You are on page 1of 38

PEMODELAN ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING

BERDASARKAN FRAMEWORK ZACHMAN PADA PELAYANAN SATU
PINTU DI DIREKTORAT METROLOGI KEMENTERIAN
PERDAGANGAN

KURNIATI ANISA
57.101.10.032
MAGISTER SISTEM INFORMASI
FAKULTAS PASCA SARJANA
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

Abstrak

Direktorat Metrologi, Direktorat Jenderal Standarisasi dan Perlindungan
Konsumen (Dirjen SPK) , Kementerian Perdagangan memberikan pelayanan
kalibrasi, pengujian dan perijinan Alat-alat Ukur Takar Timbang dan
Perlengkapannya (UTTP) untuk menjamin ketertelusuran pengukuran. Kegiatan
pelayanan ini terpusat pada pelayanan satu pintu yang ada di Direktorat
Metrologi. Kegiatan pelayanan ini menuntut Direktorat Metrologi untuk
mengembangkan sistem informasi. Untuk mengembangkan sistem informasi ini
diperlukan arsitektur enterprise sebagai pedoman dalam mengembangkan sistem
informasi yang terintegrasi. Pengembangan sistem informasi ini harus selaras
dengan strategi organisasi (enterprise). Pada tesis ini dipakai metoda pendekatan
Enterprise Architecture Planning (EAP) untuk mengembangkan arsitektur
enterprise. EAP merupakan suatu metode perencanaan arsitektur yang
berorientasi pada kebutuhan bisnis yang terdiri dari arsitektur data, arsitektur
aplikasi dan arsitektur teknologi serta rencana implementasi dari arsitektur yang
telah dibuat untuk mendukung aktivitas bisnis demi pencapaian misi organisasi.
Penelitian ini terbatas pada masalah Pemodelan Enterprise Architecture Planning
(EAP) berdasarkan Framework Zachman pada Pelayanan Satu Pintu di Direktorat
Metrologi Kementerian Perdagangan. Model arsitektur enterprise yang akan
dikembangkan berdasarkan metodologi EAP meliputi pendefinisian arsitektur
data, pendefinisian arsitektur aplikasi dan pendefinisian arsitektur teknologi. Dari
hasil analisis arsitektur data yang ada saat ini diketahui bahwa data pelayanan
kalibrasi dan pengujian terdapat dalam satu server dan data pelayanan perijinan
dalam server tersendiri. Dari hasil analisis arsitektur aplikasi yang ada saat ini
diketahui bahwa belum adanya aplikasi yang dapat melakukan pencetakan
sertifikat secara langsung melalui laboratorium maupun instalasi. Dari hasil
analisis arsitektur teknologi yang ada saat ini diketahui bahwa pada sistem
perijinan akan digabungkan ke dalam Inatrade dengan mengirimkan data-data
NPWP dan Angka Pengenal Impor (API) melalui web khusus (portal khusus)
yang dimiliki Dirjen SPK. Dari arsitektur data yang diusulkan ada 16 kandidat
entitas data yang digunakan untuk menggambarkan Entity-Relationship (E-R)
diagram pelayanan satu pintu. Dari arsitektur aplikasi yang diusulkan ada 9
aplikasi yang digunakan untuk melakukan pengintegrasian sistem. Dari arsitektur
1

teknologi yang diusulkan ada 2 (dua) zona yaitu zona A untuk laboratorium
kalibrasi dan zona B untuk instalasi pengujian UTTP yang akan dilakukan
pencetakan sertifikat secara langsung. Dengan menggunakan pemodelan
Enterprise Architecture Planning (EAP), akan dapat diperoleh pemahaman
mengenai suatu organisasi, sehingga dapat dilakukan penilaian terhadap misi,
tujuan, strategi bisnis serta apa yang dihasilkan oleh organisasi tersebut.

Kata Kunci: Pelayanan Satu Pintu, Alat-alat, Ukur Takar Timbang dan
Perlengkapannya (UTTP), Ketertelusuran, Sistem Informasi,
Pelanggan, Enterprise Architecture Planning, Arsitektur Data,
Arsitektur Aplikasi, Arsitektur Teknologi, Roadmap Rencana
Implementasi, Framework Zachman.

1. PENDAHULUAN melakukan kegiatan pelayanan satu

1.1 Latar Belakang Masalah pintu.

Perkembangan Information Kegiatan pelayanan satu pintu

System (IS) yang berkembang pesat (kalibrasi, pengujian dan perijinan

akan sangat berdampak pada strategi Alat-Alat Ukur Takar Timbang dan

dan kebijakan dalam suatu organisasi Perlengkapannya (UTTP)) menuntut

(enterprise) baik yang berorientasi Direktorat Metrologi untuk

pada laba (profit oriented) ataupun mengembangkan sistem informasi.

lembaga yang selain profit oriented Untuk mengembangkan sistem

juga mempunyai misi sosial (public informasi ini diperlukan enterprise

services). Pemanfaatan IS yang architecture sebagai pedoman dalam

selaras dengan tujuan organisasi mengembangkan sistem informasi

akan memberikan dampak yang yang terintegrasi. Pengembangan

sangat penting di dunia usaha sistem informasi ini harus selaras

maupun bagi organisasi yang dengan strategi organisasi

(enterprise).

2

1.2 Identifikasi Masalah 4) Belum adanya perhitungan jasa

Permasalahan di Direktorat profesi yang jelas bagi sumber

Metrologi dalam mengembangkan daya manusia (penera dan

pelayanan satu pintu adalah sebagai pranata laboratorium) dalam

berikut : melakukan kegiatan pelayanan

1) Belum terintegrasinya sistem- kalibrasi, pengujian dan

sistem yang ada di Direktorat perijianan UTTP.

Metrologi antar balai-balai yang

melakukan kegiatan pelayanan 1.3 Maksud dan Tujuan
Penelitian
satu pintu sehingga pelanggan
1.3.1 Maksud Penelitian
belum bisa melihat informasi dari
Untuk mengatasi
kegiatan pelayanan tersebut.
permasalahan yang ada saat ini maka
2) Belum adanya model arsitektur
Penulis bermaksud melakukan
enterprise sistem informasi yang
penelitian dengan mengambil judul
sesuai dengan tujuan dan
penelitian “Pemodelan Enterprise
kebutuhan organisasi.
Architecture Planning
3) Masih adanya keterlambatan
Berdasarkan Framework Zachman
waktu dalam pelaksanaan
pada Pelayanan Satu Pintu di
kegiatan pelayanan kalibrasi,
Direktorat Metrologi Kementerian
pengujian dan perijinan UTTP
Perdagangan”.
sehingga perlu adanya

penjadwalan dalam pelaksanaan

kegiatan pelayanan.

3

Selain itu Bagi aktifitas-aktifitas bisnis sehari. penelitian di atas.1.2 Tujuan Penelitian pengguna jasa kegiatan Berdasarkan permasalahan pelayanan UTTP. koordinasi antara unit yang terdapat dalam struktur 1. mempermudah dalam 3) Membantu Direktorat Metrologi melakukan pengambilan dalam menyediakan informasi keputusan dengan lebih cepat yang diperlukan pelanggan atau 4 . maka penelitian ini 4) Adanya transparasi biaya dalam memiliki tujuan sebagai berikut : kegiatan pelayanan dan 1) Guna melakukan integrasi kesejahteraan yang adil bagi terhadap sistem informasi dalam sumber daya manusia (penera organisasi dan meningkatkan dan pranata laboratorium). Manfaat yang diperoleh 2) Membangun model arsitektur setelah penelitian ini berhasil enterprise sistem informasi yang dilakukan adalah sebagai berikut : dapat diterapkan di Direktorat (1) Tiap unit di Direktorat Metrologi serta memberikan Metrologi dapat melakukan rekomendasi pedoman waktu pekerjaan lebih cepat pembangunan dan dengan adanya integrasi sistem pengembangan IS bagi Direktorat dan akan memperpendek Metrologi dalam membantu birokrasi.3.4 Manfaat Penelitian organisasi Direktorat Metrologi. manajemen juga akan hari.

memberikan saran dan kritik dan yang akan lebih cepat ditanggapi 3) Pendefinisian arsitektur teknologi oleh pihak manajemen sehingga akan terwujud pelayanan prima. karena data yang dibutuhkan Berdasarkan Framework Zachman dapat diperoleh dengan cepat. 2. Adapun model yang bisa diimplementasikan. kebijakan dan Sumber Daya Manusia (Penera) prosedur yang muncul untuk dalam melakukan pekerjaannya. data. peralatan. penghitungan jasa profesi bagi material. dengan tujuan 1. arsitektur enterprise yang akan (3) Bagi pelanggan akan lebih cepat dikembangkan berdasarkan dalam melakukan pengecekan metodologi EAP meliputi : status pelayanannya sampai 1) Pendefinisian arsitektur data dimana dan pelanggan dapat 2) Pendefinisian arsitektur aplikasi. pada Pelayanan Satu Pintu di (2) Tersedianya model konseptual Direktorat Metrologi Kementerian arsitektur informasi enterprise Perdagangan.5 Pembatasan Masalah mendapatkan keuntungan. menyediakan sebuah produk atau pelayanan. Sistem Penelitian ini terbatas pada enterprise mendukung struktur masalah Pemodelan Enterprise organisasi yang sebelumnya tidak Architecture Planning (EAP) 5 . Enterprise (4) Bagi manajemen akan lebih Enterprise adalah sebuah mudah dalam melakukan sistem dari manusia.

berikut beberapa yang telah ditetapkan. 2008)[13]. 2003) konteks. nyata atau maya. 3) Bisnis atau organisasi yang 2008)[12]. (ICH [11]. perangkat keras dan sebuah bentuk pengelolaan lunak yang distrukturkan. Biasanya sebuah sistem yang terdiri dari enterprise ini merupakan jaringan. tetapi juga pada konteks bisnis 1) Organisasi yang mendukung dan arsitektur untuk rekayasa lingkungan bisnis dan misi perangkat lunak. pengertian yang berhubungan 2) Enterprise merupakan sebuah arsitektur: bagian dari dunia nyata yang 1) Arsitektur (Architecture) diimplementasikan kedalam merupakan komponen-komponen bentuk basis data. (Electronic Industry Assocation.mungkin untuk menciptakan budaya Arsitektur (Architecture) organisasi yang lebih disiplin. 6 . Architecture Resource Center. dari organisasi. dibentuk untuk menghasilkan 2) Rancangan keseluruhan jenis produk atau memberikan konstruksi baik fisik maupun pelayanan. Pengertian arsitektur disini Berikut ini merupakan beberapa tidak hanya terbatas pada pengertian pengertian atau definisi mengenai umum yang berhubungan konstruksi enterprise : fisik. (O’Rouke.

Empat (4) konsep arsitektur yang mengelola sekumpulan entitas harus dihasilkan adalah sebagai data atau mengelola informasi. teknologi yang akan digunakan 2) Arsitektur Data/Informasi untuk penyediaan lingkungan Arsitektur data/informasi aplikasi dalam mengelola data dipandang sebagai informasi/data dan sebagai alat dalam yang dijadikan satu aset dalam mendukung bisnis. yang telah dikumpulkan serta Arsitektur Bisnis dapat bertindak diperlukan juga dalam sebagai motivator dalam mendukung bisnis. Arsitektur teknologi dipandang penggunaan aplikasi dan sebagai pendefinisian platform implementasi. mendukung bisnis serta nantinya digunakan untuk menetapkan Kerangka Kerja Zachman kebutuhan sistem aplikasi. mengembangkan rencana. 4) Arsitektur Teknologi rencana bisnis. yang (Zachman Framework) nantinya digunakan untuk Kerangka kerja Zachman adalah Kerangka kerja Enterprise 7 . teknologi. berikut [14] : 3) Arsitektur Aplikasi 1) Arsitektur Bisnis Arsitektur aplikasi dipandang Arsitektur Bisnis dipandang sebagai pendefinisian jenis sebagai landasan atau penggerak aplikasi utama yang akan bagi komponen-komponen lain digunakan dalam mengelola data dari arsitektur enterprise.

mengelola dan menggunakan Kerangka kerja Zachman informasi yang dituliskan pada untuk Arsitektur Enterprise terdiri Kerangka kerja tersebut. spesifikasi [18].2 oleh John Zahman dengan rilis berikut ini. dan lain-lain). baik. When. kerangka kerja ini tidak pengembang. Kerangka kerja ini terdiri atas Kerangka kerja Zachman matriks klasifikasi dua dimensi yang lebih tepat digunakan sebagai sebuah dibangun dari kombinasi beberapa alat untuk melakukan taksonomi pertanyaan umum yaitu What. dan sejak itu terus berevolusi dan mendefinisikan sebuah enterprise mengalami beberapa kali secara formal dan terstruktur dengan penyempurnaan [19]. Why. pada pengelolaan artifak arsitektur Where. 8 .Architecture yang menyediakan cara konsep pertama sekitar tahun 1980 untuk memandang dan an. tersebut. dan isu menyebutkan metoda dan proses utama apa yang terdapat pada artifak spesifik untuk mengumpulkan. Who dan How (dokumen perancangan. dan model) yang mampu Kerangka kerja Zachman menunjukan siapa target artifak bukan sebuah metodologi karena tersebut (misalnya pemilik bisnis. Kerangka dari 6 (enam) kolom dan 6 (enam) kerja ini pertama kali dipublikasikan baris seperti terlihat pada gambar 2.

konseptualitas. . Scope (ruang lingkup): mengimplementasikan lapisan abstraksi paling ruang lingkup. objek yang konseptual . dimana 9 . bisnis yang . Model sistem adalah ide dan konsep-konsep tingkat dimana objek- idealistis. Model enterprise dirubah menjadi struktur- menggambarkan tingkat struktur logik . Gambar 2. tinggi.2 Kerangka Kerja Zachman Untuk Arsitektur Enterprise (Spewak 1992) Baris-baris pada Kerangka pemodelan awal kerja mewakili tingkat abstraksi yang dilakukan untuk digunakan untuk melakukan analisis mendefinisikan konsep sistem [20]. diwakili dari ide.

Kolom ini dalam bisnis. Ouput juga struktur logik . organisasi. menunjukkan lokasi implementasi penuh dari geografis dan hubungan spesifikasi secara fisik antara aktivitas dalam untuk setiap kategori . meliputi lokasi Aktivitas utama pengelolaan geografis bisnis yang data skala enterprise yang terdapat utama. dipertimbangkan di . kolom ini. pada kolom-kolom kerangka kerja 4) Who (People) : mewakili adalah: manusia dalam organisasi 1) What (data) : dan metrik untuk menggambarkan kesatuan mengukur kemampuan yang dianggap penting dan kinerjanya. . Model Teknologi 2) How (Functions) : mendefinisikan obyek mendefinisikan fungsi secara fisik yang akan atau aktivitas. lapisan ini terdiri dari 3) Where (Network) : implementasi. dan pekerjaan yang 10 . Input dan mewakili struktur. Kesatuan juga berhubungan dengan tersebut adalah hal-hal antar muka pengguna dan yang informasinya perlu hubungan antar manusia dipelihara. Representasi detail.

menjadi tanggung Enterprise Architecture Planning jawabnya. dan juga mencakup 6) Why (Motivation) : rencana implementasinya (Spewak menjelaskan motivasi dari (1992). proses bisnis. Enterprise Architecture putusan dalam organisasi. Kolom ini yang diperlukan dalam suatu berguna untuk mendesain enterprise dengan menggunakan jadwal dan memproses data/informasi yang mendukung arsitektur. alasan arsitektur informasi. Disini Planning selanjutnya disebut EAP. sasaran. Spewak. organisasi dan Enterprise Architecture pekerjaannya. (EAP) Dalam Kerangka Kerja 5) When (Time) : mewakili Zachman (Zachman Framework) waktu atau kegiatan yang EAP merupakan proses menunjukkan kriteria mendefinisikan arsitektur-arsitektur kinerja. merupakan suatu metode yang rencana bisnis. dan pengambilan H. arsitektur digunakan untuk membangun sebuah pengetahuan. Planning atau EAP adalah suatu metode pendekatan perencanaan kualitas data yang berorientasi pada kebutuhan bisnis serta bagaimana cara implementasi dari arsitektur tersebut dilakukan sedemikian rupa 11 . Menurut Steven pikiran. terlihat tujuan.

aplikasi.3 berikut ini. layaknya cetak biru. Struktur EAP ditunjukkan 12 . Dalam EAP.3 Kolom EAP dalam Zachman Framework Komponen dari metodologi kerangka kerja John Zachman yaitu EAP menurut Spewak menggunakan tahap tinjauan Planner dan tinjauan dasar dua lapisan (layer) dari Owner’s. tetapi mendefinisikan kebutuhan atau model [21]. 2. Gambar 2. Untuk hal tersebut tadi. arsitektur organisasi [21]. Dalam Zachman framework. dan arsitektur teknologi. aplikasi dan teknologi yang kedua dari tiga kolom pertama dibutuhkan untuk mendukung bisnis seperti terlihat pada gambar organisasi. bisnis dan arsitekturnya. arsitektur menjelaskan mengenai EAP mencakup baris pertama dan data. Pada dasarnya EAP bukan Arsitektur disini dimaksudkan merancang bisnis dan arsitekturnya. penggambaran.dalam usaha untuk mendukung Steven H Spewak menyatakan perputaran roda bisnis dan bahwa pemakaian istilah arsitektur pencapaian isi sistem informasi dan terdiri dari arsitektur data.

Masing-masing blok dan rencana pengembangannya.1 Inisiasi Perencanaan model arsitektur yang akan Pada tahap inisiasi digunakan dalam penelitian ini perencanaan diberikan gambaran adalah Enterprise Architecture kondisi saat ini di Direktorat Planning (EAP) berdasarkan Metrologi sebagai gambaran untuk framework Zachman.4 Lapisan Perencanaan Arsitektur Enterprise 3.4. sebagai berikut : arsitektur aplikasi dan arsitektur a. Gambar 2. b. Pemilihan Metoda 13 .dalam suatu gambaran komponen merepresentasikan suatu tahap proses yang dikelompokkan menjadi empat yang berfokus pada bagaimana cara lapisan (layer) seperti terlihat pada mendefinisikan arsitektur terpadu gambar 2. Pemodelan perencanaan arsitektur enterprise dilakukan pada arsitektur data. Sumber Daya Manusia Di teknologi sebagai pendukung Direktorat Metrologi aplikasi terintegrasi. Metodologi Penelitian 4. Hasil Penelitian dan Pembahasan Metodologi pembangunan 4.

2 Mengidentifikasikan dan Berdasarkan hasil identifikasi Mendefinisikan Fungsi Bisnis area bisnis di Pelayanan Satu Pintu Organisasi di Pelayanan Satu Direktorat Metrologi pada sub Pintu 14 . BUKTI PENERIMAAN BARANG DAN ALAT PROSES PENANGANAN UTTP & SERTIFIKASI/SKHP/ SURAT IZIN TIPE/LABEL TIPE SELESAI Gambar 4.1 Pelayanan Satu Pintu 4. Pendefinisian Sumber Daya ada dalam suatu organisasi.2 Pemodelan Bisnis pelayanan satu pintu secara jelas 4.c.1 Area Bisnis Pelayanan Satu Pintu (PSP) Direktorat Metrologi dapat direpresentasikan seperti Area bisnis merupakan terlihat pada gambar 4. gambaran global dari proses yang PEMOHON LOKET PELAYANAN SATU PINTU PENYERAHAN SURAT PERMOHONAN & PENGISIAN FORMULIR LABORATORIUM T CEK DOKUMEN DAN ALAT Y BUKTI PENERIMAAN BARANG PENGUJIAN/TERA/ LABELISASI ALAT TERA ULANG/ KALIBRASI ALAT KASIR KUITANSI.2.1 berikut ini.2. Komputer Berdasarkan pengamatan peneliti area bisnis yang dilakukan dalam 4.

2. 5) Manajemen Keuangan. Pelayanan Satu Pintu adalah 2) Kegiatan Operasional Pelayanan penerimaan barang.bagian 4.1. pembuatan sertifikat. manajemen sumber daya manusia. operasional pelayanan satu pintu. dan 3) Pembuatan Sertifikat. maka ada enam fungsi (support activities). 15 . kegiatan Satu Pintu. manajemen keuangan dan 6) Manajemen Sarana dan Prasarana manajemen sarana dan prasarana. yaitu aktivitas utama (primary Michael E. (Laboratorium/Instalasi). Fungsi yang utama yang terjadi yaitu : termasuk ke dalam aktivitas utama di 1) Penerimaan Barang.9 di bawah ini. Sedangkan 4) Managemen Sumber Daya fungsi yang termasuk ke dalam Manusia (SDM Penera/pranata aktivitas pendukung adalah laboratorium) dan umum. Identifikasi aktivitas utama dan aktivitas pendukung dalam Konsep porter’s value-added pelayanan satu pintu dapat chain membagi fungsi-fungsi utama ditunjukan dengan menggunakan di organisasi ke dalam dua keompok rantai nilai (value chain) dari besar. Porter seperti terlihat activities) dan aktivitas pendukug pada gambar 4.

(1) Penerimaan Barang : pengujian dan perijinan di merupakan aktivitas laboratorium/instalasi yang penerimaan barang/UTTP dilakukan oleh SDM dari pelanggan sampai penera/pranata laboratorium. BALAI PENGELOLAAN SNSU PENDUKUNG AKTIVITAS MANAJEMEN KEUANGAN VISI DAN MISI MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA KEGIATAN PEMBUATAN PENERIMAAN OPERASIONAL SERTIFIKAT VISI DAN BARANG PELAYANAN SATU PINTU SKHP MISI AKTIVITAS UTAMA Gambar 4. BALAI PENGUJIAN UTTP. pendistribusian jenis layanan (3) Pembuatan Sertifikat : yang diinginkan pelanggan merupakan aktivitas dalam (kalibrasi. 16 .9 Value Chain (Michael E. dilakukan kegiatan operasional selesai. Porter) Pelayanan Satu Pintu Pelayanan Satu Pintu adalah sebagai (kalibrasi. Porter) Pelayanan Satu Pintu Penjelasan dari gambar 4. pengujian dan berikut : perijinan) : merupakan 1) Aktivitas Utama aktivitas proses kalibrasi. pengujian dan pembuatan sertifikat setelah perijinan).9 (2) Kegiatan Operasional Value Chain (Michael E. MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (SUBDIT USU.

Life Cycles seperti terlihat pada tabel pembuatan sertifikat serta 4. (3) Manajemen Sarana dan Prasarana (Laboratorium) : merupakan aktivitas pengelolaan 17 . Manusia (SDM Penera/pranata Dari identifikasi fungsi bisnis laboratorium) dan umum: diatas kita bisa mendapatkan merupakan aktivitas yang gambaran yang lebih jelas dari setiap dapat memberikan dukungan aktivitas fungsi bisnis organisasi dalam melakukan kegiatan dengan menggunakan Four Stage pelayanan satu pintu.2) Aktivitas Pendukung laboratorium/instalasi. dari pembayaran jasa pelayanan satu pintu sampai ke penyetoran ke kas Negara (PNBP). kepada pelanggan.2 aktivitas utamanya dan tabel 4. Four Stage Life Cycles adalah tool (2) Manajemen Keuangan : yang digunakan untuk menentukan merupakan aktivitas turunan dari fungsi bisnis yang pengelolaan keuangan mulai terkait dengan produk/ layanan.3 memberikan pelayanan aktivitas pendukungnya dibawah ini. (1) Managemen Sumber Daya sarana dan prasarana.

Penerbitan Formula Ijin Surat Ijin 18 . Penetapan Tipe dan Ijin Instruksi Kerja tanda pabrik 5. Pelaksanaan pemeriksaan Kalibrasi. Pengembangan 4. Kegiatan (kalibrasi dan 2. Penghitungan validasi kalibrasi hasil dan pengujian 6. Tabel 4. Pelaporan Sertifikat perijinan SKHP SKHP 2. Pendistribusian Pelayanan Barang 3. dokumen pengujian dan perijinan) perijinan 3. Pembayaran Barang Kebijakan SDM Barang masuk. Pengukuran masuk/keluar Kepuasan pelanggan Kegiatan Penentuan 1. Pengkondisian 1. Pencatatan Pengujian dan Operasional pengujian) Kondisi Perijinan) Pelayanan 2. Pemeriksaan UTTP Dokumen Ijin 4. Penetapan Lingkungan petugas 3. Pembuatan Surat 3. Penetapan Ijin Tipe dan Ijin tanda pabrik Pembuatan Penentuan 1. Penetapan 3. Pemberian Label metoda dan 5. Pembuatan 1. Sertifikat sertifikat /SKHP Pembuatan pengujian dan 2. Pelaporan Sertifikat Kebijakan Kalibrasi.2 Aktivitas Utama Pelayanan Satu Pintu STAGE REQUIREMENT ACQUISITION STEWARSHIP RETIREMENT AKTIVITAS Penerimaan Penentuan 1. Pembuatan 2. Pengecekan Pelayanan Barang Barang 2. Pelaporan Operasional Kebijakan Jadwal Petugas Suhu dan Kegiatan Pelayanan Satu Pengembangan pelayanan Kelembaban Pelayanan Pintu (Kalibrasi. Pembentukan 1. Penyusunan 1. Penetapan Hasil 1. Penerimaan 1. Penentuan masuk/keluar Waktu 3. Biaya Penerimaan Barang Penerimaan 2.

Penetapan Kebijakan Up grading SDM Manajemen Penentuan 1. Tabel 4. Penetapan 1.3 Arsitektur Sistem Dan Pelayanan Satu Pintu Saat ini Teknologi Saat Ini yang ada di Direktorat Metrologi 4. Perawatan 1. Penetapan Pelaporan PNBP 3.1 Pelayanan Satu Pintu Saat seperti terlihat pada tabel 4. Inventarisasi sarana/prasarana 4. Pengelolaan 2. Laboratorium SDM Balai Pengujian 3. Balai Kebijakan SDM Pengelolaan Pengumpulan 5. Pelaporan Sumber Daya Kebijakan Rekrutmen SDM SDM Manusia (SDM Perencanaan dan 2. Pelaporan Keuangan Kebijakan Pelayanan Bagi Transaksi Keuangan Penerimaan Biaya Pelanggan Pelayanan Pelayanan 2.3 Aktivitas Pendukung Pelayanan Satu Pintu STAGE REQUIREMENT ACQUISITION STEWARSHIP RETIREMENT AKTIVITAS Managemen Penentuan 1. Evaluasi SNSU) Angka Kredit Kinerja SDM 4. Rekrutmen 1. Penetapan 2. Pelaporan Up Penera/pranata Pengembangan Kebijakan administrasi grading laboratorium) Sumber Daya Pendidikan Penera SDM 3.10 Ini berikut ini. Penetapan Penghitungan Jasa Profesi Manajemen Penentuan 1. Penetapan Biaya 1. Penetapan 4. Penyusunan 1.3. Pelaporan dan umum Manusia dan Pranata 3. Penugasan UTTP. Penetapan Kebijakan Kenaikan Pangkat 5. Pengawasan Prasarana 2. Pembinaan Kinerja (Subdit USU. Penetapan sarana Penggunaan dan prasarana sarana dan penunjang prasarana 3. 19 . Pencatatan 1. Pelaporan Sarana dan Kebijakan Kebutuhan Sarana dan sarana dan Prasarana Pengembangan Lab/instalasi/pelabe prasarana prasarana (Laboratorium) Sarana dan lan 2.

20 .3. Data UTTP UTTP d. Data Order Kalibrasi Balai Dalam pelayanan b.10 Pelayanan Satu Pintu Saat Ini No Pengolahan Data Penangung Keterangan Data Jawab 1 Kalibrasi a. Data UTTP Ukuran mempunyai server d.2 Arsitektur Pelayanan Satu gambar 4. Data Perusahaan Pengelolaan kalibrasi dan c.11 untuk pelayanan perijinan pintu saat ini seperti terlihat pada berikut ini. Data Pembayaran disimpan dalam satu server.10 untuk pelayanan Pintu Saat Ini kalibrasi dan pengujian serta gambar Arsitektur pelayanan satu 4. Tabel 4. Data Order Pengujian Balai b. Data Order Perijinan Subdit UTTP Dalam Pelayanan b. Data Perusahaan dan Standar perijinan c. Data Pembayaran 3 Perijinan UTTP a. 4. Data alat ukur SNSU pengujian data-data d. 2 Pengujian a. Data Hasil Pengujian tersendiri. Data Perusahaan Pengujian UTTP c.

Data Teknis Input Data Perijinan Manajemen (Pelayanan Perijinan) Gambar 4.Data Pelanggan .11 Arsitektur Pelayanan Satu Pintu (Pelayanan Perijinan) Saat Ini 21 .Data Teknis Manajemen (Pelayanan Pengujian) Input Data 1 Bagian Penerimaan Barang Input Data Manajemen 2 (Pelayanan Kalibrasi) Input Data 3 Bagian Keuangan Gambar 4. Server PSP .Data Pelanggan .10 Arsitektur Pelayanan Satu Pintu (Pelayanan Kalibrasi dan Pengujian) Saat Ini Server Ijin Tipe .

dan juga mengenai yang digunakan dalam suatu kemungkinan data tersebut arsitektur enterprise. Entitas Pembuatan arsitektur data ini dapat didefinisikan sebagai orang.1 Use case Diagram dengan fungsi bisnis. konsep. Pembuatan Pelayanan Satu Pintu arsitektur data ini terdiri dari empat Use case diagram dari tahap yaitu : pelayanan satu pintu seperti terlihat pada gambar 4. atribut dan mendukung fungsi bisnis.14 berikut ini. antar entitas data yang didefinisikan sedangkan relasi adalah merupakan pada proses bisnis tersebut. menggunakan conceptual data model tempat. dimana 4) Relasikan dengan entitas data setiap data memiliki atribut dan fungsi bisnisnya relasi terhadap data yang lain. sesuatu atau bahkan dari diagram E-R yaitu suatu kejadian yang memiliki arti dalam diagram yang menggambarkan data konteks bisnis.4.4. Arsitektur relasi data terdiri dari entitas data. 22 . Atribut didefinisikan dapat menggambarkan hubungan sebagai karakterisitik dari entitas. hubungan antar entitas yang terkait 4.4 Arsitektur Data Yang 1) Use case diagram dan activity Diusulkan diagram Arsitektur data 2) Daftarkan semua kandidat entitas mendefinisikan dan mengidentifikasi data data utama atau entitas yang 3) Definisikan entitas. Diagram ini didefinisikan.

Perusahaan.15 berikut ini.14 Use Case Diagram Pelayanan Satu Pintu 4.4. Kalibrasi Melihat Daftar perijinan pengujian dan perijinan <<Extend>> Menggaprove serifikat Managemen Menambah Data Perusahaan.pengujian.2 Activity Diagram Pelayanan Satu Pintu Activity diagram dari pelayanan satu pintu seperti terlihat pada gambar 4. Membuat kalibrasi dan perijinan Peraturan Memantau <<Include>> Mengubah Data kalibrasi. 23 . LOGIN Melayani pengujian. Kalibrasi Membaca Laporan pengujian dan perijinan Bagian Penerimaan Barang Memilih Pelayanan Mendaftar Kalibrasi pengujian dan perijinan Melakukan kalibrasi UTTP Menambah Data Kalibrasi Melihat Daftar Kalibrasi pengujian dan perijinan pengujian dan perijinan <<Extend>> Pelanggan Mengolah Data <<Include>> Bagian Laboratorium/ Mengedit Daftar Kalibrasi Penera pengujian dan perijinan Membuat Sertifikat <<Extend>> Membayar Biaya Mengambil Alat UTTP Mencatat pemasukan Mencetak sertifikat Menyetorkan PNPB Tata Usaha Bagian Keuangan Gambar 4.

15 Activity Diagram Pelayanan Satu Pintu 4. PENERIMAAN PELANGGAN KEUANGAN PELANGGAN KEPALA SEKSI KEPALA BALAI TATA USAHA BARANG 1 2 Mengajukan Mengecek Barang permohonan online/ masuk manual 3 Tidak Barang Cek Fisik Dikembalikan Barang/ Dokumen Baik 4 Pelanggan membayar pelayanan 5 Terbit Bukti Pesanan 6 Sdm penera/pranata Alat masuk lab melakukan kalibrasi/ pengujian UTTP 7 8 9 Membuat Hasil Melakukan approval Sertifikat/SKHP Melakukan approval Bagian tata usaha (masuk data base) SKHP/sertifikat melalui SKHP/sertifikat melalui melakukan pencetakan database database SKHP/sertifikat 10 Mendapatkan Surat Kepala seksi Melakukan Keterangan Hasil paraf SKHP/sertifikat Pengujian/Sertifikat 11 Menyerahkan SKHP/ Kepala Balai Melakukan sertifikat ke Penerimaan paraf SKHP/sertifikat Barang 12 Menyimpan Hasil Sertifikat/SKHP 13 Mendapatkan Menyerahkan SKHP/sertifikat ke SKHP/sertifikat ke pelanggan pelanggan Gambar 4.4.3 Kandidat Entitas Data Kandidat entitas data berdasarkan fungsi bisnis dari Pelayanan Satu Pintu didapatkan seperti terlihat pada tabel 4.28 berikut ini. 24 .

Pengujian dan Perijinan) dan Perijinan) Pembuatan Sertifikat /SKHP 6) Entitas Tata Usaha 7) Entitas Pos 8) Entitas Sertifikat/SKHP Managemen Sumber Daya Manusia (SDM 9) Entitas Managemen Penera/pranata laboratorium) dan umum 10) Entitas SDM (Penera/Pranata Lab (Subdit USU.28 Kandidat Entitas Data ENTITAS BISNIS ENTITAS DATA Penerimaan Barang 1) Entitas UTTP 2) Entitas Pelanggan 3) Entitas Penerimaan Barang 4) Entitas Pos Kegiatan Operasional Pelayanan Satu Pintu 5) Entitas Pelayanan (Kalibrasi.4. Tabel 4.16 di bawah ini. Atribut dan Relasi Penggambaran hubungan antar entitas data secara konseptual menggunakan E-R Diagram seperti terlihat pada gambar 4.4 Definisikan Entitas. Balai 11) Entitas Bagian Pengelolaan SNSU) 12) Entitas Pos Manajemen Keuangan 13) Entitas Uang Pelayanan 14) Entitas Bagian Keuangan 15) Entitas Pos Manajemen Sarana dan Prasarana 16) Entitas Laboratorium (Laboratorium) 4. Pengujian (Kalibrasi. Balai Pengujian UTTP. 25 .

5 Arsitektur Aplikasi Yang enterprise.16 Entitiy-Relationship Diagram Pelayanan Satu Pintu 4. Tahapan yang dilakukan Diusulkan untuk membuat arsitektur aplikasi Arsitektur aplikasi ini yang dibutuhkan oleh organisasi mempunyai tujuan untuk adalah sebagai berikut : mendefinisikan aplikasi utama yang 1. n 1 Managemen menugaskan Penera/Pranata Lab 1 1 Mengerjakan pelayanan di 1 1 Menanda tangani Laboratorium menyimpan n n n 1 1 Membuat kebijakan UTTP menghasilkan Serifikat pelayanan n n memasukkan mencetak 1 n 1 1 Pelayanan membayar Pelanggan Tata Usaha Bagian n 1 melayani menghasilkan 1 Penerimaan Barang Uang Pelayanan Menyimpan/ menyetorkan PNBP Bagian Keuangan Pos Gambar 4. Relasi aplikasi dengan entitas data. List Kandidat aplikasi dibutuhkan untuk mengelola data 2. dan mendukung fungsi bisnis dari 26 .

Tabel 4.49.48 dan 4.4.48 Kandidat Aplikasi NOMOR KELOMPOK SISTEM NOMOR APLIKASI KELOMPOK APLIKASI APLIKASI SISTEM APLIKASI 1 Sistem Aplikasi Penerimaan Barang 1001 Pendaftaran Pelayanan On Place 1002 Pendaftaran Pelayanan Satu Pintu OnLine 1003 Pengecekan UTTP 1004 Pendistribusian UTTP ke Lab/Instalasi 2 Sistem Aplikasi Pelaksanaan 2001 Manajemen Pelayanan Pelayanaan 2002 Informasi Pelayanan Online 2003 Administrasi Pelayanan 2004 Pengembangan Metoda 2005 Pengembangan Instruksi Kerja 2006 Pengkondisian Pengujian/Kalibrasi 2007 Penghitungan Hasil Pelayanan 3 Sistem Aplikasi Pembuatan 3001 Pembuatan Sertifikat Kalibrasi On Line Sertifikat/Keterangan Hasil Pengujian 3002 Pembuatan Surat Keterangan Hasil Pengujian Online 3003 Pembuatan Surat Perijinan UTTP On Line 4 Sistem Aplikasi Manajemen SDM 4001 Manajemen SDM 4002 Pengawasan dan Evaluasi Kinerja SDM 4003 Pengembangan Skill dan Pengetahuan (Up- grading) 4004 Pelaporan SDM 5 Sistem Aplikasi Keuangan 5001 Manajemen Penerimaan Pelayanan 5002 Pelaporan Penerimaan PNBP 5003 Analisis Penerimaaan PNBP 5004 Manajemen Aktiva 5005 Penjurnalan 5006 Neraca Saldo 5007 Laporan Keuangan 5008 Analisis Keuangan 6 Sistem Aplikasi Sarana dan 6001 Manajemen Sarana dan Prasarana Lab/Instalasi Prasarana 6002 Analisis Kerusasakan Sarana dan Prasana Lab/Instalasi 6003 Pelaporan Barang Milik Negara (BMN) 27 .1 List Kandidat Aplikasi pelayanan satu pintu dan aplikasi Kandidat aplikasi dari yang akan dikembangkan seperti aplikasi yang sudah berjalan di terlihat pada tabel 4.5.

ADA grading) 4004 Pelaporan SDM ADA 5 Sistem Aplikasi Keuangan 5001 Manajemen Penerimaan Pelayanan ADA 5002 Pelaporan Penerimaan PNBP ADA 5003 Analisis Penerimaaan PNBP ADA 5004 Manajemen Aktiva BELUM 5005 Penjurnalan BELUM 5006 Neraca Saldo BELUM 5007 Laporan Keuangan ADA 5008 Analisis Keuangan ADA 6 Sistem Aplikasi Sarana dan Prasarana 6001 Manajemen Sarana dan Prasarana ADA Lab/Instalasi 6002 Analisis Kerusasakan Sarana dan Prasana ADA Lab/Instalasi 6003 Pelaporan Barang Milik Negara (BMN) ADA 28 .49 Kandidat Aplikasi Berdasarkan Status NO KELOMPOK SISTEM NOMOR APLIKASI STATUS APLIKASI APLIKASI 1 Sistem Aplikasi Penerimaan Barang 1001 Pendaftaran Pelayanan On Place ADA 1002 Pendaftaran Pelayanan Satu Pintu OnLine BELUM 1003 Pengecekan UTTP ADA 1004 Pendistribusian UTTP ke Lab/Instalasi ADA 2 Sistem Aplikasi Pelaksanaan 2001 Manajemen Pelayanan ADA Pelayanaan 2002 Informasi Pelayanan Online BELUM 2003 Administrasi Pelayanan ADA 2004 Pengembangan Metoda ADA 2005 Pengembangan Instruksi Kerja ADA 2006 Pengkondisian Pengujian/Kalibrasi ADA 2007 Penghitungan Hasil Pelayanan On line BELUM langsung sertifikat 3 Sistem Aplikasi Pembuatan 3001 Pembuatan Sertifikat Kalibrasi On Line BELUM Sertifikat/Keterangan Hasil Pengujian 3002 Pembuatan Surat Keterangan Hasil Pengujian BELUM Online 3003 Pembuatan Surat Perijinan UTTP On Line BELUM 4 Sistem Aplikasi Manajemen SDM 4001 Manajemen SDM ADA 4002 Pengawasan dan Evaluasi Kinerja SDM ADA 4003 Pengembangan Skill dan Pengetahuan (Up. Tabel 4.

Ruang lingkup dari arsitektur Arsitektur teknologi yang teknologi adalah untuk dimiliki saat ini masih belum dapat mendefinisikan teknologi-teknologi mendukung kegiatan pelayanan satu utama yang dibutuhkan untuk pintu secara maksimal. seperti terlihat arsitektur teknologi ini adalah pada gambar 4. Tujuan dari tahap setelah berdiskusi.6 Arsitektur Teknologi Yang mengelola fase ini sebagai bagian Diusulkan dari keseluruhan arsitektur 4. mendeskripsikan bagaimana 29 .18 berikut ini.Untuk itu menyediakan dukungan lingkungan dilakukan pengusulan bagi aplikasi berikut data yang akan pengembangan arsitektur teknologi dikelolanya.6.1 Definisi Platform Teknologi enterprise.4.

18 Arsitektur Pengembangan Pelayanan Satu Pintu 30 .Data Pelanggan .Data Teknis Laboratorium Panjang Pemeriksaan Dokumen Hub Server Ijin Tipe .Data Pelanggan .Data Teknis Laboratorium Gaya & Tekanan Router Approval Es 4 Laboratorium Approval Es 3 Listrik Zona A (Laboratorium) Approval Direktur Laboratorium Suhu Input Data PSP 1 Laboratorium Volume TU Input Data PSP 2 Laboratorium KLH Input Data PSP 3 Instalasi Meter BBM Input Data Keuangan Instalasi Meter Gas Zona B Eselon 4 dan 3 Zona A (Instalasi) (2 PC) Instalasi Panjang Eselon 4 dan 3 Zona B (2 PC) Instalasi Meter Air Instalasi Massa. Listrik TU Gambar 4. Timbangan. INTERNET INSW INATRADE Fiber Optik Server Publik Laboratorium Massa Server PSP .

arsitektur Urutan implementasi aplikasi aplikasi. langkah terakhir yang harus ditempuh dalam merancang EAP.7 Rencana Implementasi 4. dalam hal ini dampaknya terhadap organisasi.1 Urutan Implementasi Pemodelan Enterprise Aplikasi Architecture Planning Urutan rencana implementasi Berdasarkan Framework aplikasi berdasarkan dari Zachman pada Pelayanan pengembangan aplikasi seperti Satu Pintu Yang Diusulkan terlihat pada tabel 4. dipetakan dari aplikasi yang belum Rencana implementasi merupakan ada. adalah arsitektur data.54 implementasi adalah untuk berikut ini. resiko dan yang telah dibuat. 31 . Urutan implementasi mengformulasikan dan aplikasi yang dibangun mempersiapkan rencana untuk dipertimbangkan sesuai dengan mengimplementasikan arsitektur kebutuan.4. dan arsitektur teknologi.53 dan roadmap Tujuan dari rencana rencana aplikasi pada tabel 4. manfaat.7.

21 aplikasi ini akan dicoba dintegrasikan 1 Bulan 7-8 dilakukan pengumpulan data-data Manajemen SDM 7 12 6 15 2 Bulan 9-12 dicoba dilakukan penggabungan aplikasi 16 Pengawasan dan Evaluasi Kinerja SDM 7 12 6 1 Aplikasi ini harus sejalan dengan aplikasi manajemen SDM Pengembangan Skill dan Pengetahuan (Up- 7 12 6 1 17 grading) Aplikasi ini harus sejalan dengan aplikasi manajemen SDM 18 Pelaporan SDM 7 12 6 1 Aplikasi ini harus sejalan dengan aplikasi manajemen SDM 1 Bulan 2-3 dilakukan pengumpulan data Manajemen Penerimaan Pelayanan 2 6 5 19 2 Bulan 4-6 dicoba dilakukan integrasi 1 Bulan 1 -6 dilakukan pengumpulan data Pelaporan Penerimaan PNBP 1 18 18 20 2 Bulan 7-18 dilakukan integrasi 21 Analisis Penerimaaan PNBP 2 6 5 Bulan 5-6 apliaksi pada penerimaan pelayanan dicoba diintegrasikan dengan 1 Manajemen Aktiva 5 19 15 aplikasi yang baru 22 2 Bulan 7-19 aplikasi yang baru mulai berjalan Bulan 5-6 apliaksi pada penerimaan pelayanan dicoba diintegrasikan dengan Penjurnalan 5 19 15 1 23 aplikasi yang baru Bulan 5-6 apliaksi pada penerimaan pelayanan dicoba diintegrasikan dengan Neraca Saldo 5 19 15 1 24 aplikasi yang baru Laporan Keuangan 1 6 6 1 25 Bulan 1-2 dilakukan pengumpulan data kemudian dilakukan integrasi aplikasi Analisis Keuangan 3 6 4 1 26 Bulan 3-4 dilakukan pengumpulan data kemudian dilakukan integrasi aplikasi Manajemen Sarana dan Prasarana 1 1 7 7 Bulan 1 .2 dilakukan pengumpulan data Pelaporan Barang Milik Negara (BMN) 1 7 7 29 2 Bulan 3-7 dilakukan integrasi aplikasi 32 .2 dilakukan pengumpulan data Lab/Instalasi 27 2 Bulan 3-7 dilakukan integrasi aplikasi Analisis Kerusasakan Sarana dan Prasana 7 11 5 28 Lab/Instalasi Bulan 7-8 dilakukan pengumpulan data kemudian dilakukan integrasi aplikasi 1 Bulan 1 .18 aplikasi yang baru diterapkan 3 Pengecekan UTTP 1 8 8 1 Aplikasi ini harus sejalan dengan aplikasi pendaftaran pelayanan on place 4 Pendistribusian UTTP ke Lab/Instalasi 1 8 8 1 Aplikasi ini harus sejalan dengan aplikasi pendaftaran pelayanan on place 5 Manajemen Pelayanan 6 10 5 1 Bulan 6-7 mengumpulkan data-data 2 Bulan 8-10 dilakukan integrasi aplikasi 6 Informasi Pelayanan Online 7 18 12 1 Informasi pelayanan on line harus sejalan dengan pendaftaran online 1 Bulan 1-4 mengumpulkan data-data Administrasi Pelayanan 1 8 8 7 2 Bulan 5-8 dicoba dilakukan penggabungan aplikasi 1 Bulan 7-8 mengumpulkan data-data 2 Bulan 9-12 dicoba dilakukan penggabungan aplikasi Pengembangan Metoda 7 12 6 3 8 Bulan 11 .53 Urutan Implementasi Aplikasi BULAN BULAN DURASI NO APLIKASI MULAI SELESAI NO KETERANGAN (BULAN) KE.12 aplikasi yang lama dan aplikasi yang baru dicoba diintegrasikan 9 Pengembangan Instruksi Kerja 7 12 6 1 Aplikasi ini harus sejalan dengan aplikasi pengembangan metoda 10 Pengkondisian Pengujian/Kalibrasi 7 12 6 1 Aplikasi ini harus sejalan dengan aplikasi pengembangan metoda Bulan 11-12 dicoba aplikasi yang lama dengan aplikasi yang baru 1 Penghitungan Hasil Pelayanan 11 21 11 diintegrasikan 11 2 Bulan 13-21 aplikasi yang baru diterapkan 1 Aplikasi ini harus sejalan dengan aplikasi penghitungan hasil pelayanan Pembuatan Sertifikat Kalibrasi On Line 11 21 11 Aplikasi ini akan berjalan kalau aplikasi penghitungan hasil pelayanan sudah 2 12 selesai diinputkan datanya 1 Aplikasi ini harus sejalan dengan aplikasi penghitungan hasil pelayanan Pembuatan Surat Keterangan Hasil 11 21 11 Aplikasi ini akan berjalan kalau aplikasi penghitungan hasil pelayanan sudah Pengujian Online 2 13 selesai diinputkan datanya 14 Pembuatan Surat Perijinan UTTP On Line 11 21 11 1 Bulan 11 . Tabel 4. KE- 1 Bulan 1-4 mengumpulkan data-data 1 Pendaftaran Pelayanan On Place 1 8 8 2 Bulan 5-8 Dilakukan penggabungan aplikasi 3 Bulan 7-8 dicoba dengan aplikasi yang lama dengan aplikasi yang baru 1 Pendaftaran Pelayanan Satu Pintu OnLine 7 18 12 Bulan 7-8 dicoba aplikasi yang lama dengan aplikasi yang baru diintegrasikan 2 2 Bulan 9 .

54 Roadmap Rencana Implementasi TAHUN 1 (BULAN) TAHUN 2 (BULAN) MULAI SELESAI NO NAMA APLIKASI (BULAN) (BULAN) JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGUST SEPT OKT NOV DES JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGUST SEPT OKT NOV DES 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1 Pendaftaran Pelayanan On Place Januari Agustus Pendaftaran Pelayanan Satu Pintu 2 OnLine Juli Juni 3 Pengecekan UTTP Januari Agustus 4 Pendistribusian UTTP ke Lab/Instalasi Januari Agustus 5 Manajemen Pelayanan Juni Oktober 6 Informasi Pelayanan Online Juli Juni 7 Administrasi Pelayanan Januari Agustus 8 Pengembangan Metoda Juli Desember 9 Pengembangan Instruksi Kerja Juli Desember 10 Pengkondisian Pengujian/Kalibrasi Juli Desember 11 Penghitungan Hasil Pelayanan November September 12 Pembuatan Sertifikat Kalibrasi On Line November September Pembuatan Surat Keterangan Hasil 13 Pengujian Online November September Pembuatan Surat Perijinan UTTP On 14 Line November September 15 Manajemen SDM Juli Desember 16 Pengawasan dan Evaluasi Kinerja SDM Juli Desember Pengembangan Skill dan Pengetahuan 17 (Up-grading) Juli Desember 18 Pelaporan SDM Juli Desember 19 Manajemen Penerimaan Pelayanan Fabruari Juni 20 Pelaporan Penerimaan PNBP Januari Juni Tahun 2 21 Analisis Penerimaaan PNBP Fabruari Juni 22 Manajemen Aktiva Mei Juli Tahun 2 23 Penjurnalan Mei Juli Tahun 2 24 Neraca Saldo Mei Juli Tahun 2 25 Laporan Keuangan Januari Juni 26 Analisis Keuangan Maret Juni Manajemen Sarana dan Prasarana 27 Lab/Instalasi Januari Juli Analisis Kerusasakan Sarana dan 28 Prasana Lab/Instalasi Juli November 29 Pelaporan Barang Milik Negara (BMN) Januari Juli 33 . Tabel 4.

semua yang terlibat terus berakar.4. ini di perlukan realisitis dan tetap harus selalu di agar semangat pengembangan monitor perkembangan dan EAP dan ke ikut sertaan dari kemajuannya. diantaranya adalah sebagai berikut : wewenang disini berarti di 1) Management support.orang yg keterampilan lain baik secara berkompeten dalam bidang nya teknis maupun manajerial.2 Faktor Sukses Penerapan fokus dalam pengembangan dan Faktor sukses penerapan penerapan EAP. keterampilan baru atau 3) Keterlibatan orang . secara full time yaitu agar lebih sehingga perlu diselenggarakan 34 .7. aplikasi selesai atau sudah 5) Delivered date. Penerapan membutuhkan pintu. Jadwal yang dikembangkan. aplikasi bagi organisasi tidak terlepas 4) Diberikan wewenang untuk dari dukungan berbagai pihak memberikan keputusan. dukungan berikan nya delegasi untuk dapat dan komitmen dari top memutuskan sehingga keputusan management sangat di butuhkan yang akan lebih cepat tapi harus dari sebelum arsitektur aplikasi dilakukan oleh orang yang dimulai sampai setelah arsitektur kompeten. 6) Adanya penyelenggaraan 2) Adanya penunjukkan pelatihan khusus mengenai EAP penanggung jawab yang resmi baik secara teknis maupun untuk pengelolaan pelayanan satu konsep.

penanggung jawab aplikasi yang ada saat ini dan pengelola pelayanan satu diketahui bahwa belum adanya pintu untuk mengembangkan aplikasi yang dapat melakukan sistem agar dapat digunakan pencetakan sertifikat secara sebagai sarana informasi langsung melalui laboratorium pelanggan.4 Kesimpulan sudah ada dilakukan pendataan Dari hasil penelitian terlebih dahulu. pengujian UTTP terdapat dalam 8) Adanya dukungan dana untuk satu server dan data pelayanan melakukan pengembangan sistem perijinan UTTP dalam server yang telah ada. kemudian akan pemodelan enterprise architecture 35 . untuk aplikasi yang 5. 3) Dalam urutan implementasi 5 Kesimpulan Dan Saran aplikasi. pelatihan secara periodik bagi planning berdasarkan framework staf yang mengelola aplikasi. kesimpulan antara lain : Evaluasi ini dibutuhkan apakah 1) Dari hasil analisis arsitektur data akan ada pengembangan aplikasi yang ada saat ini diketahui bahwa yang baru atau aplikasi yang ada data pelayanan kalibrasi dan dapat mendukung organisasi. atau instalasi. Zachman pada pelayanan satu pintu 7) Adanya evaluasi terhadap ini dapat diambil beberapa aplikasi yang sudah berjalan. tersendiri. 9) Adanya komitmen dari 2) Dari hasil analisis arsitektur managemen.

6) Enterprise Architecture 6 Daftar Pustaka diperlukan di pelayanan satu [1] Kementerian Perdagangan. Pengenal Impor (API) melalui 2) Perlu adanya web online sebagai web khusus (portal khusus) yang media bagi pelanggan untuk dimiliki Direktorat Jenderal mendapatkan informasi Standardisasi dan Perlindungan pelayanan satu pintu. diketahui bahwa beberapa 5. pedoman dalam mengembangan 4) Dari hasil analisis arsitektur sistem informasi yang teknologi yang ada saat ini terintegrasi. 36 . dilakukan integrasi dengan arsitektur enterprise sebagai aplikasi yang baru.5 Saran laboratorium maupun instalasi Ada beberapa saran yang sudah dilakukan penyambungan dapat dikemukakan dari hasil jaringan (network) namun penelitian ini antara lain: jaringan tersebut belum 1) Pemilihan aplikasi berikutnya difungsikan. Undang-Undang Republik Indonesia pintu agar organisasi memiliki Nomor 2 Tahun 1981 Tentang Metrologi Legal. harus tepat dan mendukung 5) Dalam melakukan penggabungan fungsi bisnis organisasi sehingga sistem perijinan UTTP asal manfaat yang akan dihasilkan import ke dalam Inatrade ini akan optimal dan dapat digunakan dilakukan dengan mengirimkan sebagai sarana informasi oleh data-data NPWP dan Angka pelanggan. Konsumen.

htm. Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Yvon . Dalhousie University] Kementerian Perdagangan Menteri Perdagangan Republik Indonesia.15) LIPI. Joe.ichnet.Enterprise Architecture [3] Osvalds G. John Wiley & 63/Kep/M.2002. dkk. (Download 11 Architecture Frameworks. Badan [18] Zachman. 2010-2014 “Rencana Strategis Direktorat Metrologi”. [12] http://www.bc.gov.2003. Carol. Inc. No.10) Information Systems.com Provinsi Jawa Tengah.2 [13] ICH Architecture Resource Center. springer. www. Metrologi Sebuah Pengantar. Canada. Information System.Pan/7/2003 tentang Sons.Strategic Planning for [8] Keputusan Menteri PAN No. (Download April Pengembangan Pelayanan Terpadu 2012) Satu Pintu Oleh Perangkat Daerah Kab/Kota di Jawa Tengah. [10] Kementerian Perdagangan. Electronic Mrdalj. 2008. [14] Parizeau. Unit Pelaksana Teknis Bidang Kemetrologian. and tentang Organisasi dan Tata Kerja analysis. [2] Pembangunan Metrologi Legal Reformasi Birokrasi. Zaid. Definition of Using the Zachman Framework.com/wiring/EIA/ [9] Mulatto. [17] http://www. “Zachman on Penelitian dan Pengembangan the Framework”. London. John A. Enterprise Architecture : Centric Thomson. Penelitian glossary.2002. communication. John and Peppard.ca/other/daf/I [4] Lise Urbaczewski. (Download 31 Maret 2012) [19] “Zachman Framework”. 37 . [11] O’Rourke. [15] Mark lankhorst et al.Volume VII. situs Wikipedia. 2005.htm.htm. Issues in April 2012 Jam 21. (Download 13 April 2012 Jam 20.rvcomp. [16] Ward. [6] Peraturan Menteri Perdagangan Enterprise Architecture for Complex Republik Indonesia Nomor : 31/M. [5] A.zifa. Government and The Challenge of DAG/PER/7/2010 Tentang Government On-Line in Canada. Models for The System Engineers. Stevan RM_Gossary.Praba Drijarkara & Ghufron http://www. A Comparison Enterprise Industry Association.cio. [7] Peraturan Menteri Perdagangan Enterprise Architecture at Work : Nomor 43/M-DAG/PER/11/2010 modeling.org/glossary. Organisasi Dan Tata Kerja Riset Master. TASC Inc. 2001.2006.

2004. Jhon Wiley & Sons. The Free Press.1992. 2011.frameworksoft. Thomas A.re.html (Download 15 April 2012 Jam 21.id/erd-entity- relationship-diagram. “The Zachman Framework for Enterprise Architecture.com/main- internet-marketing-discussion- forum/211249-value-chain-affiliate- marketing.Enterprise Architecture Planning (Developing a Blueprint for Data.http://en.htm (Download Mei 2012). 2: 57-67. Application and Technology).00) [24] Martin Fowler.Inc. [20] Hokel. [23] http://www. Jasa Kalibrasi di UPT BPI LIPI.warriorforum. Penerbit Andi.or. Perancangan e- 38 .30) Jurnal Teknologi Indonesia Volume 34. [26] Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. Michael E. an Overview”. 48/M- DAG/PER/12/2010 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kemetrologian. Steven H. www.com [21] Spewak. [27] Fakhrurroja. No. Hanif. (1985). 23(Download 7 Mei 2012 Jam 21. Yogyakarta. [22] Porter. UML Distilled : Panduan Singkat Bahasa Pemodelan Objek Standar. [25] http://blog.org/wiki/Zachma Calibration Order untuk Layanan n_Framew ork#cite_note-VA01. Competitive Advantage : Creating and Sustaining Superior Performance for Analyzing Industries and Competitor.wikipedia. dan Aris Munandar.