You are on page 1of 26

Meningkatkan Efisiensi PLTU Batu Bara

Deni Almanda (Elektro FT UMJ )

PLTU yang pertama kali beroperasi di Indonesia yaitu pada tahun 1962
dengan kapasitas 25 MW, suhu 500 derajat C, tekanan 65 Kg/cm 2,
boiler masih menggunakan pipa biasa dan pendingin generator
dilakukan dengan udara. Kemajuan pada PLTU yang pertama adalah
boiler sudah dilengkapi pipa dinding dan pendingin generator dilakukan
dengan hidrogen, namun kapasitasnya masih 25 MW. Bila dayanya
ditingkatkan dari 100 - 200 MW, maka boilernya harus dilengkapi super
hiter, ekonomizer dan tungku tekanan. Kemudian turbinnya bisa
melakukan pemanasan ulang dan arus ganda dan pendingin
generatornya masih menggunakan hidrogen. Hanya saja untuk
kapasitas 200 MW uap yang dihasilkan mempunyai tekanan 131,5
Kg/cm2 dan suhu 540 derajat C dan bahan bakarnya masih
menggunakan minyak bumi.

Ketika kapasitas PLTU sudah mencapai 400 MW maka bahan bakarnya
sudah tidak menggunakan minyak bumi lagi melainkan batu bara. Batu
bara yang dipakai secara garis besar dibagi menjadi dua bagian yaitu
batu bara berkualitas tinggi dan batu bara berkualitas rendah. Bila batu
bara yang dipakai kualitasnya baik maka akan sedikit sekali
menghasilkan unsur berbahaya, sehingga tidak begitu mencemari
lingkungan. Sedang bila batu bara yang dipakai mutunya rendah maka
akan banyak menghasilkan unsur berbahaya seperti Sulfur, Nitrogen dan
Sodium. Apalagi bila pembakarannya tidak sempurna maka akan
dihasilkan pula unsur beracun seperti CO, akibatnya daya guna menjadi
rendah.

PLTU batu bara di Indonesia yang pertama kali dibangun adalah di
Suryalaya pada tahun1984 dengan kapasitas terpasang 4 x 400 MW.
Kemudian PLTU Bukit Asam dengan kapasitas 2 x 65 MW pada tahun
1987. Dan pada tahun 1993-an beroperasi pula PLTU Paiton 1 dan 2
masing-masing dengan kapasitas 400 MW. Kemudian PLTU Suryalaya
akan dikembangkan dari unit 5 - 7 dengan kapasitas 600 MW/unit. PLTU
batu bara pada tahun 1994 kapasitasnya sudah mencapai 2.130 MW
(16 persen dari total daya terpasang). Pada tahun 2003 kapasitasnya diperkirakan sekitar 12.100 MW (37
persen ), tahun 2008/09 mencapai 24.570 MW (48 persen ) dan pada tahun 2020 sekitar 46.000 MW.
Sementara itu pemakaian batu bara pada tahun 1995 tercatat bahwa untuk menghasilkan energi listrik
sebsar 17,3 Twh dibutuhkan batu bara sebanyak 7,5 juta ton. Dan pada tahun 2005 pemakaian batu bara
diperkirakan mencapai 45,2 juta ton dengan energi listrik yang dihasilkan mencapai 104 Twh.

Banyaknya pemakaian batu bara tentunya akan menentukan besarnya biaya pembangunan PLTU. Harga
batu bara itu sendiri ditentukan oleh nilai panasnya (Kcal/Kg), artinya bila nilai panas tetap maka harga akan
turun 1 persen pertahun. Sedang nilai panas ditentukan oleh kandungan zat SOx yaitu suatu zat yang
beracun, jadi pada pembangkit harus dilengkapi alat penghisap SOx. Hal inilah yang menyebabkan biaya
PLTU Batu bara lebih tinggi sampai 20 persen dari pada PLTU minyak bumi. Bila batu bara yang digunakan
rendah kandungan SOx-nya maka pembangkit tidak perlu dilengkapi oleh alat penghisap SOx dengan
demikian harga PLTU batu bara bisa lebih murah. Keunggulan pembankit ini adalah bahan bakarnya lebih
murah harganya dari minyak dan cadangannya tersedia dalam jumlah besar serta tersebar di seluruh
Indonesia.

Sistim Kerja PLTU Batu bara

1. Sistim pembakaran batu bara bersih

Adapun prinsip kerja PLTU itu adalah batu bara yang akan digunakan/dipakai dibakar di dalam boiler
secara bertingkat. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh laju pembakaran yang rendah dan tanpa
mengurangi suhu yang diperlukan sehingga diperoleh pembentukan NOx yang rendah. Batu bara
sebelum dibakar digiling hingga menyerupai butir-butir beras, kemudian dimasukkan ke wadah
(boiler) dengan cara disemprot, di mana dasar wadah itu berbentuk rangka panggangan yang
berlubang. Pembakaran bisa terjadi dengan bantuan udara dari dasar yang ditiupkan ke atas dan
kecepatan tiup udara diatur sedemikian rupa, akibatnya butir bata bara agak terangkat sedikit tanpa
terbawa sehingga terbentuklah lapisan butir-butir batu bara yang mengambang. Selain mengambang
butir batu bara itu juga bergerak berarti hal ini menandakan terjadinya sirkulasi udara yang akan
memberikan efek yang baik sehingga butir itu habis terbakar. Karena butir batu bara relatif
mempunyai ukuran yang sama dan dengan jarak yang berdekatan akibatnya lapisan mengambang
itu menjadi penghantar panas yang baik. Karena proses pembakaran suhunya rendah sehingga NOx
yang dihasilkan kadarnya menjadi rendah, dengan demikian sistim pembakaran ini bisa mengurangi
polutan. Bila ke dalam tungku boiler dimasukkan kapur (Ca) dan dari dasar tungku yang bersuhu 750
- 950 �C dimasukkan udara akibatnya terbentuk lapisan mengambang yang membakar. Pada
lapisan itu terjadi reaksi kimia yang menyebabkan sulfur terikat dengan kapur sehingga dihasilkan
CaSO4 yang berupa debu sehingga mudah jatuh bersama abu sisa pembakaran. Hal inilah yang
menyebabkan terjadinya pengurangan emisi sampai 98 persen dan abu CaSO4-nya bisa
dimanfaatkan. Keuntungan sistim pembakaran ini adalah bisa menggunakan batu bara bermutu
rendah dengan kadar belerang yang tinggi dan batu bara seperti ini banyak terdapat di Indonesia.

2. Proses terjadinya energi listrik

Pembakaran batu bara ini akan menghasilkan uap dan gas buang yang panas. Gas buang itu
berfungsi juga untuk memanaskan pipa boiler yang berada di atas lapisan mengambang. Gas buang
selanjutnya dialiri ke pembersih yang di dalamnya terdapat alat pengendap abu setelah gas itu
bersih lalu dibuang ke udara melalui cerobong. Sedangkan uap dialiri ke turbin yang akan
menyebabkan turbin bergerak, tapi karena poros turbin digandeng/dikopel dengan poros generator
akibatnya gerakan turbin itu akan menyebabkan pula gerakan generator sehingga dihasilkan energi
listrik. Uap itu kemudian dialiri ke kondensor sehingga berubah menjadi air dan dengan bantuan
pompa air itu dialiri ke boiler sebagai air pengisi.

Generator biasanya berukuran besar dengan jumlah lebih dari satu unit dan dioperasikan secara berlainan.
Sedangkan generator ukuran menengah didisain berdasarkan asumsi bahwa selama masa manfaatnya
akan terjadi 10.000 kali star-stop. Berarti selama setahun dilakukan 250 x star-stop maka umur pembangkit
bisa mencapai 40 tahun. Bila daya generator meningkat maka kecepatannya meningkat pula dan bila
kecepatan kritikan dilalui maka perlu dilakukan pengendalian poros generator supaya tidak terjadi getaran.
Untuk itu konstruksi rotor dan stator serta mutu instalasi perlu ditingkatkan. Boilernya menggunakan sirkulasi
alam dan menghasilkan uap dengan tekanan 196,9 kg/cm2 dan suhu 554 �C. PLTU ini dilengkapi dengan
presipitator elektro static yaitu suatu alat untuk mengendalikan partikel yang akan keluar cerobong dan alat
pengolahan abu batu bara. Sedang uap yang sudah dipakai kemudian didinginkan dalam kondensor
sehingga dihasilkan air yang dialirkan ke dalam boiler. Pada waktu PLTU batubara beroperasi suhu pada
kondensor naiknya begitu cepat, sehingga mengakibatkan kondensor menjadi panas. Sedang untuk
mendinginkan kondensor bisa digunakan air, tapi harus dalam jumlah besar, hal inilah yang menyebabkan
PLTU dibangun dekat dengan sumber air yang banyak seperti di tepi sungai atau tepi pantai.

Efisiensi

Bila pada PLTU batu bara tekanan kondensornya turun, maka daya gunanya meningkat. Biasanya tekanan
kondensor berhubungan langsung atau berbanding lurus dengan besarnya suhu air pendingin yang berasal

TR . Energi. Peningkatan daya guna bisa dilakukan dengan pemanasan ulang dan pembakaran batu bara yang kurang bermutu. Gas buang yang panas ini setelah dibersihkan bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin gas yang digandeng dengan generator sehingga dihasilkan energi listrik. 2. Agustus 2000. Karena air pendingin itu biasanya terdiri dari air yang berasal dari uap turbin dan air berasal dari laut dan sungai. Jakarta. Kemudian uap dari boiler itu dialirkan lagi ke turbin TR untuk dipakai sebagai penggerak generator. Majalah Patra Propen-Pertamina. Dengan demikian pembangkit ini mempunyai susunan sebagai berikut : Boiler . 1. hal inilah yang menyebabkan efisiensi pada pembakaran seperti ini meningkat. Cara kerjanya : Uap dari boiler dimasukan/dialirkan ke bagian TT. Em = E k + E b Em : Energi yang terdapat dalam bahan bakar pada boiler Ek : Energi efektif pada poros turbin Eb : energi yang terbuang melalui kondensor . Gambar : 1. setela h uap itu dipakai dialirkan kembali ke boiler untuk pemanasan ulang. Peningkatan efisiensi pada PLTU bisa juga dilakukan dengan cara menambah panjang sudu. Jadi energi listrik pada proses pembakaran ini dihasilkan oleh uap dan gas buang. 1995. Dengan demikian jumlah energi yang bisa dimanfaatkan menjadi besar akibatnya daya guna atau efiseinsi menjadi besar pula. Pemanasan Ulang Hal ini bisa dilakukan dengan membagi turbin menjadi dua bagian yaitu bagian tekanan tinggi (TT) dan bagian tekanan rendah (TR) yang berada pada satu poros. maka batu bara yang bermutu rendah bisa dimanfaatkan untuk menjadi energi listrik yang ramah lingkungan. Menekan kerusakan lingkungan PLTU Batu bara. Zuhal. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya efisiensi dan keandalan. Hal ini karena dengan sudu-sudu yang panjang berarti rugi-ruginya akan berkurang. TM. Daftar Pustaka 1. Jakarta. Ketenagalistrikan Indonesia. Pembakaran Lapisan Mengambang Bertekanan Proses pembakarannya menggunakan udara bertekanan atau dikompres berarti perpindahan panasnya meningkat akibatnya suhu uap dan gas buang juga meningkat. 2. hal ini biasanya digunakan pada mesin dengan ukuran besar. Akibatnya suhu terendah besarnya sesuai dengan air yang digunakan sehingga tekanan jenuh sulit diperoleh. April 1995. Deni Almanda. Dengan meningkatnya daya berarti desain boiler juga harus diperbaiki yaitu dilengkapi dengan peralatan pengendalian NOx. Jakarta. 3. Dari sini bisa disimpulkan bila turbin dibagi menjadi tiga bagian yaitu TT. Jadi bila suhu itu rendah.dari uap pada kondensor. maka tahanannya juga rendah dan pada suhu terendah akan dihasilkan/terjadi tekanan jenuh. Meningkatnya suhu (hingga mencapai 560 �C) dan tekanan (hingga mancapai 250 kg/cm2) uap tentunya menyebabkan pertumbuhan PLTU menjadi lebih pesat.Pers. Abdul Kadir. Selain dari itu turbin gas juga menghasilkan gas buang yang cukup panas yang bisa digunakan untuk memanaskan air yang keluar dari kondensor turbin uap yang selanjutnya dimasukkan ke boiler sedang gas yang sudah dingin di buang ke udara melalui cerobong. peralatan untuk mengeluarkan sulfur dari gas buang dan peralatan untuk mencegah berbagai partikel keluar dari cerobong. PT.TT .Generator. Dengan menggunakan pembakaran lapisan mengambang bertekanan. Skema PLTU. Ganeca Prima. dan TR maka energi yang diperoleh juga besar. UI.

Dapat juga dibuat dalam bentuk ditempelkan langsung pada pulley dinamo dengan menggunakan baut. Sensor kecepatan putar tersebut dapat dibuat dalam bentuk unit alat tersendiri yang dihubungkan dengan v-belt atau rantai dengan dinamo. sepertinya terlalu sulit untuk membuat desain yang full mekanik. Pembakaran Lapis Mengambang Bertekanan Grafik : 1. dan handal. 3. Sedangkan efisiensinya bisa dihitung dengan rumus : n = Ek / Em = (Em . dimungkinkan untuk menutup valve secara otomatis sampai turbin berhenti berputar. Sebagai gambaran. Unit sensor ini ada 4 buah yang seluruhnya mekanik sehingga relatif sederhana. Karena saya menggunakan sensor mekanik yang bekerja secara analog. diperlukan alat tambahan yang untuk mudahnya saya sebut saja STABILISATOR TURBIN UAP ”PAIJO”. Perkembangan suhu dan tekanan PLTU. ( Sketsa belum selesai karena masih ada data yang belum lengkap ). sebaiknya ada juga sensor yang mendeteksi jika belt penghubung turbin dengan dinamo putus ( yang ini tidak wajib ada ). Agar turbin uap dapat bekerja stabil sesuai keinginan. STABILISATOR ini mempunyai bagian-bagian utama sebagai berikut : 1. . saya sudah mencoba untuk membuat sketsa berdasarkan keterangan dan gambar yang diberikan oleh Bapak Mulyadi. Jadi desain yang saya buat menggunakan beberapa alat kombinasi mekanik-elektronik yang relatif sederhana yang dapat mendeteksi kecepatan putar dinamo untuk kemudian mengatur bukaan valve secara otomatis sehingga jumlah uap yang masuk turbin selalu sesuai kebutuhan. Dengan adanya sensor belt putus tersebut. PLTU dengan proses pemanasan ulang. maka perlu ajustment ( penyetelan ) pada saat pertama kali akan dipakai dengan cara trial and error ( coba- coba ). Selain itu. Sumber : Elektro Indonesia VI/35 (Februari 2001) STABILISATOR TURBIN UAP ”PAIJO” ( bag-1 ) By Paijo Tentang alat stabilisator turbin uap.Ek)/Em 2. mudah dibuat. kemungkinan kerusakan turbin atau kecelakaan dapat dikurangi. Dengan cara tersebut. yang berfungsi untuk mendeteksi kecepatan putar dinamo dan posisi bukaan valve. Unit sensor. Masing-masing pilihan jelas mengandung kelebihan dan kekurangan. Sedangkan sensor pendeteksi posisi bukaan valve juga menggunakan sistim mekanik yang relatif sederhana namun akurat dan handal. Setelah saya corat-coret.

selip. tingkat kehandalan yang anda inginkan dan biaya yang tersedia. Jika tanpa UPS. maka unit kontrol secara otomatis akan menghidupkan motor listrik yang akan menambah bukaan valve sampai kecepatan putar lebih dari 1475 rpm 3. Untuk gearbox pabrikan jelas bagus tapi mahal. Jika sensor mendeteksi kecepatan putar dinamo kurang dari 1475 rpm ( mungkin disebabkan oleh bertambahnya beban pemakaian listrik ). yang berfungsi memutar valve membuka dan menutup. Motor listrik yang digunakan adalah type induksi. sederhana dan murah tapi kurang licin. Motor listrik. Unit kontrol. Unit pereduksi. maka unit kontrol secara otomatis akan menghidupkan motor listrik yang akan mengurangi bukaan valve sampai kecepatan putar kurang dari 1525 rpm 2. maka dapat diharapkan bahwa putaran dinamo akan relatif konstan berkisar 1500 rpm dengan toleransi perbedaan sekitar 25 rpm ( 1475-1525 rpm ). Ukuran ( besar kecilnya ) motor listrik hendaknya disesuaikan dengan besar kecilnya valve dengan maksud agar waktu untuk menambah atau mengurangi bukaan relatif cepat dan motor tahan lama karena tidak kelebihan beban. diperlukan 2 buah motor listrik yang dihubungkan secara paralel dengan unit pereduksi ( kedua motor saling berlawanan arah ).2. maka STABILISATOR akan langsung mati ketika belt tersebut putus. atau putaran terlalu cepat. Namun untuk kehandalan pengendalian secara menyeluruh. Dengan putaran yang relatif konstan demikian. Jika sensor mendeteksi kecepatan putar dinamo melebihi 1525 rpm ( mungkin disebabkan oleh berkurangnya beban pemakaian listrik ). yang mengolah hasil sensor untuk kemudian menghasilkan tindakan membuka atau menutup valve dengan menghidup-matikan motor listrik. Masing-masing pilihan juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. 5. Untuk mereduksi putaran motor listrik tersebut diperlukan gearbox atau sistim pulley atau sistim rantai. Jika sensor mendeteksi belt penghubung turbin dengan dinamo putus. Jika menggunakan UPS. putaran normal. maka . Jumlahnya bisa sebuah ( jika 3 phase ) atau 2 buah ( jika 1 phase ). murah dan sederhana. sangat disarankan untuk menggunakan UPS dengan daya yang sesuai dengan motor listrik yang digunakan. Pemilihan hendaknya mempertimbangan penguasaan skill teknisi yang akan membuat / menangani. Adapun prinsip kerja STABILISATOR adalah sebagai berikut : 1. dapat juga ditambah dengan alarm yang akan berbunyi jika belt putus. Jika menggunakan motor listrik 1 phase. arah tertentu untuk membuka dan arah sebaliknya untuk menutup. Controled Valve. Jika menggunakan motor listrik 3 phase. Untuk rangkaian gear-rantai. Tenaga listrik untuk STABILISATOR dapat diambil langsung dari dinamo. dan banyak tenaga motor yang hilang. atau putaran terlalu lambat. 6. Controled Valve tersebut musti ditempatkan sesudah valve utama yang dibuka-tutup secara manual. maka unit kontrol secara otomatis akan menutup valve sampai rapat sehingga turbin akan berhenti berputar. merupakan valve yang telah dimodifikasi agar dapat dibuka-tutup dengan menggunakan rangkaian motor listrik dan pereduksi tersebut diatas. baru kemudian melalui controled valve untuk selanjutnya menuju turbin. yang berfungsi menyediakan tenaga listrik untuk STABILISATOR. dengan demikian. sedikit tenaga motor yang hilang. Untuk motor listrik ini. Untuk rangkaian beberapa pulley-belt. Kelebihan jika menggunakan UPS yaitu STABILISATOR akan menutup valve secara otomatis sampai turbin benar-benar berhenti berputar jika belt penghubung turbin dengan dinamo putus. Jadi uap mengalir dari pipa melalui valve utama terlebih dulu. yang berfungsi mereduksi putaran motor listrik agar menghasilkan kecepatan putar dan torsi yang sesuai untuk memutar valve. 7. tapi suaranya sedikit agak ribut. 4. Lampu-lampu Indikator yang menandakan keadaan apa yang sedang terjadi. Power suply. Hanya relay yang langsung berhubungan dengan motor listrik saja yang mungkin menggunakan arus 220 volt AC. lebih bagus jika dipilih yang bekerja pada putaran rendah ( 720 – 1440 rpm ). Hal itu bisa mengakibatkan turbin rusak karena berputar terlalu cepat dalam waktu yang cukup lama sampai operator menutup valve secara manual. arah putaran motor yang akan dibolak-balik oleh unit kontrol. Begitulah garis besar kerjanya STABILISATOR yang sedang saya desain. cukup licin. Motor yang satu untuk membuka valve sedangkan yang satunya lagi untuk menutup valve. Unit kontrol ini menggunakan rangkaian beberapa buah relay dan komponen elektronik lainnya serta menggunakan arus DC 12 dari adaptor. 3.

Lebih jelas lagi jika dikirimkan gambar atau fotonya. Karena kesederhanaannya. Yang paling mudah adalah jika digunakan valve yang proses buka-tutupnya dengan cara diputar. 4. mungkin STABILISATOR ini masih kurang responsif. ya sekurang-kurang musti 2 turbin. Alternatif ini perlu biaya ekstra tapi kehandalan sistem lebih terjamin sehingga sangat disarankan untuk dilakukan jika listrik yang dihasilkan akan dipakai masyarakat luas yang pasti tidak senang jika listrik sering padam dengan alasan perbaikan sekalipun. Perlu juga disertakan data torsi minimal untuk dapat memutar pembuka valve ( newton meter ). ukuran. Namun demikian. Memilih jenis turbin yang sama sekali baru yang diyakini nyaris tidak terpengaruh oleh endapan. Arah putaran juga perlu. saya juga perlu data jauhnya perubahan posisi pemutar ( jarak pergeseran linier keluar-masukknya poros pemutar valve ) pada saat terbuka dan pada saat tertutup karena akan dipasang sensor. Untuk perubahan beban yang terjadi secara mendadak seperti yang lazim terjadi pada tungku pabrik peleburan logam ( furnace ). untuk mengatasi masalah endapan karbonat dan silika dapat dilakukan beberapa upaya berikut : 1. saya perlu data jumlah putaran yang diperlukan untuk membuka valve dari keadaan tertutup sampai terbuka penuh. apakah gearbox pabrikan. dan cara buka-tutup dari valve yang digunakan. STABILISATOR ini saya perkirakan hanya mampu menangani perubahan beban yang terjadi secara gradual saja layaknya pemakaian rumah tangga. atau rangkaian pulley-belt. Jika modelnya seperti itu. tingkat kehandalan yang diinginkan. apakah 3 phase ( 1 motor ) atau 1 phase ( 2 motor ). Selain itu. Pemilihan turbin jenis tersbut mungkin sedikit mengorbankan efisiensi. Memilih jenis turbin yang memiliki jarak sudu tidak terlalu rapat dengan harapan tidak mudah terganjal endapan. . 2. Jika dinamonya menghasilkan listrik 1 phase saja. Dari 3 turbin tersebut. Kalau tidak bisa 3 turbin.tegangan yang dihasilkan juga akan konstan walaupun terjadi penambahan atau pengurangan beban pemakaian listrik. Untuk menambah torsi. Type pereduksi putaran motor yang akan digunakan. Model. hanya dua turbin yang rutin digunakan dan akan bergantian secara otomatis setiap 8 jam. kecepatan tanggap dari STABILISATOR ini masih cukup cepat jika dibuat dengan ketelitian tinggi dan dengan material yang berkuaitas tinggi pula. sedangkan torsi berbanding lurus dengan panjang lengan. atau rangkaian gear-rantai. bisa dibuat beberapa lapis barisan lengan yang berjajar memanjang. Tentu saja jumlah lengannya harus banyak agar torsinya cukup besar. Mungkin turbin yang cara kerjanya mirip dengan sprinkler layak untuk dicoba. Cara sederhana lainnya. Membuat 3 turbin atau lebih yang bekerja secara shift ( bergiliran ). Agar memiliki kecepatan putar ( rpm ) yang cukup. terus terang saya tidak banyak tahu dan belum ada pengalaman lapangan sama sekali tentang hal tersebut. bisa menggunakan tuas dan bandul. 2. Mungkin yang bagus lengannya bebentuk melengkung. Hali itu berdasarkan hukum alam yang berlaku pada turbin sperti sprinkler bahwa kecepatan putar berbanding terbalik dengan panjang lengan. lengannya jangan juga terlalu panjang. Turbin yang ketiga merupakan spare yang akan digunakan ketika ada salah satu turbin yang rusak dan perlu overhaul. Pemilihan hendaknya mempertimbangan penguasaan skill teknisi yang akan membuat / menangani. apakah buka kanan seperti kran hidrant-nya orang Australia atau buka kiri seperti kran airnya orang Indonesia. Apakah diinginkan STABILISATOR yang dapat menutup valve secara otomatis ketika belt putus ? Fasilitas ini hanya bersifat tambahan namun jika dikehendaki diperlukan syarat-syarat seperti 2 buah motor listrik 1 phase dan tambahan UPS. dan ketersediaan material di pasaran. otomatis hanya alternatif kedua yang dapat diambil. 3. Endapan yang terbentuk juga mudah dibersihkan. bisa dites dengan cara memutarnya menggunakan kunci torsi mulai dari yang torsinya kecil dulu. Untuk torsi. Demikian juga jika ingin menggunakan UPS agar valve dapat secara otomatis menutup ketika belt putus. Perawatan rutin dan pembersihan endapan dapat dilakukan pada saat turbin yang bersangkutan tidak terpakai. Berkaitan dengan penjelasan di atas. 3. maka supaya proses mendesain lebih cepat dan lancar saya perlu beberapa informasi sebagai berikut : 1. Mengenai model turbin uap yang digunakan. Menurut kajian saya. Type motor induksi yang akan digunakan. Efisiensi turbin jenis ini mungkin tidak sebaik yang jenis standar.

54%. dan padat. Jika data dan informasi sudah lengkap.4. dan perawatan yang mudah. antara lain :sebagai penggerak mula generator listrik. Dengan penurunan entalpi yang terlalu besar. 5. temperatur dan tekanan uap dapat dipertahankan sehingga akan mengurangi jumlah endapan/kerak yang timbul. ide dari adanya turbin tingkat tekanan ini adalah mengatasi penurunan entalpi yang terlalu besar bila hanya menggunakan turbin impuls tingkat tunggal. Demikian sumbang saran sementara dari saya. Melapisi permukaan seluruh permukaan pipa dan turbin yang kontak langsung dengan uap menggunakan bahan anti lengket misalnya teflon seperti yang digunakan untuk melapisi alat-alat dapur. Cogeneration Pembangkit Listrik yang Ideal Produksi listrik dari pembangkit yang menggunakan bahan bakar fosil adalah proses yang relatif tidak efisien. stirofoam. Hal ini disebabkan karena pada operasi pembangkit itu energi panas sebagai hasil sampingan dalam bentuk uap yang terbuang begitu saja ternyata jauh lebih besar daripada energi listrik sebagai tujuan utama pembangkit itu. maka kecapatan tangensial pada ujung sudu pun akan menjadi sangat besar. Turbin uap hasil perencanaan menggunakan sebelas tingkat tekanan (termasuk tingkat Curtis) dengan efisiensi internal relatif total sebesar 75. cair. Dalam perencanaan ni juga dihasilkan dimensi utam turbin antara lain: diameter cakram rata-rata. Namun cara ini cukup mahal meskipun telah ada perusahaan lokal yang melayani jasa coating tersebut. pompa dan kompresor. Perumusan MasalahDalam tugas akhir ini akan dirancang sebuah turbin uap kombinasi antara turbin Curtis dan turbin Impuls dengan sedikit derajat reaksi (4%-20%). endapan yang timbul sulit untuk menempel di permukaan sehingga kemungkinan besar akan dikeluarkan bersama hembusan uap air. dimensi utama nosel dan sudu gerak. perhitungan pertama untuk tingkat akhir. Pada tingkat pertama dipilih tingkat Curtis untuk mempermudah sistem pengaturan dengan jatuh entalpi yang cukup besar sehingga pada tingkat berikutnya diperoleh derajat pemasukan uap penuh. sambil menunggu kelengkapan data dan informasi selanjutnya. Turbin ini terdiri dari beberapa tingkat tekanan. Di sini material memegang peranan penting sebagai kendala atas kecepatan tangensial yang cukup tinggi. dipilih siklus Rankine dengan sebuah alat pemanas air. perhitungan awal untuk tingkat kedua. Metode Penyelesaian MasalahPerancangan turbin uap ini diawali dengan pemilihan jumlah pemanas air umpan (feedwater heaters) untuk menaikkan efisiensi siklus.94%. Dengan cara ini. PERANCANGAN TURBIN UAP 7 MW Latar BelakangTurbin uap merupakan salah satu jenis penggerak mula yang banyak digunakan di dalam industri. maka gambar bisa segera saya selesaikan dan saya akan posting secepatnya. Dengan cara ini. Turbin ini direncanakan untuk memutar generator listrik dengan daya output 7 MW pada putaran poros 3000 rpm. dsb. Hal yang menjadi pertimbangan dalam penggunaaan turbin uap tersebut yaitu sumber panas yang digunakan untuk menguapkan air bisa dari bahan bakar gas. efisiensi turbin uap lebih besar daripada turbin gas. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa . efisiensi siklus yang dapat dicapai yaitu 29.Terimakasih dan salam eksperimen. serta industri proses. Membungkus seluruh pipa uap dan bagian luar turbin dengan bahan isolator panas seperti glasswool. HasilDari kajian beberapa alternatif siklus. Perhitungan detail setiap tingkat turbin dibagi menjadi empat langkah utama yaitu perhitungan awal untuk tingkat pertama. turbin uap ini bisa memutar generator listrik dengan daya output 7166 kW pada putaran poros 3000 rpm. dan perhitungan untuk tingkat-tingkat di antara tingkat kedua dan tingkat akhir.

Sementara itu dalam air pendingin PLTU (kondensor) mengandung panas 55%. Gambar 1 Seperti pada pembangkit batu bara yang pada mulanya memiliki efisiensi 20% kemudian setelah dilakukan perbaikan pada bagian spesifikasi penguapan maka efisiensinya bisa meningkat menjadi 30%. Berarti kehilangan energi termal terbesar dalam bentuk gas buang terjadi pada turbin gas. Di sisi lain karena adanya kemajuan teknologi pada pembangkit tenaga uap konvensional sehingga batu bara muda bisa digunakan sebagai bahan bakar. Sedangkan efisiensi akan lebih tinggi jika dilakukan dengan meningkatkan teknologi energi daripada melalui peningkatan boiler bertekanan tinggi atau turbin kondensasi. Dengan demikian pembangkit yang banyak mengeluarkan (menghasilkan) panas adalah PLTG.30% dan PLTG modern di mana suhunya 1110ºC memiliki efisiensi 32 . Gambar 2 .pada operasi pembangkit dapat dikatakan jika setiap kWh energi listrik yang diproduksi maka ada dua kWh lainnya dalam bentuk energi termal yang akan dibuang ke lingkungan sebagai gas buang. Adapun pembangkit yang besar menghasilkan uap panas adalah pembangkit dengan turbin uap tekanan balik (back pressure turbine). biaya bahan bakar dan biaya pemeliharaan. Suatu PLTG umumnya memiliki efisiensi 25 . Di mana panas yang terbuang itu tediri dari radiasi dan kerugian yang bertumpuk pada generator uap. Untuk pembangkit tenaga turbin uap yang dapat mengoperasikan zat cair dan gas dalam ruangan pembakaran bertekanan uap 250 bar dan suhu 535ºC akan menghasilkan efisiensi sebesar 40%. Efisiensi untuk pembangkit PLTU yang kecil adalah 28% dan untuk PLTU konvensional yang menggunakan turbin uap dan boiler umumnya mempunyai efisiensi sekitar 35%. Dengan demikian tenaga listriknya kecil sehingga rasio antara listrik dan panasnya yang disebut efisiensi rendah. Jika gas buang itu mencapai suhu 500º C maka gas buang itu bisa digunakan untuk memanaskan sebuah boiler PLTU. Kemudian pembuangan gasnya dilakukan melalui sebuah menara pendingin akibatnya efisiensi pembangkit bisa menjadi 45%. Peningkatan efisiensi bisa juga dilakukan dengan teknologi sederhana yaitu dengan cara menggunakan material dan komponen berkualitas tinggi. Untuk itu teknologi yang bisa memanfaatkan energi panas yang terbuang adalah kogenerasi. Berarti untuk meningkatkan efisiensi pembangkit bisa dilakukan dengan memanfaatkan panas yang terbuang.33% sedang gas buang PLTG mengandung panas 75%. Sementara itu PLTD memiliki efisiensi 30%. dan air pendinginnya 33%. gas buang PLTD mengandung panas 25%. Perbaikan efisiensi pada mulanya dilakukan dengan cara mengurangi biaya pembangkit.

Panas yang dialirkan ke pembangkit sehingga penggunaan bahan bakar untuk pemanasan pembangkit bisa dihemat.Cogeneration adalah teknologi untuk meningkatkan efisiensi pembangkit. Mampu mengurangi emisi terhadap lingkungan. Teknologinya bersih. Dengan demikian biaya bahan bakar yang harus dikeluarkan pembangkit yang menggunakan cogeneration bisa dihemat. Tenaga listrik dengan dengan daya 20 kW . Seperti di Inggeris telah memanfaatkan cogeneration untuk mengubah gas limbah menjadi dua macam energi : 1. akibatnya biaya produksi menjadi murah. Hal inilah yang menyebabkan efisiensi pembangkit konvensional meningkat. Cogeneration dengan bahan bakar limbah Cogeneration selain dapat beroperasi dengan bahan bakar fosil juga dapat digabungkan/dikawinkan dengan sumber energi terbarukan (gas atau padat). Dari pengolahan itu dihasilkan dua macam energi panas : 1. udara dingin dan air panas. Di Indonesia cogeneration dikembangkan oleh PLN khususnya pembangkit Jawa-Bali I (PJB I). Melalui cogeneration ini ternyata efisiensi dari bahan bakar yang digunakan pembangkit bisa mencapai 80%. 3. Cogeneration ini memanfaatkan sisa panas dari pembangkit berskala kecil untuk diubah menjadi tenaga sekunder berupa uap. Sedangkan keunggulan cogeneration adalah: 1. Sedangkan untuk limbah padat terdiri dari limbah hutan dan limbah perkotaan. Dengan demikian pada saat isu lingkungan merebak di mana masyarakat menuntut supaya pembangkit listrik mengurangi emisi pada gas perusak lingkungan sehingga mengurangi polusi. Panas yang bisa digunakan untuk kebutuhan industri 2. Dengan digunakannya cogeneration itu maka tingkat efisiensi panas yang dihasilkan permbangkit kecil meningkat menjadi 90%. Hal itu dilakukan dengan cara mengolah energi panas yang berasal dari gas buang pembangkit termal. 2. Seperti untuk gas terdiri dari biogas yang dihasilkan dari sampah pertanian dan limbah organik yang mengandung gas seperti jerami. Untuk itulah sekarang ini cogeneration sudah dikembangkan menjadi pembangkit ganda yang menggunakan bahan bakar dari energi terbarukan seperti itu. Penggunaan bahan bakarnya efisien. maka penggunaan cogenerationpun semakin meningkat sehingga cogeneration telah diterima sebagai salah satu solusi dalam upaya mengatasi pemanasan global.1 MW yang digunakan untuk hotel dan industri .

2. kertas. farmasi. kayu lapis. Dengan demikian penggunaan PLTD untuk pembangkitan sendiri lebih menguntungkan dari pada menggunakan pembangkit PLN. Industri itu menggunakan cogeneration dengan output listrik di atas 1 MW. ITS . ISTEM dan PT. Untuk itu berarti bisa ditempatkan di rumah sakit. makanan dan industri baja. generator. Energi panas yang digunakan untuk kebutuhan gedung perkantoran Dengan demikian cogeneration ini cocok untuk industri yang membutuhkan energi listrik dan panas. Hal ini jika terjadi kelebihan energi listrik maka energi itu bisa dijual ke konsumen dan sebaliknya pada saat beban puncak maka pembangkit cogeneration membutuhkan beban yang bisa diambil dari sistim interkoneksi.20 % Shaf Work 39. ACTEM ). Studi Kasus Studi perbandingan pemakaian listrik PLN/Pembangkitan sendiri di tiga perusahaan Toray Grup Tangerang (PT.15 % Panas dalam minyak pelumas 4. Di mana panas yang keluar dari mesin diesel terutama dalam bentuk gas yang dihabiskan dan energi termal yang dibawa oleh air selubung mesin. Radiasi dan kerugian lain 9. Hal ini karena pada pembangkit PLN ada biaya transmisi/distribusi sedangkan pada pembangkitan sendiri selain tidak ada biaya transmisi/distribusi kemudian ditambah lagi dengan adanya hasil sampingan yang berupa energi termal yang bisa dimanfaatkan untuk memanaskan mesin pembangkit yang biasanya menggunakan bahan bakar sehingga bisa menghemat biaya bahan bakar.20 % Mesin diesel menghasilkan/mengeluarkan gas panas dari ketel dan selubung mesin jadi produksi energi termalnya cukup tinggi sehingga energi ini bisa digunakan untuk keperluan pembangkit yang berarti bisa dihemat biaya operasi pembangkit. Unit cogeneration itu dibuat dengan teknologi canggih di mana pada key board komputernya tersedia fungsi kontrol dan monitoring. PT. Seperti industri kimia. Cogeneration skala kecil itu cocok di tempatkan pada daerah yang memerlukan panas dan listrik. Hal ini karena jumlah bahan bakar yang akan digunakan untuk memanaskan pembankit bisa ditiadakan dan kalau panasnya masih bersisa maka bisa dijual atau disimpan. sistim pembuangan unit pemanas dan unit kontrol dan unit-unit itu dibuat secara kompak. . Suatu pembangkit skala kecil yaitu dengan ukuran 1 MW terdiri dari mesin. Fungsi kontrol dimaksudkan untuk menyalakan mesin dan sinkronisasi generator sesuai dengan output yang dibutuhkan. Sedangkan yang banyak menggunakan cogeneration adalah Inggeris di mana sampai saat ini saja sudah mencapai sekitar 5% dari total kebutuhan listriknya dipasok oleh cogeneration. Sedangkan unit monitoring dimaksudkan untuk keamanan unit dan untuk mempridiksi perawatan yang diperlukan. tempat hiburan dan perumahan. kilang minyak. Cogeneration itu bisa menggunakan bahan bakar gas alam dan biogas dari limbah. Cogeneration Mesin Diesel Mesin Diesel mempunyai efisiensi termal yang relatif tinggi. Di sini juga akan membandingkan biaya suplai tenaga yang telah di keluarkan oleh pembangkit sendiri yang menggunakan Cogeneration dengan PLN. pemanas.61 % Panas dalam air selubung 13. Panas yang dikeluarkan mesin diesel semuanya bisa dimanfaatkan misalnya energi gas hanya 20% yang bisa dimanfaatkan secara ekonomis. Pada beban yang penuh mesin diesel mempunyai keseimbangan panas.84 % Panas dalam gas buang 33. Jika pembangkit cogeneration ini dihubungkan ke jaringan interkoneksi maka pembangkit itu sudah tidak menjadi kebutuhan sendiri atau telah menjadi komersial.

57 2.72 62. Perhitungan biaya produksi per bulan Tabel Penggunaan biaya pada mesin diesel sendiri Jutan Keterangan Rp/kWh Rp/bln Pemakaian solar 1778 kl a Rp 183.56 Jumlah Biaya E.63 3.Produksi uap murni hanya dengan residu memerlukan residu 1545.5 B.2 kl 44.2 kl .05 Ongkos perawatan 58.31 Bunga uang jaminan : 125.68 B.Pemakaian uap dengan residu yang dicampur gas buang diesel memerlukan residu 1308.15 Daya : 12500 kVA 40 Rp/kVA Bunga 15%/thn : Masa pakai 12 thn 2.86 50. Penggunaan Mesin Diesel Sendiri Rata-rata daya listrik terpakai perjam 8930 kW (per bulan 6537 MWh).40 2.66 75.000.57 per liter 409. Tarif tegangan tinggi I4 : 24.51 Penghematan biaya dari gas buang Diesel yang diproduksi jadi uap : .41 69. Biaya perawatan & biaya-biaya lain untuk 28.42 mesin diesel cadangan JUMLAH BIAYA YANG DIPERLUKAN 496.69 6.03 0.77 Biaya beban : 12.15/12 thn C. Biaya perawatan & asuransi : 16.42 Jumlah Biaya 454.84 Penghematan residu237 kl a Rp 188.60 2.76 71.90 4.46 8.53 (3% * 6626 juta Rp)/12 467.00*13*0.98 Dari perhitungan biaya tersebut di atas ternyata pembangkitan sendiri lebih hemat dari pada PLN.07 D.500 kVA a Rp 1970/kVA 371. Hal ini disebabkan karena pembangkitan sendiri menggunakan cogeneration dan biaya .76 Biaya pemakaian 1894*77 + 4643*48.02 56.00 Pemakaian listrik & air untuk diesel 12.94 Biaya tenaga kerja 14.23 Biaya penyusutan & Asuransi mesin 28. Perhitungan pemakaian listrik PLN (termasuk biaya tetap mesin cadangan per bulan) Juta Keterangan Rp/kWh Rp/bln A.50 1.01 6626 juta Rp/144 7.20 1.82 326. Penyusutan alat transmisi 12 thn : 46.A. Amortisasi biaya penyambungan & bunga uang jaminan : Amortisasi biaya penyambungan : 7.90 4. Pemakaian listrik di PLN (harus dilengkapi mesin cadangan) Rata-rata daya listrik terpakai per jam 8930 kW (per bulan 6537 MWh).87 Pemakain minyak plumas 13.

Di mana limbah panas yang berasal dari turbin gas bisa dimanfaatkan yaitu dengan bantuan sebuah boiler. yang dikeluarkan untuk transmisi dan distribusi relatif tidak ada. FT UGM. Sehingga bisa membangkitkan uap untuk mengontrol turbin uap. Pemilihan sistim siklus kondensasi dan sistim cogeneration berdasarkan pertimbangan ekonomis. Cogeneration Kombinasi Cogeneration ini menggunakan prinsip siklus uap kondensor di mana di dalam kondensat uap panas yang berasal dari air dingin diturunkan kemudian hal ini berakibat meningkatknya energi listrik yang dihasilkannya. Daftar Pustaka 1. Kemudian jika panas yang keluar dari pipa pembuangan turbin gas dinaikkan dan gas buang yang meninggalkan boiler digunakan untuk memanaskan kondensat yang menuju maka efisiensinya bisa meningkat sampai lebih dari 50%. Majalah Listrik Indonesia Edisi II Tahun III April 1998. Keuntungan lain dari pembangkitan sendiri adalah keandalan sistim tenaga litrik yang dapat terjamin dan kelebihan daya yang dapat dijual. New York. hal ini karena energi termal dibutuhkan pada industri untuk kebutuhan pemanasan. 1983 3. Di mana uap boiler itu digunakan untuk menggerakkan sebuah turbin uap yang pada gilirannya merupakan tenaga penggerak mula bagi sebuah generator listrik. Sedangkan pada sistim kogenerasi energi termal yang dihasilkan oleh pembangkitnya selain bisa digunakan untuk meningkatkan produksi listrik dan bisa juga digunakan untuk kebutuhan lain. Selain dari itu panas limbah dari pipa pembuangan turbin gas juga digunakan untuk memanaskan boiler yang akan menghasilkan uap untuk menggerakkan turbin uap. Dengan demikian sistim ini cocok dipakai di industri. Gambar 3 Sebuah pembangkit batu bara yang menggunakan kombinasi dari turbin uap dan turbin gas. Jakarta . Dengan demikian hasil dari sistim gas dan uap akan menghasilkan efisiensi sebesar 44%. Kompresor memasok udara terkompresi ke boiler untuk melakukan proses super canggih. Yogyakarta. Proceeding of the work shop on co-generation of electricity and proses heat United Nation. Kemudian oksigen dalam pipa pembuangan turbin gas digunakan untuk pembakaran bahan bakar primer dalam suatu sistim boiler uap hilir. Yaitu jika siklus gas dikawinkan dengan siklus uap sehingga menjadi siklus kombinasi maka akan menyebabkan terjadinya peningkatan efisiensi. 1988 2. ESCAP. Pada siklus kombinasi itu boiler PLTU dipanaskan hanya oleh gas buang PLTG. Berarti energi termal yang dihasilkan oleh pembangkit listrik akan digunakan untuk meningkatkan produksi listrik untuk itu yang tepat digunakan adalah sistim siklus kombinasi. Skripsi Deni Almanda. kemudian boiler itu menghasilkan uap yang dapat menggerakkan turbin uap. Seperti perusahaan listrik karena tidak membutuhkan energi termal. Biaya Suplai Tenaga Listrik di Indonesia. Cogeneration Memangkas biaya dan emisi.

Mitsubishi. pembangkitan listrik dihasilkan dari mekanisme kombinasi antara turbin gas. gas buang dari turbin gas kemudian mengalir ke HRSG. SFG (Siemens).Artikel Iptek Optimalisasi Pemanfaatan Batubara Melalui Proses Gasifikasi (2-Habis) Oleh Imam Budi Raharjo Tulisan ini membahas lanjutan aplikasi gasifikasi batubara.gov/programs/powersystems/gasification/howgasificationworks. yaitu: (1) modifikasi dan upgrade fasilitas sehingga teknologi pembersihan pasca pembakaran (post-combustion clean up technology) dapat diterapkan. Pilihan ketiga merupakan alternatif terbaik. biaya pemasangan peralatan pembersihan pasca pembakaran sangat besar. tapi ongkos bahan bakar yang relatif tinggi otomatis akan mempengaruhi biaya pembangkitan. dan turbin uap. Secara garis besar. HRSG (Heat Recovery Steam Generator). Pada IGCC. [Childress.fossil. gas sintetik yang dihasilkan oleh pengegas akan diproses di pendingin gas (gas cooler) dan fasilitas pembersih gas (gas clean up) terlebih dulu sebelum mengalir ke turbin gas. dimana . NGCC). Tipikal pengegas yang digunakan pada IGCC adalah tipe entrained flow. Sebagai contoh. untuk pembangkit berbahan bakar batubara serbuk (pulverized coal) yang saat ini mendominasi. 2000] Gambar 4. meskipun emisi yang rendah dapat dicapai.html) Pada pilihan pertama di atas. Untuk pilihan kedua yaitu mekanisme NGCC. Konsep Sistem Gasifikasi (Sumber: www. FGD) dapat mencapai 20% dari total biaya pembangunannya. biaya pemasangan unit desulfurisasi (Flue Gas Desulfurization. Chevron-Texaco (GE Energy).energy. Pembangkit listrik yang memanfaatkan gas sintetik hasil gasifikasi batubara disebut dengan IGCC (Integrated Gasification Combined Cycle). Setelah melewati siklus Brayton. seperti E-Gas (Conoco Phillips). Ada 3 pilihan yang dapat dilakukan untuk itu. Pembangkit listrik (Coal to Power) Standar mutu lingkungan yang semakin ketat tentunya akan memaksa fasilitas pembangkit listrik yang telah terpasang untuk dapat mengakomodasi peraturan tersebut. dan Shell. dan (3) modifikasi sistem pembangkitan dengan memanfaatkan mekanisme gasifikasi batubara untuk menghasilkan pembangkitan kombinasi. (2) modifikasi sistem pembangkitan berbahan bakar batubara menjadi pembangkitan kombinasi berbahan bakar gas alam (Natural Gas Combined Cycle. dimana pembangkitan kombinasi tersebut mampu menghasilkan emisi yang sangat rendah dengan mengoptimalkan fasilitas pembangkit yang ada serta menggunakan bahan bakar berbiaya rendah yaitu batubara. 2.

2005]. Uap air raksa dibersihkan dengan melewatkan gas sintetik tekanan tinggi ke lapisan karbon aktif. Fasilitas ini beroperasi sejak tahun 1983. unsur lain yang tidak ramah lingkungan yang dihasilkan dari gasifikasi seperti HCN. NH3. Dengan upaya demikian serta makin menguatnya isu lingkungan. Dan pada tahun 2010. Adapun abu akan meleleh selama proses gasifikasi. memanfaatkan gasifikasi batubara untuk memproduksi bahan baku industri kimia yaitu asam asetat. Industri kimia (Coal to Chemical) Gas sintetik hasil gasifikasi batubara juga dapat digunakan sebagai bahan baku industri kimia. H2S. Pada proses pembersihan gas. Belanda. biaya pembangkitan pada IGCC diharapkan akan semakin kompetitif terhadap biaya pembangkitan pada pembangkit pulverized coal (PC) yang saat ini mendominasi yang ongkos pembangkitannya cenderung meningkat untuk mengakomodasi baku mutu lingkungan. tidaklah mengherankan apabila efisiensi netto pembangkitan pada IGCC lebih unggul dibandingkan dengan efisiensi pada sistem pembangkitan konvensional (pulverized coal) yang saat ini mendominasi. 2005].[Arai. DME (Dimethyl Ether). 1998]. tapi sejak tahun 1991 kapasitasnya ditingkatkan hingga mampu memenuhi seluruh kebutuhan asam asetat untuk produksi hilir. Secara garis besar. AS. 2006]. disamping unit pembangkitan. berkapasitas 253MWe. dan unit penggas itu sendiri. ASU) yang berfungsi menyuplai oksigen ke penggas. panas buangan yang dihasilkan dari proses pendinginan gas juga dialirkan ke HRSG pula. senyawa klorida dan logam berat mudah menguap yang bisa dibilang nol. 3. uap air raksa. yang kemudian diubah menjadi padatan (glassy slag) yang stabil. menggunakan penggas Texaco. Pembangkit ini menghasilkan efisiensi netto sebesar 43% (Low Heating Value). serta air limbah yang bisa diresirkulasi kembali sehingga tidak ada buangan air limbah ke lingkungan.[Chhoa. kapasitasnya hanya mampu memenuhi separoh dari kebutuhan asam asetat yang diperlukan. dan char dibersihkan. dan lain-lain.[Phillips. [van der Burgt.panas dari gas tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan uap air. Selain dari turbin gas. Tennessee. turbin uap. metanol. Karena pada PLTU maupun IGCC dikenal dengan istilah scale merit. diantaranya untuk pembuatan ammonia. satu-satunya cara adalah dengan meningkatkan performa pengegas dan membangun sistem (building block) gasifikasi yang efisien. pembangkit ini pada awalnya merupakan demonstration plant yang dikenal dengan proyek Demkolec. Salah satu laporan menyebutkan bahwa IGCC komersial akan bernilai ekonomis pada kapasitas pembangkitan minimal 550 MWe. 2006]. tidak mungkin untuk ditekan lagi. Emisi NOx yang dihasilkan sangat rendah yaitu kurang dari 10 ppm. Untuk menekan biaya pembangkitan pada IGCC. paraffin. olefin. pupuk. tapi masalah utama saat ini adalah biaya pembangkitannya yang masih tinggi. Uap air dari HRSG inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin uap melalui mekanisme siklus Rankine. Meskipun saat ini beroperasi secara komersial. Contoh pembangkit ini adalah Nuon IGCC yang terletak di Buggenum. maka semakin besar unit otomatis biaya pembangkitan juga semakin rendah. HRSG) dan unit ASU merupakan teknologi yang sudah mapan dan terbukti sehingga dari segi ongkos. IGCC juga tersusun dari unit pemisah udara (Air Separation Unit. H2S dan COS dapat diproses dengan mudah dan diubah menjadi sulfur padat atau asam sulfat yang merupakan produk sampingan. Material ini dapat digunakan untuk campuran bahan pada pekerjaan konstruksi. dengan performansi baku mutu lingkungan yang sangat bagus. yaitu sekitar US$1200/kW. tingkat emisi flyash. Meskipun IGCC memiliki berbagai kelebihan. Pada awalnya.[Trapp. sedangkan NH3 dapat dibersihkan dengan menggunakan air. COS. kemudian efisiensi pengambilan sulfur di atas 99%. Perusahaan ini . di Amerika diharapkan biaya pembangkitan IGCC akan menyamai ongkos pembangkitan pada PC. Dengan kombinasi 2 siklus ini. Eastman Chemical di Kingsport. Unit pembangkitan (turbin gas.

3 unit telah telah beroperasi untuk memproduksi metanol dan ammonia. maupun membuat bahan bakar sintetis sekaligus. serat sintetis. Dari paparan di atas dapat pula disimpulkan bahwa batubara memiliki kekuatan yang besar untuk menarik roda perekonomian suatu bangsa melalui teknologi gasifikasi. Eastman Gasification Services Company) Memperhatikan nilai tambah (added value) batubara melalui teknologi gasifikasi dan efek ekonomis yang ditimbulkannya. dengan omzet sekitar US$5 miliar per tahun.mengkonsumsi batubara sebanyak 1300 ton per hari untuk gasifikasi. serta plastik. Selain Shell. Trap.[Lowe. maka gasifikasi batubara memberikan harapan yang besar bagi pemanfaatan batubara secara optimal di masa mendatang. serta penyebaran cadangan yang relatif merata di seluruh dunia. Mekanisme ini disebut dengan polygeneration (polygen) atau co-generation (co-gen). Penutup Dengan harga yang relatif murah dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya. Sampai dengan Oktober 2006. dimana hampir 70%nya untuk keperluan industri pupuk dan sisanya untuk produksi metanol. [Chhoa. 2006]. Pembangunannya sendiri dimulai tahun 2003 dan direncanakan beroperasi pada akhir 2006. Apabila selama ini pemanfaatan batubara terkesan terbatas untuk pembangkit listrik saja. Di Cina yang memiliki cadangan batubara melimpah. Shell juga menangani sekitar 12 proyek gasifikasi batubara lainnya di Cina. 2001]. dkk. GE Energy juga menyediakan teknologi gasifikasi batubara di Cina. Polygeneration (Sumber: B. Batubara sesungguhnya merupakan sumber daya strategis untuk . dan memproduksi lebih dari 400 jenis bahan kimia. kemudian ketersediaannya yang melimpah. misalnya untuk pembangkit listrik. Gasifikasi batubara tidak semata hanya dapat digunakan untuk satu tujuan saja. 2005]. Gambar 5. dari 7 proyek yang direncanakan. [Trapp. batubara merupakan sumber energi primer yang menjanjikan. Sebagai contoh. tapi dapat pula dirancang untuk tujuan yang lain secara bersamaan. memproduksi bahan baku industri kimia. Shell melalui kerjasama joint venture dengan Sinopec membangun pabrik pupuk menggunakan mekanisme gasifikasi batubara berkapasitas 2000 ton per hari di Yueyang. dapat dipahami bahwa batubara sesungguhnya lebih dari sekedar komoditas dagang belaka. propinsi Hunan. serta hidrogen untuk keperluan pencairan batubara secara langsung. Selain itu. fasilitas gasifikasi dapat didesain untuk menghasilkan listrik.

Gasification Technologies Conference. Dari laporan WCI pula. 5.menjamin kemandirian energi dan industri suatu bangsa di masa mendatang. Gasification Process Selection .. 7. volume ekspor batubara Cina justru menurun menjadi 86 juta ton (4. Sasol Coal-to Liquids Developments. volume impor justru naik dari 10... Chhoa. sekarang menjadi importir murni sejak tahun 2004. E. 3. Lowe. dengan volume ekspor sebesar 90.. San Francisco.. JCOAL Journal Vol. Trapp. A New Technology for Fast Pyrolysis of Biomass: Development of the PyRos Reactor. Brem.36 juta ton pada tahun 2004. Arai.1 juta ton (6. When Does It Make Sense?. Coal Gasification.3% total produksi) pada tahun 2003. Di tahun berikutnya. Holt. tapi penulis melihat bahwa tahun tersebut merupakan titik balik penting yang merefleksikan kebijakan energi pemerintah Cina yang perlu dijadikan pelajaran. Hal inilah yang mengakibatkan penurunan ekspor dan meningkatnya volume impor batubara. Cina memproduksi batubara sebanyak 1. Oxford. Y. N. Gasification Technologies Conference. dkk. 13. Penulis akan mencoba membandingkan kondisi perbatubaraan di Cina dan Indonesia terkait hal ini. Power-Gen International. Belanda. M. pemerintah Cina juga meluncurkan proyek ・proyek pembangunan pabrik pupuk. San Francisco. Washington DC.Trade-offs & Ironies. 2005. Shell Gasification Business in Action. Gasification Technologies Conference. Gasification.. meskipun terjadi kenaikan produksi. Sangat disayangkan pula. van der Burgt... Pamflet Laboratorium Rekayasa Termal. 11. 3. 2005.Building on Past Success. Eastman & Gasification: The Next Step . Disamping itu. January 2006. van de Venter.. 2005.502 milyar ton dengan ekspor sebesar 95. Beikoku no Sekitan Gasuka Jigyouka Doukou ni tsuite.29 juta ton pada tahun 2003 menjadi 18.1 juta ton. dan batubara merupakan pilihan utama.. Bersamaan dengan penurunan ekspor. Gasification Technologies Conference. G. 2006. 2000. 10.1 juta ton (75% total produksi). pemerintah nampaknya menganggap bahwa batubara tidak lebih dari komoditas ekspor belaka seperti halnya minyak dulu. Bramer. 9. Gulf Professional Publishing. Higman.. dkk. Fakultas Teknik. dengan peningkatan ekspor mencapai 107 juta ton (83% total produksi). Universitas Twente. 2006..gov/ 8. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi akhirnya memaksa pemerintah Cina untuk memikirkan keamanan energi dalam negeri. B. 1998.energy. 6. 4. Childress. 2001. Washington DC. 17th EPRI Conference on Gas-Fired Power Plants. EA. Meskipun data yang diambil hanya pada tahun 2003 dan 2004 saja. Kemudian pada tahun 2004 terjadi peningkatan produksi sehingga total produksi batubara Indonesia menjadi 129 juta ton.. J. dkk. B. Menariknya. Las Vegas. dan industri petrokimia lainnya sampai tahun 2020 untuk mendongkrak perekonomian mereka melalui mekanisme gasifikasi batubara. dimana Indonesia yang dulunya eksportir minyak. Berdasarkan laporan World Coal Institute (WCI).4% total produksi). San Francisco. San Francisco.fossil. M. 2006. San Francisco. produksi batubara Indonesia pada tahun 2003 mencapai 120. Trapp. Gasification Technologies Conference. E. J. 2. 12. Gasification Technologies Conference. metanol. GE Energy Gasification Business Overview. 2004. . 2003. Referensi 1. Sungguh ironis bahwa pemerintah tidak mau belajar dari pengalaman. van der Burgt. How to Reduce Capital Cost of IGCC Power Stations. EPRI. terjadi peningkatan produksi sekitar 450 juta ton sehingga total produksi menjadi 1. http://www. C.956 milyar ton. Phillips. T. Repowering Conventional Coal Plants with Texaco Gasification: The Environmental & Economic Solution.. Coal Gasification.

atau heat exchanger type condenser. sehingga menciptakan kehampaan sementara yang dapat memaksimalkan pembangkit listrik yang digerakkan oleh turbin-generator. Cairan yang sudah dingin tersebut kemudian diinjeksikan lagi ke dalam reservoir. Binary Cycle plant secara tipikal bervariasi antara 500 KW hingga 10 MW. uap. Umumnya efisiensi binary cycle type plants mencapai 7 sampai 12 persen tergantung dari temperatur primer cairan yang ingin dikondensasikan. sistem pendingin yang digunakan dalam teknologi gabungan ini bisa menghasilkan panas yang bisa digunakan lagi untuk memproduksi listrik. disalurkan melalui heat exchanger. air merupakan salah satu medium yang masih digunakan hingga saat ini. Temperatur dari sumber ini merupakan penentu utama dari teknologi yang digunakan untuk mengekstrak panas geothermal. Bentuk yang dihasilkan pun bisa beragam. Dengan memadukan kedua teknologi ini. Pada umumnya. Cairan dalam binary plant kemudian didaur ulang ke dalam heat exchanger. Uap yang meninggalkan turbin dikondensasikan. Hasil keluaran dari air yang sudah didinginkan ini dinamakan blow down sering dibuang ke dalam sumur injeksi yang dangkal. Cairan yang berasal dari reservoir. Binary Cycle Power Plants Dalam reservoirs. Untuk mendapatkan panas geothermal dari bumi tersebut. di mana temperatur umumnya kurang dari 220 derajat Celsius (430 Farenheit) binary cycle plants umumnya digunakan. Karena umumnya cairan yang disalurkan bersifat organik. Flash Steam Power Plant Tipe ini merupakan yang paling umum digunakan dalam pembangkit listrik yang menggunakan geothermal. Umumnya uap panas tersebut dikondensasikan dengan cara direct contact condenser. baik berupa air. untuk menggantikan condenser-cooling tower. mencari sumber mata air merupakan hal yang penting untuk dilakukan dalam melakukan eksplorasi. Secara garis besar sumber geothermal memiliki temperatur dari 50 derajat hingga 350 derajat Celsius. Combined Cycle (Flash and Binary) Combined Cycle Power Plants Pembangkit semacam ini merupakan kombinasi dari teknologi turbin uap yang konvensional dengan teknologi binary cycle. Proses dan Pengembangan Teknologi Geothermal Sumber geothermal memiliki panas yang berbeda dari satu daerah dengan daerah lainnya. untuk mendapatkan dan memanfaatkan panas tersebut diperlukan metode yang berbeda-beda. maupun campuran keduanya. Uap yang sudah terkondensasi tersebut menjadi bagian dari sirkuit air yang sudah didinginkan tersebut. Kemudian uap yang sudah terkumpul tersebut digunakan untuk menggerakkan turbin uap. Sebagai sebuah alternatif. Hanya kini sedang dikembangkan teknologi yang bisa menyerap energi geothermal tersebut tanpa menggunakan air sebagai mediumnya. cairan ini dikondensasikan dalam bentuk yang sama dengan uap yang sudah dijelaskan di atas. Sementara itu teknologi binary cycle berguna untuk memisahkan air dari uap yang bertemperatur sangat rendah. sementara sebagian lagi menguap dan bergabung dengan atmosfer melalui cooling tower. Dalam direct contact condenser air yang sudah didinginkan disemprotkan sehingga bercampur dengan uap panas. Uap yang telah dipisahkan dari air disalurkan ke pipa menuju rumah pembangkit. Di bawah ini merupakan deskripsi singkat dari masing-masing teknologi yang umumnya dipakai untuk mengalihkan sumber energi yang bertemperatur tinggi menjadi listrik. dari uap sampai berupa cairan. Sebagai tambahan. . direct contact condensers shell dan tube type condensers kadang digunakan. Akibatnya. efisiensi penggunaan peralatan bisa dilakukan karena pada dasarnya turbin uap konvensional jauh lebih efisien dalam membangkitkan listrik dari uap yang bertemperatur tinggi.

dan Selandia Baru. ekonomizer dan tungku tekanan. Terlepas dari penggunaan langsung maupun sebagai pembangkit listrik. Bila dayanya ditingkatkan dari 100 . Filipina. Beberapa teknologi bisa dimanfaatkan untuk mencegah terjadinya kerusakan-kerusakan tersebut. boiler masih menggunakan pipa biasa dan pendingin generator dilakukan dengan udara. Terkadang cairan geothermal mengandung sejumlah gas. mengingat uap yang dihasilkan geothermal mengandung bahan-bahan kimia. temperatur yang rendah menandakan bahwa energi yang dihasilkan relatif rendah. pemanfaatan geothermal umumnya memiliki beberapa implikasi. Meningkatkan Efisiensi PLTU Batu Bara Deni Almanda (Elektro FT UMJ ) PLTU yang pertama kali beroperasi di Indonesia yaitu pada tahun 1962 dengan kapasitas 25 MW. suhu 500 derajat C. Kemajuan pada PLTU yang pertama adalah boiler sudah dilengkapi pipa dinding dan pendingin generator dilakukan dengan hidrogen. Untuk itu dalam proyek pemanfaatan geothermal ini diperlukan perencanaan yang matang. Umumnya penggunaan geothermal secara langsung dilakukan bila sumber geothermal memiliki temperatur yang lebih rendah. Karena geothermal tidak bisa dipindah-pindahkan (kecuali perpindahan secara jarak dekat melalui pipa).Sejumlah pembangkit seperti ini telah didirikan di Amerika Serikat. Kemudian turbinnya bisa melakukan pemanasan ulang dan arus ganda dan pendingin generatornya masih menggunakan hidrogen. maka boilernya harus dilengkapi super hiter. Pada berbagai sumber. Umumnya pembangkit model ini berukuran antara 10 hingga lebih dari 100 MWe. seperti hidrogen sulfida yang bisa berbahaya. sebenarnya geothermal bisa juga digunakan secara langsung (direct use). Penggunaan Langsung Selain berbagai teknologi yang digunakan dalam pembangkit bertenaga geothermal. . kurang dari 150 derajat Celsius. Hanya saja untuk kapasitas 200 MW uap yang dihasilkan mempunyai tekanan 131.5 Kg/cm2 dan suhu 540 derajat C dan bahan bakarnya masih menggunakan minyak bumi. sehingga peralatan yang digunakan tidak mudah rusak. setiap pengaplikasiannya harus kurang lebih sejauh 10 km dari sumbernya. tekanan 65 Kg/cm2. namun kapasitasnya masih 25 MW.200 MW. Hanya untuk pengaplikasiannya diperlukan juga pengolahan terlebih dulu. Teknologi direct use ini dalam artian geothermal digunakan secara langsung tanpa perlu disalurkan dulu ke dalam bentuk pembangkit listrik. khususnya disebabkan listrik tambahan yang dihasilkan karena menggunakan panas yang ada di dalam brine. Efisiensi dari pembangkit semacam ini sangat jauh bila dibandingkan dengan pembangkit konvensional. Teknologi yang digunakan untuk memanfaatkan geothermal semacam ini adalah pengaplikasian langsung.

Hal inilah yang . Karena butir batu bara relatif mempunyai ukuran yang sama dan dengan jarak yang berdekatan akibatnya lapisan mengambang itu menjadi penghantar panas yang baik. Keunggulan pembankit ini adalah bahan bakarnya lebih murah harganya dari minyak dan cadangannya tersedia dalam jumlah besar serta tersebar di seluruh Indonesia.2 juta ton dengan energi listrik yang dihasilkan mencapai 104 Twh. artinya bila nilai panas tetap maka harga akan turun 1 persen pertahun. tahun 2008/09 mencapai 24. Pembakaran bisa terjadi dengan bantuan udara dari dasar yang ditiupkan ke atas dan kecepatan tiup udara diatur sedemikian rupa. Sedang bila batu bara yang dipakai mutunya rendah maka akan banyak menghasilkan unsur berbahaya seperti Sulfur. Pada tahun 2003 kapasitasnya diperkirakan sekitar 12. akibatnya daya guna menjadi rendah. Apalagi bila pembakarannya tidak sempurna maka akan dihasilkan pula unsur beracun seperti CO.Ketika kapasitas PLTU sudah mencapai 400 MW maka bahan bakarnya sudah tidak menggunakan minyak bumi lagi melainkan batu bara. Nitrogen dan Sodium. Kemudian PLTU Bukit Asam dengan kapasitas 2 x 65 MW pada tahun 1987. Harga batu bara itu sendiri ditentukan oleh nilai panasnya (Kcal/Kg). jadi pada pembangkit harus dilengkapi alat penghisap SOx. Sistim Kerja PLTU Batu bara Sistim pembakaran batu bara bersih Adapun prinsip kerja PLTU itu adalah batu bara yang akan digunakan/dipakai dibakar di dalam boiler secara bertingkat. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh laju pembakaran yang rendah dan tanpa mengurangi suhu yang diperlukan sehingga diperoleh pembentukan NOx yang rendah. Batu bara yang dipakai secara garis besar dibagi menjadi dua bagian yaitu batu bara berkualitas tinggi dan batu bara berkualitas rendah. sehingga tidak begitu mencemari lingkungan. Dan pada tahun 1993-an beroperasi pula PLTU Paiton 1 dan 2 masing- masing dengan kapasitas 400 MW. Bila ke dalam tungku boiler dimasukkan kapur (Ca) dan dari dasar tungku yang bersuhu 750 .100 MW (37 persen ). Sedang nilai panas ditentukan oleh kandungan zat SOx yaitu suatu zat yang beracun. Kemudian PLTU Suryalaya akan dikembangkan dari unit 5 . Hal inilah yang menyebabkan biaya PLTU Batu bara lebih tinggi sampai 20 persen dari pada PLTU minyak bumi. Bila batu bara yang digunakan rendah kandungan SOx-nya maka pembangkit tidak perlu dilengkapi oleh alat penghisap SOx dengan demikian harga PLTU batu bara bisa lebih murah.7 dengan kapasitas 600 MW/unit. Bila batu bara yang dipakai kualitasnya baik maka akan sedikit sekali menghasilkan unsur berbahaya.130 MW (16 persen dari total daya terpasang). PLTU batu bara pada tahun 1994 kapasitasnya sudah mencapai 2.3 Twh dibutuhkan batu bara sebanyak 7. Sementara itu pemakaian batu bara pada tahun 1995 tercatat bahwa untuk menghasilkan energi listrik sebsar 17. dengan demikian sistim pembakaran ini bisa mengurangi polutan.5 juta ton. Karena proses pembakaran suhunya rendah sehingga NOx yang dihasilkan kadarnya menjadi rendah. Selain mengambang butir batu bara itu juga bergerak berarti hal ini menandakan terjadinya sirkulasi udara yang akan memberikan efek yang baik sehingga butir itu habis terbakar. di mana dasar wadah itu berbentuk rangka panggangan yang berlubang. kemudian dimasukkan ke wadah (boiler) dengan cara disemprot.000 MW. PLTU batu bara di Indonesia yang pertama kali dibangun adalah di Suryalaya pada tahun1984 dengan kapasitas terpasang 4 x 400 MW.950 ¼C dimasukkan udara akibatnya terbentuk lapisan mengambang yang membakar. Batu bara sebelum dibakar digiling hingga menyerupai butir-butir beras. Pada lapisan itu terjadi reaksi kimia yang menyebabkan sulfur terikat dengan kapur sehingga dihasilkan CaSO4 yang berupa debu sehingga mudah jatuh bersama abu sisa pembakaran. Dan pada tahun 2005 pemakaian batu bara diperkirakan mencapai 45. Banyaknya pemakaian batu bara tentunya akan menentukan besarnya biaya pembangunan PLTU. akibatnya butir bata bara agak terangkat sedikit tanpa terbawa sehingga terbentuklah lapisan butir-butir batu bara yang mengambang.570 MW (48 persen ) dan pada tahun 2020 sekitar 46.

Boilernya menggunakan sirkulasi alam dan menghasilkan uap dengan tekanan 196. Bila daya generator meningkat maka kecepatannya meningkat pula dan bila kecepatan kritikan dilalui maka perlu dilakukan pengendalian poros generator supaya tidak terjadi getaran.000 kali star-stop. Untuk itu konstruksi rotor dan stator serta mutu instalasi perlu ditingkatkan. sehingga mengakibatkan kondensor menjadi panas.TR . Dengan demikian pembangkit ini mempunyai susunan sebagai berikut : Boiler . Berarti selama setahun dilakukan 250 x star-stop maka umur pembangkit bisa mencapai 40 tahun. Pemanasan Ulang Hal ini bisa dilakukan dengan membagi turbin menjadi dua bagian yaitu bagian tekanan tinggi (TT) dan bagian tekanan rendah (TR) yang berada pada satu poros. Cara kerjanya : Uap dari boiler dimasukan/dialirkan ke bagian TT. Karena air pendingin itu biasanya terdiri dari air yang berasal dari uap turbin dan air berasal dari laut dan sungai. Jadi bila suhu itu rendah. tapi harus dalam jumlah besar. Sedang uap yang sudah dipakai kemudian didinginkan dalam kondensor sehingga dihasilkan air yang dialirkan ke dalam boiler. setela h uap itu dipakai dialirkan kembali ke boiler untuk pemanasan ulang. Generator biasanya berukuran besar dengan jumlah lebih dari satu unit dan dioperasikan secara berlainan. Proses terjadinya energi listrik Pembakaran batu bara ini akan menghasilkan uap dan gas buang yang panas. Peningkatan daya guna bisa dilakukan dengan pemanasan ulang dan pembakaran batu bara yang kurang bermutu. Biasanya tekanan kondensor berhubungan langsung atau berbanding lurus dengan besarnya suhu air pendingin yang berasal dari uap pada kondensor.menyebabkan terjadinya pengurangan emisi sampai 98 persen dan abu CaSO4-nya bisa dimanfaatkan. maka tahanannya juga rendah dan pada suhu terendah akan dihasilkan/terjadi tekanan jenuh. PLTU ini dilengkapi dengan presipitator elektro static yaitu suatu alat untuk mengendalikan partikel yang akan keluar cerobong dan alat pengolahan abu batu bara. Sedangkan generator ukuran menengah didisain berdasarkan asumsi bahwa selama masa manfaatnya akan terjadi 10. Efisiensi Bila pada PLTU batu bara tekanan kondensornya turun.9 kg/cm2 dan suhu 554¼C. maka daya gunanya meningkat. Sedangkan uap dialiri ke turbin yang akan menyebabkan turbin bergerak. Gas buang itu berfungsi juga untuk memanaskan pipa boiler yang berada di atas lapisan mengambang.Generator. Gas buang selanjutnya dialiri ke pembersih yang di dalamnya terdapat alat pengendap abu setelah gas itu bersih lalu dibuang ke udara melalui cerobong. Pada waktu PLTU batubara beroperasi suhu pada kondensor naiknya begitu cepat. tapi karena poros turbin digandeng/dikopel dengan poros generator akibatnya gerakan turbin itu akan menyebabkan pula gerakan generator sehingga dihasilkan energi listrik.TT . Akibatnya suhu terendah besarnya sesuai dengan air yang digunakan sehingga tekanan jenuh sulit diperoleh. Sedang untuk mendinginkan kondensor bisa digunakan air. Keuntungan sistim pembakaran ini adalah bisa menggunakan batu bara bermutu rendah dengan kadar belerang yang tinggi dan batu bara seperti ini banyak terdapat di Indonesia. Uap itu kemudian dialiri ke kondensor sehingga berubah menjadi air dan dengan bantuan pompa air itu dialiri ke boiler sebagai air pengisi. hal inilah yang menyebabkan PLTU dibangun dekat dengan sumber air yang banyak seperti di tepi sungai atau tepi pantai. Kemudian uap dari boiler itu dialirkan lagi ke turbin TR untuk .

Zuhal. Majalah Patra Propen-Pertamina. peralatan untuk mengeluarkan sulfur dari gas buang dan peralatan untuk mencegah berbagai partikel keluar dari cerobong. Daftar Pustaka Energi. Hal ini karena dengan sudu-sudu yang panjang berarti rugi-ruginya akan berkurang. Em = Ek + Eb Em : Energi yang terdapat dalam bahan bakar pada boiler Ek : Energi efektif pada poros turbin Eb : energi yang terbuang melalui kondensor Sedangkan efisiensinya bisa dihitung dengan rumus : n = Ek / Em = (Em . Dari sini bisa disimpulkan bila turbin dibagi menjadi tiga bagian yaitu TT. Menekan kerusakan lingkungan PLTU Batu bara. 1995. Pembakaran Lapis Mengambang Bertekanan Grafik : Perkembangan suhu dan tekanan PLTU. Dengan demikian jumlah energi yang bisa dimanfaatkan menjadi besar akibatnya daya guna atau efiseinsi menjadi besar pula. Agustus 2000. Meningkatnya suhu (hingga mencapai 560 ¼C) dan tekanan (hingga mancapai 250 kg/cm2) uap tentunya menyebabkan pertumbuhan PLTU menjadi lebih pesat. Ketenagalistrikan Indonesia. Secra eksplisit pernyataan tentang “gemah ripah loh jinawi” sampai “tongkat kayu jadi tanaman” sedikitpun tidak membuat ktia sadar bahwa disekeliling kita merupakan sumber daya energi yang sangat melimpah.Pers. Gambar : Skema PLTU. Selain dari itu turbin gas juga menghasilkan gas buang yang cukup panas yang bisa digunakan untuk memanaskan air yang keluar dari kondensor turbin uap yang selanjutnya dimasukkan ke boiler sedang gas yang sudah dingin di buang ke udara melalui cerobong. Deni Almanda. Jakarta. Sumber : Elektro Indonesia VI/35 (Februari 2001) BIOMASSA Permasalahan energi listik yang melanda bangsa kita sehusnya tidak pernah terjadi apabila sejak lama kita tanggap terhadap kekayaan sumber daya biomassa di negara kita. UI. . Peningkatan efisiensi pada PLTU bisa juga dilakukan dengan cara menambah panjang sudu. April 1995. TM. hal ini biasanya digunakan pada mesin dengan ukuran besar. Abdul Kadir. Jakarta. Dengan meningkatnya daya berarti desain boiler juga harus diperbaiki yaitu dilengkapi dengan peralatan pengendalian NOx. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya efisiensi dan keandalan. Ganeca Prima.Ek)/Em PLTU dengan proses pemanasan ulang.dipakai sebagai penggerak generator. Jakarta. PT. maka batu bara yang bermutu rendah bisa dimanfaatkan untuk menjadi energi listrik yang ramah lingkungan. Dengan menggunakan pembakaran lapisan mengambang bertekanan. Pembakaran Lapisan Mengambang Bertekanan Proses pembakarannya menggunakan udara bertekanan atau dikompres berarti perpindahan panasnya meningkat akibatnya suhu uap dan gas buang juga meningkat. Gas buang yang panas ini setelah dibersihkan bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin gas yang digandeng dengan generator sehingga dihasilkan energi listrik. Jadi energi listrik pada proses pembakaran ini dihasilkan oleh uap dan gas buang. dan TR maka energi yang diperoleh juga besar. hal inilah yang menyebabkan efisiensi pada pembakaran seperti ini meningkat.

landfill gas. Sedangkan Syngas dapat menghasilkan energi listrik melalui turbin gas. Pembakaran langsung biomassa kedalam ruang bakar kadang di pandang tidak efisien. 3. bekas gergajian. sehingga setiap putaran generator akan menghasilkan energi listrik. Pembakaran Langsung Pada dasarnya fenomena pembakaran langsung biomassa menjadi panas telah di lakukan oleh nenek moyang kita sejak jutan tahun yang lampau. gasifikasi. Proses pembriketan sering terjadi pada limbah biomassa seperti jerami. Ketel uap akan menghasilkan uap panas dan kerja selanjutnya adalah seperti pada keterangan di atas. Seperti diterangkan diatas tentang pembakran langsung. co-firing. Berbagai teknologi konversi biomassa menjadi energi listik dapat diterapkan untuk memecahkan masalah krisis listik ini. anaerobic digestion. dan sistem modular. Ukuran yang lebih padat dengan peningkatan density menjadikan briket lebih efisien seingga meningkatkan nilai kalor per unit volume. Dengan cara ini dapat dihasilkan produk minyak pirolisis yang hingga 75 % lebih tinggi dibandingkan dengan pirolisis konvensional. ketela dan limbah jarak pagar yang yang sangat menarik untuk dikaji. Hasil gerakan dapat di hubungkan pada generator untuk mengasilkan listrik. 2. arang dan gas sintetik atau syngas. Dengan membakar kayu. arang dapat dipergunakan sebagai pembakaran pada proses pembakaran lansung melalui ataupun tanpa melului proses densifikasi.Biomassa seperti yang kita ketahui merupakan sumber energi terbaharukan yang memiliki kandungan energi luar biasa. Co-firing Co-firing merupakan proses pembakaran langsung dengan mengkombinasikan bahan bakar antara batubara dengan biomassa untuk menghasilkan energy. Manfaat yang diperoleh adalah meningkatkan energi per unit volume disamping menyeragamkan ukuran biomassa yang akan masuk dalam ruang bakar. atau berbagai cangkang biomassa seperti cangkang kopi. Dengan menggunakan peralatan modern proses pirolis telah mencapai tahap yang sangat menggembisakan yaitu apa yang di kenal dengan pirolisis cepat atau fast pirolisis yaitu suatu proses pirolisis dengan meningkatkan kecepatan kenaikan suhu. telah banyak teknologi yang lebih efisien untuk menghasilkan panas melalui biomassa. membakar maupun menghangatkan tubuh. Masing masing produk pirolisis merupakan bahan bakar yang dapat di konversi menjadi listrik melalui berbagai cara yang berbeda. Minyak dapat dipergunakan sebagai bahan bakar untuk menghasilkn energi listrik melalui mesin pembakaran dalam atau internal combustioan engine seperti motor bensin maupun motor diesel. pirolisis. Diantara teknologi konversi tersebut adalah pembakaran langsung. Listrik yang dihasilkan dipergukan untuk memperoduksi gula itu sendiri sehingga system ini merupakan siklus yang memanfaatkan limbah biomassa menjadi energi listrik. Sebagai langkah untuk meng-efisienkan proses pembakaran langsung maka proses densifikasi atau biasa dikenal briket perlu dilakukan. Produk yng dihasilkn dari pirolisis adalah minyak. Cara ini dilakukan untuk menurunkan emisi . Teknologi diatas akan di jabarkan dalam tulisan dibawah ini. Dizaman yang telah maju ini. Metode pembakaran langsung limbah biomassa diterapkan pada pabrik gula menggunakan ampas tebu yang merupakan limbah hasil proses produksi gula. coklat maupun kemiri serta jagung. Awalnya biomassa dibakar dalam ruang bakar untuk memanaskan boiler atau ketel uap. Pirolisis Pirolisis merupakan suatu proses pembakaran biomassa tanpa melibatkan oksigen pada temperatur tinggi. 1. Hal ini disebabkan ukuran atau volume biomassa. Proses pirolisis cepat telah diadopsi oleh Teknologi biomassa eropa yang telah memproduksi 50 ton minyak pirolisis (setara 314 barel minyak) dengan material kayu sebanyak 250 ton / hari. dedaunan dipergunakan untuk memasak. Bebagai plant atau pabrik banyak mengadopsi mekanisme pembakaran langsung ini untuk menghasilkan uap. Uap panas akan dialirkan dalam turbin yang dihubungkan dengan generator. Char atau arang merupkan sisa pirolis yang dapat dipergunakan sebagai bahan bakar padat.

kombinasi antara batubara dengan biomassa. senyawa ini lebih beracun. dan polusi ozon. Perkembangan proses Anaerobik digestion telah berhasil pada banyak aplikasi. bila biogas mengandung senyawa ini maka akan menyebabkan gas yang berbahaya sehingga konsentrasi yang di ijinkan maksimal 5 ppm. protein. Aplikasi anaerobik digestion telah berhasil pada pengolahan limbah industri. karbohidrat menjadi senyawa yang sederhana. sehingga gas dapat digunakan untuk bahan bakar kendaraan. Gasifikasi Gasifikasi adalah suatu proses konversi untuk merubah material baik cair maupun padat menjadi bahan bakar gas dengan menggunakan temperatur tinggi. seperti penelitian yang dilakukan oleh National Energy Laboratory (NREL) menunjukan bahwa kombinasi ini dapat meningkatkan efisiensi turbin hingga 33 % . Selain menurunkan emisi. Proses gasifikasi menghasilkan produk bahan bakar cair yang bersih dan efisien daripada pembkaran secara langsung. efisien. methanosarcina. Melalui proses Fische-Tropsch gas hasil gasifikasi dapat di ekstak menjadi metanol. 5. Hidrolisis yaitu penguraian senyawa kompleks atau senyawa rantai panjang seperti lemak. Gas hasil dapat di bakar secara langsung pada internal combustion engine atau eaktor pembakaran. methano bacterium. limbah pertanian limbah peternakan dan municipal solid waste (MSW). 4. Pada saat yang sama akan membentuk Sulphur acid (H2SO3) suatu senyawa yang lebih korosif.yang dikeluarkan oleh batubara sehinga menurunkan dampak pemanasan global yang sedang marak di perdebatkan.37%. Sepatutnya sebagai negara yang memiliki luas real yang membentang dari sabang sampai merauke dengan kekayaan biomassa yang melimpah sudah sepntasnya kita memikirkan untuk mencri jalan yang efektif. Bila gas dibakar maka hidrogen sulphur akan lebih berbahaya karena akan membentuk senyawa baru bersama-sama oksigen. Energi yang terkandung dalam biogas tergantung dari konsentrasi metana (CH4). kandungan air dan karbon dioksida (CO2). yaitu hidrogen dan karbon monoksida. Parameter yang kedua adalah menghilangkan kandungan karbon dioksida yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas. Bakteri ini akan menguraikan sampah pada tingkat hidrolisis dan asidifikasi. maka tahap kedua dari proses anaerobik digestion adalah pembentukan gas metana dengan bantuan bakteri pembentuk metana seperti methanococus. Tahap pertama material orgranik akan didegradasi menjadi asam asam lemah dengan bantuan bakteri pembentuk asam. Sedangkan asifdifikasi yaitu pembentukan asam dari senyawa sederhana. Proses ini memiliki kemampuan untuk mengolah sampah / limbah yang keberadaanya melimpah dan tidak bermanfaat menjadi produk yang lebih bernilai. aman dan sustainable serta ramah lingkungan untuk menghasilkan enegi listrik yang lebih berdaya guna melalui kekayaan . k Setelah material organik berubah menjadi asam asam. Semakin tinggi kandungan metana maka semakin besar kandungan energi (nilai kalor) pada biogas. dan sebaliknya semakin kecil kandungan metana semakin kecil nilai kalor. Hasil produk gasifikasi dapat digunakan pad turbin gas untuk di konversi menjadi listrik. Berbagi metode untuk mencari energi listrik diatas untuk melalui biomassa diatas merupakan cara cara yang sudah lazim dilakukan pada banyak negara. Hidrogen sulphur mengandung racun dan zat yang menyebabkan korosi. Disamping itu. menghilangkan hidrogen sulphur. Kandungan air dalam biogas akan menurunkan titik penyalaan biogas serta dapat menimbukan korosif. Anaerobic digestion Biogas merupakan sebuah proses produksi gas bio dari material organik dengan bantuan bakteri. Kualitas biogas dapat ditingkatkan dengan memperlakukan beberapa parameter yaitu. kabut. Beberapa keuntungan yang diasilkan dari kombinasi batubara dn biomassa yaitu : menurunkan sulphur dioksida yang dapat menyebabkn hujan asam. material organik yang terkumpul pada digester (reaktor) akan diuraiakan menjadi dua tahap dengan bantuan dua jenis bakteri. Proses degradasi material organik ini tanpa melibatkan oksigen disebut anaerobik digestion Gas yang dihasilkan sebagian besar (lebih 50 % ) berupa metana. Gas metana inilah yang dapat di konversi menjadi enrgi listrik melalui turbin gas. karbon dioksida yang dileskn dari hasil pembakaran akan menurun. yaitu sulphur dioksida /sulphur trioksida (SO2 / SO3).

British Gas dan KILnGas. Proses ini melalui beberapa proses kimia dalam reaktor gasifikasi (gasifier). karbon monoksida dan methana. Proses ini telah digunakan untuk memproduksi gas sintetis .30 mm diumpankan dari atas reaktor dan akan menumpuk karena gaya beratnya. fluidized bed. Sumber foto: www. Tipikal gasifier yang digunakan pada IGCC adalah tipe entrained flow. Sedangkan proses yang menggunakan prinsip fluidized bed adalah High. Uap dan udara (O2) dihembuskan dari bawah berlawanan dengan masukan serbuk batubara akan bereaksi membentuk gas. NH3. Dalam fluidized bed gaya dorong dari uap dan O2 akan setimbang dengan gaya gravitasi sehingga serbuk batubara dalam keadaan mengambang pada saat terjadi proses gasifikasi. batubara bersama-sama dengan oksigen dikonversikan menjadi hidrogen. Pada IGCC. entrained flow dan molten iron bath. Dalam entrained flow serbuk batubara yang berukuran 0. Mula-mula batubara yang sudah diproses secara fisis yaitu batubara yang telah dihancurkan dan dikeringkan diumpankan ke dalam reaktor dan akan mengalami proses pemanasan sampai temperatur reaksi serta mengalami proses pirolisa (menjadi bara api). uap air raksa. krisis listrik yang makin memiskinkan rakyat miskin.Temperature Winkler. sedangkan NH3 dapat dibersihkan dengan menggunakan air. serbuk batubara yang berukuran antara 3 . H2S. Dalam fixed bed. Uap air raksa dibersihkan dengan melewatkan gas sintetik tekanan tinggi ke lapisan karbon aktif. Proses gasifikasi batubara berdasarkan sistem reaksinya dapat dibagi menjadi empat macam yaitu : fixed bed. Serbuk batubara yang digunakan lebih halus dan berukuran antara 1 - 5 mm.yang telah diberikan oleh sang pencipta ini sehinga bangsa kita dapat melepaskan diri dari krisis energi. Kecuali bahan pengotor.renegy. dan char dibersihkan. Material ini dapat digunakan untuk campuran bahan pada pekerjaan konstruksi. H2S dan COS dapat diproses dengan mudah dan diubah menjadi sulfur padat atau asam sulfat yang merupakan produk sampingan. Reaktor tipe ini dalam prakteknya mempunyai beberapa modifikasi diantaranya adalah proses Lurgi. HRSG dan turbin uap. Kellog Rust Westinghouse dan U-gas. Adapun abu akan meleleh selama proses gasifikasi. yang kemudian diubah menjadi padatan (glassy slag) yang stabil. Pada proses pembersihan gas. unsur lain yang tidak ramah lingkungan yang dihasilkan dari gasifikasi seperti HCN. Gasifikasi batubara pada prinsipnya adalah suatu proses perubahan batubara menjadi gas yang mudah terbakar. COS.com GASIFIKASI IGCC (Integrated Gasification Combined Cycle) merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan gas sintetik hasil gasifikasi batubara.1 mm dicampur dengan uap dan O2 sebelum diumpankan ke dalam reaktor. pembangkitan listrik dihasilkan dari mekanisme kombinasi antara turbin gas.

Gas buang dari turbin gas dimanfaatkan dengan menggunakan HRSG (Heat Recovery Steam Generator) untuk membangkitkan uap. Disamping itu pembangkit listrik IGCC mempunyai produk sampingan yang merupakan komoditi yang mempunyai nilai jual seperti : sulfur. Kecuali proses molten iron bath semua proses telah digunakan untuk keperluan pembangkit listrik. Efisiensi pembangkit listrik ICGG berkisar antara 38 . Proses molten iron bath merupakan pengembangan dalam proses industri baja. Gas hasil gasifikasi batubara mengalami proses pembersihan sulfur dan nitrogen. Shell. asam sulfat dan gypsum. ukuran dan kandungan abu dari batubara yang digunakan.10 % dibandingkan PLTU batubara konvensional. Sedangkan abu dibersihkan dalam reaktor gasifikasi.dengan nama proses Koppers-Totzek. IGCC merupakan perpaduan teknologi gasifikasi batubara dan proses pembangkitan uap. Proses yang sejenis 4 kemudian muncul seperti proses PRENFLO. Serbuk batubara diumpankan ke dalam reaktor bersama-sama dengan kapur dan O2. Teknologi IGCC ini mempunyai kelebihan yaitu dalam hal bahan bakar : tidak ada pembatas untuk tipe. Sulfur yang masih dalam bentuk H2S dan nitrogen dalam bentuk NH3 lebih mudah dibersihkan sebelum dibakar dari pada sudah dalam bentuk oksida dalam gas buang. Gas yang sudah bersih ini dibakar di ruang bakar dan kemudian gas hasil pembakaran disalurkan ke dalam turbin gas untuk menggerakkan generator. Texaco dan DOW.45 % yang lebih tinggi 5 . Dalam hal 7 lingkungan : emisi SO2. NOX. Uap dari HRSG (setelah turbin gas) digunakan untuk menggerakkan turbin uap yang akan menggerakkan generator dan sebagian masuk ke gasifier untuk menghasilkan gas sintetis. CO2 serta debu dapat dikurangi tanpa penambahan peralatan tambahan seperti de-SOX dan de-NOX dan juga limbah cair serta luas tanah yang dibutuhkan juga berkurang. Hal ini dimungkinkan dengan adanya proses gasifikasi sehingga energi yang terkandung dalam batubara dapat digunakan secara efektif dan digunakannya .

Jika kelembaban tinggi maka HHV rendah akibatnya efisiensi juga akan rendah. . Penggunaan IGCC sangat menguntungkan karena pada pembangkit konvensional memerlukan sistem scrubbing gas yang besar untuk membersihkan sulphur pada gas buang. Sebagian besar proses gasifikasi memerlukan batubara relatif kering yaitu jurang dari 15% kelembaban.HRSG untuk membentuk suatu daur kombinasi antara turbin gas dan turbin uap. Sehingga perlu untuk mengeringkan batuubara coklat dan mengumpankan kedalam gasifikator dalam butiran padat.