You are on page 1of 2

1

BAB 1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Gangguan kebiasaan dan impuls adalah sebuah gangguan psikologis yang ditandai
oleh pengulangan ketidakmampuan untuk menahan diri dari melakukan suatu
tindakan
tertentu yang berbahaya, baik untuk diri sendiri atau orang lain
Sebelum melakukan hal tersebut, individu biasanya merasakan satu keinginan
yang
kuat untuk melakukannya. Kadang-kadang, tidak konsisten dan masih sadar
karena hal
tersebut dianggap suatu kesenangan. Setelah melakukannya, individu tersebut
akan merasa
lega. Sesudah itu, baru individu tersebut akan mengalami penyesalan. Perasaan ini
bisa
berasal dari konflik bawah sadar yang tidak jelas dengan kesadaran individu atas
dampak
perbuatan itu pada orang lain
Gangguan kebiasaan dan kontrol impuls kedua-duanya memiliki penyebab
neurologis dan lingkungan, serta diketahui diperburuk oleh stres. Tindakan akibat
gangguan ini biasanya

didahului oleh individu tersebut merasakan satu perasaan ketegangan dan
kegembiraan dan
diikuti oleh rasa lega dan kepuasan, sering-tapi tidak selalu, disertai dengan rasa
bersalah atau
penyesalan.
Beberapa gangguan telah diidentifikasi sebagai gangguan kebiasaan dan impuls.
Contohnya adalah judi patologis, bakar patologis atau piromania, kleptomania
yakni curi
patologis, dan trikotilomania.
Prevalensi kleptomania tidak diketahui, tetapi DSM-IV-TR melaporkan bahwa itu
terjadi dalam waktu kurang dari 5 persen dari pengutil diidentifikasi. Rasio laki-
ke-
perempuan 1:3 dalam sampel klinis.
Bagi kasus piromania pula, tidak ada informasi yang tersedia tentang prevalensi,
tetapi
hanya sebagian kecil orang dewasa yang melakukan pembakaran dapat
diklasifikasikan
sebagai memiliki pyromania. Kelainan ini ditemukan jauh lebih sering pada pria
dibandingkan pada wanita.

. Meskipun trikotilomania dahulu diangggap suatu kejadian luar biasa. Hal ini karena tidak ada data yang sistematis yang tersedia pada prevalensi trikotilomania. 2 Prevalensi sebenar kasus trikotilomania masih belum diketahui. sekarang ia diyakini terjadi lebih sering.