You are on page 1of 16

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT

DINAS KESEHATAN
UPT BLUD PUSKESMAS GUNUNGSARI
Jl. Pariwisata No. 70 Gunungsari . ( 0370 ) 633503

Kode Pos 83351

PEDOMAN PENGENDALIAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN
UPT BLUD PUSKESMAS GUNUNGSARI

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
1. Profil Organisasi
a. Gambaran Umum Organisasi
Puskesmas Gunungsari merupakan salah satu dari 17 puskesmas yang ada
di kabupaten Lombok Barat, dengan luas wilayah mencapai 28,86 Km². di sebelah
utara berbatasan dengan kabupaten Lombok Utara, di sebelah selatan berbatasan
dengan kota Mataram, di sebelah barat berbatasan dengan kecamatan Batulayar
dan di sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Lingsar. Wilayah kerja
Puskesmas Gunungsari mencakup 7 desa merupakan kombinasi antara daerah
daratan pegunungan (perbukitan) di wilayah utara, berada pada ketinggian 0 – 256
meter di atas permukaan air laut.
Secara klimatologis, beriklim tropis dengan temperature berkisar antara
22,4ºC-31,1ºC, dengan temperature tertinggi terjadi pada bulan April dan
temperature terendah terjadi pada bulan Juli. Rata-rata kecepatan angin sebesar 25
knot dengan kelembaban udara berkisar antara 74%-91%. Curah hujan berkisar
antara 14,83 mm sampai 211,4 mm dengan curah hujan tertinggi terjadi pada
bulan November dan terendah pada bulan Juli.
Secara demografis, jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas
Gunungsari tahun 2014 mencapai 55.487 jiwa (BPS LOBAR 2013). Wilayah kerja
Puskesmas Gunungsari meliputi 7 desa dan 51 dusun.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Puskesmas Gunungsari didukung oleh
sarana dan prasarana yang terdiri dari 3 unit Puskesmas Pembantu (Pustu) dan
9 unit Poskesdes, serta dukungan partisipasi masyarakatdalam bentuk 61
Posyandu. Data demografi wilayah kerja Puskesmas Gunungsari tahun 2014 di
halaman lampiran.
1) Keadaan Sarana Kesehatan

paling tidak jumlah Pustu yang ideal yaitu 5 Pustu (berarti kekurangan 2 buah Pustu lagi ) di wilayah kerja Puskesmas Gunungsari. Pengembangan Posyandu didasarkan atas jumlah sasaran yang . maka didapatkan hal-hal sebagai berikut : a) Standar Depkes RI perbandingan jumlah Puskesmas dengan jumlah penduduk adalah 1 : 30. c) Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dengan tenaga bidan di massing-masing desa dan kader kesehatan adalah bentuk partisipasi masyarakat secara aktif dengan tujuan untuk mendekarkan pelayanan kesehatan khususnya dibidang pelayanan kesehatan ibu dan anak di desa dan dapat mengambil alih peran dukun secara bertahap dengan pola pendampingan persalinan oleh dukun bayi. Saat ini jumlah Posyandu di Puskesmas Gunungsari adalah 60 buah tersebar pada tiap-tiap dusun atau lingkungan. d) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang dibentuk masyarakat juga merupakan sarana yang kerap kali dimanfaatkan kesehatan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.000. Saat ini Puskesmas Gunungsari melayani 51. Berarti satu Puskesmas Gunungsari masih memenuhi rasio ideal tersebut.599 jiwa. secara kuantitatif jumlah Pustu di wilayah kerja Puskesmas Gunungsari belum memadai. sehingga Angka Kematian Bayi (AKB) dapat ditekan dengan asumsi 1 Poskesdes untuk 1 desa. Jika dibandingkan dengan rasio. Tetapi tidak semua bidan desa tinggal di POskesdes karena sarana Poskesdes yang tidak layak huni. Jumlah ini belum memadai karena masih banyak wilayah-wilayah yang dirasakan masih sulit dijangkau yang memerlukan sarana kesehatan. maka kebutuhan telah tercukupi. b) Seangkan perbandingan jumlah Puskesmas Pembantu (Pustu) dengan jumlah penduduk bila mengacu pada standar nasional dengan rasio 1 : 10. dengan 3 buah Pustu.000.Jika diproporsionalkan jumlah penduduk tahun 2013 dengan jumlah sarana dan prasarana kesehatan yang ada . dengan mempertimbangkan kepadatan penduduk di wilayah desa.

Misi Organisasi 1. uang transport. 11 SLTP/MTs. Mendorong peran serta dan kemandirian masyarakat di bidang kesehatan individu. pegawai. pengembalian retribusi 75% dari setoran Non Kapitasi dan retribusi umum. 3. belanja makan dan minum (pasien. belanja cetak dan penggandaan. Pokja Ranap Pokja S. & SMU/MA. adil. Farida Hidayati Ketua Tim PMKP Dr. 29 SD/MI. Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan 4. d. Promosi kesehatan. c. 2) Sarana Pendidikan Di wilayah Puskesmas Gunungsari terdapat 0 TK. 3) Pembiayaan Pembiayaan kegiatan di Puskesmas Gunungsari bersumber dari dana APBD Kabupaten yaitu DAU yang diperuntukan guna pembiayaan listrik. Total dana yang dikelola Puskesmas selama tahun 2014 terdapat dalam halaman lampiran. Menggerakkan dan meningkatkan lintas sektor untuk mendukung pembangunan berwawasan kesehatan.Kep Wakil Mutu Drg. keluarga.Kep. belanja jasa kantor.AMd. Puskesmas Gunungsari di halaman lampiran. rapat). Pencegahan penyakit dan KLB. bila sasaran ada ditempat yang agak jauh dari Posyandu induk maka dapat dibentuk Posyandu Satelit dengan dukungan dari masyarakat.dilayani. Meningkatkan pelayanan yang berkualitas. air dan telepon. Pengembalian retribusi 75% ini diperuntukan guna membiayai operasional puskesmas seperti belanja bahan habis pakai. S. merata dan terjangkau. BQ. 1 SMK dan 6 Pondok Pesantren. Struktur Organisasi Tim Pengendali Mutu UPT BLUD Puskesmas Gunungsari Pelindung Pimpinan UPT BLUD Puskesmas Gunungsari AkmalManajemen Rosamali.Kep. Imunisasi. I G N Agung Ariawan Pokja Rajal Struktur Enik Sri organisasi Supeni. dan masyarakat. belanja bahan/material. pemeliharaan gedung dan jasa pelayanan. 2. b. Penunjang Dedi Syamsuri . Lina Pokja Obat UPTAhmad BLUDJuaeni. Visi Organisasi Terwujudnya Pelayanan Prima dan Terpadu menuju masyarakat Gunungsari yang mandiri untuk hidup sehat. Dana BOK digunakan untuk pelayanan kegiatan promotif dan preventif seperti kegiatan KIA KB. Upaya kesehatan gizi dan lingkungan dan program penunjang lainnya.

Proses Pelayanan (Proses Bisnis) a. Dalam peyelenggaraan UKM dan pelayanan klinis memperhatikan keselamatan sasaran/pasien dengan menerapkan manajemen resiko. cepat. yang meliputi persyaratan umum sistem manajemen mutu. Motto Moto UPT BLUD Puskesmas Gunungsari adalah “BERBUDAYA” kepanjangan dari : 1. Pelayanan Keperawatan kesehatan masyarakat dan Penyelengaraan pelayanan klinis. Menerapkan sistem manejemen mutu secara efektif dan efesien. Tata Nilai Nilai – nilai dasar UPT BLUD Puskesmas Gunungsari. Pelayanan Gizi yang bersifat UKM. dan efisien didukung sumber daya manusia (SDM) yang profesional. Bertindak cepat dan tepat 2. Pelayanan prima f. b. c. manajemen sumber daya. Menunjukkan akuntanbilitas Falsafah UPT BLUD Puskesmas Gunungsari : Memberikan pelayanan tepat guna. inovatif. Pelayanan Kesehatan lingkungan. 3. tanggung jawab manajemen. Ruang Lingkup Lingkup pedoman mutu ini disusun berdasarkan persyaratan standar akreditasi puskemas. Penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat 1) Pelayanan Promosi Kesehatan termasuk UKS 2) Pelayanan Kesehatan Lingkungan 3) Pelayanan KIA-KB yang bersifat UKM 4) Pelayanan Gizi yang bersifat UKM 5) Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit 6) Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat b. Penyelengaraan Pelayanan Klinis B. Bersih 2. Memberikan pelayanan ramah. Pelayanan KIA-KB yang bersifat UKM. . Kebijakan Mutu UPT BLUD Puskesmas Gunungsari a. akurat dan kemudahan mendapatkan informasi. Menegakkan kedisiplinan 4. Berpihak kepada masyarakat 3. 2. Berbudi luhur 3. Pelayanan Pencegahan dan pengendalian penyakit. Mengutamakan kepuasan pelanggan dengan melakukan peningkatan kualitas secara terus-menerus dan berkesinambungan. Menunjukkan transparansi 5. yang meliputi Pelayanan promosi kesehatan termasuk UKS. yaitu : 1. Sumber daya handal 4.e. proses pelayanan yang terdiri dari penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat.

D. p42 ). 7. pxix ). Pelanggan Pelanggan adalah yang paling berpengaruh dari nilai suatu organisasi dalam menjalankan usahanya bukan CEO ( Chief Executive Officer ).1996). Pasien atau pesakit adalah seseorang yang menerima perawatan medis. Pembetulan. CFO ( Chief Finantial Officer ). et. Carbone. dijaga dan dimaksimalkan seperti aset-aset yang lainnya ( menurut Blattberg. Landasan Hukum dan Acuan Landasan hukun dan acuan yang digunakan adalah : 1. b.( menurut Kotler. pemeriksaan. Kepuasan Kepuasaan adalah perasaan senang atau kecewa sesorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapan-harapannya. 4. Pasien Istilah pasien berasal dari kata kerja bahasa latin yang artinya “menderita”. 2001. 2000. 2. Getz dan Thomas. Tujuan Pedoman mutu ini disusun sebagai acuan bagi Puskesmas dalam membangun sistem manajemen mutu baik untuk penyelengaraan UKM maupun untuk penyelenggaraan pelayanan klinis di UPT BLUD Puskesmas Gunungsari.al. shareholder atau skateholder ( menurut Lewis P. secara tradisional telah digunakan untuk menggambarkan orang yang menerima perawatan. Kata Koreksi dapat berarti . Kepuasan Pelanggan Kepuasan Pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang ia rasakan di bandingkan dengan harapannya. Undang-undang no 23 tahun 2009 tentang Kesehatan 3. KEP/25/25/M. Koreksi a. Pelanggan adalah asset keuangan dari perusahaan atau organisasi yang harus diukur. 5. E.PAN/2/2004 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Publik dan sebagai pedoman dalam pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat. 6. ( menurut Kotler. Tindakan Korektif . Tindakan Preventif Yaitu tindakan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyimpangan. perbaikan. Undang-undang no 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS. p3 ). Istilah grafika pembacaan dan pembetulan cetak coba dengan tanda-tanda tertentu untuk menjamin kecocokan cetak coba dengan naskahnya. 3. 2004. 4. Undang-undang no 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional 2.C. Seringkali pasien menderita penyakit atau cidera dan memerlukan bantuan dokter untuk memulihkannya. koreksi terhadap diri sendiri akan menumbuhkan sikap rendah hati dan tidak cepat menyalahkan orang lain. Istilah dan Definisi 1.

bahan atau komponen ) atau tidak berwujud seperti energy atau informasi. terinci. 8. Pedoman Mutu memuat kebijakan. Efisiensi Efisiensi adalah suatu proses internal atau sumber daya yang diperlukan oleh organisasi untuk menghasilkan satu satuan output. sasaran organisasi. disediakan atau untuk disebarkan. disusun. Sasaran juga menggambarkan hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan oleh karena itu sasaran yang ditetapkan diharapkan dapat memberikan focus pada penyusunan program dan kegiatan yang bersifat spesifik.Tindakan Korektif adalah tindakan dengan mengenali kesalahan yang muncul kemudian dari kesalahan tersebut dapat diisolasi kedalam lingkup yang lebih kecil. kualitas dan waktu ) telah tercapai. Kegiatan ini memerlukan alokasi sumberdaya seperti orang dan materi. suara atau apa saja dengan menggunakan media atau alat perekaman tertentu yang hasilnya dapat disimpan pada suatu media penyimpanan atau tidak. 9. . Dokumen Dokumen menurut bahasa inggris berasal dari kata document yang memiliki arti sesuatu yang tertulis atau tercetak dan segala benda yang mempunyai keteranganketerangan dipilih untuk dikumpulkan. 10. In pit dan out put yang dimaksudkan mungkin tangible ( seperti peralatan. semesteran atau bulanan. 14. Perencanaan mutu didefinisan sebagai dokumen yang menetapkan proses. ringkasan dan cross-reference procedure. dimana makin besar prosentase targetyang dicapai makin tinggi efektifitasnya. 11. prosedur dan sumber daya terkait dengan apa yang akan diterangkan oleh siapa dan nurdiana 16. Proses Adalah serangkaian berintern kegiatan yang saling terkait atau berinteraksi yang mengubah input menjadi output. dapat diukur dan dicapai. 12. 13. Oleh karena itu efesiensi dapat diukur sebagai ratio output terhadap input. 15. Kebijakan mutu merupakan salah satu dokumen yang wajib dimiliki oleh setiap perusahaan atau organisasi yang menerapkan system manajemen mutu. Efektifitas Efektifitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target ( kuantitas. apakah obyek berupa gambar. Out put juga dapat tidak diinginkan. Perekaman Perekaman adalah suatu proses menyalin ulang suatu obyek. Sasaran mutu adalah Sasaran mutu adalah merupakan penjabaran dari tujuan organisasi dalam bentuk terakhir dan akan dapat dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu tahunan.

Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan suatu kegiatan. II. Memberikan cap terkendali untuk dokumen yang diberlakukan. pelaksanaan pelayanan. penyelenggaraan pelayanan itu sendiri mulai dari perencanaan yang berdasar kebutuhan masyarakat / pelanggan. Menelaah dan memperbaharui jika diperlukan dan pesetujuan pemberlakuan ulang dokumen d. Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses kegiatan. penyimpanan. verifikasi terhadap rencana yang disusun. Pengendalian dokumen meliputi: a. monitoring dan evaluasi serta upaya penyempurnaan yang berkesinambungan. memelihara system manajemen mutu sesuai dengan standar akreditasi puskesmas. mendokumentasikan. f. yang meliputi kejelasan proses pelayanan dan interaksi proses dalam penyelenggaraan pelayanan. segera dapat teridentifikasi dan dapat di akses kembali. Memastikan bahwa perubahan dan status revisi terkini dari dokumen terindifikasi. Memastikan bahwa dokumen yang berasal dari luar puskesmas yang ditetapkan oleh organisasi yang penting untuk perencanaan dan oprasional system menejemen mutu diidentifikasi dan distribusinya di kendalikan. Sistem ini disusun untuk memastikan telah diterapkannya persyaratan pengendalian terhadap proses – proses penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat baik penyelenggaraan upaya puskesmas maupun pelayanan klinis.17. Persyaratan Umum UPT BLUD Puskesmas Gunungsari menetapkan. penyediaan sumber daya. c. dan verifikasi terhadap proses pelayanan dan hasil – hasil yang dicapai. Catatan/rekaman implementasi harus dapat terbaca. perlindungan dan pengambilan. b. pedoman dan prosedur. Catatan/rekaman implementasi sebagai bukti pelaksanaan kegiatan harus dikendalikan. dan cap tidak terkendali untuk dokumen yang sudah tidak berlaku. 18. e.lama simpan dan pemusnahan. B. . kejelasan penanggung jawab. 1. Puskesmas menetapkan SOP terdokumentasi untuk mendefinisikan pengendalian yang di perlukan untuk identifikasi. Menyetujui dokumen sebelum terbit. SISTEM MANAJEMEN MUTU DAN SISTEM PENYELENGGARAAN PELAYANAN A. Dokumen level 2 : pedoman / manual Dokumen level 3: standar prosedur operasional dan Dokumen level 4 : rekaman – rekaman sebagai catatan sebagai akibat pelaksanaan kebijakan. Pengendalian Dokumen : Secara umum dokumen – dokumen dalam sistem menajemen mutu yang disusun meliputi : Dokumen level 1 : kebijakan.

Dokumen rekam medik/klinik in aktif wajib disimpan sekurang. atau pindah tempat.kurangnya 3 tahun terhitung dari tanggal terakhir pasien meninggal. diganti. Administrasi Menejemen dengan Kode : A 1) Bab I. Pengendalian dokumen mutu/akreditasi puskesmas wajib mentaati sistem pengendalian dokumen yang telah di tentukan di dalam kebijakan pengendali dokumen. (A/III). Penyimpanan Dokumen/Arsip.2. Penyimpanan Dokumen Mutu/akreditasi di simpan masing-masing kelompok pelayanan. 4. (B/V) 3) Bab VI. atau tidak terkendali ). a. Penyimpanan dokumen/arsip perkantoran sesuai dengan sistem penyimpanan dokumen/arsip aturan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat. 6) Cara penulisan Dokumen Eksternal. (A/I) 2) Bab II. disingkat Kb. (A/II) 3) Bab III. (C/VIII) 3) Bab IX. (B/VI) c. kecuali persetujuan tindakan dan persetujuan lain harus di simpan jangka waktu 10 tahun. c. 3) Cara penulisan Kerangka Acuan. disingkat Dt. Cara penulisan dokumen 1) Cara penulisan Standar Operasional Prosedur. (C/IX) d. 2) Cara penulisan Daftar Tilik. e. Semua dokumen mutu/akreditasi aktif atau terkendali. disingkat Man. Sistem penyimpanan resep yang telah dilayani di puskesmas harus dipelihara dan di simpan minimal 2 tahun. disingkat KA. disingkat SOP. terhitung dari tanggal di buatnya. disingkat Dek. Untuk memperjelas dokumen mutu/akreditasi puskesmas dilengkapi dengan contohcontoh dokumen sebagai lampiran dari pedoman ini. setelah batas waktu sebagaimana dimaksud diatas dilampaui. memiliki masa berlaku selama 3 tahun.(C/VII) 2) Bab VIII. d. Pelayanan Klinis dengan Kode : C 1) Bab VII. Pelayanan Program dengan Kode: B 1) Bab IV. 5) Cara penulisan Kebijakan. (B/IV) 2) Bab V. 4) Cara penulisan Surat Keputusan. 3. Pengkodean dokumen kelompok pelayanan: a. disingkat SK. sedangkan di Sekretariat tim Mutu/administrasi dan manajemen (admen) menyimpan master Dokumen semua kelompok pelayanan dan program. Setelah itu perlu di lakukan revisi ( di revisi. . b. 7) Cara penulisan Manual Mutu. b. rekam medik/klinik dapat di musnahkan.

Cara penomoran Upaya: KODE/ BAB/ JENIS DOKUMEN/ JENIS UPAYA/ BULAN/ TAHUN BERLAKU/ NO URUT DOKUMEN. c. CONTOH : B/IV/SK/KIA-KB/6/14/001 ( B: kode pelayanan program. Dokumen SOP/SK yang di buat oleh masing masing pelaksana/upaya dibuat rangkap 3 ( untuk master. C.Upaya) dan di kelola oleh masing masing penanggungjawab.Format penolakan rujukan eksterna. Hijau:upaya). Format resep 4). Untuk prosedur kerja yang masih terkendali ( belum lebih dari 3 tahun) dan memakai istilah Prosedur Tetap ( PROTAP) masih bias di gunakan. Merah:yanis. Penyimpanan dokumen dalam setiap UKM/UKP dan untuk dokumen Mutu disimpan di sekretariat ( Admin. untuk pelaksana/upaya). 3.14: tahun 2014. e. VII: Bab VII. dan diberikan daftar secara berurutan. Format rujukan eksternal 6). 5. IV:BAB IV. Setiap dokumen tim mutu di beri label sesuai urutan kreteria dalam instrument. Format penolakan tindakan 9). Format persetujuan tindakan ( inform concent) 8). 001:nomor urut SK).Format permintaan pulang paksa 12). direvisi dengan format baru ( Standar Operasional Prosedur/ SOP). Untuk memudahkan di dalam pencarian dokumen mutu/akreditasi puskesmas di kelompokkan masing-masing bab/kelompok pelayanan UKM dengan di urutkan kreteria dan elemen penilaian. Penataan dengan menggunakan file dan outneryang sudah di sepakati ( missal kuning: Admin. 4. Penataan dokumen 1. 001: nomor urut SOP) b. Penomoran dokumen diurutkan sesuai dengan pengkodean. SOP: 1: bulan/januari. Cara penomoran: KODE/ BAB/ JENIS DOKUMEN/ BULAN/ TAHUN BERLAKU/ NO URUT DOKUMEN. d. Format rujukan internal 7). 11). Sistem Penomoran a. Format dokumen diatur atau di seragamkan dengan contoh format terlampir. 2. 14: tahun 2014. Cara penomoran Surat Masuk Surat Keluar Cara penomoran surat masuk dan surat keluar sesuai dengan aturan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat.Format penolakan pasien pulang. Contoh : C/VII/SOP/1/14/001(C: Kode pelayanan klinis. Format Rekam klinis/medis 3). 5. untuk tim admin.SK/KIA-KB/:jenis upaya. Selanjutnya apabila Protap tersebut sudah lebih dari 3 tahun. . Format standart operasional prosedur 2). Format kasir 5). 6: bulan juni/6.f. 1). Format permintaan rujukan eksternal 10). Yanis.

Kebijakan mutu dituangkan dalam surat keputusan Kepala Puskesmas yang meliputi kebijakan mutu pelayanan klinis dan kebijakan mutu pelayanan UKM. penanggung jawab upaya. Peningkatan mutu pelayanan obat h. Tanggung jawab manajemen 1. perencanaan penyelenggaraan upaya puskesmas dan pelayanan klinis. Perencanaan sistem manajemen mutu dan pencapaian sasaran kinerja mutu Sasaran ditetapkan berdasarkan standar kinerja/standart dari pelayanan minimal yang meliputi indikator-indikator pelayanan klinis. Penilaian dan peningkatan kinerja baik UKM maupun UKP. Pelaporan dan tindak lanjut insiden keselamatan pasien f. b. 3. serta upaya mencapa sasaran kinerja yang ditetapkan. Perencanaan disusun dengan memperhatikan kebutuhan dan harapan pelanggan. Peningkatan mutu pelayanan mutu laboratorium g.D. Pendidikan dan pelatihan karyawan tentang mutu dan keselamatan pasien 5. penanggung jawab manajemen mutu. Perencanaan mutu puskesmas dan keselamatan pasien berisi programprogram kegiatan peningkatan mutu yang meliputi : a. Penerapan majemen resiko pada area prioritas d. Upaya pencapaian enam sasaran keselamatan pasien c. hak dan kewajiban pelanggan. Penilaian kontrak atau kerjasama pihak ketiga e. Tanggung jawab dan wewenang a. memperhatikan keselamatan pelanggan. penanggung jawab pelayanan klinis dan seluruh karyawan puskesmas bertanggung jawab untuk menerapkan seluruh persyaratan yang ada pada manual mutu ini. monitoring dan evaluasi serta tindak lanjut pelayanan. pelaksanaan pelayanan. Komitmen manajemen Kepala Puskesmas. . 2. Kebijakan mutu Seluruh karyawan berkomitmen untuk menyelenggarakan pelayanan yang berfokus pada pelanggan. Pelanggan dilibatkan mulai dari identifikasi kebutuhan dan harapan pelangan. Tanggung jawab dan wewenang wakil manajemen mutu/penanggung jawab mutu Kepala puskesmas menunjuk seorang wakil manajemen mutu yang bertanggung jawab untuk mengkoordinir seluruh kegiatan mutu di puskesmas . Tanggung jawab dan wewenang pimpinan UPT BLUD Puskesmas b. dan melakukan penyempurnaan berkelanjutan. 4. Fokus pada sasaran/pasien Pelayanan yang disediakan oleh puskesmas dilakukan dengan berfokus pada pelanggan. indicator penyelenggaraan upaya puskesmas.

proses kredensial. Manajemen sumber daya manusia Penyediaan sumber daya manusia melalui proses rekrutmen. Tinjauan manajemen a. Umum . memo dan media lain yang tepat untuk melakukan komunikasi. 3.1) Memastikan system manajemen mutu ditetapkan. diimplementasikan dan dipelihara 2) Melaporkan kepada manajemen kinerja dari system manajemen mutu dan kinerja pelayanan 3) Memastikan kesadaran seluruh karyawan terhadap kebutuhan dan harapan asaran / pasien c. Manajemen Sumber Daya 1. Tanggung jawab dan wewenang seluruh karyawan dalam peningkatan mutu f. Tanggung jawab dan wewenang pelayanan klinis e. Infrastruktur Pemenuhan kebutuhan infrastruktur dilakukan melalui perencanaan yang melibatkan seluruh bagian pelayanan sehingga kebutuhan sarana infrastruktur lebih efektif. Penyediaan sumber daya Pimpinan UPT BLUD Puskesmas berkewajiban menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pelayanan di puskesmas. pertemuan. Tanggung jawab dan wewenang penanggung jawab UKM d. rapat tinjauan manajemen dilakukan minimal empat kali dalam setahun b. Penyediaan sumber daya meliputi baik untuk penyelenggara UKM maupun UKP. 4. diskusi. Masukan tinjauan manajemen meliputi . Komunikasi Internal 6. 1) Hasil audit 2) Umpan balik pelanggan 3) Kinerja proses 4) Pencapaian sasaran mutu 5) Status tindakan koreksi dan pencegahan yang dilakukan 6) Tindak lanjut terhadap hasil tinjauan manajemen yang lalu 7) Perubahan terhadap kebijakan mutu 8) Perubahan yang perlu dilakukan terhadap system manajemen mutu atau sistem pelayanan c. sms. 7. Luaran tinjauan Hasil yang diharapkan dari tinjauan manajemen adalah : 1) Peningkatan efektifitas sistem manajemen mutu. Komuniksai internal Komunikasi Internal dilakukan dengan cara mini lokakarya. proses pelatihan dan peningkatan kompetensi. 2) Peningkatan pelayanan terkait manajemen mutu 3) Peningkatan pelayanan terkait dengan persyaratan pelanggan dan identifikasi perubahan. Lingkungan kerja .-perubahan termasuk penyediaan sumber daya yang perlu dilakukan E. 2.

Peta Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Gunungsari Tahun 2014 E. Upaya Kesehatan Masyarakat a. 1) Pemantuan dan pengukuran a) Kepuasan pelanggan b) Audit internal c) Pemantauan dan pengukuran proses d) Pemantauan dan pengukuran hasil layanan 2) Pengendalian jika ada hasil yang tidak sesuai 3) Analisa data 4) Peningkatan berkelanjutan 5) Tindakan korektif 6) Tindakan preventif 2. Sasaran kinerja UKM dan MDGs .653 2 SESELA 1.920 1. Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat dan Pelayanan Klinis 1. Total Dana yang dikelola UPT BLUD Puskesmas Gunungsari Tahun 2014 C. Data Demografi wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Gunungsari Tahun 2014 NO DESA LUAS JUMLAH JUMLAH JUMLAH RATA- KEPDTAN WILAYAH (km²) DUSUN PENDUDUK KK RATA JIWA/KK PENDDK (Jiwa/km²) 1 JATISELA 2.714 3.00 6 10. nyaman dan sehat sehingga dapat menunjang peningkatan mutu pelayanan di UPT BLUD Puskesmas secara lebih optimal. Peningkatan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien . Penyelenggaraan UKM c.967 . Perencanaan upaya kesehatan masyarakat. PENUTUP Berisi lampiran-lampiran antara lain : A. Pelayanan klinis yang berorientasi pasien b. Pelayanan Klinis a. Penunjang pelayanan klinis c. 1) Penilaian indikator kinerja klinis 2) Pengukuran pencapaian sasaran keselamatan pasien 3) Pelaporan insiden keselamatan pasien 4) Analisis dan tindak lanjut 5) Penerapan manajemen resiko III. F.61 5 5.844 4 3.573 3 MIDANG 2. Peta Wilayah Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat D.423 5 2.030 4 6. akses dan pengukuran kinerja b.69 11 11. Struktur Organisasi UPT BLUD Puskesmas Gunungsari A.Situasi dan kondisi lingkungan kerja di UPT BLUD Puskesmas Gunungsari menjadi tanggung jawab seluruh karyawan untuk memelihara dan menjaga agar tetap aman.095 1. Data Demografi wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Gunungsari Tahun 2014 B.

280.267 2.813.868.276. Peta Wilayah Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat KET .000 2 Belanja Tidak Langsung Gaji Gaji 13 Kesra Daerah 1. Total Dana yang dikelola UPT BLUD Puskesmas Gunungsari Tahun 2014 NO JENIS BELANJA PEMBAYARAN NILAI 1 Belanja Langsung Dana Transfer Dikes Dana Non Kapitasi Dana Kapitasi Dana Retribusi Umum Dana BOK ( Rp ) 22.987 3 646 7 GUNTUR MACAN 2.903 221.028 5 2.4 TAMAN SARI 6.86 55 55.28 6 8.487 13.490.619 379.96 7 7.244 1.629 3 1.739.082 1.895 2.514 750 3 816 JUMLAH 28.969 6 KEKAIT 9.66 14 9.800 C.243.989 B.441.66 6 2.366 5 GUNUNGSARI 3.312.800 304.750 329.357.376 145.691 37 18.

D. Peta Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Gunungsari Tahun 2014 .

E. Struktur Organisasi UPT BLUD Puskesmas Gunungsari .