You are on page 1of 24

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Merokok merupakan salah satu kebiasaan hidup yang dapat

mempengaruhi tekanan darah. Setiap batang rokok mengandung 4.800 jenis

zat kimia, di antaranya karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2),

hydrogen sianida, amoniak, oksida nitrogen, senyawa hidrokarbon, tar,

nikotin, benzopiren, fenol, dan cadmium. Reaksi kimia yang menyertai

pembakaran tembakau menghasilkan senyawa-senyawa kimiawi yag terserap

oleh darah melalui proses difusi. Risiko semakin bertambah sering dengan

jumlah batang rokok yang dihisap (Yahya, 2010).

Rokok yang dihisap sampai dalam mengakibatkan vasokontriksi pembuluh

darah perifer dan pembuluh di ginjal terjadi peningkatan darah. Dengan

menghisap sebatang rokok mempunyai pengaruh besar terhadap kenaikan

tekanan darah atau hipertensi. Hal ini dapat disebabkan karena gas CO yang

dihasilkan oleh asap rokok dapat menyebabkan pembuluh darah “kram”

sehingga tekanan darah naik, dinding pembuluh darah robek (Rinto, 2012).

Prevelensi merokok berdasarkan jumlah total batang yang dihisap

pertahun pada 5 negara yang mengkonsumsi terbanyak. Pada tahun 2002

Indonesia mengkonsumsi 182 milyar batang rokok, menduduki peringkat

1

kelima konsumsi rokok terbesar setelah Cina, Amerika Serikat, Rusia dan

Jepang. Pada tahun 2008 konsumsi rokok di Indonesia sebesar 240 milyar

batang meningkat tajam setelah tahun 2005 sebesar 2014 milyar batang.

Sedangkan berdasarkan jumlah perokok, Indonesia adalah Negara ketiga

dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah Cina dan India (Erwin,

2012).

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang mengakibatkan angka

kesakitan yang tinggi dan sudah menjadi masalah serius tidak saja Negara

maju melainkan juga di Negara berkembang. Data WHO tahun 2000

menunjukan bahwa sekitar 972 juta (26,4%) penduduk dunia menderita

hipertensi dan angka tersebut kemungkinan meningkat menjadi 29,2% pada

tahun 2025. Dari 972 penderita hipertensi, 333 juta berada di Negara maju

sedangkan 639 juta sisanya berada di Negara berkembang (Maria, 2011).

Menurut laporan Riskesdas 2007 (Riset Kesehatan Dasar 2007) Prevalensi

hipertensi di Indonesia sebesar 31,7% (Marice,2010).

B. Rumusan Masalah
Apakah ada hubungan antara jumlah rokok yang dihisap dengan derajat

hipertensi pada laki-laki perokok di Desa Sedur Kecamatan Pakong

Kabupaten Pamekasan ?

C. Tujuan

1. Tujuan Umum

2

Menganalisis hubungan antara derajat hipertensi dengan jumlah rokok yang dihisap. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3 . 2. Mengetahui kejadian hipertensi pada rokok. Tujuan Khusus 1. 2. C. Manfaat Bagi Pengembangan Ilmu Sebagai bahan pertimbangan untuk para peneliti yang ingin melakukan penelitian terhadap hubungan antara jumlah rokok yang di hisap dengan derajat hipertensi. 2. Manfaat Bagi Institusi Menambah pengetahuan dan wawasan sehingga bisa memberikan informasi tentang bahaya merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara jumlah rokok yang dihisap dengan derajat hipertensi pada laki-laki perokok di Desa Sedur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Manfaat Penelitian 1.

Definisi Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 20 mm atau bervariasi tergantung Negara dengan diameter sekitar 10mm yang berisi daun tembakau yang telah dicacah (Aula. 2. Merokok sudah menjadi bagian hidupnya sehingga rasanya 4 . Rokok 1. Rokok berdasarkan bahan baku atau isi. cengkeh. Jenis-Jenis Rokok Menurut Erwin (2012) rokok dibedakan menjadi beberapa jenis. Cerutu : rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau. yaitu: Rokok berdasarkan bahan pembungkus. Klobot : rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung.  Rokok Filter (RF): rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus. dan kemenyan yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu. Sigaret : rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas.A. Tipe Perokok Menurut Rinto (2012) . 3. Rokok berdasarkan penggunaan filter. 2010).  Rokok Kretek: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan cengkeh yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu. tipe perokok ada 2 jenis yaitu : a.  Rokok Klembak: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau. Perokok aktif Perokok aktif adalah yang benar-benar memiliki kebiasaan merokok.  Rokok Putih: rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu. Kawung : rokok yang bahan pembungkusnya berupa aren.  Rokok Non Filter (RNF): rokok yang pada bagian pangkalnya tidak terdapat gabus.

b. b. Jumlah rokok yang dihisap 1-40 batang. Perokok pasif Perokok pasif adalah individu yang tidak memiliki kebiasaan merokok. Perokok pasif dianggap sebagai korban perokok aktif. Apabila perilaku merokok dimulai sejak usia remaja. tak enak kalau sehari tak merokok. namun terpaksa harus menghisap asap rokok yang dihembuskan orang lain yang kebetulan ada di dekatnya. Perokok Sedang Disebut perokok sedang jika menghisap 10-20 batang per hari. Lama Merokok Merokok dimulai sejak umur <10 tahun atau lebih dari 10 tahun. Jumlah Rokok Yang Dihisap Menurut Bustan (2007) tipe perokok menurut jumlah rokok yang dihisap dibagi atas 3 kelompok yaitu : a. c. dia akan berupaya untuk mendapakannya. Risiko kematian bertambah sehubungan dengan 5 . mereka tidak merasakan apa-apa dan tidak terganggu aktivitasnya. Oleh karena itu. akan semakin besar pengaruhnya. merokok sigaret dapat berhubungan dengan tingkat snterosclerosis. Dalam keseharian. 5. 4. Perokok Berat Disebut perokok berat jika menghisap lebih dari 20 batang. Perokok Ringan Disebut perokok ringan apabila merokok kurang dari 10 batang per hari. Semakin awal orang merokok makin sulit untuk berhenti merokok. Rokok juga punya dose-response effect. artinya semakin muda usia merokok. Kalau tidak merokok. mereka tidak berniat dan tidak mempunyai kebiasaan merokok.

kemudian ia melemahkan kecerdasan otak. 1994). dapat merusak paru-paru dan menyebabkan kanker. Menurut Erwin (2012) bahan kimia yang terkandung dlam rokok diantaranya: a. mempunyai daya gabung atu afinitas dengan hemoglobin 220 kali lebih besar dari oksigen. nikotin membuat pemakainya kecanduan. adalah bahan atau substansi yang terdapat didalam tar dan mengendap disaluran udara: mulut. sehinggga jumlah hemoglobin yang tersedia untuk membawa oksigen pemberi hidup itu ke seluruh sistem jadi berkurang. pangkal tenggorokan. serta masih banyak lagi bahan kimia yang beracun berada pada sebatang rokok. Karbon monoksida (CO). e. banyaknya merokok dan umur awal merokok yang lebih dini (Smet. menghambat penggunaan oksigen di dalam sel. Tar adalah cairan dan partikel-partikel kecil yang berasal dari asap rokok yang lengket bersama membentuk bahan yang berwarna hitam kecoklat-coklatan dan bau. b. 6. Akibatnya setiap gas CO di udara dengan cepat diambil oleh hemoglobin darah. c. Sianida. Nikotin adalah salah satu obat perangsang yang dapat merusak jantung dan sirkulasi darah. d. Benzopyrene. cabang tenggorokan dan paru-paru. Hipertensi 6 . Tar mengandung bahan kimia yang beracun. Kandungan Rokok Rokok merupakan salah satu produk industry dan komuditi internasional yang mengandung 4000 bahan kimiawi. B. Nikotin merangsang otak supaya si perokok merasa cerdas pada awalnya.

2012). Hipertensi primer 7 .2010). 1. Definisi Hipertensi Tekanan darah meningkat atau dikenal dengan hipertensi adalah keadaan dimana tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg (Angela. Ada juga hipertensi yang penyebabnya diketahui. Klasifikasi Hipertensi Pada umumnya sekitar 90% penyebab hipertensi tidak diketahui dan faktor turunan memegang peranan besar. 2. Hipertensi merupakan penyakit yang umumnya tidak menunjukan gejala atau bila ada. Hipertensi jenis ini dikenal sebagai hipertensi esensial atau hipertensi primer. yang disebut dengan hipertensi sekunder (Iskandar. tetapi bukan semua tekanan darah tinggi adalah hipertensi. Tekanan darah tinggi mencangkup semua tekanan diatas 120/80 mmHg sedangkan hipertensi mencangkup tekanan darah 140/90 mmHg dan diatasnya (Aggie.1. 2010). 2012). Semua hipertensi adalah tekanan darah tinggi. gejala tidak jelas sehingga tekanan yang tinggi di dalam arteri sering tidak dirasakan oleh penderita (Iskandar. Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah keadaan yang ditandai dengan terjadinya peningkatan tekanan darah di dalam arteri.

asifikasi Hipertensi Menurut JNC-VII 8 . Hipertensi sekunder Seperti namanya. Hanya 5-10% dari seluruh hipertensi disebabkan oleh penyebab lain. hipertensi sekunder muncul akibat kelainan fisik lainnya. seperti penyakit ginjal dan gangguan adrenal. 1 K. Tabel II. Antara lain Renal Artery Stenosis (penyempitan arteri yang menyuplai darah ke ginjal). merupakan pencetus awal untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi. 2. Hyperaldosteronism (produksi berlebih aldosterone). Hypertiroidism dan Pheochomocytoma (tumor langka yang mengeluarkan hormon dalam jumlah berlebih yang mengatur aktivitas system saraf) (Aggie. 2006). Termasuk orang- orang yang kurang olahraga pun bisa mengalami tekanan darah tinggi (Yofina. Hipertensi primer adalah suatu kondisi dimana terjadinya tekanan darah tinggi sebagai akibat dampak dari gaya hidup seseorang dan faktor lingkungan. Seseorang yang pola makanannya tidak terkontrol dan mengakibatkan kelebihan berat badan atau bahkan obesitas. Begitu pula seseorang yang berada dalam lingkungan atau kondisi stressor tinggi sangat mungkin terkena penyakit tekanan darah tinggi. 2012).

jantung dan ginjal (Budi. KLASIFIKASI TEKANAN DARAH TEKANAN DARAH TEKANAN DARAH SISTOLIK (mmHg) DIASTOLIK (mmHg) Normal < 120 Dan < 80 Perhipertensi 120 – 139 Atau 80 – 89 Hipertensi tahap I 140 – 159 Atau 90 – 99 Hipertensi tahap II ≥ 160 ≥ 100 Klasifikasi hipertensi menurut gejala dibedakan menjadi dua yaitu hipertensi Benigna dan hipertensi Maligna. Sering gelisah  . biasanya ditemukan pada saat penderita dicek up. Wajah merah  . Hipertensi Benigna adalah keadaan hipertensi yang tidak menimbulkan gejala-gejala. Gejala Hipertensi Gejala hipertensi pada umumnya tidak mempunyai keluhan khusus dan tidak mengetahui dirinya menderita hipertensi. 2012)  . Hipertensi Maligna adalah keadaan hipertensi yang membahayakan biasanya disertai dengan keadaan kegawatan yang merupakan akibat komplikasi organ-organ seperti otak. Tengkuk merasa pegal  . Mudah marah 9 . pusing atau sakit kepala  .  Gejala-gejala yang mudah diamati antara lain yaitu (Yofina. 2012). Seorang penderita hipertensi datang berobat ke dokter di dorong oleh keluhan-keluhan yang disebabkan oleh kenaikan tekanan darah itu sendiri yang mengganggu (Erwin.2013) 3.

Maka akan semakin meningkat tekanan darah (Harry. Mimisan (keluar darah dari hidung) 4. Berdasarkan penelitian eksperimental. Maksudnya adalah bahwa seseorang bisa saja mudah mengalami kenaikan tekanan darah bila mengkonsumsi makanan atau minuman yang banyak mengandung garam atau tidak sama sekali. Mudah lelah  . Jika dalam keluarga seseorang ada yang hipertensi. Apabila kedua orang tua mengidap hipertensi. Sesak nafas  . Sukar tidur  . kemungkinan menderita hipertensi naik menjadi 60% (Iskandar. Rasa berat di tengkuk  . ada 25% kemungkinan orang tersebut terserang hipertensi.  . Hal ini sering disebut sebagai salt sensitivity dan diturunkan. Faktor genetik dapat menyebabkan seseorang mengalami hipertensi. Telinga berdengung  . Faktor Genetik Faktor genetik merupakan faktor bawaan yang menjadi pemicu timbulnya hipertensi terutama hipertensi primer. Semakin rendah kemampuan tubuh untuk membuang natrium maka akan semakin banyak natrium yang terkumpul di dalam darah. Faktor Resiko Hipertensi a. Efeknya tidak secara langsung namun melalui tingkat sensitivitas kita terhadap garam atau NaCl. 2011). Mata berkunang-kunang  . diketahui bahwa respon tekanan darah manusia terhadap garam diturunkan secara genetik. 2010). 10 .

sehingga tekanan darah menjadi tinggi (Suparto. Berdasarkan Framingham Heart Study. Peningkatan tekanan darah ini ditemukan sepanjang hari. Beberapa kesamaan yang tampak pada banyak keluarga justru mungkin merupakan dampak pengaruh lingkungan. b. 11 . Pada orang yang terlalu gemuk. tekanan darahnya cenderung tinggi karena seluruh organ tubuh dipacu bekerja keras untuk mememnuhi kebutuhan energy yang lebih besar jantung pun bekerja ekstra karena banyaknya timbunan lemak yang menyebabkan kadar lemak darah juga tinggi. 2000). 2006). dan kecenderungan terhadap kebiasaan sehat maupun tidak sehat sering dibentuk oleh perilaku orang tua mereka dan iklim social tempat mereka dibesarkan (Aggie. Namun demikian. Berat badan berlebih apalagi penderita obesitas akan mengalami tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang mempunyai berat badan normal. Obesitas Penelitian dan beberapa studi yang dilakukan dunia telah menemukan bahwa berat badan berhubungan dengan tekanan darah. keterampilan nmenghadapi masalah. Pola makan anak.2012). sebanyak 75% dan 65% kasus hipertensi yang terjadi pada pria dan wanita secara langsung berkaitan dengan kelebihan berat badan dan obesitas (Harry. termasuk juga malam hari (Yofina. hal ini tidak berarti sesuatu yang pasti. 2011).

perasaan kurang 12 . 2006). Bukan berat badan saja yang penting. Jenis Kelamin Pada umumnya pria lebih terserang hipertensi dibandingkan dengan wanita. tekanan sistolik meningkat rata-rata 20 mmHg dan terus meningkat setelah usia 70 tahun (Aggie. c. Obesitas dinyatakan bila berat bedan lebih dari 20% berat badan ideal. dan diabetes (Aggie. Hilangnya elastisitas jaringan dan arterosklerosis serta pelebaran pembuluh darah adalah faktor penyebab hipertensi pada usia tua (Suiraoka. Ideal Body Weight (IBW). disebut bentuk apel lebih beresiko hipertensi. kolestrol tinggi. Walaupun penuaan tidak selalu memicu hipertensi. Usia Dengan semakin bertambahnya usia. Orang dengan kelebihan lemak di atas pinggul. 2012). Pada usia antara 30 dan 65 tahun. Hal ini disebabkan pria banyak mempunyai faktor yang mendorong terjadinya hipertensi seperti kelelahan. kemungkinan seseorang menderita hipertensi juga semakin besar. Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang timbul akibat adanya interaksi dari berbagai faktor resiko terhadap timbulnya hipertensi. tekanan darah tinggi biasanya terjadi pada usia lebih tua. melainkan tempat membawa berat badan tersebut. 2006). d.

Sampai berusia 55 tahun pria beresiko tinggi terkena hipertensi dibandingkan wanita. Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor satu pada orang Afrika-Amerika (Aggie. 13 . Menurut Edward D. satu setengah kali lebih mungkin meninggal karena penyakit jantung. 2011). dan cenderung berkembang lebih awal dan agresif. Mereka memiliki peluang hamper dua kali lebih besar untuk mengalami strok yang fatal. 2012). 2004). Jenis kelamin berpengaruh terhadap kadar hormon yang dimiliki seseorang. sehingga penyakit jantung dan pembuluh darah lebih banyak ditemukan pada pria yang kadar estrogennya lebih rendah dari pada wanita (Harry. Biasanya wanita akan mengalami peningkatan nresiko hipertensi setelah menopause (Suiraoka. Ras Orang Afrika-Amerika menunjukkan tingkat hipertensi lebih tinggi dibandingkan populasi lain. Estrogen yang dominan dimiliki wanita diketahui sebagai faktor protektif/perlindungan pembuluh darah. nyaman terhadap pekerjaan. dan empat kali lebih mungkin untuk mengalami gagal ginjal. pengangguran dan makan tidak terkontrol. 2006). Frohlich seorang pria dewasa akan mempunyai peluang lebih besar yakni satu di antara 5 untuk mengidap hipertensi (Lanny. e.

yang berarti terlalu banyak mengonsumsi garam langsung menaikan tekanan darah mereka (Aggie. Adanya stres yang besar dan menahun 14 . 2011). sehingga meningkatkan volume darah. Hal ini dapat berhubungan dengan terjadinya atherosclerosis. Natrium bersama klorida yang terdapat dalam garam dapur dalam jumlah normal dapat membantu tubuh mempertahankan keseimbangan cairan tubuh untuk mengatur tekanan darah. Hampir 50% orang memiliki hipertensi sensitif terhadap garam.f. Asupan Garam Konsumsi garam memiliki efek langsung terhadaptekanan darah. Merokok dapat meningkatkan denyut jantung. tekanan darah dan penurunan elastisitas pembuluh darah (Harry. Merokok Merokok dapat menyebabkan peningkatan sumbatan pada pembuluh darah dan membuatnya menyempit. Stres Tuntutan pekerjaan yang tinggi merupakan hal umum yang sering terjadi pada masyarakat modern. Akibatnya jantung harus bekerja lebih keras untuk memompanya dan tekanan darah menjadi naik (Lanny. 2006). h. g. 2004). Namun natrium dalam jumlah yang berlebih dapat menahan air (retensi).

Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan cara auskultasi. Hormon ini dapat menyebabkan jantung berdenyut lebih cepat dan menyebabkan penyempitan kapiler darah tepi. Tensi meter diletakkan pada meja setinggi jantung. lengan atas diletakkan di atas meja setinggi jantung. Tensi meter terdiri dari sebuah pompa. Mengukur Tekanan Darah Tekanan darah umumnya diukur dengan suatu alat yang disebut sphygmomanometer. Sebelum dilakukan pemeriksaan sebaiknya pasien duduk dikursi pada posisi yang nyaman setelah istirahat dari aktivitas berat sekurang- kurangnya 30 menit. Hal ini diduga melalui saraf simpatis yang dapat meningkatkan tekanan darah secara intermittent. Orang-orang yang setiap harinya bekerja dengan tingkat stres yang tinggi akan beresiko mengidap hipertensi di kemudian hari (Yudi. Hal ini bisa mengakibatkan terjadinya peningkatan tekanan darah (Muhammadun. Manset dipasang pada lengan kanan dengan ukuran sesuai diameter lengan. 2011). 2012). Tekanan sistolik adalah saat memulai terdengarnya suara dan tekanan diastolik adalah saat hilangnya suara (Harry. sebuah pengukur tekanan dan sebuah menset dari karet. akan memicu timbulnya sebagai keluhan dan penyakit. 2012). Siku sedikit ditekuk. 5. Salah satu tugas saraf simpatis adalah merangsang hormone adrenalin. 15 . 2010). Alat ini mengukur tekanan darah dalam unit yang disebut millimeter air raksa (mmHg) (Yudi.

akhirnya tidak mampu lagi dan mengakibatkan darah menumpuk di berbagai organ. sel- sel darah yang disebut trombosit akan menggumpal pada daerah yang rusak. maka lama- kelamaan otot jantung akan kelelahan dan tidak mampu bekerja memompa darah secara optimal. 6. 2012). tetapi juga untuk menggolongkan beratnya hipertensi (Iskandar. Tetapi jika jantung bekerja lebih keras dalam jangka waktu lama. 2010). Hasilnya bukan hanya menentukan adanya hipertensi. Komplikasi a.  Gagal jantung : jika jantung memberikan tekan yang terlalu tinggi untuk mengalirkan darah maka diperlukan kerja ekstra dari otot jantung menjadi lebih tebal seperti halnya seorang binaragawan yang sering berlatih maka ototnya menjadi besar. Jika pada pengukuran pertama hasilnya tinggi. Jantung yang seharusnya memompa darah untuk beredar berkeliling seluruh tubuh. Jika menumpuk di paru-paru maka mengakibatkan paru- paru tegenang dan menjadikan kesulitan/sesak napas jika menumpuk dihati akan menyebabkan gangguan fungsi hati dalam 16 . timbunan lemak akan menjadi berparut dan lemak menumpuk disana sehingga terjadi penyempitan pembuluh darah (Suiraoka. maka tekanan darah diukur kembali sebanyak 2 kali untuk meyakinkan adanya hipertensi. Ketika dinding dalam arteri rusak. Sistem Kardiovaskuler  Arterosklerosis : Hipertensi dapat mempercepat penumpukan lemak di dalam dan di bawah lapisan arteri.

tetapi dapat mengalami kecacatan akibat kematian jaringan otak. gangguan motoric (kelumpuhan anggota badan). c. Gagal ginjal Fungsi ginjal adalah membantu mengontrol tekanan darah dengan mengatur jumlah natrium dan air di dalam darah. 2011). Gejala stroke tergantung pada besarnya area otak yang mati akibat stroke. 2012). b. Ginjal mengatur keseimbangan mineral. Stroke adalah pembunuh ketiga setelah serangan jantung dan kanker. Seperlima dari darah yang dipompa jantung akan melewati ginjal . Stroke jenis ini sering disebut dengan stroke sumbatan atau stroke infark. hipertensi dapat mempengaruhi prose ini. jika menumpuk di tangan dan kaki akan menyebabkan pembengkakan (Harry. Serangan stroke dapat menyebabkan kematian mendadak. Stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah adalah stroke perdarahan atau stroke hemoragik. Meskipun penderita stroke dapat terbebas dari kematian. gangguan memori dan kecerdasan serta gangguan mental (Yudi. derajat asam dan air dalam darah. Selain itu hipertensi dapat menyebabkan lepasnya plak dan dinding pembuluh darah dan menyumbat pembuluh darah di otak. Ginjal juga menghasilkan zat kimia yang mengontrol ukuran pembuluh darah dan fungsinya. Misalnya panca indra (melihat dan mendengar). Tersumbat atau pecahnya pembuluh darah otak (stroke) Hipertensi merupakan faktor resiko terjadinya stroke baik stroke jenis perdarahan ataupun stroke jenis infark (sumbatan). Jika pembuluh 17 . menetralkan racun.

tekanan darah yang tinggi akhirnya dapat menyebabkan pengurangan perfusi/suplai darah ke organ genital pria (Harry. Ritina adalah lapisan di dalam bola mata yang berfungsi sebagai film untuk menangkap cahaya dan gambar. obesitas. Retinophathy akibat hipertensi sering ditemukan karena peningkatan tekanan darah dapat menyempitkan arteriola atau pembuluh darah di retina. d. mulai dari pandangan kabur hingga hilang sama sekali (Harry. diabetes. choroid. C. Gangguan penglihatan Hipertensi dapat mengganggu kesehatan mata. 2011). e. Sebaiknya penurunan tekanan darah dapat memperlambat laju penyakit ginjal dan mengurangi kemungkinan dilakukannya cuci darah dan cangkok ginjal (Suiraoka. ginjal akan mengecil dan berhenti berfungsi. Hubungan Hipertensi dan Merokok Hipertensi disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah merokok. Kebiasaan merokok dengan jumlah rokok 10-20 per hari dapat mempengaruhi 18 . darah ke nefron akan menurun sehingga ginjal tidak dapat membuang semua produk sisa akan menumpuk dalam darah. Dslsm hipertensi. merokok atau mengkonsumsi obat antidepressant. Jika retina terganggu maka secara langsung kemampuan mata untuk melihat akan berkurang. Disfungsi Ereksi Disfungsi ereksi merupakan ketidak mampuan seseorang untuk mempertahankan ereksi untuk melakukan penetrasi. 2011). 2012). Penyakit ini akan memengaruhi retina. Kondisi ini memang banyak ditemukan pada pria berusia di atas 50 tahun yang mengalami tekanan darah tinggi. dan jaringan saraf sekitar mata.

Bahan kimia dalam rokok tembakau juga meningkatkan resiko penyakit jantung dengan cara lain. Asap rokok terdiri dari 4000 bahan kimia dan 200 diantaranya beracun. Dalam beberapa detik nikotin sudah mencapai otak. sehingga tekanan darah dapat robek (Angela. Setelah merokok dua batang saja maka baik tekanan sistolik maupun diastolik akan meningkat 10 mmHg (Rinto. 2012). Hormon yang kuat ini akan menyempitkan pembuluh darah memaksa jantung bekerja lebih berat karena tekanan darah lebih tinggi. 2012) Gas CO dapat pula meningkatkan kadar karboksi hemoglobin.tekanan darah dan peningkatan resiko terjadinya penyakit kardiovaskuler telah banyak dibuktikan hal ini memaksa jantung bekerja lebih keras sehingga mendorong naiknya tekanan darah. menurunkan level HDL (High density lipoprotein) atau kolesterol baik dan membuat platelet darah lebih mungkin untuk tetap bersatu dan membentuk gumpalan yang dapat memicu serangan jantung atau stroke (Aggie. antara lain Karbon Monoksida (CO) yang dihasilkan oleh asap rokok dan dapat menyebabkan pembuluh darah kram. Salah satu bahn kimia dalam rokok adalah nikotin. 2006). Tembakau dapat menurunkan suplai oksigen tubuh. Nikotin dalam tembakau menjadi penyebab meningkatnya tekanan darah setelah isapan pertama. Otak bereaksi terhadap nikotin dengan memberi sinyal pada kelenjar adrenal untuk melepas epinefrin (adrenalin). 19 . menurunkan langsung persediaan oksigen untuk jaringan seluruh tubuh termasuk ke otot jantung. Nikotin diserap oleh pembuluh-pembuluh darah kecil di dalam paru-paru dan diedarkan ke aliran darah. CO menggantikan tempat oksigen di hemoglobin.

mengganggu pelepasan oksigen. Nikotin mengaktifkan trombosit dengan akibat timbulnya adhesi trombosit (penggumpalan) ke dinding pembuluh darah. CO dan bahan lainnya dalam asap rokok terbukti merusak pembuluh darah perifer dan menimbulkan terjadinya tekanan darah yang meningkat (Angela. meningkatkan viskositas darah. Nikotin juga merangsang peningkatan tekanan darah. Dengan demikian. dan mempercepat arterosklerosis (Pengapuran atau penebalan dinding pembuluh darah). Nikotin. 20 . 2012). karbon monoksida menurunkan kapasitas latihan fisik. sehingga mempermudah penggumpalan darah.

BAB III KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS PENELITIAN a. Rokok sebagai salah satu faktor 21 . Kerangka Konsep Merokok Jumlah rokok yang dihisap Hipertensi Genetik Obesitas Jenis kelamin Asupan garam Usia Keterangan : : Variabel yang diteliti : Variabel yang tidak Hipertensi memiliki beberapa faktor resiko diantaranya. obesitas. genetic. asupan garam dan usia. merokok. jenis kelamin.

2 Populasi dan sampel 4.1 Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua perokok laki-laki di Desa Sedur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. 4. 2.2. b. H0: Tidak ada hubungan antara jumlah rokok yang dihisap dengan derajat hipertensi.pemicu hipertensi dipengaruhi oleh jenis rokok. Zat yang dikandung rokok misalnya nikotin. Hipotesis Penelitian 1. diserap pembuluh darah di paru-paru kemudian dialirkan ke aliran darah lalu otak melepas epinefrin yang akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga menyebabkan hipertensi.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan dengan menggunakan metode analisa korelasi dengan pendekatan secara cross sectional untuk membuktikan adakah hubungan antara jumlah rokok yang dihisap dengan derajat hipertensi. 4. tipe perokok.2 Sampel 22 . jumlah rokok yang dihisap dan lama merokok. H1: Ada hubungan antara jumlah rokok yang dihisap dengan derajat hipertensi. BAB IV METODE PENELITIAN 4.2.

Usia ≥ 40 tahun Kriteria eksklusi : Hipertensi sekunder (gagal ginjal. gagal jantung. Jenis kelamin laki-laki 3. Hipertensi Tekanan darah Tensi meter -Normal Sistolik < 120 mmHg meningkat Diastolik < 80 mmHg -Prehipertensi dimana Sistolik 120 – 139 mmHg tekanan darah diastolic 80 -89 mmHg -Hipertensi tahap I sistolik lebih Sistolik 140 – 159 dari 140 mmHg Diastolic 90 – 99 mmHg mmHg dan -Hipertensi tahap II Sistolik ≥ 160 mmHg tekanan Diastolic ≥ 100 mmHg 23 .2. Variabel dependen (terikat) adalah derajat hipertensi. Sampel pada penelitian ini adalah perokok yang memenuhi kriteria sebagai berikut : Kriteria inklusi : 1. Variabel independen (bebas) adalah jumlah konsumsi batang rokok perhari. Hipertensi 2.3 Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive. kerusakan sitem hormonal. diabetes dan kelainan vaskuler).4 Definisi Operasional No Variabel Definisi Alat Ukur Kategori 1. 4. Teknik dimana proses pengambilan sampel dengan menentukan terlebih dahulu jumlah sampel yang hendak diambil. 4. kemudian pemilihan sampel dilakukan berdasarkan responden yang memenuhi kriteria inklusi. 4.3 Variabel Penelitian 1. 2.

Kemudian dilakukan pengukuran tekanan darah sebanyak dua kali dengan rentang waktu sekitar 10 menit. dihisap rokok yang dihisap perhari . 4. Tekanan darah yang dipilih adalah tekanan darah terendah dari dua kali pengukuran. Uji hipotesis dilakukan dengan sperman rank test guna mengetahui Ho diterima atau ditolak. 24 . rokok responden 2.7 Cara Analisis Data Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS 20. Jumlah Pernyataan Chek list 1. 4.5 Instrumen Pengumpulan Data Instrumen dalam penelitian ini berupa chek list untuk jumlah rokok yang dihisap dan alat ukur Sphygmomanometer untuk mengukur tekanan darah. Perokok Berat >20 batang per hari. Perokok Sedang 10-20 batang per hari. yang mengenai 3. 4. diastolik lebih dari 90 mmHg 2.0 for windows. Perokok Ringan <10 batang per hari.6 Prosedur Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan mengisi chek list melalui wawancara tentang jumlah rokok yang dihisap perhari.