You are on page 1of 2

Generasi Cemerlang, Mengapa Tidak?

Seorang mahasiswa tidaklah sama dengan siswa. Jika seorang siswa dituntut
untuk memahami materi yang ia dapatkah di sekolah, maka seorang mahasiwa dituntut
lebih dari itu. Seorang mahasiswa tidak hanya memahami materi yang ia dapat,
melainkan ia harus mempresentasikan tugas dari dosen, berdiskusi dengan kelompok,
mengikuti seminar dan yang lebih penting adalah seorang mahasiswa dituntut untuk
dapat membangun masyarakat di sekitarnya. Seorang mahasiswa diharapkan mampu
menguasai materi sekaligus mengaplikasikannya di kehidupan bermasyarakat. Untuk
dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitarnya, dibutuhkan mahasiswa yang
ulet, aktif, dan mampu membaur dengan sekitarnya.

Menurut Direktur Kepersertaan dan Hubungan antar Lembaga PT Askes


Persero, drg. Sri Endang Tidarwati, M.M., Lulusan Dokter Gigi tidak hanya diharapkan
memiliki kompetensi untuk memeriksa kesehatan gigi dan mulut namun juga harus bisa
memiliki kompetensi lain di luar bidang ilmu kedokteran gigi lainnya. Menurut beliau,
dokter gigi banyak dibutuhkan di luar pulau jawa bahkan di pulau-pulau terluar di
seluruh Indonesia. Namun dalam prakteknya, dokter gigi yang ditempatkan di daerah
pelosok juga diminta untuk mengobati pasien di luar kesehatan gigi dan mulut.

Berpijak pada latar tersebut, sebagai mahasiswi Kedokteran Gigi Universitas


Indonesia, saya akan berusaha mengabdikan diri saya sepenuhnya sebagai seorang
dokter gigi. Saya akan berusaha memahami dan menguasai semua materi yang telah
diberikan, sekaligus mempelajari materi kesehatan umum lainnya sehingga mampu
mengatasi situasi darurat kelak nanti. Selayaknya mahasiswa lainnya, saya menargetkan
dapat lulus tepat waktu, jika dimungkinkan saya ingin lulus lebih cepat. Untuk
mencapai target tersebut, saya akan mendapatkan IPK 3.5 dan akan mempertahankan
sekaligus meningkatkan prestasi tersebut.

Sebagai calon pemimpin masa depan, seorang mahasiswa diharapkan tidak


hanya pintar dalam materi, tetapi juga pintar dalam bersosialisasi. Pengalaman
organisasi merupakan modal berharga bagi Sang Pemimpin. Istilah pengalaman adalah
pembelajaran yang berharga nampaknya berlaku dalam hal ini. Pengalaman organisasi
merupakan modal awal untuk membentuk jiwa dan moralitas kepemimpinan.

Idealis sering diartikan masyarakat sebagai orang yang cenderung berpandangan


lurus dan kaku serta berusaha menjalankan apapun sesuai dengan apa yang sudah
menjadi cita-citanya. Generasi penerus bangsa tidak boleh terlalu idealis, memaksakan
kehendaknya agar cita-cita yang digagas dapat tercapai apapun caranya. Sifat yang
demikian akan cenderung egois dan dingin. Generasi baru harus memperhatikan
pendapat dan kepentingan orang lain juga agar kemakmuran bersama dapat tercapai.
Untuk itu, saya akan mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa yang sesuai dengan bakat dan
minat saya dan akan memanfaatkan waktu tersebut untuk membekali diri saya dalam
hidup bermasyarakat agar bisa menjadi generasi penerus bangsa yang tidak hanya
cemerlang dalam materi, namun juga cemerlang dalam bermasyarakat.

Sumber:

https://ugm.ac.id/id/berita/7954-tugas.dokter.gigi.tidak.hanya.periksa.gigi.dan.mulut
diakses pada 1 Agustus 2015

Muchamad, Galih Ricci. 2013. Mengangkat Bumi dan Menurunkan Langit, Jiwa
Pemimpin Sejati. Tegal: Tidak diterbitkan