You are on page 1of 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Saat ini masyarakat sering kali merasakan ketidakpuasan terhadap

pelayanan kesehatan, bahkan tidak menutup kemungkinan mengajukan tuntutan
kemuka pengadilan. Apabila seorang bidan merugikan pasien dan kemudian
pasien tersebut menuntutnya maka media massa dan media cetak akan
menjadikannya berita yang menarik dan tersebar luas dimasyarakat. Hal tersebut
tentu saja merupakan masalah yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas
pelayanan kebidanan yang diberikan kepada pasien. Dalam menjamin kualitas,
efektifitas, dan efisiensi pelayanan kebidanan masing-masing bidan diharapkan
memahami filosofi, definisi bidan, manfaat penggunaan Standar asuhan kebidanan
serta evaluasi penerapan standar.
Dari pernyataan di atas terlihat bahwa bidan mempunyai tugas penting dalam
memberikan bimbingan, asuhan dan penyuluhan kepada ibu hamil, persalinan,
nifas dan menolong persalinan dengan tanggung jawabnya sendiri serta
memberikan asuhan pada bayi baru lahir. Oleh karena itu setiap tugas yang
dilakukan bidan harus berpegang pada keyakinan / pandangan hidup bidan yang
digunakan sebagai kerangka berfikir dalam memberikan asuhan kepada klien
termasuk filosofi dan tinjauan keilmuan dalam kebidanan.
1.2

Tujuan

1.2.1

Mengetahui dimensi kefilsafatan ilmu kebidanan

1.3

Manfaat

1.3.1

Bagi penulis
Menambah wawasan mengenai dimensi kefilsafatan kebidanan

1.3.2

Bagi pembaca

1

3 Bagi institusi pendidikan Sebagai tambahan referensi bagi institusi pendidikan 2 . 1.3.Sebagai kajian pustaka dan menambah wawasan tentang dimensi kefilsafatan kebidanan.

c. Dan ini menjadi criteria untuk menilai keberdaan suatu disiplin ilmu yang mandiri. Bersifat spesifik artinya memiliki cirri-ciri yang khas dari sebuah disiplin ilmu yang membedakannya dari disiplin keilmuan yang lain. Pada hakekatnya pengetahuan ilmiah suatu disiplin keilmuan dapat dibedakan antara pikiran dasar yang melandasi suatu pemikiran dan tubuh pengetahuan teoritis yang dibangun di atas pemeikiran dasar tersebut.1 Dimensi Kefilsafatan Ilmu Kebidanan Keberadaan disiplin keilmuan kebidanan sama seperti keilmuan lainnya ditopang oleh berbagai disiplin keilmuan yang telah jauh berkembang. asumsi dan prinsip. Bersifat generic artinya mencirikan segolongan tertentu dari pengetahuan ilmiah.BAB II PEMBAHASAN 2. Dimensi kefilsafatan keilmuan secara lebih rinci dapat dibagi menjadi tingkatan karakteristik yaitu : a. 3 . sehingga dalam perjalanannya mulai di pertanyakan identitas dirinya sebagai suatu disiplin keilmuan yang mandiri. Secara khusus wujud yang menjadi focus penelaahannya. kelahiran. objek forma merupakan cara pndang terhadap sesuatu. b. nifas dan perawatan anak. Setiap disiplin keilmuan yang mandiri mempunyai objek forma dan objek material yang berbeda dengan disiplin ilmu lain. Pemikiran dasar dalam ilmu kebidanan adalah memperdayakan seluruh kemampuan wanita untuk menghimpun kekuatan dalam dirinya dalam upaya proses reproduksi yang meliputi kehamilan. Pikiran dasar tersebut terdiri dari postulat. sedangkan objek material merupakan substansi dari objek tertentu. Bersifat universal artinya berlaku untuk seluruh disiplin ilmu yang bersifat keilmuan. Lebih lanjut sering di pertanyakan adalah cirri-ciri atau karakteristik yang membedahkan pengetahuan kebidanan dengan ilmu yang lain.

Socrates (427 – 374 SM). memprediksikan dan mengontrol berbagai jenis gejala dari objek telaahan dari sebuah disiplin ilmu. merupkan dasar atau landasan bagi manusia sebagai elaku ekonomi. Asumsi yang berbeda akan menghaasilkan tubuh pengetahuan yang berbeda pula dan pada akhirnya akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda. Oleh karena kaitannya dengan realitas menjadi objek. Pikiran dasar tersebut terdiri dari postulat. Setiap prinsip keilmuan mempunyai postulat yang khas yang berbeda dengan disiplin ilmu yang disebabkan cara pandang yang berbeda pula meskipun mungkin obyek yang menjadi telaahannya sama. Suatu asumsi belum tentu benar atau cocok dengan 4 . Di atas pikiran dasar inilah dibangun tubuh pengetahuan teoritis yang secara ekstensif berupaya mendeskripsikan. Suatu asumsi belum tentu benar atau cocok dengan suatu kondisi tertentu. Postulat merupakan anggapan tentang sesuatu obyek yang merefeleksikan sudut pandang tertentu. Dengan postulat dan asumsi tersebut terbangunlah prinsip yang merupakan pernyataan dasar mengenai tindakan atau pilihan. menjelaskan. asumsi dan prinsip merupakan pikiran dasar dari sebuah pengetahuan ilmiah. seorang Filsuf Yunani menyebutkan hal ini sebagai mateutika tekhne (ketrampilan kebidanan). Oleh karena kaitannya dengan empiric. maka pernyataan ini harus diuji kebenarannya. Anggapan ini tidak terkait kepada benar atau salah melainkan kepada setuju atau tidak setuju dengan postulat. Anggapan ini tidak terkait kepada benar atau salah melainkan kepada setuju atau tidak setuju dengan postulat.Postulat merupakan anggapan tentang sesuatu obyek yang merefeleksikan sudut pandang tertentu. Pada hakekatnya pengetahuan ilmiah suatu disiplin keilmuan dapat dibedakan antara pikiran dasar yang melandasi suatu pemikiran dan tubuh pengetahuan teoritis yang dibangun di atas pemeikiran dasar tersebut. Pikiran dasar kedua adalah asumsi yakni pernyataan dasar tentang realitas menjadi objek. asumsi dan prinsip. Pikiran dasar dalam ilmu kebidanan adalah memberdayakan semua potensi klien (wanita/ibu) untuk menghimpun kekuatan (power) dirinya sendiri dalam upaya melahirkan janin yang dikandung dalam tubuhnya. Prinisp ekonomi umpamanya merupakan tindakan manusia untuk memperoleh untung yang sebesar-besarnya dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya. Postulat.

memprediksikan dan mengontrol berbagai jenis gejala dari objek telaahan dari sebuah disiplin ilmu. Pikiran dasar dalam ilmu kebidanan adalah memberdayakan semua potensi klien (wanita/ibu) untuk menghimpun kekuatan (power) dirinya sendiri dalam upaya melahirkan janin yang dikandung dalam tubuhnya. seorang Filsuf Yunani menyebutkan hal ini sebagai mateutika tekhne (ketrampilan kebidanan). Asumsi yang berbeda akan menghaasilkan tubuh pengetahuan yang berbeda pula dan pada akhirnya akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda. Dengan postulat dan asumsi tersebut terbangunlah prinsip yang merupakan pernyataan dasar mengenai tindakan atau pilihan. Socrates (427 – 374 SM). merupkan dasar atau landasan bagi manusia sebagai elaku ekonomi. Di atas pikiran dasar inilah dibangun tubuh pengetahuan teoritis yang secara ekstensif berupaya mendeskripsikan. 5 . asumsi dan prinsip merupakan pikiran dasar dari sebuah pengetahuan ilmiah. Postulat. Prinisp ekonomi umpamanya merupakan tindakan manusia untuk memperoleh untung yang sebesar-besarnya dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya. menjelaskan.suatu kondisi tertentu.

1 Kesimpulan Filosofi Kebidanan merupakan falsafah atau keyakinan setiap bidan dalam memberikan asuhan kebidanan yang berpusat pada nilai. maka wanita lebih dihargai sebagai individu yang terdiridari bio psiko sosio dan spiritual.menganut berbagai filosofi kebidanan yang berbeda – beda.2 Saran 3. Sebagai seorang bidan harus memberikan asuhan kebidanan dengan baik yang mengacu pada filosofi kebidanan.2 Bidan merupakan mitra bagi setiap individu dalam sepanjang daur kehidupan jadi hendaklah bidan mampu menerapkan fiosofi yang benar dan mengetahui body knowladge kebidanan 6 .2. 3.karena ada prinsip kemitraan antara bidan dan wanita yang menyebabkan mereka aktif dalam asuhan dan pengambilan keputusan bagi dirinya. persalinan dan nifas merupakan prises yang fisiologis.2.1 Sebagai seorang bidan kita harus memiliki dimensi ilmu falsafah kebidanan yang berpegang teguh pada prinsip-prinsip kebidanan 3. sehingga tidak banyak memerlukan intervensi medis. tetapi sebenarnya prinsipnya sama yaitu mengganggap bahwa menstruasi. Dengan filosofi kebidanan. kehamilan. Beberapa negara di dunia ini.BAB III KESIMPULAN 3. kepercayaan tentang konsep yang didasari kehidupan dan pelayanan dalam kebidanan. maka asuhan yang diberikan oleh bidan lebih membuat rasa nyaman pada wanita dan intervensi medis bisa seminimal mungkin sehingga tidak merugikan bagi pasien. sikap. Apabila dalam memberikan pelayanan kebidanan sesuai dengan filosofi kebidanan.

com/2009/12/filosofi-kebidanan. Jakarta: PP IBI http://bidanshop.blogspot.2.blogspot.html 7 . 50 Tahun IBI Bidan Menyongsong Masa Depan.com/2012/06/filosofi-bidan.2001.3 Agar dapat berusaha semaksimal mungkin bekerja untuk mewujudkan Indonesia yang sehat dan dapat menurunkan AKI dan AKB DAFTAR PUSTAKA IBI.html http://bidan-lilis.3.Standar Profesi Kebidanan.2002.Jakarta:Departemen Kesehatan Republik Indonesiia Mustika Sofyan dkk.