You are on page 1of 6

TUGAS LBHK

HUBUNGAN BISNIS PENYIARAN TELEVISI DENGAN PERATURAN
PEMERINTAH

Nama Kelompok

Aditya Arisudhana 14/MPA-XXIXB/39
Agustina Eka Harjanti 14/MPA-XXIXB/03
Sifa Fauziah 14/MPA-XXXC/27
Siti Nestiti L 14/MPA-XXIXB/34

PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS

UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA

2015

Dengan adanya keterbukaan informasi publik. maka diharapkan tingkat partisipasi masyarakat dalam mengawasi dan membantu kinerja pemerintah semakin meningkat. Contoh ketidakindependensian televisi. Metro TV dan TV One. Yang mana hal ini telah melanggar PP Nomor 50 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Swasta. tidak memihak. Pada akhirnya. baik itu dalam bidang ekonomi. sebagai salah satu sarana perubahan sosial yang memiliki social power yang besar. Namun pada kenyataannya. seharusnya mampu menjadi agen perubahan sosial dengan cara memberikan informasi dan edukasi politik kepada rakyat secara independen. pasal 14 ayat 4 dan 5.Undang No. Masyarakat Peduli Media dan Inmark Digital menemukan bahwa media digunakan oleh pemilik untuk publikasi dan kepentingan pribadinya. politik. pendidikan bahkan dalam bidang budaya. dimana para konglomerasi media nasional membuat pemberitaan di berbagai media yang cenderung kurang netral. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dapat memberikan ruang hukum demi tegaknya keterbukaan informasi. black campaign yang menjadi pendekatan kampanye. isi siaran wajib dijaga netralitasnya dan tidak boleh mengutamakan kepentingan golongan tertentu dan isi siaran dilarang bersifat fitnah. objektif. Dua tokoh besar nasional mencalonkan diri sebagai presiden (bersama cawapres-nya) telah menjadi sorotan seluruh rakyat Indonesia dan dunia internasional. khususnya Industri televisi. Media massa. menghasut. bahkan terdapat kelompok media yang memiliki tendensi untuk menyembunyikan kebenaran. Disahkannya Undang . Hasil penelitian empat lembaga masyarakat sipil yakni PR2media. Hal ini dapat dilihat pada proses pemilu tahun 2014 yang lalu. . Namun. Mulai dari kritik yang dicover oleh debat dan dialog. Remotivi. Di mana industri televisi seharusnya bersifat independen atau netral. menyesatkan dan/atau bohong. dikarenakan pemilik kedua TV swasta tersebut merupakan petinggi parpol yang berkoalisi dengan parpol dari kedua capres. kondisi ini hanya akan melahirkan potensi disintegrasi bangsa. partai politik. seperti ditunjukkan data riset yang dipaparkan di gedung Dewan Pers hari Rabu (26/03). yang berisi. sampai luka masa lalu bangsa ini yang diangkat kembali dan diperdebatkan secara tidak bijaksana. pesta demokrasi ini berubah menjadi ajang kontes adu kekuasaan dan kompetesi win-lose. berimbang dan mendahulukan kepentingan publik dalam menyampaikan informasi mengenai perkembangan negara. Dari sinilah terlihat adanya kepentingan & hubungan antara pengusaha. media di Indonesia belum menunjukkan independensi dan masih berpihak pada kepentingan golongan tertentu. dan pemerintahan.

karena sebelumnya KPI telah memberikan teguran sebanyak tiga kali terhadap tayangan itu. Penghentian penayangan acara talkshow oleh KPI disebabkan ada episode acara Empat Mata yang menghadirkan Sumanto. Sebelumnya juga ada program televisi swasta yang menyimpang dari fungsi utama penyiaran yaitu acara talkshow Empat Mata oleh Tukul Arwana di Trans 7. Lalu menurut catatan KPI Pusat. perlindungan anak-anak dan remaja. pelarangan ungkapan kasar dan makian. serta melanggar prinsip-prinsip jurnaslistik. disebabkan adanya adegan dalam program itu yang sangat tidak pantas ditonton dan juga telah melanggar SPS yang diterapkan KPI. KPI juga belum lama ini pada tanggal 23 Maret 2015 menerbitkan surat penghentian sementara program siaran KOMPAS PETANG. Segmen dialong live pada program ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas norma kesopanan. akhirnya pihak KPI memutuskan untuk menghentikan sementara acara talkshow Empat Mata. Karena pada episode tersebut. Jadi berdasarkan pemantauan oleh KPI Pusat untuk program Empat Mata yang tayang ada 29 Oktober 2008 episode Sumanto (mantan pemakan mayat) telah ditemukan adanya pelanggaran. Pasal 28 ayat 4 mengenai Lembaga penyiaran televisi dilarang menyajikan program yang mengagung-agungkan kekerasan. Namun teguran itu tidak ditanggapi positif oleh tim kreatif Empat Mata Trans 7. serta 25 Agustus 2008. Pasal 36 mengenai Lembaga penyiaran televisi dilarang menyajikan program yang mendorong atau mengajarkan tindakan kekerasan. selanjutnya 27 September 2007. Sebab pada selasa 04 November 2008 KPI telah memutuskan untuk menghentikan acara talkshow tersebut. bukan kali ini saja tayangan Empat Mata di Trans 7 mendapat peringatan. Teguran yang diberikan oleh KPI kepada program acara Empat Mata di Trans 7 tersebut sudah dilayangkan pada 05 Mei 2007. Selain itu. ada ditayangkan adegan memakan kodok dan ikan hidup-hidup. dimana program jurnalistik tersebut menayangkan dialong secara live dengan Gubernur DKI Jakarta terkait kisruh dengan DPRD DKI Jakarta yang menampilkan perkataan kasar dan kotor. Beberapa undang-undang penyiaran yang dilanggar oleh acara Empat Mata di Trans 7 yaitu : Pasal 28 ayat 3 mengenai Lembaga penyiaran televisi dilarang menyajikan program dan promo program yang mengandung adegan di luar perikemanusiaan dan sadistis. hal ini menurut KPI tidak sesuai dengan standar pedoman penyiaran. Maka dari itu sesuai dengan undang-undang penyiaran. .

social support (dukungan rakyat terhadap pemerintah). Hal terbaru yang dapat kita saksikan adalah pemberitaan mengenai dana pengadaan UPS di DKI Jakarta dengan dana yang cukup besar dan berita tentang tunjangan mobil anggota dewan sebesar 210 juta. karena Televisi dapat dilihat siapapun dan kapan saja tanpa ada biaya lebih setiap ingin menggunakan. Tunjangan anggota dewan sudah mendapat persetujuan (tanda tangan dari Presiden RI) sehingga besar kemungkinan akan dilaksanakan. Dinyatakan bahwa pers merupakan lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melakasanakan kegiatan jurnalistik. baik secara langsung maupun tidak langsung. adapun kelebihan dan kelemahan media televisi yaitu antara lain : . dan social control (kontrol masyarakat terhadap kegiatan pemerintah). Dana untuk APBD mendapat peninjauan kembali dan dana untuk tunjangan mobil jabatan anggota dewan di tinjau kembali oleh menteri keuangan. maka besar kemungkinan untuk lolos pengajuan dana tersebut. yaitu: (1) social participation (ikut sertanya rakyat dalam pemerintahan). Industri televisi merupakan media yang mampu menjangkau masyarakat kelas atas sampai kelas bawah. terlebih pada kasus tunjangan mobil anggota dewan. Pers sebagai kontrol social. social responsibility (bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada rakyat). Seandainya berita tersebut tidak diangkat ke media. akhirnya penggunaan dana – dana tersebut mendapat peninjauan kembali. maka dapat disimpulkan televisi juga merupakan salah satu control social atas kegiatan dan kinerja pemerintah. padahal rakyat masih mengeluh akibat naiknya harga BBM dan kebutuhan sehari-hari. Gejolak yang timbul pada masyarakat merupakan hal yang wajar melihat kondisi masyarakat yang masih kesulitan beradaptasi dengan perubahan harga. Siaran televise langsung dapat diterima oleh semua kalangan Industri televisi saat ini mempengaruhi jalannya pemerintahan. Tanpa adanya kontrol sosial dari masyarakat. Penayangan pada televisi atas pemberitaan tersebut menimbulkan gejolak pada masyarakat luas. maka besar kemungkinan pemerintah akan bertindak sesuai dengan keingan individu maupun golongan. tidak disaksikan di televisi oleh masyarakat. Sebagai kontrol sosial maka diharapkan pers dapat mengawal jalannya pemerintahan agar berjalan sesuai dengan peraturan yang intinya untuk mensejahterakan rakyat. minimal harus memiliki 4 pilar. Dari beberapa ulasan diatas. Televisi merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk control social yang efektif dan efisien. Di lihat dari undang undang. Menurut Undang-Undang Pers Nomer 40 Tahun 1999.

Memudahkan para audiensnya untuk memahami yang diiklankan. Kekurangan: a) Produksi media televisi masih tergolong mahal. Waktu siarannya sudah tertentu. . Belum lagi untuk biaya operasional media ini cukup mahal. Memiliki daya penyampaian dan pengaruh yang kuat karena dapat memberikan kombinasi antara suara dengan gambar ( yang bergerak ).benar mengetahui tentang televisi. baik dari peralatan dan skill dari SDM nya pun juga harus yang benar. Dengan gambar-gambar. Tidak memerlukan keahlian dan kemampuan membaca seperti pada media cetak. editing dan baru bisa disiarkan ke khalayak. b) Proses penyampaian berita ke masyarakat ada kalanya membutuhkan waktu lama karena harus melewati proses pengambilan gambar. Dapat menjangkau daerah yang luas. semua orang sudah cukup mengerti maknanya.Kelebihan media televisi: Dapat dinikmati oleh siapa saja.

php/lihat-terkini/24-dunia-penyiaran/31875-menyikapi-iklan-politik http://www.id/index.kpi. REFERENSI http://gnupi.32 Tahun 2002 .com/penghentian-empat-mata-kpi-tukul-arwana/ https://duarasa.php/lihat-sanksi/32585-penghentian-sementara-segmen-wawancara- pada-program-jurnalistik-kompas-petang-kompas-tv UU Pers Nomer 40 Tahun 1999 UU Penyiaran No.sorotnews.6377.html http://www.com/2008/11/12/gara-gara-kodok-empat-mata-dicekal/ http://www.kpi.go.com/berita/view/kpi-metrotv-nasdem-diduga.go.id/index.wordpress.