You are on page 1of 5

Pengertian Latar Belakang Masalah adalah menceritakan hal hal yang melatarbelakangi mengapa

peneliti memilih judul penelitiannya. Dalam latar belakang masalah ini, peneliti seolah-olah sebagai
detektif yang sedang mengamati situasi lingkungan tempat kejadian perkara. Untuk memunculkan
berbagai alasan mengapa memilih judul tersebut, maka seorang peneliti dalam hal ini dapat mengacu
pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, akan tetapi belum efektif pada pelaksanaannya.

Latar belakang Masalah dapat juga mengacu pada krisis ideologi, ekonomi, sosial, politik, budaya,
pertahanan dan keamanan. Latar belakang ditutup dengan kalimat kunci yang menekankan pentingnya
masalah tersebut untuk segera diteliti dan dampaknya jika penelitian itu ditunda-tunda untuk tidak diteliti.
Yang menjadi pertanyaan, berapa halaman jumlah latar belakang masalah ?. Jawabannya yaitu
proporsional, tergantung jumlah halaman seluruh proposal penelitian atau laporan penelitian. Perlu
digaris bawahi bahwa jangan sampai latar belakang masalah yang ada pada proposal atau yang ada
pada Bab 1 pada laporan penelitian jumlahnya lebih banyak dari bab-bab lainnya, kecuali bab terakhir,
yaitu kesimpulan dan saran.

Jadi sebelum menentukan judul penelitian, maka seorang peneliti diwajibkan untuk menemukan suatu
masalah. Masalah tersebut kemudian dijadikannya sebagai latar belakang diangkatnya sebuah judul
yang nantinya akan diteliti oleh peneliti. sekian dari informasi ahli mengenai pengertian latar belakang
masalah, semoga tulisan informasi ahli mengenai pengertian latar belakang masalah dapat bermanfaat.
http://www.informasiahli.com/2015/07/pengertian-latar-belakang-masalah-dalam-
penelitian.html

TUJUN PENELITIAN

Tujuan penelitian merupakan tindak lanjut dari masalah yang telah dirumuskan. Tujuan penelitian
mencakup langkah – langkah dari penelitian yang akan dilakukan. Dalam pembuatan proposal
penelitian, tujuan dapat dilakukan secara singkat seperti untuk menjajaki, menguraikan,
menerapkan, mengidentifikasi, menganalisis, membuktikan atau membuat prototype.

Penulisan tujuan dapat dilakukan dalam 2 jenis, yaituPenulisan Tujuan Umum dan Penulisan

Tujuan Khusus.

Penulisan Tujuan Umum dilakukan untuk mempelajari atau menjelaskan tujuan yang hendak dicapai
secara umum.

Penulisan Tujuan Khusus dilakukan sebagai langkah – langkah untuk mencapai tujuan umum.

Contoh :

Tujuan umum

Untuk mengetahui hubungan faktor personal hygiene ibu dengan kejadian miliaria b. Perumusan Masalah 3.co.faktor yang mempengaruhi terjadinya miliaria pada bayi di desa karangpetir kecamatan Tambak kabupaten Banyumas tahun 2011.Mempelajari factor – factor yang mempengaruhi tingginya angka kematian ibu post partum di daerah X.html Terdapat beberapa bab mengenai masalah penelitian: 1. Contohnya: Untuk mengetahui faktor. Tujuan Umum Tujuan umum lebih di kembangkan dalam kerangka yang masih umum dan bernanfaat untuk banyak kalangan. mengidentifikasi pengaruh status ekonomi terhadap tingginya angka kematian ibu post partum di daerah X.id/2011/12/tujuan-umum-dan-khusus-penelitian. Untuk mengetahui hubungan faktor ventilasi udara yang kurang baik dengan kejadian miliaria. Untuk mengetahui faktor yang paling dominan pengaruhnya terhadap kejadian miliaria http://educendika. Tujuan Khusus a. 1. Latar Belakang 2.blogspot. Mengidentifikasi angka kematian ibu post partum di daerah X 2. Manfaat Penelitian . Tujuan Penelitian 4. c. d. Untuk mengetahui hubungan faktor riwayat panas dengan kejadian miliaria. 2.wordpress.com/2012/06/18/sistematika-penulisan-proposal- penelitian/ Di dalam penulisan sebuah proposal harus ada tujuan umum dan tujuan khusus. Mengidentifikasi status ekonomi di daerah X 3. Tujuan khusus 1. https://tugas27.

Urgensi meneliti fenomena tersebut Penelitian hanya bisa dilakukan terhadap fenomena yang penting. c. yang penting adalah alur penulisan yang sistematis dan nyaman dibaca. urgensi serta kelayakan meneliti fenomena tersebut. b. sebenarnya tidak harus dengan urutan tersebut. budaya. peneliti harus mampu mengungkapkan mengapa fenomena tersebut penting untuk dikaji. biasanya ketiganya dijelaskan secara urut. urgensi. Namun. kembali kepada konteks umum berupa manfaat penelitian secara luas. Kelayakan meneliti fenomena tersebut . Pada prinsipnya. misalnya konteks sosial. ekonomi atau sejarah. hanya konteks-konteks yang relevan dengan masalah penelitian saja yang dijelaskan.Keempat bab tersebut bergerak dari konteks umum yang luas. tidak semua konteks perlu dipaparkan. lalu kelayakan. Dengan kata lain. ketiga hal tersebut harus ada dalam latar belakang. tidak perlu dibuat subbab fenomena. ataupun subbab kelayakan. Latar belakang menjelaskan fenomena tersebut. peneliti harus mampu menjelaskan fenomena yang akan diteliti serta konteks yang melingkupinya. mulai dari deskripsi fenomena. Latar Belakang Latar belakang berisi tiga hal: deksripsi fenomena yang akan dikaji. Memang. tidak hanya penting secara personal bagi peneliti. menuju hal yang spesifik (rumusan masalah dan tujuan penelitian). Jika kita deskripsikan dalam bentuk gambar. Fenomena yang akan diteliti Sebuah penelitian dilakukan dalam rangka menjawab keingintahuan peneliti untuk mengungkapkan suatu gejala atau fenomena yang belum terjelaskan. Perlu ditambahkan. Tentu saja. atau suatu fenomena yang tidak sesuai dengan yang seharusnya. a. dalam arti bagi masyarakat luas. Dalam bagian ini. lebih kurang seperti ini: 1. subbab urgensi. penjelasan ketiga hal tersebut menyatu dalam Bab Latar Belakang.

Jadi. peneliti memberikan pernyataan singkat dan jelas mengenai tujuan penelitian. Pembatasan-pembatasan objek kajian Penelitian pasti mempunyai objek kajian yang spesifik. sekaligus sebagai pengantar untuk memasuki fokus penelitian. Jika diperlukan. namun bagian ini menegaskan serta menyajikan argumentasi mengapa memilih teks atau media tersebut. Fokus penelitian Peneliti tidak mungkin mengkaji sebuah fenomena secara menyeluruh. semacam ringkasan dari latar belakang. Penjelasan yang tidak sistematis. untuk menjelaskan fenomena tersebut secara meyakinkan harus dilakukan penelitian. cukup satu atau dua paragraf. peneliti harus menentukan fokus penelitian. seringkali berputar-putar atau banyak pengulangan yang tidak perlu. Penjelasan yang terlalu melebar dan tidak relevan. pasti ada pembatasan kategori isi media yang akan dianalisis (misal: tajuk rencana. biasanya dinyatakan dengan sebuah kalimat tanya. Teks atau media yang akan dianalisis bisa saja sejak awal sudah disinggung di Bab Latar Belakang. peneliti juga harus menjelaskan secara eksplisit berikut argumentasinya. Biasanya. Penjelasan ini berfungsi sebagai penghubung antara Bab Latar Belakang dengan Bab Perumusan Masalah. sebenarnya bisa juga dinyatakan dengan kalimat berita. Menguraikan atau mendeskripsikan suatu fenomena. maka peneliti harus menjelaskan hal tersebut berikut argumentasinya. 3. cover atau lainnya). bagian ini menjelaskan teks atau media yang akan dianalisis serta argumentasinya. Jika yang dianalisis adalah isi media. Dalam penelitian lapangan. Singkatnya. Dalam penelitian teks. baik kuantitatif maupun kualitatif. Kelemahan umum yang harus dihindari dalam penulisan latar belakang ini adalah: 1). Maka. . headline. c. Penentuan objek kajian ini tidak bisa semena- mena. sistematis dan logis. peneliti harus mampu menjelaskan bahwa untuk mengungkap fenomena yang akan dikaji memang membutuhkan langkah-langkah yang runtut. Perumusan Masalah Bagian ini menguraikan fokus penelitian.Setelah mengungkap urgensi penelitian. terkecuali dalam penelitian tertentu yang advance atau dilakukan oleh sebuah tim. Tujuan Penelitian Dalam bab ini. b. sebaliknya harus berdasar argumentasi yang kuat. Ringkasan fenomena Peneliti mengungkapkan kembali fenomena yang akan dikaji secara ringkas. bagian ini menegaskan subjek atau lokasi penelitian dan argumentasi mengapa memilih subjek atau lokasi tersebut. d. 2. subjek dan lokasi penelitian sudah diungkap sejak awal di Bab Latar Belakang. Rumusan masalah Dalam setiap proposal penelitian pasti ada rumusan masalah yang tegas (research problem statement). peneliti bisa menjelaskan asumsi dan lingkup yang menjadi batasan dari fokus penelitian. 2). Sebuah penelitian (ilmu sosial) dapat bertujuan: 1. penelitian pasti dilakukan terhadap kelompok masyarakat tertentu (lokasi penelitan). Jika ada pembatasan isu-isu khusus yang akan dianalisis. Walaupun. sisi atau dimensi apa yang akan diteliti dari fenomena yang telah dijelaskan. Biasanya disajikan dengan alur berikut ini: a.

maupun ulasan obyektif dimana disertakan contoh. makalah. Jika rumusan masalah dinyatakan dengan kalimat tanya. 3. tujuan penelitian berupa pengubahan bentuk kalimat dari rumusan masalah. alasan. https://medianarratives. meyakini. Karangan argumentasi adalah karangan yang berusaha memberikan alasan yang kuat untuk meyakinkan pembaca. dan membenarkan gagasan/pendapat penulis. Karangan argumentasi bersifat objektif. Dalam penulisan argumentasi isi dapat berupa penjelasan. sehingga pembaca akan terpengaruh. gagasan. Membuat suatu prototipe/model sosial. . contoh. pembuktian. analogi.wordpress. Pada umumnya mengemukakan alasan. maka tujuan penelitian mengubahnya menjadi kalimat berita (pernyataan).com/2012/01/12/menulis-rumusan-masalah- dalam-proposal-penelitian/ Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang di tulis dengan tujuan untuk menyakinkan dan membujuk pembaca. Membuktikan suatu hal. Biasanya. Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide. 2. dsb. Contoh argumentasi adalah karya ilmiah. Tujuan penelitian harus konsisten dengan rumusan masalah. dan sebab akibat. dan bukti yang kuat untuk meyakinkan. skripsi. atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti.