You are on page 1of 28

II.

ANALISIS SWOT

Memperhatikan kondisi internal
(kekuatan dan kelemahan FF-Unair)
maupun kondisi eksternal (yang merupakan peluang dan tantangan) dalam
komponen A sampai dengan G, melalui analisis SWOT (kekuatan, kelemahan
kesempatan, tantangan) antar komponen, dapat dirancang strategi pemecahan
masalah, perbaikan dan pengembangan sebagai berikut.
NO
1.

MASUKAN
KOMPONEN
SWOT
visi,
Kekuatan
misi,sasaran, 1. Sosialisasi sudah dilakukan
1.
tujuan
intensif, audit/penjaminan mutu
sudah mulai dilakukan periodik,
SDM mempunyai komitmen baik

Kelemahan
Belum jelas pemilahan Visi, Misi,
sasaran dan target mutu prodi S1
dengan Fakultas Farmasi
( termasuk dengan prodi Profesi,
S2, spesialis).
2. Evaluasi prodi S1 tidak bisa
dipisahkan dari program studi
apoteker karena merupakan satu
kesatuan program pendidikan
Tantangan
1. Kemajuan Ilmu pengetahuan
yang pesat menuntut prodi
mampu menghasilkan lulusan
dengan spesifikasi yang unik/jelas
(tidak general)
2. Era global mengharuskan prodi
Farmasi mampu bersaing dengan
program pendidikan sarjana
farmasi Internasional lain dalam
melakukan pendidikan dan
penelitian

Peluang
1. Undang-undang kesehatan 2009
maupun Peraturan Pemerintah
RI no.51 tahun 2009 tentang
pekerjaan kefarmasian
memberikan peluang prodi S1
untuk menata ulang misi,
sasaran dan tujuan prodi.
2. Keterlibatan Fakultas dalam
APTFI sebagai majelis, dapat
memberi arah bagi penjaminan
mutu sarjana farmasi Indonesia
maupun apoteker Indonesia
Strategi Konsolidasi
1.
Melakukan konsolidasi dengan semua pengelola prodi dan
departemen yang ada di FF-Unair untuk merumuskan pemilahan
(khususnya) misi, sasaran dan target mutu masing-masing prodi dan
fakultas sebagai lembaga yang memayungi.
2.
Melakukan revisi dokumen pedoman prosedur (PP)/instruksi kerja
(IK) dalam penjaminan mutu untuk menjamin pencapaian target/asaran
mutu setiap owner process
Strategi pengembangan program
1. Bekerja sama dengan perhimpunan seminat, ISFI, HISFARSI, APTFI
meningkatkan kompetensi standar apoteker Indonesia maupun stake
holder lain, khususnya pengguna lulusan.
2. Menata ulang kurikulum agar sesuai dengan tuntutan stake holder
Program
Jangka menengah :
1. Evaluasi RENSTRA 2005-2010 dan Persiapan RENSTRA 2010-2015
2. Penataan ulang kurikulum prodi S1, profesi, S2, Spesialis, S3
3. Menjalin kerjasama penyelenggaraan pendidikan dengan Universitas
manca (double degree.sanwich)
Jangka pendek ;
1. Penataan ulang kurikulum S1
2. Penetapan/pemilahan misi, sasaran dan target mutu masing-masing
prodi dan fakultas sebagai lembaga yang memayungi.
3. Sosialisasi misi, sasaran dan target mutu yang setelah direvisi

4. Revisi PP dan IK, Audit internal

masuknya apoteker manca negara ke RI.ID.3) DAN JALUR PMDK-UMUM (1:7).UNAIR. Meningkatkan pelayanan administrasi pendidikan kepada mahasiswa Strategi pengembangan program 1. Meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan fakultas 3.sanwich) Jangka pendek : 1. Mahasiswa Kekuatan Persaingan calon mahasiswa untuk masuk FF-Unair melalui 3 jalur yang ada cukup ketat.5 = 72%.3% Peluang Teknologi multimedia diharapkan dapat lebih maksimal untuk sosialisasi FFUnair untuk menjaring calon mahasiswa dengan kualitas terbaik. 2.2. Meningkatkan peran alumni dalam penyelenggaraan proses pendidikan 5. Intensifikasi kinerja USI. kerjasama dengan DSI untuk perbaikan tampilan dan fungsi webbsite 2.FF. Intensifikasi Project grant yang melibatkan mahasiswa dalam penelitian dosen . Intensifikasi kinerja komisi kemahasiswaan dalam program Ko-kurikuler dan ekstra kurikuler untuk lebih meningkatkan sofskill mahasiswa 4. Menjalin kerjasama untuk pertukaran mahasiswa S1 dengan institusi Farmasi manca negara untuk mengantisipasi era global. Pelaksanaan Sistem Kredit Prestasi (SKP) mahasiswa 6.4). Melakukan Reakreditasi dan sertifikasi penjaminan mutu eksternal (ISO 9001-2008 IWA 2) 3. PILIHAN I UNTUK JALUR SNMPTN (>50%).) Status akreditasi A FFUnair dan sertifikat ISO 9001/2008 merupakan janji sekaligus tanggung-jawab untuk menghasilkan lulusan yang memenuhi standar pasar Sudah ada mahasiswa asing (dari Malaysia) yang lulus dan ternyata diterima baik dalam konsorsium/ komunitas professional farmasis di negerinya. Konsisten melakukan updating penjaminan mutu (audit internal dan eksternal) Program Jangka menengah : Menjalin kerjasama penyelenggaraan pendidikan dengan Universitas manca (double degree.5 =26. Menarik minat mahasiswa asing yang belajar di FF-Unair. Strategi Konsolidasi 1. IPK <2. Peningkatan/kemampuan softskill belum ter-evaluasi dengan baik. SECARA KHUSUS YANG MELALUI JALUR PMDKPRESTASI (1:34. Menjalin kerjasama penyelenggaraan pendidikan dengan Universitas manca negara 2. UNTUK JALUR PMDK (100%) Rerata IPK mahasiswa aktif 4 tahun terakhir : IPK > 2. JALUR SNMPTN (1:8. Promosi Fakultas di luar Jatim dan manca negara 3.( HTTP://WWW . 3. Intensifikasi dan sosialisasi prodi Farmasi melalui TIK.AC. Penghargaan terhadap prestasi non akademik belum maksimal (SKP diberlakukan sepenuhnya mulai angkatan 2009) Tantangan 1. Kelemahan 1. program promosi Fakultas lain serta kegiatan mahasiswa melalui jejaring maya 2. 2.8. Calon mahasiswa dominan berasal dari Jawa Timur (80%). yaitu 1: 12.

Distribusi beban dosen belum merata. TDC. Mengirim tenaga kependidikan untuk mendapatkan keahlian spesifik melalui kursus yang sesuai maupun pendidikan formal 4. SDM Kekuatan Dari total dosen (109 orang per Nopember 2009). Kaderisasi tenaga kependidikan dengan peningkatan keahlian spesifik (analis. (total 78. pustakawan dll) Strategi pengembangan program 1. Berkesinambungan mendapatkan program hibah/kerjasama dengan institusi manca negara untuk mendapatkan dana bagi pengembangan staf dosen maupun tenaga kependidikan 2. Memprogram dosen (senior) dengan pendidikan S2 untuk mendapatkan pendidikan S3 di dalam negeri 3. Ada kebijakan resource sharing pangakuan kepakaran di tingkat dari Universitas memungkinkan nasional maupun internasional peningkatan kemampuan SDM 2. melakukan regenerasi RS Pusat Infeksi.l. Mengirim minimal 100 dosen setiap tahun pada seminar nasional . meskipun secara rerata telah melampaui 12 sks EWMP peluang Tantangan 1. Menyelenggarakan minimal 1 seminar internasional setiap tahun. Portofolio dosen belum berjalan 4. Mengirim staf dosen muda untuk mendapatkan pendidikan S2 dan S3. prosentase : .4%) tapi perlu ditingkatkan agar total S2 dan S3 mencapai >90%. RS Pendidikan dll) Strategi Konsolidasi 1.S2 (47. S3 (31. Secara rutin menyelenggarakan pertemuan ilmiah maupun profesional dengan skala nasional maupun internasional untuk meluaskan wawasan dan meningkatkan komunikasi dengan profesi maupun ilmuwan secara personal maupun institusional Program Jangka menengah : 1. Meningkatkan pengembangan dengan memanfaatkan fasilitas tenaga kependidikan secara yang ada di Fakultas/lembaga profesional dan segera lain dilingkungan Unair (a.2%). Menjalin kerjasama pendidikan maupun penelitian dengan Universitas manca negara Jangka Pendek : 1. lektor kepala 33. Meningkatkan pengembangan 1. Menyelenggarakan seminar nasional minimal 1 setiap tahun 6. Kaderisasi dosen disesuaikan dengan beban kerja departemen 3. Menyusun kebijakan program pengembangan SDM yang efektif dan efisien 2. utamanya jumlah doktor (diharapkan segera mencapai >40%) kelemahan 1. 15 Dosen sedang menyelesaikan staf dosen secara profesional S3 maupun secara keilmuan 2.7%). Gurubesar berusia > 50 tahun 12 orang 3.9%) Guru besar (12.8%). Dosen di bawah 40 tahun 26 orang 6. Jaminan/asuransi kesehatan belum optimal 8.0% Dosen bersertifikat (40. khususnya ke luar negeri 2. 45 dari 54 tenaga kependidikan berusia di atas 40 tahun 7. operator instrumen. 5. S3 berusia <50 tahun 7 orang 2. 6 dosen sedang menyelesaikan sehingga menambah jumlah S2 dosen yang mendapatkan 3.3. Sistem dokumentasi kegiatan fakultas belum optimal 5.

Menjaring masukan kompetensi spesifik lulusan dari stakeholder (khususnya: pengguna. Mata kuliah pilihan tidak leluasa diprogram karena beban mata ajaran wajib sudah berat Ada sektor tertentu yang seharusnya dikelola apoteker. Sequensial/struktur beberapa mata kuliah belum sesuai untuk mencapai kompetensi utama yang ditetapkan.Pelaksanaan program belum tertib . Sosialisasi PP 51 dan Undang-undang kesehatan 2009 kepada semua dosen untuk persiapan redesign kurikulum 3.7. Intensifikasi Audit internal pelaksanaan kurikulum 2000 Strategi pengembangan program 1. Semua mata ajaran telah memiliki GBPP dan mayoritas telah memiliki SAP. pemerintah) 4. rasio dosen mahasiswa (1:10). sarana dan - Kekuatan Memiliki program PMDK kelemahan . sehingga perlu menyusun kurikulum dengan bench-marking internasional dalam kompetensi maupun best practices dalam PBM Peluang Adanya PP 51 tentang pekerjaan kefarmasian merupakan acuan dalam merevisi kurikulum berbasis kompetensi yang ada untuk menghasilkan lulusan yang memenuhi standar nasional. Membuat buku ajar minimal 5 setiap tahun 4. Strategi Konsolidasi 1. Evaluasi kurikulum 2000 dan proses PBM 2. Pembentukan unit kerja pengembangan kurikulum dan proses belajar mengajar 3. Kurikulum Kekuatan Kurikulum berbasis kompetensi (kurikulum 2000) yang dijalankan dengan beberapa revisi masih dapat diterima dan memenuhi kebutuhan stake holder. tetapi undangundang belum mengaturnya sehingga belum terakomodasi dalam kurikulum (eg. Mengirim minimal 25 dosen setiap tahun ke seminar internasional 8. Dana. Redesign kurikulum 5. Ikatan Profesi. Konsolidasi dengan Ikatan Profesi untuk meningkatkan kualitas kurikulum nasional sarjana Farmasi 3. Meningkatkan peran departemen dalam evaluasi PBL 2. Keanggotaan Fakultas/prodi dalam APTFI memungkinkan fakultas untuk meningkatkan standar kualitas sarjana farmasi di masa mendatang dengan kurikulum nasional Wacana nasional tentang perlunya multi program studi dalam bidang farmasi memungkinkan disusunnya kurikulum sarjana farmasi dengan spesifikasi khusus. Konsolidasi dengan stake holder di luar FF-Unair untuk mendapatkan dukungan dalam peningkatan proses PBL Program 1. Studi banding ke manca negara 5. Dosen pengajar memiliki kompetensi yang memenuhi persyaratan yang ditentukan peraturan. alat kesehatan) Kurikulum masih bersifat gereral Tantangan Pasar global menuntut lulusan yang dapat bersaing dengan lulusan manca negara untuk bekerja di Indonesia. kelemahan Beberapa mata ajaran masih overlaping. Bench-marking dengan Universitas di dalam maupun luar negeri 2.

Pedoman prosedur penggunaan dana belum berjalan lancar . Update situs http//www.Dana untuk perawatan instrumen /sparepart belum optimal . Koordinasi antar penanggung jawab ruang praktikum/laboratorium untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas serta monitoring penggunaan alat Strategi pengembangan program 1.Belum semua instrumen di laboratorium mempunyai SOP tertulis .ff unai ac id 4. utamanya fungsi unit BABE agar dapat bersaing dengan lembaga sejenis lain - - Strategi Konsolidasi 1. Optimalisasi peran audit internal 4. khususnya Industri farmasi dalam pengadaan sparepart/bahan praktikum Tantangan Audit keuangan fakultas oleh akuntan publik Wajar Tanpa Perkecualian Meningkatkan kinerja ULP yang telah terakreditasi ISO 17025 agar dapat memberikan dukungan bagi fakultas. OHP. Menjalin komunikasi intensif dengan alumni dan stake holder lain 5. Mengembangkan kemampuan ULP untuk melayani kebutuhan pelanggan agar sesuai dengan tuntutan pasar global 3. LCD .Jumlah operator instrumen/analis delum sesuai dengan jumlah instrumen yang ada . audiovisual lain) Sarana Praktikum layak (laboratorium dengan kapasitas 60 mahasiswa/prakt.prasarana dengan peminat yang sesuai target Mempunyai RGU yang dapat memberikan masukan pada fakultas/prodi Secara periodik memperoleh PHK yang dapat mendukung program Fakultas Ada kerjasama dengan beberapa institusi di luar Unair secara rutin ada Sarana kuliah layak (dilengkapi AC.Instruksi kerja untuk penggunaan bersama instrumen antar departemen belum tersosialisasi dengan baik . Meningkatkan peran komisi pengabdian kepada masyarakat dan komisi penelitian dalam rencana dan monitoring PHK 3. LIPI. instrumen yang ada terlampir dalam borang) Student centre layak (dilengkapi dengan hot spot di beberapa lokasi) Internet dan parkir gratis untuk dosen dan mahasiswa anggaran . memelihara loyalitas pelanggan 2. Memperoleh PHK secara berkelanjutan 2. Promosi ULP lebih intensif.Belum ada monitoring limbah laboratorium/praktikum yang kontinyu peluang .Unair-BHMN mulai sosialisasi tertib RKAT agar keuangan universitas dapat diaudit oleh akuntan publik dengan hasil Wajar Tanpa Perkecualian . Menjalin kerja sama dengan Institusi yang dapat mendukung program FF-Unair (Depkes.Kerjasama yang baik dengan stake holder. BioFarma dan Industri Farmasi lain) . Memperoleh PHK secara berkelanjutan Program Jangka panjang: 1. BKKBN. Meningkatkan peran departemen dalam perencanaan anggaran/keuangan prodi/fakultas 2.

yang jelas meskipun ada perbedaan dengan struktur organisasi Unair-BHMN Adanya dokumentasi 2. Meningkatkan peran departemen dalam penyusunan RKAT 2. Peningkatan kemampuan 1. Audit ruang praktikum/labolatorium PROSES NO 1. 4. Melaksananan aktifitas Program B. Sistem monitoring yang efisien Strategi Konsolidasi Mengembangkan struktur organisasi yang sesuai dengan Unair-BHMN. Adanya program pengembangan jangka pendek. Kalibrasi apparatus dan instrumen praktikum danTraining operator 6. 4. Tertib pedoman prosedur RKAT 3. Penyesuaian struktur organisasi sesuai dengan Unair BHMN Jangka pendek . SWOT Kekuatan Adanya struktur organisasi 1. tanggung jawab dan wewenang pimpinan dan staf FF-Unair. Kemajuan Iptek dibidang komunikasi. perusahaan dan stakeholder lainnya Program Jangka panjang 1. Perubahan Status UNAIR BHMN kompetitif untuk program yang 2. menengah dan panjang Adanya program yang bersifat kesinambungan Adanya komunikasi secara online melalui email dan milling list kelemahan Belum adanya sinkronisasi yang memadai antara struktur organisasi prodi S1 farmasi dengan ketentuan Unair BHMN Belum adanya iklim strategis dalam menanggapi perubahan organisasi dan keilmuan Peluang Tantangan 1.Jangka pendek : 1. 5. 7. Peningkatan pendanaan dalam merancang organisasi yang bersifat good governance. Promosi ULP. Evaluasi RENSTRA 2005-2010 dan Persiapan RENSTRA 2010-2015 2. Pengadaan spare part dan Instrumen laboratorium (yang jumlahnya terbatas dan efisiensi penggunaan bahan praktikum. Kemajuan perguruan tinggi lain bersifat strategis. sebagai kompetitor 2. peningkatan efisiensi bentuk organisasi yang mendukung kegiatan secara berkesinambungan Strategi pengembangan program Tindak lanjut pengembangan dan implementasi pengembangan organisasi dengan perguruan tinggi. 2. KOMPONEN Tatapamong 1.2c sesuai rencana 5. khususnya unit BABE 4. 3. tentang Tugas. 3.

3. tanggungjawab. wewenang yang jelas meskipun belum sesuai dengan Unair-BHMN Adanya pengembangan program yang berbasis pada evaluasi diri. Peningkatan pendanaan dalam 2.Materi kuliah dikaji ulang setiap awal optimal . 3. 1. 4. perusahaan dan stakeholder lainnya Program Jangka panjang Evaluasi RENSTRA 2005-2010 dan Persiapan RENSTRA 2010-2015 Penyesuaian struktur organisasi sesuai dengan Unair BHMN Jangka pendek Pembenahan evaluasi kegiatan dan penyusunan organisasi yang mendukung pelaksanaan kegiatan secara berkesinambungan NO 3. komunikasi. 5. 2. 2. 6.Hampir semua mata Ajaran telah . SWOT Kekuatan Adanya struktur. KOMPONEN Kepemimpinan pengelolaan program 1. Sistem monitoring yang efisien Kelemahan Belum efisiennya evaluasi pelaksanaan program Tantangan Perubahan status UnairBHMN Kemajuan perguruan tinggi lain sebagai kompetitor Strategi Konsolidasi Mengembangkan struktur organisasi yang sesuai dengan Unair-BHMN. KOMPONEN Proses pembelajaran SWOT Kekuatan Kelemahan . botton up dan partisipasi semua unsur di FF Unair. Adanya pelaksanaan program secara bersama-sama Adanya evaluasi pelaksanaan program yang terencana Adanya komunikasi dua arah antara pimpinan dan pelaksanan baik dengan media konvensional maupun online Adanya transparansi dalam pengelolaan dana Peluang Kemajuan Iptek dibidang 1. peningkatan efisiensi bentuk organisasi yang mendukung kegiatan secara berkesinambungan Strategi pengembangan program Tindak lanjut pengembangan dan implementasi pengembangan organisasi dengan perguruan tinggi.Monitoring pelaksanaan GBPP memiliki GBPP dan SAP dan SAP oleh departemen belum . merancang organisasi yang bersifat good governance.Pembenahan evaluasi kegiatan dan penyusunan organisasi yang mendukung pelaksanaan kegiatan secara berkesinambungan NO 2. 1.

Koordinasi pelaksanaan Program Ko-kurikuler. dosen dan orang tua . kelas paralel.Evaluasi periodik proses belajar mahasiswa belum optimal (proses DO lama) . buku ajar dan modul dll) .Melakukan sinkronisasi proses pelaksanaan kegiatan Kokurikuler dan ekstra kurikuler dengan program intrakurikuler .Unair BHMN dalam proses menata ulang sistem penghargaan/insentif dosen/tenaga kependidikan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses pembelajaran Tantangan . program khusus) terselenggara sesuai target .Hasil belajar mahasiswa dalam beberapa mata ajaran masih belum efektif (nilai E >10% .1% . Menjalin kerjasama dengan instansi pendidikan farmasi di dalam dan luar negeri untuk meningkatkan kompetensi mengajar dosen maupun efisiensi dan efektifitas proses belajar mahasiswa 3.Diktat kuliah/praktikum diberikan gratis .Fasilitas/dana untuk pelaksanaan program ekstra kurikuler dari DIKTI/Unair semakin meningkat .Mengundang dosen tamu/pakar untuk memberikan kuliah kepada mahasiswa dan dosen Strategi Konsolidasi 1. e-learning.Program intensifikasi pembelajaran dan evaluasinya (open semester. Ujian perbaikan.Nilai evaluasi MA dapat dimonitor di program susiakad (internet/intranet) oleh mahasiswa.Laporan hasil belajar (KHS) belum dapat dikirim tepat waktu. Intensifikasi sosialisasi program akademik dan non akademik melalui website 3.Pencapaian kompetensi target pembelajaran belum maksimal.Mengirim mahasiswa ke luar negeri untuk melakukan studi banding atau pertukaran mahasiswa .Meyakinkan mahasiswa bahwa proses pembelajaran yang dijalankan adalah yang terbaik saat ini untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi sesuai undang-undang. ekstra – kurikuler dan intrakurikuler belum optimal. dan stake holder mempunyai komitmen tinggi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran . Meningkatkan kerjasama dengan alumni dan stake holder lain untuk mendapatkan fasilitas magang/pelatihan bagi mahasiswa 2.Telah memiliki program aplikasi untuk monitoring kehadiran mahasiswa/ dosen (program susiakad) dalam perkuliahan .Koordinasi pelaksanaan program ko-kurikuler. dan jumlah peserta mata kuliah >300 mahasiswa) . Koordinasi dengan LP3 Unair dan Penjaminan Mutu Unair untuk perbaikan kualitas bahan. Peluang . .Alumni.Jadwal pelaksanaan kuliah/praktikum sesuai BAKA (terbit tiap awal semester) . menjalin komunikasi Intensif dengan BEM dan perwakilan mahasiswa tiap angkatan Strategi pengembangan program 1. . .RATA-RATA AEE 3 TAHUN TERAKHIR 23.semester dalam rapat tim teaching . media pembelajaran maupun metode pembelajaran (pembuatan e-book. semester pendek. Menyediakan fasilitas yang layak dan meningkatkan penggunaan intranet/internet untuk kegiatan akademik 4.DIKTI menyediakan dana untuk peningkatan kompetensi mengajar dosen dalam berbagai bentuk proyek melalui LP3 maupun PPM .Koordinasi dengan MA yang diampu dosen diluar FF-Unair belum maksimal . ekstra-kurikuler dan intra kurikuler dalam fakultas dan universitas 2.

semester pendek.Kegiatan non akademik belum tertib kerohanian. revisi diktat.group mulai Keterlibatan mahasiswa intensif . (2 tahun pertama. kewirausahaan dll.Program Jangka panjang 1. terdokumentasi. Peningkatan kualitas program aplikasi administrasi akademik 5. Efisiensi pelaksanaan kelas paralel. Efisiensi proses evaluasi belajar mahasiswa. Benchmarking dengan pendidikan tinggi farmasi Nasional maupun Internasional Jangka pendek 1. Intensifikasi monitoring proses pembelajaran dan administrasi akademik 2. Peningkatan kualitas dan kuantitas fasilitas belajar 3. revisi GBPP/SAP). Persiapan redesign kurikulum NO 4. ekstraBanyak mahasiswa yang kurikuler dengan intra kurikuler terlibat dalam penelitian dosen. belum optimal Banyak mahasiswa. Peningkatan kualitas dan kuantitas projek penelitian dosen yang melibatkan mahasiswa. 6. utamanya program pengembangan prestasi non akademik. untuk dosen dan mahasiswa telah sering dilakukan Sudah ada sinergi yang efektif antara dosen-mahasiswa dan karyawan sehingga FF-Unair dapat memperoleh PHK berturutturut sejak tahun 2000 (QUE . Mencapai target mutu tiap departemen untuk proses pembelajaran (jumlah buku ajar. PHB dll) 5. Intensifikasi evaluasi kinerja dosen. peningkatan jurnal yang terakreditasi nasional motivasi sukses/pembinaan . dan program khusus untuk mahasiswa yang terancam DO 1. Sinkronisasi program kemahasiswaan (SKP) dengan program akademik (SKS) 6.Koordinasi jadwal pelaksanaan dalam proses pendidikan baik program ko-kurikuler. Ujian Perbaikan. belum kreatifitas mahasiswa DIKTI maksimal Komunikasi melalui website SKP baru diberlakukan pada dosen ff unair@yahoo. Dan RTM ff mahasiswa mulai angkatan 2009 unair @yahoo. berhasil dalam prestasi mahasiswa. proses pembelajaran. proses administrasi akademik oleh audit internal maupun departemen 4. open semester. dengan Penghargaan terhadap bimbingan dosen. Peningkatan kompetensi mengajar dan keilmuan dosen 4. seni. dan lewat masa studi) 2. Belum dapat menerbitkan misal olah raga. dalam kegiatan ekstra kurikuler Rutin terselenggara joint dibatasi oleh jadwal pembelajaran conference/seminar yang akademik yang ketat. KOMPONEN Suasana akademik - - - - - SWOT Kekuatan Kelemahan Interaksi dosen-mahasiswa . Intensifikasi proses monitoring program skripsi mahasiswa 3. khususnya yang sedang skripsi (project grant. utamanya melibatkan mahasiswa/dosen dari praktikum perguruan tinggi farmasi dalam Menulis karya ilmiah/populer dan luar negeri (dosen) belum membudaya Komunikasi non akademik. judisium sarjana.

project) sampai 2009 (IM-here B2c) Peluang Tantangan .Meningkatkan jumlah paten dari hasil dapat mendukung berbagai penelitian/pengabdian kepada program pendidikan. mahasiswa dengan kriteria ekonomi Beberapa dosen FFUA maupun prestasi memiliki prestasi yang diakui . dengan peserta/pembicara nasional/internasional Program Jangka panjang : 1. dosen-mahasiswa dan antar mahasiswa 4. 3. khususnya dalam hal pendidikan dan penelitian. Memudahkan evaluasi proses/akomodasi kritik melalui PTPP (permintaan Tindakan pencegahan dan perbaikan) 5. Strategi Konsolidasi 1. Intensifikasi peran komisi kemahasiswaan dan komisi pengabdian kepada masyarakat Jangka pendek : . Menyelenggarakan konferensi/seminar/pelatihan dll. Koordinasi pelaksanaan program ko-kurikuler. Mengadakan berbagai kompetisi (akademik maupun non akademik) yang melibatkan sivitas akademik 4.Menjalin lebih banyak hubungan baik secara nasional/institusi dengan industri obat/obat tradisional/ Internasional sehingga dapat maupun kosmetik untuk meningkatdigunakan sebagai trigger untuk kan kegunaan hasil penelitian dosen/ meningkat-kan atmosfer akademik mahasiswa. yang sudah dilakukan pengabdian kepada masyarakat dosen/mahasiswa yang melibatkan mahasiswa .Menjalin kerjasama dengan pihak program ekstra kurikuler dari ketiga untuk meningkatkan kuantitas DIKTI/UNAIR semakin meningkat maupun kualitas beasiswa bagi jumlahnya. ekstra-kurikuler dengan intra kurikuler 2. Meningkatkan penghargaan yang diberikan kepada mahasiswa/dosen yang berprestasi/dedikasi tinggi. magang mahasiswa Perolehan berbagai PHB . penelitian. termasuk studi lanjut bagi dosen. Meningkatkan kualitas dan kuantitas mahasiswa untuk mengikuti barbagai kompetisi akademik maupun non akademik keluar fakultas/universitas 4. Menjalin kerjasama dengan instansi pendidikan farmasi di dalam dan luar negeri untuk meningkatkan kompetensi mengajar dosen maupun efisiensi dan efektifitas proses belajar mahasiswa 3. Meningkatkan kerjasama dengan alumni dan stake holder lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mendapatkan fasilitas magang/pelatihan bagi mahasiswa 2. Memelihara dan menambah fasilitas olah-raga maupun unit kegiatan mahasiswa lainnya 6. masyarakat. Menjalin komunikasi yang efisien dan efektif diantara sesama dosen. Menerbitkan jurnal terakreditasi nasional 5. Intensif menjalin kerjasama dengan Universitas manca negara .Fasilitas/dana untuk pelaksanaan . Intensifikasi sosialisasi program2 DIKTI untuk meningkatkan jumlah dosen/mahasiswa yang ikut berkompetisi Strategi pengembangan program 1. Rutin berupaya memperoleh PHB untuk mendukung sarana pendidikan dan penelitian 3. 2.

Adanya internet dan intranet pengadaan baru yang besar. Kapasitas jaringan belum optimal 3. Menambah kapasitas bandwidh untuk intranet maupun internet 2. maupun internet (http//www.UNAIR ac.unair spesifik FF-Unair @ yahoo group. Intensifikasi penggunaan jaringan internet (melalui situs ffunair group) untuk penyampaian informasi resmi kepada dosen maupun mahasiswa 4. Menambah jumlah operator dan programer dan training intensif 3. dosen 5. KOMPONEN Sistem Informasi SWOT Kekuatan Kelemahan 1. Ada program terintegrasi dengan tahap sosialisasi transfer informasi Universitas dalam pengelolaan melalui website. Universitas membeli/memiliki pada saat beban puncak beberapa program yang legal 4. Program susiakad yang tersedia digunakan oleh semua masih perlu dikembangkan untuk fakultas/prodi mengakomodasi administrasi PBM 4. Membiayai dosen/mahasiswa ke pertemuan ilmiah 4. Memperbanyak jumlah hot spot .) 2.UTM dan beberapa seminar nasional 3. alokasi dana pemeliharaan dan . PNBP/APBN. Sudah ada jaringan lokal (LAN) 1.unair@yahoo group dan Alumni jurnal di perpustakaan FF-Unair ff unair@yahoo group untuk perlu ditingkatkan memudahkan komunikasi.unair. yang mempunyai jaringan dengan banyak perpustakaan dalam dan luar negeri Peluang Tantangan .PHB dari DIKTI (QUE-proyek.Banyak e-book dan e-journal yang dapat di akses gratis Strategi Konsolidasi 1. yang mempermudah dan mempercepat tidak mungkin hanya berasal dari penyampaian informasi. administrasi SDM. serta sarana promosi . Menyelenggarakan joint-conference dengan USM. FF. Menyelenggarakan berbagai kompetisi (akademik dan non akademik) pada perayaan lustrum fakultas maupun Dies natalis Universitas NO 5. Rutin up dating situs http:WWW . 5. SDM lain dalam level operator. 3.id. Sudah ada komunitas RTM ff. Dosen maupun mahasiswa dalam 2. Sosialisasi program PKM dan melakukan training pembimbing PKM 2. Untuk itu FF-Unair melancarkan proses administrasi harus selalu berupaya mendapatkan akademik. Koleksi (hard copy) textbook dan ff. kontinyu di update. Perpustakaan Unair merupakan sentra informasi tentang kesehatan/kedokteran di Indonesia timur.1. Mengundang dosen tamu/pakar 5. Untuk itu perlu memperlancar proses belajar. akademik. Kemajuan pesat ITC menyebabkan program PHK B2c) dapat software/instrument/bahan ajar meningkatkan pengadaan segera out of date bila tidak secara berbagai sarana ITC .FF.ac. mempermudah sumber dana lain untuk menjamin pengolahan dan pembuatan sustainability laporan evaluasi akademik.id 5. Hanya mempunyai 1 programmer.

EPSBED S1 farmasi dinyatakan valid Audit internal/eksternal ISO rutin 4. Meningkatkan pengadaan textbook dan journal yang tidak dapat di download melalui internet Strategi pengembangan program 1.id untuk monitoring PBL dan evaluasi PBL oleh mahasiswa. 3. Informasi Obat dan Makanan) Program Jangka panjang: 1. SWOT Kekuatan FF-Unair 1.id dalam bahasa internasional 4.unair@ya hoo group dan Alumni ff unair@yahoo group. Menata etik penyebaran informasi yang melalui komunitas RTM ff. Meningkatkan efisiensi dan efektitas program susiakad. dosen ff. FF-Unair telah rutin melakukan evaluasi diri 3. 6. tenaga kependidikan dan pimpinan FFUnair mempunyai komitmen tinggi untuk melakukan peningkatan kualitas prodi farmasi Peluang Kelemahan Belum semua area teraudit Sosialisasi PTPP belum maksimal Struktur administrasi dan struktur fungsional satuan penjaminan mutu fakultas belum solid Pedoman Prosedur ISO 9001-2008 belum seluruhnya diaplikasikan Tantangan . Evaluasi diri dan akreditasi program studi) 3. 4. orang tua. Menambah programer/operator dan melakukan intensif training SDM yang ada Jangka pendek : 1.ac.ac. alumni maupun stake holder yang lain 2. dosen ff. Menambah kapasitas bandwidh untuk intranet maupun internet 6. dilakukan mulai 2008 Audit kepatuhan on line oleh PPM Universitas sudah dilakukan ( mulai 2009 ) Dosen. Melakukan pemeliharaan dan perbaikan sofware maupun hardware ITC secara periodik 4.unair. Mengembangkan program aplikasi untuk menjaring masukan dari pengguna lulusan. KOMPONEN Penjaminan Mutu 1.ac. pimpinan manajemen lain (termasuk untuk penyusunan EPSBED. 2. 2. Mengembangkan media promosi fakultas/program studi melalui jejaring sosial internet 3. Intensif updating performace situs ff. dosen.id 3. Menyajikan situs ff. Meningkatkan kualitas komunikasi melalui RTM ff. Sosialisasi intensif beberapa provider yang dilanggan oleh perpustakaan Unair yang dapat diakses di area hot spot FFUnair 5.ff.6.unair. 2. Mengembangkan program aplikasi untuk pengabdian masyarakat (konsultasi obat. Menambah jumlah hotspot di area FF-Unair NO 6.unair @ yahoo group.unair@ya hoo group dan Alumni ff unair@yahoo group.unair @ yahoo group. 5. tersertifikasi ISO 9001-2008 mulai Agustus tahun 2008 2.unair.

KNRT. Peningkatan efisiensi dan efektifitas RTM dalam menindaklanjuti PTPP 6. 5. 4. Unair memperoleh sertifikasi ISO 9001-2008 IWA 2 (pada tahun 2009) 2. versi Webometrics) 3. Intensifikasi sosialisasi PP dan IK kepada owner proses NO 7. bersifat jangka panjang Sumber daya peneliti besar baik 2. SWOT Kekuatan Adanya roadmap penelitian yang 1. Sinkronisasi PP yang sudah ada dengan PP sistem manajemen mutu Airlangga Integrated Manajement system (AIMS) 2. Pelatihan/refreshing course untuk auditor internal 3. Evaluasi pencapaian target mutu setiap departemen maupun bagian secara periodik 4.1. KOMPONEN Penelitian 1. Beberapa institusi manca negara sudah mengakui kompetensi FF-Unair dalam melakukan kerjasama. Menjamin pelaksanaan audit internal sesuai jadwal 2. yang bergelar s2 maupun s3 Meningkatnya jumlah proyek penelitian yang diberikan oleh pihak lain seperti DIKTI. 1643 dunia. 3. Intensifikasi PTPP (Permintaan Tindakan Pencegahan dan Perbaikan) terhadap proses maupun target mutu 3. Secara periodik meningkatkan target mutu Strategi pengembangan program 1. Memenangkan kompetisi pencapaian standar mutu diantara institusi yang memperoleh sertifikat ISO 9001-2008 Program Jangka panjang : 1. 3. Akreditasi 2. Menjamin regenerasi dan peningkatan kemampuan auditor internal 3. Adanya kerjasama penelitian Kelemahan Belum adanya dokumentasi penelitian yang memadai Belum adanya reward yang memadai bagi peneliti dan pembimbing mahasiswa yang melakukan penelitian Program penelitian yang bersifat kontinuitas belum terlaksanakan dengan baik Belum adanya aplikasi hasil penelitian yang menjadi jawaban . Revisi PP dan IK yang tidak valid 5. Membuat sistematika penyusunan laporan evaluasi prodi :EPSBED Evaluasi Diri. Meningkatkan peringkat kepatuhan (penjaminan mutu) dalam kompetisi diantara institusi yang sudah tersertifikasi ISO 9001-2008 Strategi Konsolidasi 1. Revisi PP dan IK yang tidak valid 5. Pimpinan Universitas mempunyai komitmen untuk menjadikan Unair Word Class University (tahun 2009 peringkat 40 di asia tenggara. BKKBN dan lain-lain Adanya proyek grant yang diberikan oleh FF Unair 4. Intensifikasi sosialisasi PP dan IK kepada owner proses 4. utamanya dalam pendidikan dan penelitian 1. 2. Meningkatkan target mutu secara periodik Jangka pendek 1. melakukan audit internal setiap semester 2. Menjamin validitas hasil audit internal dan eksternal secara periodik (terjadwal dan rutin) 2.

Kemajuan perguruan tinggi lain sebagai Reseach University 1. Tidak adanya alokasi dana pengabdian kepada masyarakat secara terprogram 4. Penataan SDM 2. Pendataan dan penataan dokumen penelitian sehingga menjadi sarana rujukan dalam pengembangan penelitian. Evaluasi RENSTRA 2005-2010 dan Persiapan RENSTRA 2010-2015 Penataan ulang penelitian dan research group Implementasi penelitian yang bersifat kolaboratif dengan pihak lain Evaluasi roadmap penelitian Jangka pendek 1. Penataan dan dokumentasi penelitian 3. 4. Terbentuknya roadmap yang jelas dan terintegrasi dalam pendidikan. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat baik yang bersifat jangka pendek. Sumber daya manusia untuk pengabdian kepada masyarakat baik yang bergelar s2 maupun s3 sangat memadai 2. Meningkatnya jumlah proyek pengabdian yang diberikan oleh pihak lain seperti DIKTI. panjang dan menengah 2. Peningkatan kualitas manajemen penelitian NO 8. Belum adanya dokumentasi . KOMPONEN Pengabdian Kepada Masyarakat SWOT Kekuatan 1. BKKBN dan lain-lain 3. Menata ulang penelitian dan kelompok penelitian Program Jangka panjang : 1. Belum adanya integrasi dalam pengabdian kepada masyarakat sehingga nampak soliter dan tidak berkelanjutan 5. 3.dengan pihak lain baik didalam maupun diluar negeri Peluang Peningkatan jumlah grant yang ditawarkan oleh pihak lain 2. Tantangan Perkembangan teknologi dan informasi dalam pendekatan penelitian 2. 3. Bekerjasama dengan perguruan tinggi lain atau institusi lain baik didalam negeri maupun diluar negeri untuk meningkatkan kerjasama 2. Banyaknya penelitian yang telah dilaksanakan dan mendukung upaya pengabdian kepada masyarakat Kelemahan 1. Mengembangkan jaringan kerjasama yang lebih luas dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Strategi pengembangan program 1. Belum adanya implementasi hasil penelitian kedalam wadah nyata pengabdian kepada masyarakat 3. Strategi Konsolidasi 1. Adanya grant yang ditawarkan oleh FF-Unair dalam pembentukan research group 1. Belum adanya roadmap pengabdian kepada masyarakat baik jangka pendek. KNRT. 4. menengah dan panjang 2. Pembentukan kelompok-kelompok penelitian. 2. kebutuhan masyarakat.

Mengembangkan jaringan kerjasama yang lebih luas dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Strategi pengembangan program 1. kerjasama terimplementasikan perusahaan atau stakeholder lain dalam program pengembangan baik di dalam negeri maupun di FF-UNAIR yang luar negeri berkesinambungan 2. Adanya dana pengabdian 1. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat baik yang bersifat jangka pendek. Pembentukan kelompok-kelompok pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidang penelitian dan keilmuan 2. Banyak kerjasama yang belum pengendali kerjasama (Wakil menghasilkan realisasi program. Sudah adanya pejabat 2. Tuntutan perguruan tinggi sebagai ditawarkan oleh Dikti center of excelent dalam 2. Perkembangan teknologi dan kepada masyarakat yang informasi dalam pendekatan meningkat melalui proyek yang 2. KOMPONEN Kerjasama SWOT Kekuatan Kelemahan 1. Dekan III) Peluang Tantangan 1. Integrasi pendidikan. Terbentuknya roadmap pengabdian kepada masyarakat yang jelas dan terintegrasi dalam pendidikan. Menjalin kerjasama dengan mitra atau industri dan masyarakat penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat. Jangka pendek 1. Belum keseluruhan kerangka kerjasama dengan universitas. Melakukan Reakreditasi dan sertifikasi penjaminan mutu eksternal (ISO 9001-2008 IWA 2) Program Jangka panjang : 1.pelaksanaan pengabdian masyarakat sehingga nampak. panjang dan menengah serta bersifat kontinyu 2. Kemajuan perguruan tinggi lain . Adanya penawaran kerjasama 1. Sudah adanya kerangka 1. Pendataan dan penataan dokumen pengabdian kepada masyarakat sehingga menjadi sarana rujukan dalam pengembangan pengabdian kepada masyarakat. Pembentukan roadmap pengabdian kepada masyarakat 2. Menjalin kerjasama penyelenggaraan pengabdian dengan Universitas manca 2. Peluang Tantangan 1. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat NO 8. Adanya peningkatan CSR mendukung kemajuan perusahaan atau mitra yang masyarakat penelitian dapat dikembangkan untuk pengabdian masyarakat Strategi Konsolidasi 1. 3.

5) = 39. maksimal kurikulum dan suasana akademis . perusahaan dan stakeholder lainnya 2. Pendataan dan penataan dokumen kerjasama sehingga menjadi sarana implementasi dan tindak lanjut Strategi pengembangan program 1.7%.8% (kelompok SPMB secara umum lebih tinggi dari kelompok PMDK  IPK (3. Pembentukan kelas internasional dan double degree dalam Strategi Konsolidasi 1.0) = 35. perusahaan dan stakeholder lain baik di dalam negeri maupun di luar negeri 2. Menjalin kerjasama penyelenggaraan pendidikan dengan Universitas manca (double degree. Evaluasi RENSTRA 2005-2010 dan Persiapan RENSTRA 2010-2015 2. kuat .Mayoritas lulusan bekerja dibidang Kemampuan bahasa Inggris kefarmasian kurang memuaskan . KOMPONEN Lulusan SWOT Kekuatan Kelemahan .1 %. Perluasan cakupan kerjasama baik pendidikan. Kemajuan teknologi pendidikan.sanwich) Jangka pendek Penataan implementasi kerjasma yang sudah ada LUARAN NO 1.IPK rerata mahasiswa belum merata  IPK (2.9 % ( cum laude ) Prosentase Lulus tepat  Selesai skripsi 2 semester 72% waktu mahasiswa kelompok PMDK  Lulus tepat waktu : 68. PMDK=56.5 = 8. penelitian dan menunjang kerjasama pengabdia kepada masyarakat 2.6% umum). meskipun (SPMB=82.Mayoritas lulusan bangga dan puas Tracer studi lulusan belum dengan proses pembelajaran.  IPK>3.3 tahun terakhir rata-rata: .Prosentase lulusan (sebagai Rasa percaya diri lulusan apoteker) mendapatkan pekerjaan kurang kurang kuat pertama <3 bulan setelah lulus Jaringan alumni masih belum mencapai lebih dari 50%. Peningkatan dana pengembangan kerjasama 3.0-3.5-3.dari pihak lain untuk sebagai kompetitor meningkatkan kualitas 2. penelitian maupun pengadian kepada masyarakat. Program Jangka panjang : 1. . Penataan ulang kerjasama dan implementasinya 3. Tindak lanjut pengembangan dan implementasi kerjasama dengan perguruan tinggi.3% rata-rata masih 56. Mengembangkan kerjasama yang telah ada dan memperluas kerjasama mutualisme dengan perguruan tinggi.1%) cenderung terus meningkat.

. Misalnya untuk mencapai batas nilai ELPT (skore > 450) yang harus dipenuhi sebelum menerima ijazah 3.PP 51 tentang pekerjaan kefarmalulusan agar diterima pasar kerja sian menjamin pasar kerja sarjana dalam dan luar negeri farmasi maupun apoteker. Melakukan tracer studi 4.yang mereka terima selama menempuh pendidikan di FF-Unair.Lulusan (sebagai Apoteker) berwenang dan berpeluang melakukan wirausaha apotek maupun industri jamu/fitofarmaka Strategi Konsolidasi 1. Melakukan PTPP terhadap mahasiswa yang terlambat menyelesaikan studi 2. Peluang Tantangan . Meningkatkan prosentase mahasiswa lulus tepat waktu 3. . Meningkatkan prosentase lulusan dengan masa tunggu mendapatkan pekerjaan pertama < 3 bulan 4. . Membentuk jaringan alumni yang kuat Jangka pendek : 1. Menjaga status akreditasi dan status sertifikasi (internasional) prodi 2.Meningkatkan standar kompetensi . Meningkatkan kinerja bursa kerja Unair maupun FF-Unair 4. Memfasilitasi pengguna lulusan untuk melakukan rekrutmen calon pegawai di FF-Unair 5. khususnya kepada mahasiswa yang akan lulus.Sudah ada lulusan FF-Unair yang diterima baik/diakui kompetensinya oleh pasar kerja di luar negeri . memperkuat jaringan alumni Program Jangka panjang 1. Menjalin kerja sama yang lebih baik dengan pengguna lulusan untuk meningkatkan peluang kerja lulusan dan menjaga link and match lulusan dengan kebutuhan pasar kerja 3. Membantu alumni memecahkan permasalahan dalam bekerja melalui jejaring internet . memperkecil variasi IPK antar mahasiswa 2. Memberikan jaminan keberlangsungan status akreditasi program studi maupun sertifikasi sistem manajemen 2.Status akreditasi FF-unair memfasilitasi lulusan dalam kompetisi pasar kerja . untuk memenangkan kompetisi penguasaan teknologi. Intensifikasi pelatihan wira-usaha Strategi pengembangan program 1. Terus menerus secara periodik melakukan baku mutu dan revisi kurikulum untuk memenuhi link and match dengan kebutuhan pasar 3.Jawaban kuesioner yang dikirim .Lulusan apoteker di Indonesia + kepada pengguna menyatakan 4000/per tahun. Memberikan pelatihan/traning untuk mencapai kompetensi non akademik lain . Meningkatkan IPK lulusan. Intensifikasi tracer studi 5. mengharuskan lulusan unair dinilai baik dalam hal lulusan memiliki spesifikasi khusus kemampuan profesional. kerja sama pasar kerja dll.

HASIL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SWOT Kekuatan 1. SKRIPSI. Pembentukan integrasi terarah dan terencana antara skripsi. Adanya dokumentasi yang baik terhadap skripsi dan hasil penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat 3. 2. Pembentukan media yang memadai untuk sarana publikasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Strategi pengembangan program 1. Bekerjasama dengan perguruan tinggi lain atau institusi lain baik didalam negeri maupun diluar negeri untuk pemanfaat hasil penelitian Program Jangka menengah : 1. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi lebih berkualitas 2. Evaluasi RENSTRA 2005-2010 dan Persiapan RENSTRA 2010-2015 2. Adanya publikasi yang terakreditasi dari lembaga lain Tantangan 1. Penataan ulang penelitian dan research group . terarah dan kontinu 2. model dan jasa yang dapat diterpkan kepada masyarakat 4. Adanya perhitungan indeks saintifik bagi peneliti untuk peningkatan building capacity dan quality Strategi Konsolidasi 1. Belum banyak penelitian yang bersifat kontinuous sampai menghasilkan produk. Kemajuan perguruan tinggi lain sebagai Reseach University 3.LUARAN NO KOMPONEN 2. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat baik yang bersifat jangka pendek. Bekerjasama dengan perguruan tinggi lain atau institusi lain baik didalam negeri maupun diluar negeri untuk publikasi karya ilmiah 3. Adanya integrasi antara penelitian dosen dan mahasiswa mahasiswa ke dalam group research sehingga kualitas hasil skripsi. Perkembangan teknologi dan informasi dalam publikasi hasil skripsi. Aplikasi roadmap yang jelas dan terintegrasi dalam pendidikan. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat 3. Pemanfaatan hasil pentlitian masih dalam lingkungan kampus Peluang 1. MODELMODEL. Pendataan dan penataan dokumen penelitian sehingga menjadi sarana rujukan dalam pengembangan penelitian. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat termasuk publikasinya. 4. Pengembangan Majalah Farmasi Ailrangga menjadi 2 journal ilmiah dibidang pharmaceutical sciences (Journal of Pharmaceutical Sciences) dan applied sciences (Journal of Clinical and Social Pharmacy) 2. Adanya hasil hasil skripsi. Pembenahan road map penelitian yang jelas. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat 2. panjang dan menengah sehingga penelitian bisa bersifat kontinu 3. Belum adanya media di lingkungan FF Unair yang memadai untuk publikasi hasil skripsi mahasiswa. HASIL PENELITIAN. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang telah diterbitkan ke dalam journal nasional terakreditasi maupun journal internasional Kelemahan 1. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat 2. Belum adanya citasi dan ensiklopedia di FF Unair berkaitan dengan hasil skripsi.

1. . bahwa pelayanan kesehatan bidan praktek mandiri tersebut kurang ( Rhiea. memiliki perijinan (SIPB). melengkapi adminisrasi. 2012:01) Bidan Praktek Mandiri memiliki berbagai persyaratan khusus untuk menjalankan prakteknya. Bidan yang menjalankan praktek harus memiliki Surat Izin Praktek Bidan (SIPB) sehingga dapat menjalankan praktek pada saran kesehatan atau program. Supaya masyarakat pengguna jasa layanan bidan memperoleh akses pelayanan yang bermutu. 2011 : 01) Praktek pelayanan bidan mandiri merupakan penyedia layanan kesehatan. keluarga. Pengertian BPM Bidan Praktek Mandiri ( BPM ) merupakan bentuk pelayanan kesehatan di bidang kesehatan dasar. yang memiliki kontribusi cukup besar dalam memberikan pelayanan. dan masyarakat) sesuai dengan kewenangan dan kemampuannya. Sehingga masyarakat berasumsi memuaskan. Evaluasi roadmap penelitian Jangka pendek . perlu adanya regulasi pelayanan praktek bidan secara jelas persiapan sebelum bidan melaksanakan pelayanan praktek seperti perizinan. obat – obatan. Namun pada kenyataannya BPM sekarang kurang memperhatikan dan memenuhi kelengkapan praktek serta kebutuhan kliennya. seperti tempat atau ruangan praktek. Peningkatan kualitas manajemen penelitian MEMBUKA BIDAN PRAKTEK MANDIRI Saat saya memiliki kesempatan untuk membuka BPM yang akan saya lakukan supaya BPM saya memenuhi SPK yaitu dengan memenuhi persyaratan pendirian BPM. memiliki perlengkapan asuhan bayi roomingin/rawat gabung dan memberikan pelayanan yang berkualitas. Implementasi penelitian yang bersifat kolaboratif dengan pihak lain 4.3. kelengkapan. 1. (Imamah. Di samping peralatan yang kurang lengkap tindakan dalam memberikan pelayanan kurang ramah dan bersahabat dengan klien. khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak. sarana dan prasarana BPM. menerapkan analisis SWOT. Penataan dan dokumentasi penelitian 3. memenuhi syarat bangunan. peralatan. Praktek bidan adalah serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan kepada pasien (individu. Penataan SDM 2.

10. Mengikuti kegiatan-kegiatan akademis dan pelatihan sesuai dengan bidang tugasnya. Bidan dalam menjalankan praktek harus : a. b.tempat. 12. Persyaratan Pendirian Bidan Praktek Mandiri 1. Memiliki tempat dan ruangan praktek yang memenuhi persyaratan kesehatan. Memiliki peralatan minimal sesuai dengan ketentuan dan melaksanakan prosedur tetap (protap) yang berlaku. 13. ruangan. c. d. Membuat Surat Perjanjian sanggup mematuhi perjanjian yang tertulis. Bidan dalam prakteknya memperkerjakan tenaga bidan yang lain. 2. baik yang diselenggarakan pemerintah maupun oleh organisasi profesi. Persiapan peralatan medis dan medis usaha praktek bidan secara perorangan dengan pelayanan pemeriksaan pertolongan persalinan dan perawatan. Bidan yang menjalankan praktek harus harus mempunyai peralatan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan peralatan harus tersedia ditempat prakteknya. Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan atau saling tukar informasi dengan sesama bidan . 7. 9. Dalam menjalankan tugas bidan harus serta mempertahankan dan meningkatkan keterampilan profesinya antara lain dengan : a. b. yang memiliki SIPB untuk membantu tugas pelayanannya 11. Peralatan yang wajib dimilki dalam menjalankan praktek bidan sesuai dengan jenis pelayanan yang diberikan . Menyediakan obat-obatan sesuai dengan ketentuan peralatan yang berlaku. Surat Pernyataan tidak sedang dalam sanksi profesi/ hukum. Bidan yang menjalankan prakytek harus mencantumkan izin praktek bidannya atau foto copy prakteknya diruang praktek. dan kelengkapan administrasi semuanya harus sesuai dengan standar. peralatan praktek. Menjadi anggota IBI 2. Menyediakan tempat tidur untuk persalinan minimal 1 dan maksimal 5 tempat tidur. Permohonan Surat Ijin Praktek Bidan selaku Swasta Perorangan 3. 5. . Surat Keterangan Ketua Ranting IBI Wilayah 6. 8. atau tempat yang mudah dilihat. Surat Keterangan Kepala Puskesmas Wilayah Setempat Praktek 4.

Mempunyai surat kepemilikan (Surat hak milik / surat hak guna pakai) 2. tidak berbaur dengan kegiatan umum lainnya seperti pusat perbelanjaan. dan dasarnya warna putih. 4. Ukuran papan nama seluas 1 x 1. Mempunyai surat hak guna (surat kontrak bangunan) minimal 2 tahun. Setiap bangunan pelayanan minimal mempunyai ruang priksa. tempat hiburan dan sejenisnya. 2. d. 3. atau yang telah meninggal atau nama lain yang sesuai dengan fungsinya. dan kamar mandi/WC masing-masing 1 buah. Pemasangan papan nama pada tempat yang mudah dan jelas mudah terbaca oleh masyarakat . Selain itu harus memenuhi persyaratan bangunan yang meliputi : a. b. ruang tunggu. 3. yang dapat diambil dari nama yang berjasa dibidang kesehatan. 2. 4. Strength (Kekuatan)  Telah menyelesaikan program SI Kebidanan . Memelihara dan merawat peralatan yang digunakan untuk praktek agar tetap siap dan berfungsi dengan baik. 2. Untuk membedakan setiap identitas maka setiap bentuk pelayan medik dasar swasta harus mempunyai nama tertentu. c.c. Menerapkan Analisis SWOT a. Tidak dekat dengan lokasi bentuk pelayanan sejenisnya dan juga agar sesuai fungsi sosialnya yang salah satu fungsinya adalah mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Papan nama 1. Mempunyai lokasi tersendiri yang telah disetujui oleh pemerintah daerah setempat (tata kota). ruang adsministrasi/kegiatan lain sesuai kebutuhan. 3. Lokasi 1.5 meter. Semua ruangan mempunyai ventilasi dan penerangan/pencahayaan. Tulisan blok warna hitam. Hak dan Guna Pakai 1. Tata ruang 1. Setiap ruang priksa minimal memiliki diameter 2 x 3 meter.

Opportunities (peluang)  Bidan praktek swasta yang ada relatif sedikit Setelah dianalisis pelayanan sebagian bidan di daerah itu kurang memuaskan khususnya dalam bidang kepuasan pelanggan  Bidan-bidan senior kurang bisa meningkatkan kreatifitas sehingga terlihat monoton d. 7. 9. 6. Threats (ancaman)  Adanya persaingan yang tidak sehat Persyaratan menurut KEPMENKES RI NO. 900/MENKES/SK/VII/2002 1. 4. Weakness (Kelemahan)  Sensitif  Berbicara spontan apa adanya. anatara lain : 1. Asuhan persalinan normal LSS Diklat jarak jauh bidan Keluarga berencana Insersi IUD Pemasangan AKBK Pelatihan penanganan HIV AIDS Pelatihan isu gender Pelatian kesehatan reproduksi  Memiliki wajah yang menarik  Memiliki solidaritas yang tinggi  Pandai bersosialisasi  Memiliki rasa humor  Kreatif dan inovatif  Ramah dan santun b. terkadang tanpa mempedulikan perasaan orang lain  Pelupa c. 5. 2. 3. minimal 1 dan maksimal 5 tempat tidur  Memilki peralatan minimal sesuai dengan ketentuan dan melaksanakan prosedur tetap  (protap) yang berlaku. 8. Bidan dalam menjalankan prakteknya harus:  Memiliki tempat dan ruangan praktek yang memenuhi persyaratan kesehatan  Menyediakan tempat tidur untuk persalinan. Pengetahuanbaiktekhnismaupun non tekhnis. Menyediakan obat-obatan sesuai dengan ketentuan peralatan yang berlaku .

g. Peralatan. harus memperkerjakan tenaga bidan yang lain. Bidan yang menjalankan praktek harus mempunyai peralatan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan harus tersedia di tempat prakteknya 5. Memiliki papan nama bidan praktek swasta Mempunyai SIPB dan masih berlaku Ada visi dan misi Ada falsafah Memiliki buku standar pelayanan kebidanan Ada buku pelayanan KB Ada buku standar pelayanan kebidanan neonatal Ada buku register pasien Ada format catatan medic 1) Antenatal 2) Persalinan 3) Nifas 4) Bayi Baru Lahir 5) Keluarga Berencana . Memiliki Surat Perijinan SIPB dikeluarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota yang seterusnya akan disampaikan laporannya kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi setempat dengan tembusan kepada organisasi profesi setempat. f. Sarana dan Prasarana BPM 1. c. 4. i. yang memiliki SIPB untuk membantu tugas pelayanannya. e. baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun oleh organisasi profesi  Memelihara dan merawat peralatan yang digunakan untuk praktek agar tetap siap dan berfungsi dengan baik 5. Dalam menjalankan tugas bidan harus senantiasa mempertahankan dan meningkatkan keterampilan profesinya antara lain dengan:  Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan atau saling tukar informasi dengan sesama bidan  Mengikuti kegiatan-kegiatan akademis dan pelatihan sesuai dengan bidang tugasnya. Peralatan yang wajib dimiliki dalam menjalankan praktek bidan sesuai dengan jenis pelayanan yang diberikan 6. d. Bidan dalam prakteknya menyediakan lebih dari 5 tempat tidur. 6. Administrasi a. 3. atau tempat yang mudah dilihat. b. Bidan yang menjalankan praktek harus mencantumkan izin praktek bidannya atau fotocopy izin prakteknya di ruang praktek.2. Kelengkapan Administrasi. h.

sabun dan tempatnya  Kertas lakmus . Peralatan Tidak Stseril  Tensimeter  Stetoskop biokuler  Stetoskop monokuler  Timbangan dewasa  Timbangan bayi  Pengukuran panjang bayi  Thermometer  Oksigen dalam regulator  Ambu bag dengan masker resusitasi (ibu+bayi)  Penghisap lendir  Lampu sorot  Penghitung nadi  Sterilisator  Bak instrument dengan tutup  Reflek Hammer  Alat pemeriksaan Hb (Sahli)  Set pemeriksaan urine (protein + reduksi)  Pita pengukur  Plastik penutup instrument steril  Sarung tangan karet untuk mencuci alat  Apron / celemek  Masker  Pengaman mata  Sarung kaki plastik  Infus set  Standar infuse  Semprit disposable  Tempat kotoran / sampah  Tempat kain kotor  Tempat plasenta  Pot  Piala ginjal / bengkok  Sikat. Peralatan dan Obat –Obatan a.6) Bayi Sehat 7) Rujukan 8) Laporan 9) Surat Kelahiran 10) Surat Kematian 11) Partograf 12) Informed Consent 13) Formulir Permintaan Darah 2.

Peralatan Steril  Klem pean  Klem ½ kocher  Korentang  Gunting tali pusat  Gunting benang  Gunting episiotomy  Kateter karet / metal  Pinset anatomis  Pinset chirurgic  Speculum vagina  Mangkok metal kecil  Pengikat tali pusat  Pengisap lendir  Tampon tang dan tampon vagina  Pemegang Jarum  Jarum kulit dan otot  Sarung tangan  Benang suter + catgut  Doek steril c.        Semprit glyserin Gunting verband Spateln lidah IUD kit Implant kit Covis Suction Gergaji implant b. Formulir Yang Disediakan  Formulir Informed Consent  Formulir ANC  Partograf  Formulir persalinan / nifas dan KB  Formulir rujukan  Formulir surat kelahiran  Formulir permintaan darah . Bahan Habis Pakai  Kapas  Kain kasa  Plester  Handuk  Pembalut wanita d.

2. Obat . Formulir kematian e. Ada leaflet 3. 4. Ada majalah bidan 5. dan lainnya b.Obatan  Roborantia  Vaksin  Syok anafilak Adrenalin 1:1000 Anti histamine Hidrokortison Aminophilin 230 mg / 10ml Dopamine  Sedatife  Antibiotik  Uterotonika  Antipiretika  Koagulantika  Anti kejang  Glyserin  Cairan infuse  Obat luka  Cairan desinfektan  Obat penanganan asphiksia pada BBL 3. Ada booklet 4. Ada poster di dinding - Pesan-pesan ASI Ekslusif Pesan Immunisas Pesan Vitamin A Persalinan Tanda Bahaya 2. 3. Rumah terbuat dari tembok Lantai keramik Ruang tempat periksa Ruang perawatan Dapur Kamar mandi . Sarana Dan Prasarana Asuhan Rooming-In / Rawat Gabung a. Media Penyuluhan Kesehatan 1. 6. 5. Sarana 1.

7. Tempat parker . Wastafel 10. Ruang tunggu 9. Tempat sampah 11. Ruang cuci pakaian/alat 8.