You are on page 1of 29

Macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di Indonesia (dari awal

kemerdekaan sampai saat ini)
Macam­Macam Demokrasi
Dari ketika awal Indonesia merdeka sampai sekarang, Indonesia telah menganut beberapa
jenis sistem pemerintahan demokrasi, diantaranya:
1. Demokrasi Parlementer
Demokrasi parlementer adalah sebuah sistem demokrasi yang pengawasannya dilakukan oleh
parlemen. Ciri utama negara yang menganut paham Demokrasi Parlementer adalah dengan
adanya parlementer dalam sistem pemerintahannya.Indonesia pernah mencobanya, pada saat
pertama merdeka sampai tahun 1957.  
Kekuasaan   pemerintahan   parlementer   dipengaruhi   oleh   hubungan   antara   parlemen   dan
pemerintah yang berkuasa. Di begara federal hubungan parlemen dan pemerintah memiliki
dua keistimewaan.
Pertama, kepala pemerintah dipilih oleh parlemen, tetapi bisa dicopot dari jabatannya oleh
mosi   tidak   percayayang   dikeluarkan.   Hal   ini   menyiratkan   bahwa   kekuasaan   sebuah
pemerintah   sangat   bergantung   pada   kepercayaan   parkemen.   Kedua,   sebagian   besar   dari
anggota   pemerintahan   yang   ada   merupakan   anggota   parlemen   juga.   Hal   inilah   yang
merupakan ciri khas sistem pemerintahan ini.
2. Demokrasi Terpimpin
Paham politik ini dicetus oleh Soekarno. Awalnya pada tahun 1957 saat pengunduran diri Ali
Sastroamidjojo   sebagai   ketua   parlemen,   Karena   sudah   tidak   ada   lagi   parlemen,   maka
demokrasi   pemerintah   kala   itu   hangus.   Apalagi   tak   lama   setelah   pengunduran   diri   dari
perdana   menteri,   pada   5   Juli   19579   Presiden   Soekarno   membubarkan   parlemen   dan
mengeluarkan dekrit presiden.
Pada   Masa   demokrasi   terpimpin,   Soekarno   menjadi   kekuatan   politik   yang   hampir   tidak
tergoyahkan.   Bahkan   pada   saat   itu   beliau   mencalonkan   untuk   menjadi   presiden   seumur
hidup. Namun konsep ini di tentang oleh Hatta yang menganggap sistem pemerintahan ini
malah mengemlikan Indonesia ke negara feodal dan berpusat pada raja. 
 
3. Demokrasi Liberal.
Demokrasi liberal adalah salah satu paham yang mendorong munculnya banyak parta politik.
Karena dalam   praktiknya, setiap masyarakat memiliki hak yang sama untuk berkecimpung
dalam pemerintahan. Dalam sistem politik ini, pemilu harus dilakukan secara bebas dan adil.
Selain itu, pemilihan kepala pemerintah harus kompetitif.
Demokrasi   liberal   mengharuskan   rakyat   memiliki   kesadaran   politik.yang   tinggi.   Karena
banyaknya   paham politik dan kebebasan untuk memilih, maka rakyat harus bisa mencerna
dengan baik visi dan misi partai politik tersebut.
Masyarakat yang berhak mengikuti pemilu adalah masyarakat yang sudah dewasa. Semua
warga   negara   memiliki   hak   yang   sama   dalam   memilih,   tidak   memandang   laki­laki,
perempuan   ataupun   ras.   Sampai   saat   ini   Indonesia   merupakan   negara   yang   menerapkan
sistem politik demokrasi liberal.
Demokrasi Indonesia Saat ini??
Jika kita baru saja membahas sistem­sistem demokrasi yang dulu pernah dianut Indonesia
dari Sistem demokrasi terpimpim sampai sistem demokrasi liberal, lalu bagaimana keadaan
sistem pemerintahan kita sekarang?

Menurut   Juwono   Sudarsono,   Indonesia   telah   lama   disebut   sebagai  “negara   demokrasi
terbesar ketiga”,setelah India dan Amerika Serikat. Sedikitnya hasil Bali Democracy Forum
yang diselenggarakan 9­10 Desember 2010 lalu membuktikannya. Di samping itu, kita juga
sudah   terlalu   sering   mendengarkan   betapa   Indonesia   dibangga­banggakan   sebagai   negara
yang sangat maju dalam kiprahnya berdemokrasi di permukaan bumi ini, setelah bergulirnya
era   reformasi.   Terlepas   dari   “prestasi”   yang   sangat   membanggakan   itu,   realita   yang   kini
dihadapi adalah justru berwujud gambar yang sangat memprihatinkan.
Dalam salah satu tulisan Sayidiman Suryohadiprojo, bahkan dikatakan  “Adalah kenyataan
bahwa Tanah Air dan bangsa Indonesia sedang diliputi persoalan berat yang membuatnya
makin berantakan. Korupsi makin merajalela di semua lapisan masyarakat. Kriminalitas
kian   merusak   dan   membahayakan   kehidupan.   Radikalisme   membuat   kehidupan   bangsa
makin jauh dari asas gotong royong. Dan,rakyat belum kunjung sejahtera; yang kaya justru
makin kaya”. 
Lebih lanjut dikatakan pula: “Dalam hal ini, harus ada kesediaan Presiden Yudhoyono turut
mewujudkan pergantian pemimpin yang lebih mampu mengatasi berbagai persoalan negara
dan bangsa. Sikap demikian mungkin bukan sikap seorang politikus yang biasanya lebih
memperhatikan kepentingan pribadinya. Akan tetapi, Presiden Yudhoyono adalah seorang
perwira tinggi TNI yang teguh menjalankan Saptamarga, bukan politikus.” 
Di   sisi   lain,anak   muda   generasi   penerus   bangsa   yang   diwakili   oleh   Badan   Eksekutif
Mahasiswa Seluruh Indonesia menilai pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono­
Wapres Boediono gagal total setelah enam tahun memimpin. Penilaian itu didasarkan atas
kajian   terhadap   enam   sektor,   yaitu   hukum,   kesehatan,   ekonomi,   pangan,   energi,   dan
pendidikan. Terlepas dari itu semua, sebuah kenyataan pahit yang tengah dihadapi bangsa ini
adalah   begitu   banyaknya   masalah   yang   muncul   ke   permukaan,   tanpa   tanda­tanda   adanya
upaya mencari solusi penyelesaian dengan tuntas dan baik. Permasalahan­permasalahan besar
yang mencuat telah menjadi bahan gunjingan yang tiada henti di berbagai media, terutama di
media   televisi   dalam   bentuk   talk   show   yang   nyaris   tanpa   terputus   sepanjang   hari,   yang
terkadang sangat mirip opera sabun murahan.
Cukup lelah jika kita membahas apa­apa tentang negeri kita, memang sistem pemerintahan
kita (demokrasi liberal) berjalan dengan baik tapi keefektifannya dalam membangun bangsa
ini yang patut dipertanyakan. Secara berkala negara kita mengadakan pemilu dan pilkada
untuk memilih satu wakil yang akan menampung aspirasi kita. Tetapi tidak ada sama sekali
peningkatan yang diberikan mereka kepada negara, cuma satu yang mereka tingkatkan, yaitu
tingkat KORUPSI Indonesia yang makin tenar di dunia. Dan tepat sekali apa yang dikatakan
oleh  Sayidiman   Suryohadiprojo,  “Adalah   kenyataan   bahwa   Tanah   Air   dan   bangsa
Indonesia   sedang   diliputi   persoalan   berat   yang   membuatnya   makin   berantakan.   Korupsi
makin   merajalela   di   semua   lapisan   masyarakat.   Kriminalitas   kian   merusak   dan
membahayakan kehidupan. Radikalisme membuat kehidupan bangsa makin jauh dari asas
gotong royong. Dan,rakyat belum kunjung sejahtera; yang kaya justru makin kaya”.   hal
inilah yang makin memperpuruk Indonesia. 
Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi

http://www.anneahira.com/macam­macam­demokrasi­di­dunia.htm

kompasiana. http://ekonomi.com/manajemen/2011/07/09/apa­itu­demokrasi/ .

Demokrasi Terpimpin Sistem demokrasi ini dicetuskan oleh Soekarno. Dalam system ini pemilu harus dilaksanakan dengan bebas dan adil. D. Demokrasi Pancasila Demokrasi yang dianut oleh bangsa Indonesia sampai saat ini adalah demokrasi Pancasila. Ciri utama Negara yang menganut system demokrasi ini adalah dengan adanya parlemen dalam sistem pemerintahannya. Karena dalam praktiknya.Macam-Macam Demokrasi | Jenis-Jenis Demokrasi >>> Dalam postingan saya sebelumnya tentang Ciri-Ciri Pemerintahan Demokrasi dan juga Implementasi Sistem Demokrasi. B. . Demokrasi Parlementer Demokrasi parlementer adalah sebuah system demokrasi yang pengawasannya dilakukan oleh parlemen. Lalu. setiap masyarakat mempunyai hak yang sama untuk berkecimpung dipemerintahan. C. pada masa demokrasi terpimpin Soekarno menjadi kekutan politik yang hamper tak tergoyahkan. Selain itu. Indonesia pernah mencoba menganut system ini pada saat pertama merdeka tahun 1957. kita sudah sedikit jauh tentang pemahaman akan Demokrasi. Demokrasi Liberal Demokrasi liberal adalah salah satu paham yang mendorong munculnya banyak partai politik. Dengan kata lain adalah paham demokrasi yang bersumber pada kepribadian dan falsafah hidup Pancasila. Namun hal itu ditentang oleh Hatta karena menurutnya jika menganut system tersebutu maka Indonesia kembali ke Negara Feodal yang berpusat pada raja. pemilihan kepala pemerintahan dilakukan secara kompetitif. Bahkan beliau mencalonkan diri sebagai presiden seumur hidup. Yaitu. khususnya Demokrasi ang terjadi di negara kita yang terrcinta ini: A. bagaimana dengan jenis dari demokrasi itu sendiri? Artikel Macam-Macam Demokrasi atau Jenis-Jenis Demokrasi ini akan membahasnya. pelaksanaan demokrasi di Indonesia dilakukan atas dasar Pancasila.

.14 Nov. dilaksanakan setelah keluarnya Maklumat Pemerintah NO. 1945. Dalam demokrasi terpimpin ini menggunakan sistem presidensiil 3. disemangati dan didasari nilai-nilai pancasila.Menteri bertanggung jawab kepada parlemen 2.Demokrasi Pancasila berlaku semenjak Orde Baru.DEMOKRASI LIBERAL • Demokrasi ini sering disebut Demokrasi PARLEMENTER.DEMOKRASI TERPIMPIN • Pada sistem ini berlaku sejak dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959.MACAM MACAM DEMOKRASI YANG PERNAH BERLAKU DI INDONESIA 1. Demokrasi pancasila dijiwai.

Ini merupakan ciri khas sistem pemerintahan parlementer. pemerintah itu sendiri sebagian besar berisikan anggota parlemen. Demokrasi parlementer --> berlaku untuk pemerintah yang terdiri dari perdana menteri dan menteri-menteri serta yang bertanggung jawab terhadap kepemimpinan pemerintah dan terhadap berfungsinya penyelenggaraan pemerintah sesuai dengan aturan. Lembaga legislatif mengontrol kekuasaan eksekutif sehingga tidak keluar dari rel konstitusi. kekuasaan negara berada di tangan rakyat. Pemimpin harus mengutamakan rakyatnya Sistem presidensial Sistem presidensial (presidensial). . oleh. pemerintahan yang dari.Ciri parlementer Yang menjadi ciri khas demokrasi konstitusional ialah adanya pemerintahan yang kekuasaannya terbatas dan tidak dipekenankan bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat. Cratein: Pemerintah). yang kedua. Antara kekuasaan eksekutif dan cabangcabang kekuasaan lainnya terdapat check and balance. bahwa sebagian besar dari anggota pemerintah adalah juga anggota parlemen. atau disebut juga dengan sistem kongresional. Pemegang kekuasaan dibatasi wewenangnya oleh konstitusi sehingga tidak melanggar hak-hak asasi rakyat. bahwa kepala pemerintahan dipilih oleh parlemen dan ia dapat dicopot kembali kekuasaannya melalui mosi tidak percaya. pemerintahan presidensiil terdiri dari 3 unsur yaitu:  Presiden yang dipilih rakyat memimpin pemerintahan dan mengangkat pejabat-pejabat pemerintahan yang terkait. (Demos: rakyat. Karakter demokrasi umumnya dipengaruhi oleh hubungan antara parlemen dan pemerintah. Menurut Rod Hague. ada juga yang bilang: Demokrasi kita Kedaulatan Rakyat. dan untuk rakyat. merupakan sistem pemerintahan negara republik di mana kekuasan eksekutif dipilih melalui pemilu dan terpisah dengan kekuasan legislatif. tidak bisa saling menjatuhkan. Yang pertama berarti bahwa pemerintah tergantung pada kepercayaan parlemen. Di tingkat federal dan negara-negara bagian hubungan ini ditandai oleh dua keistimewaan: pertama. Demokrasi rakyat --> berarti dmeokrasi yang utuh.. kedua. Pembatasan-pembatasan tersebut tercantum dalam konstitusi. Kedaulatan ada di tangan RakyatJadi menjadi pemimpin tidak dapat semena-menaRakyat dapat meminta pertanggungjawaban.  Presiden dengan dewan perwakilan memiliki masa jabatan yang tetap. Dalam sistem demokrasi konstitusional.

dan terlibat masalah kriminal. Presiden Filipina adalah enam tahun dan Presiden Indonesia adalah lima tahun. posisi presiden bisa dijatuhkan. masa jabatan Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun.  Menteri-menteri hanya bertanggung jawab kepada kekuasaan eksekutif (bukan kepada kekuasaan legislatif). presiden memiliki posisi yang relatif kuat dan tidak dapat dijatuhkan karena rendah subjektif seperti rendahnya dukungan politik. Misalnya. biasanya seorang wakil presiden akan menggantikan posisinya.  Kekuasaan eksekutif presiden diangkat berdasarkan demokrasi rakyat dan dipilih langsung oleh mereka atau melalui badan perwakilan rakyat.  Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri. Tidak ada status yang tumpang tindih antara badan eksekutif dan badan legislatif. Bila ia diberhentikan karena pelanggaran-pelanggaran tertentu.  Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya. pengkhianatan terhadap negara.  Kekuasaan eksekutif tidak bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif. Dalam sistem presidensial. . Namun masih ada mekanisme untuk mengontrol presiden. Model ini dianut oleh Amerika Serikat. Filipina. Ciri-ciri sistem presidensial Ciri-ciri pemerintahan presidensial yaitu :  Dikepalai oleh seorang presiden sebagai kepala pemerintahan sekaligus kepala negara.  Presiden memiliki hak prerogratif (hak istimewa) untuk mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri yang memimpin departemen dan nondepartemen.  Kekuasaan eksekutif tidak dapat dijatuhkan oleh legislatif. Kelebihan dan kelemahan sistem presidensial Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial:  Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung pada parlemen. Indonesia dan sebagian besar negara-negara Amerika Latin dan Amerika Tengah.  Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. Jika presiden melakukan pelanggaran konstitusi.

Sistem parlementer dibedakan oleh cabang eksekutif pemerintah tergantung dari dukungan secara langsung atau tidak langsung cabang legislatif. di mana sistem parlemen dapat memiliki seorang presiden dan seorang perdana menteri. yang berwenang terhadap jalannya pemerintahan. memberikan keseimbangan dalam sistem ini. dengan kepala pemerintahan adalah perdana menteri. Negara yang menganut sistem pemerintahan parlementer adalah Inggris. namun dalam sistem parlementer presiden hanya menjadi simbol kepala negara saja. Kekurangannya adalah dia sering mengarah ke pemerintahan yang kurang stabil. yaitu dengan cara mengeluarkan semacam mosi tidak percaya. sering dikemukakan melalui sebuah veto keyakinan. Berbeda dengan sistem presidensiil.Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial:  Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak. Malaysia. menuju kritikan dari beberapa yang merasa kurangnya pemeriksaan dan keseimbangan yang ditemukan dalam sebuah republik kepresidenan. Oleh karena itu. dan kepala negara ditunjuk sebagai dengan kekuasaan sedikit atau seremonial.  Pembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawarmenawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas  Pembuatan keputusan memakan waktu yang lama. seperti dalam Republik Weimar Jerman dan Republik Keempat Perancis. Sistem parlemen biasanya memiliki pembedaan yang jelas antara kepala pemerintahan dan kepala negara. tidak ada pemisahan kekuasaan yang jelas antara cabang eksekutif dan cabang legislatif. presiden berwenang terhadap jalannya pemerintahan. Belanda. karena kefleksibilitasannya dan tanggapannya kepada publik. atau parlemen. Dalam hal ini parlemen memiliki wewenang dalam mengangkat perdana menteri dan parlemen pun dapat menjatuhkan pemerintahan. Sistem parlemen dipuji. dibanding dengan sistem presidensiil. Sistem parlementer Sistem parlementer adalah sebuah sistem pemerintahan di mana parlemen memiliki peranan penting dalam pemerintahan. Dalam presidensiil. Singapura dan sebagainya. Ciri-ciri sistem parlementer Ciri-ciri pemerintahan parlemen yaitu: .  Sistem pertanggungjawaban kurang jelas. Jepang. Namun beberapa sistem parlemen juga memiliki seorang presiden terpilih dengan banyak kuasa sebagai kepala negara.

 Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. anggota kabinet dapat mengusai parlemen. Kelebihan dan kelemahan sistem parlementer Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer:  Pembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Dikepalai oleh seorang perdana menteri sebagai kepala pemerintahan sedangkan kepala negara dikepalai oleh presiden/raja.  Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bisa ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktuwaktu kabinet dapat bubar.  Menteri-menteri hanya bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif.  Kekuasaan eksekutif presiden ditunjuk oleh legislatif sedangkan raja diseleksi berdasarkan undang-undang.. Hal ini karena kekuasaan eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan manjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya.  Kekuasaan eksekutif bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif. Karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai. . Hal itu terjadi apabila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai meyoritas. Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer:  Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen.  Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi barhati-hati dalam menjalankan pemerintahan.  Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan publik jelas.  Kekuasaan eksekutif dapat dijatuhkan oleh legislatif.  Kabinet dapat mengendalikan parlemen.  Perdana menteri memiliki hak prerogratif (hak istimewa) untuk mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri yang memimpin departemen dan non-departemen.

[6] Melalui demokrasi. khususnya Athena.[3] Istilah demokrasi diperkenalkan pertama kali oleh Aristoteles sebagai suatu bentuk pemerintahan. dalam arti terbukanya peluang kepada semua orang. kekuasaan absolut satu pihak melalui tirani. oleh rakyat. keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak.[9] . orang asing dan penduduk yang orang tuanya bukan orang Athena tidak memiliki hak untuk itu. bentuk sederhana dari demokrasi telah ditemukan sejak 4000 SM di Mesopotamia. merujuk pada sistem politik yang muncul pada pertengahan abad ke-5 dan ke-4 SM di negara kota Yunani Kuno. namun pada masa awal terbentuknya belum semua orang dapat mengemukakan pendapat mereka melainkan hanya laki-laki saja. [4] Abraham Lincoln dalam pidato Gettysburgnya mendefinisikan demokrasi sebagai "pemerintahan dari rakyat. [9] [8] Di Indonesia. sesuai dengan apa yang dia inginkan. baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi perwakilan). tetapi hak tersebut harus dihormati dan diberikan peluang serta pertolongan untuk mencapai hal tersebut.[2] yang dibentuk dari kata δῆμος (dêmos) "rakyat" dan κράτος (Kratos) "kekuasaan".[1] Istilah ini berasal dari bahasa Yunani δημοκρατία – (dēmokratía) "kekuasaan rakyat".Demokrasi Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat. budak.[9] Di setiap negara kota tersebut para rakyat seringkali berkumpul untuk mendiskusikan suatu permasalahan dan keputusan pun diambil berdasarkan konsensus atau mufakat. dan berarti juga otonomi atau kemandirian dari orang yang bersangkutan untuk mengatur hidupnya. [11] Masalah keadilan menjadi penting. kediktatoran dan pemerintahan otoriter lainnya dapat dihindari. bangsa Sumeria memiliki beberapa negara kota yang independen. kesempatan dan suara yang sama di dalam mengatur kebijakan pemerintahan. landasan demokrasi adalah keadilan. dan untuk rakyat".[11] Sejarah demokrasi Sebelum istilah demokrasi ditemukan oleh penduduk Yunani. [5] Hal ini berarti kekuasaan tertinggi dalam sistem demokrasi ada di tangan rakyat dan rakyat mempunyai hak. menyusul revolusi rakyat pada tahun 508 SM. pergerakan nasional juga mencita-citakan pembentukan negara demokrasi yang berwatak anti-feodalisme dan anti-imperialisme.[9] Ketika itu.[7] Demokrasi terbentuk menjadi suatu sistem pemerintahan sebagai respon kepada masyarakat umum di Athena yang ingin menyuarakan pendapat mereka. dengan tujuan membentuk masyarakat sosialis.[8] Sementara itu.[10] Bagi Gus Dur. wanita. dalam arti setiap orang mempunyai hak untuk menentukan sendiri jalan hidupnya. yaitu pemerintahan yang menggariskan bahwa kekuasaan berada di tangan orang banyak (rakyat).[5] Demokrasi memberikan kebebasan berpendapat bagi rakyat. [5] Dengan adanya sistem demokrasi.

[3] Dalam demokrasi tersebut.[5] Prinsip-prinsip demokrasi . [9] Yunani kala itu terdiri dari 1.[5] Sistem demokrasi langsung digunakan pada masa awal terbentuknya demokrasi di Athena dimana ketika terdapat suatu permasalahan yang harus diselesaikan.000 penduduk Athena. [12] [3] Negara kota tersebut memiliki sistem pemerintahan yang berbeda-beda.500 negara kota (poleis) yang kecil dan independen. hanya seperlimanya yang dapat menjadi rakyat dan menyuarakan pendapat mereka. [5] Demokrasi perwakilan Dalam demokrasi perwakilan. ada yang oligarki. seorang bangsawan Athena. monarki. [5] Dalam sistem ini.[9] Sistem demokrasi yang dipakai adalah demokrasi perwakilan dimana terdapat beberapa perwakilan dari bangsawan di Senat dan perwakilan dari rakyat biasa di Majelis.[3] Paket pembaruan konstitusi yang ditulisnya pada 594 SM menjadi dasar bagi demokrasi di Athena namun Solon tidak berhasil membuat perubahan. [8] Demokrasi ini kemudian dicontoh oleh bangsa Romawi pada 510 SM hingga 27 SM.Barulah pada 508 SM. seluruh rakyat memilih perwakilan melalui pemilihan umum untuk menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan bagi mereka.[14] Namun dari sekitar 150.[5] Demokrasi langsung Demokrasi langsung merupakan suatu bentuk demokrasi dimana setiap rakyat memberikan suara atau pendapat dalam menentukan suatu keputusan. seorang penyair dan negarawan. tirani dan juga demokrasi. [5] Di era modern sistem ini menjadi tidak praktis karena umumnya populasi suatu negara cukup besar dan mengumpulkan seluruh rakyat dalam satu forum merupakan hal yang sulit.[3] Diantaranya terdapat Athena. tidak ada perwakilan dalam pemerintahan sebaliknya setiap orang mewakili dirinya sendiri dengan mengeluarkan pendapat dan memilih kebijakan.[13] Penggagas dari demokrasi tersebut pertama kali adalah Solon. [3] Demokrasi baru dapat tercapai seratus tahun kemudian oleh Kleisthenes. sistem ini menuntut partisipasi yang tinggi dari rakyat sedangkan rakyat modern cenderung tidak memiliki waktu untuk mempelajari semua permasalahan politik negara. negara kota yang mencoba sebuah model pemerintahan yang baru masa itu yaitu demokrasi langsung.[14] Bentuk-bentuk demokrasi Secara umum terdapat dua bentuk demokrasi yaitu demokrasi langsung dan demokrasi perwakilan. penduduk Athena di Yunani membentuk sistem pemerintahan yang merupakan cikal bakal dari demokrasi modern. seluruh rakyat berkumpul untuk membahasnya.[5] Selain itu. setiap rakyat mewakili dirinya sendiri dalam memilih suatu kebijakan sehingga mereka memiliki pengaruh langsung terhadap keadaan politik yang terjadi.

Pluralisme sosial. Hak-hak minoritas. 4. dan 2. yaitu pada dasarnya manusia mempunyai kemampuan yang sama dalam hubungan sosial. dan mufakat. 11. dapat ditinjau dari pendapat Almadudi yang kemudian dikenal dengan "soko guru demokrasi". dan politik. dan rahasia serta jujur dan adil. misalnya pemilihan wakil-wakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara langsung.[15] Prinsipprinsip demokrasi. prinsip-prinsip demokrasi adalah: [16] 1.[16] Menurutnya. Jaminan hak asasi manusia.Nilai-nilai toleransi. umum. Persamaan di depan hukum. yaitu: [17] 1. 5. Ciri-ciri pemerintahan demokratis Pemilihan umum secara langsung mencerminkan sebuah demokrasi yang baik . bebas.[17] Berdasarkan gagasan dasar tersebut terdapat dua asas pokok demokrasi. 2. 10. misalnya adanya tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama. 6. Pembatasan pemerintah secara konstitusional. 3. ekonomi. kerja sama. Asas pokok demokrasi Gagasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintahan demokrasi adalah pengakuan hakikat manusia. Pengakuan partisipasi rakyat dalam pemerintahan. Kedaulatan rakyat. 9. Pemerintahan berdasarkan persetujuan dari yang diperintah. 7. Pemilihan yang bebas. pragmatisme. Pengakuan hakikat dan martabat manusia. 8.Rakyat dapat secara bebas menyampaikan aspirasinya dalam kebijakan politik dan sosial. adil dan jujur. Proses hukum yang wajar. Kekuasaan mayoritas. Prinsip demokrasi dan prasyarat dari berdirinya negara demokrasi telah terakomodasi dalam konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Semakin besar perolehan partai atau bahkan memenangkan pemilu maka perwakilannya akan semakin banyak di parlemen. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen. Ciri-ciri Sistem Pemerintahan Parlementer 1. 7. 8. Anggota parlemen berasal dari partai politik yang mendapatkan kursi dalam pemiihan umum. Adanya pemilihan umum yang bebas. 2. 2. 3. 6. 9. Adanya pengakuan. 3. Adanya pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat. Adanya pengakuan terhadap perbedaan keragamaan (suku. Sebagian besar anggota kabinet berasal dari parlemen. Adanya keterlibatan warga negara (rakyat) dalam pengambilan keputusan politik. 5. Ia adalah simbol saja dari negara tersebut. penghargaan.[4] Ciri-ciri suatu pemerintahan demokrasi adalah sebagai berikut: [4] 1. demokrasi menjadi suatu tatanan yang diterima dan dipakai oleh hampir seluruh negara di dunia. Kabinet terdiri dari para menteri yang dipimpin oleh perdana menteri. Perdana Menteri memegang kekuasaan eksekutif. jujur. golongan.Dalam perkembangannya. Adanya kebebasan dan kemerdekaan bagi seluruh warga negara. 6. Adanya pers (media massa) yang bebas untuk menyampaikan informasi dan mengontrol perilaku dan kebijakan pemerintah. Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara dalam segala bidang. dan sebagainya). baik langsung maupun tidak langsung (perwakilan). Kepala negara bukanlah kepala pemerintahan. adil untuk menentukan (memilih) pemimpin negara dan pemerintahan serta anggota lembaga perwakilan rakyat. . Selama parlemen percaya kepada kabinet maka kabinet dapat berumur panjang. dan perlindungan terhadap hak-hak asasi rakyat (warga negara). 4. 4. Adanya lembaga peradilan dan kekuasaan kehakiman yang independen sebagai alat penegakan hukum 5. Parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Kepala negara dapat menjatuhkan parlemen dan mengadakan pemilu lagi. agama. Kekuasaan besar parlemen meliputi badan perwakilan dan lembaga legislatif.

KABINET NATSIR (6 September 1950 – 21 Maret 1951) Merupakan kabinet koalisi yang dipimpin oleh partai Masyumi. 5. Menyempurnakan organisasi Angkatan Perang. 3. Ciri-ciri demokrasi liberal adalah sebagai berikut : 1. Mencapai konsolidasi dan menyempurnakan susunan pemerintahan.INDONESIA MASA DEMOKRASI LIBERAL (1950-1959) Mar 26 Posted by rusdi1978 Pelaksanaan demokrasi liberal sesuai dengan konstitusi yang berlaku saat itu. Dipimpin Oleh : Muhammad Natsir Program : 1. Dua partai terkuat pada masa itu (PNI & Masyumi) silih berganti memimpin kabinet. dan keamanan. Mengembangkan dan memperkuat ekonomi rakyat. sosial. Tahun 1950 sampai 1959 merupakan masa berkiprahnya parta-partai politik. Menteri bertanggung jawab atas kebijakan pemerintah 3. Perdana Menteri diangkat oleh Presiden A. 2. Sering bergantinya kabinet sering menimbulkan ketidakstabilan dalam bidang politik. Presiden bisa dan berhak berhak membubarkan DPR 4. Menggiatkan usaha keamanan dan ketentraman. Hasil : . tetapi kemudian terbukti bahwa demokrasi liberal atau parlementer yang meniru sistem Eropa Barat kurang sesuai diterapkan di Indonesia. 4. ekonomi. KABINET MASA DEMOKRASI LIBERAL a. Presiden dan Wakil Presiden tidak dapat diganggu gugat 2. yakni Undang Undang Dasar Sementara 1950. Kondisi ini bahkan sudah dirintis sejak dikeluarkannya maklumat pemerintah tanggal 16 Oktober 1945 dan maklumat tanggal 3 November 1945. Memperjuangkan penyelesaian masalah Irian Barat.

Mosi tersebut disetujui parlemen sehingga Natsir harus mengembalikan mandatnya kepada Presiden. Gerakan Andi Azis. 4. Mengusahakan kemakmuran rakyat dan memperbaharui hukum agraria agar sesuai dengan kepentingan petani. 3. Mempercepat persiapan pemilihan umum.Berlangsung perundingan antara Indonesia-Belanda untuk pertama kalinya mengenai masalah Irian Barat. PNI menganggap peraturan pemerintah No. Hasil : Tidak terlalu berarti sebab programnya melanjtkan program Natsir hanya saja terjadi perubahan skala prioritas dalam pelaksanaan programnya. Gerakan APRA. b. Dipimpin Oleh: Sukiman Wiryosanjoyo Program : 1. Menjalankan politik luar negeri secara bebas aktif serta memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah RI secepatnya. Menjamin keamanan dan ketentraman 2. KABINET SUKIMAN (27 April 1951 – 3 April 1952) Merupakan kabinet koalisi antara Masyumi dan PNI. Gerakan RMS. seperti Gerakan DI/TII. seperti awalnya program Menggiatkan usaha keamanan dan ketentraman selanjutnya diprioritaskan untuk menjamin keamanan dan ketentraman Kendala/ Masalah yang dihadapi : . Timbul masalah keamanan dalam negeri yaitu terjadi pemberontakan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Berakhirnya kekuasaan kabinet : Adanya mosi tidak percaya dari PNI menyangkut pencabutan Peraturan Pemerintah mengenai DPRD dan DPRDS. 39 th 1950 mengenai DPRD terlalu menguntungkan Masyumi. Kendala/ Masalah yang dihadapi : Upaya memperjuangkan masalah Irian Barat dengan Belanda mengalami jalan buntu (kegagalan).

2. Dimana dalam MSA terdapat pembatasan kebebasan politik luar negeri RI karena RI diwajibkan memperhatiakan kepentingan Amerika. Mengenai pemberian bantuan ekonomi dan militer dari pemerintah Amerika kepada Indonesia berdasarkan ikatan Mutual Security Act (MSA). serta menjalankan politik luar negeri yang bebas-aktif. DPR. Jawa Tengah. Tindakan Sukiman tersebut dipandang telah melanggar politik luar negara Indonesia yang bebas aktif karena lebih condong ke blok barat bahkan dinilai telah memasukkan Indonesia ke dalam blok barat. Program dalam negeri : Menyelenggarakan pemilihan umum (konstituante. Program luar negeri : Penyelesaian masalah hubungan Indonesia-Belanda. c. dan pemulihan keamanan. Adanya Pertukaran Nota Keuangan antara Mentri Luar Negeri Indonesia Soebardjo dengan Duta Besar Amerika Serikat Merle Cochran. Dipimpin Oleh : Mr. Wilopo Program : 1. meningkatkan pendidikan rakyat. Berakhirnya kekuasaan kabinet : Muncul pertentangan dari Masyumi dan PNI atas tindakan Sukiman sehingga mereka menarik dukungannya pada kabinet tersebut. dan DPRD). Sulawesi Selatan.  Hubungan Sukiman dengan militer kurang baik tampak dengan kurang tegasnya tindakan pemerintah menghadapi pemberontakan di Jawa Barat.  Adanya krisis moral yang ditandai dengan munculnya korupsi yang terjadi pada setiap lembaga pemerintahan dan kegemaran akan barang-barang mewah. Hasil : Kendala/ Masalah yang dihadapi : . DPR akhirnya menggugat Sukiman dan terpaksa Sukiman harus mengembalikan mandatnya kepada presiden. meningkatkan kemakmuran rakyat. KABINET WILOPO (3 April 1952 – 3 Juni 1953) Kabinet ini merupakan zaken kabinet yaitu kabinet yang terdiri dari para pakar yang ahli dalam biangnya.  Masalah Irian barat belum juga teratasi. Pengembalian Irian Barat ke pangkuan Indonesia.

Intinya peristiwa Tanjung Morawa merupakan peristiwa bentrokan antara aparat kepolisian dengan para petani liar mengenai persoalan tanah perkebunan di Sumatera Timur (Deli).  Munculnya gerakan sparatisme dan sikap provinsialisme yang mengancam keutuhan bangsa. Keadaan ini menyebabkan muncul demonstrasi di berbagai daerah menuntut dibubarkannya parlemen. Konflik semakin diperparah dengan adanya surat yang menjelekkan kebijakan Kolonel Gatot Subroto dalam memulihkan keamanana di Sulawesi Selatan. Akibatnya terjadi bentrokan senjata dan beberapa petani terbunuh. Adanya kondisi krisis ekonomi yang disebabkan karena jatuhnya harga barang-barang eksport Indonesia sementara kebutuhan impor terus meningkat. Tanah perkebunan di Deli yang telah ditinggalkan pemiliknya selama masa Jepang telah digarap oleh para petani di Sumatera Utara dan dianggap miliknya. Merupakan upaya pemerintah untuk menempatkan TNI sebagai alat sipil sehingga muncul sikap tidak senang dikalangan partai politik sebab dipandang akan membahayakan kedudukannya. Berakhirnya kekuasaan kabinet : . Sementara itu TNI-AD yang dipimpin Nasution menghadap presiden dan menyarankan agar parlemen dibubarkan.  Terjadi peristiwa 17 Oktober 1952.H Nasution yang ditentang oleh Kolonel Bambang Supeno sehingga ia mengirim petisi mengenai penggantian KSAD kepada menteri pertahanan yang dikirim ke seksi pertahanan parlemen sehingga menimbulkan perdebatan dalam parlemen.  Terjadi defisit kas negara karena penerimaan negara yang berkurang banyak terlebih setelah terjadi penurunana hasil panen sehingga membutuhkan biaya besar untuk mengimport beras. Peristiwa ini diperkuat dengan munculnya masalah intern dalam TNI sendiri yang berhubungan dengan kebijakan KSAD A. Muncullah mosi tidak percaya dan menuntut diadakan reformasi dan reorganisasi angkatan perang dan mengecam kebijakan KSAD.  Munculnya peristiwa Tanjung Morawa mengenai persoalan tanah perkebunan di Sumatera Timur (Deli). Sesuai dengan perjanjian KMB pemerintah mengizinkan pengusaha asing untuk kembali ke Indonesia dan memiliki tanah-tanah perkebunan. Tetapi saran tersebut ditolak. Semua itu disebabkan karena rasa ketidakpuasan akibat alokasi dana dari pusat ke daerah yang tidak seimbang. Inti peristiwa ini adalah gerakan sejumlah perwira angkatan darat guna menekan Sukarno agar membubarkan kabinet. Sehingga pada tanggal 16 Maret 1953 muncullah aksi kekerasan untuk mengusir para petani liar Indonesia yang dianggap telah mengerjakan tanah tanpa izin tersebut. Para petani tidak mau pergi sebab telah dihasut oleh PKI.

Meningkatkan keamanan dan kemakmuran serta segera menyelenggarakan Pemilu. Sebagai gantinya mentri pertahanan menunjuk Kolonel Bambang Utoyo tetapi panglima AD menolak pemimpin baru tersebut karena proses pengangkatannya dianggap tidak menghiraukan norma-norma yang berlaku di lingkungan TNI-AD. Sulawesi Selatan.  Memudarnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. dan Aceh. Pelaksanaan politik bebas-aktif dan peninjauan kembali persetujuan KMB. 4. 3. .Akibat peristiwa Tanjung Morawa muncullah mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia terhadap kabinet Wilopo. seperti DI/TII di Jawa Barat. Bahkan ketika terjadi upacara pelantikan pada 27 Juni 1955 tidak seorangpun panglima tinggi yang hadir meskipun mereka berada di Jakarta. 2. Kendala/ Masalah yang dihadapi :  Menghadapi masalah keamanan di daerah yang belum juga dapat terselesaikan.  Terjadi peristiwa 27 Juni 1955 suatu peristiwa yang menunjukkan adanya kemelut dalam tubuh TNI-AD. Bambang Sugeng sebagai Kepala Staf AD mengajukan permohonan berhenti dan disetujui oleh kabinet. d. KABINET ALI SASTROAMIJOYO I (31 Juli 1953 – 12 Agustus 1955) Kabinet ini merupakan koalisi antara PNI dan NU. Sehingga Wilopo harus mengembalikan mandatnya pada presiden. maraknya korupsi. Wakil KSAD-pun menolak melakukan serah terima dengan KSAD baru. Penyelesaian Pertikaian politik Hasil :  Persiapan Pemilihan Umum untuk memilih anggota parlemen yang akan diselenggarakan pada 29 September 1955. Ali Sastroamijoyo Program : 1.  Menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika tahun 1955. dan inflasi yang menunjukkan gejala membahayakan. Dipimpin Oleh : Mr.  Keadaan ekonomi yang semakin memburuk. Pembebasan Irian Barat secepatnya. Masalah TNI –AD yang merupakan kelanjutan dari Peristiwa 17 Oktober 1952.

 Munculnya konflik antara PNI dan NU yang menyebabkkan. Masalah desentralisasi. Hasil :  Penyelenggaraan pemilu pertama yang demokratis pada 29 September 1955 (memilih anggota DPR) dan 15 Desember 1955 (memilih konstituante).  Menyelesaikan masalah peristiwa 27 Juni 1955 dengan mengangkat Kolonel AH Nasution sebagai Staf Angkatan Darat pada 28 Oktober 1955. Mengembalikan kewibawaan pemerintah. 2. e. inflasi. antara masalah Angkatan Irian Darat Barat dengan dengan Kabinet Kendala/ Masalah yang dihadapi : Banyaknya mutasi dalam lingkungan pemerintahan dianggap menimbulkan ketidaktenangan. pemberantasan korupsi 4. Politik Kerjasama Asia-Afrika berdasarkan politik luar negeri bebas aktif. dan PKI. Melaksanakan pemilihan umum menurut rencana yang sudah ditetapkan dan mempercepat terbentuknya parlemen baru 3. yaitu mengembalikan kepercayaan Angkatan Darat dan masyarakat kepada pemerintah. Masyumi. NU.  Perjuangan Diplomasi Menyelesaikan pembubaran Uni Indonesia-Belanda. Terdapat 70 partai politik yang mendaftar tetapi hanya 27 partai yang lolos seleksi. . Berakhirnya kekuasaan kabinet : Nu menarik dukungan dan menterinya dari kabinet sehingga keretakan dalam kabinetnya inilah yang memaksa Ali harus mengembalikan mandatnya pada presiden. Menghasilkan 4 partai politik besar yang memperoleh suara terbanyak. Perjuangan pengembalian Irian Barat 5. yaitu PNI.  Pemberantasan korupsi dengan menangkap para pejabat tinggi yang dilakukan oleh polisi militer. NU memutuskan untuk menarik kembali menteri-mentrinya pada tanggal 20 Juli 1955 yang diikuti oleh partai lainnya. KABINET BURHANUDDIN HARAHAP (12 Agustus 1955 – 3 Maret 1956) Dipimpin Oleh : Burhanuddin Harahap Program : 1.  Terbinanya hubungan Burhanuddin.

1.  Pemulihan keamanan dan ketertiban. menjalankan politik luar negeri bebas aktif.  Melaksanakan keputusan KAA. dan NU. Selain itu program pokoknya adalah. 4. sebagai berikut. . Hasil : Mendapat dukungan penuh dari presiden dan dianggap sebagai titik tolak dari periode planning and investment. Mewujudkan perubahan ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional berdasarkan kepentingan rakyat. Menyehatkan perimbangan keuangan negara. Mengusahakan perbaikan nasib kaum buruh dan pegawai.Berakhirnya kekuasaan kabinet : Dengan berakhirnya pemilu maka tugas kabinet Burhanuddin dianggap selesai. KABINET ALI SASTROAMIJOYO II (20 Maret 1956 – 4 Maret 1957) Kabinet ini merupakan hasil koalisi 3 partai yaitu PNI. f.  Pembatalan KMB. Kendala/ Masalah yang dihadapi  : Berkobarnya semangat anti Cina di masyarakat. Perjuangan pengembalian Irian Barat 2. hasilnya adalah Pembatalan seluruh perjanjian KMB. pembangunan lima tahun. Pembentukan daerah-daerah otonomi dan mempercepat terbentuknya anggota-anggota DPRD. Masyumi. 3. 5. Akan dibentuk kabinet baru yang harus bertanggungjawab pada parlemen yang baru pula. Dipimpin Oleh : Ali Sastroamijoyo Program : Program kabinet ini disebut Rencana Pembangunan Lima Tahun yang memuat program jangka panjang. Pemilu tidak menghasilkan dukungan yang cukup terhadap kabinet sehingga kabinetpun jatuh.

 Memuncaknya krisis di berbagai daerah karena pemerintah dianggap mengabaikan pembangunan di daerahnya.  Pembatalan KMB oleh presiden menimbulkan masalah baru khususnya mengenai nasib modal pengusaha Belanda di Indonesia.  Timbulnya perpecahan antara Masyumi dan PNI. Serta terjadinya perebutan kekuasaan antara partai politik. Dibentuk karena Kegagalan konstituante dalam menyusun Undang-undang Dasar pengganti UUDS 1950. Berakhirnya kekuasaan kabinet pusat : Mundurnya sejumlah menteri dari Masyumi membuat kabinet hasil Pemilu I ini jatuh dan menyerahkan mandatnya pada presiden. Dewan Garuda di Sumatra Selatan.5 Juli 1959) Kabinet ini merupakan zaken kabinet yaitu kabinet yang terdiri dari para pakar yang ahli dalam bidangnya. programnya yaitu :  Membentuk Dewan Nasional  Normalisasi keadaan Republik Indonesia  Melancarkan pelaksanaan Pembatalan KMB  Perjuangan pengembalian Irian Jaya  Mempergiat/mempercepat proses Pembangunan . sedangkan PNI berpendapat bahwa mengembalikan mandat berarti meninggalkan asas demokrasi dan parlementer. Dipimpin Oleh : Ir. Dewan Gajah di Sumatera Utara. dan Dewan Manguni di Sulawesi Utara. KABINET DJUANDA ( 9 April 1957. Masyumi menghendaki agar Ali Sastroamijoyo menyerahkan mandatnya sesuai tuntutan daerah. Juanda Program : Programnya disebut Panca Karya sehingga sering juga disebut sebagai Kabinet Karya. Muncul pergolakan/kekacauan di daerah yang semakin menguat dan mengarah pada gerakan sparatisme dengan pembentukan dewan militer seperti Dewan Banteng di Sumatera Tengah. Dewan Lambung Mangkurat di Kalimantan Selatan. g. Banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya pada orang Cina karena memang merekalah yang kuat ekonominya. Muncullah peraturan yang dapat melindungi pengusaha nasional.

Berakhirnya kekuasaan kabinet : Berakhir saat presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan mulailah babak baru sejarah RI yaitu Demokrasi Terpimpin. Hasil :  Mengatur kembali batas perairan nasional Indonesia melalui Deklarasi Djuanda. menghadapi masalah ekonomi serta keuangan yang sangat buruk. Peristiwa ini menyebabkan keadaan negara semakin memburuk karena mengancam kesatuan negara. Terjadi peristiwa Cikini.  Diadakan Musyawarah Nasional Pembangunan untuk mengatasi masalah krisis dalam negeri tetapi tidak berhasil dengan baik. yaitu peristiwa percobaan pembunuhan terhadap Presiden Sukarno di depan Perguruan Cikini saat sedang menghadir pesta sekolah tempat putrapurinya bersekolah pada tanggal 30 November 1957. Kendala/ Masalah yang dihadapi : Kegagalan Menghadapi pergolakan di daerah sebab pergolakan di daerah semakin meningkat. Musyawarah ini membahas masalah pembangunan nasional dan daerah. Melalui deklarasi ini menunjukkan telah terciptanya Kesatuan Wilayah Indonesia dimana lautan dan daratan merupakan satu kesatuan yang utuh dan bulat. Sebagai titik tolak untuk menegakkan sistem demokrasi terpimpin. dan pembagian wilayah RI. Upaya untuk mengubah stuktur ekonomi kolonial ke ekonomi nasional yang sesuai dengan jiwa bangsa Indonesia berjalan tersendat-sendat. B. . KEADAAN EKONOMI INDONESIA MASA LIBERAL Meskipun Indonesia telah merdeka tetapi Kondisi Ekonomi Indonesia masih sangat buruk.  Mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) untuk meredakan pergolakan di berbagai daerah. Munculnya pemberontakan seperti PRRI/Permesta. Hal ini menyebabkan hubungan pusat dan daerah menjadi terhambat.  Terbentuknya Dewan Nasional sebagai badan yang bertujuan menampung dan menyalurkan pertumbuhan kekuatan yang ada dalam masyarakat dengan presiden sebagai ketuanya. pembangunan angkatan perang. Krisis demokrasi liberal mencapai puncaknya. perjuangan pengembalian Irian Barat.Semua itu dilakukan untuk menghadapi pergolakan yang terjadi di daerah. yang mengatur mengenai laut pedalaman dan laut teritorial. Keadaan ekonomi dan keuangan yang semakin buruk sehingga program pemerintah sulit dilaksanakan.

sementara program baru mulai dirancang. Kabinet terlalu sering berganti menyebabakan program-program kabinet yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan. 6. 3. 10. belum memiliki tenaga ahli dan dana yang diperlukan secara memadai. Belum memiliki pengalaman untuk menata ekonomi secara baik. Situasi keamanan dalam negeri yang tidak menguntungkan berhubung banyaknya pemberontakan dan gerakan sparatisisme di berbagai daerah di wilayah Indonesia. Pemerintah Belanda tidak mewarisi nilai-nilai yang cukup untuk mengubah sistem ekonomi kolonial menjadi sistem ekonomi nasional. Defisit yang harus ditanggung oleh Pemerintah pada waktu itu sebesar 5. KEBIJAKAN PEMERINTAH UNTUK MENGATASI MASALAH EKONOMI MASA LIBERAL . Politik keuangan Pemerintah Indonesia tidak di buat di Indonesia melainkan dirancang oleh Belanda. 1. 8. Masalah jangka pendek yang harus dihadapi pemerintah adalah : 1.Faktor yang menyebabkan keadaan ekonomi tersendat adalah sebagai berikut.Angka pertumbuhan jumlah penduduk yang besar. Mengatasi Kenaikan biaya hidup. 5. Sementara masalah jangka panjang yang harus dihadapi adalah : 1. Tidak stabilnya situasi politik dalam negeri mengakibatkan pengeluaran pemerintah untuk operasi-operasi keamanan semakin meningkat. 7. Pertambahan penduduk dan tingkat kesejahteraan penduduk yang rendah. bangsa Indonesia menanggung beban ekonomi dan keuangan seperti yang telah ditetapkan dalam KMB.1 Miliar. Mengurangi jumlah uang yang beredar 2. 4. 9. 3. Indonesia hanya mengandalkan satu jenis ekspor terutama hasil bumi yaitu pertanian dan perkebunan sehingga apabila permintaan ekspor dari sektor itu berkurang akan memukul perekonomian Indonesia. 2.8 Triliun rupiah. Beban tersebut berupa hutang luar negeri sebesar 1. C.5 Triliun rupiah dan utang dalam negeri sejumlah 2. Setelah pengakuan kedaulatan dari Belanda pada tanggal 27 Desember 1949.

Programnya : Menumbuhkan kelas pengusaha dikalangan bangsa Indonesia.1 Miliar. Sistem Ekonomi Gerakan Benteng Sistem ekonomi Gerakan Benteng merupakan usaha pemerintah Republik Indonesia untuk mengubah struktur ekonomi yang berat sebelah yang dilakukan pada masa Kabinet Natsir yang direncanakan oleh Sumitro Joyohadikusumo (menteri perdagangan).Kehidupan ekonomi Indonesia hingga tahun 1959 belum berhasil dengan baik dan tantangan yang menghadangnya cukup berat. Hasilnya selama 3 tahun (1950-1953) lebih kurang 700 perusahaan bangsa Indonesia menerima bantuan kredit dari program ini. Program ini bertujuan untuk mengubah struktur ekonomi kolonial menjadi struktur ekonomi nasional (pembangunan ekonomi Indonesia). 2. Para pengusaha pribumi diharapkan secara bertahap akan berkembang menjadi maju.50 ke atas hingga nilainya tinggal setengahnya. Caranya memotong semua uang yang bernilai Rp. Para pengusaha Indonesia yang bermodal lemah perlu diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional. Para pengusaha Indonesia yang bermodal lemah perlu dibimbing dan diberikan bantuan kredit. 2. 5. Dengan kebijakan ini dapat mengurangi jumlah uang yang beredar dan pemerintah mendapat kepercayaan dari pemerintah Belanda dengan mendapat pinjaman sebesar Rp. Kegagalan program ini disebabkan karena : . Tindakan ini dilakukan pada tanggal 20 Maret 1950 berdasarkan SK Menteri Nomor 1 PU tanggal 19 Maret 1950 Tujuannya untuk menanggulangi defisit anggaran sebesar Rp. 2. Upaya pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi adalah sebagai berikut. 200 juta. 1. Gagasan Sumitro ini dituangkan dalam program Kabinet Natsir dan Program Gerakan Benteng dimulai pada April 1950.50 ke atas hanya orang-orang kelas menengah dan kelas atas. Kebijakan ini dilakukan oleh Menteri Keuangan Syafruddin Prawiranegara pada masa pemerintahan RIS. Tetapi tujuan program ini tidak dapat tercapai dengan baik meskipun beban keuangan pemerintah semakin besar. Dampaknya rakyat kecil tidak dirugikan karena yang memiliki uang Rp. Gunting Syafruddin Kebijakan ini adalah Pemotongan nilai uang (sanering).

1. Awalnya terdapat peraturan bahwa mengenai pemberian kredi tharus dikonsultasikan pada pemerintah Belanda. serta melakukan penghematan secara drastis.7 miliar rupiah. 4. Tujuan dari program ini adalah  Untuk memajukan pengusaha pribumi. 3.  Agar para pengusaha pribumi Bekerjasama memajukan ekonomi nasional. Perubahan mengenai nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia sebagai bank sentral dan bank sirkulasi diumumkan pada tanggal 15 Desember 1951 berdasarkan Undangundang No. Tujuannya adalah untuk menaikkan pendapatan dan menurunkan biaya ekspor. Sistem Ekonomi Ali-Baba Sistem ekonomi Ali-Baba diprakarsai oleh Iskaq Tjokrohadisurjo (mentri perekonomian kabinet Ali I). Para pengusaha menyalahgunakan kebijakan dengan mencari keuntungan secara cepat dari kredit yang mereka peroleh. Sehingga menteri keuangan Jusuf Wibisono memberikan bantuan kredit khususnya pada pengusaha dan pedagang nasional dari golongan ekonomi lemah sehingga masih terdapat para pengusaha pribumi sebagai produsen yang dapat menghemat devisa dengan mengurangi volume impor. Para pengusaha pribumi tidak dapat bersaing dengan pengusaha non pribumi dalam kerangka sistem ekonomi liberal. 3. 2. Para pengusaha ingin cepat mendapatkan keuntungan besar dan menikmati cara hidup mewah. 6. 5. Hal ini menghambat pemerintah dalam menjalankan kebijakan ekonomi dan moneter. Nasionalisasi De Javasche Bank Seiring meningkatnya rasa nasionalisme maka pada akhir tahun 1951 pemerintah Indonesia melakukan nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia. Para pengusaha pribumi memiliki mentalitas yang cenderung konsumtif. Dampaknya program ini menjadi salah satu sumber defisit keuangan. 4. Para pengusaha pribumi sangat tergantung pada pemerintah. Beban defisit anggaran Belanja pada 1952 sebanyak 3 Miliar rupiah ditambah sisa defisit anggaran tahun sebelumnya sebesar 1.  Pertumbuhan dan perkembangan pengusaha swasta nasional pribumi dalam rangka merombak ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional. . Para pengusaha kurang mandiri untuk mengembangkan usahanya. 24 tahun 1951.

5. Hubungan Finek didasarkan pada Undang-undang Nasional. Hasilnya pemerintah Belanda tidak mau menandatangani. Pada tanggal 7 Januari 1956 dicapai kesepakatan rencana persetujuan Finek. Memajukan ekonomi Indonesia perlu adanya kerjasama antara pengusaha pribumi dan non pribumi. Pengusaha pribumi belum sanggup bersaing dalam pasar bebas. . tidak boleh diikat oleh perjanjian lain antara kedua belah pihak. Hubungan Finek Indonesia-Belanda didasarkan atas hubungan bilateral. Persaingan Finansial Ekonomi (Finek) Pada masa Kabinet Burhanudin Harahap dikirim delegasi ke Jenewa untuk merundingkan masalah finansial-ekonomi antara pihak Indonesia dengan pihak Belanda. Indonesia menerapkan sistem Liberal sehingga lebih mengutamakan persaingan bebas. Sedangkan pengusaha non pribumi lebih berpengalaman dalam memperoleh bantuan kredit. Kabinet Burhanuddin Harahap melakukan pembubaran Uni Indonesia-Belanda secara sepihak. sehingga Indonesia mengambil langkah secara sepihak. 2. Program ini tidak dapat berjalan dengan baik sebab: Pengusaha pribumi kurang pengalaman sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah. Ali digambarkan sebagai pengusaha pribumi sedangkan Baba digambarkan sebagai pengusaha non pribumi khususnya Cina. Pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional 3. yang berisi : Persetujuan Finek hasil KMB dibubarkan. 1. Pelaksanaan kebijakan Ali-Baba. Pengusaha pribumi diwajibkan untuk memberikan latihan-latihan dan tanggung jawab kepada tenaga-tenaga bangsa Indonesia agar dapat menduduki jabatan-jabatan staf. Pemerintah memberikan perlindungan agar mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing yang ada. Misi ini dipimpin oleh Anak Agung Gede Agung. Tanggal 13 Februari1956.

Adanya ketegangan antara pusat dan daerah sehingga banyak daerah yang melaksanakan kebijakan ekonominya masing-masing.Tujuannya untuk melepaskan diri dari keterikatan ekonomi dengan Belanda. Tetapi tetap saja rencana pembangunan tersebut tidak dapat dilaksanakan dengan baik karena : 1. Masalah tersebut untuk sementara waktu dapat teratasi dengan Musayawaraah Nasional Pembangunan (Munap). RPLT tidak dapat berjalan dengan baik disebabkan karena : Adanya depresi ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa Barat pada akhir tahun 1957 dan awal tahun 1958 mengakibatkan ekspor dan pendapatan negara merosot.5 miliar rupiah. Pembiayaan RPLT diperkirakan 12. Perjuangan pembebasan Irian Barat dengan melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia menimbulkan gejolak ekonomi. pemerintahan membentuk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yang disebut Biro Perancang Negara. 6. Ir. 7. tanggal 3 Mei 1956. . Biro ini berhasil menyusun Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT) yang rencananya akan dilaksanakan antara tahun 1956-1961 dan disetujui DPR pada tanggal 11 November 1958. sedangkan pengusaha pribumi belum mampu mengambil alih perusahaan Belanda tersebut. akhirnya Presiden Sukarno menandatangani undang-undang pembatalan KMB. inflasi. dan lambatnya pelaksanaan pembangunan. Tujuan diadakan Munap adalah untuk mengubah rencana pembangunan agar dapat dihasilkan rencana pembangunan yang menyeluruh untuk jangka panjang. Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT) Masa kerja kabinet pada masa liberal yang sangat singkat dan program yang silih berganti menimbulkan ketidakstabilan politik dan ekonomi yang menyebabkan terjadinya kemerosotan ekonomi. Dampaknya : Banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya. Juanda diangkat sebagai menteri perancang nasional. tetapi pada masa kabinet Ali Sastroamijoyo II. Tahun 1957 sasaran dan prioritas RPLT diubah melalui Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap). Musyawarah Nasional Pembangunan Masa kabinet Juanda terjadi ketegangan hubungan antara pusat dan daerah. Program yang dilaksanakan umumnya merupakan program jangka pendek. Tugas biro ini merancang pembangunan jangka panjang. Adanya kesulitan dalam menentukan skala prioritas. Sehingga.

2. Timbul pemberontakan PRRI/Permesta. 3. Presiden bisa dan berhak membubarkan DPR. Pendidikan Pembelajaran dan Penyebaran Kewarganegaraan. 8. d. DPRGR dan Front Nasional. Perdana mentri diangkat oleh presiden. 7. C. . 4. 11. 6. Dominasi Presiden Tidak berfungsinya lembaga tertinggi dan tinggi negara Makin berkembangnya paham komunisme Makin besarnya peranan ABRI sebagai unsur sosial politik Pelaksanaan Masa Demokrasi Terpimpin : 9. 3. b. 8. 6. 12. 4. Terjadi ketegangan politik yang tak dapat diredakan. Mengandung sistem mengambang. Menghargai hak asasi manusia. Ketidaksetujuan terhadap kebijaksanaan pemerintah dinyatakan dan disalurkan melalui wakil-wakil rakyat. 7. 5. Pemerintah berusaha menata kehidupan politik sesuai dengan UUD 1945. Membutuhkan biaya besar untuk menumpas pemberontakan PRRI/ Permesta sehingga meningkatkan defisit Indonesia. Idris Israil (2005:52-53) menyebutkan ciri-ciri demokrasi Indonesia sebagai berikut: 1.2.Belanda menyangkut masalah Irian Barat mencapai konfrontasi bersenjata. Selalu berdasarkan kekeluargaan dan gotong-royong. Ciri2: 1. a. Memuncaknya ketegangan politik Indonesia. Ciri-ciri Demokrasi Terpimpin 5. 2. Kedaulatan ada di tangan rakyat. Diakui adanya keselarasan antara hak dan kewajiban. 2. Tidak menghendaki adanya demonstrasi dan pemogokan karena merugikan semua pihak. Tidak kenal adanya partai pemerintahan dan partai oposisi. 3. Dibentuk lembaga-lembaga negara antara lain MPRS. Tidak menganut sistem monopartai. Kebebasan partai dibatasi 10. 4. Presiden cenderung berkuasa mutlak sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Pemilu dilaksanakan secara luber. Presiden dan wakil presiden tidak bisa diganggu gugat Menteri bertangggung jawab atas kebijakan pemerintah. c. 10. 9.DPAS. 5. 3. 1. Cara pengambilan keputusan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. Ciri-Ciri Demokrasi Pancasila Dalam bukunya. 4.

Tidak kenal adanya diktator mayoritas dan tirani minoritas. Mendahulukan kepentingan rakyat atau kepentingan umum. 12. .11.