You are on page 1of 18

TUGAS

PERENCANAAN PERKERASAN JALAN

PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU ( RIGID )

Dibuat Oleh :

NAMA : MOCHAMAD TAUFIK BACHTIAR
NIM : 13311033
KELAS : KARYAWAN
JURUSAN : TEKNIK SIPIL

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI CIREBON
2016

7 Mutu beton : umur 28 hari dengan kekuatan tekan 400 kg/cm2 .1 16 1 13.4 14 1 18.8 9 1 34.SOAL Rencanakan tebal perkerasan kaku secara lengkap dengan data-data sebagai berikut : 1) Data tanah : Dari nilai pengujian DCP(Dynamic Cone Penetrometer) dengan sudut puncak kerucut 300 dan titik penurunan sebagai berikut : Kedalaman Bacaa Pukulan Penurunan n (n) (mm) 0 0 99 1 1 94.8 17 1 11.3 18 1 8.2 12 1 24.3 2 1 89 3 1 81.2 10 1 30.3 13 1 21.4 7 1 44.3 4 1 72.3 8 1 38.2 11 1 27.7 5 1 63 6 1 53.8 15 1 16.

. 2) Data Lalu Lintas Mobil penumpang= 1640 kendaraan/hari Bus 8 ton = 300 kendaraan/hari Truk 2 As kecil = 650 kendaraan/hari Truk 2 As besar = 780 kendaraan/hari Truk 3 As = 300 kendaraan/hari Truk Gandeng = 50 kendaraan/hari Peran Jalan : tol Type jalan : 6 lajur 2 arah Usia Rencana : 40 tahun Dengan kenaikan lalu lintas (i) = 7% Ketentuan yang belum ditentukan boleh ditentukan sendiri.

Konfigurasi Sumbu b. Faktor Pertumbuhan Lalu Lintas (R) Untuk ( i ≠ 0 ) n (1+i) −1 R = ln (1+ i) (1+0.07) = 206.5 MPa (minimum yang disarankan) 2) Beban Lalu Lintas Rencana a.2 sehingga : fr = 0.PENYELESAIAN 1) Mutu Beton Rencana Akan digunakan beton dengan kuat tekan pada umur 28 hari. sebesar 400 kg/cm2 400 =¿ 39.62 √39.07)40−1 = ln(1+0.543 .62 √ f ' c = 0.9 MPa> 3.2 = 3.2 MPa > 30 MPa (minimum yang disarankan) f’c = 10.

500 0. Jumlah Sumbu Kendaraan Niaga ( JSKN ) JSKN = 365 x JSKNH x R = 365 x 4510 x 206.500 3 lajur 0.475 4 lajur .000 2 lajur 0.400 Untuk perencanaan jalan 6 lajur 2 arah maka dari tabel diatas didapat nilai Cd = 0.c. 0.400 e. Koefisien Distribusi Kendaraan Niaga pada Lajur Rencana ( Cd ) Kendaraan Jumlah Niaga Lajur 1 2 arah arah 1 lajur 1.450 5 lajur . Jumlah Repetisi Beban Keterangan Tabel Hitungan : Kolom 1) = Konfigurasi Sumbu yang diurutkan berdasarkan urutan beban sumbu mulai dari yang terkecil Kolom 2) = Beban Sumbu yang diurutkan mulai yang terkecil . 0.425 6 lajur .5 buah d.000 1.543 = 340000759. 0.700 0.

325- 1. Mengubah nilai DCP menjadi CBR Dari nilai pengujian DCP (Dynamic Cone Penetrometer) dengan sudut puncak kerucut 300 Keterangan Tabel Hitungan : Kolom 1) = Bacaan pukulan ke-x Kolom 2) = Jumlah pukulan yang dijatuhkan Kolom 3) = Bacaan kedalaman akibat pukulan ke-x Kolom 4) = Selisih antara besar penurunan akibat pukulan Kolom 5) = pembagian kolom 4) dengan kolom 2) Kolom 6) = Nilai CBR dengan rumus 10^(1.125*(LOG(D)) . Kolom 3) = Presentase Konfigurasi Sumbu dengan rumus Jumlah Kendaraan dibagi dengan Jumlah Total Sumbu dikali 100% Kolom 4) = Jumlah Repetisi dengan rumus JSKN x % konfigurasi sumbu x Cd 3) Kekuatan Tanah Dasar a.

3 adalah 18 . Menghitung Presentase CBR Keterangan Tabel Hitungan : Kolom 1) = Nilai CBR yang diurutkan mulai yang terkecil hingga terbesar Kolom 2) = Jumlah nilai yang sama atau lebih besar dari nilai CBR yang dicari Kolom 3) = Kolom 2) dibagi dengan jumlah nilai CBR dikali 100% Langkah : Setelah mengurutkan nilai CBR mulai yang terendah sampai yang tertinggi.b. hitung jumlah nilai CBR yang sama atau lebih besar Misal nilai CBR 2 : Hitung nilai yang sama dengan 2 =5 Hitung nilai yang lebih besar dari 2 = 13 Jadi jumlah yang sama atau lebih besar dari 2.

Sehingga didapat nilai CBR 2.4 % d.c. tarik garis horisontal ke sampipng kanan dari 90% memotong garis kurva kemudian tarik garis vertikal ke bawah menuju nilai CBR. Menentukan Modulus Reaksi Tanah Dasar (k) . Mencari Nilai CBR pada Presentase 90% Langkah : Setelah membuat kurva hubungan antara presentase CBR dengan nilai CBR.

2 Jalan Arteri 1. Faktor Keamanan Faktor Peranan Jalan Keamanan Jalan Tol 1.4 % ditarik garis horisontal sampai memotong kurva pada grafik di atas. Langkah : Dari nilai CBR 2.1 JalanKolektor/L okal 1 . Kemudian dari titik perpotongan tadi ditarik garis vertikal ke bawah sehingga didapat nilai modulus reaksi tanah dasar (k) sebesar 22 kPa/mm 4) Kekuatan Pelat Beton a.

Titik perpotongan tersebut ditarik garis horisontal ke kiri menuju sumbu vertikal untuk Tegangan (MPa) sehingga didapat besar tegangan yang terjadi. . sampai jumlah nilai presentase fatigue kurang dari 100%.9 MPa.Selanjutnya menghitung perbandingan tegangan yang terjadi dengan cara membagi nilai Tegangan yang Terjadi (MPa) dengan nilai fr = 3.Memperkirakan tebal pelat beton yaitu lebih dari tebal minimum yang disyaratkan (> 150 mm).Untuk langkahnya sama seperti diatas. . Untuk perencanaan jalan tol maka Faktor Keamanan diambil (FK) =1. .Menghitung presentase fatigue apabila jumlah presentasenya lebih dari 100% maka perhitungan harus diulang dengan tebal pelat yang lebih besar dari rencana awal. . . .Pada sumbu horisontal untuk Beban Sumbu (ton) diplotkan besar nilainya sejajar dengan kurva yang ada kemudian berhenti sampai nilai CBR 2.Mencari nilai tegangan yang terjadi dengan bantuan grafik pada Lampiran Perkerasan. .4 %. .Penentuan grafik disesuaikan dengan koefisien sumbunya.Diteruskan dengan menarik garis vertikal ke atas sampai memotong kurva Tebal Pelat Rencana. Apakah STRT. .Menentukan jumlah Repetisi Beban yang diijinkan pada tabel Perbandingan Tegangan dan Jumlah Beban yang Diijinkan .Data yang diketahui adalah beban sumbu yang telah dikalikan dengan Faktor Keamanan dan Nilai CBR.Langkah yang sama digunakan untuk mencari beban sumbu selanjutnya. Mencari nilai Tegangan yang terjadi dengan grafik Langkah : .2 b. STRG atau SGRG. . Tabel Perbandingan Tegangan dan Jumlah Pengulangan Beban yang Diijinkan .

.50 jumlah pengulangan beban adalah tidak terhingga Perhitungan dicoba menggunakan tebal pelat = 220 mm.1) Tegangan akibat beban dibagi dengan kuat lentur tarik (modulus of Rupture) 2) Untuk perbandingan tegangan ≤ 0.

.

.

ternyata jumlah fatigue 5879 > 100 %. maka perhitungan harus diulang kembali dengan tebal pelat 240 mm. .diperoleh data sebagai berikut Dengan tebal pelat = 220 mm.

.

.

diperoleh data sebagai berikut .Perhitungan selanjutnya dicoba menggunakan tebal pelat = 240 mm.

.36 .8 195.14 1. - SGRG 11 13.44 .2 195.98 1. Beban Beban Repetisi Tegangan Jumlah Repetisi Presentase Koefisien Perbandingan Sumbu Rencana Beban yang Terjadi Beban yang Fatigue Sumbu Tegangan (Ton) FK = 1. maka dipakai tebal pelat minimal yang digunakan adalah = 24 cm.98 1.09 1. - SGRG 9 10.52 0.14 1.39 . - STRT 7 8.44 1.39 .6 90.2 90.8 15. - STRG 5 6.8 15.0 15.36 . - STRT 4 4.40 0.52 0.40 0.8 15. - Jumlah 0 Dengan tebal pelat = 240 mm. - STRT 6 7.2 90.36 . - SGRG 9 10.40 0.36 .09 1.09 1.44 .2 (105) (MPa) diijinkan (%) 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) STRT 3 3. - SGRG 8 9. - SGRG 9 10.6 90.36 . .09 1.6 90.4 235.44 .40 0.2 235.36 .40 0. . - SGRG 8 9.70 0. .40 0. - STRT 6 7. . - STRG 6 7. . ternyata jumlah fatigue 0%. .44 1.36 .44 .40 0.