You are on page 1of 33

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Hernia merupakan penonjolan abormal dari sebagian atau seluruh bagian dari
suatu organ melalui dinding dari cavum yang mengandung organ tersebut.
Dikatakan hernia inguinalis bila ditemukan pembengkakan hernia yang berada di
atas dan medial dari tuberculum pubicum. Penyakit Hernia Inguinalis merupakan
problem kesehatan yang tidak bisa lepas dari problem sosial. Ada pula sebagian
masyarakat yang merasa malu bila mereka diketahui orang lain sakit demikian,
sehingga hal-hal inilah yang kadang kala memperlambat penanganan penyakit dan
khususnya hernia. Problem kedokteran yang penting adalah bagaimana mengurangi
frekuensi timbulnya hernia inguinalis.

Hernia inguinalis terlihat sebagai suatu tonjolan yang hilang timbul lateral
terhadap suatu tuberkulum pubikum, tonjolan dapat timbul apabila pasien menangis,
megejan, atau berdiri dan biasanya menghilang secara spontan bila pasien dalam
keadaan istirahat dan terlentang. Hernia biasanya berisi usus atau mesenterum.
Pada perempuan, ovarium dapat mengalami herniasi. Hernia inguinalis dapat terjadi
karena anomali congenital atau karena sebab di dapat. Berbagai faktor penyebab
berperan pada pembentukan pintu masuk hernia pada annulus internus yang cukup
lebar sehingga dapat dilalui oleh kantong isi hernia. Proses turunnya testis mengikuti
prosesus vaginalis, pada neonatus kurang lebih 90% prosesus vaginalis tetap
terbuka. Umumnya di simpulkan prosesus vaginalis yang patent bukan merupakan
penyebab tunggal terjadi nya hernia, tetapi diperlukan faktor lain.

Hernia inguinalis merupakan keadaan yang lazim dan membutuhkan
pembedahan. Hernia merupakan masalah yang umum terjadi, dengan 5% populasi
mengalami hernia dinding abdomen, tetapi prevalensinya bisa menjadi lebih tinggi.
Sekitar 75% hernia terjadi pada regio inguinalis. Dua pertiganya merupakan hernia
indirek. Pria 25 kali cenderung menderita hernia di inguinalis dibandingkan wanita.
Hernia inguinalis indirek merupakan hernia yang paling sering dijumpai tanpa
memandang jenis kelamin. Pada pria, perbandingan antara insiden hernia inguinalis

1

indirek dengan hernia inguinalis direk yaitu 2:1. Hernia inguinalis direk jarang
dijumpai pada wanita. Prevalensi hernia meningkat seiring dengan bertambahnya
usia, khususnya pada hernia inguinalis, hernia umbilicalis, dan hernia femoralis.

Hernia inguinalis seringkali dapat didorong kembali ke dalam rongga perut.
Tetapi jika tidak dapat didorong kembali melalui dinding perut, maka usus bisa
terperangkap di dalam kanalis inguinalis (inkarserasi) dan aliran darahnya terputus
(strangulasi). Jika tidak ditangani, bagian usus yang mengalami strangulasi bisa mati
karena kekurangan darah. Biasanya dilakukan pembedahan untuk mengembalikan
usus ke tempat asalnya dan untuk menutup lubang pada dinding perut agar hernia
inguinalis tidak berulang. Hernia inguinalis sering terjadi pada laki-laki dibanding
perempuan.itu disebabkan karena adanya perbedaan proses perkembangan alat
reproduksi pria dan wanita semasa janin. Pada janin laki-laki, testis (buah pelir) turun
dari rongga perut menuju skrotum (kantung kemaluan) pada bulan ketujuh hingga
kedelapan usia kehamilan. Lubang yang berupa saluran itu akan menutup
menjelang kelahiran atau sebelum anak mencapai usia satu tahun. Ketika dewasa,
daerah itu dapat menjadi titik lemah yang potensial mengalami hernia.

2

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. ANATOMI DINDING PERUT

2.1.1 Otot Dinding Perut

Dinding perut bagian lateral terdiri dari 3 lapis otot yaitu external oblique di
bagian paling superficial,dibawahnya ada internal oblique,lapisan paling dalam
adalah otot tranversus.Ketiga otot ini akan membentuk aponeurosis yang masuk ke
dalam linea alba,suatu struktur di bagian tengah yang menggabungkan kedua sisi
dinding abdomen. 5

Otot oblique externus merupakan lapisan paling superficial dari 3 lapis
musculoaponeurotic yang membentuk dinding anterolateral abdomen.Ia berjalan ke
bawah dan medial dari bagian posterior iga ke-8 ke linea alba,pubis,ke puncak iliac. 3

Otot oblique internus dan aponeurosisnya mewakili lapisan tengah dari ketiga
lapisan musculoaponeurotic dari dinding abdomen.Ia merupakan bagian dari fasia
thoracolumbar dan pada puncak iliac miring ke atas bawah medial untuk masuk ke
batas inferior dari iga ke 3 atau 4,line alba,dan pubis. 3

Otot tranversus abdominis dan aponeurosisnya adalah bagian terdalam dari
lapisan abdomen.Lapisan ini berasal dari fasia di sepanjang puncak
iliac,thoracolumbar,iliopsoas dan dari kartilago iga ke-6. 3

3

( Sumber : Frank H.Pada kedua sisi samping linea alba berjalan otot rectus abominis. Netter. P.Dimana ketiga serat dari otot ini akan membentuk lapisan dari pembungkus rectus. Atlas Of Human Anatomy.Pada bagian tengah dua anterior pembungkus rectus akan membentuk tendinous linea alba.Bagian medial dari aponeurosis otot external oblique akan membentuk bagian anterior dari pembungkus rectus. 5 4 . 233 ) Serat dari otot external oblique berjalan ke arah inferomedial dimana otot internal oblique akan berjalan berlawanan. 2006. MD. Chapter 4.Di bawah otot retus abdominis terdapat pembungkus rectus posterior yang turut membentuk linea alba. yang mana seratnya berjalan secara longitudinal di sepanjang dinding depan perut.Otot tranversus seratnya akan berjalan secara horizontal. 5th Edition.

p. Clinical Oriented Anatomy. Courtney M. Farmington Hills : The Gale Group.1128-1134 Struktur penting lainnya adalah linea arcuata yang terletak 3 sampai 6 cm di bawah umbilicus. Sabiston Textbook of Surgery : A Guide for Patients and Caregivers.Inc.Linea arcuata merupakan pembatas yang menggambarkan di bagian bawah setelahnya tidak berjalan pembungkus posterior rectus sedangkan di bagian atasnya berjalan pembungkus posterior rectus. p. 2012.3 Sumber: Moore. 202.sedangkan dibawah umbilicus aponeurosis tidak terbagi dan berjalan anterior terhadap otot rectus.Sumber : Townsend . chapter 2..et al . Keith L. dkk. 5th edition. 5 Aponeurosis dari otot internal oblique di atas umbilicus akan terbagi membungkus rectus abdominis.1114. 5 . 2006. The United States.

Inc. p. 211. intercostal 3-4.Farmington Hills : The Gale Group. 5th edition. 2006.dan arteri lumbalis. superior epigastric.intercostal bagian bawah.dan a..arteri circumflexa illiac profundus.et al .1.inferior epigastric.Ia masuk ke dalam pembungkus rectus melalui superior dari lapisan posterior pembungkus rectus dan memberikan aliran ke bagian superior otot rectus abdmonis. 2012. chapter 2.Otot rectus abdominis memiliki aliran darah a.1128-1134 Arteri epigastric superior merupakan lanjutan dari arteri thoracic internal. Courtney M.5 Sumber : Townsend . The United States. Superior dan inferior epigastric arteri akan beranastomosis di dekat umbilicus. Sabiston Textbook of Surgery : A Guide for Patients and Caregivers.3 Sumber: Moore. dkk.p.Ia berjalan superior dari facia tranversus masuk ke dalam pembungkus rectus di bawah linea arcuata.Inferior arteri epigastric merupakan lanjutan dari external iliac arteri. Clinical Oriented Anatomy.2 Vaskularisasi Dinding Perut Otot lateral dinding perut mendapat aliran darah dari a.2.1114. a. Keith L. 6 .

p.Persarafan ini mencakup otot dinding lateral perut dan otot rectus serta kulit di bagian perut. Clinical Oriented Anatomy. Keith L.3. The United States. dkk. 2. 2006.ke arah medial dan lateral.1. Dinding perut mendapatkan persarafan dari nervus intercostalis 7-12 serta lumbal 1-2. 210.ke arah inferior menuju vena epigastric yang berasal dari vena femoralis dan iliaka externus. chapter 2.5 7 . Kulit dan jaringan subkutan dari dinding abdomen mendapat aliran vena dari vena plexus subcutaneous yang alirannya ke arah superior menuju vena thoracic internus. 3 Sumber: Moore. Inervasi Dinding Perut. 5th edition.Saraf ini berjlanan di antara otot tranversus abdominus dan oblique internus kemudian masuk ke pembungkus rectus posterior medial terhadap linea semilunaris..

Keith L. yang terletak di sebelah lateral dari plica umbilicalis medialis. yang menutupi pembuluh darah epigastrium inferior dan berdarah bila terpotong. dkk. 5th edition.  Dua plica umbilicalis medialis. Clinical Oriented Anatomy. 2006..5 Cekungan yang berada di sebelah lateral dari plica umbilicalis merupakan fossa peritoneum.1. terletak diantara plica umbilicalis mediana dan plica umbilicalis medialis. berupa peritoneum yang memanjang dari dinding abdomen anterior ke vesica urinaria.Sumber: Moore.  Dua plica umbilicalis lateralis.4. dimana area ini sering disebut trigonum inguinalis 8 . Pada bagian bawah umbilicus terdapat sejumlah lipatan peritoneum. dimana tempat tersebut merupakan tempat yang potensial untuk terjadi hernia. ialah :  Plica umbilicalis mediana yang memanjang dari apex vesica urinaria ke umbilicus dan menutupi ligamentum umbilicalis mediana. Cekungan tersebut antara lain :  Fossa supravesica.  Fossa inguinalis medialis. 207. terletak diantara plica umbilicalis medialis dan plica umbilicalis lateralis. 2. yang terletak di sebelah lateral dari plica umbilicalis mediana. chapter 2. Permukaan dalam dinding anterolateral abdomen Permukaan dalam dinding abdomen anterolateral ditutupi oleh fascia transversalis dan peritoneum parietalis. p. The United States.

6. 5 2. Canalis inguinalis juga mengandung pembuluh darah dan pembuluh limfa 9 . Struktur utama yang berada di canalis inguinalis ialah chorda spermaticus pada pria dan ligamentum rotundum uterus pada wanita. https://s-media-cache- ak0.Dasar :fascia transversalis.Inferior : ligamentum inguinalis .  Fossa inguinalis lateralis. yang meliputi annulus inguinalis internus dan tempat yang potensial terjadi tipe hernia yang paling sering di dinding abdomen bagian bawah.1. Canalis inguinalis berjalan sejajar dan berada diatas dari setengah medial ligamentum inguinalis. Canalis inguinalis Canalis inguinalis pada orang dewasa merupakan saluran oblik dengan panjang hampir 4 cm yang berjalan ke arah inferomedial melalui bagian inferior dari dinding abdomen anterolateral. (Hesselbach triangles). yang merupakan tempat potensial terjadinya hernia inguinalis direk yang kurang umum dijumpai.jpg 2.Lateral : vasa epigastrica inferior .pinimg. Trigonum Hesselbach Batas trigonum Hesselbach antara lain: .Medial : margo lateralis rectus sheath .1.5 Gambar : Trigonum Hesselbach Sumber : Internet.com/736x/c8/1b/0e/c81b0e6572b413a45b69501cfa8bf473. yang berada di sebelah lateral dari plica umbilicalis lateralis.5.

yang berjalan secara perpendikuler terhadap serat aponeurosis. Melalui canalis ini. dan membentuk batas canalis externa adalah crura.5 Gambar : canalis inguinalis dilihari dari sisi medial Sumber: Townsend. Crus lateralis menyentuh tuberculum pubicum dan crus medialis menyentuk crista pubica. melewati dari satu crus ke sisi superolateral annulus. Canada. M. Fascia transversalis berlanjut ke kanal membentuk fascia interna. Serat intercrura ini membantu mencegah crura melebar. 19th edition. Sabiston Textbook of Surgery. Canalis inguinalis memiliki ostium pada kedua ujungnya :  Annulus inguinalis internus terletak di superior terhadap bagian tengah dari ligamentum inguinalis dan di sebelah lateral dari arteri epigastrium inferior. vas deferens dan pembuluh darah testikuler pada pria (atau ligamentum rotundum uterus pada wanita) melewati canalis inguinalis. 10 . p.1116. Courtney. yang muncul dari canalis inguinalis.  Annulus inguinalis externus merupakan pintu keluar bagi chorda spermaticus pada pria atau ligamentum rotundum pada wanita.serta nervus ilioinguinalis pada kedua jenis kelamin. Serat lapisan superfisial dari fascia profundus melapisi musculus obliqus abdominis externus dan aponeurosis. Bagian aponeurosis yang berada pada sisi lateral dan media. ed. chapter 46.

Sumber: Moore. dkk. karena mengurangi suplai darah. Keith L. dan cincin hernia. Meskipun hernia dapat terjadi pada beragam tempat pada tubuh. 11 Gambar : Tipe Hernia dinding abdomen 11 . sedangkan irreponibilis atau incarcerata apabila tidak dapat dimasukkan kembali. femoral. p. Hernia strangulata merupakan suatu komplikasi yang serius dan fatal. Hernia didefinisikan sebagai suatu penonjolan abnormal suatu organ atau jaringan melalui suatu defek pada dinding disekitarnya. Hernia Hernia berasal dari bahasa latin yang berarti ruptur. Hernia dinding abdomen terjadi hanya pada tempat dimana aponeurosis dan fascia tidak tertutup oleh otot bergaris. yaitu kantong. Defek ini paling sering melibatkan dinding abdomen. United States. Tempat yang paling sering seperti area inguinal. dan bekas insisi. 5 Hernia dikatakan reponibilis apabila isinya dapat dimasukkan kembali kedalam dinding abdomen.2. chapter 2. portio inferior linea semilunaris. 217 2. terutama regio inguinal. Hernia terdiri dari tiga bagian. 2006. dan umbilicus.. isi. Clinical Oriented Anatomy. 5th edition. linea alba.

Hernia inguinal dapat terjadi karena anomaly congenital atau karena sebab di dapat/akuisita. Hernia Inguinalis 2. 2.3.1. perbandingan antara insiden hernia inguinalis indirek dengan hernia inguinalis direk yaitu 2:1. Sabiston Textbook of Surgery. Definisi Hernia merupakan keadaan menonjolnya organ atau sebagian organ intraabdomen keluar ke cavum abdomen melalui locus minoris dinding abdomen dan masih diliputi peritoneum (pada region inguinal). tetapi prevalensinya bisa menjadi lebih tinggi.3. Canada. chapter 46. Hernia inguinalis indirek merupakan hernia yang paling sering dijumpai tanpa memandang jenis kelamin. ed. Pria 25 kali cenderung menderita hernia di inguinalis dibandingkan wanita. Pada pria. dengan 5% populasi mengalami hernia dinding abdomen.3. Hernia inguinalis direk jarang 12 .2. 19th edition. M. 2. p. Sekitar 75% hernia terjadi pada regio inguinalis.Sumber : Townsend. Epidemiologi Hernia merupakan masalah yang umum terjadi. Berdasarkan dapat tidaknya isi hernia masuk kembali maka hernia disebut hernia yang reversible atau hernia ireversibel. Courtney. Dua pertiganya merupakan hernia indirek.1115.

3. Pada hernia inguinalis indirek.dijumpai pada wanita. sedangkan jari akan bergerak keatas dan kebelakang pada hernia inguinalis indirek. hernia umbilicalis. hasilnya positif pada hernia inguinalis indirek. dan hernia femoralis. di bawah pembuluh darah epigastrium inferior. sedangkan hernia indirek lebih sering unilateral. sedangkan hernia indirek lebih sering bersifat complete.3. khususnya pada hernia inguinalis. yaitu trigonum Hesselbach1 Hernia direk lebih sering bersifat incomplete. Hernia tipe pantaloon terjadi bila ditemukan komponen hernia inguinalis direk dan indirek secara bersamaan. saccus hernia menonjol keluar dari dalam abdomen dan berada di medial canalis inguinalis interna.1 Perbedaan ini tidak begitu berarti karena tindakan perbaikan operasi yang dilakukan pada kedua tipe ini mirip. Prevalensi hernia meningkat seiring dengan bertambahnya usia. jari yang meraba akan bergerak ke belakang pada hernia inguinalis direk. Hernia direk lebih sering bilateral. saccus hernia melewati canalis inguinalis internus yang berjalan menyilang melalui canalis inguinalis eksternus dan masuk ke dalam scrotum. 1 Gambar : Tipe hernia dan anatomi hernia dilihat dari anterior 13 . Klasifikasi a. 5 2. Pada tes oklusi annulus eksternus (Thumb test). sedangkan hernia inguinalis indirek keluar kebawah dan kedepan. Sebaliknya pada hernia inguinalis direk. Saat tes invaginasi (Finger test). Hernia inguinalis diklasifikasikan berdasarkan tempat herniasi yang berkaitan dengan struktur disekitarnya. hernia inguinalis direk tampak sebagai tonjolan langsung ke depan. Ketika pasien diminta batuk. yaitu hernia indirek yang disebut juga sebagai hernia inguinalis lateralis (HIL) dan hernia direk yang memiliki nama lain berupa hernia inguinalis medialis (HIIM).

3. diluar dan berjalan bersama menuju ke sisa processus vaginalis. ‘ Groin Hernias in Adults’.Sumber : Fitzgibbons. Hernia inguinalis direk (Hernia inguinalis medialis) Hernia inguinalis direk dicirikan sebagai berikut :  Faktor predisposisi : Kelemahan dinding anterior abdomen dalam trigonum inguinalis (contohnya annulus superficial yang distended. 758.3. Armour Forse.. di sebelah lateral chorda spermaticus. Hernia inguinalis indirek (Hernia inguinalis lateralis) Karakteristik hernia inguinalis indirek antara lain : 14 . 2. jarang masuk ke scrotum.4. Robert J. falx inguinalis yang sempit. N Engl J Med. R.5. Vol 372. 2015. atau kelemahan aponeurosis pada pria usia >40 tahun)  Frekuensi : Lebih jarang (sepertiga hingga seperempat hernia inguinalis)  Keluar dari cavum abdomen : Peritoneum disertai fascia transversalis (berada diluar satu atau dua fascia yang menutup chorda spermaticus).  Jalur : Melewati atau disekitar canalis inguinalis. biasanya melintasi hanya sepertiga kanal. Jr.5 2. pp.  Keluar dari dinding anterior abdomen: Melalui annulus superficial.

 Meningkatnya tekanan intraabdomen karena keganasan intrabdomen atau ascites 15 . banyak ditemukan pada pria  Frekuensi : Lebih sering (dua pertiga hingga tiga perempat) hernia inguinalis  Keluar dari cavum abdomen : Peritoneum processus vaginalis yang menetap ditambah dengan semua fascia yang menutupi chorda spermaticus atau ligamentum rotundum. Adanya penyakit kolagen juga berperan dalam meningkatkan insiden pembentukan hernia.6. namun tidak disertai tanda-tanda obstruksi maupun strangulasi.5 b.  Hernia inguinalis irreponibilis yaitu bila isi hernia tidak dapat di masukkan kembali kedalam cavum abdomen. Sejumlah faktor yang berperan dalam perkembangan hernia diuraikan sebagai berikut :  Faktor mengejan kronis : Batuk kronis. obstruksi tractus urinari bagian bawah.  Jalur : Melewati canalis inguinalis dalam processus vaginalis  Keluar dari dinding anterior abdomen : Melalui annulus eksternus dalam chorda spermaticus. mengejan saat defekasi. berat badan juga berpengaruh. 2. menjadi :  Hernia inguinal reponibilis yaitu bila isi hernia dapat masuk kembali pada posisi penderita berbaring atau dengan manual. hernia di bagi berdasarkan sifatnya. lebih sering masuk ke scrotum atau labium majus. Faktor Predisposisi Adanya penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) juga berperan penting dalam meningkatkan resiko hernia inguinalis direk. karena disertai berulangnya episode tekanan intraabdomen yang tinggi. Selain itu.  Faktor predisposisi : Menetapnya processus vaginalis (lengkap atau bagian superiornya saja).3.

Diagnosis Riwayat Hernia inguinalis muncul dengan beragam keadaan.3. Pada pemeriksaan mikroskopik kulit pasien hernia inguinalis. ibstipasi kronis. ascites atau tumor abdomen serta pekerjaan- pekerjaan yang meningkatkan tekanan intra abdomen. 2. Tekanan atau rasa berat di pangkal paha merupakan keluhan yang sering ditemukan.7. Hernia inguinalis bisa menekan sejumlah nervus yang berdekatan.  Dialisis peritoneum kronis : Dialisis peritoneum kronis dapat menyebabkan kelemahan dinding abdomen atau pembesaran processus vaginalis yang menetap.  Obesitas : Dapat menyebabkan otot-otot meregang karena penempatan lemak diantara otot yang membuat otot-otot menjadi lemah. 2. nyeri tajam yang bersifat lokal. Di dapat/akuisita Timbul hernia oleh adanya peningkatan tekanan intra abdomen dalam waktu yang lama sehingga terjadi kelemahan dinding abdomen bagian bawah. Manifest pada bayi. 1 2. Patofisiologi 1. Hal ini dapt dijumpai pada kondisi-kondisi batuk lama. gangguan kencing pada BPH atau striktur uretra. 16 . Analisa selanjutnya menunjukkan adanya disagregasi traktus kolagen dan berkurangnya densitas serat kolagen pada kulit pasien hernia. dan nyeri alih (referred pain). Kongenital Hernia timbul oleh karena tidak terjadinya obliterasi prosesus vaginalis peritoneum pada saat penurunan testis kedalam skrotum.8. ditemukan berkurangnya kolagen tipe I hingga kolagen tipe III secara signifikan. anak- anak dan dewasa muda. mengakibatkan tekanan yang meluas. Lemak juga memperlemah fascia dan aponeurosis.  Merokok Merokok dapat menimbulkan defisiensi kolagen dan menimbulkan hernia5. Pasien yang muncul dengan hernia inguinalis simptomatis akan mengeluh nyeri pangkal paha.3.

1 Idealnya. jari dimasukkan lebih dalam.7 17 . Ketika ukuran annulus telah diperiksa dan terbuka. dengan tujuan mengidentifikasi tonjolan abnormal di pangkal paha atau di dalam scrotum. Normalnya annulus ini tidak dapat dimasuki ujung jari telunjuk. tonjolan berkurang pada posisi berbaring. dimana pasien sering mengembalikan hernia dengan cara menekan isinya kembali ke abdomen. Jari dapat keluar masuk langsung dari canalis inguinalis menunjukkan suatu hernia inguinalis direk. Dengan demikian. membuat hernia menjadi lebih sulit untuk dikembalikan. Nyeri tajam cenderung menunjukkan adanya nervus yang tersangkut dan hal ini tidak berhubungan dengan aktivitas fisik. palpasi dilakukan untuk memastikan adanya hernia.1 Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik merupakan hal yang penting dalam mendiagnosa hernia inguinalis. Bila tonjolan nyata tidak terdeteksi. Finger test Pasien diminta untuk berbaring dan isi hernia dimasukkan kembali. Nyeri neurogenik dapat beralih ke scrotum. Bila jari dapat masuk ke atas kemudian ke lateral menunjukkan adanya hernia inguinalis indirek. pasien diperiksa dalam keadaan berdiri untuk meningkatkan tekanan intraabdomen. maupun paha dalam. Kulit skrotum dimasukkan dengan ujung jari telunjuk dari polus superior testis dan jari mendorong hingga annulus inguinalis externus. posisi ini menyebabkan deskripsi tonjolan menjadi salah. Hernia asimptomatik sering didiagnosa melalui pemeriksaan fisik atau ditunjukkan oleh pasien mengenai tonjolan yang abnormal. 1 Pertimbangan riwayat pasien yang penting meliputi durasi serta waktu gejala. testis. pasien akan mengungkapkan riwayat hernia inguinalis akut setelah melakukan aktivitas yang berat. Jari digunakan untuk menilai ukuran annulus inguinalis externus. Yang lebih jarang.1 Pada sebagian besar pasien dengan hernia.1 Beberapa pemeriksaan khusus untuk menilai hernia antara lain: 1. Pertanyaan yang diajukan juga diarahkan untuk mencari tahu apakah hernia bersifat reponibilis (dapat kembali) atau tidak. Akibat ukuran defek yang meningkat serta lebih banyak isi intraabdomen yang mengisi saccus hernia.terutama setelah melakukan aktivitas.

25 cm diatas titik mid-inguinalis. India. Tekanan ringan dilakukan pada satu tangan bergantian dengan tangan yang lain hingga hernia masuk kembali. Thumb test Pasien diminta untuk berbaring dan hernia dikembalikan ke dalam abdomen. Tes reducibility Pasien dalam posisi supinasi. Bedside Clinics in Surgery. kaki ditekuk pada panggul dan lutut. 2nd edition 2. 2nd edition 3. sedangkan paha diadduksikan. Makhan Lal. Posisi annulus inguinalis internus ditandai.Gambar : pemeriksaan tes invaginasi Sumber : Saha. Annulus inguinalis internus berada 1. Makhan Lal. Jari-jari salah satu tangan mengelilingi benjolan di dekat annulus inguinalis externus dan memandu isi saccus melalui annulus inguinalis externus menuju ke dalam canalis inguinalis. 2013. 2013. Tangan yang lain memegang benjolan dekat fundus.7 Gambar : Pemeriksaan tes reducibility Sumber : Saha. yang berada di titik tengah antara spina iliaca anterior superior (SIAS) dan symphisis pubis. 18 . Bedside Clinics in Surgery. India.

titik tulang yang terakhir merupakan spina iliaca anterior superior (SIAS). Bila getaran menyentuh jari telunjuk maka menunjukkan hernia inguinalis indirek. karena benjolan dapat kembali pada posisi berbaring. sedangkan bila didapati suara perkusi tympani. Pemeriksaan untuk membedakan hernia inguinalis dan hernia femoralis Hernia inguinalis berada diatas dan sebelah medial tuberculum pubicum. menunjukkan hernia femoralis. Titik tulang yang pertama pada ujung lateral merupakan spina iliaca anterior superior (SIAS). 2013. menunjukkan isi hernia tersebut adalah usus (enterocele). Bila dari belakang.7 19 . Bedside Clinics in Surgery. Tes Zieman Hernia dikembalikan dahulu. Spina iliaca anterior superior (SIAS) ditandai pada lipatan paha pada sisi lateral. jari tengah berada di atas annulus eksternus dan jari manis ditempatkan pada annulus femoralis dan pasien diminta untuk batuk. 2nd edition 7. Bila getara menyentuh jari tengah maka menunjukkan hernia inguinalis direk. menunjukkan isi hernia tersebut adalah omentum (omentocele). Bila dijumpai suara perkusi pekak. Jari telunjuk diatas annulus internus. Makhan Lal. India. 4. sedangkan hernia femoralis berada dibawah dan lateral tuberculum pubicum. Perkusi benjolan hernia dilakukan pada pasien dengan posisi berdiri. 7 Gambar : Pemeriksaan Tes Ziemen Sumber : Saha. Apabila getaran menyentuh jari manis.

investigasi melalui pemeriksaan radiologis. dan untuk menyingkirkan diagnosis lainnya. 2013. untuk mendeteksi hernia pangkal paha.9. India. CT-Scan dan MRI menyediakan gambaran statis yang menggambarkan anatomi pangkal paha.3. Computed Tomography (CT).Gambar : Perbedaan hernia inguinalis dengan hernia femoralis berdasarkan pemeriksaan fisik Sumber : Sumber : Saha. Makhan Lal. Pemeriksaan Penunjang Pada kasus diagnosis yang sulit ditentukan. dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). 2nd edition 2. Pemeriksaan radiologis yang dilakukan meliputi Ultrasonografi (USG).1 Gambar : Pemeriksaan CT-Scan menggambarkan hernia inguinalis dextra (anak panah) 20 . Bedside Clinics in Surgery.

Schwartz’s: Principles of Surgery.3. F. 2015.10. 2. Komplikasi Hernia yang tidak ditangani dapat menjadi komplikasi seperti : 21 . The United States. Charles et al. yaitu :  Limfoma inguinal  Lipoma inguinal  Metastase  Tumor testikuler  Varicocele  Epidiymitis  Torsi testis  Hidrocele testis  Hidrocele communicans 2. chapter 37. 10th edition. 1504. Diagnosa banding Adapun beberapa diagnosa banding.11. p.Sumber : Brunicardi.3.

MANAJEMEN A. ini dilakukan terutama pada anak-anak.1. Hernia incarcerata Merupakan kondisi dimana isi kantong terjepit pada daerah cincin hernia sehingga terjadi gangguan pasase usu dengan gejala obstruksi ileus. karena dasarnya adalah kongenital tanpa ada kelemahan. Ramus genital nervus genitofemoralis.12.3. dan dapat dijumpai rebound tenderness (nyeri saat tekanan dilepas). Manajemen non-operatif Prinsip manajemennya yaitu. Musculus cremasterica dipisahkan dari seratnya 22 . dan juga nervus illioinguinalis dan illiohipogastricus dihindari atau dipindahkan untuk menghindari terjadinya transeksi dan penjepitan. Diseksi dilanjutkan melalui jaringan subkutan dan fascia Scarpa. 2. B. Cukup dengan konservatif yaitu memakai sabuk hernia. Hernia strangulata Merupakan hernia ireponible disertai gangguan terjepitnya pada vaskularisasi isi kantong sehingg terjadi iskemi dengan gejala nyeri di daerah benjolan. tidak ada gerakan batuk. pada umumnya tidak perlu tindakan pembedahan bila hernianya kecil. Manajemen operatif Pembedahan dilakukan bila kantongnya relatif besar dan ada keluhan. tender. kemerahan. kemudian tampak fascia obliqus externus dan canalis inguinalis externus. 2. Fascia obliqus externus diinsisi melalui canalis inguinalis externus untuk membuka canalis inguinalis. Prinsip pembedahan sama dengan 1. Dimulai dengan membuat garis orientasi insisi secara transversal atau sedikit lengkung diatas ligamentum inguinalis dan suatu fingerbreadth dibawah canalis inguinalis internus. Hernia tidak dapat dikembalikan ke abdomen. Herniotomy Teknik ini membuang kantong hernia. Gangguan aliran darah pada hernia strangulata menyebabkan isi hernia menjadi iskemik dan nekrosis. tegang.

Teknik ini dilakukan dengan menggunakan insisi longgar. akan membantu menunjukkan saccus hernia indirek. Teknik perbaikan tractus iliopubica Teknik tractus iliopubica dari arcus aponeurosis musculus transversus abdominis ke tractus iliopubica dengan penggunaan jahitan interrupted. Bila saccus hernia memiliki dasar yang luas. tindakan yang dilakukan sebaiknya berupa suture-ligasi dan dihilangkan. Arteri dan vena cremasterica yang bergabung bersama otot cremaster dekat canalis inguinalis. Teknik ini dimulai dari tuberculum pubicum dan meluas ke lateral melewati canalis inguinalis internus. Jika saccus hernia besar muncul. 1 Ketika suatu hernia indirek muncul.5 2. Saccus dapat dimobilisasi dan ditempatkan dalam spatium preperitoneum. Hernioplasty Tindakan bedah plastik untuk memperkuat dinding perut bagian bawah di belakang kanalis inguinalis (dasar canalis inguinal). Dari lipoma chorda biasanya muncul lemak retroperitoneal yang telah mengalami herniasi melalui canalis inguinalis profundus. dapat lebih mudah untuk diletakkan di cavum peritoneum dibandingkan meligasinya. Saccus kemudian dibuka dan diperiksa untuk isinya bila besar. biasanya dapat dihindari namun perlu dikauter atau diligasi atau dibagi.dari struktur chorda spermaticus. Langkah ini tidak perlu dilakukan pada kasus hernia kecil.5 Gambar : Perbaikan dengan teknik tractus iliopubica 23 . saccus hernia terletak profundus dari musculus cremaster dan terletak di anterior dan superior dari struktur chorda spermaticus. 5 Saccus hernia direk menonjol melalui lantai canalis inguinalis dan dapat direduksi dibawah fascia transversal sebelum dilakukan perbaikan. dapat dibagi dengan menggunakan elektrokauter untuk dilakukan ligasi. atau leher saccus dapat diligasi pada tingkat canalis inguinalis internus dan bagian saccus yang berlebih akan dipotong. Saccus hernia dipisahkan secara hati-hati dari struktur chorda dan dipotong setinggi canalis inguinalis internus. Dengan menginsisi musculus cremaster dengan arah longitudinal dan membaginya secara melingkar dekat canalis inguinalis internus.

Sabiston Textbook of Surgery. Kemudian. 5 Gambar : Perbaikan dengan teknik Shouldice 1 Sumber : Brunicardi. chapter 46. b) Teknik Bassini 24 . 19th edition. 1507. p. chapter 37.Sumber: Townsend. 2015. 10th edition. Setelah diseksi. Charles et al. M. dinding posterior canalis ingunalis diperbaiki dengan menggunakan teknik jahit superimposing yang berlanjut dari lapisan profundus ke lapisan yang lebih superfisial. a) Teknik Shouldice Teknik Shouldice menekankan pada perbaikan multi-layer dari dinding posterior canalis inguinalis dengan teknik sutur kontinu. musculus dan aponeurosis obliqus interna dan transversus abdominis dijahit pada ligamentum inguinalis.1121. F. Courtney. p. Canada. The United States. Schwartz’s: Principles of Surgery. ed. Garis jahitan awal mengamankan arcus aponeurosis musculus transversus abdominis ke tractus iliopubica.

F. Schwartz’s: Principles of Surgery. 10th edition. 1507. The United States. hernia indirek besar. dan hernia femoralis. d) Teknik perbaikan McVay Teknik perbaikan ligamentum Cooper yang juga dikenal dengan nama perbaikan McVay digunakan untuk koreksi hernia inguinalis direk.1 Gambar : Perbaikan dengan teknik Bassini Sumber : Brunicardi.1 Gambar : Perbaikan dengan teknik McVay 25 .Teknik Bassini dilakukan dengan menjahit arcus aponeurosis musculus obliqus internus atau conjoint tendon hingga ligamentum inguinalis. chapter 37. Teknik ini merupakan tipe perbaikan yang paling populer sebelum munculnya teknik perbaikan tension- free. hernia rekuren. Charles et al. p. 2015.

teknik plug and patch. Canada. Prinsip teknik ini ialah insisi longgar. dimulai dari 1 cm diatas tuberculum pubicum melalui perluasan anterior sheath menuju margo lateralis. 19th edition.1122. Teknik sandwich Teknik sandwich melibatkan alat bilayer. Insisi ini dibuat dengan merefleksikan aponeurosis musculus obliqus externus di superior dan medial dari rectus sheath anterior. Sumber: Townsend. Courtney. dengan tiga komponen polypropylene. Suatu tambalan menjadi dasar perbaikan posterior yang mirip dengan pendekatan laparoskopik. 2015. 1507. The United States. tetapi sebagian besar ahli bedah membuat tiga atau empat fiksasi sutur pada teknik ini. p. F. mengurangi nyeri post-operatif dan rekurensi hernia. p. dan teknik sandwich. Penggunaan fiksasi dengan sutur interrupted tidak diwajibkan. Schwartz’s: Principles of Surgery.Sumber : Brunicardi. Charles et al. 10th edition.5 3. Hernioplasty tension-free Perbaikan dengan teknik ini telah menjadi metode yang dominan pada perbaikan hernia inguinalis. ed. chapter 46. Sabiston Textbook of Surgery. chapter 37. M. Sebuah insisi kemudian dibuat dengan arah garis lengkung.5 26 . Tindakan ini akan mengurangi tegangan pada garis sutur. Ada beberapa pilihan hernioplasty tension-free seperti pendekatan Lichtenstein.

Sebuah kantong yang dibuat dalam spatium preperitoneum melalui diseksi tumpul. Pendekatan laparoskopik memberikan keuntungan mekanis dalam menempatkan potongan besar mesh di belakang defek yang menutupi orificium myopectineum dan kemampuan dinding abdomen untuk menyokong mesh pada tempat tersebut. sliding hernia. kemudian diberi mesh yang dimasukkan ke defek hernia. Teknik laparoskopik Perbaikan hernia inguinalis menggunakan laparoskopi merupakan metode perbaikan mesh tension-free. 5 4. Tambalan tersebut terletak sejajar terhadap ligamentum inguinalis. Otot-otot dinding anterior abdomen diinsisi secara transversal dan tampak spatium preperitoneum. dan femoralis. 5 5. Jaringan preperitoneum ditarik ke arah superior untuk memperlihatkan dinding inguinalis posterior dan tempat herniasi. dan beberapa hernia strangulate. Fascia transversalis dan aponeurosis musculus transversus abdominis dijahit ke tractus iliopubica dengan jahitan permanen. berdasarkan pendekatan preperitoneum. bisa difiksasi dengan atau tanpa jahitan. hernia femoralis. 5 Arteri dan vena epigastrica inferior berada di bawah bagian tengah dari rectus sheath posterior dan biasanya tidak perlu dipisahkan. sebagian besasr setuju bahwa 27 . 5 Insisi transversal pada kulit dibuat 2 cm diatas annulus inguinalis internus dan diarahkan ke margo medial rectus sheath. Bila diperlukan lapang pandang yang lebih luas. Pendekatan ini menghindari pergerakan chorda spermaticus dan cedera nervus sensoris canalis inguinalis Bila peritoneum diinsisi. rectus sheath anterior dapat diinsisi dan musculus rectus abdominis ditarik ke medial. Teknik perbaikan preperitoneum Pendekatan preperitoneum terbuka berguna dalam perbaikan hernia inguinalis rekuren. yang meluas untuk menutup spatium direk. Pilihan lainnya dari perbaikan lubang tension-free melibatkan pendekatan preperitoneum dengan menggunakan mesh polypropylene.5 Meskipun terdapat sejumlah kontroversi mengenai penggunaan teknik laparo skopik untuk hernia inguinalis unilateral primer. peritoneum dijahit tertutup untuk menghindari eviscerasi organ intraperitoneum. indirek.

5 Teknik yang paling populer antara lain pendekatan Totally Extraperitoneal (TEP) dan Transabdominal Preperitoneal (TAPP).pendekatan ini memberikan keuntungan bagi pasien dengan hernia rekuren atau hernia bilateral.5 28 . Perbedaan utama antara kedua teknik ini yaitu urutan memperoleh akses menuju ke spatium preperitoneum.

Pengobatannya meliputi istirahat dan pemberian obat antiinflamasi non steroid. dan merokok.5 2. Penyebab teknis yang mendasari seperti ukuran insisi yang tidak tepat. penggunaan steroid. Nyeri neuropati terjadi akibat kerusakan atau terjepitnya saraf secara langsung. Hernia rekuren Ketika pasien merasakan nyeri atau massa pada tempat perbaikan hernia inguinalis. dan regangan berlebih pada saat rekonstruksi1. Nyeri Nyeri setelah perbaikan hernia inguinalis dikelompokkan menjadi manifestasi akut atau kronis dari tiga mekanisme: nociceptif. 29 . Sebagian besar hernia rekuren membutuhkan penggunaan lubang buatan untuk perbaikan yang baik. keadaan klinis seperti seroma. dan rekurensi hernia harus dipikirkan. infeksi. lipoma chorda persisten. Permasalahan medis yang umum berhubungan dengan hernia rekurensi antara lain malnutrisi. imunosupresi. iskemik jaringan.Komplikasi Pasca Operasi Hernia 1. dan viseral. diabetes. neuropati.

dan menimbulkan sensasi nyeri yang tajam. usus besar. Komplikasi laparoskopi Komplikasi laparoskopi transabdominal meliputi retensi urin. pemberian cairan rumatan intravena. dan biasanya berkaitan dengan distensi kandung kemih perioperatif atau diseksi luas dari adhesi perivesica. dan bersifat lokal. meskipun begitu observasi pasien. dan kandung kemih mempunyai resiko cedera pada perbaikan hernia menggunakan laparoskopi. obstruksi usus. dan dekompresi nasogastrik tetap diperlukan. atau akibat cedera 30 . Pasien harus dirawat inap dan mencoba berkemih. dan yang lebih jarang. Biasanya nyeri sulit ditentukan lokasinya dan dapat terjadi saat ejakulasi akibat cedera plexus simpatis. ileus paralitik. Pemeriksaan radiologis abdomen diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan diagnosis obstruksi usus. Komplikasi yang paling sering adalah antara lain  Retensi urin Penyebab retensi urin setelah perbaikan hernia yang paling sering adalah anestesi umum. Nyeri visceral berarti nyeri yang dibawa melalui sabut saraf nyeri autonomik aferen.  Cedera vaskuler Cedera vaskuler yang paling parah dijumpai biasanya terjadi pada vasa iliaca atau femoralis.1  Ileus dan obstruksi usus Komplikasi ini dapat sembuh sendiri. 1 3. sobek. Cedera usus juga dapat terjadi akibat trauma elektrokauter dan instrumen lainnya. akibat suture pada tempat yang salah di anterior. Adanya adhesi intraabdominal dari pembedahan sebelumnya dapat menimbulkan cedera visceral. cedera vaskuler. emboli gas. Cedera usus secara langsung juga dapat terjadi akibat pemasangan trocar. Kegagalan berkemih memerlukan pemasangan kateter hingga selama 1 minggu. dan pneumothorax. Nyeri ini dapat membaik terhadap terapi farmakologis dan injeksi anestesi atau steroid lokal. Cedera kandung kemih lebih jarang dibandingkan cedera visceral. cedera visceral.1  Cedera visceral Usus halus. panas. Pengobatan awal terhadap retensi urine membutuhkan dekompresi kandung kemih dengan kateterisasi jangka pendek. hipercapnia.Nyeri ini dapat muncul di awal atau akhir.

1 2. Cedera pembuluh darah yang paling sering pada perbaikan hernia menggunakan laparoskopi ialah vasa epigastrica inferior dan vasa iliaca externa.3. 31 .13 Prognosis Prognosis pada kasus hernia inguinalis reponibilis adalah baik namun bila berkembang menjadi ireponibilis yang memiliki kemungkinan terjadi inkarserata dan strangulasi maka prognosisnya menjadi dubia. Bila terjadi cedera pada vasa epigastrica inferior.trocar atau diseksi langsung pada teknik laparoskopi. dilakukan ligasi dengan percutaneous suture passer atau hemoklip endoskopik.

Hernia strangulata merupakan suatu komplikasi yang serius dan fatal. meskipun ditemukan adanya predisposisi yang diturunkan. Hernia terdiri dari tiga bagian. Dikatakan hernia inguinalis bila ditemukan pembengkakan hernia yang berada di atas dan medial dari tuberculum pubicum. yaitu adanya kelemahan susunan otot dinding abdomen. BAB 3 KESIMPULAN Hernia berasal dari bahasa latin yang berarti ruptur. 32 . Sebagian besar hernia inguinalis pada orang dewasa disebabkan karena defek dinding abdomen yang didapat. karena riwayat hernia inguinalis merupakan pembesaran dan pelemahan secara progresif dengan potensi kecil terjadinya incarcerasi dan strangulasi. para klinisi sering menghadapi resiko hernia terkait komplikasi seperti incarcerasi dan strangulasi usus. karena mengurangi suplai darah. sedangkan irreponibilis atau incarcerata apabila tidak dapat dimasukkan kembali. Hernia inguinalis diklasifikasikan berdasarkan tempat herniasi yang berkaitan dengan struktur disekitarnya. Hernia dikatakan reponibilis apabila isinya dapat dimasukkan kembali kedalam dinding abdomen. Pada pasien dengan gejala minimal. isi. yaitu hernia indirek yang disebut juga sebagai hernia inguinalis lateralis (HIL) dan hernia direk yang memiliki nama lain berupa hernia inguinalis medialis (HIIM). Hernia didefinisikan sebagai suatu penonjolan abnormal suatu organ atau jaringan melalui suatu defek pada dinding disekitarnya. dan cincin hernia. terutama regio inguinal. Defek ini paling sering melibatkan dinding abdomen. Meskipun hernia dapat terjadi pada beragam tempat pada tubuh. dengan potensial komplikasi dalam jangka pendek maupun jangka lama. Sehingga dilakukan manajemen non-operatif. yaitu kantong. Hernia inguinalis dapat bersifat kongenital atau didapat. Pria 25 kali cenderung menderita hernia di inguinalis dibandingkan wanita. Untuk hernia inguinalis simptomatis disarankan dilakukan operasi.

Daniel. 2015. Courtney. MD. Atlas Of Human Anatomy.Laurence W. Jakarta: EGC.pinimg.com/abdominal-wall-anatomy-and-vascular-supply/ 10. 2015.United States Of America : Lippincott Williams & Wilkins 5.Moore. ‘ Groin Hernias in Adults’. 2nd edition 12. 2010. 2013. 5th Edition.Dalley. India. Vol 372 3. Armour Forse. 2006. Sabiston Textbook of Surgery. http://clinicalgate. Bedside Clinics in Surgery.2006.Current Surgical Diagnosis&Treatment 10 Edition.2004. 33 . Jr.3. Charles et al. Sjamsuhidajat.Arthur.. chapter 37 2. Makhan Lal. Way. Robert J. 19th edition.Clinically Oriented Anatomy. http://www. Buku Ajar Ilmu Bedah de Jong Ed. DAFTAR PUSTAKA 1. Chapter 4 4. 6. N Engl J Med.L.2013. 8. Schwartz’s: Principles of Surgery.United States of America : Lange Medicine.com/736x/c8/1b/0e/c81b0e6572b413a45b69501cfa8bf473. Jones. Townsend.United States of America : Lippincott Williams & Wilkins. R. https://s-media-cache- ak0.southwestaustinsurgical.jpg 9.F. Fitzgibbons. 10th edition. ed. Frank H. Saha. Brunicardi. chapter 46 7.5th Edition.Master Techniques in Surgery Hernia.B. F.com/insisional-hernia/ 11. Netter. Keith. M.