You are on page 1of 2

Obsessive Compulsive Disorder

Pengertian: gangguan cemas, pikiran dipenuhi gagasan yang menetap dan tidak
terkontrol, dipaksa melakukan sesuatu yang berulang, sehingga sang penderita tidak

nyaman dengan hidupnya.


Gejalanya ada yang ringan dan berat. Ringan: kecemasan muncul minimal satu kali

dalam sehari. Berat: kecemasan muncul seharian penuh tanpa bisa di control.
Tahap OCD berlangsung terus menerus (siklus). Obsesi: berupa pikiran yang muncul
berulang. muncul sendiri tidak dapat dikendalikan. Jadi penderitanya sadar akan
pikirannya namun tidk bisa mengontrol. Gejala: rasa takut, ragu-ragu, pikiran tidak
masuk akal. Kompulsif: perilaku yang dilakukan untuk mengurangi keemasan/ obsesi
yang timbul, contoh: keteraturan, pengecekan ulang, penghitungan, rutinitas yang kaku.

Tahap selanjutnya Kelegaan sementara, dan kembali lagi obsesi.


Penyebab dan faktor
1. Gangguan di sistem saraf pada basal ganglia area subkortikal pada otak yg
mengakibatkan

gangguan

motoric

akibatya

seolah-olah

tidak

dapat

mengendalikan pikiran dan perilaku.


2. Genetis, berkontribusi 27-47% , tidak diturunkan tapi melalui pola asuh.
3. Faktor behavioral, menghindari hal yg memicu rasa takut/ cemas. Bisa makin
parah karena hanya menghindari tanpa mencoba menghilangkan.
4. Faktor kognitif, kesalahan dalam menginterpretasi pikiran mereka, sering

melebih-lebihkan
5. Faktor lingkungan, berupa tanggapan orang, cidera, pengalaman traumatic.
Karakteristik:
1. Harus disadari sebagai pikiran dari diri sendiri.
2. Sedikitnya ada pikiran atau tindakan yang harus dilawan (Karena tidak bisa
melawan, jadi dilakukan terus.)
3. Pikiran/tindakan bukan merupakan hal yg memberi kepuasan (dilakukan bukan

karena senang atau menyenangkan tapi untuk rasa lega karena kecemasannya)
4. Gagasan, atau impuls merupakan pengulangan yang tidak menyenangkan
Ocd beda dengan perfeksionis, ocd menghilangkan kecemasan, perfeksionis punya
tujuan (misal: rapi untuk estetika)
Treatmen
1. Terapi perilaku : cbt , mendeteksi hal yang memunculkan trigger lebih awal untuk
mecegah timbulnya ocd, semakin sering cbt dilakukan, kecemasan akan
berkurang.
2. Penggunaan obat dibarengi intervensi psikologis

Pertnyaan:
1. Monic (68) dijelaskan cara terapi kasusnya dengan detail
cbt , mendeteksi hal yang memunculkan trigger lebih awal untuk mecegah timbulnya
ocd, semakin sering cbt dilakukan, kecemasan akan berkurang.
2. Nafira (76) penderita ocd sadar atau tidak? Indikator ocd apa?
Sadar karena ocd neurotic bukan psikotik, indikatornya sang ocd melakukan perbuatan
yang diulang ulang
3. Fitria(46) maksud dari pengulangan yang tidak menyenangkan? Bukan karena suka jadi
diulang tetapi berulang karena kalau tidak dia cemas.
Jwb: pengulangan tidak menyenangkan itu masudnya si penderita itu tidak bisa berhenti
melakukan hal itu berulang-ulang, karena da perasaan takut/gelisah, maka untuk
menghilangkan itu dia mengulang-ulang kegiatan atau hal itu dan perasaan tidak bisa
berhenti itu yang membuat si penderita tersiksa/tidak menyenangkan.