You are on page 1of 69

Laporan Resmi

Praktikum Mesin Fluida dan Sistem
Semester Ganjil 2016/2017

Oleh Kelompok 1:
1. Oky Mahardika 4213100068
2. Ajar Sembodo 4214100042
3. Gusti Alfian Nanda 4215100072
4. Adenia Nur Fitriani 4215100061
5. Putu Widhi Aprilia 4215100017

Laboratorium Mesin Fluida dan Sistem
Jurusan Teknik Sistem Perkapalan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Laporan Resmi
Praktikum Pipa Udara
Semester Ganjil 2016/2017

Kelompok 01

Instalasi Pipa Udara
Kelompok 1

sea chest cleaning. The equipment used in this lab is the compressor.54 N / m2. In a lab that has been done. the pressure (P).95 N / m2.69 N / m2. a thermometer. ΔP3 at 44. the valves are adjusted. In practical installation of air pipes there are three variables. the effect of the length of the pipe. The fluid that flows derived from the compression process using a tool that is a compressor which serves to compress the air of normal atmospheric pressure into the high-pressure air.14 N / m2. flow speed (v) of 3. The working principle of the air namely air pipe into the pipe through a valve that opens and then the air is pumped into the compressor and is compressed in the air compressor. The purpose of this lab is to know the air pipe damages / losses on the installation of the air pipe and determine the effect of temperature on the air pipeline. Abstract Installation of air pipes is a piping system that drains fluid gas from one place to another. Variable control is the pipe length and diameter. pressure (P) of 9804. flow meters.1 kg / cm2. Variable manipulation such as temperature (T). has shown how the influence of the valve opening on the capacity of the air flow and pressure that occurs. ΔP1 amounted to 1352. and rope.9625 x 10-5 m2. especially on the car. and includes Q final response variable. pressure gauge.809 m / s. gas turbines. . While applications in the maritime world is used to turbo starter systems on ships. fittings. During the process losses / losses caused by installations such as bends. control variables. variable manipulation. the installation of air piping. and also due to the cooling effect of the fluid conducted on the air. coolant in the engine room. Debit (Q) of 7. etc. Application air pipes in everyday life can be found on a ventilator fan and a spray of dirt on the engine. ΔP2 amounted to 28. and of the pipe itself. the fluid flowing at 9. valves. valves. a container of ice. then the cross-sectional area of the pipe (A) of 1.5 SFCH with a pressure of 0. Suppose the pipe 1 at which time the valve is opened 350.4 x 10-5 m3 / s. start generator sets. and variable response. force (F) at 0:19 N. a protractor.

pressure gauge. start generator set. Aplikasi pipa udara didalam kehidupan sehari-hari dapat dijumpai pada fan ventilator dan penyemprot kotoran pada bagian mesin khususnya pada mobil. maka Luas penampang dari pipa (A) sebesar 1. katup.54 N/m2. Gaya (F) sebesar 0. katup. turbin gas. Variable manipulasi berupa temperatur (T).809 m/s. katup yang disesuaikan. Variable control yaitu panjang pipa dan diameter. Prinsip kerja dari pipa udara yaitu udara masuk kedalam pipa melalui katup yang terbuka kemudian udara dipompa menuju kompresor dan didalam kompresor udara akan dikompres. Sedangkan aplikasi di dunia maritim digunakan untuk turbo sistem starter pada kapal. instalasi pipa udara. Dalam praktikum instalasi pipa udara terdapat 3 variabel yaitu variable control. Selama proses berlangsung terjadi kerugian/losses akibat instalasi seperti belokan. telah menunjukkan bagaimana pengaruh bukaan katup terhadap kapasitas udara yang mengalir dan tekanan yang terjadi. dan dari pipa itu sendiri.4 x 10-5 m3/s. ΔP2 sebesar 28. tekanan (P).9625 x 10-5 m2.95 N/m2. dll.1 kg/cm2. busur derajat. ΔP1 sebesar 1352. Dalam praktikum yang telah dilakukan. Misalkan pada pipa 1 dimana saat katup dibuka 350. dan juga pengaruh akibat pendinginan yang dilakukan terhadap fluida udara .5 SFCH dengan tekanan sebesar 0. Tekanan (P) sebesar 9804. flow meter. dan variable respon. penampung es. Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah kompresor. Fluida yang mengalir berasal dari proses kompresi yang menggunakan alat yaitu kompresor yang berfungsi untuk memampatkan udara dari tekanan normal atmosfer menjadi udara yang bertekanan tinggi. dan variable respon meliputi Q akhir. ΔP3 sebesar 44. . fitting. Abstrak Instalasi pipa udara adalah suatu sistem perpipaan yang mengalirkan fluida gas dari satu tempat yang lain. fluida yang mengalir sebesar 9. pengaruh dari panjang pipa.19 N.14 N/m2. Tujuan dari praktikum pipa udara ini adalah menegetahui kerugian/losses pada instalasi pipa udara dan mengetahui pengaruh temperatur pada saluran pipa udara. pendingin di kamar mesin. Kecepatan Aliran (v) sebesar 3. pembersih sea chest. termometer. dan tali. Debit (Q) sebesar 7.69 N/m2. variable manipulasi.

2. Dalam hal ini fluida yang dimaksud berupa cair. sifat fluida.1. macam-macam fluida. macam-macam pompa. sistem perpipaan.Rumusan Masalah a. macam-macam aliran.Tujuan a. pengolahan data dan analisis. sehingga mahasiswa bisa mempelajari secara langsung melalui pengamatan. Bagaimana cara mengetahui kerugian pada instalasi pipa udara? b. penentuan putaran dan jenis pompa. Praktikum instalasi pipa udara perlu dilaksanakan agar mahasiswa mengetahui kerugian/losses pada instalasi pipa udara dan mengetahui pengaruh temperatur pada saluran pipa udara. Praktikum ini dimaksudkan untuk menunjang mata kuliah mesin fluida. Apa pengaruh temperatur pada saluran pipa udara? 1. sistem satuan. Mesin fluida sendiri adalah mesin yang berfungsi untuk mengubah energi mekanis poros menjadi energi potensial atau sebaliknya mengubah energi fluida (energi kinetik dan potensial) menjadi energi mekanik poros.3. Bab I Pendahuluan 1. gas dan uap. pencatatan. Mengetahui kerugian/losses pada instalasi pipa udara b. Mengetahui pengaruh temperatur pada saluran pipa udara .Latar Belakang Mata kuliah mesin fluida mencakup materi tentang definisi fluida. 1.

T (modul praktikum mesin fluida) Dimana : P = tekanan mutlak ( kgf/m2) atau Pa V = Volume (m3) G = Berat gas (kgf) atau (N) T = Temperatur mutlak (0K) R = Konstanta gas (m/0K) . maka akan mengalami pertambahan volume”.Teori Kompresi 2. Pernyataan ini disebeut dengan Hukum Boyle dan dapat dirumuskan : P1V1 = P2V2 (modul praktikum mesin fluida) 2. Bab II Dasar Teori 2. maka tekanannya berbanding terbalik dengan volumenya”.1. Pernyataan ini disebut hukum Charles dan dapat dirumuskan : V1 T1 V2 = T2 (modul praktikum mesin fluida) 2.R.V = G.2 Hubungan antar Temperatur dan Volume “Semua macam gas apabila dinaikkan temperaturmya pada tekanan yang tetap.1 Hubungan antara Tekanan dan Volume “Jika gas dikompresikan pada temperature tetap.1.1.3 Persamaan Keadaan Hukum Boyle dan Hukum Charles dapat digabungkan menjadi hokum Boyle-Charles yang dapat dinyatakan sebagai : P.1.

Kompresi Isotermal Bila suatu gas dikompresikan.Jenis-Jenis Kompresi 2. Kompresor ini disebut kompresor isothermal (temperatur tetap). Energi ini diubah menjadi energi panas sehingga temperature gas akan naik jika tekanan semakin tinggi. Hubungan antara P dan V untuk T tetap dapat diperoleh dari persamaan: P1V1 = P2V2 = tetap (http://digilib.2.id) .unimus.2. temperature dapat dijaga tetap.1. maka ada energi mekanik yang diberikan dari luar pada gas.2. Namun jika proses kompresi ini dibarengi dengan pendinginan untuk mengeluarkan panas yang terjadi.ac.

Hubungan antara P dan V pada politropik ini dapat dirumuskan sebagai P1V1n= P2V2n (http://digilib.2.id) Dimana : P1.2 Grafik tekanan dan volume kompresi adiabatic Sumber: (http://fisikazone. P1V1k = P2V2k (http://digilib. namun proses yang sesungguhnya ada diantara keduanya dan disebut kompresi politropik. Kompresi Adiabatik Yaitu kompresi yang berlangsung tanpa ada panas yang keluar/masuk dari gas. namun juga bukan proses adiabatic.2.html) 2.edu/hbase/thermo/isoth.phy-astr.2. P2 = tekanan V1.unimus.gsu. Dalam praktek proses adiabatic tidak pernah terjadi secara sempurna karena isolasi didalam silinder tidak pernah dapat sempurna pula.ac.35) .com/proses-termodinamika/) 2.1 Grafik tekanan dan volume kompresi isotermal Sumber: (http://hyperphysics.25-1.unimus.id) Untuk K disebut indek adiabatic Gambar 2.ac.V2 = Volume n = indeks politropik (1.3. Gambar 2. Kompresi Poliprotik Kompresi pada kompresor yang sesungguhnya bukan merupakan proses isoterma.

3. Kompresor piston kerja tunggal Kompresor piston kerja tunggal adalah kompresor yang memanfaatkan perpindahan piston. kompresor jenis ini menggunakan piston yang didorong oleh poros engkol (crankshaft) untuk memampatkan udara/ gas.Jenis-Jenis Kompresor Secara umum kompresor dibedakan menjadi dua jenis yaitu kompresor dinamis dan kompresor perpidahan positif. Gambar 2.4 bagan jenis kompresor Sumber : http://artikel-teknologi.wwu. Kompresor piston/torak (Reciprocating) i.com/macam-macam-kompresor-gas 5.3 Diagram PV Politropik Sumber: faculty.edu 2. yaitu kompresor piston (reciprocating compressor) dan kompresor putar (rotary) A.3. Gambar 2. Kompresor jenis ini dibagi menjadi 2.1 Kompresor Perpindahan Positif Positif-displacement compressor adalah kompresor yang menghisap fluida secara volume per volume. Udara akan masuk ke silinder kompresi ketika piston bergerak pada posisi .

5 kompresor piston kerja tunggal Sumber : http://blog. awal dan udara akan keluar saat piston/torak bergerak pada posisi akhir/depan. Kompresor Piston Kerja Ganda Kompresor piston kerja ganda beroperasi sama persis dengan kerja tunggal. Sehingga meningkatkan kinerja kompresor dan menghasilkan udara bertekanan yang lebih tinggi dari pada kerja tunggal. .unnes.id/antosupri/pengertian-dan-macam-macam-kompresor/ ii. silinder kompresi memiliki port inlet dan outlet pada kedua sisinya. hanya saja yang menjadi perbedaan adalah pada kompresor kerja ganda.ac. Gambar 2.

id/antosupri/pengertian-dan-macam-macam-kompresor/ iii.6 Sumber : http://blog.unnes. Gambar 2.7 Sumber : http://blog. jika pada kompresor piston menggunakan piston untuk memampatkan udara.unnes. Gambar : 2. pada kompresor diafragma menggunakan membran fleksible atau difragma.ac. dan mempunyai kesamaan dengan kompresor piston. hanya yang membedakan adalah.id/antosupri/pengertian-dan-macam-macam-kompresor/ B. bila diperlukan udara bertekanan tinggi dengan volume yang lebih besar. Kompresor Putar (Rotary) Kompresor screw merupakan jenis kompresor dengan mekanisme putar perpindahan positif. yang umumnya digunakan untuk mengganti kompresor piston.ac. Kompresor Diafragma Kompresor diafragma adalah jenis klasik dari kompresor piston. .

id/antosupri/pengertian-dan-macam-macam-kompresor/ 5. Kompresor dinamis dibedakan menjadi 2 jenis.3. yang kemudian diubah menjadi peningkatan potensi tekanan (menjadi gaya tekan) dengan memperlambat aliran melalui diffuser. yaitu kompresor sentrifugal dan kompresor aksial. Kompresor Sentrifugal Kompresor sentrifugal merupakan kompresor yang memanfaatkan gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh impeller untuk mempercepat aliran fluida udara (gaya kinetik).4 Sumber : http://blog.2 Kompresor Dinamis Kompresor dinamik adalah kompresor yang memberikan enegi kecepatan untuk aliran udara atau gas yang kontinyu menggunakan impeller yang berputar pada kecepatan yang sangat tinggi. A. Gambar 2.unnes. .ac.

Kompresor aksial secara luas digunakan dalam turbin gas/udara seperti mesin jet.bp.6 Sumber : http://1.blogspot. mesin kapal kecepatan tinggi. Gambar 2.bp.blogspot. Gambar 2.5 Sumber : http://2.com/ 2.4. Aliran udara yang masuk akan mengalir keluar dengan cepat tanpa perlu dilemparkan ke samping seperti yang dilakukan kompresor sentrifugal.com/ B. Kompresor Aksial Kompresor aksial adalah kompresor yang berputar dinamis yang menggunakan serangkaian kipas airfoil untuk semakin menekan aliran fluida.Klasifikasi Rugi – Rugi/ Losses . dan pembangkit listrik skala kecil.

v .2 Kerugian pada Saluran Akibat Belokan ( β /90 ) .4.293 kg/m3 ) d = diameter pipa dalam (m) 2. ρ ∆ P= 2 (www. v 2 .engineering toolbox) 2 Dimana : ξ = koefisien hambatan (tergantung pada sudut putar bukaan katup) V = kecepatan aliran pada permukaan saluran (m/s) ρ = densitas udara (1. l.1 Kerugian pada Saluran Akibat Panjang Pipa λ . Tentunya dalam hal ini akan mempengaruhi dinding pipa dan pipa akan mengalami loses baik dipengaruhi panjang dan pemasangan aksesoris pada pipa .engineering toolbox) Dimana : ξ = koefisien hambatan (tergantung pada sudut belokan) β = sudut lengkung (900) V = kecepatan aliran pada permukaan s aluran (m/s) ρ = densitas udara (1. mekanika fluida hal 15) Dimana: P2-P1 = Perbedaan tekanan (Pa) ρ.g = Satuan berat cairan (N/m2) h2-h1 = Perbedaan ketinggian (m) Jika berada pada suatu titik di permukaan bebas cairan dan (h) positif kearah bawah.Pressure drop adalah perbedaan tekanan antara dua titik maupun ketinggian yang berbeda dalam suatu cairan dapat dihitung dengan menggunakan persamaan : P2 – P1 = ρ.h (Uir pers.g. ρ ∆ P= (www.4.3 Kerugian pada Saluran Akibat Katup 2 ξ .(h2-h1) (Uir pers. ρ ∆ P= (www.293 kg/m3 ) .engineering toolbox) 2d Dimana : λ = koefisien gesekan dalam pipa = 0. v 2 .148 l = panjang saluran (m) V = kecepatan aliran pada permukaan saluran (m/s) ρ = densitas udara (1. ξ .g.293 kg/m3 ) 2.4. mekanika fluida hal 15) Udara diolah oleh kompresor dengan mengkompresi udara yang masuk kemudian fluida yang sudah dikompresi akan mengalir melalui perantara pipa. maka: P= ρ.Berikut ada 3 rugi-rugi sebagai berikut : 2.0561/Q^0.

Hal ini dilakukan berulang-ulang secara otomatis hingga mesin dapat melakukan self-ignition. ditambah dengan hambatan yang ada pada mesin kapal.1 Aplikasi Instalasi Pipa Udara di Bidang Marine 2. separator. reducing station.2 Sistem Starter Mesin Utama Kapal Pada sistem starter mesin utama kapal. Dengan memampatkan udara yang disuplai oleh kompresor ke tabung udara bertekanan udara bertekanan lalu disuplai oleh pipa menuju direction control valve dan kemudian ke katup udara start silinder.1. shaft.blogspot. Pembukaan katup start akan memberikan udara bertekanan ke dalam silinder. yaitu tenaga untuk menggerakkan bagian yang bergerak lainnya seperti engkol.  Udara tekan diberikan pada salah satu silinder dimana toraknya sedang berada pada langkah ekspansi.5. Komponen-komponen air starting system adalah kompresor. main air receiver.7 Instalasi sistem starting engine kapal Sumber : http://okenetmesin. udara dikompresikan dari kompressor dan ditampung pada botol angin utama (main air receiver) pada tekanan udara 30 bar menurut ketentuan klasifikasi.co. reducing valve.5 Aplikasi Instalasi Pipa Udara di Bidang Marine dan Non-Marine 2.  Penggunaannya dalam engine membutuhkan katup khusus yang berada pada kepala silinder. Prinsip-prinsip kerja sistem starter pada kapal sebagai berikut :  Udara tekan mempunyai tekanan yang harus lebih besar dari tekanan kompresi.html .id/2014/04/sistem-starter-kapal. dan lain-lain.5. Gambar 2.2.

com/ . bersih. Rem udara merupakan awal mula dari bentuk aplikasi rem otomatis dimana sebagai control mekanisme kerja pada rem tersebut adalah pengaturan pada katup-katup yang dioperasikan untuk mengatur aliran udara bertekanan yang dibutuhkan dalam sistem pengereman.2 Rem Udara Rem udara adalah rem yang pengoperasiannya menggunakan udara bertekanan untuk menjalankan sistem pengereman. Rem angin juga banyak memiliki keuntungan dibandingkan dengan rem hidrolik. dapat disimpan dengan mudah. aman terhadap kebakaran dan ledakan. tidak peka terhadap suhu. Sistem rem udara ini hanya perlu menekan satu tombol atau pedal untuk membuka katup-katup agar udara bertekanan mengalir pada sistem rem ini.5.bp. kering. sehingga hanya perlu menggunakan energy sekecil mungkin untuk dapat melakukan pengereman dengan daya yang besar dengan bantuan udara bertekanan.2.2.blogspot. Keuntungan dari rem angin diantaranya adalah merupakan media kerja yang mudah didapat dan diangkut.5.8 Sumber : http://3. Gambar 2.2 Aplikasi Instalasi Pipa Udara di Bidang Non-Marine 2.

17(H) x 12(W) x 24 (L) cm 3.4Kg/9. 50W.7lb(NW). 4. Bab III Tahapan Praktikum 3. memampatkan udara 1400 RPM. (fluida kerja) 68L/min.2 Instalasi Pipa Sebagai tempat Temperatur max : 1300 F Udara mengalirnya fluida gas Tahun Pembuatan : (udara) 17/09/1992 . 50 Psi. 220-240.5 Bar.1 Kompresor Sebagai alat untuk ¼ HP. 50Hz. 3.1 Peralatan Praktikum No Nama Alat Gambar Fungsi Spesifikasi 3.

3.4 Katup Mengatur aliran fluida yang di amati . 0-1kg/cm2 fluida 3.3 Flow Meter Mengatur kapasitas 0-14 Psi.

7 Termometer Mengukur suhu pada Termometer raksa saat percobaan .3.6 Penampung Es Menampung es pada 4 (T) x 15 (P) x 5(L) cm percobaan pipa 2 dengan es 3.5 Pressure Mengukur tekanan 0-20 SCFH Air Gauge fluida (DWYER) 3.

9 Meteran Untuk megukur panjang pipa 3.2 Rangkaian Praktikum .8 Busur Mengukur sudut yang terbentuk oleh katup 3.3.

1 Pipa 1 (pipa panjang dengan belokan) a) Membuka katup inlet pada pipa 1 dan menutup katup inlet pada pipa 2 dan 3. Gambar 3.3 Prosedur Praktikum 3. 3.2 Pipa Lurus Tanpa Pendingin a) Membuka katup inlet pada pipa 2 dan menutup katup inlet pada pipa 1 dan 3.3. . b) Menyalakan kompresor c) Mengatur kapasitas udara pada flowmeter (mengikuti instruksi dari grader) d) Memvariasikan tekanan (megikuti instruksi dari grader) e) Mengukur dan mencatat besar tutupan sudut katup outlet sesuai tekanan yang diberikan.2 Sumber: modul praktikum mesin fluida 3.3. f) Mencatat nilai perubahan kapasitas pada flowmeter pada masing – masing tekanan. f) Mencatat nilai perubahan kapasitas pada flowmeter pada masing – masing tekanan. b) Menyalakan kompresor c) Mengatur apasitas udara pada flowmeter (mengikuti instruksi dari grader) d) Memvariasikan tekanan (megikuti instruksi dari grader) e) Mengukur dan mencatat besar tutupan sudut katup outlet sesuai tekanan yang diberikan.

4 Pipa Lurus dengan Pendinginan a) Membuka katup inlet pada pipa 2 dan menutup katup inlet pada pipa 1 dan 3.5 45 7.5 .1 Pipa 1 Panjang Pipa : 1. 3.4 Data Hasil Pengamatan Praktikum 3.3 Pipa Lurus dengan Belokan Halus a) Membuka katup inlet pada pipa 3 dan menutup katup inlet pada pipa 1 dan 2.5 2 0.3.5 4 0.4.6 M Kapasitas awal (Q) : 10 SCFH Tekanan No (Kg/cm2) Sudut Putar Q (SCFH) 1 0.5 3.4.2 Pipa 2 Tanpa Es Panjang Pipa : 0.3.2 40 9 3 0. b) Mendinginkan temperatur pipa sampai konstan ( ± 13 0C ) c) Menyalakan kompresor d) Mengatur kapasitas udara pada flowmeter (mengikuti instruksi dari grader) e) Memvariasikan tekanan (megikuti instruksi dari grader) 3.3 42.1 25 9.95 M Kapasitas awal (Q) : 10 SCFH Tekanan No (Kg/cm2) Sudut Putar Q (SCFH) 1 0.5 8. b) Menyalakan kompresor c) Mengatur kapasitas udara pada flowmeter (mengikuti instruksi dari grader) d) Memvariasikan tekanan (megikuti instruksi dari grader) e) Mengukur dan mencatat besar tutupan sudut katup outlet sesuai tekanan yang diberikan.1 35 9. f) Mencatat nilai perubahan kapasitas pada flowmeter pada masing – masing tekanan.4 45 8 5 0. 3.

6 M Kapasitas awal (Q) : 10 SCFH Tekanan No (Kg/cm2) Sudut Putar Q (SCFH) 1 0.3 37 8.4 Pipa 3 Panjang Pipa : 0.3 32 8 4 0.6 M Kapasitas awal (Q) : 10 SCFH Tekanan No (Kg/cm2) Sudut Putar Q (SCFH) 1 0.3 35 8.5 4 0.1 30 9.4 40 8 5 0.5 34 7.1 25 9 2 0.5 4 0.5 90 8 3.4 36 8 5 0.4 37 8 5 0.2 30 8.2 35 9 3 0.5 90 7.5 .5 3.3 Pipa 2 dengan Es Panjang Pipa : 0.2 31 9 3 0. 2 0.4.5 3 0.4.5 2 0.

Perhitungan Pipa 1 a. Luas Penampang dari pipa (A) yang dialiri udara Menghitung luas permukaan pipa dengan menggunakan rumus : 1 2 A= π D 4 Diameter pipa = 0.005 m Jari-jari pipa = 0.87 x 10-6 m3/s .Perhitungan Berdasarkan dari hasil data percobaan yang diperoleh. Bab IV Analisis Data 4. Contoh tekanan pada perlakuan pertama adalah 0.005 4 A = 1. 4. jadi harus dirubah terlebih dahulu kedalam satuan m3/s.9 Pa 0. Menghitung Tekanan (P) Aliran Udara Tekanan aliran udara ditentukan oleh grader untuk masing – masing instalasi pipa yang telah diamati. dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut. 1 SCFH = 7. Menghitung Kecepatan (v) Aliran Fluida Menghitung kecepatan aliran fluida dengan rumus : Q=vxA V = Q/A Karena kapasitas yang didapat dalam satuan SCFH.1kg/cm2 = 9804.1 kg/cm2 1 kg/cm2 = 98046.1.1.69 Pa c. besar tekanan yang diberikan sama.0025 m Maka didapat luas permukaan sebesar : 1 2 A= x 3.14 x 0.1.9625 x 10-5 b. Pada masing-masing pipa.

005 = 662. Menghitung Koefisien Gesek Pada Pipa Menghitung koefisien gesek pada instalasi pipa udara dengan menggunakan rumus : 64 λ= ℜ VD ℜ= v 3.03 e.69 Pa A = 1.9625 x 10-5m2 F = 9804.73 g.03 64 λ= 137. Menghitung nilai gaya F=PxA P pipa 1 = 9804.2289 x 1. Untuk Q yang didapat dari hasil praktikum masih dalam satuan SCFH maka harus diubah kedalam satuan m3/s.69 x 1.1924 N f.023 ¿ 2 x 0.9625 x 10-5 F = 0. Menghitung kerugian akibat panjang pipa λ x l x v2 x ρ ∆ P1= 2xD 0. Menghitung kerugian akibat belokan pipa .82 x 1.95 x 3.8 x 0. d.005 ℜ= 1.39 x 10−4 Re= 137.

54 Tabel 4.492 0.546 115 59 165 524 59 0. Luas Penampang dari pipa (A) yang dialiri udara Menghitung luas permukaan pipa dengan menggunakan rumus : .53148457 80.384834 1280.769668 1138.208152866 0.2.542 137 02 041 31 46 0.000059025 3.007643312 0. β ∆P = ( 90 ) xξxv x ρ2 2 2 ε =( 2threded elbow 90 ) + ( Threded tees ) = (1.1.8 2 x 1.17812125 69.9 90 ∆P = ( 90 ) 2 x 3.609171975 0. 2) + 0.000066895 3.95260128 44.04525011 70.5 .483 18. Perhitungan Pipa 2 Tanpa Es a.00007083 3.000074765 3.00006296 3.960 129 97 083 714 05 0.1 Perhitungan nilai percobaan pada pipa 1 Q (m3/s) V λ F ∆P1 ∆P2 ∆P3 R 0.792 108 56 206 929 9 4.1.8 x 1.146 28.9 x 3.467 0.577251 1209.98516015 69.980 25.815 23.591 0.554 0.962085 1067. Menghitung kerugian pada katup ξ x v2 x ρ ∆ P3 = 2 ε =¿ 350 6 x 3.95 h.40866242 0.649 20.521 0.023 2 2 ¿ 28.831 122 96 124 119 52 0.023 ∆ P3 = 2 = 44.192417 1352.9 = 3.809681529 0.

1 SCFH = 7. Menghitung Koefisien Gesek Pada Pipa Menghitung koefisien gesek pada instalasi pipa udara dengan menggunakan rumus : 64 λ= ℜ VD ℜ= v . Menghitung Tekanan (P) Aliran Udara Tekanan aliran udara ditentukan oleh grader untuk masing – masing instalasi pipa yang telah diamati.1 kg/cm2 1 kg/cm2 = 98046. d. besar tekanan yang diberikan sama.9 Pa 0.005 m Jari-jari pipa = 0.14 x 0.1kg/cm2 = 9804.9625 x 10-5 b. Menghitung Kecepatan (v) Aliran Fluida Menghitung kecepatan aliran fluida dengan rumus : Q=vxA Karena kapasitas yang didapat dalam satuan SCFH. Pada masing-masing pipa. jadi harus dirubah terlebih dahulu kedalam satuan m3/s. Contoh tekanan pada perlakuan pertama adalah 0.0052 4 A = 1. 1 A= π D2 4 Diameter pipa = 0.69 Pa c.0025 m Maka didapat luas permukaan sebesar : 1 A= x 3.87 x 10-6 m3/s Untuk Q yang didapat dari hasil praktikum masih dalam satuan SCFH maka harus diubah kedalam satuan m3/s.

9625 x 10-5 F = 0.39 x 10 Re= 137.49 h. 2) + 0.809 x 1.023 ¿ 2 x 0.69 x 1.6 x 3.739 g.9 = 3.69 Pa A = 1. Menghitung kerugian pada katup .5 .2289 x 0.9 90 ∆P = ( 90 ) x 3. Menghitung kerugian akibat panjang pipa λ x l x v2 x ρ ∆ P1= 2xD 2 0.03 64 λ= −4 =0.46 1.005 ℜ= −4 1.1924 N f.39 x 10 e. 3. Menghitung nilai gaya F=PxA P pipa 2 tanpa es = 9804.3 x 3. Menghitung kerugian akibat belokan pipa β ∆P = ( 90 ) xξxv x ρ 2 2 2 ε =( 2threded elbow 90 ) + ( Threded tees ) = (1.8 x 0.809 x 1.005 = 662.9625 x 10-5m2 F = 9804.023 2 2 2 ¿ 24.

987443 39.000066 3.0025 m Maka didapat luas permukaan sebesar : 1 2 A= x 3.5219 0.023 ∆ P3 = 2 = 16.6091719 0.4086624 0.2081528 0.14 x 0.3 Perhitungan Pipa 2 Dengan Es a.82633 83 75 7 83 714 21 17 0.8096815 0.4670 0.815 19. 2 ξxv xρ ∆ P3 = 2 ε =¿ 250 2.1.4929 0.33 Tabel 4.5772511 1209.000074 3.2 Perhitungan nilai percobaan pada pipa 2 (Tanpa Es) Q (m3/s) v λ F ∆P1 ∆P2 ∆P3 RE 0.372794 0 115.000062 3.372794 55.000070 3.980 21.4011822 96 66 9 06 524 63 4.2081528 0.649 17.146 24.277 115.9620852 1138.1.005 m Jari-jari pipa = 0.5545 0.332 137.005 4 A = 1.8092 x 1.0389039 765 29 2 41 31 93 24 0.498354 16.7696681 1138.2 x 3.5545 0.9625 x 10-5 b. Menghitung Tekanan (P) Aliran Udara .1924170 1352.544 122. Luas Penampang dari pipa (A) yang dialiri udara Menghitung luas permukaan pipa dengan menggunakan rumus : 1 A= π D2 4 Diameter pipa = 0.000062 3.4011822 96 66 9 65 524 63 07 0.612256 47.649 17.977 129.3848340 1280.6137561 895 2 6 24 119 44 86 0.

besar tekanan yang diberikan sama. Menghitung Kecepatan (v) Aliran Fluida Menghitung kecepatan aliran fluida dengan rumus : Q=vxA Karena kapasitas yang didapat dalam satuan SCFH. jadi harus dirubah terlebih dahulu kedalam satuan m3/s.69 x 1. Menghitung nilai gaya F=PxA P pipa 2 dengan es = 9804. Contoh tekanan pada perlakuan pertama adalah 0.9625 x 10-5m2 F = 9804.456 140.8 x 0. Pada masing-masing pipa.69 Pa c. Tekanan aliran udara ditentukan oleh grader untuk masing – masing instalasi pipa yang telah diamati. 1 SCFH = 7.9625 x 10-5 . d.06 64 λ= =0. Menghitung Koefisien Gesek Pada Pipa Menghitung koefisien gesek pada instalasi pipa udara dengan menggunakan rumus : 64 λ= ℜ VD ℜ= v 3.87 x 10-6 m3/s Untuk Q yang didapat dari hasil praktikum masih dalam satuan SCFH maka harus diubah kedalam satuan m3/s.9 Pa 0.69 Pa A = 1.005 ℜ= 1.1 kg/cm2 1 kg/cm2 = 98046.06 e.1kg/cm2 = 9804.36 x 10−4 Re= 140.

49835493 29.5 .192417 407.0000747 3.69 Tabel 4.2289 x 0.809681529 0.005 = 203.6 x 3.3 x 3.023 ¿ 2 x 0.49 h. Menghitung kerugian pada katup 2 ξxv xρ ∆ P3 = 2 ε =¿ 300 2 4 x 3. Menghitung kerugian akibat belokan pipa β ∆P = ( 90 ) xξxv x ρ 2 2 2 ε =( 2threded elbow 90 ) + ( Threded tees ) = (1.023 2 2 2 ¿ 24.694 140.8092 x 1. 2) + 0. F = 0.1.809 x 1.809 x 1.0656 24.023 ∆ P3 = 2 = 29.9 = 3.06 65 94 041 295 98 18 .456 0.9 90 ∆P = ( 90 ) x 3.1924 N f.91 g.3 Perhitungan nilai percobaan pada pipa 2 (Dengan Es) Q (m3/s) v λ F ∆P1 ∆P2 ∆P3 RE 0. Menghitung kerugian akibat panjang pipa λ x l x v2 x ρ ∆ P1= 2xD 0.

Luas Penampang dari pipa (A) yang dialiri udara Menghitung luas permukaan pipa dengan menggunakan rumus : 1 2 A= π D 4 Diameter pipa = 0. Menghitung Tekanan (P) Aliran Udara Tekanan aliran udara ditentukan oleh grader untuk masing – masing instalasi pipa yang telah diamati.005 m Jari-jari pipa = 0.87 x 10-6 m3/s .69 3 33 083 227 02 01 0.0025 m Maka didapat luas permukaan sebesar : 1 A= x 3.0000668 3.98744321 25.578 0.7921 17.208152866 0.0000708 3.007643312 0.2166 19.1.962085 321. Pada masing-masing pipa.26905778 0 110.40866242 0.510 0. besar tekanan yang diberikan sama.0.9 Pa 0.31 95 7 124 159 65 85 0.1kg/cm2 = 9804.69 Pa c.3676 15.4 Perhitungan Pipa 3 a. Contoh tekanan pada perlakuan pertama adalah 0.94 6 62 165 09 55 68 0.1 kg/cm2 1 kg/cm2 = 98046.40 117.14 x 0.37279463 147.61225644 35.9625 x 10-5 b.57 25 79 206 022 51 4. jadi harus dirubah terlebih dahulu kedalam satuan m3/s.577251 364.0000629 3. Menghitung Kecepatan (v) Aliran Fluida Menghitung kecepatan aliran fluida dengan rumus : Q=vxA Karena kapasitas yang didapat dalam satuan SCFH.0052 4 A = 1.658 125.6411 21.0000590 3. 1 SCFH = 7.769668 342.482 0.652 132.609171975 0.384834 385.542 0.

82 64 λ= =0.9625 x 10-5 F = 0.6 x 3. Menghitung kerugian akibat belokan pipa .48 g.023 ¿ 2 x 0.49 129.2289 x 0. Menghitung kerugian akibat panjang pipa λ x l x v2 x ρ ∆ P1= 2xD 2 0.6 x 0.1924 N f.39 x 10−4 Re= 129.69 Pa A = 1.005 ℜ= 1. d. Untuk Q yang didapat dari hasil praktikum masih dalam satuan SCFH maka harus diubah kedalam satuan m3/s.82 e. Menghitung Koefisien Gesek Pada Pipa Menghitung koefisien gesek pada instalasi pipa udara dengan menggunakan rumus : 64 λ= ℜ VD ℜ= v 3.005 = 184.9625 x 10-5m2 F = 9804. Menghitung nilai gaya F=PxA P pipa 3 = 9804.61 x 1.69 x 1.

39518884 23.2 x 3. Menghitung kerugian pada katup ξ x v2 x ρ ∆ P3 = 2 ε =¿ 250 2.4 Perhitungan nilai percobaan pada pipa 3 Q (m3/s) v λ F ∆P1 ∆P2 ∆P3 RE 0.0000629 3.9521396 34.61 x 1.612 x 1.20815286 0.6 95 6 083 59 3 0.023 2 2 ¿ 23.5219 0.35369 18.9 = 3.0000668 3.9521396 20. 2) + 0.7724 122.5 .5314 115.35369 18.192417 394.4929 0.2191 115.4 .98 h.40866242 0.60917197 0.98630168 14.577251 350.65 Tabel 4.769668 350.1.5545 0.5545 0. β ∆P = ( 90 ) 2 xξxv x ρ 2 2 ε =( 2threded elbow 90 ) + ( Threded tees ) = (1.0000708 3.20815286 0.0000629 3.384834 372.6583 129.6 x 3.9 90 ∆P = ( 90 ) 2 x 3.25080 21.8 3 5 7 041 21 0.4 6 6 9 124 97 8 0.14791 23.023 ∆ P3 = 2 = 14.

5915 0.4484 108.45659 25. 6 6 9 165 97 4 0.00764331 0.962085 328.44842964 25.0000590 3.1 25 2 6 206 34 3 .

1 Grafik Tekanan (P) dengan Gaya 1. Begitu juga sebaliknya.2 pipa 3 0 0 20000 40000 60000 Tekanan Dari gambar grafik tekanan dengan gaya.2 1 0.4 pipa 2 dengan es 0. berikut rumus : F=PxA . semakin besar tekanan yang diberikan maka semakin besar pula gaya yang timbul. dengan catatan bahwa luas penampangnya adalah konstan.2.6 pipa 1 Gaya pipa 2 tanpa es 0. maka akan semakin besar gaya yang bekerja/terjadi pada instalasi tersebut. Hal tersebut dapat dibuktikan dalam suatu rumus. Dari grafik di atas juga dapat diketahui bahwa semakin besar tekanan yang terjadi pada suatu instalasi pipa udara.2 Analisa Grafik 4.8 0. Untuk lebih jelasnya.4. dapat dilihat bahwa semakin kecil tekanan maka semakin kecil pula gaya yang timbul akibat tekanan tersebut. F berbanding lurus dengan P.

4.2. Semakin tinggi tekanan maka Kapasitas semakin rendah. Sehingga dapat dilihat bahwa hubungan antara tekanan (P) dengan Kapasitas (Q) adalah berbanding terbalik.V/Q .2 Grafik Tekanan (P) dengan Kapasitas (Q) 0 0 0 pipa 1 Q 0 pipa 2 tanpa es pipa 2 dengan es 0 pipa 3 0 0 20000 40000 60000 Tekanan Pada grafik tekanan dengan kapasitas terlihat bahwa semakin besar tekanan maka semakin kecil kapasitas udara (Q) yang mengalir pada instalasi tersebut. Perubahan sudut mempengaruhi luas penampang dari pipa yang dialiri oleh udara. 4. semakin kecil luasan yang dapat dialiri oleh udara . Dengan rumus P = F/A dan A = Q/v maka P=F.3 Grafik Tekanan dengan Sudut 100 90 80 70 60 50 pipa 1 Sudut 40 pipa 2 tanpa es 30 pipa 2 dengan es 20 pipa 3 10 0 0 100002000030000400005000060000 Tekanan Dari grafik tekanan dengan sudut dapat diketahui hubungan tekanan dengan sudut putar. Semakin besar sudut yang diputar pada katup.2.

4. makan semakin kecil gaya yang terjadi saat itu.8 0.4 Grafik Kapasitas (Q) dengan Gaya (F) 1.2 1 0. tersebut.V/Q .4 pipa 2 dengan es 0. Hal ini dapat dilihat dengan rumus dibawah ini : F=PxA P = F/A Dari grafik tekanan dengan sudut dapat diketahui bahwa pada pipa 2 tanpa es dan pipa 2 dengan es terdapat data dengan sudut 900 hal ini terjadi karena kesalahan praktikan dalam mengukur sudut putar.2. dapat diketahui bagaimana hubungan antara kapasitas (Q) dengan gaya (F).2 pipa 3 0 0 0 0 0 0 0 0 Kapasitas (Q) Dari gambar grafik diatas. Hal tersebut terjadi karena F=PxA Q= v x A maka P=F. Ketika luasan yang dialiri udara semakin kecil maka semakin besar tekanan yang terjadi. Semakin besar nilai dari kapasitasnya.6 pipa 1 Gaya pipa 2 tanpa es 0.

Hal tersebut diakibatkan karena sudut putar dari katup mempengaruhi besar kecilnya luasan penampang pipa yang dialiri udara. tetapi apabila sudut putar dari katup bernilai besar.5 Grafik Kapasitas (Q) dengan Sudut Putar 100 90 80 70 pipa 1 60 pipa 2 tanpa es pipa 2 dengan es 50 pipa 3 40 30 20 0 0 0 0 0 0 0 Dari grafik diatas dapat dilihat hubungan kapasitas dengan sudut putar. maka kapasitas udara yang mengalir mempunyai nilai yang kecil.2. maka kapasitas udara mempunyai nilai yang besar. Apabila nilai dari sudut putar katup bernilai kecil.4. . Berikut rumus dari kapasitas : Q=vxA Dari grafik tekanan dengan sudut dapat diketahui bahwa pada pipa 2 tanpa es dan pipa 2 dengan es terdapat data dengan sudut 900 hal ini terjadi karena kesalahan praktikan dalam mengukur sudut putar.

∆P3 1600 1400 1200 1000 800 pipa 1 ∆P1 600 pipa 2 tanpa es pipa 2 dengan es 400 pipa 3 200 0 0 20000 40000 60000 Tekanan 30 28 26 24 22 20 pipa 1 ∆P2 18 pipa 2 tanpa es 16 pipa 2 dengan es 14 pipa 3 12 10 0 20000 40000 60000 Tekanan .4.6 Grafik Tekanan (P) dengan ∆P1.∆P2.2.

semakin besar loses yang terjadi. Dari gambar P terhadap ΔP2 menunjukkan loses yang diakibatkan oleh belokan dengan aksesorisnya. maka semakin besar loses yang terjadi. dapat diketahui hubungan tekanan dengan loses yang diakibatkan oleh panjang pipa. Semakin panjang instalasi pipa. semakin tinggi nilai tekanan. 160 140 120 100 80 pipa 1 ∆P3 60 pipa 2 tanpa es pipa 2 dengan es 40 pipa 3 20 0 0 20000 40000 60000 Tekanan Dalam grafik ini. tetapi ada beberapa titik dimana malah sebaliknya. Gambar grafik P terhadap ΔP3 menunjukkan hubungan antara tekanan dengan loses yang diakibatkan oleh katup. Semakin kecil tekanan yang dibuat. . Semakin kecil tekanan yang dibuat. maka loses yang terjadi juga rendah. maka semakin besar loses yang terjadi. Dalam kondisi tertentu ketika nilai tekanan rendah. maka semakin rendah pula loses yang terjadi. Dari gambar P terhadap ΔP1. dijelaskan mengenai hubungan antara tekanan dengan loses yang terjadi.

∆P3 1600 1400 1200 1000 800 pipa 3 ∆P1 600 pipa 1 pipa 2 tanpa es 400 pipa 2 degan es 200 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kapasitas 33 28 pipa 1 ∆P2 23 pipa 2 tanpa es pipa 2 dengan es 18 pipa 3 13 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kapasitas .4.∆P2.2.7 Grafik Kapasitas (Q) terhadap ∆P1.

Dimana semakin kecil loses yang terjadi. Grafik P dengan ΔP3 menunjukkan hubungan tekanan dengan loses yang diakibatkan oleh katup (ΔP3). Gambar grafik diatas menunjukkan dalam kondisi tertentu ketika nilai kapasitas rendah. sedangkan pada grafik Q terhadap ΔP2 menunjukkan losses yang disebabkan oleh belokan dengan aksesorisnya (ΔP2). 160 140 120 100 80 pipa 1 ∆P3 60 pipa 2 tanpa es pipa 2 dengan es 40 pipa 3 20 0 0 0 0 0 0 0 0 Kapasitas maka grafik Q terhadap ΔP1 menunjukkan loses yang diakibatkan oleh panjang pipa. maka semakin rendah pula loses yang terjadi. tetapi ada beberapa titik dimana malah sebaliknya. . maka semakin kecil juga kapasitas udara yang mengalir dalam instalasi pipa. maka loses yang terjadi tinggi. semakin rendah nilai kapasitas.

Bagaimana hubungan antara kapasitas dengan gaya dan kapasitas dengan losses? 8. tekanan dengan bukaan katup serta tekanan dengan rugi-rugi? 7.1 Pertanyaan 1. Bagaimana pengaruh temperature pada pipa udara? 4. Bagaimana pengaruh losses yang terjadi pada instalasi pipa udara? 5. Apa instalasi pipa udara itu? 2. Apa yang kamu ketahui tentang SCFH? . Bagaimanakah hubungan antara tekanan dengan gaya. Bab V Penutup Putu Widhi Aprilia 4215100017 Bab V Penutup 5. tekanan dengan kapasitas. Bagaimana cara menghitung losses pada instalasi pipa udara? 6. Dari berbagai jenis kompresi manakah yang mungkin terjadi? Berikan alasan anda! 3.

dan diameter pipa yang sama. Terdapat 3 cara dalam menghitung losses: a. 2. karena ada kenaikan temperatur. Sebutkan 3 aplikasi pipa udara di dunia marine! Jelaskan ! 5. Namun juga bukan proses adiabatik karena ada panas yang dipancarkan keluar. 4. Namun juga bukan proses adiabatik karena ada panas yang dipancarkan keluar. Kompresi politropik karena kompresi pada kompresor yang sesungguhnya bukan merupakan proses isotermal. Instalasi pipa udara adalah suatu sistem perpipaan yang mengalirkan fluida gas dari satu tempat yang lain. apabila temperature rendah maka pressure drop juga rendah. Kerugian pada saluran akibat panjang pipa (ΔP1) β ∆ P= ( 90 ) . Sebutkan contoh aplikasi instalasi pipa udara? 10. Jadi proses kompresi yang sesungguhnya berada diantara keduanya. katup. Berdasarkan hasil praktikum. Selama proses berlangsung terjadi kerugian/losses akibat instalasi seperti belokan.ε. 3. kecepatan sama.Kompresi politropik karena Kompresi pada kompresor yang sesungguhnya bukan merupakan proses isotermal. Fluida yang mengalir berasal dari proses kompresi yang menggunakan alat yaitu kompresor yang berfungsi untuk memampatkan udara dari tekanan normal atmosfer menjadi udara yang bertekanan tinggi. fitting dalam instalasi. Pada tabel hasil pengamatan pipa 2 dengan es memiliki nilai pressure drop lebih rendah dibanding dengan pipa 2 tanpa es. 5.2 Jawaban Pertanyaan 1. fitting. dan belokan dan aksesoris pada pipa sehingga besar losses pada rangkaian pipa 1 dan pipa 2 ataupun 3 berbeda walaupun udara yang digunakan sama. 9. Prinsip kerja dari pipa udara yaitu udara masuk kedalam pipa melalui katup yang terbuka kemudian udara dipompa menuju kompresor dan didalam kompresor udara akan dikompres. karena ada kenaikan temperatur. dan dari pipa itu sendiri. Setiap pipa memiliki losses yang berbeda. Jadi proses kompresi yang sesungguhnya ada diantara keduanya. temperatur berpengaruh terhadap pipa udara. Kerugian pada saluran akibat belokan dan aksesoris (ΔP2) . hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh panjang pipa.V .ρ 2 2 b.

P=F/A A=Q/v Maka. (i) Hubungan antara kapasitas dengan gaya adalah berbanding terbalik. dikarenakan kapasitas adalah fungsi dari luasan. Sehingga semakin besar gaya yang diberikan pada luasan yang sama. Sistem starter mesin utama pada kapal b. (ii) Hubungan antara kapasitas dengan losses adalah berbanding lurus. 7.V .v = F/ Q (iii) Hubungan tekanan dengan bukaan katup adalah berbanding terbalik. Jadi semakin tinggi tekanannya maka kapasitas udara yang dikeluarkan kecil dan berlaku juga sebaliknya. 1 SCFH adalah 7. begitu juga sebaliknya. Sedangkan untuk ΔP3 (losses akibat katup) akan bertambah seiring bertambahnya tekanan.V 2. P. 8. Kerugian pada saluran akibat katup (ΔP3) ε. Contoh Instalasi pipa udara adalah pada Full Air Brake atau rem udara. semakin besar bukaan katup maka tekanan semakin kecil dan begitu juga sebaliknya (iv) Hubungan tekanan dengan losses adalah berbanding terbalik. 3 Aplikasi Pipa Udara di dunia marine : a. (i) Hubungan gaya dan tekanan adalah berbanding lurus sesuai dengan rumus P=F/A. SCFH adalah singkatan dari Standard Cubic Feet per Minute yang merupakan satuan kapasitas selain m3/s.ε. Pipa udara pada pendingin ruangan di kapal c. semakin besar kapasitasnya maka losses yang dihasilakan besar. (ii) Hubungan tekanan dengan kapasitas adalah berbanding terbalik. karena semakin besar gaya diberikan maka kapasitas yang ada semakin kecil dan begitu pula sebaliknya.ρ2 2 c. karena apabila tekanan semakin besar maka losses semakin kecil. β ∆ P= ( 90 ) . fan ventilator dll 10.ρ ∆ P= 2 6.87 x 10-6 m3/s 9. maka tekanannya pun juga besar. Pipa udara pada tanki bahan bakar 5.3 Kesimpulan .

dan luas penampang (A). . kapasitas (Q). Serta pembacaan sudut putar kurang tepat karena keterbatasan praktikan. ρ katup (ΔP3) yang rumusnya adalah ∆ P= 2 .ρ .V . Dengan ini agar menjadi koreksi untuk penggantian peralatan yang sudah rusak. l. kecepatan (V). ρ rumus ∆ P= 2d . Ada 3 cara untuk mengetahui losses yaitu yang pertama Kerugian pada saluran akibat panjang pipa (ΔP1) dengan 2 λ . temperatur (T). kemudian Kerugian pada saluran akibat belokan dan aksesoris (ΔP2) β dengan rumus ∆ P= ( 90 ) 2 . V . Instalasi pipa udara merupakan serangkaian dari suatu suatu alat yang digunakan untuk menggerakkan fluida gas dimana karakteristik pipa sangat mempengaruhi kinerjanya.ε. Pada pipa udara terdapat berbagai variabel yang mempengaruhi perhitungan diantaranya adalah tekanan (P). 5. dan yang terakhir adalah Kerugian pada saluran akibat 2 2 ε.4 Saran Dari praktikum yang telah dilakukan pada sistem pneumatis ini terdapat kekurangan seperti pressure gauge mengalami kerusakan. sehingga pelaksanaan praktikum menjadi kurang optimal. V . gaya (F). Dalam instalasi pipa udara terdapat kompresor sebagai penggeraknya.

Sehingga. dikarenakan adanya kenakan temperatur. karena kompresi pada kompresor yang sesungguhnya bukan merupakan proses isotermal. Namun juga bukan proses adiabatik karena adanya panas yang dipancarkan keluar.  Bagaimana pengaruh temperatur pada pipa udara? Untuk kapasitas awal yang sama. semakin rendah temperatur pada sistem pipa udara maka akan mengakibatkan perbedaan bukaan katup pada variasi tekanan yang sama dan juga mengakibatkan pertambahan kapasitas (Q) yag terjadi . Bab V Penutup Oky Mahardika 4213100068 Bab V Penutup 5.  Dari berbagai jenis kompresi. atau dinamakan dengan kompresi politropik. kompresi manakah yang mungkin terjadi? Beri alasan? Kompresi politropik. proses kompresi sesungguhnya yang mungkin terjadi berada diantara kedua proses tersebut.1 Pertanyaan dan Jawaban  Apa instalasi pipa udara itu? Sistem instalasi pipa udara adalah suatu media/lintasan penyaluran udara yang dipindahkan dari suatu tempat ke tempat lain.

 Bagaimana pengaruh losses yang terjadi pada instalasi pipa udara? Semakin besar losses yang terjadi pada sebuah instalasi pipa udara.293 kg/m3 ) d = diameter pipa dalam (m)  Kerugian pada saluran akibat belokan dan aksesoris ( β /90 ) .Dalam akan terjadi rugi-rugi yang dipengaruhi oleh kekasaran saluran. ρ ∆ P= 2d Dimana : λ = koefisien gesekan dalam pipa = 0. pada saluran instalasi yang memiliki losses yang kecil. ξ . panjang saluran . Udara diolah oleh compressor dengan mengkompresi udara yang masuk kemudian fluida yang sudah dikompresi akan mengalir melalui perantara pipa .148 l = panjang saluran (m) V = kecepatan aliran pada permukaan saluran (m/s) ρ = densitas udara (1. penggunaan belokan dan pemasangan aksesoris pada pipa . dirumuskan sebagai berikut :  Kerugian pada saluran akibat panjang pipa 2 λ . ρ ∆ P= 2 Dimana : ξ = koefisien hambatan (tergantung pada sudut belokan) .berikut ada 3 rugi-rugi yang diakibatkan . v 2 . bukaan katup yang diperlukan juga semakin kecil  Bagaimana cara menghitung losses yang terjadi pada instalasi pipa udara? Pada sistem instalasi pipa udara prinsip kerja sama dengan instalasi pipa air bedanya terletak pada fluida yang dialirkan dimana pada instalasi pipa udara fluida yang dialirkan berupa gas yang bertekanan. Pada praktikum ini ditunjukkan pada variasi tekanan yang sama setiap pipa udara.0561/Q^0. maka energi / head yang diperlukan juga semakin besar. v . l.

β = sudut lengkung (0 ) V = kecepatan aliran pada permukaan saluran (m/s) ρ = densitas udara (1. . Atau dapat dikatakan hubungan tekanan ( P ) dengan kapasitas (Q) adalah berbanding terbalik. semakin kecil tekanan maka semakin kecil pula gayanya. Dari grafik dapat diketahui bahwa semakin besar tekanan maka semakin besar gaya. ρ ∆ P= 2 Dimana : ξ = koefisien hambatan (tergantung pada sudut putar bukaan katup) V = kecepatan aliran pada permukaan saluran (m/s) ρ = densitas udara (1. sedangkan karena volume ( v ) berbanding lurus dengan kapasitas (Q) maka dapat disimpulkan bahwa dengan nilai kapasitas yang makin rendah maka tekanan fluida akan berubah semakin tinggi seiring dengan turunnya nilai kapasitas.293 kg/m3 )  Kerugian pada saluran akibat katup ξ .tekanan dengan kapasitas. begitu juga sebaliknya. A . Sehingga dapat v g dilihat bahwa hubungan antara volume ( v ) dengan tekanan ( P ) adalah berbanding terbalik. Hal ini sesuai dengan persamaan F=P. serta tekanan dengan rugi-rugi? Hubungan tekanan dengan gaya: Dari grafik menggambarkan pengaruh tekanan terhadap besarnya gaya yang terjadi.293 kg/m3 )  Bagaimana hubungan antara tekanan dengan gaya. tekanan dengan bukaan katup. dimana besarnya gaya berbanding lurus dengan tekanan untuk luasan yang konstan Hubungan tekanan dengan kapasitas: R .T V Dari persamaan P= ( dimana v adalah volume spesifik = ). v2 .

Berdasarkan persamaan yang ada dapat di ketahui bahwa Q=V . Ini juga berlaku untuk kebalikannya. ρ Dari gambar grafik dapat dilihat dari grafik bahwa. ρ bertambahnya tekanan.v . A . v2 .ξ . sedangkan untuk Δ P3 = (rugi akibat sudut katup) akan 2 semakin menurun seiring bertambahnya tekanan. maka hambatan semakin besar menyebabkan udara di dalam pipa membesar tanpa ada penambahan volume ruangan. Terlihat grafik pipa 1.Dari grafik di atas kita lihat bahwa hubungan antara tekanan dengan sudut berbanding lurus. ( PF ) . dan pipa 3 bahwa semakin besar sudut putarnya maka akan semakin besar pula tekanannya. Hubungan tekanan dengan rugi-rugi: λ . Semakin besar sudut katub di tutup. Sehingga didapatkan persamaan baru yaitu : Q=V . A . Hubungan tekanan dengan bukaan katup: Besarnya udara yang ada pada pipa kompresor di pengaruhi oleh besar kecilnya sudut katub. hal ini sudah sesuai dengan teori yang ada. ρ (rugi akibat katup dan aksesoris) akan semakin kecil seiring 2 2 2 ξ . Hal ini akan meningkatkan tekanan udara. l. pipa 2. v . Δ P1 = (rugi akibat gesekan) 2D β dan ΔP = ( 90 ) 2 .  Bagaimana hubungan antara kapasitas dengan gaya dan kapasitas dengan losses? Hubungan kapasitas dengan gaya: Dari grafik hubungan antara kapasitas aliran fluida (Q) dan besarnya gaya (F) yang terjadi adalah berbanding terbalik. sedangkan untuk mendapatkan nilai F dapat dicari dari persamaan P=F .

Dikatakan standart disini karena ukuran yang dihasilkan dinyatakan dalam kondisi tekanan absolut. v2 . l.  Apa yang kamu ketahui dengan SCFH? SCFH merupakan satuan kapasitas dalam unit British dimana SCFH adalah singkatan dari Standart Cubiq Feet per Hour. dimana Δ P1= (rugi akibat gesekan) 2D β dan ΔP = ( 90 ) 2 . Sehingga pernyataan ini telah sesuai dengan grafik yang diperoleh dari percobaan ini. dll  Sebutkan 3 aplikasi pipa udara di dunia marine? . instalasi pneumatis pada pabrik-pabrik.v . ρ hubungan antara Δ P❑ dengan tekanan. penggunaan pipa udara untuk perangkat mekatronik industri. ρ bertambahnya kapasitas.  Sebutkan contoh aplikasi instalasi pipa udara? Instalasi pipa udara kompressor pada bengkel-bengkel sepeda motor dan kendaraan roda 4. sedangkan untuk Δ P3 = (rugi akibat sudut katup) akan 2 semakin menurun seiring bertambahnya kapasitas. dari persamaan ini dapat kita simpulkan bahwa besarnya kapasitas aliran fluida berbanding terbalik dengan gayanya.ξ . ρ (rugi akibat katup dan aksesoris) akan semakin besar seiring 2 2 2 ξ . Hubungan kapasitas dengan losses: Dari gambar grafik diatas dapat dilihat dari grafik bahwa mengalami kebalikan dengan λ . v .

2 Kesimpulan Berdasarkan hasil praktikum pengaruh losses yang terjadi pada pipa udara dipengaruhi oleh panjang pipa karena semakin panjang pipa tersebut maka kemungkinan terjadinya losses semakin besar dan pengaruh outfitting juga berpengaruh pada losses yang tejadi di instalasi pipa udara karena banyaknya lekukan sudut yang ada di pipa udara tersebut selain itu juga dipengaruhi oleh aksesoris. Kemudian pengaruh karena bukaan katup sangat besar memungkinkan terjadinya losses di insatalasi pipa udara karena semakin kecil kecil aliran udara yang ada di dalam pipa maka semakin tinggi tekanan yang dihasil dan hal tersebut sangat besar terjadinya losses. Bab V Penutup Ajar Sembodo 4214100042 . Instalasi pipa udara untuk sistem stater main engine. instalasi pipa udara untuk air receiver sistem penyediaan air tawar pada kapal ferry dan instalasi pipa udara kapal pengambil pasir di laut lepas 5.3 Saran Sebaiknya alat praktikum dicek terlebih dahulu oleh grader maupun petugas yang berwenang agar meminimalisir kesalahan praktikum. 5.

.

Namun juga bukan proses adiabatik karena adanya panas yang dipancarkan keluar.  Bagaimana cara menghitung losses yang terjadi pada instalasi pipa udara? Pada sistem instalasi pipa udara prinsip kerja sama dengan instalasi pipa air bedanya terletak pada fluida yang dialirkan dimana pada instalasi pipa udara fluida yang dialirkan berupa gas yang bertekanan. maka head yang diperlukan juga semakin besar. fitting dalam instalasi.1 Pertanyaan dan Jawaban  Apa instalasi pipa udara itu? Sistem instalasi pipa udara adalah suatu sistem perpipaan yang mengalirkan fluida gas dari satu tempat ke tempat lain. Dan losses dipengaruhi oleh panjang pipa. karena kompresi pada kompresor yang sesungguhnya bukan merupakan proses isotermal. Bab V Penutup 5. Dari hasil pratikum pipa dengan es dengan tidak dengan es.berikut ada 3 rugi-rugi yang diakibatkan .  Dari berbagai jenis kompresi. dengan menggunakan kompresor untuk melakukan kompresi selanjutnya memampatkan udara menjadi bertekanan tinggi. penggunaan belokan dan pemasangan aksesoris pada pipa .Dalam akan terjadi rugi-rugi yang dipengaruhi oleh kekasaran saluran. kompresi manakah yang mungkin terjadi? Beri alasan? Kompresi politropik. dirumuskan sebagai berikut :  Kerugian pada saluran akibat panjang pipa . panjang saluran . proses kompresi sesungguhnya yang mungkin terjadi berada diantara kedua proses tersebut.  Bagaimana pengaruh temperatur pada pipa udara? Untuk kapasitas awal yang sama. dan belokan serta aksesoris dalam pipa.  Bagaimana pengaruh losses yang terjadi pada instalasi pipa udara? Semakin besar losses yang terjadi. karena adanya kenakan temperatur. atau disebut kompresi politropik. Udara diolah oleh compressor dengan mengkompresi udara yang masuk kemudian fluida yang sudah dikompresi akan mengalir melalui perantara pipa . Sehingga. semakin rendah temperatur pada sistem pipa udara maka semakin rendah pula pressure drop. memiliki nilai pressure drop lebih rendah jika dengan es.

v2 . tekanan dengan bukaan katup. v .293 kg/m3 ) d = diameter pipa dalam (m)  Kerugian pada saluran akibat belokan dan aksesoris ( β / 90 ) . ρ ∆ P= 2 Dimana : ξ = koefisien hambatan (tergantung pada sudut putar bukaan katup) V = kecepatan aliran pada permukaan saluran (m/s) ρ = densitas udara (1. serta tekanan dengan rugi-rugi? Hubungan tekanan dengan gaya: .148 l = panjang saluran (m) V = kecepatan aliran pada permukaan saluran (m/s) ρ = densitas udara (1. v 2 .0561/Q^0. 2 λ . ρ ∆ P= 2d Dimana : λ = koefisien gesekan dalam pipa = 0.tekanan dengan kapasitas. ξ . ρ ∆ P= 2 Dimana : ξ = koefisien hambatan (tergantung pada sudut belokan) β = sudut lengkung (0 ) V = kecepatan aliran pada permukaan saluran (m/s) ρ = densitas udara (1.293 kg/m3 )  Bagaimana hubungan antara tekanan dengan gaya. l.293 kg/m3 )  Kerugian pada saluran akibat katup ξ .

Dari grafik menggambarkan pengaruh tekanan terhadap besarnya gaya yang terjadi. Dari grafik
dapat diketahui bahwa semakin besar tekanan maka semakin besar gaya, begitu juga
sebaliknya, semakin kecil tekanan maka semakin kecil pula gayanya. Hal ini sesuai dengan

persamaan F=P. A , dimana besarnya gaya berbanding lurus dengan tekanan untuk luasan

yang konstan

Hubungan tekanan dengan kapasitas:
R .T V
Dari persamaan
P= ( dimana v adalah volume spesifik = ). Sehingga dapat
v g

dilihat bahwa hubungan antara volume ( v ) dengan tekanan ( P ) adalah berbanding

terbalik, sedangkan karena volume ( v ) berbanding lurus dengan kapasitas (Q) maka dapat

disimpulkan bahwa dengan nilai kapasitas yang makin rendah maka tekanan fluida akan
berubah semakin tinggi seiring dengan turunnya nilai kapasitas. Atau dapat dikatakan hubungan

tekanan ( P ) dengan kapasitas (Q) adalah berbanding terbalik.

Hubungan tekanan dengan bukaan katup:
Besarnya udara yang ada pada pipa kompresor di pengaruhi oleh besar kecilnya sudut katub.
Semakin besar sudut katub di tutup, maka hambatan semakin besar menyebabkan udara di
dalam pipa membesar tanpa ada penambahan volume ruangan.
Hal ini akan meningkatkan tekanan udara. Ini juga berlaku untuk kebalikannya.Dari grafik di
atas kita lihat bahwa hubungan antara tekanan dengan sudut berbanding lurus, hal ini sudah
sesuai dengan teori yang ada. Terlihat grafik pipa 1, pipa 2, dan pipa 3 bahwa semakin besar
sudut putarnya maka akan semakin besar pula tekanannya.

Hubungan tekanan dengan rugi-rugi:

2
λ . l. v . ρ
Dari gambar grafik dapat dilihat dari grafik bahwa, Δ P1 = (rugi akibat gesekan)
2D

β
dan ΔP =
( 90 )
2
.ξ . v . ρ
(rugi akibat katup dan aksesoris) akan semakin kecil seiring
2
2

2
ξ .v . ρ
bertambahnya tekanan, sedangkan untuk Δ P3 = (rugi akibat sudut katup) akan
2

semakin menurun seiring bertambahnya tekanan.

 Bagaimana hubungan antara kapasitas dengan gaya dan kapasitas dengan losses?
Hubungan kapasitas dengan gaya:
Dari grafik hubungan antara kapasitas aliran fluida (Q) dan besarnya gaya (F) yang terjadi
adalah berbanding terbalik. Berdasarkan persamaan yang ada dapat di ketahui bahwa

Q=V . A , sedangkan untuk mendapatkan nilai F dapat dicari dari persamaan P=F . A .

Sehingga didapatkan persamaan baru yaitu :

Q=V . ( PF )
dari persamaan ini dapat kita simpulkan bahwa besarnya kapasitas aliran fluida berbanding
terbalik dengan gayanya. Sehingga pernyataan ini telah sesuai dengan grafik yang diperoleh
dari percobaan ini.

Hubungan kapasitas dengan losses:
Dari gambar grafik diatas dapat dilihat dari grafik bahwa mengalami kebalikan dengan

2
λ . l. v . ρ
hubungan antara Δ P❑ dengan tekanan, dimana Δ P1= (rugi akibat gesekan)
2D

β
dan ΔP =
( 90 )
2
.ξ . v . ρ
(rugi akibat katup dan aksesoris) akan semakin besar seiring
2
2

ξ . v2. ρ
bertambahnya kapasitas, sedangkan untuk Δ P3 = (rugi akibat sudut katup) akan
2

semakin menurun seiring bertambahnya kapasitas.

 Apa yang kamu ketahui dengan SCFH?
SCFH merupakan satuan kapasitas dalam unit British dimana SCFH adalah singkatan dari
Standart Cubiq Feet per Hour. Dikatakan standart disini karena ukuran yang dihasilkan
dinyatakan dalam kondisi tekanan absolut.

 Sebutkan contoh aplikasi instalasi pipa udara?
Instalasi pipa udara kompressor pada bengkel-bengkel sepeda motor dan kendaraan roda 4,
instalasi pneumatis pada pabrik-pabrik, penggunaan pipa udara untuk perangkat mekatronik
industri, dll

 Sebutkan 3 aplikasi pipa udara di dunia marine?
Instalasi pipa udara untuk sistem stater main engine, instalasi pipa udara untuk air receiver
sistem penyediaan air tawar pada kapal ferry dan instalasi pipa udara kapal pengambil pasir di
laut lepas

5.2 Kesimpulan
Sistem instalasi pipa udara merupakan suatu sistem perpipaan yang digunakan untuk mengalirkan
fuida kerja yang berupa udara bertekanan, udara yang masuk akan dikompresikan dengan cara
dimampatkan , udara yang sudah dimampatkan kemudian ditransfer melalui sistem perpipaan.
Instalasi pipa udara memiliki 3 variable yaitu variable control dimana Q awal konstan tidak berubah
, variable manipulasi dimana temperature (T) dan katup yang disesuaikan , dan respon meliputi
pressure(P) dan Q. Pada hasil pratikum menunjukkan pendinginan akan mempengaruhi nilai
kapasitas (Q). Jika suhu semakin rendah, maka nilai kapasitas (Q) juga akan semakin rendah.

Untuk mengetahui losses yang terjadi dapat menggunakan rumus ;

 Kerugian pada saluran akibat panjang pipa

3 Saran Semoga praktikum selanjutnya lebih baik lagi .   l V 2   2 D  =  Kerugian pada akibat saluran belokan dan aksesoris   / 90    V 2   2  =  Kerugian pada saluran akibat katup  V 2   2  = 5.

Selama proses berlangsung terjadi kerugian/losses akibat instalasi seperti belokan. Jadi proses kompresi yang sesungguhnya ada diantara keduanya. Kompresi politropik karena Kompresi pada kompresor yang sesungguhnya bukan merupakan proses isotermal. dan dari pipa itu sendiri. Bab V Penutup Adenia Nur Fitriani 4215100061 Bab V Penutup 5. Prinsip kerja dari pipa udara yaitu udara masuk kedalam pipa melalui katup yang terbuka kemudian udara dipompa menuju kompresor dan didalam kompresor udara akan dikompres. karena ada kenaikan temperatur.1. fitting. Jadi proses kompresi yang sesungguhnya berada diantara keduanya. Namun juga bukan proses adiabatik karena ada panas yang dipancarkan keluar. Namun juga bukan proses adiabatik karena ada panas yang dipancarkan keluar. . karena ada kenaikan temperatur. Fluida yang mengalir berasal dari proses kompresi yang menggunakan alat yaitu kompresor dimana kompresor memiliki fungsi untuk memampatkan udara dari tekanan normal atmosfer menjadi udara yang bertekanan tinggi. 2 Kompresi politropik karena kompresi pada kompresor yang sesungguhnya bukan merupakan proses isotermal. Jawaban Pertanyaan 1 Instalasi pipa udara adalah suatu sistem perpipaan yang mengalirkan fluida gas dari satu tempat yang lain. katup.

ρ2 2 b Kerugian pada saluran akibat belokan dan aksesoris (ΔP2) β ∆ P= ( 90 ) . apabila temperature rendah maka nilai pressure drop juga rendah. dikarenakan kapasitas adalah fungsi dari luasan.ρ ∆ P= 2 6 (a) Hubungan gaya dan tekanan adalah berbanding lurus sesuai dengan rumus P=F/A. fitting dalam instalasi.ε. hal ini disebabkan oleh ada nya perbedaan panjang pipa. P=F/A A=Q/v Maka. kecepatan sama dan diameter yang sama pula.ρ2 2 c Kerugian pada saluran akibat katup (ΔP3) ε. 5 Terdapat 3 cara dalam menghitung losses: a Kerugian pada saluran akibat panjang pipa (ΔP1) β ∆ P= ( 90 ) . maka tekanannya pun juga besar.ε. 4 Nilai losses pada pipa berbeda-beda. Sehingga semakin besar gaya yang diberikan pada luasan yang sama.3 Dari hasil praktikum yang telah didapatkan dapat diketahui bahwa temperatur berpengaruh terhadap pipa udara.V .V . Jadi semakin tinggi tekanannya maka kapasitas udara yang dikeluarkan kecil dan berlaku juga sebaliknya. semakin besar bukaan katup maka tekanan semakin kecil dan begitu juga sebaliknya .V 2. (b) Hubungan tekanan dengan kapasitas adalah berbanding terbalik. P.v = F/ Q (c) Hubungan tekanan dengan bukaan katup adalah berbanding terbalik. Pada tabel hasil pengamatan pipa dengan es memiliki pressure drop yang lebih rendah apabila dibandingkan dengan pipa 2 tanpa es. belokan dan aksesoris pada pipa yang dapat mempengaruhi besar nilai losses pada rangkaian pipa 1 dan pipa 2 maupun pipa 3 walaupun udara yang digunakan sama.

dapat diketahui bahwa tekanan dan gaya berbanding lurus untuk luasan yang konstan. . begitu juga sebaliknya. Sedangkan untuk ΔP3 (losses akibat katup) akan bertambah seiring bertambahnya tekanan. d Dari grafik hubungan tekanan dengan bukaan katup adalah berbanding terbalik.2. 8 SCFH ( Standard Cubic Feet per Hour ) adalah suatu satuan yang digunakan untuk mengetahui besar dan kecilnya aliran udara yang melewati katup dengan berbagai bukaan. c Dari grafik hubungan antara tekanan (P) dengan kapasitas (Q) dapat diketahui bahwa tekanan dan kapasitas berbanding terbalik. b Dari grafik hubungan antara tekanan (P) dan gaya (F). (b) Hubungan antara kapasitas dengan losses adalah berbanding lurus. semakin besar bukaan katup maka tekanan semakin kecil dan begitu juga sebaliknya. karena apabila tekanan semakin besar maka losses semakin kecil. dimana karakteristik pipa sangat mempengaruhi kinerjanya.87 x 10-6 m3/s. karena semakin besar gaya diberikan maka kapasitas yang ada semakin kecil dan begitu pula sebaliknya. f Hubungan antara kapasitas dengan gaya adalah berbanding terbalik. semakin besar kapasitasnya maka losses yang dihasilakan besar. fan ventilator dll 10 3 Aplikasi Pipa Udara di dunia marine : a Sistem starter mesin utama pada kapal b Pipa udara pada pendingin ruangan di kapal c Pipa udara pada tanki bahan bakar 5. Kesimpulan a Instalasi pipa udara adalah alat yang digunakan untuk menggerakkan fluida gas. semakin besar kapasitasnya maka losses yang dihasilakan besar. 9 Contoh Instalasi pipa udara adalah pada Full Air Brake atau rem udara. Nilai 1 SCFH adalah 7. SCFH merupakan satuan kapasitas selain m3/s. e Dari hasil praktikum diatas dapat diketahui bahwa hubungan tekanan dengan losses adalah berbanding terbalik. karena semakin besar gaya diberikan maka kapasitas yang ada semakin kecil dan begitu pula sebaliknya. 7 (a) Hubungan antara kapasitas dengan gaya adalah berbanding terbalik. karena apabila tekanan semakin besar maka losses semakin kecil. begitu juga sebaliknya. (iv) Hubungan tekanan dengan losses adalah berbanding terbalik. g Hubungan antara kapasitas dengan losses adalah berbanding lurus.

h Dari hasil praktikum dapat diketahui bahwa tinggi rendah nya temperatur dapat mempengaruhi nilai pressure drop. 5. maka dapat disimpulkan bahwa instalasi pada pipa udara perlu diakukan pengkalibrasian ulang dan juga dilakukan pengecekan ulang agar instalasi pipa udara lebih akurat. Saran Berdasarkan hasil analisis pada praktikum. Semakin rendah nilai temperature maka nilai pressure drop juga rendah. Bab V Penutup Gusti Alfian Nanda 4215100072 .3. Dan juga perlu perlu dilakukan perawatan berkala terhadap instalasi pipa udara agar instalasi tersebut lebih awet. bila dilakukan pengukuran terhadap hasil percobaan dengan instalasi pipa udara.

2 Jawaban Pertanyaan 11. Bagaimana pengaruh losses yang terjadi pada instalasi pipa udara? 15. Apa instalasi pipa udara itu? 12. Dari berbagai jenis kompresi manakah yang mungkin terjadi? Berikan alasan anda! 13. tekanan dengan bukaan katup serta tekanan dengan rugi-rugi? 17. tekanan dengan kapasitas. Selama proses berlangsung terjadi kerugian/losses akibat instalasi seperti belokan. Prinsip kerja dari pipa udara yaitu udara masuk kedalam pipa melalui .1 Pertanyaan 11. Apa yang kamu ketahui tentang SCFH? 19. Sebutkan 3 aplikasi pipa udara di dunia marine! Jelaskan ! 5. Sistem instalasi pipa udara adalah sistem dimana udara masuk kedalam pipa melalui katup yang terbuka kemudian udara dipompa menuju kompresor. Bagaimana pengaruh temperature pada pipa udara? 14. Bagaimana hubungan antara kapasitas dengan gaya dan kapasitas dengan losses? 18. Bagaimana cara menghitung losses pada instalasi pipa udara? 16. Bab V Penutup 5. dan didalam kompresor udara akan dikompres dengan alat kompresor . fitting. Bagaimanakah hubungan antara tekanan dengan gaya. katup. Sebutkan contoh aplikasi instalasi pipa udara? 20. dan dari pipa itu sendiri.

apabila temperature rendah maka pressure drop juga rendah. fitting dalam instalasi.V 2. karena ada kenaikan temperatur.ρ 2 e. Kerugian pada saluran akibat katup (ΔP3) ε. aksesoris belokan belokan pada pipa sehingga nilai losses pada rangkaian pipa 1 dan pipa 2 ataupun 3 berbeda pada udara yang digunakan sama. temperatur berpengaruh terhadap pipa udara. Hasil praktikum menunjukkan. Namun juga bukan proses adiabatik karena ada panas yang dipancarkan keluar. Kerugian pada saluran akibat belokan dan aksesoris (ΔP2) β ∆ P= ( 90 ) 2 . dan diameter pipa yang sama.V . Kerugian pada saluran akibat panjang pipa (ΔP1) β ∆ P= ( 90 ) 2 . 13.ε.ε. a) Hubungan gaya dan tekanan : sesuai dengan rumus P=F/A berbanding lurus. .ρ 2 f. Ada 3 cara dalam menghitung losses: d. Semakin besar gaya yang diberikan pada luasan yang sama. katup yang terbuka kemudian udara dipompa menuju kompresor dan didalam kompresor udara akan dikompres. Losses yang terjadi pada setiap pipa berbeda. maka tekanannya juga besar. 14. Yang mungkin terjadi adalah kompresi politropik karena kompresi pada kompresor yang sesungguhnya bukan merupakan proses isotermal. hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh panjang pipa. 12. 15.ρ ∆ P= 2 16. Jadi proses kompresi yang sesungguhnya berada diantara keduanya. kecepatan sama. Pada tabel hasil pengamatan pipa 2 dengan es memiliki nilai pressure drop lebih rendah dibanding dengan pipa 2 tanpa es.V .

Pipa udara harus dipasang di tanki dan keluar menembus geladak sehingga udara keluar di udara bebas. Temperatur dan Pressure drop memiliki hubungan yang berbanding terbalik. Pipa udara pada pendingin ruangan di kapal c. maka berbanding terbalik. d) Hubungan tekanan dengan losses : karena apabila tekanan semakin besar maka losses semakin kecil. di bagian ujung pipa dipasang strainer sehingga air tidak masuk kedalam tanki.87 x 10-6 m3/s 19. SCFH adalah singkatan dari (Standard Cubic Feet per Minute) yang merupakan satuan kapasitas selain m3/s. Temperatur dan Pressure drop memiliki hubungan yang berbanding terbalik.2 Kesimpulan Berdasarkan grafik hubungan antara tekanan (P) dengan sudut putar (θ) dapat diketahui bahwa tekanan dan sudut putar berbanding lurus. P=F/A A=Q/v Maka. 5. maka berbanding terbalik. 17. . 1 SCFH adalah 7. (ii) Hubungan antara kapasitas dengan losses : semakin besar kapasitasnya maka losses yang dihasilakan besar. fungsinya agar di dalam tanki tidak ada tekanan yang membahayakan. b) Hubungan tekanan dengan kapasitas : karena kapasitas adalah fungsi dari luasan. (i) Hubungan antara kapasitas dengan gaya : karena semakin besar gaya diberikan maka kapasitas yang ada semakin kecil dan begitu pula sebaliknya. P. begitu juga sebaliknya. Pipa udara pada tanki : di pasang pada setiap tanki yang ada di kapal. Contoh aplikasi Instalasi pipa udara : navigation alarm atau rem udara. maka berbanding lurus. maka berbanding terbalik. Sementara berlaku juga pada kebalikannya.v = F/ Q c) Hubungan tekanan dengan bukaan katup : semakin besar bukaan katup maka tekanan semakin kecil dan begitu juga sebaliknya. Ukuran diameter pipa udara harus lebih besar dari pada diameter pipa isi. Main Engine Control System b. fan ventilator dll 20. Sementara berlaku juga pada kebalikannya. Sedangkan untuk ΔP3 (losses akibat katup) akan bertambah seiring bertambahnya tekanan. 3 Aplikasi Pipa Udara di dunia marine : a. Jadi semakin tinggi tekanannya maka kapasitas udara yang dikeluarkan kecil dan berlaku juga sebaliknya. ketika termperatur tinggi maka head akan semakin kecil. maka berbanding terbalik. 18. ketika termperatur tinggi maka head akan semakin kecil.

pdf> [diakses pada : 18 Oktober 2016] Pengertian dan macam-macam kompresor. [pdf] Tersedia di <http://blog.unnes.ac.id/41291/3/BAB_II.id/antosupri/pengertian-dan-macam-macam-kompresor/> [diakses pada : 18 Oktober 2016] Sistem Starter pada Kapal. [pdf] Tersedia di : <e-journal.ac.pdf> [diakses pada : 18 Oktober 2016] http://repository.html> [diakses pada : 18 Oktober 2016] Kompresor.id> [diakses pada : 18 Oktober 2016] Starting System.pdf Kompresor dan kondensor.ac.gunadarma. [online] Tersedia di <http://dokumen. [pdf] Tersedia di <:http://eprints.tips/documents/sistem-starter-kapal- 2.ac.id/bitstream/123456789/33133/4/Chapter%20II.com/doc/179546106/1-Starting-System- pdf> [diakses pada : 18 Oktober 2016] .ac.usu.undip.3 Saran Sebaiknya praktikan dan grader lebih tepat waktu lagi dalam melaksanakan praktikum Daftar Pustaka Dasar teori kompresor dan pompa . [online] Tersedia di : <https://www. [pdf] Tersedia di <http://elearning.upp.5.scribd.id/docmodul/teknik_pendingin/bab5_kompresor_dan_kondensor.