You are on page 1of 17

MAKALAH

PENGEMBANGAN KURIKULUM
“ LANDASAN DAN PRINSIP PENGEMBANGAN
KURIKULUM ”

OLEH:
KELOMPOK VII
1.
2.
3.
4.

DIAN NOFITHA AFTRIANI
ELYS TRI SEPTIANA
MUHAMAD FAISAL
NI MADE INTAN PERMATA S.

(E1M014010)
(E1M014015)
(E1M014033)
(E1M014036)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2016
Kata Pengantar
Assalamu’alaikum Wr. Wb

Sebagai pencerahan kehidupan umat manusia di jagat raya ini. Amin. Amin. Amin. semoga makalah atau resume ini bisa membantu untuk pembelajaran kita semua sesuai dengan yang diharapan. Harapan kami.Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat.Nya atas terselesaikannya tugas makalah Pengembangan Kurikulum ini. Shalawat beserta salam semoga tetap kepangkuan junjungan Rasulullah Muhammad SAW. Wassalamu’alaikm Wr. Setelah terselesainya tugas Pengembangan Kurikulum dengan judul: “Landasan dan Prinsip Pengembangan Kurikulum”. Pada akhirnya hanya kepada Allah SWT. Penulis harapkan semoga karya tulis ini bermanfaat bagi mahasiswa dalam mempelajari. penulis berlindung dan memohon tumpahan rahmat-Nya. Wb Penulis BAB I PENDAHULUAN A. taufik. menelaah dan memahaminya. hidayah dan inayah. Latar Belakang Masalah 2 .

artinya pelari. a) b) c) Tujuan Untuk mengetahui pengertian pengembangan kurikulum untuk mengetahui landasan-landasan dalam pengembangan kurikulum untuk mengetahui prinsip-prinsip yang diterapkan dalam pengembangan kurikulum. Curriculum. Dalam pengembangan kurikulum terdapat istilah yang dinamakan landasan pengembangan kurikulum. a) b) c) Rumusan Masalah Apa yang dimaksud dengan pengembangan kurikulum? Apa saja landasan-landasan dalam pengembangan kurikulum? Apa saja prinsip-prinsip yang diterapkan dalam pengembangan kurikulum? C. dan Curere artinya tempat berpacu. Pengertian Pengembangan Kurikulum Istilah kurikulum awal mulanya digunakan dalam dunia olah raga pada zaman Yunani Kuno. Curriculum diartikan “jarak” 3 . lalu apa yang dimaksud dengan landasan pengembangan itu sendiri? Makalah ini mencoba untuk memaparkan apa yang menjadi landasanlandasan dan prinsip-prinsip yang mendasari suatu proses pengembangan kurikulum.Kurikulum merupakan alat untuk mencapai pendidikan yang dinamis. Hal ini berarti bahwa kurikulum harus senantiasa dikembangkan dan disempurnakan agar sesuai dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini dimaksudkan agar pengembangan kurikulum yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dari pendidikan nasional. B. Maka dari itu pengembangan kurikulumpun menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindarkan dalam dunia pendidikan. BAB II PEMBAHASAN A. Oleh sebab itu ada beberapa landasan dan prinsip-prinsip yang harus menjadi pedoman dalam pengembangan kurikulum. berasal dari kata Curir. Pengembangan kurikulum harus didasarkan pada landasan dan prinsip-prinsip pengembangan yang berlaku.

sehingga akan 4 . Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. namun di dalamnya melibatkan banyak orang. dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. kurikulum secara sederhana diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh dan diselesaikan anak didik untuk memperoleh ijazah. didalamnya mencakup perencanaan. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran. serta unsur – unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan. tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan. tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja. pengusaha. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. Oleh karena itu. penerapan dan evaluasi. Dalam pengembangan kurikulum. Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang memiliki kedudukan cukup sentral dalam perkembangan pendidikan.yang harus “ditempuh” oleh pelari. Dalam pengembangan kurikulum. orang tua peserta didik. Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif. Dari makna yang terkandung dari kata tersebut. oleh sebab itu dibutuhkan landasan yang kuat dalam pengembangan kurikulum agar pendidikan dapat menghasilkan manusia-manusia yang berkualitas. dan hasilhasil kurikulum itu sendiri. seperti : politikus.

Secara umum landasan pokok dalam pengembangan kurikulum adalah landasan filosofis. proses pembelajaran (learning activities) dan komponen evaluasi (evaluations). Filsafat atau pandangan hidup yang dianut oleh suatu bangsa atau kelompok masyarakat 5 . goals. yaitu komponen tujuan (aims. objectives). Maka dari itu pengembangan kurikulumpun menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindarkan dalam dunia pendidikan. Setiap komponen bisa menjalankan fungsinya secara tepat dan bersinergi. isi/materi (contents). Filsafat pendidikan pada dasarnya adalah penerapan dari pemikiranpemikiran filsafat untuk memecahkan permasalahan pendidikan.ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum. Pandangan-pandangan filsafat sangat dibutuhkan dalam pendidikan terutama dalam menentukan arah dan tujuan pendidikan. Dalam pengembangan kurikulum terdapat istilah yang dinamakan landasan pengembangan kurikulum Ketika kita mendengar kata landasan mungkin ada yang teringat pada suatu dasar atau pondasi. jika ditopang oleh sejumlah landasan. landasan psikologis. 1) Landasan Filosofis Pengembangan Kurikulum. landasan sosiologis dan landasan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Seperti halnya bangunan. B. kurikulum pun memiliki landasan pengembangan yang menjadi dasar atau acuan dalam mengembangkan kurikulum agar kurikulum yang dibuat tersebut dapat dilaksankan sebaik mungkin dalam mencapai tujuan pendidikan. Landasan Pengembangan Kurikulum Kurikulum merupakan track yang harus dilalui peserta didik dalam pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. Jika kita ingin suatu bangunan menjadi kokoh dan tidak mudah hancur maka pondasi bangunan harus kuat menopang bangunan yang akan kita buat nantinya . Kurikulum yang digunakan dalam pendidikan meskipun sudah dirumuskan dengan sangat baik tetapi masih memiliki kekurangan terutama dalam pelaksanaannya. Kurikulum sendiri sebagai suatu sistem terdiri atas empat komponen.

Pendidikan yang menganut faham ini menekankan pada kebenaran absolut . Dengan merujuk kepada pemikiran Ella Yulaelawati (2003). Filsafat memegang peranan penting dalam pengembangan kuikulum.tertentu atau bahkan perorangan akan sangat mempengaruhi tujuan pendidikan yang ingin dicapai. Pengembangan kurikulum membutuhkan filsafat sebagai acuan atau landasan berpikir. Aliran ini lebih berorientasi ke masa lalu. metode pendidikan. keidealan. sains dan mata pelajaran lainnya dianggap sebagai dasar-dasar substansi kurikulum yang berharga 6 . sehingga akan mewarnai terhadap konsep dan implementasi kurikulum yang dikembangkan. rekonstruktivisme. seperti progresivisme. isi pendidikan. a) Perenialisme lebih menekankan pada keabadian. Landasan dan arah yang ingin diwujudkan oleh pendidikan di Indonesia adalah yang sesuai dengan kandungan falsafah Pancasila itu sendiri. essensialisme. logika dan aksiologi akan berimplikasi terhadap konsepkonsep pendidikan yang meliputi rumusan tujuan pendidikan. epistomologi. kaitannya dengan pengembangan kurikulum. Sama halnya seperti dalam Filsafat Pendidikan. filsafat. b) Essensialisme menekankan pentingnya pewarisan budaya dan pemberian pengetahuan dan keterampilan pada peserta didik agar dapat menjadi anggota masyarakat yang berguna. Landasan filsafat tertentu beserta konsep-konsepnya yang meliputi konsep metafisika. kita dikenalkan pada berbagai aliran eksistesialisme. berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila. : dan perenialisme. kebenaran dan keindahan dari pada warisan budaya dan dampak sosial tertentu. Pengetahuan dianggap lebih penting dan kurang memperhatikan kegiatan sehari-hari. peranan pendidikan dan peserta didik. Di Indonesia tujuan Pendidikan Nasional Indonesia bersumber pada pandangan hidup bermasyarakat. Matematika. di bawah ini diuraikan tentang isi dari masing-masing aliran filsafat. Dalam pengembangan kurikulum pun senantiasa berpijak pada aliran – aliran filsafat tertentu. Pada hakikatnya kurikulum merupakan alur atau tahapan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan pendidikan. kebenaran universal yang tidak terikat pada tempat dan waktu.

pada beberapa negara dan khususnya di Indonesia. Meskipun demikian saat ini. c) Eksistensialisme menekankan pada individu sebagai sumber pengetahuan tentang hidup dan makna. yaitu dengan lebih menitikberatkan pada filsafat rekonstruktivisme. penerapan aliran filsafat cenderung dilakukan secara eklektif untuk lebih mengkompromikan dan mengakomodasikan berbagai kepentingan yang terkait dengan pendidikan. Aliran Filsafat Perenialisme. Sementara. filsafat progresivisme memberikan dasar bagi pengembangan Model Kurikulum Pendidikan Pribadi. Progresivisme merupakan landasan bagi pengembangan belajar peserta didik aktif. Aliran ini akan mempertanyakan untuk apa berfikir kritis. tampaknya mulai terjadi pergeseran landasan dalam pengembangan kurikulum. Masing-masing aliran filsafat pasti memiliki kelemahan dan keunggulan tersendiri. Di samping menekankan tentang perbedaan individual seperti pada progresivisme.untuk hidup di masyarakat. 7 . Sedangkan. Sama halnya dengan perenialisme. Essensialisme. berfikir kritis dan sejenisnya. Oleh karena itu. Aliran ini mempertanyakan : bagaimana saya hidup di dunia ? Apa pengalaman itu ? d) Progresivisme menekankan pada pentingnya melayani perbedaan individual. peradaban manusia masa depan sangat ditekankan. rekonstruktivisme lebih jauh menekankan tentang pemecahan masalah. e) Rekonstruktivisme merupakan elaborasi lanjut dari aliran progresivisme. variasi pengalaman belajar dan proses. Eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang mendasari terhadap pengembangan Model Kurikulum Subjek-Akademis. essesialisme juga lebih berorientasi pada masa lalu. Untuk memahami kehidupan seseorang mesti memahami dirinya sendiri. dan melakukan sesuatu ? Penganut aliran ini menekankan pada hasil belajar dari pada proses. Pada rekonstruktivisme. filsafat rekonstruktivisme banyak diterapkan dalam pengembangan Model Kurikulum Interaksional. dalam praktek pengembangan kurikulum. memecahkan masalah. berpusat pada peserta didik.

yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan kurikulum. Kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan berhubungan erat dengan proses perubahan perilaku peserta didik. Kurikulum diharapkan dapat menjadi alat untuk mengembangkan kemampuan potensial menjadi kemampuan aktual peserta didik serta kemampuan-kemampuan baru yang dimiliki dalam waktu yang relatif lama. baik penyesuaian dari segi kemampuan yang harus dicapai. proses penyampaian atau pembelajarannya dan penyesuaian dari segi evaluasi pembelajaran. diharapkan upaya pendidikan yang dilakukan sesuai dengan karakteristik peserta didik. yaitu psikologi perkembangan dan teori belajar. Melalui kajian mengenai peserta didik. tugas-tugas perkembangan individu. serta hal-hal lainnya yang berhubungan perkembangan individu. Pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh asumsi-asumsi yang bersasal dari psikologi yang meliputi kajian tentang apa dan bagaimana perkembangan peserta didik serta bagaimana peserta didik belajar. Psikologi belajar mengkaji tentang hakekat belajar dan teori-teori belajar. aspek-aspek perkembangan. materi atau bahan yang harus disampaikan. Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya. Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengemukakan bahwa minimal terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu (1) psikologi perkembangan dan (2) psikologi belajar. 8 . Terdapat dua cabang psikologi yang sangat diperhatikan dalam pengembangan kurikulum. yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sekaligus mendasari pengembangan kurikulum. Psikologi belajar merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks belajar. pentahapan perkembangan. Pemahaman tentang peserta didik sangat penting dalam pengembangan kurikulum.2) Landasan Psikologis Pengembangan Kurikulum. Dalam psikologi perkembangan dikaji tentang hakekat perkembangan. serta berbagai aspek perilaku individu lainnya dalam belajar.

Pelatihan merupakan hal tepat untuk menjamin kemampuan ini. Pengetahuan. Selanjutnya. yaitu : (1) perbedaan tingkat kecerdasan. yaitu : 1. yaitu informasi khusus yang dimiliki seseorang. Sebaliknya. Mulyasa (2002) menyoroti tentang aspek perbedaan dan karakteristik peserta didik. sesuatu yang dimiliki seseorang untuk berfikir secara konsisten atau keinginan untuk melakukan suatu aksi. Ella Yulaelawati memaparkan teori-teori psikologi yang mendasari Kurikulum Berbasis Kompetensi. yaitu tingkah laku. Dengan mengutip pemikiran Spencer. bawaan dan motif lebih tersembunyi dan lebih mendalam serta merupakan pusat kepribadian seseorang. sedangkan konsep diri. Ella Yulaelawati mengemukakan pengertian kompetensi bahwa kompetensi merupakan “karakteristik mendasar dari seseorang yang merupakan hubungan kausal dengan referensi kriteria yang efektif dan atau penampilan yang terbaik dalam pekerjaan pada suatu situasi“. 3. kompetensi bawaan dan motif jauh lebih sulit untuk dikenali dan dikembangkan. Motif. Dalam konteks Kurikulum Berbasis Kompetensi. 4. Keterampilan dan pengetahuan cenderung lebih tampak pada permukaan ciri-ciri seseorang. dikemukakan pula tentang 5 tipe kompetensi. dan 5.Masih berkenaan dengan landasan psikologis. nilai atau image seseorang. 2. dan (5) pertumbuhan dan perkembangan kognitif. (2) perbedaan kreativitas. (3) perbedaan cacat fisik. E. bahwa sedikitnya terdapat lima perbedaan dan karakteristik peserta didik yang perlu diperhatikan dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi. Dikemukakannya. (4) kebutuhan peserta didik. Konsep diri. yaitu kemampuan melakukan tugas secara fisik maupun mental. yaitu karakteristik fisik yang merespons secara konsisten berbagai situasi atau informasi. Kelima kompetensi tersebut mempunyai implikasi praktis terhadap perencanaan sumber daya manusia atau pendidikan. 9 . Kompetensi permukaan (pengetahuan dan keterampilan) lebih mudah dikembangkan. Bawaan. Keterampilan.

3) Landasan Sosiologis (Sosial-Budaya) dalam Pengembangan Kurikulum. tetapi justru melalui pendidikan diharapkan dapat lebih mengerti dan mampu membangun kehidupan masyakatnya. Kehidupan masyarakat dan budaya dengan segala karakteristiknya harus menjadi landasan dan tiitk tolak dalam melaksanakan pendidikan. mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat dan diarahkan bagi kehidupan masyarakat pula. 10 . karakteristik. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan semata. Nilai-nilai tersebut dapat bersumber dari agama. maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan. budaya. keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup. kondisi. namun memberikan bekal pengetahuan. Oleh karena itu. mendapat pendididkan dalam lingkungan masyarakat dan diharapkan mampu terjun dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan pendidikan. Pengembangan kurikulumpun harus mampu mempersiapkan individu agar menjadi warga masyarakat yang diharapkan. politik atau segi-segi kehidupan lainnya. Setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki sistem-sosial budaya tersendiri yang mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar anggota masyarakat. dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan. Salah satu aspek penting dalam sistem sosial budaya adalah tatanan nilai-nilai yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat. Peserta didik berasal dari masyarakat. kita tidak mengharapkan muncul manusia – manusia yang menjadi terasing dari lingkungan masyarakatnya. bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat. tujuan. karena kita merupakan bagian dari masyarakat. Kita maklumi bahwa pendidikan merupakan usaha mempersiapkan peserta didik untuk terjun ke lingkungan masyarakat. kekayaan dan perkembangan yang ada di masyakarakat. Sebagai suatu rancangan. kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. Kehidupan masyarakat. isi.

pesawat Apollo berhasil mendarat di Bulan dan Neil Amstrong merupakan orang pertama yang berhasil menginjakkan kaki di Bulan. nasional maupun global. diperlukan masyarakat yang berpengetahuan melalui belajar sepanjang hayat dengan standar mutu yang tinggi. merespons dan berlandaskan pada perkembangan sosial – budaya dalam suatu masyarakat.baik dalam konteks lokal. Kemajuan cepat dunia dalam bidang informasi dan teknologi dalam dua dasa warsa terakhir telah berpengaruh pada peradaban manusia melebihi jangkauan pemikiran manusia sebelumnya. mungkin orang akan menganggap mustahil kalau manusia bisa menginjakkan kaki di Bulan. sehingga diperlukan 11 . kurikulum yang dikembangkan sudah seharusnya mempertimbangkan. Pada jaman dahulu kala. Dengan demikian. pemikiran dan cara-cara kehidupan yang berlaku pada konteks global dan lokal. ekonomi dan politik yang memerlukan keseimbangan baru antara nilai-nilai. Sifat pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai masyarakat sangat beragam dan canggih.Sejalan dengan perkembangan masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga turut berkembang sehingga menuntut setiap warga masyarakat untuk melakukan perubahan dan penyesuaian terhadap tuntutan perkembangan yang terjadi di sekitar masyarakat. ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia masih relatif sederhana. Israel Scheffer mengemukakan bahwa melalui pendidikan manusia mengenal peradaban masa lalu. tetapi berkat kemajuan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada pertengahan abad ke-20. Berbagai penemuan teori-teori baru terus berlangsung hingga saat ini dan dipastikan kedepannya akan terus semakin berkembang Akal manusia telah mampu menjangkau hal-hal yang sebelumnya merupakan sesuatu yang tidak mungkin. 4) Landasan IPTEK dalam Pengembangan Kurikulum Pada awalnya. Pengaruh ini terlihat pada pergeseran tatanan sosial. dalam abad pengetahuan sekarang ini. turut serta dalam peradaban sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang. namun sejak abad pertengahan mengalami perkembangan yang pesat. Selain itu.

pembahasan yang berarti dapat membantu siswa untuk mengetahui aturan-aturan dan mengalami kemajuan dengan mengerti keterampilan-keterampilan sebagai syarat mutlak dari pemahaman yang mendasar akan menghadirkan latihan-latihan yang bermakna. 3. Kebenaran Keseluruhan Kebenaran Keseluruhan adalah kebenaran yang jelas atau terbukti lewat eksperimen atau uji coba. C. prinsip dasar ini dipandang sebagai pandangan dasar yang benar dalam pengembangan kurikulum. Dalam Olivia (1991 : 29-30) jenis-jenis prinsip dasar dalam pengembangan kurikilum adalah: 1. dan alas an tersebut diterima tanpa hambatan. Sebagai contoh. terutama dalam bidang transportasi dan komunikasi telah mampu merubah tatanan kehidupan manusia. Pemahaman akan perbedaan ini sangat penting sebelum menetapkan prinsip-prinsip dasar untuk pengembangan sebuah kurikulum. Perkembangan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. 2. Prinsip-prinsip ini dibedakan oleh tingkat keefektifannya yang diketahui lewat tingkat resikonya. memilih dan menilai pengetahuan. kurikulum seyogyanya dapat mengakomodir dan mengantisipasi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seperti ada sebagian tenaga-tenaga pengajar berpendapat bahwa pencapaian prestasi siswa akan lebih tinggi ketika siswa itu dikelompokkan pada jenjang yang sama dalam proses pembelajaran. sehingga peserta didik dapat mengimbangi dan sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan. Dugaan 12 . Kebenaran Bagian Kebenaran bagian ini maksudnya adalah kebenaran beerdasarkan data yang terbatas dan bisa diaplikasikan pada situasi tertentu dan tidak bersifat umum. serta mengatasi siatuasi yang ambigu dan antisipatif terhadap ketidakpastian. Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum Ada jenis-jenis dasar dalam pengembangan kurikulun.kurikulum yang disertai dengan kemampuan meta-kognisi dan kompetensi untuk berfikir dan belajar bagaimana belajar (learning to learn) dalam mengakses. Oleh karena itu.

Dalam hal ini. pendidikan dikatakan relevan jika hasil pendidikan tersebut berguna bagi  masyarakat. yaitu: 1) Prinsip Umum Ada beberapa prinsip umum dalam pengembangan kurikulum. Prinsip praktis Kurikulum memiliki prinsip praktis dimana kurikulum mudah dilaksanakan. prinsip umum ini meliputi : Prinsip relevansi Prinsip relevansi adalah keserasian pendidikan dengan tuntutan masyarakat. 13 .. Hal ini berarti dalam penyelenggaraan proses dan program pendidikan harus di perhatikan  kondisi perbedaan yang ada dalam diri peserta didik Prinsip kontinuitas Kurikulum sebagai wahana belajar yang dinamis perlu dikembangkan terus menerus dan berkesinambungahn. Prinsip fleksibilitas Kurikulum hendaknya memiliki sifat lentur dan fleksibel. menggunakan alat-alat sederhana dan biayanya juga murah.      prinsip-prinsip ini berkenaan dengan : Tujuan pendidikan Pemilihan isi pendidikan Proses belajar-mengajar Prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pemlajaran Prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian. Prinsip ini juga  disebut prinsip efisiensi Prinsip efektivitas Efektivitas dalam kegiatan berkenaan dengan sejauh mana apa yang direncanakan dan diinginkan dapat dilaksanakan atau dapat dicapai. 2) Prinsip Khusus Ada beberapa prinsip yang lebih khusus dalam pengembangan kurikulum. Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengetengahkan prinsipprinsip pengembangan kurikulum yang dibagi ke dalam dua kelompok. bisa juga merupakan dugaan atau ujicoba.Sebagian prinsip-prinsip dasar tidak semuanya benar. sementara ide-ide atau dugaan-dugaan tersebut menjadi dasar keputusan dalam pengembangan kurikulum. Kesinambungan dalam pengembangan kurikulum menyangkut saling berhubungan antara tingkat dan jenis program  pendidikan atau bidang studi. Seperti juga  yang disampaikan oleh Subandijah.

14 . terdapat sejumlah prinsip-prinsip yang harus dipenuhi. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. keterampilan sosial. keterampilan berpikir. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. kreatif. Oleh karena itu. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. teknologi dan seni berkembang secara dinamis. dan seni. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. budaya dan adat istiadat. tanpa membedakan agama. dunia usaha dan dunia kerja. antarsubstansi. teknologi. dan seni. berakhlak mulia. pengembangan keterampilan pribadi. sehat. kebutuhan. dan pengembangan diri secara terpadu. serta status sosial ekonomi dan gender. muatan lokal. 2. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. kebutuhan. keterampilan akademik. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. Berpusat pada potensi.Terkait dengan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. dan jenjang serta jenis pendidikan. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat 3. kondisi daerah. perkembangan. perkembangan. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. 4. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. suku. berilmu. cakap. teknologi. yaitu : 1. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pemenuhan prinsip-prinsip di atas itulah yang membedakan antara penerapan satu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan kurikulum sebelumnya. Menyeluruh dan berkesinambungan. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. nonformal dan informal. Dalam mensikapi suatu perubahan kurikulum. Padahal jauh lebih penting adalah perubahan kutural (perilaku) guna memenuhi prinsip-prinsip khusus yang terkandung dalam pengembangan kurikulum. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. banyak orang lebih terfokus hanya pada pemenuhan struktur kurikulum sebagai jasad dari kurikulum . BAB III 15 . dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang 7. Belajar sepanjang hayat. serta arah pengembangan manusia seutuhnya. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena prinsipprinsip itu boleh dikatakan sebagai ruh atau jiwanya kurikulum. pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. 6. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.5. berbangsa dan bernegara. yang justru tampaknya sering kali terabaikan.

Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran. Saran Demikianlah makalah yang telah kami buat. Prinsip Umum: Prinsip relevansi. DAFTAR PUSTAKA 16 . ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Prinsip Khusus: Tujuan pendidikan. Prinsip kontinuitas. Pemilihan kegiatan penilaian. Prinsip praktis dan Prinsip efektivitas. landasan sosiologis dan landasan 3. Prinsip fleksibilitas. penerapan dan evaluasi. Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif. Proses belajar mengajar. tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan. b. yaitu : a. Pemilihan isi pendidikan. Pemilihan media dan alat bantu pengajaran. didalamnya mencakup perencanaan. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. B. landasan psikologis. 2. Kesimpulan 1. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. karena kesempurnaan hanya milik Allah. demi perbaikan makalah kami. Secara umum landasan pokok dalam pengembangan kurikulum adalah landasan filosofis. kritik dan saran sangat kami harapkan. Jika ada kesalahan harap dimaklumi dan diberi saran.PENUTUP A. Nana Syaodih (1997 : 150-155) prinsip-prinsip pengembangan kurikulum dibagi menjadi dua bagian. dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri.

Pengembangan dan Inovasi Kurikulum. Pada tanggal 07 Desember 2016. Jakarta: Puskur Balitbang.Anonim.html. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Direktorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam. Fuaduddin dan Sukama Karya. Pelayanan Profesional Kurikulum Berbasis Kompetensi. 1998. Bandung : Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UPI. Standar Kompetensi Bahan Kajian. Depdiknas. Diakses dari http://creativejepara. 2013. 17 . Tim Pengembang MKDK Kurikulum dan Pembelajaran.blogspot. Makalah Landasan dan Prinsip Pengembangan Kurikulum. 2003. 2002.id/2013/06/makalah-prinsipdan-landasan.co.