You are on page 1of 7

PROPOSAL TERAPI BERMAIN

PADA ANAK USIA SEKOLAH DIRUANG BOUGENVILLE 2
RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus

Disusun untuk memenuhi tugas Program pendidikan profesi Ners
stase keperawatan anak

Disusun Oleh:
Fitria Wulandari
201403019
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
STIKES CENDEKIA UTAMA KUDUS
2015

1

terapi bermain perlu dilakukan pada anak selama hospitalisasi. kejenuhan dan supaya proses tumbuh kembang tetap berjalan. B. Aktifitas bermain mempunyai peran penting dalam proses tumbuh kembang anak. seperti cemas dan takut. Selain itu. Bermain merupakan aktifitas yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan anak. Sasaran : Pasien anak usia 3-6 tahun di ruang B2 RSUD Kudus BAB II DESKRIPSI KASUS 2 . - Mempertahankan dan meningkatkan kreativitas dan imajinasi anak. 2. Selain itu terapi bermain sangat penting sebagai media untuk anak dalam mengekspresikan perasaannya. memberikan kesenangan maupun mengembangkan imajinasi pada anak. Hospitalisasi menimbulkan kecemasan tersendiri bagi anak karena merasa terpisah dengan keluarga dan takut terhadap prosedur perawatan. Tujuan 1. Perawat dapat menggunakan terapi bermain untuk mempermudah komunikasi dengan anak (Anggani. - Mengembangkan aktifitas dan kreativitas melalui pengalaman bermain. Tujuan Umum Setelah dilakukan terapi bermain selama 1 x 30 menit diharapkan Anak dan keluarga mengetahui manfaat dari terapi yang diberikan dan Anak merasa senang. Latar Belakang Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan atau tanpa menggunakan alat yang menghasilkan pengertian atau memberikan informasi. 3. Tujuan khusus - Menyalurkan energi anak. 2004). Untuk mengurangi kecemasan.BAB I PENDAHULUAN A. hospitalisasi mengurangi aktifitas bermain pada anak. - Untuk melanjutkan tumbuh kembang anak. - Dapat beradaptasi terhadap stress karena penyakit dan dirawat.

Prinsip permainan sesuai teori - Berenergi minimal. singkat dan sederhana - Mempertimbangkan keamanan - Kelompok umur sama - Tidak bertentangan dengan pengobatan atau perawatan klien - Melibatkan orang tua atau keluarga C. tidak terpasang NGT dan O2 B.6 tahun 1 – 8 orang baik duduk atau lesehan Kooperatif. Karakteristik Sasaran - Usia Jumlah peserta Keadaan umum Posisi Pasien : : : : : 3. Diskripsi permainan 3 . Karakteristik permainan - Mengembangkan kognitif dan imajinasi Melatih motorik halus Melatih kesabaran Melatih kerja sama D. Setting tempat keterangan: A: Mahasiswa B B: Orang tua A C C: Anak BAB III METODELOGI BERMAIN A.A.

Pra kegiatan . nanti akan dibantu orang tua atau fasilitator. F. Proses permainan : 1. E. Melatih ketrampilan motorik halus anak 6. Untuk melanjutkan tumbuh kembang anak. saya menerapkan jenis permainan yang mengkombinasikan antara kemampuan kreativitas dan imajinasi dari anak usia 1-6 tahun. pastel/krayon/Spidol dan meja kecil jika diperlukan. Dan melakukan bongkar pasang puzzle atau merangkai puzzle sesuai dengan gambar awal Jika anak mengalami kesulitan. Menstimulasi anak untuk mengenal dirinya 5. Alat bermain Buku/ kertas mewarnai. Dapat beradaptasi terhadap stress karena penyakit dan dirawat. B. Tujuan permainan : 1. Merangsang daya imajinasi anak 3. C. Pada saat melakukan permainan anak dikondisikan untuk berlatih mengembangkan kreatifitas dan imajinasi yang dimilikinya.Terapi bermain kali ini. 7.Menyiapkan alat-alat 4 . Jenis permainan : Kegiatan bermain yang akan dilakukan adalah merangkai puzzle dan mewarnai. Ketrampilan yang di perlukan - Kreatifitas - Pengendalian emosi - Intelegensi - Kemampuan motorik halus D. Mendorong anak untuk berinteraksi dengan teman sebaya 4. Mengurangi kejenuhan dan kecemasan anak dalam proses hospitalisasi 2.Menyiapkan tempat/ruangan . Pada permainan ini disediakan beberapa gambar yang nantinya anak akan memilih gambar yang disenangi kemudian diwarnai sesuai warna yang diinginkan anak tersebut. Permainan disini disebut dengan “Merangkai puzzle dan Mewarnai gambar” sesuai gambar yang dipilih.

.Menyuruh anak mengambil salah 1 gambar yang akan dirangkai - diwarnai Memotivasi anak untuk bermain merangkai dan mewarnai gambar yang - sudah dipilih Melibatkan keluarga dalam pelaksanaan bermain Membantu anak jika tidak bisa melakukan Mengobservasi keadaan umum pasien selama bermain Memberikan reinforcement positif atas keberhasilan klien c. . .Menanyakan perasaan klien setelah merangkai puzzle dan mewarnai gambar.15 WIB 5 . 3. b.Mendekatkan Alat permainan pada anak . dilakukan dalam waktu 5 menit. validasi perasaan klien saat ini. Loekmono Hadi ) Hari dan tanggal : Jumat.00 – 13. Kegiatan . dilakukan dalam waktu 20 menit. . Waktu pelaksanaan : Tempat : Ruang Anak ( Bougenvile 2 RSUD dr. .Mengobservasi ulang keadaan umum pasien . Langkah-langkah Tahap orientasi. Tahap evaluasi. Tahap pelaksanaan.Menyiapkan peserta . .anak 2. .Salam penutup.Anak diberikan kebebasan dalam memilih warna sesuai dengan daya kreativitas dan imajinasi mereka.Anak dianjurkan mengambil buku mewarnai dan crayon/spidol yang telah disediakan.Mendokumentasikan pelaksanaan bermain G.Menegaskan kembali kontrak waktu yaitu 30 menit. 15 Februari 2015 Jam : 13.Memberikan bantuan/arahan jika diperlukan. a.Menjelaskan maksud dan tujuan. . Salam terapeutik. dilakukan dalam waktu 5 menit.Alat permainan didekatkan pada anak .Kemudian anak diminta mewarnai gambar. Perkenalan ..

4. 4. Alternatif permainan yang akan digunakan apabila dalam satu ruangan tersebut terdapat anak dibawah usia 3 tahun yaitu mainan mobil-mobilan. Evaluasi hasil yang diharapkan 1. diusahakan jangan terlalu lama maksimal 10 – 15 menit - Jenis kelamin pada anak usia sekolah harus sama jenis saat bermain - Alat permainan harus disesuaikan dengan tumbuh kembang anak - Lingkungan yang terlalu ramai akan mempengaruhi konsentrasi anak saat bermain I. Orang ta dapat mendampingi anak bermain sampai selesai Orang tua mengungkapkan manfaat yang dirasakan dengan aktivitas bermain 6 . Anak mengembangkan motorik halus dan menghasilkan sebuah gambar yang 2. Libatkan keluarga supaya anak kooperatif sehingga terapi bermain dapat dilakukan 2. J. bola kecil-kecil. 3. Hal – hal yang perlu diwaspadai Untuk keamanan perlu diwaspadai hal-hal sebagai berikut: - Crayon atau spidol runcing yang dapat melukai anak - Ketidak kompakan anak yang dapat menyebabkan anak bertengkar - Status kesehatan anak - Waktu dalam bermain.H. Anak dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Anak merasa senang. diwarnai. 5. 3. Antisipasi meminimalkan hambatan pengorganisasian 1. Awasi dengan cermat selama anak menjalani terapi supaya anak tetap aman atau tidak terluka. Alternative permainan untuk anak yang tidak mau bermain mewarnai gambar atau puzzle adalah ular tangga.

Sularso. Narendra. dkk. Jakarta : Grafindo.1995.Sumber Belajar Dan Alat Permainan Untuk Pendidikan Usia Dini.2004. Tumbuh Kembang Anak. 2002. Jakarta: EGC. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik.1993. Jakarta: EGC 7 . Jakarta : Depkes RI Soettjiningsih.DAFTAR PUSTAKA Anggani. Wong. Asuhan Kesehatan Anak Dalam Konteks Keluarga. Sudono. 2004. Jakarta : Sagung Seto Pusdiknakes. Tumbuh Kembang Anak Dan Remaja. Donna L.