You are on page 1of 11

lydia manurung

Sabtu, 22 Juni 2013
KEHIDUPAN ANAK JALANAN

ANAK JALANAN DAN INDONESIA

Anak jalanan juga merupakan salah satu aset yang sangat berharga untuk menjadi penerus
Indonesia di masa yang akan datang. Sebagian besar hidup anak-anak tersebut ada di jalanan
yang notabene merupakan kehidupan yang keras, sehingga tidak mengherankan jika mereka
memiliki perilaku dan moral yang sedikit berbeda dari anak seusianya. Bagi sebagian besar
orang beranggapan bahwa anak jalanan cukup meresahkan pengguna jalan. Tetapi mereka
hanyalah anak-anak yang masih belum mengerti apa-apa, yang mereka bisa lakukan adalah
bagaimana caranya mencari sesuap nasi di jalanan agar bisa menyambung hidupnya. Mereka
juga punya mimpi yang sama seperti anak-anak lainnya, mereka ingin bersekolah dan bercita-
cita setinggi mungkin, namun hal itu hanyalah sebuah angan-angan belaka karena mereka harus
menghadapi realita yang ada yaitu kemiskinan. Sehingga keinginan tersebut mereka pendam.
Melihat kondisi anak jalanan tersebut sungguh sangat memprihatinkan, jika hal itu tetap
berlangsung, maka apa jadinya wajah Indonesia yang akan datang. Sekarang bukan lagi
waktunya untuk saling menyalahkan dan menuntut semuanya sebab hal itu tidak akan bisa
menjadi lebih baik tapi nantinya malah memperburuk keadaan. Ini adalah masalah bersama dan
penyelesaiannya pun juga perlu bersama dan perlu banyak kesadaran diri dari setiap individu

Dia mengemukakan. “Banyaknya anak jalanan yang tidak bisa mengenyam pendidikan formal di sekolah ini karena pihak sekolah cenderung diskriminasi terhadap mereka.untuk bisa mengubah kondisi yang seperti itu. Sehingga secara tidak langsung mahasiswa juga berperan sebagai “Agent of Change” yang nantinya dapat memberikan perubahan bagi Indonesia. Memberikan pembinaan berupa bimbingan belajar bagi anak jalanan. Memberikan sosialisasi pada orang tua anak jalanan tentang pentingnya pendidikan bagi masa depannya. 3. Hal konkrit yang bisa dilakukan adalah membawa sedikit sinar harapan bagi anak jalanan. Rabu (8/12/2010). Di sinilah peran dan fungsi mahasiswa seharusnya bisa berjalan. umumnya sekolah formal tidak mau menerima anak-anak jalanan karena . Mengajarkan tentang moralitas bagi anak jalanan sehingga nantinya diharapkan mereka bisa menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki moral tinggi. Mengajarkan keterampilan lain kepada anak jalanan agar nantinya mereka bisa menjadi pribadi yang mandiri. Perubahan tersebut tidaklah harus dikerjakan dari sesuatu yang besar tapi bisa juga dimulai dari sesuatu yang kecil yang berada di sekitar kita.” ujar Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) wilayah Malang Tedja K Bawana. 4. Mahasiswa sebagai “Control Social” diharapkan bisa mengontrol lingkungan sekitarnya agar bisa menjadi lebih baik. 2. Mahasiswa bisa melakukan beberapa hal sebagai wujud dari pengabdiannya pada masyarakat. seperti : 1. Banyak alasan yang dikemukakan sekolah untuk menolak keberadaan anak jalanan menempuh pendidikan di sekolahnya. Mengusahakan agar anak jalanan bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Seperti pengajuan beasiswa bidik misi bagi mereka.

Tetapi permasalahannya adalah biaya yang lebih murah tersebut apakah berlaku lebih murah pula bagi anak-anak jalanan? Sepertinya tidak. kata dia. Tedja mengaku menolak anggapan tersebut. Dinas Pendidikan (Diknas) setempat juga telah menyediakan sekolah informal yang bisa menampung anak-anak jalanan. dirinya juga menjamin jika anak-anak jalanan tersebut tidak seperti yang mereka (pihak sekolah) anggap. Kondisi ekonomi mereka tidak pernah berubah ke arah yang lebih baik. Tapi sudahkah kita bertanya mengapa mereka menjadi demikian? Penyebabnya tidak lain adalah karena desakan ekonomi yang semakin membuat mereka mau tidak mau harus mencuri dan merampok. Dia mengakui. sikap dan perbuatan mereka dinilai sekolah bisa memengaruhi siswa lainnya.” tegas Tedja. karena mereka sama sekali tidak tersentuh oleh pendidikan. Namun.dianggap sebagai “biang” masalah. “Siswa bermasalah justru banyak dari kalangan yang lebih beruntung. PENDIDIKAN DAN ANAK JALANAN Apa yang Anda pikirkan saat mendengar kata pendidikan khususnya di negara kita? Apakah pendidikan di Indonesia telah menyentuh anak-anak jalanan? Terkadang kita memandang bahwa anak jalanan lekat dengan hal-hal yang negatif. Meskipun ada yang berkata. premanisme dan lain sebagainya. pencopetan. biaya sekolah sekarang sudah lebih murah karena pemerintah telah memberikan banyak bantuan seperti beasiswa. Hampir semua anak jalanan putus sekolah bahkan tidak pernah mengenyam pendidikan. Bahkan. sekolah informal rata-rata tidak maksimal dalam pengelolaan dan penanganan pendidikannya. BOS dan sebagainya. Jangankan untuk sekolah. untuk makan sehari tiga kali saja sudah sulit. sebab anak-anak jalanan juga punya potensi untuk berprestasi seperti anak-anak lainnya. Bahkan. . apalagi anak-anak orang kaya yang tidak sedikit terjebak dengan masalah narkoba dan pergaulan bebas. pendidkan bagi mereka seperti emas yang dijual semakin mahal dari waktu ke waktu.

sebenarnya apabila anak jalanan tersebut dibina dengan baik. Hasilnya anak-anaknya berhasil membawa pulang Tropi Walikota Juara 1 untuk tulis puisi yang bertema anak jalanan dan Juara 2 lomba baca puisi. Sepertinya akan lebih bijak apabila dana tersebut digunakan untuk mendirikan sekolah untuk anak jalanan. sebagaimana telah diratifikasi dengan Keppres nomor 36 tahun 1990. HAK PENDIDIKAN UNTUK ANAK JALANAN Hidup menjadi anak jalanan bukanlah merupakan harapan dan cita-cita seorang anak. DPR justru berencana mendirikan gedung baru yang megah dengan alasan “kinerja”.Akan tetapi sesuai konvensi hak anak-anak yang dicetuskan oleh PBB (Convention on the Rights of the Child). Anak jalanan perlu dirangkul untuk mendapatkan haknya memperoleh pendidikan dan tidak selalu dipandang sebelah mata. Melihat isi dari pasal 31 ayat 1 tersebut sangat bertolak belakang dengan yang dialami anak jalanan. memberikan honor bagi pengajar. yang telah menampung banyak anak jalanan dan sebagian dari mereka telah bersekolah di sekolah formal dan berprestasi. mereka memiliki potensi yang tidak kalah dengan anak pada umumnya. Akan tetapi di balik hal tersebut kita patut bangga karena kepedulian masyarakat Indonesia terhadap pendidikan justru semakin tinggi. Tidak ada . Jadi. dan penyediaan sarana belajar mengajar untuk mereka. Hal ini dibuktikan dari banyaknya masyarakat yang mengabdikan diri sebagai pengajar di sanggar yang telah didirikan. Meskipun pada awalnya Andi mengalami kesulitan akan tetapi kesulitan tersebut dapat dilalui berkat kesabaran dan kerja kerasanya. serta berhasil meraih Juara 1 lomba teater pada 2009. menyatakan bahwa karena belum matangnya fisik dan mental anak-anak. Mereka hampir tidak mendapatkan haknya untuk mendapatkan pengajaran. Seperti contohnya Andi Suhandi yang beberapa waktu lalu dinobatkan sebagai “The Young Heroes” oleh sebuah acara televisi ternama. Ironisnya di tengah pendidikan bagi anak jalanan yang terabaikan. maka mereka memerlukan perhatian dan perlindungan. Begitu pula kiranya anak jalanan yang memerlukan perhatian dan perlindungan terhadap hak-haknya sebagai anak bangsa untuk memperoleh pendidikan sesuai dengan pasal 31 ayat 1 UUD 1945 yang mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pengajaran. Ia berhasil mendirikan sanggar pendidikan bagi anak jalanan.

Anak-anak ini bisa mengenyam pendidikan. maupun LSM yang bergerak di bidang sosial sangat dibutuhkan disini. Anak merupakan bagian dari komunitas seluruh manusia di muka bumi. Apabila faktor-faktor yang menyebabkan mereka turun ke jalanan dapat diminimalisir maka bukan tidak mungkin pula aktifitas anak jalanan dapat berkurang. ANAK BANGSA . ANAK JALANAN. dan korban pembangunan. memperoleh pengetahuan tentang etika dan moral yang nantinya akan melahirkan generasi yang berkualitas dan beradab. Patut disadari bahwa anak-anak jalanan adalah korban baik sebagai korban di dalam keluarga. Namun. Mengingat meningkatnya jumlah anak jalanan dari tahun ke tahun tentulah menuntut kita sebagai manusia ber-ideologi Pancasila untuk menemukan solusinya. diinterogasi bersama- sama dengan preman. diboyong ke truk secara paksa. Tidak ada alasan bagi mahasiswa untuk mengabaikan tugas ini. karena mahasiswa juga memiliki tanggungjawab sosial bagi masyarakatnya sebagaimana yang tercantum dalam salah satu point dalam Tri Dharma dari perguruan tinggi. masalah anak jalanan ini tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah dalam memberantasnya. mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilannya untuk memberikan pelatihan dan pendidikan kepada anak jalanan ini. komunitas jalanan. Dengan kemampuan intelektual yang telah terasah. Dikejar-kejar. Untuk itu kampanye perlindungan terhadap anak jalanan perlu dilakukan secara terus menerus setidaknya untuk mendorong pihak-pihak di luar anak jalanan agar menghentikan aksi-aksi kekerasan dan memberi ruang pendidikan agar pepatah gantungkanlah cita-citamu setinggi langit dapat berlaku juga bagi mereka. Dengan bersinerginya berbagai komponen ini. Cara tersebut sangat tidak baik bagi perkembangan mental anak. organisasi pemuda dan masyarakat. sampah. Mereka bukan binatang. Pencegahan merupakan cara yang terbaik dalam mengatasi anak jalanan.seorang anakpun yang dilahirkan bercita-cita menjadi anak jalanan. Menghapus stigmatisasi anak jalanan sebagai ‘orang buangan’ menjadi sangat penting. pencuri. perampok. Mahasiswa sebagai generasi muda terdidik dapat menjadi salah satu komponen yang dapat mengupayakan penghapusan fenomena anak jalanan ini. Peranan pranata sosial seperti keluarga. Tanpa terkecuali anak jalanan. Sebagai bagian dari realitas sosial. yaitu bakti kepada masyarakat. Anak jalanan juga manusia yang mempunyai rasa dan hati. Usaha-usaha represif haruslah dihindari dan menjadi cara terakhir dalam menertibkan anak jalanan. maka komunitas mereka bisa diminimalisir sehingga mereka tidak perlu lagi berpikiran untuk melakukan kegiatan ekonomi dijalanan lagi. Tentu saja solusi yang dimaksud adalah suatu solusi yang manusiawi dan baik bagi mereka bukan saja semata-mata baik bagi kita atau pemerintah. bahkan pembunuh tanpa memikirkan bagaimana cara hak-hak mereka bisa terpenuhi. dukungan masyarakat juga sangat dibutuhkan disini. atau kotoran yang menjijikkan. ditangkap.

MENINGKATKAN KESADARAN ANAK JALANAN . peran aktif dari masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan ini sangat dibutuhkan. atau mungkin setengah jam dalam sehari untuk mengajarkan arti dan makna hidup ini. tidak bisakah kita luangkan waktu kita lima menit dalam satu hari untuk menyapa dan menanyakan kabar mereka. di Rumah Belajar (RUBEL) Sahabat Anak Jalanan (SAHAJA) Ciroyom Bandung. belajar. Untuk mulai menumbuhkan rasa kepedulian dan merealisasikannya membutuhkan niat yang begitu luar biasa pada awalnya. Mungkin tidak semua orang sudah memiliki sekaligus merealisasikan rasa kepedulian mereka seperti yang diatas.Saat ini permasalahan terkait anak semakin banyak dan beragam. Indikasinya adalah semakin banyaknya anak-anak terlantar dan yatim-piatu yang tidak terurus. Sebagai contoh. Coba kita pikirkan. Sedangkan kita semua mengetahui bahwa kehidupan anak-anak seharusnya diisi dengan bermain. Permasalahan anak jalanan merupakan salah satu dampak dari kurangnya kesadaran dan kepedulian sosial di masyarakat terhadap kondisi anak-anak. dan bersuka ria. Data PUSDATIN tahun 2006 menunjukkan bahwa anak terlantar di Indonesia mencapai 2. para anak jalanan mendapatkan sedikit rasa kepedulian dari berbagai macam relawan yang datang dan pergi. Undang-undang dasar mengatur bahwa Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara (pasal 34 ayat 1). pemberdayaan anak-anak yang tidak pada tempatnya seperti dipekerjakan dengan waktu kerja yang sangat keterlaluan dan gaji yang tidak masuk akal. Karena keterbatasan pemerintah itulah.815. ada yang mengajak mereka jalan-jalan dan bahkan ada yang rela menginap barsama mereka untuk menunjukkan kepedulian mereka. baik secara kuantitas maupun kualitas. Jumlah anak terlantar (dimana anak jalanan termasuk didalamnya) cenderung semakin meningkat. waktu kita dalam sehari ada 24 jam. Begitu juga dengan permasalahan anak jalanan di perkotaan merupakan suatu hal yang dianggap wajar oleh masyarakat. namun kenyataannya kemampuan pemerintah tidak sebanding dengan meningkatnya permasalahan anak. ada yang mengajarkan baca tulis dan berhitung. padahal hal ini seharusnya merupakan suatu hal yang tidak wajar terjadi. seiring dengan permasalahan kemiskinan yang belum dapat diatasi. Rasa kepedulian itu bermacam-macam bentuknya. dsb. ada yang mengajak mereka menggambar bersama.383 jiwa.

bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. maka diperlukan semacam pendekatan kepada mereka. pribadi dan sosial. Dengan adanya pemberian bimbingan kelompok kepada anak jalanan diharapkan dapat merubah paradigma anak jalanan untuk kembali melanjutkan pendidikannya agar terciptanya pendidikan nasional yang berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedangkan sebanyak 18% adalah anak jalanan perempuan yang berisiko terhadap kekerasan seksual. Salah satu strategi pendekatan yang mungkin dapat dilakukan adalah pemberian bimbingan kelompok kepada anak jalanan tersebut. Disamping itu pemberian bimbingan kelompok juga memberikan kesempatan kepada anak jalanan untuk belajar hal-hal penting yang berguna bagi pengarahan dirinya yang berkaitan dengan masalah pendidikan. Mereka beranggapan dengan berada di jalanan dan mendapatkan uang adalah sesuatu yang berharga bila dibandingkan harus mengikuti proses belajar pembelajaran di sekolah yang dapat merubah kehidupannya ke arah yang lebih baik pada masa yang akan datang.Menurut hasil penelitian di 12 kota besar yang dilakukan kementerian pemberdayaan perempuan. sebanyak 60% putus sekolah. jumlah anak jalanan tahun 2003 sebanyak 147. kreatif. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. cakap. Dari data tersebut terungkap. pekerjaan. Untuk keluar dari berbagai problematika tersebut. dan negara. Disamping fenomena diatas. 40% masih sekolah. rendahnya pengetahuan mereka akan pentingnya pendidikan juga merupakan suatu penyebab kurangnya kesadaran dalam mengikuti dan melaksanakan pendidikan. mandiri. Bimbingan kelompok berguna untuk membantu anak jalanan menemukan dirinya sendiri. berilmu. masyarakat. mengarahkan diri dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Dengan kata lain sebagian masyarakat belum menyadari bahwa pendidikan sebagai “investasi” jangka panjang bagi keluarga.000 orang. sehat. berakhlak mulia. ANAK JALANAN HARUS DIBERI PENDIDIKAN .

Rudolf menegaskan.Pemerintah dinilai wajib memberi perhatian serius kepada anak jalanan.300 di antaranya sudah diberikan pembinaan. Kabupaten Deli Serdang dan di Kota Binjai bisa menjadi lokasi melatih keterampilan seperti otomotif.11 persen dari 1. bangsa dan negara. terutama di perkotaan. pendidikan kepada anak jalanan itu bisa memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang dimiliki pemerintah provinsi.” kata Gubernur Sumut Rudolf M Pardede saat bertemu 250 lebih anak jalanan di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut di Medan. maupun kabupaten dan kota. pendidikan kepada anak jalanan itu bisa dikembangkan tidak hanya untuk kepentingan diri pribadi anak jalanan. “Pendidikan anak jalanan ini merupakan amanah UUD 1945. Ranperda tengah dibahas legislatif.768 juta jiwa. lanjut Rudolf. Sebab.” tandas Rudolf. ”Pendidikan keterampilan kerja kepada anak jalanan menjadi urusan wajib pemerintah. Diakuinya.022 orang dan 4. Untuk provinsi. sehingga upaya mengentaskan angka kemiskinan akan semakin sinergis dilakukan. BLK di Tanjung Morawa. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut tahun 2007 menyebutkan. Di kesempatan itu. . jumlah penduduk miskin di perkotaan hingga Juni 2007 tercatat 47. Salah satu upaya nyata yang sedang digagas Pemprov Sumut adalah melalui Rancangan Peraturan Daerah Gelandangan dan Pengemis (Ranperda Gepeng). data Dinas Sosial Sumut tahun 2007 mencatat 5. tetapi juga buat kepentingan masyarakat. merangkai bunga. Rudolf berharap regulasi ini bisa cepat disahkan. Karenanya. Saat ini. Untuk anak jalanan. Rudolf mengaku pembinaan anak jalanan bisa secara nyata membantu program pemerintah mengentaskan angka kemiskinan. hal ini perlu dibuat komitmen antara pemerintah dengan anak jalanan itu. anak jalanan juga bagian dari generasi penerus bangsa. salon dan lainnya. Karena hal ini harus dijunjung tinggi dan disyukuri terutama setelah NKRI ini menikmati alam merdeka selama 62 tahun.

Dibutuhkan upaya yang lebih besar dari pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi dan mengurangi banyaknya anak jalanan di Indonesia. Sebagai upaya untuk menyelesaikan masalah ini adalah meningkatkan jumlah lembaga dan meningkatkan kualitas manajemen pelayanan kesejahteraan soSial bagi anak jalanan dan kampanye sosial. Sebagian besar anak jalanan tidak mendapatkan pendidikan yang seharusnya mereka dapatkan.” ujarnya PENDIDIKAN ANAK JALANAN YANG TERABAIKAN Anak jalanan merupakan fenomena besar di Indonesia. Sebenarnya banyak anak – anak jalanan yang berharap bahwa mereka bisa merasakan duduk di bangku sekolah. Tapi apa daya. dan lain sebagainya. karena dengan diadakannya kampanye social ini agar masyarakat terketuk hatinya dan akan memiliki rasa simpati yang tinggi terhadap anak- anak jalanan yang kurang beruntung. dll.  Diadakannya kampanye sosial. dengan kondisi ekonomi yang seperti itu mereka berfikir bahwa mereka tidak sanggup untuk membayar biaya – biaya sekolah. Berikut ini beberapa langkah alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pendidikan anak jalanan adalah :  Meningkatkan jumlah lembaga-lembaga social seperti lembaga pendidikan. Dan salah satu faktor menjadi anak jalanan adalah kemiskinan. menjadi pengamen. Karena kepedulian dari masyarakat juga sangat mempengaruhi pendidikan anak-anak jalanan. dan rata-rata di bawah umur. setelah anak jalanan ini dibina.  Meningkatkan kualitas manajemen pelayanan kesejahteraan social bagi anak jalanan. MEMFASILITASI PENDIDIKAN BAGI ANAK JALANAN . Karena begitu banyaknya anak jalanan di Indonesia.“Paling tidak. Dan rasa peduli dari masyarakat pun sangat dibutuhkan. mereka tidak lagi memenuhi perempatan jalan. Jadi sangat dibutuhkan sekali adanya penanggulangan dari pihak-pihak yang memang seharusnya turut prihatin dengan keadaan mereka.  Rasa peduli dari masyarakat itu sendiri. misalnya kita mengadakan kegiatan social seperti membuat sebuah pengajaran dadakan di tempat-tempat yang memang banyak sekali anak jalanan yang membutuhkan sebuah pengajaran.

yaitu pendidikan.Di Indonesia. mengamen. atau hanya sekedar berkumpul bersama teman di sudut-sudut jalan. PENDIDIKAN UNTUK ANAK JALANAN . Bekerja dan mencari uang memang sudah menjadi hal wajib yang harus dilakukan anak-anak jalanan. umumnya di kota-kota besar semua orang pasti bisa menemukan anak-anak jalanan dengan cukup mudah. Sayangnya. hampir seluruh dari anak-anak tersebut sudah melupakan hal penting. berjualan. Bagi mereka uang lebih berharga daripada pendidikan. Mereka umumnya mengemis.

sehingga memberatkan jiwa dan membuatnya berperilaku negatif.Anak jalanan. umumnya mereka berasal dari keluarga yang pekerjaannya berat dan ekonominya lemah. . dan hilangnya kasih sayang. Anak jalanan tumbuh dan berkembang dengan latar kehidupan jalanan dan akrab dengan kemiskinan. penganiayaan.