You are on page 1of 6

KERANGKA ACUAN KERJA

PENYUSUNAN INDIKATOR SOSIAL BUDAYA

PEMERINTAH KABUPATEN SAROLANGUN


BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
TAHUN ANGGARAN 2016
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENYUSUNAN INDIKATOR SOSIAL DAN BUDAYA
TAHUN ANGGARAN 2016
Uraian Pendahuluan

1. Program : Program Perencanaan Sosial dan Budaya

2. Kegiatan : Penyusunan Indikator Sosial Budaya

3. Pekerjaan : Belanja Jasa Kerja Penyusunan Indikator Sosial Budaya

4. Latar Belakang : Tujuan pembangunan pada hakekatnya untuk


meningkatkan kesejahteraan rakyat. Oleh karenanya upaya
peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan seluruh lapisan
masyarakat haruslah dibarengi dengan usaha untuk meletakkan
landasan yang kuat agar pembangunan di tahap-tahap berikutnya
dapat lebih terarah dan berhasil guna. Upaya tersebut tentunya
tidak akan dapat memberikan hasil yang maksimal tanpa didukung
data yang benar dan baik guna mengevaluasi hasil-hasil
pembangunan.
Data yang benar adalah data yang diperoleh dengan
mengikuti metode dan memenuhi konsep-definisi yang telah
dirumuskan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan sebelumnya.
Data yang baik atau data berkualitas baik adalah data yang
akurat, tepat waktu dan relevan, tegasnya data tersebut harus
mencerminkan hal-hal yang sebenarnya mengenai gejala-gejala
(fenomena) yang tengah terjadi.
Penyusunan Indikator Sosial Budaya Kabupaten Sarolangun
merupakan wahana yang dapat membantu memberikan berbagai
data output dan input kondisi sosial budaya masyarakat
Kabupaten Sarolangun sebagai hasil dari berbagai proses
pembangunan. Muatan dalam Penyusunan Indikator Sosial Budaya
ini masih bersifat makro, hal ini dikarenakan dimensi cakupan
dari kondisi sosial budaya masyarakat sangatlah luas.
Berdasarkan kondisi diatas, maka Pemerintah Kabupaten
Sarolangun melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
(Bappeda) Kabupaten Sarolangun menindaklanjuti dengan
melakukan Pekerjaan Penyusunan Indikator Sosial Budaya. Dari
Pekerjaan tersebut diharapkan akan tersusunnya suatu suatu
indikator sosial budaya yang dapat mencerminkan kondisi sosial
budaya masyarakat Kabupaten Sarolangun. Indikator sosial
budaya merupakan tolak ukur keberhasilan pembangunan
manusia di Kabupaten Sarolangun untuk menjadi yang lebih baik
sehingga pencapaian visi dan misi pembangunan daerah lebih
terukur dan nyata guna peningkatan kesejahteraan masyarakat di
Kabupaten Sarolangun pada masa yang akan datang. Selain itu

Bappeda Kabupaten Sarolangun T.A 2016


dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut maka pengaplikasian
pembangunan di kabupaten Sarolangun sudah saatnya
berbasiskan kepada data dan informasi yang tepat dan akurat
sebagai pedoman dalam pembangunan Kabupaten Sarolangun
yang lebih efektif dan komprehensif.

5. Maksud dan : Maksud


Tujuan Maksud Pekerjaan Penyusunan Indikator Sosial Budaya Kabupaten
Sarolangun adalah untuk menggambarkan kondisi sosial Budaya
masyarakat Kabupaten Sarolangun sebagai pedoman
pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sarolangun.

Tujuan
Tujuan Pekerjaan Penyusunan Indikator Sosial Budaya adalah:
1. Tergambarnya data kondisi sosial masyarakat Kabupaten
Sarolangun dari aspek kependudukan, kesehatan ,
pendidikan, ketenagakerjaan dan lain-lain.
2. Tersusunnya data dan informasi yang menggambarkan
kondisi sosial budaya masyarakat Kabupaten Sarolangun.
3. Terwujudnya transparansi pembangunan kepada semua
pihak baik sebagai subyek maupun obyek pembangunan
daerah di Kabupaten Sarolangun melalui indikator sosial
masyarakat Kabupaten Sarolangun.

6. Sasaran : Sasaran yang hendak dicapai sebagai hasil dari layanan


konsultansi ini adalah sebagai berikut:
1. Menggambarkan kondisi kependudukan Kabupaten
Sarolangun
2. Menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat
Kabupaten Sarolangun
3. Menggambarkan kondisi perkembangan pendidikan
masyarakat Kabupaten Sarolangun
4. Menggambarkan aspek-aspek sosial budaya masyarakat
Kabupaten Sarolangun lainnya yang terkait dengan
pembangunan sosial budaya di Kabupaten Sarolangun.

7. Lokasi Kegiatan : Lingkup lokasi kegiatan Penyusunan Buku Indikator Sosial Budaya
Kabupaten Sarolangun adalah wilayah administrasi Kabupaten
Sarolangun.

8. Sumber Dana : Pekerjaan Penyusunan Indikator Sosial Budaya Kabupaten


Sarolangun ini dibiayai dari sumber pendanaan: DPA-SKPD Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten sarolangun Tahun
Anggaran 2016

9. Jumlah Dana : Untuk pelaksanaan pekerjaan ini diperlukan biaya kurang lebih
Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah) termasuk PPn dibiayai
APBD Tahun Anggaran 2016

Bappeda Kabupaten Sarolangun T.A 2016


10 Nama dan : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sarolangun
. Organisasi
Pembuat
Komitmen

Ruang Lingkup

11 Lingkup :
. Kegiatan Pekerjaan Penyusunan Indikator Sosial Budaya Kabupaten
Sarolangun :

1. Lingkup Wilayah

Lingkup lokasi kegiatan Penyusunan Indikator Sosial Budaya


kabupaten Sarolangun adalah kabupaten Sarolangun.

2. Lingkup Substansi

Adapun muatan Pekerjaan Penyusunan Indikator Sosial Budaya


kabupaten Sarolangun memuat langkah-langkah sebagai
berikut :

1. Persiapan;
2. Pengumpulan dan Pengolahan Data;
3. Penyusunan Indikator Sosial Budaya kabupaten Sarolangun

12 Keluaran : Keluaran yang diharapkan dari Pekerjaan ini adalah Buku


. Indikator Sosial Budaya Kabupaten Sarolangun yang
menggambarkan kondisi sosial Budaya masyarakat Kabupaten
Sarolangun.

13 Peralatan, : Peninjauan laporan dan data yang ada, serta pemberian


. Material, informasi dan instruksi mengenai ketentuan/ketetapan
Personil pemerintah yang berlaku sehubungan dengan pelaksanaan
dan Fasilitas dari pekerjaan.
Pejabat Pembuat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah kabupaten
Komitmen Sarolangun tidak menyediakan akomodasi dan ruang kantor
untuk konsultan
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten
Sarolangun akan mengangkat pejabat, petugas dan wakilnya
sebagai pengawas yang mungkin diperlukan demi pelaksanaan
jasa konsultan yang efektif

14 Peralatan dan : Untuk bahan evaluasi kemajuan Pekerjaan Penyusunan Indikator


. Material dari Sosial Budaya Kabupaten Sarolangun, konsultan akan menyiapkan
Penyedia Jasa peralatan pendukung untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
Konsultansi

Bappeda Kabupaten Sarolangun T.A 2016


15 Lingkup Penyedia Jasa akan bertanggung jawab dan berwenang
. Kewenangan sepenuhnya terhadap pelaksanaan Pekerjaan Penyusunan
Penyedia Jasa Indikator Sosial Budaya Kabupaten Sarolangun berdasarkan
ketentuan perjanjian kerjasama yang telah ditetapkan, dan
sesuai dengan kerangka acuan kerja

16 Jangka Waktu : Untuk melaksanakan pekerjaan ini ditetapkan waktunya selama


. Penyelesaian 45 (Empat Puluh Lima)hari kalender terhitung sejak
Kegiatan dikeluarkannya SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) dari Pejabat
Pembuat Komitmen. Jangka waktu pelaksanaan tersebut sudah
memadai untuk pelaksanaan pekerjaan ini yang secara umum
dibagi menjadi tiga tahap yaitu: persiapan, pengumpulan data,
analisis dan penyusunan Studi Kelayakan.

17 Personil :
Posisi Kualifikasi Pengalaman
.
Ketua Tim/Ahli
Sosial Sarjana S1 Sosial 3 Tahun

Ahli Ekonomi Sarjana S1Ekonomi


Pembangunan Pembangunan 3 Tahun

Ahli Perencanaan Sarjanan S1


Wilayah dan Kota Perencanaan Wilayah 3 Tahun
dan Kota
Tenaga ahli tersebut diatas, dalam mendukung kelancaran
pekerjaan Penyusunan Indikator Sosial Budaya, nantinya dapat
dibantu oleh tenaga kerja pendukung lainnya, seperti surveyor,
operator komputer, tenaga administrasi, dan tenaga kerja
lainnya yang dibutuhkan untuk memperlancar pelaksanaan
pekerjaan.

18 Jadwal Tahapan : Rencana kerja konsultan untuk setiap tahapan kegiatan yaitu:
. Pelaksanaan 1. Tahap Persiapan
Kegiatan 2. Tahap pengumpulan dana dan analisis
3. Tahap Perumusan arah kebijakan dan sasaran

Laporan

19 Laporan : Laporan yang diharapkan dari Pekerjaan ini adalah :


. 1. Laporan
Laporan merupakan bagian dari pekerjaan ini yang berisikan
indikator sosial budaya masyarakat di Kabupaten Sarolangun
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 45 (Empat
Puluh Lima) hari kalender sejak SPMK diterbitkan sebanyak
40 (Empat Puluh) buku beserta softcopy laporan dalam
bentuk keping CD.

Bappeda Kabupaten Sarolangun T.A 2016


Hal-Hal Lain

20 Produksi Dalam : Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus
. Negeri dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali
ditetapkan lain dalam angka 17 KAK dengan pertimbangan
keterbatasan kompetensi dalam negeri.

21 Persyaratan : Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan


Kerjasama untuk pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi ini maka
persyaratan berikut harus dipatuhi:

22 Pedoman : Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan


. Pengumpulan berikut:
Data Lapangan 1. Data yang dibutuhkan adalah data yang terkait dengan
pelaksanaan pekerjaan
2. Pengumpulan data lapangan dilakukan dengan menggunakan
peralatan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

23 Alih : Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk


. Pengetahuan menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka
alih pengetahuan kepada personil proyek/satuan kerja Pejabat
Pembuat Komitmen berikut

24 Penutup : Demikianlah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini disusun sebagai


. pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan Pekerjaan Penyusunan
Indikator Sosial Budaya sehingga tujuan yang diinginkan dari
pelaksanaan pekerjaan ini dapat tercapai secara optimal

Sarolangun. September 2016


Mengetahui,
KUASA PENGGUNA ANGGARAN
BAPPEDA KABUPATEN SAROLANGUN

AJRA,ST. MM.

Bappeda Kabupaten Sarolangun T.A 2016