You are on page 1of 8

1

PENDAHULUAN
BAB I

1.1 Latar Belakang
Vertigo merupakan masalah kesehatan yang nyata pada masyarakat. Pasien
mangalami kesulitan dalam mengungkapkan timbulnya gejala. Pasien vertigo
mengeluhkan berbagai macam gejala meliputi mual, instabilitas postural,
pandangan kabur, dan diorientasi. Gejala – gejala ini menimbulkan berbagai
macam problem emosional dan fisik seperti emosional, kecemasan, dan
ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari – hari. Gangguan sistem
vestibuler mempengaruhi kesehatan dan berhubungan dengan kualitas hidup.
Pasien vertigo bisa menghindari kegiatan fisik dan stres psikologi dan
menarik diri dari aktivitas sosial, hal tersebut berhubungan dengan depresi
yang mempengaruhi pengendalian diri.3
Vertigo terbagi atas 4 jenis, yaitu : vertigo sentral, vertigo perifer, vertigo
nonvestibuler, dan vertigo vestibuler. Pada tipe perifer penyebab terbanyak
adalah BPPV (Benign Paroxysmal Positional Vertigo) (83%), menierre
disease (7,6%), paska trauma (7,6%) dan sisanya neuritis vestibularis.
Penelitian vertigo dari 12 klinik rawat jalan menunjukkan 50% pasien
mengalami vestibulopati perifer seperti BPPV, vestibuler neuritis, atau
penyakit Meniere, dan penyakit serebrovaskuler mencapai 19%.4

muntah dan keringat dingin sewaktu merubah posisi kepala terhadap gravitasi. yang dipicu oleh perubahan posisi kepala terhadap gaya gravitasi tanpa adanya keterlibatan lesi di susunan saraf pusat.2 Anatomi Alat Keseimbangan Tubuh . 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. dengan periode vertigo yang episodik dan berlangsung selama satu menit atau kurang.4 2.1 Definisi Benign Paroxysmal Positional Vertigo sendiri adalah gangguan vestibuler yang paling sering ditemui. Pasien dengan BPPV sering mengeluhkan rasa pusing berputar diikuti oleh mual. dengan gejala rasa pusing berputar diikuti mual muntah dan keringat dingin.

3 Terdapat tiga sistem yang mengelola pengaturan keseimbangan tubuh yaitu :sistem vestibular. dimana kedua cairan ini mempunyai komposisi kimia berbeda dan tidak saling berhubungan. dan sistem optik. sistem proprioseptik. Sistem vestibular meliputi labirin (aparatusvestibularis). Otolith terbagi atas sepasang kantong yang disebut sakulus . Aparatus vestibularis terdiri atas satu pasang organ otolith dan tiga pasang kanalis semisirkularis. nervus vestibularis dan vestibular sentral. Labirin yang merupakan seri saluran. Labirin terletak dalam pars petrosa ostemporalis dan dibagi atas koklea (alat pendengaran) dan aparatus vestibularis (alat keseimbangan). terdiri atas labirin membran yang berisi endolimfe dan labirin tulang berisi perilimfe.

Kanalis semisirkularis posterior sejajar dengan aksis os petrosus. Setiap kanalissemisirkularis melebar pada salah satu ujungnya untuk membentuk ampula. Sistem vestibular terdiri dari labirin. sedangkan kanalis semisirkularisanterior tegak lurus dengannya. dan kebalikannya. bagian vestibular nervus kranialis kedelapan) dan nuklei vestibularis di bagian otak. makula utrikularis dan makula sakularis. Masing masing dari ketiga kanalis semisirkularis berhubungan dengan utrikulus. artikulus. Kedua kanalis semisirkularis lateralis terletak di bidang yang sama (bidang horinontal). Sakulus dan utrikulus masing masing mempunyai suatu penebalan atau makula sebagai mekanoreseptor khusus. yang berisi organ reseptor sistem vestibular. Tiga kanalis semisirkularis terletak di bidang yang berbeda. sakulus. sedang duktus semisirkularis adalah saluran labirin selaput berisi endolimfe. yang dengan demikian. kanalis semisirkularis anterior satu telinga pararel dengan kanalissemi sirkularis posterior telinga sisi lainnya. yang tidak mengandung otolit. merupakan reseptor kinetik (reseptor pergerakan). dan tigan kanalis semisirkularis. Rambut-rambut sensorik krista tertanam pada salah satu ujungmassa gelatinosa yang memanang yang disebut kupula. dengan koneksi sentralnya. Labirin terletak di dalam bagian petrosus os tempolaris dan terdiri dari utrikulus. dan dua kanalis semisirkularis lainnya tegak lurus dengannya dan satu sama lain.dan bagian kanalis semisirkularis yang melebar (ampula) mengandung organ reseptor yang berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan. Karena aksis os petrosus terletak pada sudut *+ terhadap garis tengah. Utrikulus dan sakulus mengandung organ resptor lainnya. . Kanalis semisirkularis lateral terletak di bidang horinontal. Sakula utrikulus terletak di dasar utrikulus paralel dengan dasar tengkorak. Ergerakanendolimfe di kanalis semisirkularis menstimulasi rambut rambut sensorik krista. Ketiga duktus semisirkularis terletak saling tegak lurus. krista ampularis. Kanalis semisirkularis adalah saluran labirin tulang yang berisi perilimfe. sakulus. Labirin membranosa terpisah dari labirin tulang oleh rongga yang terisi dengan perilimfe organ membranosa itu sendiri berisi endolim. 4 dan utrikulus. Akulater diri dari sel sel rambut dan sel penyokong.

Penyebab vertigo serta lokasi lesi. IVdan VI. Susunan aferen yang terpenting dalam sistem ini adalah susunan vestibuler atau keseimbangan. Informasi yang berguna untuk keseimbangan tubuh akan .III. Kristal tersebut ditopang oleh sel sel penunjang. Susunan lain yang berperan ialah sistem optic dan pro-prioseptik. 1) Labirin (telinga dalam) a) Pasca trauma b) Penyakit menierre c) Labirinitis (viral . herpes zoster) b) Adanya tumor c) Neuritis iskemik ( misalnya pada DM) 3) Telinga luar dan tengah a) Otitis media b) Tumor 2.Berbagai penyakit ataukelainan dapat menyebabkan vertigo. 2. dan vestibulospinalis.4 Patofisiologi Vertigo timbul jika terdapat gangguan alat keseimbangan tubuh yang mana mengakibatkan ketidakcocokan antara posisi tubuh (informasi aferen) yang sebenarnya dengan apa yang dipersepsi oleh susunan saraf pusat (pusat kesadaran). disebut statolit. yang secara terus menerus menyampaikan impulsnya ke pusat keseimbangan.3 Etiologi Penyebab vertigo dapat berasal dari perifer yaitu dari organ vestibuler sampai ke inti nervusVIII sedangkan kelainan sentral dari inti nervus VIII sampai ke korteks. susunan vestibuloretikularis. bakteri) d) Oklusi peredaran darah di labirin 2) Saraf otak VIII a) Infeksi (misalnya sifilis. 5 dan makula sakularis terletak vertikal di dinding medial sakulus. Sel sel rambut makula tertanam di membrane agelatinosa yang mengandung kristal kalsium karbonat. jaras-jaras yang menghubungkan nuklei vestibularis dengan nuklei N.

visual. nistagmus. 3) Teori neural mismatch Teori ini merupakan pengembangan teori konflik sensorik. Ada beberapa teori yang berusaha menerangkan kejadian ketidakseimbangan tubuh : 1) Teori rangsang berlebihan (overstimulation) Teori ini berdasarkan asumsi bahwa rangsang yang berlebihan menyebabkan hiperemikanalis semisirkularis sehingga fungsinya terganggu. atau ketidak seimbangan/asimetri masukan sensorik dari sisi kiri dan kanan. sehingga ji ka pada suatu saat dirasakan gerakan yang aneh/tidak sesuai dengan pola gerakan yang telah tersimpan. akibatnya akan timbul vertigo. ataksia atau sulit berjalan (ga ngguan vestibuler. teori ini lebih menekankan gangguan pr oses pengolahan sentral sebagai penyebab.mual dan muntah. 6 ditangkap oleh reseptor vestibuler. Berbeda dengan teori rangsang berlebihan. menurut teori ini otakmempunyai memori/ingatan tentang pola gerakan tertentu. berputar (yang berasal dari sensasi kortikal). 2) Teori konflik sensorik Menurut teori ini terjadi ketidakcocokan masukan sensorik yang berasal dari berbagai reseptor sensorik perifer yaitu antara mata/visus. Ketidakcocokan tersebut menimbulkan kebingungan sensorik di sentral sehingga timbul res pons yang dapat berupa nistagmus (usaha koreksi bola mata). vestibulum dan propriose ptik. dan proprioseptik . yaitu lebih dari 50 % disusul kemudian reseptor visual dan yang paling kecil kontribusinya adalah proprioseptik.serebelum) atau rasa melayang. timbul reaksi dari susunan saraf . reseptorvestibuler memberikan kontribusi paling besar.

6) Teori sinap Merupakan pengembangan teori sebelumnya yang meninjau peranan neurotransmisi dan perubahan-perubahan biomolekuler yang terja di pada proses adaptasi. 4) Teori otonomik Teori ini menekankan perubahan reaksi susunan saraf otonom sebagai usaha adaptasi gerakan/perubahan posisi. 7 otonom. gejala klinis timbul jika sistem simpatis terlalu dominan. peningkatan kadar CRF selanjutnya akan mengaktifkan susunan sarafsimpatik yang selanjutnya mencetuskan mekanisme adaptasi berupa meningkatnya aktivitassistim saraf parasimpatik. berkeringat di awal serangan vertigo akibat aktivitas simpatis. teori dopamin (Kohl) dan teori serotonin (Lucat) yang masing-masing menekankan peranan neurotransmiter tertentu dalam mempengaruhisistim saraf otonom yang menyebabkan timbulnya gejala vertigo. `Rangsang gerakan menimbulkan stres yang akan memicu sekresi CRF (corticotropinreleasing factor). . Teori ini dapat menerangkan gejala penyerta yang sering timbul berupa pucat. 5) Teori neurohumoral Di antaranya teori histamin (Takeda). sebaliknya hilang jika sistem parasimpatis mulai berperan. Jika pola gerakan yang baru tersebut dilakukan berulang- ulang akan terjadi mekanisme adaptasi sehingga berangsur-angsur tidak lagi timbulgejala. muntah dan hipersalivasi setelah bebera pa saat akibatdominasi aktivitas susunan saraf parasimpatis. yang berkembang menjadi gejala mual. belajar dan daya ingat.

8 .