You are on page 1of 7

LAPORAN PENYEHATAN UDARA-A

Pengukuran Partikel Matter Dengan Personal Dust Sampler

Nama : Gede Yudi Antara

NIM : P07133214025

Kelompok : I (Satu)

Prodi : DIV Kesehatan Lingkungan

Semester : V (Lima)

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR

JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN

PROGRAM STUDI DIV

2016

(2011) membedakan jenis polutan udara primer atau polutan yang mencakup 90% dari jumlah polutan udara seluruhnya menjadi lima kelompok.dan Partikel. polutan yang paling berbahaya bagi kesehatan adalah partikel-partikel.00 WITA Lokasi : Toko Meubel Kembang Jaruh Kelompok : I (Satu) Pembimbing : D. (1988) dalam Mayasari. PRAKTIKUM IV Pengukuran Partikel Matter Dengan Personal Dust Sampler Mata Kuliah : Penyehatan Udara-A Materi : Pengukuran Partikel Matter Dengan Personal Dust Sampler Tanggal : 12 Oktober 2016 Waktu : 14. yaitu Karbon monoksida.M. Sulfur Dioksida. (2011). Penambahan benda–benda (partikel) atau gas – gas asing di luar ketentuan komposisi alamiah maupun penambahan komponen dalam jumlah yang berlebihan. S. Latar Belakang Udara merupakan campuran berbagai macam gas yang terdapat pada lapisan yang mengelilingi bumi. Penyebab pencemaran udara beragam baik secara .A.. Pencemaran udara pada prinsipnya dapat terjadi dimana saja termasuk areal pertukangan kayu. (1992) dalam Mayasari. Pencemaran udara adalah adanya bahan-bahan asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan udara dari keadaan normal. karena masih ada zat- zat atau bahan-bahan atau komponen lain yang masuk sehingga komposisi udara tersebut berubah. sekalipun sama dengan komponen udara atmosfer dapat mengakibatkan suatu proses yang disebut polusi atau pencemaran udara Ryadi. Toksisitas kelima kelompok polutan tersebut berbeda-beda.KM.Posmaningsih. Nitrogen oksida. Hidrokarbon. Komposisi campuran gas tersebut tidak selalu konstan. A. Fardiaz.Kes.A.

Mahasiswa mampu membuat laporan praktikum C. Menyiapkan alat dan bahan 2. Mahasiswa mampu melakukan pengukuran partikel matter dengan Personal Dust Sampler c.bijih batuan. (2010) PDS (Personal Dust Sampler) adalah alat yang digunakan untuk mengukur debu total dan debu respirable baik di lingkungan maupun tempat kerja. seperti debu Whardana. Pengukuran debu total dilakukan untuk mewujudkan seragaman dalam melakukan pengukuran secara nasional dan dalam rangka upaya melindungi keselamatan tenaga kerja. (2001) dalam Mayasari. Menaruh filter pada desikator selama 24 jam sebelum pengukuran 4. Tujuan Umum Mahasiswa mampu melaksanakan pengukuran partikel matter dengan Personal Dust Sampler 2. Menentukan lokasi pengukuran 3. (Posmaningsih. pengamplasan. Bahan a. Cara Kerja 1. peledakan dan desceptitation (pemecahan karena panas) dari material organic maupun anorganik. Lestari. 2016) B. Saringan d. Personal Dust Sampler b. Filter Holder e. tumbukan cepat. (2010) dalam Nurifa. Menimbang filter dengan timbangan anilitik untuk menghitung berat awal . Alat a. Obeng c. (2011). Tujuan Khusus a. batubara. Pompa Penghisap f. Pencemaran udara pada areal pertukangan kayu dapat bersumber secara alamiah. Alat dan Bahan 1. Timbangan Analitik 2. Debu adalah partikel padat yang dihasilkan karena adanya proses penghancuran. Mahasiswa mampu menganilisis hasil pengukuran debu total dan debu respirable d.alamiah maupun pencemaran karena ulah manusia. Tujuan Praktikum 1. kayu dan bijih tanaman. logam. Filter D. Mahasiswa mampu mempersiapkan peralatan pengukuran partikel matter dengan Personal Dust Sampler b. seperti batu.

Waktu pengukuran adalah 2 jam 7.1945 gram .t (waktu) = 2 jam = 120 menit . Menghitung tingkat debu dengan rumus berat akhir−berat awal ¿ Faktor x flow x t E. Menaruh filter holder pada leher baju . sedangkan PDS (pompa penghisap) ditaruh pada pinggang 6. 12 Oktober 2016 Waktu : 14. Menimbang filter dengan timbangan analitik 10.Faktor = 8667 .Berat akhir = 0. Merangkai filter holder dengan pompa penghisap c. Mengatur kecepatan aliran udara 1.f (flow) = 1500 cc/menit = 0. Setelah 2 jam .00 WITA Tempat: Jalan Pendidikan Nama Usaha : Toko Meubel Kembang Jaruh b. Hasil Praktikum pengukuran partikal matter dilaksanakan pada Hari/tanggal : Rabu. Perhitungan .0015 m3/menit . Hasil Pengukuran . Melakukan pengukuran a. Memasang filter pada filter holder b.5 – 3 mg/lt e.2523 gram c. Hasil dan Pembahasan a. Memasukkan filter ke dalam filter holder dengan permukaan yang halus menghadap ke bawah d. 5. Kemudian filter ditaruh kembali pada desikator selama 24 jam 9. melepas filter dan di taruh pada tempat filter 8.Berat awal = 0.

Pengendalian secara tehnik ini dapat dilakukan dengan mendesain mesin-mesin pemotong . 2012). Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 1405/MENKES/SK/XI/2002 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri yaitu kandungan debu maksimal di dalam ruangan adalah 10 mg/m3. Jadi tingkat debu yang dihirup pekerja Toko Meubel Kembang Jaruh masih memenuhi standar yang telah ditentukan. Debu yang masuk ke dalam saluran pernafasan menyebabkan timbulnya reaksi mekanisme pertahanan non spesifik berupa bersin dan batuk.37 mg/m3 2. Penyakit akibat paparan debu yang lain seperti asma kerja. Pembahasan Berdasarkan hasil pengukuran debu total dengan menggunakan personal dust sampler yang dilakukan di Toko Meubel Kembang Jaruh yang terletak di Jalan Pendidikan didapatkan hasil yaitu 0. bronchitis industry. Umumnya penyakit paru akibat debu mempunyai gejala dan tanda yang mirip dengan penyakit paru lainnya yang tidak disebabkan oleh debu di ruangan yang paling efektif adalah pengendalian secara tehnik. Proses pembuatan meubel pada pabrik meubel berpotensi terhadap konsentrasi debu dan kualitas udara dalam ruangan pabrik seperti pemotongan.37 mg/m3.02523 g−0. sehingga bisa berdampak terhadap gangguan saluran nafas kerja (Faizal. pengerutan.006 m3 W =0.0015 x 120 menit menit 0.00037 g /m3=0.0578 g W= 156. dan pengamplasan. penggergajian. berat akhir−berat awal W= Faktor x flow x t 0.1945 g W= m3 8667 x 0. Pneumokoniosis biasanya timbul setelah pekerja terpapar selama bertahun-tahun.

Dampak Debu Industri Pada Paru dan Pengendaliannya. Alat yang digunakan untuk mengukur partikel matter adalah Personal Dust Sampler b.37 mg/m3 c. (online) Available: http://adln.-bab-2-a.unair. Modul Praktikum Mata Kuliah Penyehatan Udara Denpasar. 18 Oktober 2016 . Kesimpulan dan Saran 1.id /bitstream %20/123456789/28644/4/Chapter%20II.ac. 2016. Sebaiknya pengukuran dilakukan secara bergantian agar semua anggota kelompok pernah mencoba untuk mempraktekannya b. Pengukuran debu total di Toko Meubel Kembang Jaruh mendapatkan hasil sebesar 0. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 1405/MENKES/SK/XI/2002 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri yaitu kandungan debu maksimal di dalam ruangan adalah 10 mg/m3 jika dibandingkan dengan hasil pengukuran maka hasil tersebut sudah memenuhi syarat yang telah ditetapkan 2. Tinjauan Pustaka Debu.usu. 2011) F.lib. kayu dengan alat penghisap debu.ac. Jurnal Resipiratorius Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 1405/MENKES/SK/XI/2002 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri Mayasari. 2011. Nurifa.pdf Handayani. 2005 dalam Mayasari. Kemudian alat penghisap debu tersebut dihubungkan pipa dan keseluruhan alat ini bekerja secara otomatis (Simatupang. Yunus. 2010. 2012. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang diperoleh dari pembahasan diatas yaitu : a.pdf Posmaningsih. Sebaiknya pemilik toko menyediakan alat pelindung diri seperti masker dan mengharuskan pekerja toko untuk memakai masker agar dapat mengurangi masukya partikel debu ke saluran pernafasan G. Daftar Pustaka Faizal. Pencemaran Udara. Saran a. (online) Available : http://repository.id/files/disk1/736/gdlhub-gdl-s2-2014-handayanin- 36760-8.

S..KM. Gede Yudi Antara NIP.197608211998032001 NIM : P07133214025 .Kes.M. Menyetujui Pembimbing Praktikum Praktikan Dewa Ayu Agustini Posmaningsih.