You are on page 1of 3

Warga Protes Dampak Pembangunan HGI ke DPRD

Sabtu, 22 Juli 2006
JAKARTA (Suara Karya): Protes warga Jalan Kebon Sayur, Keluharan Kebon Melati,
Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, terhadap dampak buruk proyek pembangunan
Hotel Grand Indonesia (renovasi Hotel Indonesia) semakin gencar.
Warga bertekad mengadukan dampak negatif megaproyek itu kepada Komisi A
(Bidang Pemerintahan) dan Komisi D (Bidang Pembangunan) DPRD DKI Jakarta karena
pembangunan tersebut diduga telah melanggar izin Analisa Dampak Lingkungan
(Amdal). Bila tidak ada jalan keluar, protes itu akan diteruskan ke Komisi VIII DPR RI.
Jika perlu, kata mereka, sampai ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Proyek tersebut sudah mengantongi izin Amdal dari Pemprov DKI Jakarta, namun
diduga kuat ada kongkalikong antara manajemen proyek pembangunan Hotel Grand
Indonesia (HGI), Dinas Penertiban dan Pengawasan Pembangunan (P2B), dan Badan
Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta. Dengan demikian, meski ada
pelanggaran, proyek tetap berjalan.
"Kami meyakini izin Amdal-nya dilanggar, dan kami warga Kebon Sayur, yang
terkena dampak buruk dari pelanggaran Amdal itu, sangat kecewa atas pernyataan
manajemen pengelola yang dimuat media massa bahwa mereka sudah bekerja secara
profesional. Mana profesionalnya kalau ada warga yang mengeluhkan dampak
pembangunan itu," ujar warga.
Warga juga menyayangkan pernyataan Masubudi (anggota penanggung jawab
proyek pembangunan HGI) yang menduga ada pihak tertentu menggunakan
kesempatan ini untuk mengganggu pelaksanaan pembangunan hotel itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, dampak buruk yang dirasakan warga ialah
penyebaran debu pekat, suara bising dari sembilan cerobong genset yang mengarah ke
permukiman warga. Kemudian juga ada kekhawatiran meledaknya tanki-tanki raksasa
berkapasitas 400.000 liter bahan bakar genset tersebut. Dampak lain yang dirasakan
warga adalah keringnya sumber air tanah di sana karena tersedot ke proyek HGI
tersebut.
Alex Hartanto, sesepuh warga Jalan Kebon Sayur, yang juga ahli arsitektur
lulusan pertama ITB (Institut Teknologi Bandung), mengatakan, pembangunan HGI itu
tidak memperhatikan masyarakat di sekitarnya. "Saya melihat arsitek yang membangun
Hotel Grand Indonesia itu sudah menjual diri, tidak lagi memperhatikan kepentingan
masyarakat umum. Mereka hanya berpikir komersial. Sehingga, pembangunan HGI itu
sama dengan Pasar Glodok," paparnya.
Sementara itu, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Denny Talloga mengatakan,
dewan siap menerima pengaduan kolektif warga Kebon Sayur, Kelurahan Kebon Kacang,
Kecamatan Tanah Abang. "Kami siap menerima pengaduan warga bila ada pengajuan
dengan surat resmi ke lembaga ini," kata Denny Talloga, politisi dari Partai Demokrat itu.
Bila benar dugaan warga bahwa manajemen proyek pembangunan HGI
melanggar Amdal, maka pihaknya segera memanggil mereka serta pihak P2B dan
BPLHD. (Yon P)

Analisa

Latar Belakang

- Deskripsi lokasi dan riwayat
- Kunjungan lapangan
- Demografik, penggunaan lahan, sumberdaya alam
- Data outcome kesehatan
- ISP
- fibrosis

hal ini dapat dilihat dari tindakan protes warga Jalan Kebon Sayur. Dehidrasi . Keluharan Kebon Melati. Jakarta Pusat. padahal proyek ini sudah berjalan. terhadap pihak pembangun Hotel Grand Indonesia. Kecamatan Tanah Abang. gangguan koordinasi . Kontaminasi di dalam kompleks Kontaminasi yang berada di dalam lingkup proyek antara lain penyebaran debu pekat yang berasal dari aktivitas kegiatan proyek seperti berasal dari puing- puing bangunan. Masyarakat sekitar bertekad untuk melaporkan kepada Komisi A (Bidang Pemerintahan) dan Komisi D (Bidang Pembangunan) DPRD DKI Jakarta bahkan sampai ke Presiden RI. dan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta. . NIHL . Diare . perlu dilakukan pendekatan dan pertemuan antara pihak masyarakat sekitar dengan pihak pembangun proyek agar diketahui sejauh mana kepedulian warga sekitar terhadap pemajanan dan dampak yang timbul Kontaminasi Lingkungan dan Bahaya Lain . proyek ini melanggar AMDAL. Masyarakat berpendapat bahwa proyek tersebut beresiko terhadap lingkungan dan kehidupan mereka karena memiliki dampak terhadap kesehatan warga sekitar. Kolera . Kebisingan dari aktivitas peralatan proyek juga menjadi sumber kontaminan yang dirasakan oleh masyarakat sekitar. . Menurut pendapat mereka. Gatal-gatal Kepedulian masyarakat Masyarakat di daerah sekitar kurang merespon terhadap pembangunan Hotel Grand Indonesia. Kontaminasi luar kompleks Kontaminasi yang berada di dalam komplek tersebut juga bisa menjadi sumber kontaminan di luar komplek apabia pencemarannya melebihi batas yang kemudian bisa menyebar ke luar dari daerah proyek tersebut. Sebagai contoh apabila tangki-tangki yang berisi bahan bakar dari peralatan proyek tersebut meledak maka akan mengakibatkan kebakaran yang bisa meluas ke daerah daerah diluar dari proyek tersebut. tuli permanen . Maka dari itu. tuli sementara . Diduga kuat terjadi kongkalikong oleh manajemen pembangun proyek Hotel Grand Indonesia dengan Dinas Penertiban dan Pengawasan Pembangunan (P2B). Kurangnya pasokan air bersih juga menjadi kontaminan yang bedampak pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat . Kontaminasi lingkungan .

Akibat dari kegiatan proyek dampak yang ditimbulkan tidak hanya pada masyarakat melainkan juga kepada lingkungan sektar proyek berlangsung. perlu di uji di laboratorium untuk mengetahui kualitas dari air tersebut apakah baik atau tidak.. maka seetelah dilakukan pengambilan sampel perlu dilakukan uji laboratorium sehingga data yang diperoleh dari uji lab bisa disesuaikan dengan standar yang ada. . . pencemaran air dan tanah karena aktivitas proyek. Pengendalian mutu laboratorium Untuk mengetahui apakah debu yang berasal dari akttivitas proyek terebut berbahaya atau tidak. Begitu juga dengan kualitas air tanah di daerah sekitar proyek. Antara lain tercemarnya udara oleh debu.