You are on page 1of 11

Bab 1

1.1 Latar Belakang
Masalah sosial adalah nilai-nilai sosial dan moral. Masalah sosial adalah perbedaan antara
harapan dan kenyataan atau sebagai kesenjangan antara situasi yang ada dengan situasi yang
seharusnya , Masalah sosial dipandang oleh sejumlah orang dalam masyarakatsebagai sesuatu kondisi
yang tidak diharapkan Suatu masalah baru dapat dikatakan sebagai masalah sosial apabila kondisinya
dirasakan oleh banyak orang. Namun,tidak ada batasan mengenai berapa jumlah orang yang harus
merasakan masalah tersebut. Jika suatu masalah mendapat perhatian dan pembicaraan yang lebih dari satu
orang, masalah tersebut adalah masalah sosial.
Perubahan demografi (pertumbuhan atau pengurangan atau perubahan dalam susunan penduduk),
perubahan ekologi (perubahan

dalam

relasi

antara

(penduduk

dengan

lingkungannya),

perubahan kultural (perubahan dalam relasi untuk memproduksi hasil ciptaan manusia, termasuk
perubahan teknologi, dan perubahan struktur (perubahan organisasi dan relasi-relasi sosial). Perubahanperubahan yang alami umumnya tidak banyak mendapatkan sorotan atau tanggapan karena dianggap
wajar. Sedangkan perubahan yang terencana sering menimbulkan kritik tajam bila tidak menemukan apa
yang diharapkan atau timbulnya masalah sosial akibat tidak sesuainya harapan dan kenyataan.

Masalah-masalah sosial timbut arena tidak adanya gabungan yang harmonis antara
lebaga-lembaga kemasyarakatan. Individu-individu mengalami kesulitan dalam menyesuaian
dari dengan macam-macam hubungan sosial.
Ukuran data sosiologi dalam suatu masalah merupakan masalah sosial adalah :
1. Tidak adanya kesesuaian antara ukuran/atau niali- nilai sosial dengan kenyataankenyataan/ tindakan-tindakan sosial
2. Sumber-sumber sosial dari masalah sosial, yaitu meruppaqkan akibat dari suatu
gejalaq sosial, yang menyebabkan masalah sosial yang contohnya ; gagal panen
( buakn gejala sosial tapi menyebabkan masalah sosial)
3. Pihak-pihak yang menetapkan apakah suatu kepincangan merupakan gejala sosial
atau tidak, tergantung dari karakteristik masyarakatnya
4. Sistem niali dan dapatnya suatu masalah sosial diperbaiki.
1.2 Rumusan Masalah. Kasus : yayan mencuri untuk hidupi anak-istri
1. Apa yang menyebabkan pencurian terjadi ?
2. Bagaimana upaya pencegahan agar tindak pencurian dapat dihindari ?
1.3 Tujuan
1. Untuk menerapkan teori yang didapat di kelas di dunia nyata
1

2. Mengimplementasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah guna menyelesaikan masalah tersebut Bab 2 Data-data 2 .

3 .1. warga jalan uri sumarjo kelurahan sekojo kecamatan kalidoni ini tak hanya mencuri. secara sosiologis mempunyai dua unsur-unsur yaitu: 1) Kejahatan itu ialah perbuatan yang merugikan secara ekonomis dan merugikan secara psikologis.2 Data Sekunder 1. 1. Sedangkan pengertian kriminalitas menurut istilah diartikan sebagai suatu kejahatan yang tergolong dalam pelanggaran hukum positif (hukum yang berlaku dalam suatu negara). tetapi dia juga seorang supir bus tujuan patal-pusri. pengertian kriminalitas adalah segala macam bentuk tindakan dan perbuatan yang merugikan secara ekonomis dan psikologis yang melanggar hukum yang berlaku dalam negara Indonesia serta norma-norma sosial dan agama. Pengertian kejahatan sebagai unsur dalam pengertian kriminalitas.1 Data Primer Ganbar diatas merupakan cerita dimana si yayan menceritakan hobi barunya yaitu mencuri di minimarket didaerah kalidoni. Dengan demikian. Pengertian Kriminalitas Kriminalitas menurut bahasa adalah sama dengan kejahatan (pelanggaran yang dapat dihukum) yaituperkara kejahatan yang dapat dihukum menurut Undang-Undang. dia mencuri hanya untuk menghidupi istri dan kedua anaknya. 2) Melukai perasaan susila dari suatu segerombolan manusia. di mana orang-orang itu berhak melahirkan celaan.

terbentuk antara 1925 dan 1940. Sahetapy. Kejahatan adalah suatu konsep yuridis yang berarti tingkah laku manusia yang dapat dihukum berdasarkan hukum pidana. (Romli Atmasasmita dan Widati Wulandari. 2001 : 11): Definisi tentang tindak kejahatan (perilaku yg melanggar hukum) adalah perilaku manusia yang diciptakan oleh para pelaku yang berwenang dalam masyarakat yang terorganisasi secara politik. sehingga masyarakat itu berhak mencela dan menolak perbuatan itu. yaitu: strain. Kriminalitas dari Perspektif Sosiologis Teori-teori sosiologis mencari alasan-alasan perbedaan dalam hal angka kejahatan di dalam lingkungan sosial. Eva Achjani S 2001:55). dan dengan demikian menjatuhkan dengan sengaja nestapa terhadap perbuatan itu.Pengertian kriminalitas menurut Beberapa para ahli : Kartini Kartono (1992:122) menjelaskan bahwa crime atau kejahatan adalah tingkah laku yang melanggar hukum dan norma-norma sosial. dan sosial control (kontrol sosial). 2001 : 11) menyatakan bahwa: “kemiskinan menimbulkan kejahatan dari pemberontakan. Kejahatan juga bukan hanya suatu gejala hukum. dan juga perbuatan ini adalah perbuatan asusila yang kurang baik. cultural deviance (penyimpangan budaya). dan biasa berakibat fatal pada korban kejahatan tersebut. dan akan menilbulkan kemiskinan secara mendadak kepada target pencurian. Teori-teori ini dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori umum. Teoriteori strain dan penyimpangan budaya memusatkan perhatian pada kekuatankekuatan sosial (sosial forces) yangmenyebabkan orang melakukan aktivitas 4 . E. 1992:14) memberikan definisi kejahatan adalah perbuatan yang merugikan. Perspektif strain dan penyimpangan budaya. tetapi kemewahan”. 2.. Menurut Richard Quinney (Topo Santoso dan Eva Achjani Zulfa. Dari pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa kriminalitas atau kejahatan adalah tindakan yang akan meragukan orang banyak. (Topo Santoso. 1997:53) Bemmelen (J. sekaligus asusila. kejahatan yang besar tidak diperbuat untuk memperoleh apa yang diperlukan untuk hidup. Aristoteles (Topo Santoso dan Eva Achjani zulfa. perbuatan mana yang menghasilkan kegelisahan dalam suatu masyarakat tertentu. atau kualifikasi atas perilaku yang melanggar hukum dirumuskan oleh warga warga masyarakat yang mempunyai kekuasaan. sehingga masyarakat menentangnya.

Theory Sosial Disorganization Teori ini memfokuskan diri pada perkembangan area-area yang angka kejahatannya tinggi yang berkaitan dengan disintegrasi nilai-nilai konvensional yang disebabkan oleh industrialisasi yang cepat. Sebaliknya. teori kontrol sosial mencoba menemukan jawaban mengapa orang tidak melakukan kejahatan. Teori-teori kontrol sosial mengkaji kemampuan kelompok-kelompok dan lembaga-lembaga sosial membuat aturan-aturannya efektif. 2001:66) 3. S. S. Maka masyarakat seperti itu ditandai oleh keterpaduan. dan urbanisasi. dan bahwa conduct norms dari suatu kelompok mungkin berbenturan dengan aturan-aturan konvensional kelas menengah. a) Teori Strain Menurut Durkheim satu cara dalam mempelajari masyarakat adalah melihat pada bagian-bagian komponennya dalam usaha mengetahui bagaimana masing-masing berhubungan satu sama lain. serta pola-pola tingkah laku . 2. bagianbagiannya beroperasi secara lancar susunan-susunan sosial berfungsi. teori kontrol sosial mempunyai pendekatan berbeda: teori ini berdasarkan satu asumsi bahwa motivasi melakukan kejahatan merupakan bagian dari umat manusia.kriminal. Sebagai konsekuensinya. susunan masyarakat itu dysfunctional (tidak berfungsi). dan kesepakatan. Theory Culture Conflict Teori ini menegaskan bahwa kelompok-kelompok yang berlainan belajar conduct norms (aturan-aturan yang mengatur tingklah laku) yang berbeda. (Topo S & Eva A. 2001:65). jika masyarakat itu stabil. Eva Achjani S. 2001:56-57) b) Teori Penyimpangan Budaya (cultural deviance theories) Teori ini memandang kejahatan sebagai seperangkat nilai-nilai yang khas pada lower class (kelas bawah). 2001:66) 5 . (Topo S & Eva A. jika bagian-bagian komponennya tertata dalam keadaan yang membahayakan keteraturan/ketertiban sosial. S. Namun. kerjasama. (Topo Santoso. Dengan kata lain. Theory Differential Association Teori ini berpendapat bahwa orang belajar melakukan kejahatan sebagai akibat hubungan dengan nilai-nilai dan sikap-sikap anti sosial. peningkatan imigrasi. Tiga teori utama dari cultural deviance theories adalah sebagai berikut: 1. (Topo S & Eva A. Dalam konteks inilah Durkheim memperkenalkan istilah anomie (hancurnya keteraturan sosial sebagai akibat hilangnya patokan-patokan dan nilainilai).

Kejahatan kesusilaan.Penjahat berdarah dingin. pencemaran nama baik. perdagangan barang terlarang.Menggunakan alat bantu. Oleh karena itu. dan lainnya. Kejahatan Menurut Bidang .Kesempatan memungkinkan seseorang melakukan kejahatan. . seperti pelanggaran seks. alat pukul atau jerat.Kejahatan politik atau hankam. perkosaan. penghinaan martabat pemimpin negara.Kejahatan yang terjadi akibat dorongan impuls-impuls yang timbul seketika. pengacauan. instrumen kedokteran. bahan kimia dan racun. Teori ini dibangun atas dasar pandangan bahwa setiap manusia cenderung untuk tidak patuh pada hukum. Jenis-jenis kriminalitas  Kejahatan Umum  Rampok dan Gangsterisme  Penipuan  Pencurian dan Pelanggaran Kejahatan Berdasar Caranya . tanpa direncanakan. . biasanya pelaku melakukan tindakan kriminal hanya dengan kekuatan fisik seperti bujukan dan tipuan. . misalnya dengan menggunakan senjata. c) Teori Kontrol Sosial Menurut teori ini penyimpangan merupakan hasil dari kekosongan kontrol atau pengendalian sosial. seperti pelanggaran ketertiban umum. para ahli teori ini menilai perilaku menyimpang adalah konsekuensi logis dari kegagalan seseorang untuk mentaati hukum. penyogokan dan penyuapan untuk mendapatkan sesuatu. selalu mengulangi perbuatan jahatnya baik tindakan serupa maupun berbeda.Residivis atau penjahat yang berulang ke luar masuk penjara. . . pengkhianatan. . penjualan rahasia negara. kejahatan terhadap keamanan dan kekuasaan negara. 6 . . .Ketiga teori diatas sepakat bahwa penjahat dan delinquent pada kenyataannya menyesuaikan diri bukan pada nilai konvensional melainkan pada norma-norma yang menyimpang dari nilai-nilai kelompok dominan. penggelapan. kolaborasi musuh. penyeludupan. biasanya melakukan kejahatan dengan pertimbangan dan persiapan yang matang.Kejahatan ekonomi. 3. dan lainnya.Tanpa menggunakan alat bantu. seperti fraude.Kejahatan terhadap jiwa dan harta benda.

Menurut Richard Quinney Definisi tentang tindak kejahatan (perilaku yg melanggar hukum) adalah perilaku manusia yang diciptakan oleh para pelaku yang berwenang dalam masyarakat yang 7 .Bab 3 Pembahasan Pada kasus diatas menyebutkan bahwa yayan mencuri di sebuah minimarket hanya iseng awalnya. Adapun Penyebab Kriminalitas menurut beberapa para ahli dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. tetapi karna keterbatasan biaya untuk makan dll. jadi dia merencanakan untuk kedua kalinya membobol minimarket untuk kehidupan sehari-harinya dengan anak dan istrinya. Ada kasus diatas dapat kita lihat. kekurangan biaya hidup bias saja menimbulkan niatan jahat untuk melakukan tindakan yang sangat dilarang oleh agama dan pemerintah.

Seerti yang dikatakan oleh Voltaire & Rousseau salah satu kehendak dari kriminalitas yakni kehendak bebas. Muncul tanda-tanda baru. Faktor endogen adalah dorongan yang terjadi dari dirinya sendiri. kemiskinan dapat mengubah cara berpikir seseorang yang memiliki akal yang pendek untuk mendapatkan uang secara halal. Penyebab terjadinya kriminalitas pencurian dan perampokan dari aspek sosial psikologi adalah faktor endogen dan eksogen. Jika seorang tidak bijaksana dalan menanggapi masalah yang barang kali menyudutkan dirinya. Pengaruh sosial dari luar dirinya itu misalnya.mengemukakan bahwa kemiskinan merupakan penyebab dari revolusi dan kriminalitas Apa yang dilakukan oleh yayan sama dengan apa yang dikatakan oleh Aristoteles. Banyak yang mengatakan bahwa kriminalitas terjadi bukan karena ada kemauan tetai kesempatan. kesenjang ekonomi. Aristoteles . 8 . maka kriminalitas itu bisa saja terjadi sebagai pelampiasan untuk menunjukan bahwa dialah yang benar. atau kualifikasi atas perilaku yang melanggar hukum dirumuskan oleh warga warga masyarakat yang mempunyai kekuasaan. seperti sudah penulis singgung diatas bahwa kebenaran relatif itu relatif bisa menciptakan suatu sikap untuk mempertahankan pendapatnya diri atau egosentris dan fanatis yang berlebihan. tekanan atau ancaman pihak lain.Kesenjangan sosial. minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang yang membuat ia tidak sadar.terorganisasi secara politik. merupakan contoh penyebab terjadinya tindak kriminal yang berasal dari luar dirinya. Hawa nafsu yang sangat hebat dan kuat sehingga dapat menguasai segala fungsi hidup kejiwaan.Pengaruh ekonomi misalnya karena keadaan yang serba kekurangan dalam kebutuhan hidup. 3. faktor inilah yang bisa dikatakan cukup kompleks dan bervariasi. 2. dan kegagalan dalam melakukan kontrak sosial. degan norma susila lebih baik. Menurut Voltaire & Rousseau penyebab dari kriminalitas itu yakni kehendak bebas. keputusan yang hedonistik. hal ini dapat merubah semua aspek kehidupan seseorang yang lagi membutuhkan uang tersebut. ketidankadilan dsb. yang diharapkan mampu mengatur masyarakat dengan cara yang lebih baik dimasa mendatang. ajakan teman. seperti halnya kemiskinan akan memaksa seseorang untuk berbuat jahat. Dampak positif dari tindak kriminalitas antaralain: a.Sementara faktor eksogen adalah faktor yang tercipta dari luar dirinya.

dan semua aspek yang lainnya. penjera yang mujarab untuk mencegah orang-orang berjiwa kecil/jahat melaksanakan niat jahatnya. Pemberitaan kriminal memberi ganjaran kepada penjahat. juga membantu si penjahat dari perbuatan sewenang-wenang pihak penegak. Penyebab Kriminalitas menurut beberapa para ahli dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. terpaksa yayan pun melakukan tindak asusila yaitu mencuri di sebuah mini market.b. bahwa kriminalitas atau pencurian itu tidak mengenal tempat. dan pemberitaan proses peradilan dan penangkapan si penjahat. membantu pihak pengusut kejahatan.waktu. c. umur. Menurut Richard Quinney 9 . dengan alasan yang seperti kasus diatas. dan menambah kekuatan fisik lainnya untuk memberantas kejahatan. dikarenakan kemiskinan melanda mereka. membekuk si penjahat (pemuatan foto penjahat yang akhirnya berhasil membekuk penjahat). Orang berusaha memperbesar kekuatan hukum. Bab 4 Penutup Kesimpulan Dapat kita simpulkan. kemiskinan adalah hal yang sangat viral untuk melakukan pencurian.

Kematian 3. Munculah tanda-tanda baru. degan norma susila lebih baik. 10 . penjera yang mujarab untuk mencegah orang-orang berjiwa kecil/jahat melaksanakan niat jahatnya. 4. Rasa cemas yang tinggi 4. Menumbuhkan rasa solidaritas dalam kelompok-kelompok yang tengah diteror penjahat. 2. membantu pihak pengusut kejahatan. 2. Seerti yang dikatakan oleh Voltaire & Rousseau salah satu kehendak dari kriminalitas yakni kehendak bebas. keputusan yang hedonistik. Kemiskinan mendadak Dampak positif dari tindak kriminalitas antaralain: 1. Pemberitaan criminal memberi ganjaran kepada penjahat. yang diharapkan mampu mengatur masyarakat dengan cara yang lebih baik dimasa mendatang. 3.mengemukakan bahwa kemiskinan merupakan penyebab dari revolusi dan kriminalitas dampak negatif dari tindakan kriminalitas antaralain : 1. membekuk si penjahat (pemuatan foto penjahat yang akhirnya berhasil membekuk penjahat). 5. Tekanan mental. atau kualifikasi atas perilaku yang melanggar hukum dirumuskan oleh warga warga masyarakat yang mempunyai kekuasaan. Aristoteles . Menurut Voltaire & Rousseau penyebab dari kriminalitas itu yakni kehendak bebas. dan pemberitaan proses peradilan dan penangkapan si penjahat. Banyak yang mengatakan bahwa kriminalitas terjadi bukan karena ada kemauan tetai kesempatan. 3. danmenambah kekuatan fisik lainnya untuk memberantas kejahatan. Trauma 2. dan kegagalan dalam melakukan kontrak sosial.Definisi tentang tindak kejahatan (perilaku yg melanggar hukum) adalah perilaku manusia yang diciptakan oleh para pelaku yang berwenang dalam masyarakat yang terorganisasi secara politik. Orang berusaha memperbesar kekuatan hukum. juga membantu si penjahat dari perbuatan sewenangwenang pihak penegak hukum.

html http://jakartapedia.bpadjakarta.com/2012/04/27/kriminalitas/ http://jaksadedijcb.wordpress.referensimakalah.php/Bentuk_Tindakan_Kriminalitas 11 .html https://ittemputih.Daftar Pustaka http://www.blogspot.net/index.co.id/2013/04/teori-kejahatan-perspektif-sosiologis.com/2012/10/pengertian-kriminalitas-menurut-bahasa.