You are on page 1of 22

LAPORAN PKM

KESEHATAN GIGI DAN MULUT
PUSKESMAS RENDANG

Oleh :
Putu Diani Wirayanti

(1002005165)

Agus Bhakti Suputa

(1002005079)

Komala Apalanaidu

(1002005217)

Pembimbing :
Dr. Luh Seri Ani, S.KM., M.Kes
Ni Komang Ayu Trisnahari, S.KM., M.Kes

BAGIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN
ILMU KEDOKTERAN PENCEGAHAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2014
1

BAB I
PENDAHULUAN
Kesehatan gigi dan mulut masyarakat di Indonesia masih merupakan hal yang
penting untuk mendapatkan perhatian khusus dari tenaga kesehatan, baik dokter
maupun perawat gigi. Di Indonesia penyakit gigi dan mulut termasuk dalam 10 besar
dimana yang banyak ditemukan pada masyarakat adalah karies gigi dan penyakit
periodontal.1
Berdasarkan kelompok usia, golongan usia muda lebih banyak menderita
karies gigi dibandingkan dengan usia 45 tahun keatas. Menurut data Depkes 2005,
pada usia 10 – 24 tahun sekitar 66,8 – 69,5% merupakan penderita karies gigi, usia
lebih dari 45 tahun mencapai 53,3% dan usia lebih dari 65 tahun sebesar 43,8%.
Menurut RISKESDAS 2007, prevalensi karies pada usia lebih dari 12 tahun di
Indonesia mencapai 46,5%. Dapat dilihat dari prevalensi tersebut mayoritas siswa
sekolah di Indonesia mengalami karies gigi. Menurut data RISKESDAS 2007
dikatakan bahwa 91,1% penduduk Indonesia usia 10 tahun keatas melakukan sikat
gigi setiap hari, namun hanya 7,3% yang telah menggosok gigi dua kali di waktu
yang benar yaitu pada pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Angka
yang didapatkan hampir sama terjadi di Provinsi Bali dimana 86,2% penduduk Bali
menggosok giginya setiap hari namun hanya 10,9% yang menggosok gigi dengan
waktu dan cara yang benar. 3
Dampak dari karies yang berat dapat mempengaruhi kualitas hidup anak-anak
yaitu pengalaman akan nyeri. Rasa tidak nyaman saat makan, gangguan tidur, juga
risiko yang lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit sehingga menyebabkan biaya
pengobatan yang lebih tinggi, dan kehilangan hari-hari di sekolah akibat penurunan
kemampuan mereka untuk belajar. Anak – anak yang mengalami nyeri gigi tidak akan
menjawab tes sebaik anak-anak yang tidak diganggu oleh nyeri gigi. Karies gigi juga
mempengaruhi nutrisi, pertumbuhan dan pertambahan berat badan anak.4

2

Penyuluhan kesehatan masyarakat salah satu metode untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam hal kesehatan. 3 . Berdasarkan temuan di atas. deteksi dini dan pengobatan sesegera mungkin. dan objektif. Perkembangan kognitif pada masa tersebut memperlihatkan daya pikir anak berkembang secara berangsur-angsur dari yang sebelumnya masih bersifat imajinatif berkembang ke arah yang lebih konkrit. perilaku dan pelayanan kesehatan. kemauan. termasuk menggosok gigi. penulis berkeinginan untuk melakukan suatu upaya pencegahan primer yang dimulai dari usia dini.Undang-Undang no 23 tahun 1992 menyebutkan bahwa penyuluhan kesehatan masyarakat diselenggarakan guna meningkatkan pengetahuan. serta mengingat pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. untuk mencegah. Factor pelayanan kesehatan berupa penyuluhan untuk pencegahan serta pengetahuan. Faktor perilaku yang dimaksud adalah perilaku menggosok gigi dan konsumsi makanan manis. dan memelihara kesehatan gigi dengan melakukan penyuluhan mengenai kesehatan gigi dan mulut pada siswa di SDN 2 Rendang. yaitu usia anak sekolah dasar. rasional. Masa usia sekolah dasar merupakan saat ideal untuk melatih kemampuan motorik seorang anak. Berdasarkan teori Blum. kesadaran. Dari keempat faktor tersebut. status kesehatan seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor penting yaitu genetik. merawat. lingkungan (fisik maupun sosial budaya).2 Usia sekolah dasar yang berlangsung antara 6 – 12 tahun merupakan masa untuk meletakkan landasan kokoh bagi terwujudnya manusia yang berkualitas dan kesehatan merupakan faktor penting yang menentukan kualitas sumber daya manusia. lingkungan dan perilaku memegang peranan penting dalam mempengaruhi status kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut. Penyuluhan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat dan pada akhirnya mengubah perilaku masyarakat tersebut. dan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat dan aktif berperan serta dalam upaya kesehatan. Faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah peran orang tua di rumah.

Prevalensi karies gigi pada siswa SD kelas 1 adalah 79%.3%.7% sedangkan pada tahun 2013 sudah mengalami penurunan menjadi 2. Skrining pemeriksaan gigi biasa dilakukan juga saat penjaringan. penyuluhan dan sikat gigi masal di SD. sedangkan persentase terendah yaitu 15% terdapat pada SDN 1 Nongan dan SDN 5 Menanga.1. SDN 2 & 4 Rendang. Upaya ini sudah mencapai target yang ditentukan yaitu 80% dan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. SDN 1 & 5 Pempatan. namun diharapkan petugas kesehatan melakukan kegiatan – kegiatan ini 2 kali dalam setahun namun karena kurangnya 4 . penyakit gigi dan mulut menempati urutan ke 4 dan menempati urutan ke 5 pada tahun 2012. SDN 1 & 3 Besakih. Berdasarkan data dari Pelayanan Kesehatan pada siswa SD dan setingkat masalah kesehatan anak usia sekolah semakin komplek dimana masalah kesehatan yang sering salah satunya adalah karies gigi. penyakit gigi dan mulut termasuk dalam 10 besar penyakit tertinggi pada tahun 2013. penyuluhan biasanya dilakukan bersaman dengan pemeriksaan gigi dengan menggunakan flipchart berukuran 20cm x 20cm. Identifikasi Masalah Di Puskesmas Kecamatan Rendang. SDN 6 Menanga. Cara menggosok gigi yang benar dilakukan oleh 5 dari 10 siswa yang mengalami karies gigi Upaya yang telah dilakukan oleh Puskesmas Rendang untuk menurunkan kasus karies pada siswa SD yaitu Pelayanan Asuhan pada Anak Sekolah yang biasa dilakukan 1 tahun sekali antara bulan Agustus – September yang meliputi skrining pemeriksaan gigi. Dari data penjaringan tahun 2013. persentase tertinggi karies gigi terdapat pada 7 Sekolah Dasar dimana 100% siswa kelas satu mengalami karies gigi yaitu SDN 2 Pesaban.BAB II PERENCANAAN 2. Penderita Karies gigi pada tahun 2012 menurut data UKGS adalah 3. 9 dari 10 siswa SD kelas 1 yang mengalami karies gigi menggosok giginya setiap hari namun hanya 6 siswa yang melakukannya 2 kali sehari dan hanya 4 dari 10 yang menggosok gigi sebelum tidur. Menurut survey yang telah dilakukan di salah satu Sekolah Dasar wilayah kerja Puskesmas Rendang.

berdasarkan informasi yang diperoleh dari data penjaringan tahun 2013 yang dilakukan oleh puskesmas Rendang.tenaga kesehatan dan terdapat beberapa hambatan sehingga dilakukan hanya sekali dalam setahun. 2. Selain itu. Kelompok Sasaran Sasaran dalam kegiatan penyuluhan kesehatan masyarakat (PKM) kami adalah Siswa kelas satu di SDN 2 Rendang. Penurunan prevalensi terhadap kejadian karies gigi pada usia anak sekolah masih terlihat tinggi dibandingkan dengan penyakit lainnya sehingga dibutuhkaan penyuluhan serta segala bentuk pencegahan untuk menurunkan prevalensi karies gigi di wilayah kerja Puskesmas Rendang. perilaku menggosok gigi anak sehingga penyuluhan terhadap kesehatan gigi dan mulut sangat diperlukan oleh siswa Sekolah Dasar kelas 1 untuk meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut serta mencegah terjadinya gangguan kesehatan gigi dan mulut yang lebih buruk lagi. Tujuan Khusus 5 .2. Tujuan Penyuluhan 2. kami berencana mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada siswa SD kelas 1 pada salah satu Sekolah Dasar yang memiliki prevalensi karies gigi tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Rendang.3. Dasar dari pemilihan ini adalah karena siswa sekolah dasar merupakan kelompok usia yang rentan terhadap gangguan kesehatan dan mulut khususnya karies gigi oleh karena pengetahuan yang kurang serta perhatian dari orang tua yang berpengaruh terhadap makanan yang dikonsumsi. Berdasarkan uraian tersebut. siswa kelas 1 di SDN 2 Rendang ini merupakan salah satu sekolah dasar yang memiliki jumlah siswa kelas 1 yang paling banyak memiliki gangguan kesehatan gigi dan mulut yaitu 100% siswanya menderita karies gigi yang berjumlah 34 siswa sehingga diputuskan untuk dilakukan penyuluhan pada SDN 2 Rendang. 2.1 Tujuan Umum Untuk memberikan pengetahuan atau informasi kepada siswa kelas satu di Sekolah Dasar Negeri 2 Rendang sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut dengan perubahan dari sikap dan perilaku anak.3.

Memberikan pengetahuan kepada anak tentang cara menggosok gigi yang baik dan pemilihan sikat gigi yang baik dan benar b. Meningkatkan pengetahuan anak tentang penyakit gigi dan mulut. Penyuluhan akan dilaksanakan oleh 3 orang dokter muda yang akan memaparkan materi tentang kesehatan gigi dan mulut untuk meningkatkan pengetahuan serta mencegah meningkatnya karies gigi pada anak kelas satu di SDN 2 Rendang pada hari Jumat. yaitu karies atau gigi berlubang. e. d. menghindari makanan dan minuman manis dan mengkonsumsi makanan dan minuman yang baik untuk gigi c. Konsep kegiatan dan aspek teknis dikoordinasikan dengan koordinator dan pemegang program kesehatan gigi dan mulut. Meningkatkan pengetahuan anak tentang penyebab gigi berlubang yaitu malas menggosok gigi. 2. Wali kelas diharapkan memberitahu siswa untuk membawa sikat gigi yang mereka miliki dirumah untuk dilakukan evaluasi dari pemilihan sikat gigi.00 WITA. Meningkatkan pengetahuan anak tentang frekuensi menggosok gigi yang baik dan benar minimal 2 kali sehari yaitu setelah makan pagi dan sebelum tidur malam dan pergi ke dokter setiap 6 bulan sekali. 17 Oktober 2014 pukul 08. Selanjutnya. rongga mulut yang kotor serta makanan dan minuman yang manis. 17 Oktober 2014 pukul 08.a. Strategi Penyuluhan Tahap pertama dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan Kepala UPT Puskesmas Rendang tentang kegiatan PKM yang akan dilakukan. yaitu dengan menggosok gigi.4. penyebab gigi berlubang. Pada awal penyuluhan dilaksanakan pre-test secara lisan untuk mengevaluasi seberapa banyak pengetahuan siswa kelas 1 di SDN 2 Rendang tentang kesehatan gigi dan mulut mulai dari fungsi gigi. makanan yang baik dan buruk untuk 6 . Meningkatkan pengetahuan anak tentang pemeliharaan kesehatan gigi. koordinasi dilakukan dengan Kepala Sekolah dari SDN 2 Rendang kemudian dilanjutkan ke Wali kelas siswa kelas satu mengenai jadwal dan pelaksanaan PKM yang akan dilakukan pada hari Jumat.00 WITA.

bagian dari gigi dan fungsi gigi b. Isi Materi Penyuluhan Secara garis besar isi penyuluhan yang akan disampaikan adalah: a. Pencegahan dan proses gigi berlubang c. Materi tentang bagian .8 Rencana Pelaksanaan 7 .6. Kegiatan dilaksanakan di ruangan kelas 1 SDN 2 Rendang pukul 08. Metode Penyuluhan Mengacu pada sasaran yang ditetapkan. Memperagakan cara menggosok gigi yang baik dan benar dengan alat bantu phantom gigi c. Pada akhir penyuluhan dilaksanakan sesi tanya jawab selama kurang lebih 30 menit. cara menggosok gigi yang baik dan pemilihan sikat gigi yang baik dan benar kemudian dilakukan kegiatan menggosok gigi bersama sebelum penyuluhan dilakukan untuk mengobservasi langsung cara dan durasi menggosok gigi yang biasa dilakukan. Media Penyuluhan Media penyuluhan yang digunakan adalah flipchart yang berisikan materi penyuluhan yang akan disampaikan dan phantom gigi.7.5. maka metode yang digunakan adalah pendekatan kelompok berupa: a. Diskusi dan tanya jawab.00 WITA. Ceramah langsung dengan menggunakan flipchart berukuran A3 b. Cara menjaga kesehatan gigi 2.kesehatan gigi. 2. Dilanjutkan dengan pembagian hadiah untuk siswa yang dapat menjawab pertanyaan dan dapat memperagakan cara menggosok gigi yang baik dan benar serta pembagian sikat gigi yang baik dan benar untuk semua siswa. 2. 2. Sesi tanya jawab dilakukan oleh siswa kepada penyuluh apabila ada hal-hal yang kurang jelas dan kurang dimengerti dari penyampaian materi. serta dilakukan post-test secara lisan dan memperagakan cara menggosok gigi yang baik dan benar dengan menggunakan phantom gigi yang telah disediakan oleh penyuluh kepada siswa dengan tujuan untuk mengevaluasi apakah materi dapat diterima dengan baik oleh siswa.

2. 3. 14 Oktober 2014 Kegiatan Koordinasi Sasaran Tujuan Jenis Jml Kepala Puskesmas Pemegang program Kepala Sekolah SDN 2 Rendang Wali Kelas 1 4 orang 1. Pencegahan dan proses gigi berlubang 4. memperaga kan cara menggosok gigi yang baik dan benar.1 Indikator yang Dipakai:  Keantusiasan peserta mengikuti ceramah  Peserta mampu menjawab cara menggosok gigi dan pemilihan sikat  gigi yang baik dan benar Peserta dapat mempraktekkan cara menggosok gigi yang baik dan  benar. Materi tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut Ceramah. Materi tentang bagian bagian dari gigi dan fungsi gigi 3. Peserta dapat merespon/menjawab dengan benar semua pertanyaan penyuluh mengenai bagian .9. Mengetahui tentang bagian bagian dari gigi dan fungsi gigi Mengetahui pencegahan dan proses gigi berlubang Cara menjaga kesehatan gigi dan mulut Isi 1. 2. Konsult asi mengenai Siswa SD di wilayah kerja Puskesmas Rendang Konsult asi mengenai waktu pelaksanaan PKM Menget ahui sarana dan prasarana yang disediakan. 3. Menggosok gigi bersama sebelum penyuluhan 2. Waktu pelaksanaan PKM Sarana dan Prasarana 1. 17 Oktober 2014 Pelaksanaan PKM Siswa kelas 1 SDN 2 Rendang 31 Orang 1.bagian dari gigi dan fungsi gigi 8 . dan diskusi Flipchart dan phantome gigi Dokter muda 2. 3.Waktu Selasa. Metode Alat Peraga Pelaksana Sasaran Dokter muda PKM 2. Jumat.9 Rencana Penilaian 2.

 Peserta dapat merespon/menjawab dengan benar semua pertanyaan penyuluh tentang cara menggosok gigi dan pemilihan sikat gigi yang  baik dan benar Peserta dapat merespon/menjawab dengan benar semua pertanyaan tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut 2.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Hari/Tanggal : Jumat.3 Pelaksanaan Penyuluhan 9 .30 – 10.9. 17 Oktober 2014 Tempat : Ruang kelas 1 SDN 2 Rendang Waktu : Pukul 08. Terdapat 3 siswa yang tidak masuk sekolah 3. Desa Rendang.00 WITA 3. post-test. pre-test. selama dan sesudah kegiatan PKM.9.2 Peserta Penyuluhan dihadiri oleh 31 siswa kelas 1 di SDN 2 Rendang.3 Cara Penilaian Observasi langsung. Kecamatan Rendang. BAB 3 PELAKSANAAN 3.2 Waktu Penilaian Sebelum.dan sesi tanya jawab 2. Kabupaten Karangasem.9. 2.4 Penilai Dokter muda.

 Reward  juga dipersiapkan bagi siswa yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Sebagai persiapan kami menggunakan flipchart.4 Proses Kegiatan Pada tanggal 14 Oktober 2014.   Beliau   sangat   antusias   dengan kegiatan   yang   kami   lakukan   ini   serta   mengharapkan   dengan   diadakannya   penyuluhan. 14 Oktober 2014 kami menemui kepala sekolah SDN 2 Rendang untuk meminta   ijin   melaksanakan   kegiatan   di   sekolah   tersebut. 17 Oktober 2014 pukul 08. phantome gigi dan perlengkapan menggosok gigi untuk siswa­siswi SDN 2 Rendang yang dijadikan   sasaran   penyuluhan. Selanjutnya kami mempersiapkan alat dan 10 . Pada hari Selasa. kami melakukan koordinasi dengan Ibu Ni Komang Ayu Trisnahari selaku Kepala Puskesmas Rendang. dokter gigi dan perawat gigi yang bertugas di Puskesmas Rendang tentang penyuluhan serta materi yang diberikan. Pemegang promkes kesehatan gigi dan mulut. Pihak   Puskesmas   menyambut   baik keinginan kami.   pemegang   program   Promkes   menyarankan   kami   untuk mengadakan penyuluhan di SDN 2 Rendang mengingat hasil penjaringan karies gigi oleh program UKGS di SD tersebut cukup tinggi.30 WITA ditemani oleh salah satu perawat gigi yang bertugas dan diterima oleh pihak SDN 2 Rendang. kami dipersilahkan untuk memulai penyuluhan di ruang kelas 1 SDN 2 Rendang. Pada hari pelaksanaan penyuluhan kami datang pukul 08. Beliau mengijinkan kami mengadakan acara pada hari Rabu.Penyuluhan dilakukan oleh 3 orang dokter muda 3. pengetahuan dan perilaku siswa – siswi tentang kesehatan akan semakin meningkat. Melalui   beberapa   pertimbangan. Kami juga menyiapkan sikat gigi dan pasta gigi untuk peserta dalam memudahkan   melakukan   praktik   menggosok   gigi   yang   dilakukan   sebelum   penyuluhan dilakukan guna melihat apakah selama ini siswa­siswa sudah menggosok gigi dengan baik dan benar.   Kami   menggunakan   8   flipchart   yang   menampilkan   materi yang akan disampaikan. karena menurut mereka masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi permasalahan kesehatan yang serius mengingat tingginya penyakit gigi dan mulut terutama karies gigi pada anak usia sekolah di wilayah kerja Puskesmas Rendang. Setelah berbincang – bincang sejenak dengan kepala sekolah dan wali kelas.00 WITA dan bersedia untuk membantu mencari ruangan dan peserta.

 Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi selama   20   menit. dan keluarganya. Setelah itu peserta dibagi dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 10­11 orang dimana tiap­tiap kelompok bergiliran menuju halaman untuk mempraktikkan cara menggosok gigi yang biasa dilakukan dirumah. 11 .   dimana   pemberian   materi   ini   diberikan   secara   interaktif   agar   peserta antusias mengikuti acara penyuluhan. Awalnya kami meminta para peserta untuk mengeluarkan sikat gigi yang dibawa dari rumah untuk mengevaluasi apakah sikat gigi yang digunakan sudah baik dan benar.   kepala   sekolah memperkenalkan kami kepada peserta dan beliau memberikan pengarahan kepada seluruh siswa agar mengikuti proses penyuluhan dengan tertib dan tenang. Kemudian acara kami lanjutkan kembali di ruangan kelas dengan  pre­test  yang dilakukan dengan memberikan beberapa pertanyaan lisan kepada 10 siswa secara acak.  Acara   selanjutnya   memperagakan   cara   menggosok   gigi   yang   baik   dan   benar   dengan menggunakan phantom gigi. kami juga meminta peserta untuk menyebarluaskan informasi yang didapat kepada teman­teman di sekolah. Dan acara ditutup dengan   post­test berupa pertanyaan lisan kepada 5 orang siswa secara acak tentang materi penyuluhan yang diberikan.30   WITA. Pertama­tama kami mengucapkan salam dan perkenalan diri yang disambut dengan penuh semangat oleh para peserta.  Di akhir kegiatan. kami memberi pesan kepada seluruh peserta yang mengikuti penyuluhan agar selalu menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan cara rutin menggosok gigi minimal 2 kali   sehari   yaitu   setelah   sarapan   dan   sebelum   tidur   dengan   langkah­langkah   yang   benar.bahan untuk penyuluhan di tempat yang telah disediakan oleh pihak sekolah. Selain itu. dan air mineral kemasan untuk praktik menggosok gigi. dan penyuluhan akhirnya   dimulai   pada   pukul   08.  Kami meminta 5 peserta untuk maju dan menjelaskan ulang langkah dari langkah menggosok yang baik dan benar.   Sebelum   penyuluhan  dimulai. Peserta dibagikan sikat gigi. kemudian acara dilanjutkan dengan menggosok gigi bersama­sama sebagai salah satu pre­test  . pasta gigi.

1 Evaluasi Proses Pihak SDN 2 Rendang sangat mendukung kegiatan ini dengan menyediakan tempat. terlambat 30 menit dari rencana awal yaitu pukul 08. 17 Oktober 2014. jumlah ini dibawah target yaitu 34 orang yang mencakup seluruh siswa kelas 1 karena 3 orang siswa lainnya tidak masuk sekolah. Namun penyuluhan baru dapat dilakukan pukul 08.30 WITA. Metode yang 12 . Keterlambatan ini disebabkan karena perawat gigi yang akan menemani harus menangani pasien yang ada di Puskesmas terlebih dahulu. waktu dan peserta penyuluhan. Jumlah peserta penyuluhan pada saat itu adalah 31 orang. Tanggal pelaksanaan penyuluhan sesuai rencana yaitu Jumat.BAB IV EVALUASI 4.00 WITA.

Jadi secara umum penyuluhan yang kami berikan telah berhasil dan mampu meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dan dapat menggosok gigi dengan baik dan benar. 4. Hambatan lainnya saat ada beberapa siswa yang awalnya tidak mau memperhatikan dengan baik saat akan dimulai penyuluhan sehingga memerlukan waktu untuk menenangkan siswa tersebut. mereka juga sangat aktif mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. 4. Siswa SD kelas 1 antusias dan tertib saat materi disampaikan oleh kami. Kami melakukan post test secara lisan dengan memberikan beberapa pertanyaan di akhir materi dan menyuruh peserta untuk memperagakan cara menggosok gigi yang baik dan benar dengan menggunakan phantom gigi.4 Manfaat Manfaat dari pelaksanaan PKM ini terdiri dari tiga manfaat yaitu : 13 . Hasil yang didapatkan adalah adanya peningkatan pemahaman tentang kesehatan gigi dan mulut oleh para siswa kelas 1 dilihat dari kemampuan menjawab semua pertanyaan yang diberikan dengan tepat dan antusias dan beberapa diantara mereka sudah dapat memperagakan cara menggosok gigi yang baik dan benar.2 Evaluasi Hasil Kami mengawali kegiatan penyuluhan dengan mengenalkan diri terlebih dahulu kepada peserta.digunakan dalam penyuluhan sesuai dengan rencana yaitu ceramah langsung dengan flipchart dan memperagakan cara menggosok gigi yang baik dan benar dengan phantom gigi. Saat akan memulai materi penyuluhan sebelumnya kami bertanya terlebih dahulu tentang seberapa jauh penngetahuan anak tentang kesehatan gigi dan mulut dengan memberikan pertanyaan secara lisan dan menginstruksikan peserta untuk mempraktekkan cara menggosok gigi. 4. Hambatan yang terjadi hanya keterlambatan dimulainya penyuluhan.3 Hambatan Dalam pelaksaan penyuluhan tidak terdapat banyak hambatan yang berarti.

 persiapan alat dan sarana penunjang  Mengembangkan   keterampilan   berkomunikasi   di   depan   orang   banyak   agar menarik dan dapat dimengerti oleh pendengar 4.3.  14 .3. persiapan materi (pengumpulan materi dan penguasaaan materi). khususnya pada anak sekolah dasar.4.1 Manfaat Bagi Penyuluh Manfaat yang didapatkan bagi penyuluh di dalam pelaksanaan PKM ini antara lain sebagai berikut :  Sebagai latihan untuk menjadi penyuluh yang baik di masyarakat  Sebagai latihan untuk membuat suatu kegiatan mulai dari perencanaan.3. diharapkan pula adanya penurunan angka kejadian karies gigi pada anak usia sekolah dasar 4.  Pada   akhirnya   ketika   pengetahuan   tentang   kesehatan   gigi   dan   mulut   sudah diketahui dengan baik dan benar sehingga dapat diaplikasikan.2 Manfaat Bagi Peserta Manfaat   yang   didapatkan   bagi   peserta   di   dalam   pelaksanaan   PKM   ini   antara   lain sebagai berikut :  Diharapkan   dapat   menambah   pengetahuan   peserta   tentang   kesehatan   gigi   dan mulut khususnya karies gigi yang sering dijumpai pada anak usia sekolah dan cara­cara menggosok gigi yang baik dan benar sehingga pada akhirnya mereka mampu   secara   mandiri   menjaga   kebersihan   diri   dan   juga   mereka   dapat mensosialisasikan pengetahuan yang mereka dapat kepada orang lain.3 Manfaat Bagi Pemegang Program Promosi Kesehatan dan UKGS Manfaat yang didapatkan bagi pemegang program Promkes dan UKGS di Puskesmas Rendang  adalah sebagai bahan evaluasi dan motivasi dalam melakukan penyuluhan mengenai kesehatan gigi dan mulut serta langkah meggosok gigi yang baik dan benar.

Selama penyuluhan berlangsung dan setelah penyuluhan. pencegahan dan proses gigi berlubang.bagian dari gigi dan fungsi gigi. Selama persiapan pihak dokter muda banyak mendapat bantuan dari pihak Puskesmas Rendang dan pihak SDN 2 Rendang. makanan yang baik 15 . terdapat perubahan pengetahuan dari yang tidak tahu menjadi tahu tentang materi tentang bagian .BAB V KESIMPULAN 5.1 Kesimpulan a. Pelaksanaan penyuluhan yang direncanakan telah berjalan dengan baik.

2.2 Saran Saran-saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: 1. Para peserta penyuluhan hendaknya meneruskan informasi yang didapatkan dari penyuluhan kepada. dan cara menggosok gigi dan pemilihan sikat gigi yang baik dan benar 5.dan buruk untuk gigi. 16 . Para peserta penyuluhan hendaknya menerapkan pengetahuan yang mereka dapatkan dari penyuluhan dalam kehidupan mereka sehari hari.

Dokumentasi : 17 .

18 .

19 .

20 .

21 .

22 .