You are on page 1of 20

PT.

ALTHOHA
JL. Swasembada Timur XIX No.10, Kebon Bawang, Tg. Priok, Jakarta Utara 14320
Telp. +62 21 4352603, 4358853. Fax. +62 21 4373170
Email : customer.service@althoha.com
2013

LEMBAR PENGESAHAN

Rencana Keselamatan dan kesehatan Kerja, Lingkungan Hidup (Rencana K3LH)

Nama Proyek :
Transportasi Darat
(Provisions Of Land Transportation Servicer)

Tanggal Pengesahan : 24 Juni 2013

Dibuat,

Diperiksa,

Disetujui,

( Rika Prabawati., S. ST)
HSE Officer

HSE Manager

Direktur Utama

DAFTAR ISI
Hal
LEMBAR PENGESAHAN

2

DAFTAR ISI

3

1. KOMITMEN

5

1.1
1.2

Komitmen Perusahaan
Visi, Misi dan Tata Nilai

5
5

2.
2.1
2.2
2.3

KEBIJAKAN HSE DAN SASARAN
Kebijakan K3 Umum
Kebijakan K3 Transportasi
Tujuan dan Sasaran K3

6
7
8

3. ORGANISASI , SUMBER DAYA DAN DOKUMENTASI
3.1 Struktur Organisasi
3.2 Tugas dan Tanggung Jawab
3.2.1 Manajer Proyek
3.2.2 HSE Officer
3.2.3 HSE Supervisor
3.2.4 Pekerja
3.3 Sumber Daya
3.3.1 Orientasi HSE
3.3.2 Pelatihan HSE
3.3.3 Dokumentasi

6

9
9
9
9
10
10
10
11
11
11
11

1 5.2 4.6 4. LAMPIRAN 10.1 Kajian Ulang 8.5 4.1 Form 10.1 4.4. 5. 6.5 PENGEPERENCANAAN DAN PROSEDUR Standar Kesehatan Sistem Keselamatan Kerja Manual Handling Perlindungan Lingkungan Program Motivasi 16 16 16 17 17 7.1 Implenemtasi 7. KAJIAN ULANG DAN TANGGAP DARURAT 8.2 Pemantauan Kinerja 8.3 6.2 6.2 Tanggap Darurat 9.3 4. REEFRENSI 10. IMPLEMENTASI DAN PEMANTAUAN KINERJA 7. 4.4 6.8 HSE MANAJEMEN PLAN Identifikasi Masalah K3L dan HIRAC Induksi Toolbox Meeting dan HSE Talk Peraturan Sub-Kontraktor Inspeksi dan Patrol Safety Meetings HSE Promosi Laporan dan Analisa 5.7 4.4 4. DAN INVESTIGASI Audit Internal Prosedur Investigasi 14 15 15 6.1 6.2 5. PROSEDUR.2 Lampiran 12 12 12 13 13 13 13 14 14 14 16 19 19 20 20 21 21 22 .3 AUDIT.

buruh pelabuhan. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Dengan memperhatikan Aspek Keamanan. kerugian. Melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja SMK3 secara berkesinambungan. dimengerti. pelanggan dan pengunjung. KEPEMIMPINAN DAN KOMITMEN MANAJEMEN 1. Menjamin bahwa setiap kegiatan operasional tidak mengakibatkan risiko cidera. Menyediakan lingkungan kerja yang aman bagi karyawan. Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan pencemaran terhadap lingkungan kerja maupun lingkungan sekitarnya. ALTHOHA telah dikomunikasikan. rekanan.1. lingkungan kerja dan masyarakat sekitar. Memastikan Bahwa Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT. VISI . ALTHOHA berkomitmen untuk : a. Mematuhi semua peraturan yang berlaku baik untuk aspek keselamatan dan kesehatan kerja maupun lingkungan dan menempatkan SMK3 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja) pada posisi sejajar. dan berusaha mencegah terjadinya Kecelakaan Akibat Kerja (KAK). beriringan.2 VISI. dan setara dengan Sistem Manajemen lainnya. b. d. dan dipatuhi oleh seluruh karyawan dan pihak terkait lainnya. MISI DAN TATA NILAI a. e. 1. Penyakit Akibat Kerja (PAK). atau berdampak negatif bagi karyawan. c.1 Komitmen Perusahaan PT.

c. b. muat. 4) Memberikan niai yang optimal kepada pemegang saham dan memperoleh pendapatan diatas rata-rata industri. memenuhi standar dan berkualitas. Tata Nilai 1) Customer Focus Memenuhi harapan pelanggan dengan memberikan ragam jasa yang inovatif. ALTHOHA Kami berkomitmen untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan menyediakan tempat kerja yang sehat dan aman bagi tenaga kerja. 3) Integrity Menjunjung tinggi kejujuran. 2) Menjadi mitra bisnis dalam meminimalisasi risiko dengan mengutamakan pemenuhan komitmen dan kualitas pelayanan yang dapat diandalkan. MISI Mengurangi resiko pelanggan dalam kegiatan perdagangan.1) Menjadi perusahaan jasa bongkar. dan pengemasan (Freight Forwarding) terkemuka di Indonesia yang berlandaskan K3. Visitor dan Costomer dengan penerapan program . berpengetahuan serta bermutu yang dihargai dengan baik. etika bisnis dan pemenuhan komitmen pada Costomer. 4) Team Work Mengedepankan kerjasama tim. loyalitas.1 Kebijakan K3 Perusahaan Kebijakan K3 PT. investasi dan industri dengan memastikan kesesuaian terhadap standard hukum dan peraturan yang berlaku. pengepakan. 2. dan kolaborasi dengan pihak ketiga untuk menghasilkan efektifitas organisasi dan sinergi usaha yang lebih baik. 2) Competence Memiliki kualitas pekerjaan dan sumber daya manusia yang andal sehingga memenuhi standar profesionalisme dan persaingan. KEBIJAKAN HSE DAN SASARAN 2. 3) Memiliki karyawan/pegawai yang professional.

Mendokumentasikan. d. Oleh karena itu perusahaan penetapkan kebijakan transportasi untuk mengatur hal-hal yang berhubungan dengan transportasi. ALTHOHA. Semua kendaraan yang digunakan untuk operasional perusahaan harus memenuhi standart yang berlaku. Mengelola dan menangani semua material. serta mengintegrasikannya ke dalam semua aspek kegiatan operasional PT.risiko K3 yang ada di PT. ALTHOHA. Menyediakan sumber daya yang cukup untuk mengimplementasikan Sistim Manajemen K3 (SMK3). melaksanakan dan mengevaluasi sasaran dan program Kesehatan & Keselamatan Kerja (K3) secara berkala agar selaras. Mengkomunikasikan dan menanamkan kesadaran kebijakan ini kepada semua personil secara i. baik dengan perkembangan b. Oleh karena itu PT. Menyediakan prosedur kerja bagi penetapan dan peninjauan sasaranK3. ALTHOHA. kondisi perusahaan. . peraturan atau standar yang berlaku dan harapan Costomer. menerapkan dan memelihara Sistim Manajemen K3. ALTHOHA menerapkan peraturanperaturan yang harus ditaati dan diterapkan. e. termasuk mengendalikan potensi bahaya yang terdapat di lingkungan kerja PT. 2. Althoha secara periodik agar selalu relevan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. merencanakan. ALTHOHA Perusahaan sadar akan adanya sifat-sifat berbahaya dalam perjalanan transportasi. c. b.perbaikan berkelanjutan melalui Sistim Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja (SMK3) dengan cara : a.2 Kebijakan K3 Transportasi Kebijakan K3 Transportasi PT. Memelihara program Lindung Lingkungan terhadap kegiatan di semua lokasi area kerja PT. yaitu : a. baik yang berbahaya maupun yang tidak berbahaya. h. k. Melakukan identifikasi bahaya sesuai dengan sifat dan skala risiko . Meningkatkan kompetensi pekerja sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya. Kendaraan operasional hanya boleh dikendarai oleh personel yang telah di tetapkan oleh perusahaan. Menetapkan tujuan. berkala. Mematuhi perundang-undangan dan persyaratan lainnya yang berkaitan dengan K3. Meninjau aspek Manajemen K3 PT. Althoha. f. g. j.

b.c. 3) Sebagai alat penuntun pekerja dalam melaksanakan pekerjaan dengan benar. Segala macam kecelakaan yang berhubungan dengan perjalaan transportasi harus dilaporkan. 3) Zero accident and zero lost time injury. Seluruh karyawan diminta untuk menjalankan penerapan kebijakan ini saat menggunakan kendaraan pribadi sekalipun. ALTHOHA. Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) dimanapun operasi perusahaan dilakukan. d. Pencapaian tujuan dan sasaran harus dipantau secara periodik setiap satu tahun oleh Sekretaris P2K3 dan dilaporkan dalam rapat tinjauan manajemen K3 untuk dievaluasi dan dikaji ulang. 2) Perilaku tenaga kerja dapat terkontrol. Sikap menghindari kecelakaan saat mengemudi harus diterapkan setiap saat oleh karyawan. Laporan tersebut akan dianalisa yang kemudian akan dilakukan pengendalian dan pencegahan terhadap factor risiko. .3 Tujuan dan Sasaran K3 a. 4) Zero occupational disease 5) Zero pollution. aman dan selamat. ALTHOHA memiliki komitmen yang tinggi terhadap Kebijakan K3LH dengan melakukan 2) pengendalian dan pemantauan K3LH melalui penerapan prosedur & standard K3LH. 2. f. ALTHOHA dalam setiap kegiatan Keselamatan. Tujuan Tujuan utama HSE Plan adalah : 1) PT. hygiene dan sanitasi Perusahaan dapat terlaksana dengan baik. e. Seluruh karyawan wajib untuk selalu bekerja sama. Sasaran Sasaran yang harus dicapai dalam proyek Transportasi darat (Provisions of land transportation servicer) adalah 1) Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup (K3LH). baik dengan instansi pemerintah maupun seluruh mitra kerja PT. Pengaturan/perencanaan perjalanan dan segala penggunaan kendaraan harus surat jalan dari PT. HSE Plan ini dibuat sebagai acuan bagi penerapan prosedur & standard K3LH selama melaksanakan tugas. Prosedur yang di dokumentasikan menjadi ilmu pengetahuan yang dapat di warisi kepada generasi yang akan datang.

SUMBER DAYA DAN DOKUMENTASI 3.3.1 Struktur Organisasi President Director . ORGANISASI.

PROJECT MANAGER LOG& PROC MANAGER HR. MANAGER FINANCE MANAGER Supervisor 1 Supervisor 2 Supervisor 3 Supervisor 4 .

c.Bagan. b. Menyediakan serta memonitor keberadaan sarana dan prasana yang diperlukan bila terjadi kecelakaan. Memberikan saran dan pertimbangan baik diminta maupun tidak kepada pengusaha atau pengurus mengenai masalah K3. 3. 3.2.2.3 HSE Supervisor a. c. Melakukan pemantauan terhadap pegawai yang mengalami kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Melakukan inventarisasi dan mencatat seluruh APD serta melaporkannya kepada Manajemen jika terdapat kekurangan atau sudah tidak layak pakai. Pekerja/ Karyawan . Membantu Tim Satuan tugas Penanggulangan Keadaan Darurat bilamana terjadi kecelakaan darurat. d. b. 3.2. instruksi kerja serta dokumen lain yang berhubungan dengan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. c.4. rincian tanggung jawab masingmasing tingkatan/level adalah sebagai berikut : 3. b. Mensosialisasikan kepada seluruh pekerja mengenai keselamatan kerja dan perlengkapan penanggulangan keadaan darurat. 1 3.2 Tugas dan Tanggung Jawab Penerapan HSE merupakan tanggung jawab seluruh karyawan. Melaporkan secara periodic kegiatan pengawasan. Manager Proyek a. pemantauan dan pengukuran kinerja HSE. Menyusun prosedur.2.1. Mengawasi dan mengingatkan pekerja yang seharusnya memakai alat pelindung pada saat bekerja. HSE Officer a.2. Mengkoordinir pelaksanaan pemberian pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta inventarisasi jumlah korbannya.

b. Mematuhi semua kebijakan K3.1. Selalu melakukan kegiatan dengan cara yang aman bagi diri sendiri dan orang lain yang dapat terpengaruh oleh aktifitas tersebut. kontraktor. 3. Bekerjasama dalam hal penyelidikan terhadap kecelakaan. tamu. . Membantu penanggulangan kebakaran dan memelihara fasilitas penunjang kesejahteraan pekerja. c. jika diperlukan. Memahami dan mentaati semua peraturan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja serta aturan-aturan kerja lainnya yang ada.3. e. Yang juga ditujukan untuk memastikan bahwa setiap karyawan pada setiap level/fungsi sudah memahami tentang : a. f. Sumber Daya 3. Tidak menyalahgunakan segala fasilitas peralatan ataupun komponen-komponennya yang seharusnya hanya digunakan untuk keselamatan dan kesehatan kerja.3.a.3. Pengelolaan pendidikan dan pelatihan tersebut diatur dalam prosedur Pendidikan dan Pelatihan. ALTHOHA dalam pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. prosedur dan instruksi kerja yang aman dalam melakukan kegiatan. Melaporkan kepada atasan jika menemukan bahaya atau masalah yang berkaitan dengan K3. pelanggan dan pemasok guna mendorong pemahaman atas usaha PT. d. ALTHOHA juga menetapkan program dan sasaran pendidikan dan pelatihan bagi seluruh pekerja yang dirumuskan sesuai tuntutan pekerjaan sekarang dan yang akan datang serta potensi bahaya dari pekerjaan yang dilakukannya. Untuk pekerja baru diberikan orientasi/pengenalan dan pemahaman tentang HSE yang berlaku di perusahaan.2. Pelatihan HSE Manajemen PT. Orientasi HSE Informasi yang sesuai mengenai kegiatan dan masalah-masalah K3 disebar luaskan kepada semua pekerja. Pentingnya kesesuaian dengan kebijakan K3 dan prosedur serta persyaratan-persyaratan SMK3. 3. g.

Dokumen ini juga dikomunikasikan kepada personel terkait untuk dipahami dan diterapkan. instruksi kerja dan persyaratan SMK3 bagi seluruh pekerja. Potensi bahaya lain yang lebih detail akan dituangkan dalam HIRAC (Hazard Identification Risk Assessmentand Control) yang didokumentasikan secara terpisah. c. Emergency Respons. HSE MANAGEMEN PLAN 4. Pelatihan dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya dari dalam ataupun dari luar perusahaan. ditetapkan struktur sistem dokumentasi sebagai berikut : a. Alat Pelindung Diri (APD). penanganan bahan kimia. formulir. dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang berisi tentang kebijakan. dsb. c. karyawan baru/pindahan. Kebijakan.1 Identifikasi Masalah K3LH dan HIRAC Pada setiap kegiatan yang akan dilaksanakan harus diidentifikasi potensi bahaya terbesarnya sesuai pekerjaan/lokasi/produksi/jasa yang akan dilaksanakan. program.b. 4. Pedoman Kebijakan Sistem Manajemen K3 (SMK3) yang berisi lingkup dan unsur-unsur utama SMK3 serta rujukannya ke dokumen terkait. memelihara dan meningkatkan dokumentasi Sistem Manajemen Keselamatan. ALTHOHA menetapkan. peraturan. Tujuan dan Sasaran K3. Akibat yang mungkin terjadi bila prosedur tidak dilaksanakan. Perusahaan juga melaksanakan program pelatihan K3 yang berkaitan dengan kebijakan K3. kontraktor serta tamu yang berkunjung yang mencakup: First Aid. Dokumentasi tersebut dikendalikan. PER05/MEN/1996 dan OHSAS 18001 : 2007. 4. standard dan dokumen lainnya. Untuk memastikan adanya pendekatan secara sistematis. b. rekaman. Prosedur d. DAMKAR.3. didistribusikan dan dipelihara sesuai dengan prosedur Pengendalian Dokumen. Konsekuensi K3 yang aktual/ potensial dari kegiatannya dan manfaat peningkatan kinerja perorangan terhadap SMK3. Instruksi kerja. prosedur. tujuan. prosedur dan instruksi di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan mengacu pada persyaratan Permenaker Nomor. Dokumentasi PT. menerapkan.3. 3.2 Induksi .

calon subkontraktor sebelum mengajukan penawaran atau dalam tahap aanwijzing sudah di jelaskan tentang persyaratan/ketentuan Sistem K3LH jika nantinya terpilih sebagai sub-kontraktor. ALTHOHA berisi tentang penjelasan dan pengarahan tentang K3 yang berkaitan dengan potensi bahaya. Induksi K3 dilakukan untuk memberikan pengarahan tentang K3L secara umum yang dilakukan oleh : a. Security kepada setiap tamu/non pekerja yang datang.4 Peraturan untuk Sub-Kontraktor Secara umum. g. dan cara-cara penyelamatan pada setiap kegiatan PT. pengendalian bahaya. f. 4. induksi local. HSE Talk. HSE Talk dan Tool Box meeting selain memberi pengarahan juga dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi pekerja untuk melakukan dialog/konsultasi perihal K3LH kepada HSE Profesional. dan induksi ulang.ALTHOHA. yaitu pengarahan secara berkelompok menurut area kerja atau disiplin pekerjaan yang dilakukan sebelum pekerjaan dimulai. Persyaratan menggunakan Induksi K3 adalah a. dan pekerja) alam bentuk : a. yaitu pengarahan secara bersama-sama mengenai Keselamatan dan kesehatan kerja b. induksi. Personil HSE kepada setiap pekerja yang baru. Alat bantu untuk mempermudah dan memperjelas penyampaian materi induksi harus e. Tool Box Meeting. akan diadakan pengarahan tentang K3LH yang lebih teknis kepada seluruh personil (staff.3 Toolbox Meeting dan HSE Talk Setiap ada pekerjaan/lokasi/produk/jasa yang mengandung resiko. (kurang lebih selama 10-15 menit).Induksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja PT. tanggap darurat. c. 4. Jenis induksi keselamatan dan kesehatan kerja adalah induksi umum. disesuaikan dengan jenis dan kondisi yang ada dilokasi. Daftar periksa yang telah ditandatangani peserta dan penyaji induksi diarsipkan oleh bagian K3. Setiap peserta induksi harus mengisi daftar hadir dan daftar periksa. Induksi K3 harus diberikan kepada Karyawan dan tamu. b. Bahan/materi induksi harus tersedia dalam jumlah yang sesuai dengan jumlah peserta dan jenis d. Induksi harus dilakukan diruang khusus. . b. induksi tamu. yang ada di perusahaan.

7 HSE Promosi Promosi HSE yang telah dilakukan oleh PT. 4. P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan). dan suhu ruangan. a. DAMKAR (Teknik Pemadam Kebakaran). c. DAN INVESTIGASI 5. c. meliputi seluruh area kerja. e. Setiap Nearmiss akan dicatat. dan safety talk yang dilakukan bersama dengan group kecil yang sesuai dengan jenis pekerjaan. PROSEDUR. b. 4. NAB (Nilai Ambang Batas) terkait pekerjaan. dll. dan terhadap area dimana ada pekerjaan yang telah diidentifikasikan mempunyai potensi kecelakaan dan pencemaran harus diberikan perhatian yang lebih. ALTHOHA adalah 4. Patrol dilakukan team HSE. 4. di PT. ALTHOHA yang dilakukan periodik. b. weekly. ALTHOHA adalah : Pemeliharaan. gas beracun. Tujuan dari inspeksi untuk menjaga konsistensi penerapan standar K3LH di lingkungan kerja.5 Inspeksi dan Patrol Inspeksi dilakukan HSE Profesional dan HSE supervisior. AUDIT. kebisingan. d. sub-kontraktor terpilih wajib meminta persetujuan dari team warehouse terhadap Rencana Pelaksanaan Sub-kontraktor dan dalam melaksanakan pekerjaan di proyek wajib mengikuti peraturan yang ditentukan di warehouse. yearly wajib dilaporkan sebgaia arsip HSE persusahaan. Beberapa materi yang telah digunakan sebagai bahan safety meting a. Sedangkan safety meeting ini dilakukan secara global dan antar group sehingga memerlukan materi yang lebih luas dan mencakup keseluruhan kegiatan group. Ergonomik. a. untuk selanjutnya dianalisa sebagai tindakan preventif. penggunaan dan perawatan APD (Alat Pelindung Diri). c.8 Laporan dan Analiasa Setiap kecelakaan kerja dan pencemaran lingkungan akan dicatat dan diinvestigasi. audit internal tersebut antara lain : Audit internal Sistem manajemen Keselamatan dan kesehatan kerja Audit internal Sistem manajemen mutu Audit internal system manajemen lingkungan .6 Safety Meetings Sedikit berbeda dengan safety tool box Meeting.1 Audit Internal Ada beberapa audit internal yang dilakukan PT. b. Laporan untuk kerja HSE dayly. monthly.Secara khusus. 5. getaran. Team HSE akan langsung memberikan perintah lisan ditempat untuk menghentikan pekerjaan bila mana ditemukan keadaan yang berbahaya.

c. Semua rekaman proses audit internal dipelihara sesuai Prosedur Kearsipan. b. Sedangkan Tim Penyelidik yaitu tim yang ditunjuk oleh General Manager Operation/Kepala Divisi yang bertugas . . ALTHOHA menetapkan bahwa setiap kegiatan operasional berlandaskan pada keselamatana dan kesehatan kerja serta lingkungan hidup. Hasil audit ditujukan dan ditindaklanjuti oleh manajemen penanggung jawab areal yang diaudit. Menentukan apakah HSE telah : . ALTHOHA guna untuk: a. dan pelaksanaannya dilakukan dalam interval waktu yang tidak lebih dari dua belas bulan. frekuensi dan metode audit. Sosialisasi persyaratan SOP ini kepada semua karyawan.Audit internal dilakukan PT. a. termasuk persyaratan standar. Penentuan criteria. g. Proses penyelidikan insiden mengacu pada persyaratan yang tercakup dalam SOP ini. ALTHOHA memerlukan adanya prosedur yang mencakup proses penyelidikan insiden dalam bahwa semua insiden diselidiki dengan baik agar tindakan perbaikan yang tepat dapat dilaksanakan sehingga tidak terulang kembali. Audit dilakukan oleh personel terlatih dan independen dari kegiatan yang diaudit. Setiap insiden dilaporkan ke atasan masing-masing sesuai ketentuan SOP ini.Memenuhi pengaturan yang direncanakan. Semua karyawan mengetahui dan mengerti semua ketentuan SOP ini.3 Investigasi Investigasi adalah usaha untuk memastikan bahwa tindakan perbaikan dan pencegahan telah dilaksanakan dan diselesaikan agar bisa mencegah terulang kembali. lingkup. Setiap karyawan bertanggung jawab untuk melaksanakan ketentuan SOP ini setiap saat dan harus melaporkan semua insiden yang mereka saksikan sebelum akhir shift kejadian 5.2 Prosedur PT. pelaporan hasil dan penyimpanan rekaman terkait. 5. Semua Supervisor Lini Depan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa: e. dalam mendukung pelaksanaan tersebut maka PT. Tanggung jawab dan persyaratan untuk perencanaan dan pelaksanaan audit. Menyediakan informasi hasil audit bagi manajemen. b. d. f.Diterapkan dan dipelihara secara memadai b. h. Pelaksanaa kegiatan audit ini diatur secara rinci dalam prosedur Audit Internal yang memuat : a. Prosedur ini dilaksanakan di seluruh wilayah kerja PT Althoha. Laporan insiden telah ditindak lanjuti agar bisa melakukan penyelidikan bila perlu. Rekaman merupakan bukti obyektif atas status penerapan HSE dan dapat dijadikan masukan untuk tinjauan manajemen.

pemeriksaan. 6. ALTHOHA menetapkan prosedur untuk memantau dan mengukur karakteristik utama operasi dan kegiatannya yang dapat menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja secara periodik. PERENCANAAN DAN PROSEDUR 6. Harus terdapat suatu sistem tindak lanjut dari manajemen lini dalam 30 hari dan dari Departemen HSE dalam waktu 45 hari setelah insiden terjadi untuk memastikan apakah semua tindakan perbaikan telah dilaksanakan.2 Sistem Keselamatan Kerja PT. Departmen HSE harus melaporkan kecelakaan dengan batas waktu 1 X 24 jam untuk Laporan Sementara (NOTIFIKASI) dan 3 X 24 jam untuk Draft Investigasi atau bila memungkinkan hasil dari investigasi yang sudah dilaksanakan. e. Departmen HSE harus menilai semua formulir laporan penyelidikan insiden untuk menentukan kualitas dari pengisian. c. dengan peralatan yang telah dikalibrasi serta metode pemantauan/ pengujian yang sesuai standar. Presentasi penilaian ini harus dicantumkan dalam buku catatan insiden. Pemantauan dilakukan oleh personel yang kompeten.untuk melakukan penyelidikan insiden dan memberikan saran percegahan tindakan perbaikan yang tepat. . Kegiatan dapat dilakukan sendiri secara internal ataupun dengan menggunakan jasa pihak eksternal.Pemberian istirahat sesuai saran dokter perusahaan . 6. Tindak lanjut yang dilakukan antara lain seperti: .Rotasi/ mutasi untuk pegawai yang mengalami masalah kesehatan pada bidang pekerjaannya. Apabila terdapat laporan kesehatan pegawai yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Untuk semua insiden yang melibatkan cidera serius pada karyawan (cidera hari hilang) yang bisa diklaim dari Jamsostek.Pemeriksaan/ perawatan lebih lanjut .1 Standar Kesehatan Pemeriksaan Kesehatan dilaksanakan secara berkala yang mencakup identifikasi. Tindakan perbaikan yang belum tuntas harus dilaporkan dalam rapat Komite Keselamatan bulanan. (secepatnya setelah formulir diisi. d. tapi pasti dalam 48 jam) b. pemeliharaan kesehatan dan perekaman data. Setiap pekerja dilarang keras memiliki dan mengkonsumsi minuman beralkohol atau narkoba di tempat kerja. Prosedur dalam investigasi antara lain adalah a.

ALTHOHA berkomitmen untuk mencegah pencemaran lingkungan akibat dari limbah yang dihasilkan dari kegiatan yang dilakukan. ALTHOHA serta untuk menentukan tindakan perbaikan atau pencegahan yang diperlukan. tujuan dan sasaran K3. 6. Limbah B3 sesuai spesifikasi MSDS yang pemusnahannya melalui enzinerator maka dikirim ke pihak ketiga yang memiliki enzinerator yang memiliki ijin dari pemerintah terkait sesuai dengan perundangan yang berlaku.Terwakilinya karyawan dalam masalah-masalah K3. Secara rinci kegiatan ini dituangkan dalam prosedur:  Prosedur inspeksi K3  Prosedur Pemantauan Lingkungan Kerja  Prosedur Bongkar Muat  Prosedur Pemeriksaan Kesehatan. Limbah radioaktif harus dicatat dan dikirim ke instansi yang berwenang mengelola limbah radioaktif yang bertanggung jawab atas pengelolaan radioaktif sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Memberikan informasi kepada karyawan tentang petugas-petugas K3. Limbah tidak boleh dibuang ke saluran drainase c. Mensosialisasikan/ mendiskusikan jika ada perubahan-perubahan yang mempengaruhil kesehatan dan keselamatan di tempat kerja. Sehingga seluruh limbah yang dihasilkan harus dilakukan : a. Konsultasi ditujukan untuk: Meningkatkan keterlibatan karyawan dalam pengembangan dan tinjauan terhadap kebijakan dan - prosedur untuk mengelola risiko. Apabila terdapat pencemaran lingkungan.Hasil kegiatan didokumentasikan untuk selanjutnya dianalisa guna menentukan kinerja K3 PT. . .5 Rencana Tanggap Darurat Pengendalian risiko dari bahaya-bahaya yang ada di tempat kerja dilakukan dengan mengacu kepada hasil identifikasi dan penilaian bahaya yang telah dilakukan sehingga tingkat risikonya bisa ditekan serendah mungkin. segera menginformasikan kepada Pengawas Pekerjaan. .3 Perlindungan Lingkungan PT. Setiap tumpahan harus ditampung dalam tempat penampungan b.4 Program Motivasi Selain itu guna meningkatkan motivasi. sesuai dengan kebijakan. maka manajemen puncak secara periodic melakukan konsultasi dengan seluruh - karyawan. kesadaran dan keterlibatan karyawan dalam penerapan K3. 6. 6.

tumpahan bahan kimia dalam jumlah besar. proses. kebocoran gas berbahaya. 2. dan lain-lain yang penggunaanya disesuaikan dengan sifat bahaya yang ada dan khusus seperti Alat Pelindung Diri khusus untuk proyek ini adalah: Badge pengukur paparan radiasi untuk tiap personel dan full body harness untuk bekerja di ketinggian. kecelakaan fatal. banjir. Pemastian bahwa peralatan-peralatan tersebut bekerja pada saat darurat dilakukan melalui kegiatan inspeksi secara rutin setiap bulan. ALTHOHA juga menyediakan beberapa alat pemadam kebakaran yang ditempatkan di lokasi-lokasi yang sudah ditentukan sesuai dengan kemudahan dan kebutuhannya seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta alat untuk tanda bahaya. PT. ALTHOHA menetapkan dan memelihara Prosedur Kesiagaan dan Tanggap Darurat untuk mengidentifikasi keadaan darurat yang potensial agar dapat diatasi. sepatu safety. kaca mata pelindung. Untuk menangani kecelakaan kerja yang terjadi. ALTHOHA menyediakan alat untuk melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan di tempat-tempat tertentu yang berdekatan dengan tempat kerja. gempa bumi. huruhara. instalasi. 4.tempat yang berisiko menimbulkan bahaya diwajibkan menggunakan alat pelindung diri yang telah disediakan seperti : baju kerja. Seluruh karyawan diberi informasi mengenai instruksi keadaan darurat dan petugas terkait penanganan darurat diberi pelatihan sesuai tugas dan tanggung jawabnya. telepon yang bisa dihubungi jika terdapat keadaan darurat adalah sbb: Kepolisian/ Polres : 491680/ 491649 Dinas Pemadam Kebakaran : 43931063 Rumah Sakit Sukmul : 4301269 Ambulans : Pesawat 126 Rumah Sakit Koja : 43938478 Ambulans : Pesawat 171 Rumah Sakit Port Medical Centre : 43902350 . Disamping itu PT. PT. pembelian. Adapun daftar nomer 1. sarung tangan. Setiap karyawan yang bekerja di tempat. masker. maupun pemeliharaan dengan mengacu hirarki : Eliminasi Substitusi Isolasi Rekayasa teknik Administrasi Alat pelindung diri. 5. 3. ledakan bom. dan lainnya. seperti terjadinya kebakaran.Bentuk tindakan pengendalian risiko dilakukan baik pada tahap perancangan/ desain.

penanggung jawab serta jangka waktu pelaksanaan kegiatan. Pemantauan Kinerja Pemantauan dilakukan oleh personel yang kompeten. b.Ambulans 7. sehingga tersosialisasinya kebijakan. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pemantauan kesehatan lingkungan kerja sehingga dapat diketahui seluruh kondisi kesehatan lingkungan kerja di area operasi. Hasil kegiatan didokumentasikan untuk selanjutnya dianalisa guna menentukan kinerja K3 PT. Kemajuan program K3 ini dipantau secara periodic setiap enam bulan guna dapat ditingkatkan secara berkesinambungan sesuai dengan risiko-risiko yang telah teridentifikasi dan mengacu kepada rekaman-rekaman K3 sebelumnya serta pencapaian sasaran-sasaran K3 yang lalu.1 Implementasi Untuk mencapai tujuan. c. Program-program K3 yang disusun dapat mencakup hal-hal sebagai berikut: Meningkatkan sistem pengawasan K3 sebagai alat kontrol untuk mendeteksi dini risiko kecelakaan kerja melalui program inspeksi. Kegiatan dapat dilakukan sendiri secara internal ataupun dengan menggunakan jasa pihak eksternal. d.2. Penyusunan program ini difokuskan pada pencegahan kecelakaan dan pencemaran yang dapat mengakibatkan kecelakaan personel dan cidera. kehilangan kesempatan berproduksi. kerusakan peralatan dan kerusakan/ gangguan terhadap lingkungan sekitar dan juga diarahkan untuk dapat memastikan bahwa seluruh personel mampu menghadapi keadaan darurat. a. sasaran dan indicator kinerja yang telah ditetapkan. disusun program manajemen K3 yang berisi kegiatan tahap demi tahap. 6. Pemasangan dan penyediaan sarana penanggulangan kecelakaan/ kebakaran. standard dan peraturan K3. Secara rinci kegiatan ini dituangkan dalam prosedur antara lain : . Peningkatan sistem pembinaan K3 meliputi sarana pembinaan dan media pembinaan/ publikasi. e. dengan peralatan yang telah dikalibrasi serta metode pemantauan/ pengujian yang sesuai standar. kajian kecelakaan dan kajian hasil pemantauan parameter lingkungan kerja. : 43902350 PEMANTAUAN IMPLEMENTASI DAN KINERJA 7. ALTHOHA serta untuk menentukan tindakan perbaikan atau pencegahan yang diperlukan. Persiapan dan pelaksanaan audit K3 sebagai alat ukur keberhasilan pencapaian program K3.

seperti kebijakan. 8. Undang-undang No. Kegiatan ini secara rinci diatur dalam Prosedur Tinjauan Manajemen. 9. Prosedur Inspeksi K3  Prosedur Pemantauan Lingkungan Kerja  Prosedur Bongkar Muat  Prosedur Pemeriksaan Kesehatan. tujuan.    REFERENSI Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. . 1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. termasuk perkembangan pada peraturan  Rekomendasi perbaikan. sasaran dan program K3. Secara umum tinjauan manajemen membahas:  Kesesuaian kebijakan K3 dan penerapannya  Pencapaian tujuan. OHSAS 18001 : 2007 – Occuptional Health and Safety Management System – Specification. sasaran dan program K3  Hasil audit internal dan evaluasi pentaatan terhadap peraturan  Komunikasi dari pihak internal/ eksternal termasuk keluhan  Kinerja K3  Status tindakan perbaikan dan pencegahan  Tindak lanjut tinjauan manajemen sebelumnya  Situasi yang berubah. 05/Men/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. KAJI ULANG Tinjauan ulang K3 secara berkala dilakukan untuk menjamin kesesuaian dan keefektifan yang berkesinambungan dalam pencapaian kebijakan dan tujuan K3 termasuk mengkaji kesempatan untuk perbaikan dan keperluan melakukan perubahan pada SMK3. Tinjauan manajemen dilakukan minimal 1 tahun sekali atau bila ada pergantian pimpinan puncak (jika perlu) dan hasilnya dicatat dan dipelihara.