You are on page 1of 12

BAB IV

MODALITAS RADIOLOGI

4.1 X-Ray (Foto Thoraks)

Pada pemeriksaan foto thorax rutin tegak, cairan pleura tampak berupa

perselubungan homogen menutupi struktur paru bawah yang biasanya radioopak

dengan permukaan atas cekung, berjalan dari lateral atas ke arah medial bawah.

Karena cairan mengisi ruang hemithorax sehingga jaringan paru akan terdorong ke

arah sentral/hilus, dan kadang–kadang mendorong mediastinum ke arah kontralateral.

Jumlah cairan minimal yang dapat terlihat pada foto thorax tegak adalah 250 – 300

ml.3

Pemeriksaan radiografi paling sensitif mengidentifikasi cairan pleura yaitu

dengan posisi lateral dekubitus, yang mampu mendeteksi cairan pleura kurang dari 5

ml dengan arah sinar horisontal di mana cairan akan berkumpul di sisi samping

bawah. Apabila pengambilan X-foto thorax pasien dilakukan dalam keadaan

berbaring (AP), maka penilaian efusi dapat dilihat dari adanya gambaran apical cup

sign. Gambaran radiologis tidak dapat membedakan jenis cairan mungkin dengan

tambahan keterangan klinis atau kelainan lain yang ikut serta terlihat sehingga dapat

diperkirakan jenis cairan tersebut.3

Cairan bebas akan membentuk dua bentuk dasar, dan biasanya terlihat dalam

kombinasi dengan lainnya:

1 Biasanya cairan mengelilingi paru, lebih tinggi di lateral dari pada yang di

medial dan juga berjalan ke dalam fissura, terutama ke ujung bawah fisura

23

Teknik ini sangat bermanfaat bila efusi terutama atau seluruhnya subpulmonalis. Bila cairan kurang dari 250 ml (100-200 ml). Batas atas cairan ini sangat menyerupai bentuk diaphragma normal dan karena bayangan diaphragma sejati dikabur oleh cairan. obliqua. kemudian akan terletak sepanjang dinding dada lateral yang rendah.3 2 Kadang-kadang. asalkan paru yang mendasarinya teraerasi. sedikit cairan yang berjalan menaiki dinding dada. Untuk membedakan bayangan basal paru yang disebabkan oleh efusi pleura atau kolaps atau pemandatan paru maka dapat dibuat film frontal pada pasien berbaring pada satu sisi (Dekubitus lateralis). Tepi yang halus antara paru dan cairan (Meniskus sign) dapat dikenal pada film penetrasi yang adekuat. maka sangat sulit atau bahkan tak mungkin mengatakan pada film berdiri standart (PA) apakah itu cairan.karena bersifat diagnostik bagi patologi pleura. kemudian cairan ini dikenal sebagai “efusi subpulmonalis”. Cairan yang kurang dari 100 ml (50-100 ml). Efusi sangat besar ke atas puncak paru. Tepi halus ini selalu harus di cari. dapat diperlihatkan dengan posisi dekubitus dan arah sinar horisontal di mana cairan akan berkumpul di sisi samping bawah. Jika cairan akan bergerak bebas. dapat ditemukan pengisian cairan di sinus costofrenicus posterior pada foto thorax lateral tegak.3 24 . Jumlah cairan minimal yang dapat terlihat pada foto thorax tegak adalah 250-300 ml.

sehingga membentuk efusi subpulmonary. cairan akan cenderung untuk terakumulasi pada posisi infrapulmonary jika rongga pleura tidak terdapat adhesi dan paru-parunya sehat. Hampir bersamaan dengan akumulasi dari infrapulmonary. a) Posisi tegak posteroanterior (PA) Pada tahap awal dengan pasien posisi tegak lurus. Gambar 11. Pada umumnya dapat setuju bahwa gravitasi mungkin merupakan faktor utama yang menentukan lokasi cairan. Efusi pleura : tanda meniscus (tanda panah) paru kanan 25 . cairan pleura akan terlihat pada sulcus costophrenic dan dapat terlihat pada awalnya sebagai perubahan letak medial dari sudut costophrenic dan kemudian telihat gambaran diafragma yang tumpul.

26 . B.6 b) Foto lateral tegak A B Gambar 13. Usahakan pasien bernapas dan ekspirasi penuh untuk memaksimalkan area. Foto thorax AP. 6 Teknik Foto Lateral tegak adalah tempatkan bagian dada pasien sejajar dengan garis tengah kaset.Tempatkan tangan ke atas dengan elbow fleksi serta kedua antebrachi bersilang diletakkan di belakang kepala seperti bantalan dengan kedua tangan memegang elbow. Foto thorax PA menunjukkan elevasi dari hemidiafragma kanan B. A. Meningkatnya opasitas pada bagian hemithorax kanan akibat dari adanya cairan pleura. Foto thorax lateral menunjukkan sudut costophrenicus posterior tumpul (tanda panah). A B Gambar 12. menunjukkan sudut costophrenicus kanan tumpul (tanda panah). A.

A B Gambar 14. Foto thorax lateral menunjukkan sudut costophrenicus posterior tumpul (tanda panah) 6 a) Posisi Lateral Decubitus Radiografi dada lateral decubitus digunakan selama bertahun-tahun untuk mendiagnosis efusi pleura yang sedikit. Setelah bersandar selama 5 menit pada pinggang dalam posisi trendellenburg. Posisi ini pertama dikemukakan pada hasil karya Rigler. maka sinar X-ray yang sentral diarahkan pada dinding thorax lateral. Posisi pasien selama pemeriksaan pada X-ray dada dengan posisi lateral dekubitus kiri. Foto thorax AP.Pada contoh di Gambar 4. cara mengukur Pleural Effusion Index ialah a/b x 100 27 . menunjukkan sudut costophrenicus kanan tumpul (tanda panah). B. A.

28 . Posisi RLD menunjukkan efusi pleura menempati bagian paling dasar dengan densitas yang sama dengan jaringan lunak sepanjang dinding dada. Gambar 15. Efusi pleura.

cairan meluas ke aspek apikal dan anterior dada dan kadang-kadang ke fisura tersebut. cairan bergeser ke aspek yang tergantung dari rongga pleura. Pergeseran ini menegaskan sifat bebas dari efusi tersebut. Permukaan efusi pleura memiliki gambaran cekung ke atas karena tendensi recoil dari paru-paru. Tanda panah B besarnya cavum thorax yang ditarik dari garis median tubuh ke lateral dari kavum thorax 4. Pada CT scan. efusi pleura bebas diperlihatkan sebagai daerah berbentuk bulan sabit di bagian yang tergantung dari hemithorax yang terkena. Tanda panah A menunjukkan cairan dari efusi pleura pada cavum pleura kanan. Pada efusi pleuran yang banyak. Karena kebanyakan CT pemeriksaan dilakukan dalam posisi terlentang.2 Computed Tomography Scan (CT-Scan) CT scan dada akan terlihat adanya perbedaan densitas cairan dengan jaringan sekitarnya. Dalam posisi tengkurap atau lateral. 29 . cairan mulai menumpuk di posterior sulkus kostofrenikus. Gambar 16.

3 Ultrasonografi Penampilan khas dari efusi pleura merupakan lapisan anechoic antara pleura visceral dan pleura parietal. CT Scan thorax pada pria 50-tahun dengan limfoma non- Hodgkin menunjukkan daerah tergantung dengan redaman yang sama dengan air dan margin atas lengkung (E). Limfadenopati mediastinum dapat dilihat di mediastinum tengah dan posterior (panah) 4. Temuan khas dari efusi pleura. Gambar 19. Gambar 17. Perhatikan pergeseran lokasi cairan pada gambar ini dibandingkan dengan radiografi dada posteroanterior dan lateral. CT Scan pada efusi pleura (kiri atas : foto rontgen thoraks PA) Gambar 18. CT Scan thorak pada seorang pria 50-tahun dengan limfoma non-Hodgkin dan efusi pleura yang ditunjukan tanda panah. 30 . Bentuk efusi dapat bervariasi dengan respirasi dan posisi.

Ultrasonografi pada pleura dapat menentukan adanya cairan ronggapleura. karena cairan cenderung akan terakumulasi dalam pleura diaphragmatic pada posisi tegak lurus. Pada dekade terakhir ultrasonografi (USG) dari rongga pleura menjadi metode utama untuk mendemonstrasikan adanya efusi pleura yang sedikit. Pemeriksaan ini dimulai dengan pasien diletakkan pada posisi lateral decubitus selama 5 menit ( serupa dengan radiografi dada posisi lateral decubitus) kemudian pemeriksaan USG dilakukan dengan pasien bertumpu pada siku (gambar 12). Menunjukkan posisi siku dengan meletakaan transduser selama pemeriksaan untuk melihat keadaan rongga pleura kanan. Para peneliti memperkenalkan metode pemeriksaan USG dengan apa yang disebut sebagai “elbow position”. Kriteria USG untuk menentukan efusi pleura adalah : setidaknya zona anechogenic memiliki ketebalan 3mm diantara pleura parietal dan visceral dan atau perubahan ketebalan lapisan cairan 31 . Maneuver ini memungkinkan kita untuk mendeteksi efusi subpulmonal yang sedikit. Gambar 20.

Gambar 22. berbentuk kurva-gambar kanan). Ultrasonogram dari kiri dada bagian bawah pada pasien laki- laki dengan penyebaran lymphangitic dari adenokarsinoma. Gambar menunjukkan adanya akumulasi cairan selama inspirasi (setebal 6 mm.antara ekspirasi dan inspirasi. dan juga perbedaan letak posisi pasien. Ini studi sagital 32 . Gambar 21. berbentuk kurva. Karena USG adalah metode utama maka sangatlah penting untuk melakukan pengukuran sonografi dengan pemeriksaan tegak lurus terhadap dinding dada.-gambar kiri) dimana gambar tersebut lebih jelas dibanding selamaekspirasi ( setebal 11 mm . Sonogram pada pasien dengan kanker paru lobus kanan atas.

Perhatikan diafragma lengkung Echogenic (panah). sedangkan efusi anechoic dapat transudat atau eksudat. Nodularity dan / atau penyimpangan dari kontur pleura.4 Magnetic Resonance Imaging (MRI) MRI dapat membantu dalam mengevaluasi etiologi efusi pleura. penebalan pleura melingkar. Cairan pleura yang memberikan gambaran echoic dapat dilihat pada efusi hemoragik atau empiema. 4. Perhatikan diafragma lengkung Echogenic (panah) Gambaran anechoic terutama diamati pada transudat.dan pemeriksaan dilakukan dengan pasien duduk. dan infiltrasi dari dinding dada dan / atau diafragma sugestif penyebab ganas kedua pada CT scan dan MRI. Cairan anechoic (E) dapat dilihat pada hemithorax kiri. The pleura cairan positif untuk sel-sel ganas (efusi pleura ganas) Gambar 23. Ini studi sagital dan pemeriksaan dilakukan dengan pasien duduk. adanya sinyal warna dalam pengumpulan cairan). Cairan Echogenic (E) dapat dilihat pada hemithorax kiri. Dalam sebuah penelitian terhadap 320 pasien dengan efusi. Doppler berwarna ultrasonografi dapat membantu dalam membedakan efusi kecil dari penebalan pleura dengan menunjukkan tanda-warna cairan (yaitu. Ultrasonogram dari kiri dada bagian bawah pada wanita 47 tahun dengan efusi pleura metastasis. keterlibatan pleura mediastinal. Adanya penebalan pleura dan lesi parenkim di paru-paru menunjukkan adanya eksudat. transudat memberikan gambaran anechoic. 33 .

Seorang neonatus 2-bulan-tua disajikan di gawat darurat dalam kesulit jantung dan respiratory distress. hematothorax (panah) dan efusi pleura (kepala panah) (ketebalan irisan: 1 mm. Resusitasi tidak berhasil. Coronal T2-W MRI menunjukkan hematopericard (panah terbuka). Perut menunjukkan asites (tanda bintang). TR: 4000. Gambar 24. TE: 80. Ada vena paru abberant mengalir ke ventrikel kiri (buka panah). FA: 90 °). 34 .