You are on page 1of 9

Klasifikasi Aborsi

Beberapa jenis aborsi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Abortus spontanea

Pengertian abortus spontanea adalah abortus yang berlangsung tanpa tindakan,


dalam hal ini dibedakan sebagai berikut:

Abortus imminens adalah peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus


pada kehamilan sebelum 20 minggu, dimana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan
tanpa adanya dilatasi serviks.

Abortus insipiens adalah peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan


sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat, tetapi hasil
konsepsi masih dalam uterus.

Abortus inkompletus adalah pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada


kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus.

Abortus kompletus, semua hasil konsepsi sudah dikeluarkan.

Abortus provokatus

Pengertian abortus provokatus adalah jenis abortus yang sengaja dibuat/dilakukan,


yaitu dengan cara menghentikan kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar tubuh
ibu. Pada umumnya bayi dianggap belum dapat hidup diluar kandungan apabila usia
kehamilan belum mencapai 28 minggu, atau berat badan bayi kurang dari 1000
gram, walaupun terdapat beberapa kasus bayi dengan berat dibawah 1000 gram
dapat terus hidup. Pengelompokan Abortus provokatus secara lebih spesifik :

Abortus Provokatus Medisinalis/Artificialis/Therapeuticus, abortus


yang dilakukan dengan disertai indikasi medik. Di Indonesia yang dimaksud dengan
indikasi medik adalah demi menyelamatkan nyawa ibu.

Abortus Provokatus Kriminalis, aborsi yang sengaja dilakukan tanpa


adanya indikasi medik (ilegal). Biasanya pengguguran dilakukan dengan
menggunakan alat-alat atau obat-obat tertentu.

Abortus Habitualis
Abortus habitualis adalah abortus spontan yang terjadi berturut-turut tiga kali atau
lebih. Pada umumnya penderita tidak sukar menjadi hamil, namun kehamilannya
berakhir sebelum 28 minggu, dan umumnya disebabkan karena kelainan anatomi
uterus, atau kelainan faktor imunologi.

Missed Abortion

Missed Abortion adalah kematian janin dan nekrosis jaringan konsepsi tanpa ada
pengeluaran selama lebih dari4 minggu atau lebih (beberapa buku 8 minggu)

Abortus Septik

Abortus Septik adalah tindakan pengakhiran kehamilan dikarenakan sepsis akibat


tindakan abortus yang terinfeksi (misalnya dilakukan oleh dukun, atau awam).
Bahaya terbesar adalah kematian ibu.

Penyebab Aborsi
Penyebab aborsi dari segi maternal

Penyebab aborsi secara umum:

Infeksi akut

1. virus, misalnya cacar, rubella, hepatitis.

2. Infeksi bakteri, misalnya streptokokus.

3. Parasit, misalnya malaria.

Infeksi kronis

1. Sifilis, biasanya menyebabkan abortus pada trimester kedua.

2. Tuberkulosis paru aktif.

3. Keracunan, misalnya keracunan tembaga, timah, air raksa, dll.

4. Penyakit kronis, misalnya :hipertensin, ephritis, diabetes, anemia


berat, penyakit jantung, toxemia gravidarum

5. Gangguan fisiologis, misalnya Syok, ketakutan, dll.

6. Trauma fisik.
Penyebab aborsi yang bersifat lokal:
Fibroid, inkompetensia serviks.

Radang pelvis kronis, endometrtis.

Retroversi kronis.

Hubungan seksual yang berlebihan sewaktu hamil, sehingga menyebabkan


hiperemia dan abortus.

Penyebab dari segi Janin


Kematian janin akibat kelainan bawaan.

Mola hidatidosa.

Penyakit plasenta dan desidua, misalnya inflamasi dan degenerasi.

Alasan untuk melakukan tindakan Aborsi


Abortus provokatus kriminalis sering terjadi pada kehamilan yang tidak
dikehendaki. Ada beberapa alasan wanita tidak menginginkan kehamilannya:

Alasan kesehatan, di mana ibu tidak cukup sehat untuk hamil.

Alasan psikososial, di mana ibu sendiri sudah enggan/tidak mau untuk punya
anak lagi.

Kehamilan di luar nikah.

Masalah ekonomi, menambah anak berarti akan menambah beban ekonomi


keluarga.

Masalah sosial, misalnya khawatir adanya penyakit turunan, janin cacat.

Kehamilan yang terjadi akibat perkosaan atau akibat incest (hubungan antar
keluarga).

Selain itu tidak bisa dilupakan juga bahwa kegagalan kontrasepsi juga
termasuk tindakan kehamilan yang tidak diinginkan.

Akibat Abortus Provokatus Kriminalis


Komplikasi aborsi medis yang dapat timbul pada ibu :

Perforasi

Luka pada serviks uteri

Pelekatan pada kavum uteri

Perdarahan

Infeksi

Lain-lain

Komplikasi yang dapat timbul dengan segera pada pemberian NaCl hipertonik
adalah apabila larutan garam masuk ke dalam rongga peritoneum atau ke dalam
pembuluh darah dan menimbulkan gejala-gejala konvulsi, penghentian kerja
jantung, penghentian pernapasan, atau hipofibrinogenemia. Sedangkan komplikasi
yang dapat ditimbulkan pada pemberian prostaglandin antara lain panas, rasa enek,
muntah, dan diare.

Secara garis besar tindakan abortus sangat berbahaya bagi ibu dan juga janin yaitu
bisa menyebabkan kematian pada keduanya.

Cara cara Abortus Provokatus Kriminalis


Kekerasan Mekanik :
1. Umum

1. Latihan olahraga berlebihan

2. Naik kuda berlebihan

3. Mendaki gunung, berenang, naik turun tangga

4. Tekanan / trauma pada abdomen

2. Lokal

1. Memasukkan alat-alat yang dapat menusuk kedalam vagina : pensil, paku,


jeruji sepeda

2. Alat merenda, kateter atau alat penyemprot untuk menusuk atau


menyemprotkan cairan kedalam uterus untuk melepas kantung amnion

3. Alat untuk memasang IUD


4. Alat yang dapat dilalui arus listrik

5. Aspirasi jarum suntik

Metode hisapan sering digunakan pada aborsi yang merupakan cara yang ilegal
secara medis walaupun dilakukan oleh tenaga medis. Tabung suntik yang besar
dilekatkan pada ujung kateter yang dapat dilakukan penghisapan yang berakibat
ruptur dari chorionic sac dan mengakibatkan abortus. Cara ini aman asalkan metode
aseptik dijalankan, jika penghisapan tidak lengkap dan masih ada sisa dari hasil
konsepsi maka dapat mengakibatkan infeksi.

Tujuan dari merobek kantong kehamilan adalah jika kantong kehamilan sudah rusak
maka secara otomatis janin akan dikeluarkan oleh kontraksi uterus. Ini juga dapat
mengakibatkan dilatasi saluran serviks, yang dapat mengakhiri kehamilan. Semua
alat dapat digunakan dari pembuka operasi sampai jari-jari dari ban sepeda.
Paramedis yang melakukan abortus suka menggunakan kateter yang kaku. Jika
digunakan oleh dokter maupun suster, yang melakukan mempunyai pengetahuan
anatomi dan menggunakan alat yang steril maka resikonya semakin kecil. Akan
tetapi orang awam tidak mengetahui hubungan antara uterus dan vagina. Alat sering
digunakan dengan cara didorong ke belakang yang orang awam percayai bahwa
keadaan serviks di depan vagina.

Permukaan dari vagina dapat menjadi rusak dan alat mungkin masuk ke usus
bahkan hepar. Penetrasi dari bawah atau tengah vagina dapat juga terjadi perforasi.
Jika serviks dimasuki oleh alat, maka serviks dapat ruptur dan alat mungkin masuk
lewat samping. Permukaan luar dapat cedera dengan pengulangan, usaha yang
ceroboh yang berusaha mengeluarkan benda yang terlalu tebal ke saluran yang tidak
membuka. Jika sukses melewati saluran dari uterus, mungkin langsung didorong ke
fundus, yang akan merusak peritoneal cavity. Bahaya dari penggunaan alat adalah
pendarahan dan infeksi. Perforasi dari dinding vagina atau uterus dapat
menyebabkan pendarahan, yang mungkin diakibatkan dari luar atau dalam.

Sepsis dapat terjadi akibat penggunaan alat yang tidak steril atau kuman berasal dari
vagina dan kulit. Bahaya yang lebih ringan(termasuk penggunaan jarum suntik)
adalah cervical shock. Ini dapat membuat dilatasi serviks, dalam keadaaan pasien
yang tidak dibius, alat mungkin menyebabkan vagal refleks, yang melalui sistem
saraf parasimpatis, yang dapat mengakibatkan cardiac arrest. Ini merupakan
mekanisme yang berpotensi menimbulkan ketakutan yang dapat terjadi pada orang
yang melakukan Abortus kriminalis.

Obat keras bahan kimia / obat-obatan atau bahan-bahan yang bekerja


pada uterus
Berbagai macam zat yang digunakan baik secara lokal maupun melalui mulut telah
banyak digunakan untuk menggugurkan kandungan. Beberapa zat mempunyai efek
yang baik sedangkan beberapa lainnya berbahaya. Zat yang digunakan secara lokal
contohnya fenol dan lysol, merkuri klorida, potassium permagnat, arsenik,
formaldehid, dan asam oxalat. Semua mempunyai bahaya sendiri, baik dari korosi
lokal maupun efek sistemik jika diserap. Pseudomembran yang nekrotik mungkin
berasal dari vagina dan kerusakan serviks mungkin terjadi.

Potasium permangat adalah zat yang muncul selama perang yang terakhir dan
berlangsung beberapa tahun, 650 kasus dilaporkan hingga tahun 1959, yang parah
hanya beberapa. Ini dapat menyebabkan nekrosis pada vagina jika diserap yang
dapat mempunyai efek sistemik yang fatal termasuk kerusakan ginjal. Permanganat
dapat menyebabkan pendarahan vagina dari nekrosis, yang mana dapat
membahayakan janin.

Cara menggugurkan kandungan dengan indikasi medis

Jenis obat-obatan yang dipakai untuk


menginduksi abortus antara lain :
a. Emmenagogum : obat untuk melancarkan haid. Cara kerja : Indirect Congesti +
engorgement mucosa Bleeding Kontraksi Uterus Foetus dikeluarkan.
Direct : Bekerja langsung pada uterus/saraf motorik uterus.
Misal : Aloe, Cantharides (racun irritant), Caulopylin, Borax, Apiol, Potassium
permanganate, Santonin, Senega, Mangan dioksida, dll.

b. Purgativa/Emetica : obat-obatan yang menimbulkan kontraksi GI tract


Misal :Colocynth, Aloe
Castor oil : Magnesim sulfate, Sodium sulfate.

c. Ecbolica : menimbulkan kontraksi uterus secara langsung.


Misal : Apiol, Ergot, Ergometrine, Extract secale, Extract pituatary, Pituitrine,
Exytocin.
Cara kerja ergot : Merangsang alpha 1 receptor pada uterus mengakibatkan kontraksi
uterus yang kuat dan lama.

d. Garam dari logam : biasanya sebelum mengganggu kehamilannya sudah


membahayakan keselamatan ibu. Dengan tujuan menimbulkan tonik kontraksi pada
uterus. Misal : Arsenicum, HgCl, Potassium bichromate, Ferro sulfate, ferri chloride.

Beberapa pasal yang terkait aborsi adalah :

Pasal 229

1. Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruhnya


supaya diobati, dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan, bahwa karena
pengobatab itu, hamilnya dapat digugurkan , diancam dengan pidana penjara paling
banyak 4 tahun atau denda paling banyak tiga ribu rupiah
2. Jika yang bersalah membuat demikian untuk mencari keuntungan, atau
menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan, atau jika dia
seorang tabib, bidan, atau juru obat, pidananya dapat ditambah sepertiga

3. Jika yang bersalah melakukan hal tersebut, dalam menjalani pencarian maka
dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian itu.

Pasal 341
Seorang ibu karena takut, akanketahuan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan
atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampas nyawa anaknya, diancam,
karena membunuh anak sendiri, dengan pidana paling lama 7 tahun

Pasal 342
Seorang ibu, untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan
bahwa melahirkan anak. pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian,
sengaja merampas nyawa anaknya, diancam, karena melakukan pembunuhan anak
sendiri dengan penjara, dengan pidana penjara paling lama Sembilan tahun

Pasal 343
Kejahatan yang diterangkan dalam pasal 341 dan342 dipandang, bagi orang lain
yang turut serta melakukan, sebagai pembunuhan atau pembunuhan dengan
rencana.

Pasal 346
Seorang wanita yang dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya
atau menyuruh ornag lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama
empat tahun.

Pasal 347

1. Barang siapa menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita


tanpa persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun

2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana


penjara paling lama lima belas tahun.

Pasal 348

1. Barang siapa menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita


dengan persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun
enam bulan

2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana


penjara paling lama tutjuh tahun.

Pasal 349
Jika seorang tabib, bidan, atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang
tersebut pasal 346, ataupun melakukan ataupun membantu melakukan salah satu
kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan
dalam pasal itu dapat ditambah dengan spertiga dan dapat dicabut hak untuk
menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan

https://www.jevuska.com/2010/07/09/aborsi-pengertian-jenis-dan-tinjauan-
hukum/

FAKTOR :

1. Dampak buruk pada hidup si ibu


Aborsi akan selalu berdampak buruk pada si ibu, begitu pula hamil
yang tidak terencana. Apabila hamil karena kecelakaan berlanjut
sampai bayi lahir dan terjadi pada perempuan yang masih
mengenyam pendidikan, bisa dipastikan bahwa ia tidak akan
melanjutkan sekolahnya. Apabila terjadi pada wanita karir, ini akan
mengganggu pekerjaan mereka dan mempengaruhi pendapatan.
2. Masalah financial
Biaya perawatan bayi mulai dari hamil, kelahiran sampai setelah lahir
tidak memakan biaya yang sedikit. Sedangkan kehamilan karena
kecelakaan banyak terjadi pada perempuan yang masih sekolah. Lalu
bagaimana ia akan memenuhi kebutuhan bayinya? Menjaganya agar
tetap sehat? Ini akan sulit dibayangkan sehingga aborsi pun akhirnya
dilakukan.
3. Ketidaksiapan menjadi ibu tunggal
Dua alasan di atas berpengaruh besar mengapa perempuan tidak siap
menjadi ibu tunggal. Ini ditambah dengan kenyataan bahwa
perempuan yang hamil karena kecelakaan tidak akan hidup dengan
pasangan mereka.

Resiko kesehatan
Kematian mendadak karena pendarahan hebat.
Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.
Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
Rahim yang sobek (Uterine Perforation).
Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan
cacat pada anak berikutnya.
Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada
wanita).
Kanker indung telur (Ovarian Cancer).
Kanker leher rahim (Cervical Cancer).
Kanker hati (Liver Cancer).
Kelainan pada ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat
pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada kehamilan berikutnya.
Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic
Pregnancy).
Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).
Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
Resiko psikologis
Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan
dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat
hebat terhadap keadaan mental seorang wanita.

Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai Post-Abortion Syndrome (Sindrom
Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam Psychological Reactions
Reported After Abortion di dalam penerbitan The Post-Abortion Review (1994).
Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal seperti
berikut ini:
1. Kehilangan harga diri (82%)
2. Berteriak-teriak histeris (51%)
3. Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%)
4. Ingin melakukan bunuh diri (28%)
5. Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang (41%)
6. Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual (59%)

Diluar hal-hal tersebut diatas para wanita yang melakukan aborsi akan dipenuhi
perasaan bersalah yang tidak hilang selama bertahun-tahun dalam hidupnya.

Dampak Aborsi

1. timbul luka-luka dan infeksi-infeksi pada dinding alat kelamin dan


merusak organ-organ di dekatnya seperti kandung kencing atau usus.
2. Robek mulut rahim sebelah dalam (satu otot lingkar). Hal ini dapat
terjadi karena mulut rahim sebelah dalam bukan saja sempit dan
perasa sifatnya, tetapi juga kalau tersentuh, maka ia menguncup kuat-
kuat. Kalau dicoba untuk memasukinya dengan kekerasan maka otot
tersebut akan menjadi robek.
3. Dinding rahim bisa tembus, karena alat-alat yang dimasukkan ke
dalam rahim.
4. Terjadi pendarahan. Biasanya pendarahan itu berhenti sebentar, tetapi
beberapa hari kemudian/ beberapa minggu timbul kembali. Menstruasi
tidak normal lagi selama sisa produk kehamilan belum dikeluarkan dan
bahkan sisa itu dapat berubah
REFERENSI
http://abortus.blogspot.com/search/label/Resiko
http://www.aborsi.org/resiko.htm
http://www.anehdidunia.com/2012/04/penjelasan-lengkap-bahaya-aborsi-
dan.html