You are on page 1of 21

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

LATAR
BELAKANG
Arthropoda (dalam bahasa latin, Arthra = ruas , buku, segmen ; podos =

kaki) merupakan hewan yang memiliki ciri kaki beruas, berbuku, atau
bersegmen.Segmen tersebut juga terdapat pada tubuhnya.Tubuh Arthropoda
merupakan simeri bilateral dan tergolong tripoblastik selomata.
Arthropoda adalah filum yang

paling

besar

dalam

dunia hewan dan

mencakupserangga, laba-laba, udang, lipan dan hewan sejenis lainnya. Arthropoda


adalah nama lain hewan berbuku-buku. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air
tawar, darat, dan lingkungan udara, termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit.
Arthropoda dalam dunia hewan merupakan filum yang terbesar di dunia. Jumlah
spesiesnya yaitu sekitar 900.000 spesies dengan beragam variasi. Jumlah ini kira-kira
80% dari spesies hewan yang diketahui sekarang. Arthropoda dapat hidup di air tawar,
laut, tanah, dan praktis semua permukaan bumi dipenuhi oleh spesies ini. Arthropoda
mungkin satu-satunya yang dapat hidup di Antartika dan liang-liang batu terjal di
pegunungan yang tinggi. Semua anggota filum ini mempunyai tubuh beruas-ruas dan
kerangka luar yang tersusun dari kitin. Rongga tubuh utama disebut hemocoel.
Hemocoel terdiri dari sejumlah ruangan kecil yang dipompa oleh jantung. Jantung
terletak pada sisi dorsal dari tubuhnya. Sistim saraf anthropoda seperti pada annellida,
terdapat bagian ventral tubuh berbentuk seperti tangga tali.
Arthropoda diklasifikasikan menjadi 4 kelas, yaitu:
1.

Crustacea atau Udang-udangan , Kepiting

2.

Arachnida atau labah-labah , Kala kengking

3.

Insecta atau serangga (Hexapoda)

4.

Myriapoda atau lipan (kaki seribu) , Kelabang

1.2.

RUMUSAN
MASALAH
1. Apa saja sifat dan karakteristik dari filum Arthopoda?
2. Apa saja penggolongan dari filum Arthopoda?
3. Bagaimana peranan dan fungsi dari filum Arthopoda?

1.3.

TUJUAN
1. Mengetahui sifat dan karakteristik dari filum Arthopoda
2. Mengetahui penggolongan dari filum Arthopoda
3. Mengetahui peranan dan fungsi dari filum Arthopoda

BAB II
DASAR TEORI

2.1.

SIFAT

DAN

KARAKTERISTIK UMUM FILUM ARTHROPODA


Kata Arthropoda berasal dari bahasa Latin (arthra = ruas, podos = kaki), dapat
diartikan bahwa Arthropoda merupakan hewan yang memiliki ciri, yaitu kaki beruas,
berbuku, atau bersegmen (segmen tersebut juga terdapat di tubuh). Tubuh Arthropoda
merupakan simetris bilateral dan tergolong triploblastik selomata. Jumlah spesies
anggota filum ini adalah terbanyak dibandingkan dengan filum lainnya yaitu
diperkirakan lebih dari 1.000.000 spesies. Contoh anggota filum ini antara lain
kepiting, udang, serangga, laba-laba, kalajengking, kelabang, dan kaki seribu, serta
spesies-spesies lain yang dikenal hanya berdasarkan fosil. Habitat hewan-hewan
Arthropoda adalah di air dan di darat. Di air dapat mencapai kedalaman lebih dari
6000 meter, sedangkan di daratdapat mencapai ketinggian 7000 meter. Sifat hidup
Arthropoda bervariasi, ada yang menguntungkan dan ada juga yang bersifat parasit.

Memiliki tubuh yang beruas-ruas


Tubuh terbagi atas kepala (caput), dada (thoraks), dan badan belakang

(abdomen).
Beberapa diantaranya ada yang memiliki kepala dan dada yang bersatu

(cephalothorax)
Bentuk tubuh simetri bilateral
Arthropoda memiliki lapisan embryonalnya bertipe Triploblastik Coelomata
(Mempunyai tiga lapisan embryonal ekto-meso dan endoderm yang bisa
berdefrensiasi menjadi organ tubuh , dimana setelah terbentuk tubuh bagian
dalam tubuh itu terdapat rongga ( Coelom) dan tentu rongga itu bisa untuk
diisi materi dari luar misalnya makanan , oksigen dll

Rangka luar keras ( eksoskeleton) yang tersusun atas zat kitin / protein sebagai
pembungkus tubuh

Sifat hidup ada yang parasit, heterotropik, dan hidup secara bebas

Sistem peredaran darah terbuka (sistem lakuner) dan alat peredarannya berupa
jantung dan pembuluh-pembuluh darah terbuka, satu-satunya pembuluh darah
yang ada berupa saluran lurus terletak di atas saluran pencernaan, yang di
daerah abdomen mempunyai lubang-lubang di sebelah lateral.

Sistem alat pencernaan berupa saluran tubular (kurang lebih lurus), ada mulut
dan anus.

Alat pernapasan berupa trakea, insang, dan paru-paru yang merupakan


lembaran (paru-paru buku)

Alat pencernaan makanan lengkap terdiri atas mulut, kerongkongan usus, dan
anus.

Sistem reproduksi terpisah (gonokoris) artinya ada hewan jantan dan ada
hewan betina. Reproduksi terjadi secara seksual dan aseksual (partenogenesis
dan paedogenesis).

Sistem saraf berupa tangga tali dan alat peraba berupa antena, Sistem syaraf
itu terdiri dari ganglion anterior yang merupkan otak terletak di atas saluran
pencernaan, sepasang syaraf yang menghubungkan otak dengan saraf sebelah

ventral, serta pasangan-pasangan ganglion ventral yang dihubungkan satu


dengan yang lain oleh urat syaraf ventral, berjalan sepanjang tubuh dari depan
ke belakang di bawah saluran pencernaan.

Sistem pengeluaran (ekskresi) berupa saluran-saluran Malphigi yang bermuara


di saluran pencernaan, limbah dikeluarkan melalui anus.

Hidupnya di darat, air tawar dan laut.

2.2.

PEMBAGIAN
KELAS FILUM ARTHROPODA
A. CRUSTACEA (UDANG-UDANGAN)
Contoh hewan yang termasuk ke dalamkelas crustacea seperti lobster, shrimp,

crabs, barnacles, and daphnia. Mereka memiliki 2 bagian antena dan biasanya
memiliki 5 pasang kaki untuk berjalan. Hingga kini terdapat sekitar 44.000 jenis yang
tersebar di dunia.

Lobster, Kelas Crustacea


Ciri-ciri dari crustacea secara umunya:
a. Struktur Tubuh
Tubuh Crustacea bersegmen (beruas) dan terdiri atas sefalotoraks (kepala dan dada
menjadi satu) serta abdomen (perut). Bagian anterior (ujung depan) tubuh besar dan
lebih lebar, sedangkan posterior (ujung belakang)nya sempit
Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut, yaitu:

pasang antenna
pasang mandibula, untuk menggigit mangsanya
pasang maksilla
pasang maksilliped
Alat gerak berupa kaki (satu pasang setiap ruas pada abdomen) dan berfungsi

untuk berenang, merangkak atau menempel di dasar perairan.


b. Sistem Organ
1. Sistem Pencernaan
Makanan Crustacea berupa bangkai hewan-hewan kecil dan tumbuhan. Alat
pencernaan berupa mulut terletak pada bagian anterior tubuhnya, sedangkan
esophagus, lambung, usus dan anus terletak di bagian posterior. Hewan ini memiliki
kelenjar pencernaan atau hati yang terletak di kepala dada di kedua sisi
abdomen.Sisa pencernaan selain dibuang melalui anus, juga dibuang melalui alat
eksresi disebut kelenjar hijau yang terletak di dalam kepala.
2. Sistem Saraf
Susunan saraf Crustacea adalah tangga tali. Ganglion otak berhubungan dengan
alat indera yaitu antena (alat peraba), statocyst (alat keseimbangan) dan mata
majemuk (facet) yang bertangkai.
3. Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah Crustacea disebut peredaran darah terbuka. Artinya darah
beredar tanpa melalui pembuluh darah. Darah tidak mengandung hemoglobin,
melainkan hemosianin yang daya ikatnya terhadap O2 (oksigen) rendah.
4. Sistem Pernafasan
Pada umumnya Crustacea bernafas dengan insang. Kecuali Crustacea yang
bertubuh sangat kecil bernafas dengan seluruh permukaan tubuhnya.
5. Alat Reproduksi
Alat reproduksi pada umumnya terpisah, kecuali pada beberapa Crustacea rendah.
Alat kelamin betina terdapat pada pasangan kaki ketiga. Sedangkan alat kelamin

jantan terdapat pada pasangan kaki kelima. Pembuahan terjadi secara eksternal (di
luar tubuh).
Dalam pertumbuhannya,seperti udang mengalami ekdisis atau pergantian kulit. Udang
dewasa melakukan ekdisis dua kali setahun, sedangkan udang yang masih muda
mengalami ekdisis dua minggu sekali. Selain itu udang mampu melakukan autotomi
(pemutusan sebagian anggota tubuhnya). Misalnya: udang akan memutuskan sebagian
pangkal kakinya, bila kita menangkap udang pada bagian kakinya. Kemudian kaki
tersebut akan tumbuh kembali melalui proses regenerasi.
c. Klasifikasi Crustacea
Klasifikasi Crustacea Berdasarkan ukuran tubuhnya Crustacea dikelompokkan
sebagai berikut :

Entomostraca (udang tingkat rendah).

Kelompok Entomostraca umumnya merupakan penyusun zooplankton, adalah


melayang-layang di dalam air dan merupakan makanan ikan. Adapun pembagian ordo
yang termasuk Entomostraca antara lain. Hewan ini dikelompokkan menjadi empat
ordo, yaitu:
Branchiopoda
Contoh: Daphnia pulex dan Asellus aquaticus.
Hewan ini sering disebut kutu air dan merupakan salah satu penyusun
zooplankton. Pembiakan berlangsung secara parthenogenesis.
Ostracoda
Contoh: Cypris candida, Codona suburdana.
Hidup di air tawar dan laut sebagai plankton, tubuh kecil dan dapat bergerak
dengan antena.
Copepoda
Contoh: Argulus indicus, Cyclops.
Hidup di air laut dan air tawar, dan merupakan plankton dan parasit, segmentasi
tubuhnya jelas.
Cirripedia
Contoh: Lepas atau Bernakel, Sacculina.
Tubuh dengan kepala dan dada ditutupi karapaks berbentuk cakram dan hidup
di laut melekat pada batu atau benda lain.

Cirripedia ada yang bersifat parasit


Cara hidup Cirripedia beraneka ragam, salah satu diantaranya adalah Bernakel
yang terdapat pada dasar kapal, perahu dan tiang-tiang yang terpancang di laut atau
mengapung di laut.

Malakostraca (udang tingkat tinggi)

Malakostraca (udang tingkat tinggi). Hewan ini kebanyakan hidup di laut,


adapula yang hidup di air tawar. Tubuhnya terdiri atas sefalotoraks yaitu kepala dan
dada yang bersatu serta perut (abdomen).
Malakostraca dibagi menjadi 3 ordo, yaitu Isopoda, Stomatopoda dan Decapoda.
Isopoda
Tubuh pipih, dorsiventral, berkaki sama.
Contoh:Onicus asellus (kutu perahu) dan Limnoria lignorum, keduanya adalah
pengerek kayu.
Stomatopoda
Contoh: Squilla empusa (udang belalang).
Hidup di laut, bentuk tubuh mirip belalang sembah dan mempunyai warna
yang mencolok. Belakang kepala mempunyai karapaks. Kepala dilengkapi dengan
dua segmen anterior yang dapat bergerak, mata dan antena.
Decapoda (si kaki sepuluh).
Yang termasuk ordo ini adalah udang dan ketam. Hewan ini mempunyai sepuluh
kaki dan merupakan kelompok udang yang sangat penting peranannya bagi kehidupan
manusia. Decapoda banyak digunakan sebagai sumber makanan yang kaya dengan
protein.

d. Peranan Crustacea Dalam Kehidupan


Menguntungkan :

Sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi, misal udang, lobster dan
kepiting.

Dalam bidang ekologi, hewan yang tergolong zooplankton menjadi sumber


makanan ikan, misal anggota Branchiopoda, Ostracoda dan Copepoda.

Merugikan :

Merusak galangan kapal (perahu) oleh anggota Isopoda.


Parasit pada ikan, kura-kura, misal oleh anggota Cirripedia dan Copepoda.
Merusak pematang sawah atau saluran irigasi misalnya ketam.

B. ARACHNIDA
Anggota

Arachnida

meliputi

kalajengking,

laba-laba,

tungau

atau

caplak. Kebanyakan hewan ini bersifat parasit yang merugikan manusia, hewan dan
tumbuhan. Arachnida bersifat karnivora sekaligus predator. Tempat hidupnya adalah
di darat.

Ciri-ciri Arachnida:
o Tubuh terbagi atas kepala-dada (sefalotoraks) dan perut yang dapat dibedakan
dengan jelas, kecuali Acarina.
o Pada bagian kepala-dada tidak terdapat antena, tetapi mempunyai beberapa
o
o
o
o

pasang mata tunggal, mulut, kelisera dan pedipalpus.


Mempunyai 4 pasang kaki pada kepala-dada.
Alat ekskresi dilengkapi dengan saluran malphigi dan kelenjar coxal.
Alat pernafasan berupa trakea, paru-paru buku atau insang buku.
Alat kelamin jantan dan betina terpisah, lubang kelamin terbuka pada bagian

anterior abdomen, pembuahan internal (di dalam).


o Sistem saraf tangga tali dengan ganglion dorsal (otak) dan tali saraf ventral
dengan pasangan-pasangan ganglia.

o Alat mulut dan alat pencernaan makanan terutama disesuaikan untuk


mengisap serta memiliki kelenjar racun.
o Habitat (tempat hidup) di darat, pada umumnya tetapi ada pula sebagai parasit.
Arachnida dibedakan menjadi :
a. Scorpionida
Contohnya : Kalajengking (Vejovis sp, Hadrurus sp, Centrurus sp) dan
Ketonggeng (Buthus). Hewan ini memiliki perut beruas-ruas dan ruas terakhir
berubah menjadi alat pembela diri.
b. Arachnoida
Contohnya adalah segala macam laba-laba, antara lain :

Laba-laba jaring kubah (terdapat di Bostwana, Afrika Selatan)


Laba-laba primitif Liphistius (di rimba Asia Tenggara)
Laba-laba penjerat (di Malaysia
Laba-laba pemburu (di Meksiko
Laba-laba srigala
Laba-laba beracun Latrodectes natans dan Laxosceles reclusa
Tarantula (Rhechostica hentz)

c. Aracina
Contoh

nya:
Caplak kudis (Sacroptes scabiei)
Caplak unggas (Dermanyssus)
Caplak sapi (Boophilus annulatus)
Tungau (Dermacentor sp.)

Ciri khas yang terdapat pada tubuh hewan ini adalah tubuh tidak berbukubuku . umumnya parasit pada burung dan mamalia termasuk manusia
Arachnida bermanfaat untuk pengendalian populasi serangga terutama
serangga hama. Akan tetapi hewan ini juga banyak hewan ini juga banyak merugikan
manusia terutama hewan Acarinamisalnya:
a. Caplak menyebabkan gatal atau kudis pada manusia
b. Psoroptes equi menyebabkan kudis pada ternak domba, kelinci, kuda.
c. Ododectes cynotis (tungau kudis telinga) menyerang anjing dan kucing.
C. MYRIAPODA

Myriapoda adalah gabungan dari kelas Chilopoda dan Diplopodadengan tubuh


beruas-ruas dan setiap ruas mempunyai satu pasang atau dua pasang kaki. Tubuh
dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu kepala dan abdomen (perut).
Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat terutama
tempat yang banyak mengandung sampah, misal kebun dan di bawah batu-batuan.

Ciri-ciri Myriapoda :

Tubuh bersegmen (beruas) tidak mempunyai dada jadi hanya kepala dan perut.
Pada setiap ruas perut terdapat satu pasang atau 2 pasang kaki.
Pada kepala terdapat 2 kelopak mata tunggal (ocellus), 1 pasang antena dan

alat mulut.
Susunan saraf tangga tali.
Sistem pernafasan dengan trakea. Mempunyai spirakel yang terdapat pada

setiap ruas tubuhnya untuk keluar masuknya udara.


Sistem peredaran darah terbuka.
Alat kelamin jantan dan betina terpisah, cara perkembangbiakan dengan cara

bertelur.
Hidup di darat, misal di bawah batu, dalam tanah, humus atau tempat lembab
lainnya.

Klasifikasi

(penggolongan Myriapoda)

Dalam penggolongannya Myriapoda merupakan gabungan dari dua kelas, yakni:


1. Kelas Chilopoda
Contoh: kelabang : Lithobius forticatus dan Scolopendra morsitans.
Ciri-cirinya Chilopoda:
Tubuh agak gepeng, terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas (15 173
ruas). Tiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di belakang
kepala dan dua segmen terakhirnya. Pada segmen di belakang kepala terdapat
satu pasang taring bisa (maksiliped) yang berfungsi untuk membunuh

mangsanya. Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12
segmen, dua kelompok mata tunggal dan mulut. Hewan ini memangsa hewan
kecil berupa insecta, mollusca, cacing dan binatang kecil lainnya, sehingga
bersifat karnivora.
Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai anus.
Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.
Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan lubang
yang terbuka hampir pada setiap ruas.
Habitat (tempat hidup) di bawah batu-batuan/timbunan tumbuhan yang telah
membusuk.
Kelas ini sering disebut Sentipede.
2. Kelas Diplopoda
Contoh: kaki seribu (Julus nomerensis)
Ciri-cirinya Diplopoda :

Tubuh berbentuk silindris dan beruas-ruas (25 100 segmen) terdiri atas
kepala dan badan. Setiap segmen (ruas) mempunyai dua pasang kaki, dan
tidak mempunyai taring bisa (maksiliped). Pada ruas ke tujuh, satu atau

kedua kaki mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi.


Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek, dua kelompok mata
tunggal. Hidup di tempat yang lembab dan gelap dan banyak mengandung

tumbuhan yang telah membusuk.


Respirasi dengan trakea yang tidak bercabang.
Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.

D. INSECTA
Anggotanya sangat besar dan bervariasi sehingga dipelajari dalam cabang ilmu
biologi tersendiri yang disebut Entomologi (entomos = serangga, logos = ilmu), yaitu
ilmu yang mempelajari tentang serangga.

Rayap, Ordo Archiptera atau Isoptera

Undur-Undur, ordo Neuroptera

Kecoa, Ordo Orthoptera

Semut, Ordo Hymenoptera

Nyamuk, Ordo Diptera

Kupu-Kupu, Ordo Lepidoptera

Ciri-ciri Insecta:
o Sebagian anggotanya hidup di darat dan sebagian kecil saja yang hidup di air
tawar. Jarang sekali hewan ini yang hidup di dalam air laut.
o Ukuran tubuhnya bervariasi, ada yang bersifat mikroskopis sampai ada yang
beberapa sentimeter panjangnya.
o Tubuhnya terdiri atas caput (kepala), thoraks (dada), dan abdomen (perut).
o Pada abdomennya biasanya terdapat 6-11 segmen, dan satu ataupun dua sayap.
o Alat pencenaan makanannya terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung
depan, lambung otot, lambung kelenjar, usus, usus akhir, dan anus.
o Penghancuran makanan terjadi dalam lambung otot.
o Pada kepalanya terdapat:Sepasang mata faset (mata majemuk) tetapi ada yang
bermata tunggal ,Sepasang antena sebagai alat peraba dan Empat pasang alat
mulut
o Pada serangga betina terdapat ovipositor yang berguna untuk menyimpan
telur.
o Pada segmen pertama dari abomennya memiliki membran hympanum untuk
mendengar
o Hewan ini tidak mempunyai zat warna merah, tetapi ada sel darah dan
pembuluh
o System saraf tangga tali.
Insecta memiliki empat bentuk mulut, yaitu:
1.
2.
3.
4.

Alat mulut menggigit pada semut , belalang , ratap , jangkrik


Alat mulut menggigit dan menjilat pada lebah
Alat mulut mengisap pada kupu-kupu
Alat mulut menusuk dan mengisap pada nyamuk

Insecta memiliki thoraks (dada) terbagi atas 3 segmen, yaitu:


1. Prothoraks (bagian depan), terdapat sepasang kaki jalan dan kadang-kadang
ada sepasang sayap
2. Mesothoraks (bagian tengah), terdapat sepasang kaki jalan dan kadang-kadang
ada sepasang sayap
3. Metathoraks (bagian belakang), terdapat sepasang kaki jalan.
Metamorfosis insect ada 3, yaitu:
A. Metamorfosis sempurna

Telur larva kepompong (pupa) imago (dewasa), Contoh: kupu-kupu, lalat, dan
tawon.
B. Metamorfosis

tidak

sempurna Telur

nimfa

imago

Contoh : jangkrik . Lipas .Belalang


C. Tidak mengalami metamorfosis : dari telur - Imago ( dewasa )
Contoh: Lepisma (kutu buku)

2.3.

APLIKASI DALAM
PALEONTOLOGI

Fosil dari Phylum Arthropoda ini sangat khas hidup pada zaman dan lingkungan
tertentu, sehingga kehadirannya dalam batuan sangat membantu untuk penentuan
umur dan lingkungan pengendapan. Sebagai contoh :Fosil Trilobita, yang merupakan
hewan penciri dari zaman Kambrium

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1.

KLASIFIKASI
HEWAN SAMPEL

Hewan yang kami jadikan sebagai sampel pada presentasi kali ini adalah lipan dan
jangkrik.
a. Lipan
Lipan termasuk ke dalam kelas archinida. Lipan termasuk ke dalam subkelas
chilopoda (hewan yang memiliki bentuk tubuh gepeng), adapun ciri-ciri dari hewan
tersebut adalah:
o Mencakup berbagai macam lipan (kelabang) yang memiliki panjang hingga 26
cm
o Chilopoda memangsa hewan kecil dengan cara melumpuhkannya dengan gigi
yang beracun.
o Tubuh agak gepeng,
o Terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas (15-173 ruas).
o Tiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di belakang kepala
dan dua segmen terakhirnya.
o Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang taring bisa
(maksiliped)
o Maksiliped berfungsi untuk membunuh mangsanya.
o Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen, dua
kelompok mata tunggal dan mulut.
o Hewan ini memangsa hewan kecil berupa insecta, mollusca, cacing dan
binatang kecil lainnya, sehingga bersifat karnivora.
o Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai
anus. Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.
o Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan
lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas.
o Habitat di bawah batu-batuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk.
o Kelas ini sering disebut Sentipedes.
b. Jangkrik (Gryllus sp)

Jangkrik termasuk ke dalam ordo orthopera. Jangkrik mampu


mengeluarkan bunyi dikenal dengan istilah stridulation dengan mengesekkan sayapsayapnya satu sama lain atau dengan kaki belakang.
Ciri-ciri jangkrik:
o Memiliki satu pasang sayap, sayap depan lebih tebal dan disebut tegmina. Dan
memiliki sayap belakang yang tipis berupa selaput.
o Hewan jantan mengerik menggunakan tungkai belakangnya pada ujung sayap
depan, untuk menarik betina atau mengusir saingannya.
o Tipe mulutnya menggigit.
o Metamorfosisnya tidak sempurna.
o Memiliki bentuk tubuh yang silinder/tabung

3.2.

MORFOLOGI

Ketika Sebelum dibedah dan masih hidup

BAB IV
KESIMPULAN

Ciri utama hewsan yang termasuk dalam filum arthropoda ini adalah kaki yang
tersusun atas ruas-ruas. Jumlah anggota filum ini adalah terbanyak dibandingkan
dengan filum lainnya lebih dari 800.000 spesies, contoh anggota filum ini antara lain
kepiting, udang, serangga, laba-laba, kalajengking, kelabang, dan kaki seribu, serta
spesies jenis lain yang dikenal hanya berdasarkan fosil.
Tubuh Arthropoda bersegmen dengan jumlah segmen yang bervariadi. Pada tiap
segmen tubuh terseburt terdapat sepasang kaki yang beruas. Segmen bergabung
membentuk bagian tubuh , yaitu Kaput (kepala), toraks (dada), dan abdomen (perut).
Ciri lain dari Arthropoda adalah adanya kutikula keras yang membentukrangka luar
(eksoskeleton). Kesoskeleton tersusun dari kitin yang di sekresikan oleh sel kulit.
Arthropoda memiliki 4 kelas yaitu, crustacea, archinida, myriapoda dan insecta

DAFTAR PUSTAKA

1. Hibberd, Ty, Moore, Kirrily. Field Indetification Guide to heard Island and

Mcdonald Islands Benthic Invertebrates : A guide for Scientific Observers


Aboard Finishing Vessels. 1st Edition Australia: Australia Government
2. Rusyana, Adun. 2011. Zoologi Invertebrata. Bandung: Alfabeta
3. Soemadji. 2001. Zoologi. Jakarta: Universitas Terbuka.
4. Anonim

A. (http://mynewbluebubble.wordpress.com/2014/02/01/jurnalzoologi-invertebrata-filum-arthropoda-spesies-cyclops-sp/)

5. www.anakunhas.com
6. http://edoqs.net/download/38a2f0a5b098b2f95026173031957b25