You are on page 1of 8

Laporan Praktikum

Agrogeologi dan Mineralogi Tanah

BATUAN SEDIMEN

OLEH :
Nama : Riyami
Nim : G111 13 048
Kelompok :1
Asisten : Nursyahira Binti Tahir

JURUSAN ILMU TANAH
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2015

Cairan dan mineral yang mengalami kristalisasi akan mengikat butiran/partikel sehingga partikel/butiran akan semakin kompak dan padat. Selanjutnya. Tujuan Tujuan praktikum identifikasi batuan sedimen adalah agar mahasiswa dapat membedakan: jenis-jenis mineral dan golongan-golongan dari batuan sedimen. Oleh sebab itu batuan sedimen menjadi salah satu faktor penentu potensi kesuburan lahan. variasi jenis batuan sedimen merupakan hal yang menarik untuk dipelajari dalam menentukan/memprediksi kualitas lahan yang tanahnya berasal dari batuan sedimen. Dalam pengeyabarannya.2. PENDAHULUAN I. batuan sedimen kimiawi. oleh karenanya lahan yang berkembang dari bahan induk batuan sedimen memiliki karakteristik yang berbeda-beda pula. sekitar 75% permukaan kerak benua tertutup oleh lapisan batuan sedimen. Adanya kenaikan temperatur dan tekanan menyebabkan mineral dan cairan yang terlarut dalam pori batuan (seperti silika. Batuan sedimen terbagi menjadi tiga golongan besar yakni: batuan sedimen klastik. kalsium dan magnesium karbonat) akan mengalami kristalisasi dan rekristalisasi. I. Batuan sedimen yang terdiri dari berbagai jenis. Oleh karena itu. II. Latar Belakang Batuan Sedimen merupakan batuan yang terbentuk dari hasil diagenesis material sedimen. Proses pembentukannya berawal dari material sedimen yang tererosi dan tertransportasi akan terendapkan pada cekungan-cekungan di permukaan bumi. material yang paling atas akan menekan material yang ada di bawahnya proses ini menimbulkan kenaikan temperatur dan tekanan. tekstur batuan. material yang semakin banyak mengisi cekungan menyebabkan pembebanan. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar lahan di permukaan bumi berkembang dari batuan sedimen. besi. yang nantinya akan dimanfaatkan dalam bidang pertanian dan bidang lainnya. komposisi dan struktur batuan sedimen. dan batuan sedimen organik. serta karakteristik dan genesa dari jenis-jenis batuan sedimen.1. Oleh karena itu dalam pengidentifikasiannya perlu pengamatan terutama pada warna batuan. I. METODOLOGI .

Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang akan digunakan 2. Universitas Hasanuddin pada Jumat. Memberi nama batuan berdasarkan komposisi kimia. Tempat dan Waktu Praktikum identifikasi batuan sedimen dilaksanakan di Laboratorium Fisika Tanah. II. 4. alat tulis. Prosedur Kerja Prosedur kerja adalam praktikum ini adalah sebagai berikut : 1.00 WITA. penuntun praktikum. Jurusan Ilmu Tanah. . yakni: sedimen klastik yang diwakili oleh Batupasir. dan Lup. Melakukan pengamatan terhadap Sortasi (tingkat keseragaman butir atau ukuran) serta mengamati kemas.2. Fakultas Pertanian. Sedangkan bahan yang digunakan adalah sampel batuan sedimen dan larutan HCL.3. II. Pembahasan Berdasarkan hasil pengamatan. porositas dan permeabilitas. Mencatat hasil pengamatan pada format praktikum 3. Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah format praktikum. tekstur.II. roundness.00-11. 27 November 2015 pukul 10. 6. diketahui bahwa jenis batuan sedimen yang diamati ada tiga.2. Melakukan pengamatan terhadap komposisi mineral batuan sedimen dengan menetesi larutan HCL pada permukaan batuan. 5. Melakukan pengamatan terhadap tekstur batuan dengan menggunakan Lup. Mengamati warna batuan baik warna segar maupaun warna lapuk 3.dan struktur batuan dengan tabel penamaan batuan 7.1.

batupasir memiliki ukuran butir 1/16 mm yang memberikan kunci proses pengendapan batuan ini. dan Breksi. Batu lempung juga memiliki tekstur yang halus sehingga dapat diketahui bahwa telah terjadi proses abrasi permukaan yang sudah lanjut ketika ditranportasikan. Konglomerat merupakan batuan sedimen klastik dengan tekstur kasar. Dengan ukuran partikel demikian menunjukkan bahwa butir tersebut mengalami transportasi jauh. dan membuat porositasnya lambat. Adanya komposisi kimia kuarsa yang menyusun batuan ini membuat batuan ini tahan terhadap pelapukan. Batuan ini memilki sortasi yang jelek sehingga mempengaruhi kemas. lebih kecil dari 1/256 mm. batuan ini didominasi oleh silika. maka porositasnya cepat dan permeabilitas baik. konglomerat terendapkan pada lingkungan glasial. Selain itu. batupasir memiliki tekstur sortasi yang baik sehingga kemas tertutup. Hal ini didukung oleh Ridho (2012) bahwa batupasir disusun oleh material kuarsa yang melimpah serta memiliki roundness yang membundar baik menandakan batupasir telah tertransport jauh atau telah berulang kali mengalami siklus erosi. Hal ini sesuai dengan pendapat Endarto (2005) bahwa Batulempung berukuran butir sangat luas. Sedangkan sedimen organik diwakili oleh Batubara. Batupasir merupakan batuan sedimen jenis klastik. Hal ini sesuai dengan Ibrahim (2013) batuan sedimen klastik merupakan batuan yang terbentuk dari hasil rombakan batuan yang sudah ada yang kemudian diangkut oleh media dan trendapkan disuatu cekungan. sedimen maupun metamorfik. kuarsa yang berasal dari batuan beku. Umumnya terdiri dari mineral-mineral lempung. Perbedaan komposisinya dapat dicirikan dari warnanya (berhubungan dengan lingkungan pengendapan).Batulempung. Batuan sedimen ini memiliki struktur berlapis dimana struktur ini terbentuk semasaa proses pengendapan. sehingga memberikan gambaran bahwa batu lempung ini merupakan batuan hasil endapan batuan sebelumnya baik itu batuan beku ataupun batuan piroklastik yang melapuk kemudian terbawa oleh angin atau air kemudian mengendap disuatu cekungan dan membentuk batuan ini. Konglomerat. Adapun sedimen kimiawi diwakili oleh Kalkarenit dan Kalsirudit. Hal ini didukung oleh pendapat . Dengan tekstur tersebut diketahui bahwa butirnya belum terlalu mengalami proses abrasi lanjut. Batu Lempung merupakan jenis batuan sedimen klastik.

Kalkarenit adalah jenis batuan sediemen kimiawi golongan karbonat yang sama dengan kalsirudit mengandung CaCO3 yang berasal dari proses kimiawi bersama dengan biologis dari binatang invertebrata. Kalsirudit merupakan batuan karbonat klastik yang didominasi oleh karbonat dengan ukuran butir > 2 mm. utamanya air mudah masuk ke dalam tubuh batuan sehingga proses pelapukan kimia pada batuan berjalan dua arah. Dengan ukuran butir demikian kemampuan untuk menyerap air lambat sehingga permeabilitasnya buruk.Ridho (2012). di pantai dan pada kanal sungai. Hal ini didukung oleh . lanau. dan lumpur (mud). Adanya pori membuat cairan. Kalsirudit merupakan jenis batuan sedimen kimiawi golongan karbonat yang pembentukannya berasal dari larutan yang mengalami proses kimia dan juga terjadinya perombakan yang mengalami transportasi secara mekanik dan diendapkan di tempat lain sehingga terjadi proses diagenesa batuan karbonat lain. Pada proses terbentuknya batu konglomerat terbentuk pada transport yang jauh dari sumber batuannya. pasir. dengan fragmen berukuran kerikil sampai boulder. bahwa Konglomerat yang terbentuk saat ini terakumulasi di atas rangkaian pegunungan. Batuan ini juga memiliki tekstur klastik halus dan memiliki roundness yang membundar tanggung. Kenampakan Konglomerat menunjukkan tekstur kemas terbuka dengan sortasi buruk. yaitu dari arah luar dan arah dalam tubuh batuan. hanya saja kalkarenit memiliki ukuran butir yang berukuran <1/16 mm. Hal ini sesuai pendapat Endarto (2005) bahwa fragmen Konglomerat berukuran dari kerikil sampai bongkah merupakan pecahan batuan yang sudah ada (tua) dan bentuknya membulat (rounded). Konglomerat juga merupakan hasil litifikasi dari campuran kerakal. sedangkan untuk matriknya berukuran lempung sampai pasir. Hal ini didukung oleh Ibrahim dan Asmita (2012) bahwa butiran partikel yang menyusun batuan sedimen akan membentuk pori dalam tubuh batuan. sedangkan matriksnya yang berada diantara fragmen umumnya terdiri dari fragmen mineral. Ukuran butir tersebut membuat batuan ini memiliki sortasi jelek dengan kemas terbuka sehingga porositas cepat dan permeabilitas yang baik disebabkan adanya pori yang terbentuk pada batuan ini. sebab fragmen pada batu konglomerat membundar.

Bahan penyusun berupa bahan dari proses vulkanisme yang disebut breksi vulkanik. Dalam genesanya. umumnya terdiri dari fragmen batuan hasil rombakan yang tertanam dalam masa dasar yang lebih halus dan tersemenkan. Hal ini sesuai pendapat Endarto (2005) bahwa Breksi berukuran butir >2 mm. Sesuai dengan pernyataan Endarto (2005). Akibat ukuran butir yang lebih besar membuat sortasi atau keseragaman butir sedang membuat kemas terbuka sehingga memberikan gambaran bahwa kemampuannya menyerap air yang lambat karena ukuran butir yang masih besar sehingga belum membentuk pori. Breksi merupakan jenis batuan sedimen kimiawi sama seperti batu lempung hanya saja ukuran butir breksi lebih besar dibanding batu lempung. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: .Ibrahim dan Asmita (2012) bahwa sortasi dan kemas mempengaruhi kemampuan menyerap cairan dan kemampuan melewatkan cairan. Batubara (coal) merupakan batuan sedimen organik dengan perbandingan komposisi 78% C : 6% H. Batubara berasal dari pengendapan bahan organik. yaitu dari arah luar dan arah dalam tubuh batuan begitupun sebaliknya. Batubara merupakan batuan sedimen yang termasuk ke dalam jenis batuan sedimen organik. Hal ini sesuai dengan pendapat Ibrahim dan Asmita (2012) bahwa butiran partikel yang menyusun batuan sedimen dari ukuran besar hingga sangat halus akan membentuk pori dalam tubuh batuan. Batubara berasal dari sisa tumbuhan yang telah mengalami proses tekanan dan pemanasan hingga menjadi padatan. dengan fragmen menyudut. IV. Batubara memiliki warna hitam dengan tekstur halus (1/16 mm) dan massanya ringan dibanding batuan sedimen lainnya. Dilihat dari kenampakannya. utamanya air mudah masuk ke dalam tubuh batuan sehingga proses pelapukan kimia pada batuan berjalan dua arah. Adanya pori membuat cairan.

Konglomerat. 3. Adapun Kalkarenit dan Kalsirudit termasuk dalam jenis sedimen kimiawi. Batuan sedimen digolongkan menjadi tiga jenis. . dan Breksi termasuk dalam jenis sedimen klastik. Dari praktikum yang telah dilakukan diketahui bahwa Batupasir. yang telah melapuk dan terendapkan di suatu tempat). Batulempung. dan sedimen organik (sedimen yang berasal dari bahan organik yang melapuk dan terendapkan di suatu tempat). 2. sedimen kimiawi (batuan sedimen yang berasal dari batuan beku atau metamorf yang telah melapuk dan terendapkan di suatu tempat). Batuan sedimen merupakan batuan yang terbentuk dari hasil diagenesis material sedimen.1. yaitu: sedimen klastik (batuan sedimen yang berasal dari batuan sedimen yang telah ada sebelumnya. Sedangkan Batubara termasuk dalam jenis sedimen organik .

Surakarta: LPP (Lembaga Pengembangan Pendidikan. Makasar.Batuan Sedimen. . Makassar : Universitas Hasanuddin. Bachrul dan Asmita Ahmad. Ibrahim.2012.edu. Makasar.academia.edu. M. M. Pengantar Geologi Dasar. Ibrahim. Ridho. DAFTAR PUSTAKA Endarto.2013. Diakses pada tanggal 10 Desember 2015 pukul 20.academia.Airfallpyroclastic. Buku Ajar Agrogeologi dan Mineralogi Tanah.55 WITA. 2005. http://www. Diakses pada tanggal 18 Desember 2015 pukul 20. 2012.02 WITA. http://www. Danang.