You are on page 1of 3

proposal membentukan ruangan high care unit (HCU)

Ruang penyakit dalam

a. Latar Belakang

Sebagimana yang kita ketahui visi dari rumah sakit umum daerah blambangan
banyuwangi yaitu menjadi rumah sakit rujukan spesialistik di banyuwangi, hal ini tentu saja
membawa satu konsekwensi bagi rumah sakit umum daerah blambangan banyuwangi dimana
kasus kasus sulit akan banyak di rujuk ke rumah sakit ini. pasien dengan kondisi sakit yang berat
serta memerlukan adanya penangan khusus dan intensif akan banyak dirujuk ke rumah sakit
umum balmbangan banyuwangi. hal ini tentu membawa satu konsekwensi tersendiri dimana
rumah sakit blambangan dituntut mampu merawat dan menangani kasus kasus sulit yang tidak
mampu di tangani rumah sakit lain. kemampuan rumah sakit dalam menangani kasus sulit dan
berat tentu tidak lepas dari ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung selain tentusaja
tersedianya sumber daya manusia yang mencukupi dan kompeten.

Data menunjukkan angka kematian pasien di ruang penyakit dalam pada tahun 2015
mencapai 289 jiwa, dibandingkan dengan total pasien yang dirawat padata tahun 2015 sebesar
3981 orang, angka ini dirasa cukup tinggi. tingginya angka kematian di ruang penyakit dalam
dapat disebabkan oleh banyak faktor yang saling mempengaruhi, salah satu di antaranya adalah
kapasitas ruang perawatan intensif (ICU) di rumah sakit umum blambangan yang sangat minim
yaitu hanya 2 tempat tidur. keterbatasan ruang peawatan intensif ini mengakibatkan banyak
pasien yang kondisinya berat dan secara medis memerlukan perawatan intensif tidak dapat
dirawat di ICU dan hanya dirawat di ruang perawatan biasa, dengan fasilitas yang sangat
terbatas.

b. Maksud dan Tujuan


1. Maksud
Pengajuan proposan ini dimaksudkan untuk dapat di dirikannya sebuah ruangan
perawatan tingkat tinggi / high care unit ( HCU) Di ruangan penyakit dalam.
2. Tujuan
Tujuan dari pendirian ruangan High Care Unit di Ruang perawatan penyakit dalam
adalah :
a. Meningkatkan mutu pelayanan di ruang penyakit dalam khususnya dan di
Rumah sakit Umum Daerah Blambangan pada umumnya
b. Guna menekan angka kematian pasien di ruang penyakit dalam.
c. Sebagai alternatif tempat perawatan pasien yang memerlukan pengawasan
khusus selama ruang ICU baru dalam proses pembangunan.

c. Pengertian HCU
1. High Care Unit (HCU) adalah unit pelayanan di rumah sakit bagi pasien dengan
kondisi stabil dari fungsi respirasi, hemodinamik, dan kesadaran namun masih
memerlukan pengobatan, perawatan dan pemantauan secara ketat. Tujuannya adalah
agar bisa diketaui secara dini perubahan perubahan yang membahayakan sehingga
bisa segera dipindah ke ICU untuk dapat dikelola lebih baik lagi.
2. Pasien yang dimaksud pada poin satu adalah pasien yang memerlukan tingkat
perawatan yang berada di antara ICU dan ruang perawatan biasa, artinya tidak perlu
perawatan di ICU tapi belum bisa di rawat di ruang perawatan biasa karena masih
memrlukan pengawasan yang ketat.
3. Waktu penyelenggaraan pelayanan HCU adalah selama 24 jam sehari dan 7 hari
seminggu
d. Tipe HCU
Ada tiga macam tipe HCU yaitu:
a. Separated / conventional / freestanding HCU, adalah HCU yang berdiri sendiri ,
terpisah dari ICU.
b. Integreted HCU, adalah HCU yang menjadi satu dengan ICU
c. Paralel HCU adalah HCU yang letaknya berdekatan dengan ICU
Dalam Hal ini Tipe HCU yang di ajukan untuk didirikan di ruang penyakit dalam
adalah tipe Separated / conventional / freestanding HCU

e. Ketenagaan HCU
Tenaga yang terlibat dalam pelayanan HCU sesuai denghan petunjuk teknis High
Care Unit yang di keluarkan Direktur Jendral Bina Upaya Kesehatan Kementrian
Keseharan RI adalah dokter spesialis, dokter, dan perawat. Tenaga tersebut melaksanakan
pelayanan HCU sesuai dengan kompetensi dan kewenangan yang diatur oleh masing
masing RS. Adapun ketenangaan yang di rencanakan dalam HCU ruang penyakit dalam
yang akan di bentuk adalah:
1. Dokter spesialis penyakit dalam
2. Dokter spesialis paru
3. Dokter spesialis saraf
4. Dokter umum ruang penyakit dalam/ HCU yang telah mendapat pelatihan
dasar ICU
5. Perawat ruang penyakit dalam yang telah mendapat pelatihan dasar ICU.
Semua tenaga akan memberikan pelayanan sesuai kompetensinya dimana dokter spesialis
sebagai koordinator dan selaku dokter penanggung jawab pasien (DPJP) yang
memberikan pengobatan, perawatan dan advis - advis lain yang diperlukan pasien HCU.
Dokter umum ruang penyakit dalam / HCU sebagai dokter pelaksana yang memastikan
seluruh advis DPJP di laksanakan, melakukan observasi secara berkala kepada pasien
pasien HCU untuk segera dilaporkan kepada DPJP jika di temukan kegawatan, serta
dapat mengambil tindakan darurat / bantuan hidup dasar kepada pasien jika diperlukan
sesuai kompetensinya. Perawat ruang HCU memberikan asuhan keperawatan kepada
pasien HCU sesuai kompetensinya.
f. Sarana Dan Prasarana

g.