatan merupakan sesuatu yang menghalangi diantara kondisi awal dan  kondisi tujuan Pemecahan masalah . Teori ini didasarkan atas proposisi bahwa baik proses sosial maupun proses kognitif adalah sentral bagi pemahaman mengenai motivasi. 2009) teori sosial kognitif adalah sebuah teori yang memberikan pemahaman. mereka dapat merepresentasikan atau mentransformasikan pengalaman mereka secara kognitif. & Wright. 2004).Penyampaian guru hendaklah cakap dan menarik agar dapat menjadi model - bagi siswa Demonstrasi yang dilakukan oleh guru hendaknya jelas serta menarik agar - siswa dapat meniru dengan cepat Hasil pekerjaan guru.Dole. dan perubahan perilaku manusia melalui interaksi antara manusia.Kondisi tujuan yang merupakan dimana kondisi yang kita inginkan akan tercapai . pengetahuan (knowledge). 2010) mengatakan bahwa ketika murid belajar. emosi.Kondisi awal yang merupakan kondisi dimana kita memulai masalah . Dimana keadaan sekarang disebut juga dengan original state dan keadaan yang diharapkan atau keadaan yang akan datang disebut dengan final state. dan lingkungan. dan karakteristik individu (personal  characteristic) saling berinteraksi.

Davidoff (1988) mengemukakan bahwa pemecahan masalah adalah suatu usaha yang cukup keras yang melibatkan suatu tujuan dan hambatan-hambatannya. dan oleh kebanyakan ahli psikologi kognitif dimasukkan kedalam kemampuan memecahakan masalah. Dan berdasarkan defenisi tersebut. berarti proses kreativitas bukan hanya sebatas mengahasilkan sesuatu yang bermanfaat saja. khususnya masalah kompleks. Sementara itu. Kreativitas Kreativitas adalah suatu aktivitas kognitif yang menghasilkan suatu pandangan yang baru mengenai suatu bentuk permasalahan. j) Berpikir itu hierarkis. 2007) tanpa kemampuan berpikir kreatif. Evans (1991). Tingkat berpikir ini pada umumnya dimiliki oleh anak-anak . 2007) yang menyatakan bahwa kemampuan berpikir kreatif diperlukan untuk memecahankan masalah. artinya mempunyai tingkat-tingkat dari yang terendah ke yang tertinggi. selain itu juga kemampuan menemukan hubungan-  hubungan baru dan memandang sesuatu menurut perspektif yang baru juga. Seseorang yang menghadapi satu tujuan akan menghadapi persoalan dan dengan demikian dia akan terpacu untuk mencapai  tujuan itu dengan berbagai cara. Kreativitas juga merupakan salah satu kemampuan intelektual manusia yang sangat penting. Hal demikian dapat dipahami karena menurut Wheeler et.al (Alexander. Kreativitas ini sering disebut dengan istilah berfikir kreatif. individu sulit mengembangkan kemampuan imajinatifnya sehingga kurang mampu melihat berbagai alternatif solusi masalah. juga berpendapat bahwa kreativitas merupakan kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan konsepkonsep yang sudah ada. Sebutkan dan jelaskan hierarki berpikir tersebut! Jawaban:  Tingkatan berpikir a) Berpikir Konkret Dalam tingkatan ini kegiatan berpikir masih memerlukan situasi-situasi yang nyata/konkret.Santrock (2005) mengemukakan bahwa pemecahan masalah merupakan upaya untuk menemukan cara yang tepat dalam mencapai tujuan ketika tujuan dimaksud belum tercapai (belum tersedia). Hal ini menggambarkan bahwa keterampilan berpikir kreatif memungkinkan seorang individu memandang suatu masalah dari berbagai perspektif sehingga memungkinkannya untuk menemukan solusi kreatif dari masalah yang akan diselesaikan. Kaitan antara pemecahan masalah dan kreativitas Keterkaitan antara kreativitas atau berpikir kreatif dan pemecahan masalah dikemukakan Treffinger (Alexander.

Orang-orang dewasa biasanya telah memilki kemampuan berpikir abstrak. Baik situasi-situasi nyata maupun bagan-bagan/simbol-simbol/gambar-gambar skematis tidak membantunya. skema. Konsekuensi didaktif pelajaran hendaknya disajikan dengan peragaan langsung. b) Berpikir Skematis Sebelum meningkat pada bagian yang abstrak. . memecahkan masalah dibantu dengan penyajian bahan. Walaupun pada tingkatan ini tidak berhadapan dengan situasi nyata/konkret. kecerdasan pikir sendirilah yang berperanan memecahkan masalah. tetapi dengan pertolongan bagan-bagan. corat-coret ini dapat memlihatkan hubungan persoalan yang satu dengan yang lain. tidak berarti bahwa gejala pikiran berdiri sendiri melainkan tanggapan. c) Berpikir Abstrak Kita berhadapan dengan situasi dan masalah yang tidak berwujud. Namun demikian. diagram . dan terlihat pula masalah yang dihadapi sebagai keseluruhan. simbol dan sebagainya. Akal pikiran kita bergerak bebas dalam alam abstrak. Maka tingkat ini dikatakan tingkat berpikir yang tertinggi. Dengan pertolongan bagan-bagan tersebut situasi yang dihadapi tidak benar-benar konkret dan tidak benar-benar abstrak.kecil. corat-coret. ingatan membantunya. Di samping itu.