You are on page 1of 9

Laporan Kasus

SKIZOFRENIA

Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Syarat
Mengikuti kepanitraan Klinik Di Bagian
Ilmu Kesehatan Jiwa

Dokter Pembimbing:

dr. Sari Dewi Apriyanti Sp.KJ M.Sc

Disusun Oleh:

Emmi Rosita

15174035

BLUD RSU CUT NYAK DHIEN MEULABOH

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABULYATAMA

2017

2 Kecamatan Johan Pahlawan.KabupatenAceh Barat Status Pernikahan : Belum menikah Pekerjaan : Pengangguran Pendidikan Terakhir : SMA Agama : Islam Suku : padang Tanggal Pemeriksaan : 09 februari 2017 Nomor Catatan Medik : 09-88-19 . STATUS PASIEN PSIKIATRI I. M Jenis Kelamin : Laki-laki Umur : 32 tahun Alamat : jalan singgah mata no. IDENTITAS PASIEN Nama : Tn.

Aloanamnesa : diperoleh dari orang tua pasien Menurut orang tua pasien. orang yang banyak bicara. Tidak ada gangguan dalam nafsu makan. 4. Aktifitas sehari-hari seperti makan. menarik diri dari pergaulan. ketika lampu dimatikan di malam hari os sering melihat bayangan hitam. Selain itu. 3. Menurut pasien keluhan ini muncul setelah pasien mengalami stress karena berbeda pendapat dengan saudara os. RIWAYAT PSIKIATRI Diperoleh dari: Autoanamnesis dan alloanamnesis tanggal 09 februari 2017. dan periang. dilakukan atas keinginannya sendiri.II. Riwayat Pengobatan . Riwayat Penyakit Sebelumnyan Os belum pernah menderita penyakit seperti ini sebelumnya. Os juga mengatakan sering mendengar bisikan ditelinga yang mengatakan “mati saja”. Padahal dulu pasien adalah penjual rokok. Ibu dan ayah os masih hidup dan ayah os menderita penyakit stroke saat ini. Riwayat Penyakit Sekarang Autoanamnesa Keluhan hilang konsentrasi dan susah tidur dirasakan pasien sejak ±9 tahun yang lalu. Os pernah mencoba bunuh diri dengan cara gantung diri namun usaha tersebut berhasil di halangi oleh ayah pasien. Keluhan Utama 2. Tidak ada anggota keluarga lain yang memiliki keluhan seperti os. Riwayat keluarga Os anak pertama dari 3 bersaudara. mandi. 1. merasa minder dan tidak percaya diri. 5. menyendiri. pasien mengatakan bahwa sering menyindiri. akhir-akhir ini pasien terlihat murung. menghindari teman-teman. mudah lelah dan pasien selalu merasa bersalah padahal tak ada kaitannya dengan pasien.

6. Riwayat Penggunaan zat narkotika Os tidak pernah mnenggunakan zat narkotika. penampilan rapi. KONDISI FISIK  Keadaan Umum :Tubuh os kurus. Os pernah minum obat jiwa sebelumnya dan tidak pernah putus obat. wajah sesuai usia. III. kulit sawo matang. waktu.  Kesadaran : Compos mentis  Orientasi : Orang. PEMERIKSAAN FISIK  Kepala : DBN  Thorax : DBN  Abdomen : DBN  Ekstremitas : DBN  Genital : Tidak diperiksa V. dan situasi baik  Bentuk Pikir : Realistis  Isi Pikir : Pikiran bunuh diri (+). warna kulit coklat  Tekanan Darah : 110/70 mmHg  Frekuensi Nadi : 68 x /menit  Frekuensi Nafas : 19 x /menit  Temperatur : 36. 7. tempat. ideas of reference  Alur Pikir : Relevan  Mood : Hipotimik  Afek : normal  Afek dan Mood : Sesuai  Persepsi : Halusinasi auditorik dan halusinasi visual  Psikomotor : Normoaktif  Judgment : Baik . STATUS MENTAL  Keadaan Umum : Pasien adalah seorang laki-laki. Riwayat Kebiasaan Os suka melamun dan tiduran dikamar.8 °C  Tinggi Badan : 158 cm  Berat Badan : 65 kg  BMI : 26 (owerweight) IV. Ekspresi wajah tampak murung dan kelihatan sedih. rambut hitam terawat.

persepsi halusinasi auditorik dan visual sertatilikan IV. merasa minder dan tidak percaya diri. DIAGNOSA BANDING 1. Menurut pasien keluhan ini muncul setelah pasien mengalami stress karena berbeda pendapat dengan saudara os. DIAGNOSA a. menarik diri dari pergaulan. IX. Insight : Tilikan IV (penderita sadar dirinya sakit dan minta diobati).0 Skizofrenia dan F32. Axis 5 :GAF Scale 80-71 gejala sementara dan dapat diatasi. isi pikir percobaan bunuh diri. Terapi Psikofarma  Trihexyphenidyl 2x2 mg  Lodomer 2 x 2 mg  Clorilex 1 x 25 mg  histrine 1 x 10 mg 2. Axis 3 : Tidak ada d.32 Episode depresif VIII. Keluhan tersebut dirasakan sejak ±9 tahun yang lalu.20 Skizofrenia 2. Axis 2 :Tidak ada c.dan pekerjaan.. Bentuk pikir non realistis. pasien mengatakan bahwa sering menyindiri. F. VII. TATALAKSANA 1. Os pernah mencoba bunuh diri dengan cara gantung diri namun usaha tersebut berhasil di halangi oleh ayah os.1 Episode Depresif Sedang b. VI. alur pikir relevan. Terapi psikososial  Psikoedukasi pada keluarga . Axis 4: Masalah pekerjaan. ketika lampu dimatikan di malam hari os sering melihat bayangan hitam. Selain itu. F. masalah dengan saudara pasien e. RESUME Os mengeluh susah untuk konsentrasi dan susah tidur. disabilitas ringan dalam sosial. Os juga mengatakan sering mendengar bisikan ditelinga yang mengatakan “mati saja”. Axis 1 : F20.

X.  Psikoedukasi pada os  Menjelaskan pada os minum obat secara teratur. untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.  Menjelaskan pada keluarga pasien agar membantu pasien untuk dapat membuka diri perlahan-lahan terhadap lingkungan sekitar sehingga dapat memperbaiki hubungan sosial pasien.  Usahakan pasien berada dalam pengawasan keluarga. HOME VISIT . pasien lebih sering diajak berkomunikasi serta keluarga harus memberi dukungan kepada pasien untuk banyak beraktivitas terlebih diluar kamar dan berintaraksi dengan orang lain.  Menjelaskan pada os tentang efek samping obat. jika ada masalah diceritakan kepada orang tua atau sahabat. Ingatkan pasien untuk minum obat dan kontrol secara teratur. PROGNOSIS  Quo Ad Vitam :Bonam  Quo ad Funcionam :Bonam  Quo Ad Sanasionam : Dubia ad bonam XI.  Menjelaskan pada os mengurung diri dan bunuh diri tidak baik.  Menjelaskan pada keluarga mengenai kondisi pasien dan menyarankan untuk senantiasa memberi dukungan selama masa pengobatan.

Di depan rumah os Foto ulama di dalam rumah os .

Buku dan kitab koleksi os .

2013. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Rusdi. DAFTAR PUSTAKA Maramis. Rujukan Ringkas PPDGJ- III . 2009. Maslim Rusdi. Jakarta : Nur Jaya . Surabaya : Airlangga University Press. Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropik. 2007. Willy F. Maslim. Jakarta : Bagian Ilmu Kedokteran FK Unika Atma Jaya. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa..Edisi 2.