You are on page 1of 4

2.

Penyakit Arteri
 Ulkus arteriosum
Ulkus arteriosum adalah ulkus yang terjadi akibat gangguan peredaran darah arteri.

Penyebab yang paling sering adalah ateroma yang terjadi pada pembuluh darah
abdominal dan tungkai, di samping penyebab lain yang belum diketahui secara pasti.
Secara garis besar penyebab gangguan tersebut dapat dibagi menjadi tiga kelompok,
yaitu: Ekstra mural, mural dan intra mural.
Ekstra mural. Aliran darah arteri terganggu oleh karena pembuluh darah arteriole terjepit
oleh jaringan fibrosis, misalnya karena edema yang lama, dapat juga oleh sklerosis karena
skleroderma.
Mural. Aliran darah terganggu karena kelainan pada dinding pembuluh darah, misalnya
vaskulitis atau aterosklerosis.
Intra mural. Aliran darah terganggu karena sumbatan lumen pembuluh darah kecil,
misalnya akibat perubahan viskositas darah, perlekatan, platelet, fibrinogenesis, dan
sebagainya

Oleh karena gangguan aliran darah arteri, misalnya terjadi penyempitan atau
penyumbatan lumen, maka jaringan akan mengalami hipoksia (iskemi), sehingga terjadi
perubahan di kulit. Perubahan tersebut berupa kulit menjadi tipis, kering dan bersisik,
sianotik, bulu tungkai berkurang, kuku jari kaki menebal dan distrofik. Akibatnya daya
tahan terhadap trauma dan infeksi menurun. Perubahan selanjutnya dapat terjadi ganggren
pada jari kaki, kaki dan tungkai, dan akhirnya timbul ulkus

 Ulkus diabetikum
Ulkus diabetika merupakan luka terbuka pada permukaan kulit karena adanya komplikasi
makroangiopati sehingga terjadi vaskuler insusifiensi dan neuropati, yang lebih lanjut
terdapat luka pada penderita yang sering tidak dirasakan dan dapat berkembang menjadi
infeksi yang disebabkan oleh bakteri aerob maupun anaerob.

Pada penderita DM apabila kadar glukosa darah tidak terkendali akan terjadi komplikasi
kronik yaitu neuropati, menimbulkan perubahan jaringan syaraf karena adanya
penimbunan sorbitol dan fruktosa sehingga mengakibatkan akson menghilang, penurunan
kecepatan induksi, parastesia, menurunnya reflek otot, atrofi otot, keringat berlebihan,
kulit kering dan hilang rasa, apabila diabetisi tidak hati-hati dapat terjadi trauma yang
akan menjadi ulkus diabetika.
Iskemik merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh karena kekurangan darah dalam
jaringan, sehingga jaringan kekurangan oksigen. Hal ini disebabkan adanya proses

3 : Ulkus dalam yang melibatkan tulang. bagian depan kaki atau tumit. makroangiopati pada pembuluh darah sehingga sirkulasi jaringan menurun yang ditandai oleh hilang atau berkurangnya denyut nadi pada arteri dorsalis pedis. terbatas pada kulit. Pada penderita DM yang tidak terkendali akan menyebabkan penebalan tunika intima (hiperplasia membram basalis arteri) pada pembuluh darah besar dan pembuluh kapiler bahkan dapat terjadi kebocoran albumin keluar kapiler sehingga mengganggu distribusi darah ke jaringan dan timbul nekrosis jaringan yang mengakibatkan ulkus diabetika. 5 : Ulkus dengan kematian jaringan tubuh pada seluruh kaki. Penyakit Buerger merupakan penyakit pembuluh darah nonaterosklerotik yang ditandai oleh fenomena oklusi pembuluh darah. tibialis dan poplitea. 9. terdiri dari 6 tingkatan : 0 : Tidak ada luka terbuka. sendi dan formasi abses. dan dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan kematian jaringan yang akan berkembang menjadi ulkus diabetika. akibat perfusi jaringan bagian distal dari tungkai menjadi berkurang kemudian timbul ulkus diabetika. Pada penderita diabetes mellitus menurut Wagner dikutip oleh Waspadji S.10 Bila terjadi sumbatan kronik. kulit utuh. Kelainan selanjutnya terjadi nekrosis jaringan sehingga timbul ulkus yang biasanya dimulai dari ujung kaki atau tungkai. Menebalnya arteri di kaki dapat mempengaruhi otot-otot kaki karena berkurangnya suplai darah. 2 : Ulkus lebih dalam sering dikaitkan dengan inflamasi jaringan. Penderita penyakit Buerger biasanya datang dengan keluhan yang sangat mirip dengan penyakit trombosis dan radang pembuluh darah (vaskulitis) lain. sering terjadi pada tungkai bawah terutama kaki. sehingga mengakibatkan kesemutan. inflamasi segmental pembuluh darah arteri dan vena berukuran kecil dan sedang yang dapat melibatkan ekstremitas atas maupun ekstremitas bawah. rasa tidak nyaman. kaki menjadi atrofi. akan timbul gambaran klinis menurut pola dari fontaine : Stadium I : asimptomatis atau gejala tidak khas (kesemutan) Stadium II : terjadi klaudikasio intermiten Stadium III : timbul nyeri saat istitrahat Stadium IV : terjadinya kerusakan jaringan karena anoksia (ulkus)  Penyakit Buerger Penyakit Buerger dikenal juga dengan nama tromboangitis obliterans. 4 : Ulkus dengan kematian jaringan tubuh terlokalisir seperti pada ibu jari kaki. Penyakit ini dapat . Proses angiopati pada penderita Diabetes mellitus berupa penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah perifer. 1 : Ulkus Superfisialis. Aterosklerosis merupakan sebuah kondisi dimana arteri menebal dan menyempit karena penumpukan lemak pada bagian dalam pembuluh darah. dingin dan kuku menebal.

Faktor genetik merupakan faktor yang berpengaruh terhadap munculnya penyakit ini. terinduksi obat-obatan. Selain itu dibandingkan dengan aterosklerosis terjadi peninggian titer antibodi terhadap kolagen tipe I dan tipe III. penekanan lokal dan emosi dan di deskripsikan ptertama kali oleh Maurice Raynaud pada tahun 1862. Kebiruan menggambarkan perubahan warna yang terjadi pada sel darah merah ketika sel-sel tersebut kehilangan oksigen saat terjebak didalam pembuluh yang mengalami spasme. Selain itu pada penyakit ini terjadi aktivasi jalur endotelin-1 yang bersifat vasokonstriktor poten. dan kemerahan yang terjadi merupakan konsekuensi yang didapat saat darah kembali mengalir dalam pembuluhnya pada fase pemulihan. antibodi terhadap elastin pembuluh darah. Gejala Raynaud’s phenomenon antara lain adalah pucat pada jari-jari yang kemudian menjadi berwarna biru (sianosis) dan merah (rubor). dan sitokin yang berperan terhadap proses infl amasi. infeksi. Kepucatan menggambarkan terjadinya konstriksi pembuluh darah. namun juga dapat menyerang hidung.  Raynaud’s Phenomenon Raynaud’s Phenomenon (RP) adalah sebuah episode konstriksi (spasme) pembuluh darah kecil (mikrosirkulasi) yang reversibel sebagai respon terhadap suhu dingin. kelainan metabolik) dan Raynaud’s primer atau Raynaud’s disease jika tidak ditemukan kelainan lain atau bersifat idiopatik. . dan B40 pada penderita Eropa dan Asia Timur. Penyebab penyakit Buerger belum diketahui dengan pasti. menimbulkan kecacatan akibat oklusi pembuluh darah yang mengakibatkan gangren atau kerusakan jaringan sehingga perlu diamputasi. penyakit vaskuler obstruktif. ia menyerang jari tangan dan kaki. terkait pekerjaan (HAVS (Hand arm Vibration Syndrome)). dan ekstremitas tubuh manapun yang terpapar suhu dingin. yang menghambat darah mengalir dalam pembuluhnya. yaitu sindroma Raynaud’s sekunder jika ditemukan adanya kelainan lain yang berkaitan dan penyakit (termediasi oleh imun. Beberapa peneliti telah mendokumentasikan peningkatan antigen HLAA9 dan HLA-Bw5 atau HLA-B8. Raynaud’s phenomenon dibagi menjadi subdivisi-subdivisi. Hipersensitivitas seluler penderita penyakit Buerger meningkat setelah pemberian injeksi ekstrak tembakau. Secara klasik. B35. Raynaud’s phenomenon adalah istilah yang digunakan untuk gabungan gejala-gejala di atas. peningkatan kadar molekul adhesi. Merokok merupakan faktor utama onset dan progresifitas penyakit ini. puncak telinga.

Todd. darah. Thromboangiitis obliterans (Buerger’s disease). Dalam: Djuanda Adi. JJ.343(12):864-9 W. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. ed. Rasmussen. Bagaimanapun. Handbook of patient care in vascular disease 4th ed. David. Edisi VII. Ulkus kulit dalam Harahap M (ed.. E. N Engl J Med 2000.200. sistem saraf. Ulkus Kruris. vasoregulasi dimediasi oleh bebrapa struktur dimana yang paling penting adalah pembuluh darah itu sendiri. 2007. C. Sularsito SA. . Jakarta: FKUI press. John. Jakarta: Hipokrates. 280. Hallet. dan sel-sel inflamasi serta substansi substansi lokal yang diproduksi olehnya. Mekanisme yang pasti mengenai terjadinya RP belum sepenuhnya jelas.) Ilmu Penyakit Kulit. Brewster. 2000. 247 Olin JW. DAFTAR PUSTAKA Sudirman U.