You are on page 1of 13

Makalah Aqidah Akhlak

Tentang Ibnu Sina

Nama Kelompok :
1) Iva Widya Santi (14)
2) M.A Haris Firismanda (16)
3) Rika Suciana (28)
4) Rizke Syahrial (30)

KATA PENGANTAR

saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan. Oleh sebab itu. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Ibnu Sina.Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat. Daftar isi . karunia. serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Ibnu Sina ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun. kami berharap adanya kritik. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna.

Kata Pengantar i Daftar Isi ii BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah 4 Rumusan Masalah 4 Tujuan 4 BAB II PEMBAHASAN Sejarah Lahir Ibnu Sina 5 Karya-karya Ibnu Sina 7 Filsafat Ibnu Sina 8 BAB III PENUTUP Kesimpulan 13 DAFTAR PUSTAKA 14 BAB I .

khususnya filsafat abad pertengahan. tapi juga memperoleh penghargaan yang semakin tinggi hingga masa modern. PENDAHULUAN A. Ajaran filosof yang dikenal baik sebagai masha’i atau filsafat paripatetisk adalah sintesis ajaran-ajaran wahyu Islam dengan filsafat Aristotelianisme dan Neoplatonisme. suatu sistem yang telah mendominasi tradisi filsafat muslim beberapa abad. BAB II PEMBAHASAN A. Dengan lidah orang Spanyol kata . Siapakah Ibnu Sina? 2. Dalam sejarah pemikiran filsafat abad pertengahan. Untuk mengetahui pemikiran filsafat yang di kemukakan oleh Ibnu Sina. makalah ini diberi judul “Filsafat Ibnu Sina”. yang berisi tentang sejarah lahir Ibnu sina dan karya-karyanya serta pemikiran filsafatnya. Untuk mengetahui Karya-karya Ibnu Sina. maka rumusan masalah makalah ini adalah : 1. Oleh karena itu. Ia merupakan tokoh kerohanian yang besar. menjadi sebuah dimensi inteleksualisme yang permanen dalam dunia Islam dan bertahan sebagai ajaran filsafat yang hidup sampai hari ini. B. Sejarah Lahir Ibnu Sina Ibnu Sina nama lengkapnya adalah Abu ‘Ali Al-Husain ibnu ‘Abd Allah ibn Hasan ibnu Ali Ibn Sina. sosok Ibnu Sina memiliki banyak hal unik. Tujuan Adapun tujuan disusunnya makalah ini adalah : 1. Latar Belakang Masalah “Bapak filosof” demikianlah julukan bagi Ibnu Sina yang diberikan oleh sebagian besar filosof-filosof Islam di Timur. Apa saja pemikiran filsafat yang dikemukakan oleh Ibnu Sina? C. sedangkan diantara para filosof muslim ia tidak hanya unik. 2. Ia adalah satu . akibat dari terjadinya metamorphose Yahudi-Spanyol-Latin. Di Eropa (dunia Barat) ibnu sina dikenal dengan sebutan “Avicenna”.satunya filosof besar Islam yang telah berhasil membangun sistem filsafat yang lengkap dan terperinci. Sebutan ini. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. 3. Untuk mengetahui sejarah singkat tentang Ibnu Sina. Apa saja karya-karya yang dihasilkan oleh Ibnu Sina? 3.

fisika. Ibnu Sina dapat menguasai semua ilmu yang diajarkan kepadanya dengan sempurna. Disanalah Ibnu Sina besar. akibat para penguasa saling bersaing dan saling mengungguli. ilmu ukur. ia diangkat sebagai konsultan dokter-dokter praktisi. bahkan melebihi sang guru. juga didukung oleh minat belajarnya yang luar biasa dan kegeniusan otaknya. Karena kecerdasannya. namun mereka tetap mendorong dan melindungi kegiatan intelektual dan ilmiah. dan di makamkan di Hamadzan. Telah disebutkan. astronomi. Di sinilah ia melepaskan dahaga belajarnya siang malam sehingga semua ilmu pengetahuan dapat dikuasainya dengan sempurna. Terjadinya perubahan ini berawal dari usaha penerjemahan naskah-naskah Arab ke dalam bahasa Latin pada pertengahan abad keduabelas di Spanyol.). 980 M. Sedangkan guru-guru yang mendidik Ibnu Sina diantaranya yaitu Abu Abd Allah Al- Natili dan Ismail sang Zahid. . Ayahnya juga seorang pembantu kerajaan. ia lahir dikalangan orang agamis yang sangat taat beribadah.di sinilah letak keberuntungan dunia islam. Dan Ibnu Sina meninggal dunia pada th. walupun dari segi politik dapat dikatakan telah porak poranda. Persia Utara pada th. Kepintarannya ini dibuktikan ketika ia berhasil mengobati Pangeran Nuh Ibnu Mansur yang sebelumnya tidak seorang dokter pun mampu menyembuhkannya. Pada usia 16 tahun ia telah banyak menguasai ilmu pengetahuan. ilmu hitung. Ibnu Sina diberi kebebasan belajar di perpustakaan istana Kutub Khana. Keberhasilan Ibnu Sina. Dan dengan keberhasilan ibnu sina ini. Ketika anak jenius ini berusia 17 th dengan kepintarannya yang mengagumkan. Sejak usia muda. Ibnu Sina lahir di Afsyanah dekat Bukhara. hukum dan lainnya. Ibnu Sina telah menguasai beberapa ilmu-ilmu pengetahuan seperti matematika. filsafat dan bahkan ilmu kedokteran dipelajarinnya sendiri. logika. Setelah guru-gurunya kewalahan. Ayahnya seorang ulama besar di Kharistan Bukhara. Ibnu sina menadi bingung mencari tempat untuk memuaskan kehausan belajarnya yang tidak kunung terpenuhi. Karena kepintarannya ini. ia telah memahami seluruh teori kedokteran yang ada ada saat itu dan melebihi siapapun juga. bahkan dalam usia 10 th. kedokteran. Ia juga diangkat sebagai menteri oleh Sultan Syams Al-Dawlah yang berkuasa di Hamdan.ibnu diucapkan “Aben” atau “Even”. 1037 M.Ibnu Sina telah hafal AL-qur’an 30 juz. karena keberhasilannya menyembuhkan pangeran Nuh Ibnu Mansur. fikih. di samping adanya kebebasan yang diberikan oleh para penguasa. Bahkan karena kecerdasan yang dimiliki Ibnu Sina para gurunya menadi kewalahan. (usia 58 th. sastra arab.

ia tertolong berkat bantuan risalah kecil Al-Farabi yag berjudul fi Aghradhi ma ba’d al-Thabi’atii. merupakan buku filsafat yang terpenting dan terbesar. Setelah beberapa bulan. Akhirnya. ia dituduh membakarnya supaya oaring lain tidak dapat menguasai ilmu yang ada di sana. dan logika. B. Al-Syifa. Karya-karya Ibnu Sina Ibnu sina walaupun sibuk dalam pemerintahan. Jumlah karya tulis Ibnu Sina diperkirakan antara 100 sampai 250 buah judul. ia dapat meloloskan diri dari penjara dan lari ke Isfahan dan disambut oleh amirnya dengan segala kehormatan. matematika. namun ia adalah seorang penulis yang luar biasa produktif sehingga ia tidak sedikit meninggalkan karya tulis yang sangat besar pengaruhnya kepada generasi sesudahnya. Di kota inilah ia mengabdikan dirinya sampai akhir hayatnya. hanya semata-mata kedengkian atau ketidaksenangan. sekalipun telah ia baca sebanyak 40 kali dan hampir hafal di luar kepala. Ibnu Sina tidak terlepas dari cobaan yang menimpa dirinya. baik di dunia Barat maupun di dunia Timur. Hal ini terjadi ketika Ibnu Sina kesulitan memahami metafisika Aristoteles. bahkan dalam otobiografinya disebutkan tentang utang budinya kepada Al-Farabi. Ibu Sina merupakan penerus dan pengembang filsafat Yunani yang sebelumnya telah dirintis oleh Al-Farabi dan dibukakan pintunya oleh Al-Kindi. ia berhak memperoleh gelar kehormatan dengan sebutan al Syikh al-Ra’is (Kyai Utama). Sebagai pemikir inovatif dan kreatif pada umumnya. Buku tersebut mempunyai beberapa 1 . Atas keberhasilan Ibnu Sina dalam mengembangkan pemikiran Filsafat ditangannya telah mencapai puncaknya. berisi uraian tentang filsafat yang terdiri atas empat bagian : metafisika(ketuhanan). Ibnu Sina secara tidak langsung juga pernah berguru kepada Al-Farabi1. fisika. Diantara karya tulisnya yang terpenting. Ketika pustaka istana (Kutub Khana) terbakar. Dengan kata lain. Cobaan lain. sebagai berikut : 1. dalam bahasa latin dikenal dengan Suficienta. bahwa ia pernah dipenjarakan oleh putra Al-Syams Al-Dawlah. Hal ini dapat diartikan bahwa Ibnu Sina adalah seorang pewaris filsafat Neoplatonisme Islam yang dikembangkan oleh Al-Farabi. dank arena prestasinya itu.

Al-Tawfiq (Rekonsiliasi) antara agama dan filsafat Sebagaimana Al-Farabi. Risalah Ath-Thair. Abdurrahman Badawi. Al-Hikmat Al-Masyriqiyyah. Bagian logika diterbitkan di Kairo pada tahun 1945. Bahkan masih banyak karya lain lagi yang ditulis dalam bentuk puisi ke dalam bahasa Persia. 2. Sedangkan sebagiannya diterjemahkan ke dalam bahas Prancis. C. berisi filsafat Timur sebagai imbangan dari filsafat Barat. Beberapa esainya yang terpenting adalah Hayy ibn Yaqzhan. isinya mengandung uraian tentang logika dan hikmah. Pada tahun 1956. Al-Qashidah Al-Muzdawiyyah. Buku ini pernah diterbitkan bersama-sama dengan buku Al-Qanun dalam ilmu kedokteran pada tahun 1593 M. Al-Qanun fi al-Tibb atau Canon of Medicine. Perbedaannya hanya . di tambah lagi naskah-naskahnya yang masih ada memuat bagian logika. sampai akhir Abad ke 17 H. Selain itu. 4. Sedangkan puisi terpentingnya adalah Al-Urjuzah fi Ath- Thibb. Lembaga Keilmuan Cekoslowakia (LKC) di Praha menerbitkan pasal keenam dari buku ini perihal ilmu jiwa. kemudian diterbitkan lagi di Kairo pada tahun 1947 M di bawah asuhan Dr. berisi ilmu kedokteran yang terbagi atas lima kitab dalam berbagai ilmu dan berjenis-jenis penyakit dan lainnya. Ibnu Sina uga mengusahakan pemaduan (rekonsiliasi) antara agama dan filsafat. Buku ini pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan pernah menjadi buku standar untuk Universitas Eropa. Risalah fi Sirr Al-Qadar. Ada yang mengatakan bahwa isi buku tersebut mengenai tasawuf. Karya tulis ini ditujukan khusus untuk kelompok terpelajar yang ingn mengetahui dasar-dasar ilmu hikmah secara lengkap. Ibnu Sina meninggalkan sejumlah esai dan sya’ir. Menurutnya nabi dan filosof menerima kebenaran dari sumber yang sama yakni malaikat Jibril yang juga disebut Akal Kesepuluh atau Akal Aktif. buku ini banyak dibicarakan orang karena tidak jelasnya maksud dan judul buku. di bawah asuhan Dr. Bagian Ketuhanan dan fisika pernah di cetak dengan cetakan batu di Teheran. Buku tersebut pernah diterbitkan di Roma tahun 1593 M dan India tahun 1323 M. buku ini adalah buku terakhir dan yang paling baik. Al-Najah. Al-Isyarat wa al-Tanbihat. denga terjemahannya ke dalam bahasa Prancis. dengan nama Al Burhan. naskah yang tersebar diberbagai perpustakaan Barat dan Timur. Filsafat Ibnu Sina 1. di bawah asuhan Jean Pacuch. di Roma dan pada tahun 1331 M. Sulaiman Dunya. Tetapi menurut Carlos Nallino. bahkan buku ini pernah diterbitkan di Leiden pada tahun 1892 M. Risalah fi Al-’Isyq. dan Tahshil As-Sa’adah. dan Al-Qashidah Al-’Ainiyyah. berisi ringkasan dari kitab al-Syifa. 5. di Mesir. 3.

Mereka yang disebut pertama. baik secara rasional dan secara syar’I. sedangkan filosof melalui Akal Mustafad. Kemaujudan yang mesti itu harus satu. Karena para nabi dengan mukjizatnya dapat dibenarkan dan diikuti manusia. sehingga tanpa melalui latihan dengan mudah dapat berhubungan dengan akal aktif dan dengan mudah dapat menerima cahaya atau wahyu dari Tuhan. tak ada antribut antribut lain . Nyatanya. 2. bagi nabi terjadinya hubungan dengan malaikat Jibril melalui akal materiil yang disebut hads (kekuatan suci. Ibnu Sina. menurutnya adalah manusia pilihan Allah dan tidak ada peluang bagi manusia lain untuk mengusahakan dirinya jadi nabi. Nabi memperoleh akal materiil yang dayanya jauh lebih kuat daripada akal Mustafad sebagai anugrahTuhan kepada orang pilihan-Nya. tetapi antara keduanya tidaklah bertentangan. Dengan kata lain. Wajib al wujud inilah yang mewujudkan mumkin al wujud. walaupun di dalam kemaujudan ini tak boleh terdapat kelipatan sifat-sifat Nya. Dengan demikian.qudsiyyat) yaitu intuisi. Wajib alwujud. kebenaran yang disampaikan nabi dapat diterima dan dibenarkan manusia. Tetapi Tuhan mempunyai esensi lain. Akal serupa ini mempunyai daya suci. Pengetahuan yang diperoleh nabi disebut wahyu. Daya yang ada pada akal materiil semua ini begitu besarnya.filosof menerima akal Mustafad yang dayanya jauh lebih rendah daripada akal materiil. Dalam pandangan Ibnu Sina para nabi sangat diperlukan bagi kemaslahatan manusia dan alam semesta. kemudian berwujud. mereka yang disebut kedua adalah manusia yang memiliki intelektual yang tinggi dan tidak bisa menjadi nabi. esensi yang tidak dapat tidak mesti mempunyai wujud. Sementara itu. Yang serupa ini disebut mesti berwujud (wajibul wujud) yaitu Tuhan. Sementara itu. Inilah bentuk akal tertinggi yang dapat diperoleh manusia dan terdapat hanya pada nabi – nabi. ia menelaskan bahwa segala yang ada ia bagi ada tiga tingkatan yang dipandang memiliki daya kreasi tersendiri sebagai berikut : a. tetapi ia wajib dan mesti berwujud selama-lamanya. berlainan dengan pengetahuan yang diperoleh filosof hanya dalam bentuk ilham. Ketuhanan Ibnu Sina dalam membuktikan adanya Tuhan menggunakan dalil wajib al-wujud dan mumkim al-wujud yakni dalam filsafat wujudnya. seperti adanya hari akhir dan lainnya. segala sesuatu selain Dia bergantung kepada diri dan keberadaan Tuhan. terletak pada cara memperolehnya. Tuhan adalah unik dalam arti Dia adalah Kemaujudan yang Mesti. Esensi ini dimulai dari tidak ada. sebagaimana Al-Farabi juga memberikan ketegasan tentang erbedaan antara ara nabi dan ara filosof.

esensi yang tidak dapat mempunyai wujud. maka ia tidak perlu mencari dalil dengan salah satu makhluknya. tetapi semua kecenderungan pemikiran Aristoteles menolak suatu pandangan dua subtansi. Jiwa manusia timbul dan tercipta tiap kali ada badan yang sesuai dan dapat menerima jiwa lahir di dunia ini. b.esensi yang boleh mempunyai wujud dan boleh pula tidak berwujud. yang pada mulanya tidak ada kemudian ada dan akhirnya akan hancur menjadi tidak ada. maka ia tidaklah mustahil. seperti adanya sekarang ini juga kosmos lain disamping kosmos yang ada. Sedangkan jagad raya ini. Wajibul Wujud. Sejauhmana dua aspek doktrinnya itu bersesuaian merupakan suatu pertanyaan yang berbeda. c. jiwa manusia merupakan satu unit yang tersendiri dan mempunyai wujud terlepas dari badan. yakni mumkinul wujud memerlukan sesuatu sebab (’illat) yang mengeluarkannya menjadi wujud karena wujudnya tidak dari zatnya sendiri. Karena Tuhan tidak berensensi maka Dia mutlak sederhana dan tak dapat di definisikan. Jiwa Harus diakui bahwa keistimewaan pemikiran Ibnu Sina terletak pada filsafat jiwa. yakni boleh ada dan boleh tidak ada. Pendapatnya juga searah dengan Aristoteles. yakni jiwa yang masih berhajat pada badan. Dialah Allah. Ibnu Sina dalam membuktikan adanya Tuhan Yang Maha Esa. tentunya Ibnu Sina tidak menggunakan dualismenya untuk mengembangkan suatu tinjauan yang . 3. Menurut pendapat Ibnu Sina. Ini dinyatakan Ibnu Sina dengan mengatakan bahwa esensi tuhan identik dengan keberadaan-Nya yang mesti itu. kecuali bahwa Dia itu ada. yakni . Mumkin al-wujud. hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. al-Qur’an menggambarkannya dalam Surat Fushshilat ayat 53 yang artinya sebagai berikut: : ”Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu”. Ibnu Sina menekankan eratnya hubungan antara jiwa dan raga. Dengan istilah lain. jika ia diandaikan tidak ada atau diandaikan ada. Contohnya adalah alam ini. dalam menetapkan Yang Pertama (Allah). dua subtansi ini di yakininya sebagai bentuk dari dualisme radikal. Dengan demikian. dan mesti ada. dengan demikian tidak berhajat pada badan untuk menjalankan tugasnya sebagai daya yang berpikir. tidak memerlukan perenungan selain terhadap wujud itu sendiri. tetapi cukup dalil adanya Wujud Pertama. Sungguhpun jiwa manusia tidak mempunyai fungsi- fungsi fisik. Mumtani’ al-wujud. tanpa memerlukan pembuktian wujud-Nya dengan salah satu makhluk-Nya. Sebagai pembuktian dari wacana di atas.

. binatang dan manusia yang berpengaruh pada dirinya. Jiwa binatang (an-Nafsul Hayawaniah). sifat seseorang bergantung pada jiwa mana dari ketiga macam jiwa tumbuh-tumbuhan. a. c. Jiwa tumbuh-tumbuhan (an-Nafsul Nabatiyah). 5. jiwa.) Imaginasi yang menyusun apa yang disimpan dalam representasi. hal ini adalah cara pembuktian yang lebih langsung tentang subtansialitas nonbadan.) Indera bersama yang menerima segala apa yang dirangkap oleh pancaindera. namun ia sadar bahwa penjelasan mengenai jiwa bukan tugas seorang dokter dan tidak masuk dalam disiplin ilmu tersebut. Pengaruh Ibnu Sina dalam soal kejiwaan ini tidak dapat diremehkan. 2. 4. Kemudian Ibnu Sina membagi jiwa dalam tiga bahagian : a. b) Teoritis (theoritical) yang hubungannya adalah dengan hal-hal abstrak. Oleh sebab itu. Oleh karenanya dalam al-qur’an di jelaskan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan jiwa beserta berbagai potensinnya.) Representasi yang menyimpan segala apa yang diterima oleh indera bersama.) Estimasi yang dapat manangkap hal-hal abstrak yang terlepas dari materinya. sejajar dan kebetulan tentang hubungan jiwa raga. 3. a.) Menangkap (perception) Dua daya ini dibagi lagi menjadi dua bagian : a. b.) Menangkap dari dalam (al-Mudrikah minad dakhil) dengan indera-indera yang meliputi : 1. Jiwa manusia . memancar dari Akal kesepuluh. Dengan demikian.) Tumbuh (Growth) c. tetapi sebagai pembuka mata. a) Praktis (practical) yang hubungannya adalah dengan badan. Sampai akhir abad 19 M.) Rekoleksi yang menyimpan hal-hal abstrak yang diterima oleh estimasi.) Menangkap dari luar (al-Mudrikah minal kharij) dengan pancaindera. yakni meliputi beberapa daya. maka orang itu dapat menyerupai binatang. Menurut Ibnu Sina. meski ia seorang dokter. Jiwa manusia (an-Nafsul Natiqah) meliputi dua daya .) Berkembang biak (reproduction) b.) Makan (nutrition) b. sebagai jiwa-jiwa lain segala apa yang terdapat di bawah bulan. Ibnu Sina mengatakan bahwa masalah jiwa adalah urusan filosof. umpama keharusan lari bagi kambing dari anjing srigala. maupun pada filsafat scholastik Yahudi dan Masehi terutama tokoh-tokohnya.) Gerak (locomotion) b. Jika jiwa tumbuh- tumbuhan dan binatang yang berkuasa pada dirinya. yang mana para dokter dan filosof berbeda pendapat dalam hal ini. yakni meliputi beberapa daya . yang berlaku bukan sebagai argumen. Ibnu Sina. baik pada dunia pikir Arab sejak abad 10 M. Tetapi jika jiwa manusia (an-Nafsul Natiqah) yang mempunyai pengaruh atas dirinya. maka orang itu dekat menyerupai Malaikat dan dekat pada kesempurnaan.

beribadah dan meninggalkan keduniaan sebagaimana yang dilakukan orag-orang sufi sebelumnya. Thomas Aquinas. 4. . seperti: Gundisalus. Dengan kebersihan hati dan pancaran akal. Berkaitan dengan anggapan bahwa ittihad dapat membawa bersatunya makhluk dengan penciptanya tidak dapat diterima akal sehat. Roger Bacon. tetapi melalui perantara untuk menjaga kesucian Tuhan. Mengenai bersatunya Tuhan dan manusia atau bertempatnya Tuhan dihati diri manusia tidak diterima oleh ibnu Sina. tetapi melalui akal fa’al. Albert Yong Agung. Guillaume. dan Duns Scotf. Karena manusia mendapat sebagian pancaran dari perhubungan tersebut. Pancaran dan sinar tidak langsung keluar dari Allah. lalu akal akan menerima ma’rifah dari al-fa’al. Ia berpendapat bahwa puncak kebahagiaan itu tidak tercapai. kecuali hubungan manusia dengan Tuhan. karena hal ini mengharuskan sesuatau menjadi satu dan banyak pada waktu yang sama. Tasawuf Tasawuf menurut ibnu Sina tidak dimulai dengan zuhud. tetapi perbedaannya terletak pada ukuran persiapannya untuk berhubungan dengan akal fa’al. karena manusia tidak bisa langsung kepada Tuhannya. Dalam pemahaman Ibnu Sina bahwa jiwa-jiwa manusia tidak berbeda lapangan ma’rifahnya dan ukuran yang dicapai mengenai ma’rifah. Ia memulai tasawuf dengan akal yang dibantu oleh hati. St. serta berhubungan dengan pemikiran Descartes tentang hakikat dan adanya jiwa.

beliau sering berdoa kepada Allah SWT terutama apabila beliau menghadapi kebuntuan untuk menyelesaikan masalah. Ibnu Sina juga terkenal sebagai seorang ahli falsafah dan menguasai berbagai ilmu pengetahuan yang lain. Beliau berjaya menguasai berbagai ilmu naqliah (ilmu agama) ketika berusia 18 tahun. BAB III PENUTUP A. Ibnu Sina merupakan orang yang pertama memperkenalkan method pemerhatian dan anlisis dalam bidang perobatan. Diantara karya dari ibnu sina yang terpenting adalah .Ia adalah seorang yang taat beragama. Kesimpulan Dari uraian di atas dapat ditarik kesimulan bahwa Ibnu Sina merupakan seorang yang tekun dalam mempelajari ilmu. Ibnu Sina banyak melakukan penyelidikan dan menghasilkan karya dalam berbagai ilmu terutama dalam bidang perobatan. Beliau sering pergi ke masjid untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT. Seorang yang pintar. Bukunya Al-Qanun Fit tib menjadi rujukan utama di seluruh pusat pengajian tinggi di dunia Barat. Ibnu Sina banyak menghasilkan karya dalam bidang perobatan. Ibnu Sina juga merupakan tokoh perobatan Islam yang terkenal dan banyak memberi sumbangan dalam bidang perobatan. Beliau pernah membaca buku metafizik karangan Aristoteles sebanyak 40 kali dan hafal. Seorang yang berinovatif.

Hasyimsyah. Sejarah Filsafat Islam terj. 1986.antara lain : 1. Nasution. 3. Cet. Mulyadhi Kartanegara. Filsafat Islam. 2003. Cet. Nasution. Harun. Filsafat dalam Ensiklopedi Tematis Dunia Islam. Al. Jakarta: Bulan Bintang. Al – syifa’ latinnya sanatio (penyembuhan) 2. Fakhry. R. 1973. Mustofa. . Al-Isyaroh wa al-tanbihah (isyarat dan peringatan). Ke IX. Filsafat Islam. latinnya salus (penyelamat). Ke. Sirajuddin. Jakarta. mengenai logika dan hikmah. 4. Filsafat Islam.1. Zar. Al-Tawfiq (Rekonsiliasi) antara agama dan filsafat 2. Majid. Jakarta: Pustaka Jaya. keringkasan dari as-Syifa’. Bandung: Pustaka Setia. Filsafat KeTuhanan 3.Najah. Raja Grafindo Persada. Abdul Azis. -Hikmah al-‘Arudhiyyah Ibnu sina juga mengemukakan pemikirannya tentang filsafat. Dahlan. Jakarta Timur : Gaya Media Pratama. Filsafat jiwa 4. Al-Qonun fi al-tibb. Filsafat dan Mitisisme dalam Islam. Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve. 1999. ensiklopedi medis dan setelah diterjemahkan dalam bahasa Latin menjadi buku pedoman pada Universitas-Universitas di Eropa sampai abad XVII 5. 1999. 2004. Filsafat tasawuf DAFTAR PUSTAKA A. 2 Jilid 4.