You are on page 1of 26

BAB I

PENGKAJIAN KELUARGA (Family Assessment)
A. Biodata Keluarga
Nama ayah

: Tn. M

Tanggal lahir

: 06 februari 1974

Agama

: Islam

Pendidikan

: SMA

Alamat rumah

: jl. Soekarno hatta Rt 21/112

Pekerjaan

: wiraswasta

Nama ibu
Tanggal lahir

: Ny. S
: 8 juli 1975

Agama

: Islam

Pendidikan

: SMA

Alamat rumah

: jl. Soekarno hatta Rt 21/112

Pekerjaan

: Ibu rumah tangga

Nama saudara
Tanggal lahir

: Nn. G
: 14 juli 1997

Agama

: Islam

Pendidikan

: SMA

Alamat rumah

: jl. Soekarno hatta Rt 21/112

Pekerjaan

: PELAJAR

B. Keadaan Rumah dan Lingkungan Tetangga
1. Kondisi Rumah
Ukuran rumah 9mx13m, dengan 4 buah kamar yang dilengkapi kasur,
selimut,guling, bantal,lemari pakaian,dan meja belajar.
1 dapur dilengkapi kompor gas, washtafel, rak piring, alat alat masak dan kulkas.
1 ruang tamu dilengkapi sofa, meja,. 2 wc dilengkapi kloset, bak mandi, gayung,
ember, dan alat alat mandi lainnya.
2. Tetangga
Tetangga ps mayoritas suku sunda. Jumlah anggota keluarga tetangga ps 7 orang.

1

3.

Sosial Kultural
Jumlah waktu dihabiskan untuk tetangga sangat sedikit. Kunjungan hanya
dilakukan bila ada waktu senggang di hari jumatdan minggu. Mayoritas tetangga
ps beragama islam dan taat beribadah. Mayoritas pendidikan tetanggga sampai
jenjang SMA. Keluarga tetangga mayoritas bekerja sebagai wiraswasta dan tidak
mengikuti organisasi apa pun.

C. Struktur Keluarga
1. Latar Belakang Orangtua
Ayah pasien berasal dari suku jawa dan ibu pasien berasal dari suku
sunda.
2.

Anggota Keluarga yang Tinggal Dalam Rumah
Nama ayah

: Tn. M

Usia

: 41 tahun

Jenis kelamin

: laki-laki

Hubungan keluarga

: ayah kandung

Nama ibu

: Ny. S

Usia

: 40 tahun

Jenis kelamin

: perempuan

Hubungan keluarga

: ibu kandung

Nama kakak

: Nn. G

Usia

: 18 tahun

Jenis kelamin

: laki-laki

Hubungan keluarga

: kakak kandung

Nama ps

: An.J

Usia

: 12 tahun

Jenis kelamin

: laki-laki

Hubungan keluarga

: anak kandung

3. Anggota Keluarga yang Tidak Tinggal Dirumah
Semua keluarga inti tinggal dalam rumah yang sama.
4. Extended Family Member (Maternal & Paternal)
Tinggal diluar rumah namun tetap berhubungan baik dan sering bertemu.

2

Orang tua berencana menyekolahkan anak-anaknya sampai ke jenjang sarjana dan memiliki pekerjaan yang lebih baik dibandingkan dengan pekerjaan ayahnya sekarang. sebagai kepala keluarga yang dapat memimpin keluarganya. Memiliki 3 orang anak. 1 orang anak dalam SMA . Tidak memiliki penyakit keturunan. Latar Belakang Adat Istiadat (Etnis.dan 1 orang anak lagi masih SD. Status Sosial Ekonomi Pendidikan terakhir ayah sampai di jenjang SMA. 1 orang perempuan dan 2 orang laki laki. Status Sosial dan Agama 1. Tidak pernah mengalami kecelakaan penyakit dan kematian. Ras) Di dalam keluarga sangat ditekankan dianjurkan dan dibiasakan untuk saling membantu dalam pekerjaan-pekerjaan rumah sehingga anak. ayah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari harikeluarganya. Peran anak I : sebagai anak pertama sebagai contoh bagi adik adiknya.5. E. Mereka bertemu pada tahun 1991 dan menikah tahun 1992. Latar Belakang Kultur. Sejarah Keluarga Ayah dan ibu di jodohkan oleh teman mereka karena mereka merasa cocok sehingga memilih ke jenjang yang lebih serius. Keluarga memiliki penghasilan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. sebagai ibu rumah tangga yang dapat mempersiapkan segala kebutuhan keluarga. Peran ibu : sebagai istri yang hormat pada suami. dan tidak pernah berpindah-pindah agama. D. 2. Organisasi Keluarga Peran ayah : sebagai ayah bagi anak anaknya. 3 . Keluarga Sebagai Sistem Sosial 1. Peran anak II: bekerja sama dalam melakukan pekerjaan. ibu juga sampai di jenjang pendidikan SMA. 3. Latar Belakang Agama Anggota Keluarga Seluruh anggota keluarga beragama islam.anak nya terbiasa dalam melakukan pekerjaan – pekerjaan rumah. yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Dalam menggunakan waktu luang. Physical & Personality Anggota Keluarga Orang tua sangat kawatir apabila ada anaknya yang sedang sakit. Bandingkan sistem kultur. kepercayaan keluarga dan perawat. 7. keluarga selalu menyempatkan waktu untuk jalan jalan bersama. Ps juga berbicara dengan sopan pada orantuanya mau pun perawat. Berdiskusi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.2. Anak-anak Ps sangat patuh pada orang tuanya. 4 . Kenapa keluarga atau anggota lain perlu bimbingan dari tim kesehatan. Kesanggupan orangtua dan anak-anak dalam menyesuaikan diri terhadap suatu perubahan. Hukuman biasanya dilakukan di ruang tamu. nilai. 4. 6. 3. Metode Pengambilan keputusan Orangtua selalu member hukuman yg setimpal dengan kesalahan nya sesuai dengan yg telah disepakati bersama. Cara Menghadapi Masalah a. Orangtua memutus kan untuk hanya memiliki 3 orang anak saja. Interaksi Keluarga Dengan Perawat a. Agar salah satu angota keluarga tidak akan mengalami penyakit yang sama. fungsi atau peran anggota keluarga. b. Sikap orangtua dan anak terhadap kesehatan Keluarga akan membawa anggota keluarga yang sakit bila penyakitnya tidak dapt disembuhkan dengan obat-obatan yang di jual di apotik. Keluarga sangat kooperatif dan dapat bekerja sama dengan baik dalam pemberian asuhan keperawatan terhadap anak mereka. mau melakukan pekerjaan sehari hari dan saling menghormati agar anak anak nya kelak menjadi sukses. Mereka berkomunikasi dengan baik secara verbal. Orang tua selalu mengajarkan disiplin waktu dalam melakukan aktivitas. Orangtua (Parents) Selama anak dirawat kedua orang tua bersama sama dalam merawat. Setiap anggota keluarga memiliki kepercayaan sedikit berbeda namun tetap saling menghargaisatu sama lain sesama anggota keluarga . Hubungan antara keluarga dengan perawat sangat baik. 5. Orang tua selalu membimbing anak anak nya bila ada perubahan fungsi dan peran dalam keluarga. b. 8.

Ps sampai di IGD pukul 18. cefixime syr 2x1cth. paracetamol 3x15ml.sakit perut tetapi hanya meminum obat yang dari apotik saja 3. Soekarno hatta Rt 21/112 B. TTV saat di IGD T:38.00 WIB 2. Riwayat Kesehatan 1. Pada sore hari demam anak meningkat.BAB II STUDI KASUS A. S Tanggal masuk : 21 september 2015 Tanggal pengkajian : 21 september 2015 Alamat : jl. Ps belum diberi obat demam sama sekali .45 WIB Melalui IGD ps diperiksa oleh dokter dan dianjurkan untuk dirawat. ps diberi ceftriaxone 2x1gr. Biodata Klien Nama : An. P:130x/mnt . Keluhan Utama keluarga mengtatak anaknnya mengeluh nyeri perut dibagian bawah kanan perut menyebar sampai keseluruh perut nyeri muncul saat ps melakukan aktifitas. skala nyeri 4(1-5) Riwayat Penyakit Sekarang Pada hari minggu tgl 21 september klien demam. dan dilakukan pemeriksaan darah (SGOT. Di IGD pasien diberikan terapi IV RL 20 gtt di tangan kiri.USG Abdomen . Ps dibawa ke ruangan pediatrik no 449/1 menggunakan STRECER pada jam 03.muntah dan tidak nafsu makan. Riwayat Penyakit Lalu Keluarga mengatakan pasien pernah mengalami batuk.pilek. pusing. kelamin : laki laki Dokter : Dr.30 WIB. R:29x/mnt . Riwayat Penyakit Keluarga 5 . Dan direncanakan operasi besok pagi jam 08.3oC .SGPT). Lalu ps dibawa oleh keluargannya nya ke RSA bandung. durasi ± 5 menit . BP:130/90mmhg. J Umur : 12 tahun Kamar : 449/1 Diagnosa : apendiksitis post op laparatomy J.

rambut tebal. penyebaran rambut merata. Pengkajian Fisik 1. Palpasi : Tidak ada nyeri tekan dan tidak teraba benjolan.ridak ada serumen. Mata Inspeksi :Penglihatan pasien baik. : tidak ada nyeri tekan dan teraba benjolan. reflex pupil mengecil bila diberi cahaya senter.tidak ada nyeri tekan dan teraba benjolan. Pengkajian fisik Kepala Inspeksi : Rambut pasien berwarna hitam. 6 . gigi graham kanan berlubang Leher Inspeksi Palpasi : Bentuk simetris : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe.kalaw dari orang tua ibu ibu punya penyakit magg kronis 4.terdapat kotoran telinga Palpasi Hidung Inspeksi Palpasi Mulut Inspeksi yang kering : Tidak teraba benjolan dan tidak ada nyeri tekan : Mukosa hidung lembab dan bewarna merah muda.terdapat bulu halus. Telinga Inspeksi : Bentuk simetris. sclera berwarna putih.terlihat bersih.kulit kepala kering Palpasi . tidak ada benjolan dan lesi. : Tidak teraba benjolan. dan tidak ada nyeri tekan. Wajah Inspeksi :Bentuk wajah simetris. : Bibir agak kering.Orang tua pasien mengatakan kakek ps punya riwayat hipertensi sama asam urat itu dari orangtua ayah. lidah terlihat kotor. Keadaan umum T: 38 o C P: 110x/menit R:24 x/menit BP: 130/90mmhg Tinggi badan : 143 cm Berat badan : 45 kg 2. Riwayat Kelahiran (Untuk pasien yang umur satu bulan ke bawah) C. tidak ada pembesaran tonsil.terdapat bulu-bulu halus. konjungtiva berwarna merah muda.

Genitalia Inspeksi : Bersih tidak ada lesi. Palpasi : Tidak ada nyeri tekan .bentuk simetris. Psikologikal : Pasien hidup di lingkungan perumahan komplek. : Ada nyeri tekan di bagian bawah kanan abdomen. Ekstremitas bawah Inspeksi : pergerakan lemah. kooperatif dan tidak takut dengan para petugas kesehatan. Data Penunjang LABORATORIUM 9. hubungan kedua orang tua pasien baik. Hasil pemeriksaan Hasil 21/09/1 Satuan rujukan Interprestasi hasil 23/09/1 7 . : Tidak ada nyeri tekan. dan suka membantu orang tua dirumah. pasien tinggal dengan orang tua dalam satu rumah. Palpasi Tidak ada lesi dan benjolan. : tidak ada nyeri tekan dan tidak ada teraba benjolan. Sosial : pasien dengan keluarga dan orang lain berhubungan dengan baik. Ekstremitas atas Inspeksi : warna kulit putih. : Bunyi resonan : Tidak ada bunyi napas tambahan. pola bermain berkelompok bersama-sama dengan teman-teman pasien anak yang aktif di sekolah. Tidak ada lesi dan benjolan. pergerakan lemah.Dada Inspeksi : Pergerakan paru simetris kanan dan kiri. Terpasang IV di tangan kanan. Perut Auskultasi Inspeksi Palpasi Perkusi : Terdengar bising usus 8x/menit : Tidak terlihat benjolan dan lesi. Spiritual: Pasien selalu shalat bersama kedua orang tua dan kakaknnya di rumah. Klien termasuk anak yang aktif di sekolahnnya. 3.kulit Palpasi Perkusi Auskultasi bewarna putih dan kering tidak ada benjolan dan lesi. tidak ada teraba benjolan. bunyi jantung vesicular. begitu pula dengan teman sebayanya. tidak teraba benjolan. Perut terlihat buncit. Warna kulit putih. : Bunyi timpani.

70-5. trombositopenia. peningkatan kadar enzim hati. Efek samping : Trombositopenia.5 5 HEMATOLOG I Hemoglobin 8.5 Leukositosis Trombosit 1. cefotaxime IV drip 550 mg/8 jam Efek : bakterisidal dan bekerja dengan menghambat sintesis mukopeptida pada dinding sel bakteri. b. hipotensi.8-15. Efek samping : warna urin menjadi gelap.33 4. reaksi hipersensitivitas.sakit kepala.81 Juta/ul 3. amebisid dan trikomonosid. c. Beta-laktam bagian dari Ceftriaxone mengikat carboxypeptidases. Cefotaxime memiliki aktivitas spectrum yang lebih luas terhadap organisme gram positif dan gram negatif.9 Ribu/ul 5. leukopenia yang bersifat sementara.perubahan rasa pada lidah.076 Ribu/ul 229-553 Trombositopa Eritrosit 3. Gierdia lamblia.nafsu makan menurun.sakit perut.9 13. maka Cefotaxime digunakan sebagai alternatif lini pertama pada bakteri yang resisten terhadap Penisilin.1 g/dl 10. reaksi hipersensitif. Ceftriaxone 2x1gr Efek : Ceftriaxone bekerja dengan menghambat sintesis mucopeptide di dinding sel bakteri. Farmadol drip 150 mg/8 jam RL 500 cc/ 8 jam Efek : Berikatan dengan reseptor di sistem saraf pusat.4 19.5-15. neutropenia. leukopenia. d. Tdk enak badan. 8 . Metronidazole efektif terhadap Trichomonas vaginalis. eosinofilia.70 4. Metronidazole bekerja efektif baik lokal maupun sistemik.pusing. Metronidazole IV drip 250 mg/8 jam Efek : Metronidazole adalah antibakteri dan antiprotozoa sintetik derivat nitroimidazoi yang mempunyai aktifitas bakterisid. efek pada saluran pencernaan. Entamoeba histolytica. mempengaruhi persepsi dan respon thd nyeri. Hasil reduksi ini mempunyai aksi antibakteri dengan jalan menghambat sintesa asam nukleat.konstipasi.059 1. Dalam sel atau mikroorganisme metronidazole mengalami reduksi menjadi produk polar. Cefotaxime sangat stabil terhadap hidrolisis beta laktamease. kulit & alergi lainnya. superinfeksi.6 Hematokrit 29 42 % 35-43 Leukosit 16. Obat-Obatan a. Efek samping : Reaksi hematologi.mual.

dyspnea. Rasa nyeri semakin meningkat terasa ada tekanan pada bagian kanan bawah saat berjalan. lelah. nyeri perut.2006).2008). kembung. Enzim ini terlibat dalam sintesis sel-dinding dan pembelahan sel. dekat dengan usus kecil yang menempel pada usus besar. mual. Dengan mengikat enzim ini. Tanda & Gejala Gambaran klinis yang sering timbul : a. dan transpeptidases dalam membran sitoplasma bakteri.endopeptidases. konstipasi. Sembelit sehingga penderita memerlukan obat pencahar. Defenisi Appendiksitis adalah peradangan pada appendik dimana lapisan dinding organ tersebut terkena. tetapi dapat menimbulkan berbagai masalah (Katz. Efek samping : Efek samping yang dapat terjadi : diare. dengan perut kaku seperti papan. gelisah. Kadang-kadang untuk menyebut radang usus buntu hanya dengan istilah usus buntu (Harmawati. Stuktur dari appendik yang kecil belum diketahui. Rasa nyeri yang dimulai dari bagian tengah perut dan berpindah kebagian bawah sebelah kanan perut.kumpulan askep pediatrik. somnolence dan hilang rasa. sakit kepala. Ceftriaxone menghasilkan pembentukan dinding sel yang rusak dan kematian sel. panjang 7-10 cm yang tumbuh pada persambungan usus besar dan usus halus. insomnia. c.Asuhan Keperawatan Pediatrik hal 221 . Appendiksitis adalah radang pada bagian usus yang berbentuk seperti tabung pendek yang buntu. d. demam. anorexia. BAB III TINJAUAN TEORITIS A. Appendik adalah organ kecil yang menyerupai tabung yang melekat pada suatu bagian usus besar yang disebut juga kolon. ansietas. genital pruritus. yang berlokasi pada pertengahan kanan bawah dari abdomen. gangguan kulit. b. mulut kering. sehingga badan terasa lemah. 9 . agitasi.hal 122 . B. keringat berlebih. rhinitis. arthralgia. Namun sering rancau dengan istilah usus buntu. Nafsu makan hilang. edema.

c. Hambatan Aliran Lendir ke Sekum Appendik menghasilkan lendir 1 – 2 ml per hari.Masuknya kuman pada minggu pertama ditandai dengan gejala suhu tubuh naik turun 10 . 2009) (Katz. (Katz.jar. diperkirakan bagian perut mengalami peradangan. C.Asuhan Keperawatan Pediatrik hal 221 . D. Etiologi Beberapa faktor penyebab terjadinya appendiksitis menurut Wijayakusuma (2009) adalah: a. lendir itu secara normal dicurahkan ke dalam lubang. Bakteri pertama tama menyerang RES(retiko endothelial sistem) yaitu hati. Lympha) Infeksi pada hati tentu mengkontaminasi cairan empedu yang dihasilkan oleh hati kemudian masuk ke kandung empedu sehingga terjadi kolesistisis. Rasa mual disebabkan rangsangan usus buntu yang meradang pada selaput lendir perut (peritoneum). dan kadangkadang dapat menjadi lebih parah (Satrio.lien dan tulang yang menyebabkan infeksi pada hati. nyeri meningkat pada 6-12 jam. f. dan cacing askaris dapat menyebabkan penyumbatan appendik. Patofisiologi Makanan/minuman yang terkontaminasi kuman salmonella masuk kedalam lambung melalui mulut. Bagian kiri bawah perut terlalu lunak untuk disentuh. Demam suhu badan akan meninggi dan akan merasa mual sampai menusuk.Asuhan Keperawatan Pediatrik hal 221 . tumor appendik. sehingga bahan-bahan buangan atau benda asing diatas yang terperangkap di dalam appendik dapat menyebabkan penyumbatan yang dapat menyebabkan radang yang hebat dan dapat menimbulkan infeksi. Penyumbatan Appendik Tumbuhnya jaringan limfe. Infeksi Bakteri Bakteri dapat menginfeksi bagian appendik yang menyebabkan peradangan pada daerah tersebut. lien yang menimbulkan hepatomegali dan spleenomegali.2006). Ruang dalam appendik sangat sempit.2006). b. tinja. Bila tetap hidup selanjutnya masuk ke usus halus melalui folikel limpha yang dipermukaan usus halus masuk kesaluran limfatik dan saluran darah sistemik sehingga terjadi bakterimia. Lalu menginfeksi seluruh tubuh (SSP:otak ginjal.e. Gejala umum pada appendiksitis adalah nyeri yang berada sekitar pusat dan merambat ke perut kanan bawah. Di lambung kuman mengalami penetrasi yang memungkinkan kuman mati/hidup.

shock. Setelah itu. 2005.Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak. Rekawati Utami. (Nursalam Susilaningrum. peristaltic menurun. Jakarta : Salemba Medika) (Suriadi dan Yuliani Rita. 2006. ggn digesti & absorbs. Minggu selanjutnya suhu tubuh tetap tinggi dan terus menerus (demam continue). Jakarta : Perpustakaan Nasional RI) BAB IV 11 . diare. 2006. Asuhan Keperawatan Pada Anak. Sri. kadang terjadi ggn kesadaran (delirium) . lidah kotor. Disamping itu sebagai akibat penurunan mobilitas intestine akan terjadi obstipasi dan dapat juga terjadi diare. kemudia masuk ke sirkulasi sistemik yang di tandai dengan suhu tubuh meningkat dengan sangat tinggi(demam remitten). Asuhan Keperawatan Pada Anak. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI) patofisiologi hiperter mimi Nyer i Resti Nyeri post op Nafsu Gangguan mobilitas GGn Pola Nutrisi kurang dari kebutuhan (Suriadi dan Yuliani Rita. mati.(intermitten).

00 WIB memberi makan 13.00 WIB mengevaluasi keadaan ps dan Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik memberi terapi obat 22/09/2015 06.30 WIB merapikan lingkungan ps 08.10 WIB memberi obat sesuai dokter 09.20 WIB timbang BB ps 11.30 WIB merapikan lingkungan ps 08.00 WIB memandikan ps 06.00 WIB mengobservasi TTV ps 12.00 WIB melanjutkan pengkajian 09.10 WIB memberi obat 09.00 WIB mengevaluasi keadaan ps Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik ps merespon baik Ps merespon baik 12 .00 WIB memberi makan ps 13.00 WIB mengukur TTV ps 08.00 WIB memandikan ps 06.10 WIB memberi obat sesuai order 09.00 WIB mengukur TTV 08.30 WIB merapikan lingkungan ps 08.00 WIB mengobservasi TTV 12.00 WIB mengobservasi TTV 12.00 WIB memandikan ps 06.00 WIB pengkajian & timbang BB 11.00 WIB mengukur TTV 08.00 WIB melakukan pengkajian 11.00 WIB memberi makan ps 13.00 WIB mengevaluasi keadaan ps 23/09/2015 06.PERAWATAN SELAMA DI RUMAH SAKIT Tanggal 21-25 september 2015 Tanggal Implementasi Respon 21 /09/2015 06.

00 WIB mengevaluasi keadaan ps Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik BAB V TGL NO NURSING DIAGNOASA RENCANA PERAWATAN PLANNING GOAL INTERVENTION IMPLEME RATIONALE 13 .00 WIB mengukur TTV ps 08.30 WIB melanjutkan pengkajian 09.20 WIB merapikan lingkungan ps 08.00 WIB timbang BB ps 11.00 WIB mengobservasi TTV ps 12.24/09/2015 06.00 WIB memberikan PENKES 09.00 WIB mengukur TTV ps 08.00 WIB memandikan ps 06.00 WIB memberikan PENKES 09.00 WIB mengevaluasi keadaan ps Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik Ps merespon baik 25/09/2015 06.10 WIB memberi obat sesuai dokter 08.40 WIB timbang BB ps 11.30 WIB melanjutkan pengkajian 09.10 WIB memberi obat sesuai dokter 08.00 WIB mengobservasi TTV ps 12.00 WIB memandikan ps 06.00 WIB memberi makan ps 13.20 WIB merapikan lingkungan ps 08.00 WIB memberi makan ps 13.

21/9/15 1 Hipertermi s/d proses Setelah dila 1. observasi TTV 1. monitor tetesan DS :“ps mengatakan menggigil” 1x24 jam. cairan yg cukup 4. memberi cairan 150c 4. berkolabo pemberian a 3. 4. TGL NO NURSING DIAGNOASA PLANNING GOAL INTERVENTION IMPLEME RATIONALE 14 . kolaborasi jumblah cairan dalam pemberian antipiretik. -pasien terlihat lemah T: 38 oC P: 110 x/mnt R:24 x/mnt BP:130/90mmhg batas normal. mengobs ps 2. menurunkan menurunkan suhu tubuh. Dengan kriteria hasil : -T:36-37.4oC . intake yg parasetamol cukup R:18-22x/mnt -ps tampak mengurangi segar -bibir tidak resiko dehidrasi. menegakkan infus 3. membantu kering -tidak teraba dalam panas. P:60100x/mnt. memooni infus 3. air hangat 5. memberi air hangat 5. sebagai dasar inflamasi. beri kompres 2.peradangan -kukan tindakan dalam ditandai dengan keperawtan ps 2. diharapkan suhu tubuh ps dalam DO : “-kulit teraba panas. demam 5. 08.00 1. menyesuaikan yang masuk At. beri intake intervening.

inflamasi diberikan askep tanda vital klien 2.DBE.rasa sakit analgetik un klien dapat mengurangi terkurang (sesuai indi mengurangi nyeri (sesuai indikasi) TGL NO NURSING DIAGNOASA PLANNING GOAL INTERVENTION IMPLEME RATIONALE 15 .memonito farmakologi . posisi yang senyaman baik menjadikan mungkin.DBE. 5. memberikan lingkungan yang kenyamanan Ditandai dengan Ds : “ nyeri brur” 1x 24 jam nyeri berkurang dengan kriteria hasil : Do :”. mengetahui peradangan.Berikan analgetik untuk 5. 08.Ajarkan teknik . Mengurangi 5.Posisikan klien 3.Mengajar non farmak nyeri yang dirasakan .Berikan klien rilek 4.ps terlihat meringis -Ps terlihat gelisah T: 38 oC P: 110 x/mnt R:24 x/mnt BP:130/90mmhg Skala nyeri 4(1-5) -Skala nyeri 1 (1-5) -klien dapat mempraktekan teknik relaksasi nafas dalam non tenang tanda vital k 2.Memberik lingkungan nyaman nyaman. mengkaji nyeri pasien 3.Memberik 6.klien lebih At .MemPosi senyaman m 4. kaji skala nyeri perubahan TTV 2. 4.00 1. 6.21/9/15 2 Nyeri s/d Setelah 1. agar nyeri nyeri secara klien dapat komprehensif diketahui 3.monitor tanda- 1. 6.

klien lebih At .monitor tanda- 1.6 oC P: 90 x/mnt R:22x/mnt BP:120/90mmhg Skala nyeri 3(1-5) -Skala nyeri 1 (1-5) -klien dapat mempraktekan teknik relaksasi nafas dalam non tenang tanda vital k 2. Mengurangi 5.Berikan klien rilek 4.Memberik 6.Ajarkan teknik . 6.Mengajar non farmak nyeri yang dirasakan .Posisikan klien 3. agar nyeri nyeri secara klien dapat komprehensif diketahui 3.memonito farmakologi .DBE. mengkaji nyeri pasien 3. memberikan lingkungan yang kenyamanan Ditandai dengan Ds : “ nyeri brur” 1x 24 jam nyeri berkurang dengan kriteria hasil : Do :”. 08. 6. posisi yang senyaman baik menjadikan mungkin.Memberik lingkungan nyaman nyaman.ps terlihat meringis -Ps terlihat gelisah T: 36. 5. mengetahui laparatomy diberikan askep tanda vital klien 2.22/9/15 1 Nyeri s/d post op Setelah 1.Berikan analgetik untuk 5.DBE.MemPosi senyaman m 4. kaji skala nyeri perubahan TTV 2.rasa sakit analgetik un klien dapat mengurangi terkurang (sesuai indi mengurangi nyeri (sesuai indikasi) TGL NO NURSING DIAGNOASA PLANNING GOAL INTERVENTION IMPLEME RATIONALE 16 .00 1. 4.

-bibir tdk kering -BB ideal/tetap 47 kg TGL NO NURSING DIAGNOASA pentingnya intake enuhan nutrisi. 4. timbang BB etahui ↑↓BB. jelaskan DS:” . memperta sering.4 . Pencernaan. dalam porsi bantu dalam PLANNING GOAL At.T:36-37. 3. mengetahui kebutuhan tubuh s/d dilakukan 4-5 langkah pem anoreksia ditandai dengan : jam tindakan makan ps 2. menjelask pentingnya nutrisi yang untuk penye meningkat.08.6 oC P: 90 x/mnt R:22x/mnt BP:120/90mmhg DO: -ps tampak lemah -ps hanya makan 5 sendok bubur -lidah kotor -bibir kering -BB: 45 kg nutrisi ps terpenuhi dgn kriteria hasil: . pemilihan diet BB ideal. anjurkan 3. 5. 5. untuk men nutrisi yg adekuat ingkatkan peng untuk etahuan ps dan penyembuhan keluarga. 6. diharapkan kebutuhan T: 36. menganju untuk oral c -menganjur pemberian m hindari mual dan dalam porsi sedikit namun muntah.& penyakit. untuk meng- penyakit. 2. 3. kaji pola 1. kolaborasi dgn yang tepat mem- ahli gizi dlm penyembun sal.22/9/15 2 Nutrisi kurang dari Setelah 1.00 1. pemilihan diet. 5.ibu ps mengatakan ps tidak mau makan. 4.“ keperawtan. 6. R:18-22x/mnt -ps tampak segar -ps makan ½ porsi atau habis. utk meng namun serin 4. menambah rasa pemberian makan makan ps. nyaman di mulut. anjurkan ps motivasi makan untuk oral care. P:60-100x/mnt. mengkaji INTERVENTION dengan ahli pemilihan d IMPLEME RATIONALE 17 . 2. berkolabo setiap tgl ganjil.

Bantu karena tirah mengubah posisi baring dan tidur minimal tiap meningkatkan 2 jam kenyamanan 18 sehari-hari 3. memberik analgesik (sesuai indikasi) TGL 23/9/15 NO 2 NURSING DIAGNOSIS PLANNING GOAL INTERVENTION IMPLEME RASIONALE Gangguan mobilitas fisik Setelah 1. mengkaji nyeri pasien 3. memberikan lingkungan lingkungan yang nyaman. kenyamanan teknik relaksasi 5.menganju keluarga un membantu m aktivitas ke 3.Mengajar farmakologi .Menetapkan s/d nyeri post op dilakukan intoleransi klien intervensi yang Ds : “susah gerak brur sakit ” tindakan keperawatan selama 1x24 jam.ps terlihat meringis -Ps terlihat gelisah T: 36.DBE. agar nyeri nyeri secara klien dapat komprehensif diketahui 3.Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri 6.MemPosi senyaman m nyaman 5. Mengurangi membantu penggunaan memenuhi energi yang aktivitas berlebihan hari 1. Mencegah dekubitus 3. posisi yang senyaman baik menjadikan mungkin.monitor tanda- 1.Memberik rilek 4.DBE.5 oC P: 83 x/mnt R:21 x/mnt BP:120/90mmhg terjadi gangguan mobilitas fisik Kriteria hasil : . meningka .pemberian obat pengurang rasa sakit klien dapat terkurang non farmak .08.Klien mampu melakukan aktivitas seharisehari secara 2. kaji skala nyeri perubahan TTV 2.Berikan klien menjadi 4. Anjurkan tepat 2.5 oC P: 83 x/mnt R:21 x/mnt BP:120/90mmhg Skala nyeri 2(1-5) -Skala nyeri 1 (1-5) -klien dapat mempraktekan . 6. Mengurangi nyeri yang dirasakan 1x 24 jam nyeri berkurang dengan kriteria hasil : Do :”.Posisikan klien 3.klien lebih tenang At . mengetahui diberikan askep tanda vital klien 2.memonito tanda vital k 2. mengkaj intoleransi k keluarga untuk kebutuhan sehari- At. tidak Do : “ ps terlihat meringis saat bergerak ” T: 36. Kaji tingkat 1.00 1.Ajarkan teknik nafas dalam non 5.mem bant mengubah p minimal tia 4.23/9/15 2 Nyeri s/d luka post op Ditandai dengan Ds : “ nyeri brur” Setelah 1. 6.00 2. 4. 08.

mengkaji nyeri pasien 6.Memberik analgetik pa mengurangi nyeri TGL NO NURSING DIAGNOASA PLANNING GOAL INTERVENTION IMPLEME RATIONALE 19 .Meningkatkan kemandirian kemandirian klien aktivitasringan yang dapat yang dapat dan mendorong ditoleransi kemandirian sejak dini TGL 24/9/15 NO NURSING DIAGNOASA 1 Nyeri s/d luka post op Ditandai dengan Ds : “ nyeri brur” PLANNING GOAL 1.Ajarkan teknik nafas dalam non 5. mengetahui diberikan askep tanda vital klien 2. agar nyeri nyeri secara klien dapat komprehensif diketahui 3. posisi yang senyaman baik menjadikan mungkin.Mengajar non farmak .memonito tanda vital k 2. memberikan lingkungan lingkungan yang nyaman.ps terlihat meringis INTERVENTION IMPLEME -Skala nyeri 1 (1-5) -klien dapat mempraktekan . kaji skala nyeri perubahan TTV 2.Berikan klien menjadi 4. 4.5 oC P: 83 x/mnt R:21 x/mnt BP:120/90mmhg Skala nyeri 2(1-5) RATIONALE Setelah dengan kriteria Do :”.Memberik rilek 4.monitor tanda- 1. 6.Skala nyeri 2(1-5) mandiri 4.Posisikan klien 3.DBE. 08. Mengurangi nyeri yang dirasakan 1x 24 jam nyeri berkurang hasil : -Ps terlihat gelisah T: 36.Berikan analgetik untuk At .klien lebih tenang farmakologi . rasa sakit klien dapat terkurang 3. Tingkatkan 4. 6.00 1.MemPosi senyaman m nyaman 5.DBE. kenyamanan teknik relaksasi 5.

timbang BB etahui ↑↓BB. untuk meng- sering. anjurkan ps motivasi makan untuk oral care. nyaman di mulut.2 kg 47 kg. 5.Menetapkan sakit ” penyakit. 2. 5. Anjurkan dengan ahli IMPLEME dilakukan jam. Bantu karena tirah mengubah posisi baring dan tidur minimal tiap meningkatkan 2 jam kenyamanan 20 sehari-hari 3. Menganju keluarga un membantu m aktivitas ke 3. 4.08. untuk men nutrisi yg adekuat ingkatkan peng untuk etahuan ps dan penyembuhan keluarga.& penyakit. menganju sedikit namun 1. berkolabo setiap tgl ganjil. Pencernaan. 2.00 1. anjurkan 3. memperta s/d nyeri post op selama 1x 24 untuk oral c -menganjur muntah. 5. Mencegah dekubitus 3. 3.08. diharapkan kebutuhan T: 36. kaji pola 1.5 oC P: 83 x/mnt R:21 x/mnt BP:120/90mmhg DO: -ps tampak lemah -ps hanya makan 9 sendok TGL 25/9/15 NO 1 nutrisi ps terpenuhi dgn kriteria hasil: -ps tampak segar -ps makan ½ bubur porsi atau habis. mengetahui kebutuhan tubuh s/d dilakukan 1x 24 langkah pem anoreksia ditandai dengan : jam tindakan makan ps 2. pemilihan diet BB ideal. Kaji tingkat keperawatan nutrisi yang dalam porsi Setelah Ds : “susah gerak brur pentingnya hindari mual dan dalam porsi Gangguan mobilitas fisik tindakan makan ps. mengkaji 2. tidak pemberian m namun serin 4.00 1.Klien mampu melakukan aktivitas seharisehari secara tepat 2. menambah rasa pemberian makan meningkat. 6. Mem ban mengubah p minimal tia . Mengurangi membantu penggunaan memenuhi energi yang aktivitas berlebihan hari At. pemilihan diet.5 oC P: 83 x/mnt R:21 x/mnt BP:120/90mmhg terjadi gangguan mobilitas fisik Kriteria hasil : . 4. -bibir tdk kering -BB ideal/tetap -BB: 45. 6. NURSING DIAGNOSIS pentingnya intake enuhan nutrisi. Mengkaj intoleransi k keluarga untuk kebutuhan sehari- pemilihan d RASIONALE intoleransi klien 2. bantu dalam INTERVENTION intervensi yang Do : “ ps terlihat meringis saat bergerak ” T: 36. kolaborasi dgn yang tepat mem- ahli gizi dlm penyembun sal. jelaskan DS:” tidak nafsu makan brur “ keperawtan. 3. menjelask untuk penye PLANNING GOAL At. utk meng 1.24/9/15 2 Nutrisi kurang dari Setelah 1.

Tingkatkan 4. mengetahui tanda-tanda infeksi 1. anjurkan ps dan keluarga mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien. mencegah penyebaran infeksi. memonito 2.agar ps dan keluarga tau cara cuci tangan.08. 3. fungsio laesa 3. seperti : merah. melakuka luka post o 1x sehari d prosedur ste BAB VI PENDIDIKAN KESEHATAN (SAP) SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) APENDIKSITIS Topik At.tumo 3.rubor.monitor TTV luka post op. mengetahui tujuan CD 5. panas. jelaskan manfaatdan cara cuci tangan untuk mencegah penyebaran infeksi 4.mandiri 4.rubor.tumor color) Ds : “ tindakan ” keperawatan selama 1x 24 Do : “ -ada dresing di bagian abdoment ” jam Tidak terjadi infeksi selama perawatan Kriteria Hasil : T: 36. mencegah terjadinnya infeksi 6. mengetahui perubahan TTV 2. menjelask dilakukan C 6.men jelask manfaatdan tangan untu mencegah p infeksi 4.5 oC P: 83 x/mnt R:21 x/mnt BP:120/90mmhg -Tidak ada tanda tanda infeksi. IMPLEME RASIONALE 1. 4.dressing dilakukan 2. Meningk kemandirian klien aktivitasringan kemandirian yang dapat dan mendorong yang dapat ditoleransi kemandirian sejak dini TGL 25/9/15 NO 2 PLANNING NURSING DIAGNOSIS GOAL INTERVENTION Resikot tinggi infeksi s/d Setelah 1.00 : Apendiksitis 21 .Meningkatkan 4. bengkak. menganju dan keluarg tangan sebe sesudah ko dengan pas 5. kaji tandatanda infeksi (turgor . lakukan CD pada luka post op minimal 1x sehari dengan prosedur steril. mengkaji tanda infek . 5. jelaskan tujuan dilakukan CD 6.

30 WIB) Penyuluh : St. Kegiatan penyuluhan No Waktu 1. Patofisiologi apendisitis B. penyebab. Media Leaflet D. pemeriksaan radiologi dan laboratorium. meliputi pengertian. 25 september 2015 Waktu : 1 x 30 menit ( jam 09. II.I. Ceramah 2. SASARAN Pasien dan keluarga pasien A. Memahami dan mengenali tanda dan gejala serta komplikasi apendiksitis III. Tanda dan gejala apendisitis 3. Etiologi apendisitis 4.0 -09. Metode 1. 5 menit Kegiatan penyuluhan Pembukaan:  Memberi salam Kegiatan peseeerta   Menjawab salam Mendengarkan 22 . komplikasi.tanda dan gejala . penatalaksanaan. maka diharapkan pasien dan keluarga pasien: 1. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Setelah mengikuti penyuluhan. Diskusi 3. Rivay Orin Valentin Sianipar TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Pada akhir proses penyuluhan. Tanya jawab C. tanda dan gejala.etiologi. Pembahasan : Definisi. pasien dan keluarga pasien dapat mengetahui dan memahami tentang penyakit apendiksitis. patofisiologi apendisitis Sasaran : Pasien dan keluarga pasien Tempat : Ruang 449-1 Hari/Tanggal : Jum’at. Definisi apendisitis 2. Materi 1. Memahami dan menyebutkan pengertian dan penyebab apendiksitis 2.

tetapi kadang-kadang terjadi diare. dan terima kasih. MATERI A. menjawab pertanyaan. mual dan muntah. yang berlokasi pada pertengahan kanan bawah dari abdomen.  Kontrak waktu Menjelaskan  pendidikan kesehatan Menyebutkan materi tujuan penyuluhan 2. 15 menit Kegiatan inti (menjelaskan materi) Menyimak. dekat dengan usus kecil yang menempel pada usus besar. 10 menit   Menyimpulkan materi Mengevaluasi kembali  materi Mengakhiri pertemuan dengan mengucapkan salam  Mendengar. tetapi dapat menimbulkan berbagai masalah (Katz. Appendiksitis adalah peradangan pada appendik dimana lapisan dinding organ tersebut terkena.  Menjelaskan tanda dan  gejala apendisitis Menjelaskan  apendisitis Memberikan etiologi kesempatan sasaran bertanya 3. menyebutkan appendiksitis biasanya bermula dari nyeri didaerah umbilicus yang berhubungan dengan muntah.Asuhan Keperawatan Pediatrik hal 221 . Stuktur dari appendik yang kecil belum diketahui. B. Terdapat juga keluhan anoreksia malaise dan demam yang tidak terlalu tinggi. Pengertian. dan menjawab salam. Tanda dan gejala Menurut Mansjoer (2000).2006). Appendik adalah organ kecil yang menyerupai tabung yang melekat pada suatu bagian usus besar yang disebut juga kolon. Gambaran klinis yang sering timbul : 23 . mengajukan  Menjelaskan definisi pertanyaan dan apendisitis meredemonstrasikan. 2-12 jam nyeri akan beralih ke kuadran bagian bawah yang akan menetap dan diperberat bila berjalan. Biasanya juga terdapat konstipasi.

tumor appendik.  Rasa nyeri semakin meningkat terasa ada tekanan pada bagian kanan bawah saat berjalan. sehingga bahan-bahan buangan atau benda asing diatas yang terperangkap di dalam appendik dapat menyebabkan penyumbatan yang dapat menyebabkan radang yang hebat dan dapat menimbulkan infeksi. D. Penyumbatan Appendik Tumbuhnya jaringan limfe. Patofisiologi Makanan/minuman yang terkontaminasi kuman salmonella masuk kedalam lambung melalui mulut. 2009) C. Hambatan Aliran Lendir ke Sekum Appendik menghasilkan lendir 1 – 2 ml per hari. Etiologi Beberapa faktor penyebab terjadinya appendiksitis menurut Wijayakusuma (2004) adalah: a. c. diperkirakan bagian perut mengalami peradangan. Bakteri pertama tama menyerang RES(retiko endothelial sistem) yaitu hati. nyeri meningkat pada 6-12 jam. Lalu menginfeksi seluruh tubuh (SSP:otak ginjal.jar. Infeksi Bakteri Bakteri dapat menginfeksi bagian appendik yang menyebabkan peradangan pada daerah tersebut. Rasa nyeri yang dimulai dari bagian tengah perut dan berpindah kebagian bawah sebelah kanan perut.  Sembelit sehingga penderita memerlukan obat pencahar. tinja. dan kadangkadang dapat menjadi lebih parah (Satrio.  Nafsu makan hilang.Masuknya 24 . Di lambung kuman mengalami penetrasi yang memungkinkan kuman mati/hidup. Ruang dalam appendik sangat sempit. Gejala umum pada appendiksitis adalah nyeri yang berada sekitar pusat dan merambat ke perut kanan bawah. Lympha) Infeksi pada hati tentu mengkontaminasi cairan empedu yang dihasilkan oleh hati kemudian masuk ke kandung empedu sehingga terjadi kolesistisis. sehingga badan terasa lemah. lendir itu secara normal dicurahkan ke dalam lubang. Bila tetap hidup selanjutnya masuk ke usus halus melalui folikel limpha yang dipermukaan usus halus masuk kesaluran limfatik dan saluran darah sistemik sehingga terjadi bakterimia.  Demam suhu badan akan meninggi dan akan merasa mual sampai menusuk.lien dan tulang yang menyebabkan infeksi pada hati. dengan perut kaku seperti papan. b. dan cacing askaris dapat menyebabkan penyumbatan appendik. Rasa mual disebabkan rangsangan usus buntu yang meradang pada selaput lendir perut (peritoneum). lien yang menimbulkan hepatomegali dan spleenomegali.  Bagian kiri bawah perut terlalu lunak untuk disentuh.

Kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. ggn digesti & absorbs. (Nursalam Susilaningrum. Stuktur dari appendik yang kecil belum diketahui. kadang terjadi ggn kesadaran (delirium) . 2. Jika kita setelah mengetahui gejala-gejala seperti di materi ini hendaknnya dibutuhkan penangan cepat. Sebaiknya orang tua harus memperhatikan setiap makan yang di konsumsi keluarga dan juga anak. peristaltic menurun. 5. hal sederhana yaitu orang tua mnjaga kesehatan setipa anggota keluargannya . Appendik adalah organ kecil yang menyerupai tabung yang melekat pada suatu bagian usus besar yang disebut juga kolon. 3. Rekawati Utami. mati. 4. 2005.Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak. Minggu selanjutnya suhu tubuh tetap tinggi dan terus menerus (demam continue). Setelah itu. yang berlokasi pada pertengahan kanan bawah dari abdomen. Mengkonsumsi air putih juga di butuhkan dalam hal ini agar mempermudah pencernaan juga. Jakarta : Salemba Medika) BAB VII KESIMPULAN Appendiksitis adalah peradangan pada appendik dimana lapisan dinding organ tersebut terkena. diare. Disamping itu sebagai akibat penurunan mobilitas intestine akan terjadi obstipasi dan dapat juga terjadi diare. Dan setiap anak hendaknnya jangan suka mengkunsumsi makan sembarangan karena makan yang di konsumsi diluar sangan tidak abik oleh tubuh terutama bisa merusak organ peencernaan kita. Sri.anak yaitu makan yang tinggi serat sehingga mepelancar saat BAB dan di serap oleh tubuh.shock. kemudia masuk ke sirkulasi sistemik yang di tandai dengan suhu tubuh meningkat dengan sangat tinggi(demam remitten). 25 . tetapi dapat menimbulkan berbagai masalah SARAN 1. sehingga tidak semakin memperburuk kondisi seseorang.kuman pada minggu pertama ditandai dengan gejala suhu tubuh naik turun (intermitten). dekat dengan usus kecil yang menempel pada usus besar. lidah kotor.

2006. (Edisi 2). Sri. Salemba Medika. Jakarta.Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak. (2006). (Edisi 1). Pengantar Ilmu Keperawatan Anak. Hidayat AA. Buku Saku Keperawatan Pediatri. Salemba Medika.2008). Asuhan Keperawatan Pada Anak. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak. (2006). 2005. Hidayat AA. Jakarta: EGC Harmawati. Jakarta. Cecily L. Rekawati Utami. Jakarta : Salemba Medika) Betz.hal 122 . Suriadi dan Yuliani Rita. dkk. Katz. Edisi 3. 2002.DAFTAR PUSTAKA Nursalam Susilaningrum.2006).kumpulan askep pediatrik.Asuhan Keperawatan Pediatrik hal 221 . Jakarta : Perpustakaan Nasional RI 26 .