You are on page 1of 5

K E M E N T E R I AN P E K E R J AAN U M U M

DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR


Jl. Pattimura No. 20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110, Tel. (021) - 7394323

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL SUMBER DAYA AIR


Nomor :

TENTANG
STANDAR PERENCANAAN IRIGASI TAHUN 2011

Menimbang : a. bahwa dalam rangka peningkatan dan pemantapan


dalam pelaksanaan/penyelenggaraan pembangunan
irigasi di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
perlu adanya keseragaman dalam kegiatan perencanaan
pembangunan irigasi;
b. bahwa Standar Perencanaan Irigasi di lingkungan
Direktorat Jenderal Pengairan Edisi Cetak Tahun 1986,
dipandang perlu untuk dibuat penyempurnaannya, terkait
parameter yang digunakan, perkembangan teknologi
bidang ke-irigasian, serta arah kebijakan pembangunan
nasional
c. Bahwa untuk maksud tersebut perlu diatur dengan Surat
Keputusan;

Mengingat : 1. Keputusan Presiden Republik Indonesia


;
2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 08/PRT/M/2010
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan
Umum;
3. Keputusan Direktur Jenderal Pengairan
;
MEMUTUSKAN:

Menetapkan :
PERTAMA : Mengukuhkan hasil Penyempurnaan Standar Perencanaan
Irigasi Edisi Cetak Tahun 1986, sebagai Standar Perencanaan
Irigasi Edisi Cetak Tahun 2011 terdiri dari:

KRITERIA PERENCANAAN:
1. KP 01 Kriteria Perencanaan - Bagian Perencanaan Jaringan
Irigasi
2. KP 02 Kriteria Perencanaan - Bagian Bangunan Utama
3. KP 03 Kriteria Perencanaan - Bagian Saluran
4. KP 04 Kriteria Perencanaan - Bagian Bangunan
5. KP 05 Kriteria Perencanaan - Bagian Petak Tersier
6. KP 06 Kriteria Perencanaan - Bagian Parameter Bangunan
7. KP 07 Kriteria Perencanaan - Bagian Standar
Penggambaran
8. KP 08 Kriteria Perencanaan - Bagian Perencanaan dan
Penuntun
Pemasangan dan Pemeliharaan Pintu Air
9. KP 09 Kriteria Perencanaan - Bagian Spesifikasi Teknis
Pintu Air

BANGUNAN IRIGASI :
10. BI 01 Tipe Bangunan Irigasi
11. BI 02 Standar Bangunan Irigasi
12. BI 03 Standar Pintu Pengatur Air Irigasi

PERSYARATAN TEKNIS :
13. PT 01 Persyaratan Teknis Bagian Perencanaan Jaringan
Irigasi
14. PT 02 Persyaratan Teknis Bagian Pengukuran
15. PT 03 Persyaratan Teknis Bagian Penyelidikan Geoteknik
16. PT 04 Persyaratan Teknis Bagian Penyelidikan Model
Hidrolis
KEDUA : Semua pihak yang melakukan kegiatan pembangunan irigasi,
wajib
memperhatikan ketentuan-ketentuan yang tercantum pada
Diktum
PERTAMA.

KETIGA : Direktur Irigasi dan Rawa bertugas memonitor pelaksanaan


Surat keputusan ini dan menampung umpan balik guna
penyempurnaan Standar Perencanaan Irigasi sebagaimana
tersebut pada Diktum PERTAMA, sesuai dengan perkembangan.

KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada hari / tanggal ditetapkan


dengan ketentuan akan diadakan perbaikan seperlunya apabila
dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam
penetapannya.

DITETAPKAN DI : JAKARTA
PADA TANGGAL : April 2011
DIREKTUR JENDERAL SUMBER DAYA AIR

DR. Ir. Mochamad Amron, M.Sc


NIP. 195112201976031002

Tembusan disampaikan kepada Yth :


1. Menteri Pekerjaan Umum
2. Inspektur Jenderal Kementerian PU
3. Sekditjen SDA, Ditjen SDA
4. Para Direktur di Lingkungan Ditjen SDA
5. Arsip.
PENGANTAR

Standar Perencanaan Irigasi ini telah disiapkan dan disusun dalam 3


kelompok:
1. Kriteria Perencanaan
2. Gambar Bangunan irigasi
3. Persyaratan Teknis

Kriteria Perencanaan terdiri atas 9 bagian, berisi instruksi, standar dan


prosedur
bagi perencana dalam merencanakan irigasi teknis. Kriteria Perencanaan
terdiri dari buku berisikan kriteria perencanaan teknis untuk Perencanaan
Irigasi (System Planning), Perencanaan Bangunan Irigasi Jaringan Utama dan
Jaringan Tersier, Parameter Bangunan dan Standar Penggambaran serta
Perencanaan dan Spesifikasi Teknis Pintu Pengatur Air.

Gambar Bangunan Irigasi terdiri atas 3 bagian, yaitu: Tipe Bangunan


Irigasi, yang
berisi kumpulan gambar-gambar contoh sebagai informasi dan memberikan
gambaran bentuk dan model bangunan.
Standar Bangunan Irigasi yang berisi kumpulan gambar-gambar bangunan
yang telah distandardisasi dan langsung bisa dipakai. Untuk yang pertama,
perencana masih harus melakukan usaha khusus berupa analisis, perhitungan
dan penyesuaian dalam perncanan teknis.

Persyaratan Teknis terdiri atas 4 bagian, berisi syarat-syarat teknis yang


minimal harus dipenuhi dalam merencanakan pembangunan Irigasi. Tambahan
persyaratan dimungkinkan tergantung keadaan setempat dan keperluannya.
Meskipun Standar Perencanan Irigasi ini, dengan batasan-batasan dan
syarat berlakunya seperti tertuang dalam tiap bagian buku, telah dibuat
sedemikian sehingga siap pakai untuk perekayasa yang belum memiliki
banyak pengalaman, tetapi dalam penerapannya masih memerlukan kajian
teknik dari pemakainya. Dengan demikian siapa pun yang akan menggunakan
Standar ini tidak akan lepas dari tanggung jawabnya sebagai perencana dalam
merencanakan bangunan irigasi yang aman dan memadai.

Setiap masalah di luar, batasan-batasan dan syarat berlakunya Standar


ini, harus dipecahkan dengan keahlian khusus dan/atau lewat konsultasi
khusus dengan badan-badan yang ditugaskan melakukan pembinaan
keirigasian, yaitu:
1. Direktorat Irigasi dan Rawa
2. Puslitbang Air
Hal yang sama juga berlaku bagi masalah-masalah, yang meskipun terletak
dalam batas-batas dan syarat berlakunya standar ini, mempunyai tingkat
kesulitan dan kepentingan yang khusus.

Semoga Standar Perencanaan Irigasi ini bisa bermanfaat dan


memberikan sumbangan dalam pengembangan irigasi di Indonensia. Kami
sangat mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan ke arah kesempurnaan
Standar ini.

Jakarta, April 2011


Direktur Irigasi dan Rawa

Ir. Imam Agus Nugroho, Dipl.HE.


NIP. 19541006 198111 1 001