You are on page 1of 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan

: Pendidikan kesehatan

Sub pokok bahasan

: ASI Ekslusif

Sasaran

: Masyarakat

Hari/tgl

: Minggu,31-Mei-2015

Tempat

: RW 03/Desa Oeteta

Waktu

: 11.00 WITA

Penyusun

: Albertus L.Rato
Richard Ratuedo

A. TUJUAN:
Tujuan umum
Setelah mendapat penyuluhan ini Ibu hamil dan menyusui dapat memahami
tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif.
Tujuan khusus
Setelah mendapatkan penyuluhan 1x30 menit pasien dan keluarga dapat :
Menjelaskan pengertian ASI eksklusif.
Menjelaskan tujuan dan pentingnya ASI.
Menjelaskan manfaat dan keunggulan ASI.
Menjelaskan posisi-posisi menyusui yang baik.
B. MATERI (TERLAMPIR)
Menjelaskan pengertian ASI eksklusif.
Menjelaskan tujuan dan pentingnya ASI.
Menjelaskan manfaat dan keunggulan ASI.
Menjelaskan posisi-posisi menyusui yang baik.
C. METODE
Ceramah
Tanya jawab
D. MEDIA
Leaflet
Lembar balik
Poster
E. STRATEGI PELAKSANAAN

Tahap

Kegiatan
Penyuluhan

o
1

Pendahuluan

Waktu
Sasaran

Memberi
salam

pembukaan
Memperkenal

kan diri
Menjelaskan

Membalas salam
Mendengar

identitas penyuluh
Menyimak
tujuan penyuluhan

Mendengar dengan 20 menit

5 menit

tujuan

penyuluhan
Menyampaika
n media yang
akan

Penyajian

materi

digunakan
Memberikan
ceramah

seksama
dan mencatat hal-

tentang:
Pengertia
n

hal yang penting


dan yang kurang

ASI

eksklusif.
Tujuan
dan

jelas
Mengajukan

pertanyaan tentang
Materi
yang belum jelas
Menjawab

pentingny
a ASI.
Manfaatdan
keunggulan
ASI.
Posisiposisi
menyusui
yang

baik.
Memberikan
kesempatan
kepada
peserta
Untuk

pertanyaan
sesuai materi

Bertanya
dan penyuluh
siap
menjawab
pertanyaan

tersebut
Memberikan
pertanyaan
kepada
peserta

Penutup

Melakukan

evaluasi
Menyimpulka
n

kembali

Mendengarkan

5 Menit

kesimpulan

dengan baik
Membalas salam

penyuluhan
yang

telah

diberikan
Salam
penutup

F. EVALUASI :
1. Evaluasi proses :
a. Fase dimulai sesuai dengan waktu yang di rencanakan.
b. Keaktifan peserta selama penyuluhan.
c. Jumlah peserta yang hadir dalam mengikuti penyuluhan
d. Sarana dan prasarana: Poster.
2. Evaluasi hasil :
a. Peserta dapat menyebutkan pengertian ASI eksklusif.
b. Peserta dapat menyebutkan tujuan dan pentingnya pemberian ASI.
c. Peserta dapat menyebutkan manfaat dan keunggulan ASI.
d. Peserta dapat menyebutkan posisi-posisi menyusui yang baik.
G. RUJUKAN :
Roesli Utami. 2007. Panduan Praktis Menyusui. Jakarta: Puspa Swara
Depkes RI. 2008. Pelatihan Klinik Asuhan Persalinan Normal. Jakarta: Jaringan
Nasional Pelatihan Klinik - Kesehatan Reproduksi

MATERI ASI EKSKLUSIF


A. PENGERTIAN
ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi sampai usia 6 bulan tanpa pemberian
makanan lainnya. ASI merupakan makanan pertama yang mesti diperkenalkan pada bayi
karena merupakan makanan yang paling cocok bayi disebabkan zat gizi ASI mampu
memenuhi zat gizi bayi. ASI merupakan imunisasi pertama bagi bayi karena mengandung zat
kekebalan. Pemberian ASI secara eksklusif sampai bayi berusia enam bulan akan menjamin
tercapainya pengembangan potensial kecerdasan anak secara optimal karena ASI
mengandung nutrisi khusus yang diperlukan otak bayi agar tumbuh optimal.

B. TUJUAN DAN PENTINGNYA ASI


Memberikan zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan.
Menunjang tercapainya pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang optimal bagi

bayi.
Mempererat tali kasih sayang antara ibu dan anaknya.

C. MANFAAT DAN KEUNGGULAN ASI

Mengandung Kolostrum yaitu air susu yang keluar pertama kali, Berwarna putih

kekuningan sebagai zat imun atau kekebalan tubuh.


ASI mengandung asam lemak yang dapat meningkatkan kecerdasan dan ketajaman

penglihatan.
ASI mudah dicerna dan diserap.
ASI bersih dan segar.
Aman dari kontaminasi untuk menghindari gangguan saluran pencernaan bayi seperti

berak-berak, muntah dan sakit perut.


Membantu pertumbuhan bayi yang lebih baik.

D. POSISI-POSISI MENYUSUI YANG BAIK


a. Posisi duduk
Posisi ini baik diberikan apabila bayi tersebut menginkannya dan belum ingin
beristirahat.
b. Posisi side laying (Posisi Tidur)
Ibu dan bayi berbaring di tempat tidur. Ibu menghadap bayi sehingga bayi lebih
mudah menghisap ASI. Posisi ini memberikan kenyamanan pada

bayi dan ibu

terutama pada malam hari.


c. Posisi untuk bayi kembar
Dengan memegang bayi pada kedua lengan kanan, masing-masing kepala ke arah
tengah atau sebaliknya. Bayi dapat disusui keduanya seacara bersamaan pada kedua
payudara ibu. Bagi ibu yang terpaksa menyusui bayinya secara bergantian mulailah
lebih dahulu menyusui bayi yang lebih kecil, karena bayi kembar sering tumbuh pada
tingkatan yang berbeda yang satu lebih gemuk dari yang lain.
d. Posisi diatas dada
Bayi ditengkurapkan diatas dada ibu, kemudian tangan ibu sedikit menahan kepala
bayi sambil ibu menyusui. Posisi diatas dada segera setelah lahir atau bayi dengan
ASI yang memancar (penuh).
e. Posisi khusus
Ibu dan bayi berbaring di tempat tidur. Kemudian ibu menyusui bayi dengan posisi
bayi ditidurkan disamping ibu dengan kaki berlawanan dengan ibu. Kemudian bayi
dibersihkan dan dirapikan kembali.