You are on page 1of 1

anak tunarungu, ini menunjukkan bahwa anak tunarungu berhak memperoleh

kesempatan yang sama dengan anak lainnya dalam pendidikan. Anak tunarungu adalah anak

yang mengalami kekurangan, kehilangan kemampuan mendengar yang disebabkan oleh

kerusakan atau tidak berfungsinya sebagian atau seluruh alat pendengaran sehingga ia

mengalami hambatan dalam perkembangan bahasanya, Ia memerlukan bimbingan dan

pendidikan khusus untuk mencapai kehidupan lahir batin yang layak sehingga tunarungu

dapat diartikan sebagai suatu keadaan kehilangan pendengaran yang mengakibatkan

seseorang tidak dapat menangkap berbagai rangsangan, terutama melalui pendengarannya,

kelainan itu mengakibatkan anak tunarungu mengalami hambatan dan perkembangan

berfikir, berhitung, berbahasa, dan kesulitan berkomunikasi dengan sesamanya dan orang lain

(Salim, 2004: 8).

Tunarungu merupakan suatu keadaan hilangnya pendengaran yang mana menjadikan

seseorang yang tidak mampu menangkap berbagai rangsangan yang masuk melalui indra

pendengaran (Sumantri, 2007: 110). Secara pedagogis tunarungu berarti ” suatu kondisi di

mana individu memiliki ketidak mampuan dalam mendapatkan informasi secara lisan,

sehingga individu tersebut membutuhkan bimbingan dan pelayanan khusus dalam belajarnya

(Suparno,2001: 25).

Anak tunarungu di tinjau dari segi pendidikan diklasifikasikan menjadi anak yang mengalami
gangguan pendengaran (low of hearing) adalah kelompok anak yang indera pendengarannya
mengalami kerusakan tetapi