You are on page 1of 41

TUGAS 1

INSTALASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR
(PLTA)
DI PLTA SUTAMI (KARANGKATES)

Oleh

Nama : Ilham Ilahiya
No. DP : 1370021048
Jurusan : Teknik Elektro

FAKULTAS TEKHNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS KRISNADWIPAYANA
2016

2

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI............................................................................................................ii
BAB I.......................................................................................................................1
PENDAHULUAN...................................................................................................1
1.1 Latar Belakang Masalah............................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................4
1.3 Tujuan Penulisan.......................................................................................4
1.4 Manfaat Penulisan....................................................................................4
1.5 Batasan masalah.......................................................................................4
BAB II......................................................................................................................5
TINJAUAN PUSTAKA...........................................................................................5
2.1 Tinjauan Pustaka Tentang PLTA...............................................................5
2.1.1 Sejarah PLTA.....................................................................................5
2.1.2 Komponen PLTA................................................................................8
2.1.3 Jenis-jenis PLTA..............................................................................15
2.1.3.1 PLTA Berdasarkan Tinggi Terjun.................................................15
2.1.3.2 PLTA Berdasarkan Aliran Sungai.................................................15
2.1.3.3 Parameter Operasi PLTA..............................................................17
BAB III..................................................................................................................23
PEMBAHASAN....................................................................................................23
3.1 Daerah Wilayah Studi..............................................................................23
3.1.1 Profil Daerah Umum (Profil Kota)..................................................23
3.1.2 Kondisi Umum Bendungan Sutami.................................................24
3.2 Analisis Pengelolaan Sumber Daya Air Menjadi Tenaga Listrik (PLTA)
Bendung Sutami.................................................................................................28
3.3 Flow Chart Pengolahan Energi Potensial Air Menjadi Energi Listrik....31
3.4 Analisis Permasalahan Terhadap Pengendalian Debit Maksimum Atau
Minimum Pada Bendungan - PLTA Sutami.......................................................32
3.5 Grafik Hubungan Curah Hujan dan Debit Inflow Rerata Tahunan Musim
Hujan Pada Sub Das Sutami...............................................................................35
BAB IV..................................................................................................................36

2

PENUTUP..............................................................................................................36
4.1 Kesimpulan..............................................................................................36
4.2 Saran........................................................................................................36
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................37

3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Keberadaan listrik merupakan hal yang sangat essensial bagi kehidupan
manusia karena hampir semua kegiatan manusia tidak terlepas dari kebutuhan
terhadap listrik mulai dari kalangan perumahan biasa sampai kepada kalangan
perindustrian, kebutuhan yang besar tehadap listrik inilah kemudian melahirkan
Industri pembangkitan listrik. Begitu juga yang terjadi di Indonesia kebutuhan
terhadap energi listrik sangat besar, bahkan setelah pulih dari krisis moneter 1998
kebutuhan enegri listrik di Indonesia mengalami trend peningkatan, menurut data
pada tahun 1995 – 2000 konsumsi listrik di Indonesia mengalami peningkatan
sebesar 2,9 % pertahun, sedangkan pada tahun 2000 – 2004 konsumsi energi
listrik juga mengalami peningkatan signifikan yaitu sebesar 5,2% per tahunnya.
Grafik perkembangannya dapat dilihat pada grafik 1.

Grafik 1. Kebutuhan dan Produksi Energi Di Indonesia

Listrik diproduksi di pembangkit dengan cara mengubah energi mekanis
menjadi energi listrik dengan menggunakan generator yang bekerja berdasarkan
prinsip medan magnet dan penghantar listrik. Mesin diaktifkan dengan

1

Mula . Dalam PLTA. Adapun berdasarkan kemampuan prime mover maka pembangkit tenaga listrik dibedakan menjadi dua hal yakni energi listrik untuk diperbaharui kembali (renewable source) atau tidak dapat diperbaharui kembali (non renewable source).menggunakan berbagai sumber energi sebagai penggerak mulanya (prime mover) untuk memutar turbin sehingga dapat menggerakan generator dan menghasilkan energi listrik. Gambar 1. yaitu sejumlah air yang terletak pada ketinggian tertentu diubah menjadi tenaga mekanik dalam turbin air.mula potensi tenaga air dikonversikan menjadi tenaga mekanik dalam turbin air. Kemudian turbin air memutar generator yang membangkitkan tenaga listrik. Selanjutnya salah satu contoh energi listrik yang dapat diperbaharui kembali (renewable source) adalah PLTA karena memanfaatkan sumber daya air dalam proses penjanaan tenaganya dan keberadaan air termasuk jenis sumber daya yang dapat diperbaharui. potensi tenaga air dikonversikan menjadi tenaga listrik. Gambar 1 menggambarkan secara skematis bagaimana potensi tenaga air.1 Proses Konversi Energi dalam Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) 2 .

Ketentuan teknis mengenai bendungan besar yang dimanfaatkan untuk PLTA diatur oleh International commission on large Dams (ICOLD). dapat dijadikan sebagai dasar tindakan pengaturan efisiensi penggunaan air maupun 3 . Gambar1. merupakan suatu keharusan untuk dimiliki.2 Instalasi Tenaga Air PLTA Bila Dilihat dari Atas Bendungan menjadi salah satu komponen penting dalam PLTA. beserta besar air yang tersedia dalam bendungan atau dam dan perhitungan besar air yang akan dialirkan melalui pintu saluran air untuk menggerakkan turbin sebagai penggerak sumber listrik tersebut. Pada operasi PLTA tersebut. sehingga dalam operasi PLTA tersebut. dengan demikian kontrol terhadap air yang masuk maupun yang didistribusikan ke pintu saluran air untuk menggerakkan turbin harus dilakukan dengan baik. PLTA dapat beroperasi sesuai dengan perancangan sebelumnya. Bendungan merupakan tempat mengumpulkan energi air sebelum dialirkan ke turbin. perhitungan keadaan air yang masuk pada bendungan atau dam tempat penampungan air. apabila mempunyai Daerah Aliran Sungai (DAS) yang potensial sebagai sumber air untuk memenuhi kebutuhan dalam pengoperasian PLTA tersebut.

1. Bagaimana cara pengelolaan air untuk PLTA? 2. Bagaimana cara mengatasi beban puncak air pada bendungan PLTA? 1. Untuk mengetahui cara mengatasi beban puncak air pada bendungan PLTA. 4 .4 Manfaat Penulisan Manfaat penulisan makalah ini adalah 1. Memberikan sumber informasi mengenai pengelolaan air untuk PLTA dan permasalahannya 1. dapat beroperasi sepanjang tahun. walaupun pada musim kemarau panjang. Untuk mengetahui cara pengelolaan air untuk PLTA 2.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam penulisan ini adalah : 1. sehingga PLTA tersebut.pengamanan seluruh sistem.5 Batasan masalah Batasan masalah dalam makalah ini adalah proses penjanaan listrik dari bendungan Sutami hingga pendistribusian kepada masyarakat dan cara penyelesaian atas permasalahan-permasalahan bendungan yang bisa menyebabkan terhambatnya operasi PLTA.3 Tujuan Penulisan Tujuan dari makalah ini adalah 1. 1.

Ketika digunakan untuk membangkitkan energi listrik. pompa dan fungsi lainnya telah ada sejak 300 SM di Yunani.1 Sejarah PLTA Tenaga air telah berkontribusi banyak bagi pembangunan kesejahteraan manusia sejak beberapa puluh abad yang lalu. perputaran turbin menyebabkan perputaran poros rotor pada generator.1 Tinjauan Pustaka Tentang PLTA 2.1. Ketinggian (h) menentukan besarnya energi potensial (EP) pada pusat pembangkit (EP = m x g x h). Laju aliran air adalah volume dari air (m3) yang melalui penampang kanal air per detiknya (q m3/s). Daya teoritis kasar (P kW) yang tersedia dapat ditulis sebagai: 5 . aliran air dan angin merupakan sumber energi mekanik yang dapat digunakan selain energi yang dibangkitkan dari tenaga hewan. Air mengalir melalui kanal (penstock) melewati kincir air atau turbin dimana air akan menabrak sudu- sudu yang menyebabkan kincir air ataupun turbin berputar. Energi yang dibangkitkan dapat digunakan secara langsung. Prancis. disimpan dalam baterai ataupun digunakan untuk memperbaiki kualitas listrik pada jaringan. Sistem tenaga air mengubah energi dari air yang mengalir menjadi energi mekanik dan kemudian biasanya menjadi energi listrik. meskipun peralatan-peralatan tersebut kemungkinan telah digunakan jauh sebelum masa itu. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Perkembangan penggunaan energi dari air yang mengalir kemudian berkembang secara berkelanjutan sebagaimana dicontohkan pada desain tenaga air yang menakjubkan pada tahun 1600-an untuk istana Versailles dibagian luar Paris. Beberapa catatan sejarah mengatakan bahwa penggunaan kincir air untuk pertanian. Pada masa-masa antara jaman tersebut hingga revolusi industri. Jumlah daya listrik yang dapat dibangkitkan pada suatu pusat pembangkit listrik tenaga air tergantung pada ketinggian (h) dimana air jatuh dan laju aliran airnya. Sistem tersebut memiliki kapasitas yang sepadan dengan 56 kW energi listrik.

6 .

Volume air pada reservoir dan ketinggian h yang bersangkutan. salju.000 MW 7 . Di lain pihak. dan aliran air lainnya. Selama musim kering. Jika luas penampang kanal terlalu kecil. ketinggian air pada reservoir dapat berkurang karena jumlah air dalam reservoir lebih sedikit. tergantung dari laju air yang masuk ke dalam reservoir. Fasilitas pembangkit listrik tenaga air harus di desain untuk menyeimbangkan aliran air yang digunakan untuk membangkitkan energi listrik dan jumlah air yang mengisi reservoir melalui sumber alami seperti curahan hujan.1 Pusat Pembangkit Listrik Tenaga Air Pada Umumnya Laju q dimana air jatuh dari ketinggian efektif h tergantung dari besarnya luas penampang kanal. ketinggiannya dapat naik kembali karena air yang masuk dari berbagai aliran air yang mengisi bendungan. Karena turbin dan peralatan elektro-mekanis lainnya memiliki efisiensi yang lebih rendah dari 100% (biasanya 90% hingga 95%). dimana terdapat 678. daya listrik yang dibangkitkan akan lebih kecil dari energi kasar yang tersedia. Gambar 2. Pembangkit listrik tenaga air merupakan aplikasi energi terbaru yang terbesar dan paling matang secara teknologi. daya keluaran akan lebih kecil dari daya optimal karena laju air q dapat lebih besar. Daya yang tersedia ini kemudian akan diubah menggunakan turbin air menjadi daya mekanik. ukuran kanal tidak dapat dibuat besar secara sembarangan karena laju air q yang melalui kanal tergantung dari laju pengisian air pada reservoir air di belakang bendungan. Selama musim hujan.

Di eropa barat. pembangkit listrik tenaga air berkontribusi sebesar 520 TWh listrik pada tahun 1998. Kondisi Pembangkitan Energi Listrik (Sumber PLN 2007) 2. Grafik 2 memperlihatkan pembangkitan energi listrik dari air dunia yang meningkat secara dinamis tiap tahunnya. Pembangkitan energi listrik tenaga air dunia dalam TWh [5] Grafik Pie 1.2 Komponen PLTA 8 . Grafik 2.900 MW merupakan pembangkit skala kecil yang menghasilkan listrik 115 TWh/tahun. masih terdapat ruang untuk pengembangan lebih jauh dimana diperkirakan hanya sekitar 10% dari total potensi air di dunia yang telah digunakan. Dalam hal ini. 27. Di samping pembangkit listrik tenaga air yang berkapasitas besar yang telah ada. yang menghasilkan lebih dari 22% listrik dunia (2564 TWh/tahun pada 1998). Pada sejumlah negara di Afrika dan Amerika Selatan. atau sekitar 19% dari energi listrik di Eropa (sehingga menghindari emisi dari sejumlah 70 juta ton CO2 per tahun-nya). pembangkit listrik tenaga air merupakan sumber listrik yang menghasilkan lebih 90% kebutuhan energi listriknya.kapasitas daya listrik yang terpasang di seluruh dunia.1.

mengatur pemasukan air dan sedimen serta menghindarkan sedimen dasar sungai dan sampah masuk ke intake.6 miliar kubik. 3. Secara garis besar komponen – kompnen PLTA berupa dam. turbin. di tembok pangkal dan merupakan satu kesatuan dengan bangunan pembilas. Penstock 9 . Adapun penjelasan beberapa macam komponen PLTA tersebut disajikan dalam penjelasan berikut ini : 1. Dam Dam berfungsi untuk menampung air dalam jumlah besar karena turbin memerlukan pasokan air yang cukup dan stabil.transmisi dan reservoir air. generator . Intake Intake adalah suatu bangunan pada bendung yang berfungsi sebagai penyadap aliran sungai. Selain itu dam juga berfungsi untuk pengendalian banjir. 2. Terletak di bagian sisi bendung. contoh bendungan Jatiluhur yang berkapasitas 3 miliar kubik air dengan volume efektif sebesar 2.

kerugian pada penstock disebabkan debit air dan tinggi jatuh yang relatif kecil dan ketersediaan material di daerah lokal.Jarak minimum batang pipa dari permukaan penampung air : 10 .d2 . Rumus debit Q=AxV Setelah diketahui A = Q / V maka diperoleh diameter pipa sebesar D = √ 4A π Dalam perencanaan pembangkit ini. direncanakan menggunakan pipa pesat atau penstock terbuat dari pipa beton dibuat lurus untuk mengurangi rugi – rugi pusaran dan rugi gesekan. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan penstock untuk PLTA adalah diameter. Penstock Power House Gambar 2. Rumus penampang saluran A = ¼ π. Dimana semakin kecil diameter maka kecepatan air dalam penstock akan semakin naik untuk debit yang sama. Aliran fluida pada penstock mempengaruhi unjuk kerja sebuah turbin.Penstock adalah saluran dimana air dari resevoir bergerak untuk menuju turbin.2 Penstock Dibawah ini perhitungan dari penampang pipa saluran (penstock) dengan menggunakan pipa beton : . Untuk mengurangi rugi-rugi pusaran air pada sisi masuk penstock maka minimum intake penstok dari permukaan air forebay: .

Turbin Turbin berfungsi untuk mengubah energi potensial menjadi energi mekanik. Turbin memiliki prinsip kerja yakni sebagai berikut gaya jatuh air yang mendorong baling-baling menyebabkan turbin berputar. Hn dalam m dikonversikan ke ft . dengan menggantikan fungsi dorong angin untuk memutar baling-baling digantikan air untuk memutar turbin.6. Pelton.Ketebalan dinding batang pipa adalah : P = V + [ 20% x V ] P∙R t= +0. η−0. P 4. Perencanaan mesin turbin Dari pengukuran diperoleh Hn dalam m dengan Q dalam m3/det digunakan turbin Impuls aliran radial yaitu turbin Crossflow dengan konversi : . Q dalam m3/det dikonversikan ke ft3/det 11 . Turbin air kebanyakan seperti kincir angin. dan lain-lain. Perputaran turbin ini di hubungkan ke generator. Air akan memukul sudu-sudu dari turbin sehingga turbin berputar. 0. Kaplan.15 S .9 s= d . Turbin terdiri dari berbagai jenis seperti turbin Francis. Selanjutnya turbin merubah energi.

3 Jalan Air Pada Turbin Crossflow 12 .Gambar 2.

efisiensi generator adalah sekitar 0. Generator Generator dihubungkan ke turbin dengan bantuan poros dan gearbox. Memanfaatkan perputaran turbin untuk memutar kumparan magnet didalam generator sehingga terjadi pergerakan elektron yang membangkitkan arus AC. Untuk menaikan kecepatan dalam rpm digunakan speed increaser dengan gearing ratio : kecepatan putar generator gearingratio= kapasitas generator Besarnya daya yang dapat dihasilkan setelah memperhitungkan besarnya efisiensi turbin. Gambar 2. efisiensi speed increaser. Generator tersebut merupakan generator yang mempunyai kecepatan putar dalam rpm dengan tegangan keluaran dalam volt.H 13 .9.70 diperoleh : P = η.5.81. cos φ dan frekuensi output dalam Hz.Q.4 Komponen Generator Dalam PLTA Berdasarkan perhitungan dalam perencanaan digunakan generator dengan kapasitas tertentu.

Q: Debit aliran (m3/s) .D2.P : Daya (KW) .π2. Sebelum listrik kita pakai tegangannya di turunkan lagi dengan travo step down.ac. Travo Travo digunakan untuk menaikan tegangan arus bolak balik (AC) agar listrik tidak banyak terbuang saat dialirkan melalui transmisi.B. Transmisi Transmisi berguna untuk mengalirkan listrik dari PLTA ke rumah – rumah atau industri.H : Tinggi jatuh / Head (m) . 7.Arus Generator Sinkron : S I= √ 3 ∙ V ¿ ∙cos φ .Ln x 10-3 Jika jumlah saluran adalah 3 buah dengan panjang masing-masing 10 cm maka panjang bersih inti armatur : Larm = L – 3x10 = 970 mm 6.11 x kω. 14 .η : Efisiensi Generator .Dimensi Utama Generator : S = 1. Keterangan : .

Gambar 2.5 Komponen PLTA Secara Keseluruhan 15 .

1 PLTA Berdasarkan Tinggi Terjun Berdasarkan tinggi terjun terdapat jenis-jenis PLTA seperti: 1. PLTA jenis terusan air (water way) Adalah pusat listrik yang mempunyai tempat ambil air (intake) di hulu sungai dan mengalirkan air ke hilir melalui terusan air dengan kemiringan (gradient) yang agak kecil. Tenaga listrik dibangkitkan dengan cara memanfaatkan tinggi terjun dan kemiringan sungai. pembuatan bendungan ini dimaksudkan untuk menaikkan permukaan air dibagian hulu sungai guna membangkitkan energi potensial yang lebih besar sebagai pembangkit listrik. PLTA Jenis DAM atau Bendungan Adalah pembangkit listrik dengan bendungan yang melintang di sungai. jadi energi potensial yang diperoleh dari bendungan dan terusan. PLTA run off river b. PLTA dapat bagi menjadi dua kategori yaitu: a. PLTA Jenis Terusan dan DAM (campuran) Adalah pusat listrik yang menggunakan gabungan dari dua jenis sebelumnya.2. 2.6 Prinsip Kerja PLTA Run Off River 16 . 3.3. 2. PLTA dengan kolam tando (reservoir) Gambar 2.1.1.1.3.3 Jenis-jenis PLTA 2.2 PLTA Berdasarkan Aliran Sungai Ditinjau dari caranya membendung air.

1. karena kolam tando memerlukan bendungan yang besar dan juga memerlukan daerah genangan yang luas. Dengan adanya penimbunan air terlebih dahulu dalam kolam tando. Hal ini tidak dapat dilakukan pada PLTA run off river. maka pada musin hujan di mana debit air sungai besarnya melebihi kapasitas penyaluran air bangunan air PLTA. jenis ini membangkitkan listrik dengan memanfaatkan aliran sungai itu sendiri secara alamiah. Tetapi PLTA run off river memerlukan biaya pembangunan yang lebih murah dari pada PLTA dengan kolam tando (reservoir). Air sungai ini kemudian disalurkan ke bangunan air PLTA seperti pada Gambar 8. maka dapat dibangun PLTA dengan menggunakan danau tersebut sebagai kolam tando. Gambar 2.3 Parameter Operasi PLTA 17 . Jika ada sungai yang mengalir keluar dari sebuah danau. selisih kekurangan air ini dapat di atasi dengan mengambil air dari timbunan air yang ada dalam kolam tando.3. air sungai dialihkan dengan menggunakan dam yang dibangun memotong aliran sungai. Inilah keuntungan penggunaan kolam tando pada PLTA. Adapun PLTA dengan kolam tando (reservoir). Pada musim kemarau di mana debit air sungai lebih kecil dari pada kapasitas penyaluran air bangunan air PLTA. Banyak dipakai dalam PLTA saluran air atau terusan. 2. Selanjutnya air dari kolam tando dialirkan ke bangunan air PLTA seperti Gambar 9. PLTA run off river. daya yang dapat dibangkitkan tergantung pada debit air sungai. aliran sungai dibendung dengan bendungan besar agar terjadi penimbunan air sehingga terjadi kolam tando.7 Potongan Memanjang Pipa Pesat PLTA Sutami Dengan Kolam Tando Reservoir Pada PLTA run off river. air dapat ditampung dalam kolam tando.

Semakin tinggi intensitas curah hujan dan semakin lama waktu turunnya hujan. sehingga semakin besar volume air yang mengalir ke dalam bendungan atau dam. semakin besar aliran permukaan dan aliran dasar sungai. dengan demikian dapat dihindari kerusakan bangunan bendungan atau dam maupun perangkat keras pendukung lainnya. b. Untuk kebutuhan perhitungan keadaan air baik yang akan masuk maupun yang berada dalam bendungan atau dam. berapa besar volume air yang harus dibuang keluar dari bendungan atau dam melalui pintu pembuangan air. Data hasil pengukuran yang diperoleh pada stasiun pengukuran. sehingga tetap terjadi keseimbangan air dalam bendungan atau dam. Semakin besar aliran permukaan dan aliran dasar. Tinggi permukaan dipengaruhi aliran permukaan dan aliran dasar. baik dalam keadaan musim penghujan maupun musim kemarau panjang. dilakukan pengukuran terhadap parameter yang mempengaruhi keadaan air yang akan masuk maupun yang ada dalam bendungan atau dam. semakin tinggi muka air yang terjadi. ada beberapa parameter yang harus diperhatikan antara lain: a. Pada perhitungan keberadaan air tersebut. Pengukuran tersebut dilakukan pada berbagai stasiun ukur yang tersebar pada DAS dalam bendungan atau dam tersebut. ditransmisikan melalui media komunikasi yang digunakan ke pusat kontrol operasi PLTA untuk diproses sesuai fungsinya dalam sistem kontrol tersebut. disebabkan oleh :  Keberadaan Air  Konstruksi pintu saluran air A. Aliran permukaan ( surface flow) Aliran permukaan dan aliran dasar dipengaruhi intensitas curah hujan dan lama turunnya hujan. diperlukan perhitungan besar volume air yang tersedia dalam bendungan atau dam. Keberadaan Air Untuk dapat mengoptimalkan pengoperasian PLTA. Pada prinsipnya ada beberapa parameter yang mempengaruhi operasi PLTA. Bila terjadi banjir. Aliran dasar (base flow) 18 . guna perhitungan berapa besar debit air yang harus dialirkan melalui pintu air yang dialirkan ke turbin.

Kehilangan air karena keadaan lingkungan Parameter kehilangan air yang disebabkan keadaan lingkungan. Konstruksi Saluran Air Kecepatan gerakan turbin. antara lain : o Vegetasi : semakin rapat tumbuhnya tumbuh-tumbuhan (pohon) dalam DAS. Tinggi muka air d. Selain hal tersebut diatas. semakin besar kehilangan air o Penyinaran Matahari : semakin panas dan semakin lama penyinaran matahari.c. semakin besar tekanan air yang mengalir masuk ke turbin. semakin besar kehilangan air B. semakin besar debit air yang dialirkan. dipengaruhi debit air yang dialirkan beserta konstruksi dan penempatan saluran air yang mengalirkan air tersebut. juga mempengaruhi tekanan air yang dialirkan ke turbin. semakin besar kehilangan air o Industri : semakin banyak industri yang beroperasi dalam DAS. dipengaruhi antara lain : o Suhu udara : semakin tinggi suhu udara. Semakin besar perbedaan sudut antara posisi saluran pintu masuk air dari bendungan atau dam (Q2) dengan posisi saluran pintu air keluar yang mengalirkan air masuk ke turbin (Q1) pada gambar di bawah ini. Semakin lebar diameter dan semakin tinggi pintu saluran air dibuka. dipengaruhi oleh besar tekanan aliran air yang dialirkan ke turbin. dengan demikian perputaran turbin 19 . semakin besar kehilangan air o Kelembaban : semakin kecil kelembaban (humidity) maka semakin besar kehilangan air o Kecepatan angin : semakin cepat kecepatan angin berhembus. Keadaan DAS Parameter keadaan DAS dipengaruhi beberapa parameter. Besar tekanan aliran air yang dialirkan tersebut. rancangan dan peletakan saluran air tersebut. semakin besar kehilangan air e. semakin besar aliran dasar sungai o Penduduk : semakin padat atau ramai penduduk yang bermukim dalam DAS. semakin tinggi tekanan air yang terjadi masuk ke turbin.

9 Block diagram alur data hasil pengukuran. Dari hasil olahan data tersebut. Semakin cepat perputaran turbin. semakin besar listrik yang terjadi. diketahui berapa besar listrik yang dapat dihasilkan dari setiap operasi yang dilakukan. Po1 s/d Pon=pintu-pintu keluar air dari saluran. T = turbin. WD = stasiun ukur pada bendungan / dam. block diagram alur data hasil pengukuran dipaparkan pada gambar di bawah ini: Gambar 2. dalam upaya pengamanan sistem pembangkit listrik tenaga air secara menyeluruh. dipaparkan pada gambar di bawah ini : Gambar 2. L = listrik yang dihasilkan 20 .semakin cepat.8 Bentuk posisi pintu saluran masuk air dan keluar. beserta keputusan apa yang segera diinstruksikan untuk dioperasikan. Bentuk peletakan posisi saluran air yang mengalirkan air ke turbin. Pi1 s/d Pin = pintu-pintu masuk air ke saluran air. dengan Q1 = sudut posisi peletakan pintu keluar air dengan garis horizontal. Q2 = sudut posisi peletakan pintu saluran air masuk dari bendungan/dam dengan garis horizontal Data hasil pengukuran yang ditransmisikan ke pusat kontrol operasi PLTA tersebut diproses sesuai kebutuhan masing-masing data tersebut. berdasarkan besar debit air yang dialirkan melalui pintu saluran air ke turbin. dengan St1 s/d Stn=stasiun ukur pada DAS.

Hoist adalah alat untuk menggerakkan daun pintu air agar dapat dibuka dan ditutup dengan mudah.1 Pengertian Bendungan Bendungan (dam) adalah konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air menjadi bendungan. Seringkali bendungan juga digunakan untuk mengalirkan air ke sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air. 21 . c.2. sedangkan struktur lain seperti pintu air atau tanggul digunakan untuk mengelola atau mencegah aliran air ke dalam daerah tanah yang spesifik. mengatur dan menutup aliran air. Bagian yang penting dari pintu air adalah : a. Pondasi (foundation) Adalah bagian dari bendungan yang berfungsi untuk menjaga kokohnya bendungan.2. 2. danau. Rangka pengatur arah gerakan (guide frame) adalah alur dari baja atau besi yang dipasang masuk ke dalam beton yang digunakan untuk menjaga agar gerakan dari daun pintu sesuai dengan yang direncanakan. Pintu air (gates) Digunakan untuk mengatur.2 Bagian-Bagian Bendungan Bendungan terdiri dari beberapa komponen.2. yaitu : 1. atau tempat rekreasi. d. Daun pintu (gate leaf) adalah bagian dari pintu air yang menahan tekanan air dan dapat digerakkan untuk membuka .2 Tinjauan Tentang Bendungan 2. 2. 3. membuka dan menutup aliran air di saluran baik yang terbuka maupun tertutup. Angker (anchorage) adalah baja atau besi yang ditanam di dalam beton dan digunakan untuk menahan rangka pengatur arah gerakan agar dapat memindahkan muatan dari pintu air ke dalam konstruksi beton. b. Bendungan umumnya memiliki tujuan untuk menahan air. Badan bendungan (body of dams) Adalah tubuh bendungan yang berfungsi sebagai penghalang air. Kekuatan air memberikan listrik yang disimpan dalam pompa air dan ini dimanfaatkan untuk menyediakan listrik bagi jutaan konsumen.

Bangunan peredam energi (energi dissipator) Digunakan untuk menghilangkan atau setidak-tidaknya mengurangi energi air agar tidak merusak tebing. 8. jalan. jembatan. 9. makin besar perbedaan antara permukaan air tertinggi di dalam bendungan dengan permukaan air sungai di sebelah hilir bendungan. chute. flood way). Merupakan alat untuk membuka. Oleh karena itu. kemiringannya terpaksa dibuat besar. menggerakkan kea rah melintang atau memenjang di dalam saluran airnya. Bagian-bagian penting dari bangunan pelimpah : a. hanya dapat menahan tekanan yang lebih tinggi (pipa air. valves) Fungsinya sama dengan pintu air biasa. 7. dengan sendirinya disesuaikan dengan keadaan topografi setempat. 5. maka ukurannya akan sangat panjang dan berakibat bangunan menjadi mahal. Drainage galeri Digunakan sebagai alat pembangkit listrik pada bendungan 22 . Makin tinggi bendungan. Katup (kelep. Apabila kemiringan saluran pengangkut debit air dibuat kecil.4. c. 6. pipa pesat dan terowongan tekan). Saluran pengarah dan pengatur aliran (controle structures) digunakan untuk mengarahkan dan mengatur aliran air agar kecepatan alirannya kecil tetapi debit airnya besar. mengatur dan menutup aliran air dengan cara memutar. Reservoir Digunakan untuk menampung atau menerima limpahan air dari bendungan. Saluran pengangkut debit air (saluran peluncur. Bangunan pelimpah (spill way) adalah bangunan beserta intalasinya untuk mengalirkan air banjir yang masuk ke dalam bendungan agar tidak membahayakan keamanan bendungan. Stilling basin Memiliki fungsi yang sama dengan energi dissipater. discharge carrier. Kanal (canal) Digunakan untuk menampung limpahan air ketika curah hujan tinggi. bangunan dan instalasi lain di sebelah hilir bangunan pelimpah. b.

embankment dams) a. Bendungan untuk membentuk bendungan 2. Bendungan sisi 23 .2. Bendungan untuk menahan air  Berdasarkan konstruksinya : 1. Bendungan utama 4. Bendungan kecil (h < 15 )  Berdasarkan tujuan pembangunan : 1.3 Tipe Bendungan  Berdasarkan ukuran : 1. Bendungan urugan (fill dams. Tujuan serbaguna (multi purpose)  Berdasarkan penggunanya : 1. Urugan batu dengan lapisan kedap air dimuka 2. Bendungan beton  Berdasarkan fungsinya : 1. Bendungan untuk dilewati air 2. Urugan berlapis-lapis c. Bendungan pengelak pendahulu 2. Urugan serbasama b. Tujuan tunggal (single purpose) 2. Bendungan penangkap/pembelok air  Berdasarkan jalan airnya : 1. Bendungan besar (h ≥ 15 ) 2. Bendungan pengelak 3.2.

1 Profil Daerah Umum (Profil Kota) Kabupaten Malang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur.1 Peta Kota Malang Jawa Timur 24 . serta Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri di barat. Malang dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata utama di Jawa Timur. Ibu kotanya saat ini berada di Kota Malang. Kota Batu. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Jombang. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2008. Pusat pemerintahan di Kecamatan Kepanjen. Dampit. Kota Kepanjen ditetapkan sebagai ibu kota Kabupaten Malang yang baru. Kota Kepanjen saat ini sedang berbenah diri agar nantinya layak sebagai ibu kota kabupaten. Kabupaten Lumajang di timur. Sebagian besar wilayahnya merupakan pegunungan yang berhawa sejuk.1 Daerah Wilayah Studi 3. Ibukota kecamatan yang cukup besar di Kabupaten Malang antara lain Lawang. Berikut ini merupakan gambaran (peta) kota Malang : Gambar 3. Indonesia.1. Samudra Hindia di selatan. dan Kepanjen. Pusat pemerintahan sebelumnya berada di Kota Malang. Kabupaten Malang terdiri atas 33 kecamatan. yang dibagi lagi menjadi sejumlah desa dan kelurahan. sejak tahun 2001 memisahkan diri setelah ditetapkan menjadi kota. Kota Batu dahulu bagian dari Kabupaten Malang. Kabupaten Mojokerto. BAB III PEMBAHASAN 3. Singosari. dan Kabupaten Pasuruan di utara.

sekitar 35 kilometer di sebelah selatan Kota Malang atau 16 kilometer arah barat obyek wisata Gunung Kawi.3. Kabupaten Malang. Daerah tersebut terbentang antara 07⁰44’20” hingga 08⁰17’45” Lintang Selatan dan antara 112⁰57’55” Bujur Timur (Sub BRLKT. Jawa Timur. Kecamatan Sumberpucung. wilayah selatan terdapat gugusan Pegunungan Kendeng Selatan.2 Kondisi Umum Bendungan Sutami Bendungan Karangkates atau yang sekarang biasa disebut dengan Bendungan Sutami terletak di Desa Karangkates.1. Sebelah timur terbentang pegunungan Tengger (dengan puncaknya Gunung Bromo) dan pegunungan Semeru (dengan puncaknya gunung Mahameru). karena lokasinya berada di tepi jalan raya Malang-Blitar.093 milyar untuk dijadikan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). 1996). serta di wilayah Utara terdapat gugusan Gunung Arjuno dan Anjasmoro Bendungan yang airnya berasal dari Sungai Brantas ini mulai dibangun oleh pemerintah antara tahun 1975-1977 dengan dana sekitar US$37. DTA Bendungan Sutami dikelilingi gugusan gunung. Batas administrative sebelah timur berbatasan dengan wilayah Kabupaten Lumjang dan Kecamatan Ampelgading dan Donomulyo. di sebelah Barat berbatasan dengan wilayah Kanupaten Blitar dan Kecamatan Kalipare (Kabupaten Malang). Untuk dapat mencapai Bendungan Karangkates relatif mudah (menggunakan kendaraan umum). Amprong. sedangkan secara geografis. di bagian barat terbentang gugusan Gunung Kawi dan Butak. Berikut merupakan gambaran DAS Brantas 25 . Daerah tangkapan air (DTA) Bendungan sutami merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.97 juta atau Rp. Sumber Brantas. Lesti dan Metro. Secara geografis terdiri atas Sub- sub DAS : Bango.10.

Air bendungannya hanya berasal dari Sungai Brantas yang semakin hari bertambah keruh dan kotor karena polusi. oksigen yang menipis itu merupakan dampak dari polusi limbah 26 .3 Tampak Atas Bendungan Sutami Bendungan dan bendungan Karangkates yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta I (PJT I) yang berkedudukan di Kota Malang ini mempunyai luas keseluruhan sekitar 6 hektar. Gambar 3.2 Lokasi Bendung Sutami di DAS Brantas Gambar 3. Menurut Ir Tjoek Walujo Subijanto (Direktur Pengelolaan Sungai Brantas). Hal ini menyebabkan beberapa tahun yang lalu banyak ikan di Bendungan Karangkates mati karena kekurangan oksigen.

Dari susunan organisasi.3 Profil Bendungan Sutami A. PT PJB selain mengelola PLTA juga mengelola Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU). sedangkan harga daya listrik ditetapkan oleh PT PJB. 3.88 MW yang dapat menyediakan energi listrik 1 200 GWh per tahun. Jawa Timur Kontraktor : Nichimen/Sakai/Toshiba Konsultan : Nippon Koei Pengelola : Perum Jasa Tirta I 27 . Informasi Umum Lokasi : Kabupaten Malang. hijaunya pepohonan serta suasananya yang tenang. yang jelas Bendungan Karangkates memiliki tiga turbin dengan kapasitas terpasang 3x35 megawatt (MW) dan mampu memproduksi listrik sekitar 400 juta kwh per tahun. Konon. UP Brantas secara keseluruhan mempunyai 25 unit pembangkit (turbin) dengan daya total sebesar 274. membuat banyak orang tertarik untuk berkunjung ke sana. walau terkadang harus diselingi oleh bau tak sedap dari sampah yang mengapung di bendungan. terutama bagi masyarakat yang berasal dari Malang dan Kediri. PLTA yang dikelola UP Brantas tersebar di tujuh daerah tingkat II wilayah Propinsi Jawa Timur. Selanjutnya lepas dari masalah itu.1. Produksi daya listrik yang dikelola oleh PT PJB untuk memenuhi permintaan konsumen akhir di setengah wilayah Pulau Jawa dan keseluruhan wilayah Propinsi Bali. Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Sutami merupakan dua diantara sebelas unit kegiatan usaha inti dari Unit Pembangkitan (UP) Brantas.cair berbahaya yang berasal dari deterjen dan limbah industri yang merangsang berkembang biaknya tumbuhan algae. UP Brantas berperan sebagai pengoperasi pembangkit untuk menghasilkan energi listrik. Bendungan Karangkates saat ini juga dijadikan sebagai sarana rekreasi dan olahraga. Selain itu. Ditinjau dari penguasaan sumberdaya untuk menghasilkan output (daya listrik) dan sebaran wilayah konsumen akhir. UP Brantas dibawah PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB).

mengurangi debit banjir periode 1000 tahun dari 4200 m3/detik menjadi 1580 m3/detik. Pengembangan perikanan darat dan pariwisata C.5 m Panjang :820 m Volume normal bendungan : 343 juta m3 Gambar 3. Data Teknis Tipe bendungan : Rockfill Tinggi bendungan : 97. memberikan tambahan debit untuk daerah hilir Karangkates 4.4 Bendungan Sutami Gambar 3. mengurangi debit bajir periode 200 tahun dari 3000 m3/detik menjadi 1060 m3/detik. dan mengendalikan bajir periode 10 tahun dari 1540 m3/detik menjadi 350 m3/detik 3.B. Manfaat Adapun manfaat pembangunan Bendungan Sutami adalah sebagai berikut : 1.5 Gardu Pembangkit Listrik Bendungan Sutami 28 . Pengendali banjir. Irigasi. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 2.

3. Setelah air masuk menuju penstock maka air menuju turbin. Selanjutnya main transformer akan mengconverter listrik yang dihasilkan oleh turbin menjadi listrik untuk ditransmisikan. Setelah air masuk maka turbin akan mengubah energi potensial air menjadi energi gerak. Hasil dari turbin akan menggerakkan generator untuk menghasilkan energi listrik. Akan tetapi dalam perencanaan penstock ini juga perlu dilakukan secara cermat karena . Fungsi surge tank berfungsi sebagai pengaman tekanan air yang tiba-tiba naik saat katup pintu intake ditutup. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan penstock untuk PLTA adalah diameter. Adapun fungsi penstock dalam komponen PLTA adalah untuk mengalirkan air yang masuk dari intake menuju turbin.2 Analisis Pengelolaan Sumber Daya Air Menjadi Tenaga Listrik (PLTA) Bendung Sutami Air dari sungai sungai Berantas dengan system PLTA menggunakan kolam tando (reservoir) dimana aliran sungai yang masuk melalui pintu intake yang memiliki katup pengaman sebagai katup pengatur intake akan dibendung sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas bendung yang direncanakan. Adapun proses pengolahan energi potensial air menjadi energi listrik dapat dilihat pada gambar berikut ini : 29 . Semakin kecil diameter maka kecepatan air dalam penstock akan semakin besar untuk debit yang sama. Transmission line berfungsi sebagai penyalur energi listrik ke konsumen. Akan tetapi sebelum masuk ke turbin debit air dikontrol oleh main stop valpe. Aliran fluida pada penstock mempengaruhi unjuk kerja sebuah turbin. Sementara itu juga terdapat surge tank pada komponen PLTA. Selanjutnya untuk pengolahan sebagai PLTA maka air yang sudah ditampung tadi sebagaian akan dimanfaatkan lalu dialirkan ke penstock melalui headrace tunnel.

Air tersebut dialirkan melalui saringan Power Intake 3. 5. kemudian masuk ke Pipa Pesat (Penstock) untuk merubah energi potensial menjadi energi kinetik. Pada ujung pipa pesat dipasang Katup Utama (Main Inlet Valve) untuk mengalirkan air ke turbin. Aliran sungai dengan jumlah debit air yang demikian besar ditampung dalam bendungan yang ditunjang dengan bangunan bendungan . Air yang telah mempunyai tekanan dan kecepatan tinggi (energi kinetik) dirubah menjadi energi mekanik dengan dialirkan melalui sirip-sirip pengarah (sudu tetap) akan mendorong sudu jalan/runner yang terpasang pada turbin . 6.6 Proses Pengolahan Energi Potensial Air Menjadi Energi Listrik 1. Katup utama akan ditutup otomatis apabila terjadi gangguan atau di stop atau dilakukan perbaikan/pemeliharaan turbin. Energi putar yang diterima oleh turbin selanjutnya digunakan untuk menggerakkan generator (7) yang kemudian menghasilkan tenaga listrik. 30 . 4. 2.Gambar 3.

Tegangan tinggi tersebut kemudian diatur/dibagi di Switch Yard 9. 31 . Oleh karena itu. Apabila terjadi banjir maka kelebihan air tersebut akan dibuang melalui pintu pelimpas otomatis (spillway).7. tegangannya masih rendah . tegangan tersebut terlebih dahulu dinaikkan dengan Trafo Utama untuk efisiensi penyaluran energi dari pembangkit ke pusat beban. Tenaga listrik yang dihasilkan oleh generator. 8. Air yang keluar dari turbin melalui Tail Race selanjutnya kembali ke sungai .

3 Flow Chart Pengolahan Energi Potensial Air Menjadi Energi Listrik Mulai Air dari Dam Utama Intake Dam Cadangan Penstock Main Inlet Valve Turbin Generator Transformer Pendistribusian Selesai 32 .3.

Dengan demikian alternative yang dapat diambil untuk penanganan masalah tersebut adalah dengan mengalirkan. Oleh karena itu perlu adanya suatu solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Pumped-storage plant memiliki dua penampungan yaitu:  Bendungan Utama (upper reservoir) seperti dam pada PLTA konvensional. Salah satu cara penanganan 33 . Air yang keluar dari turbin ditampung di lower reservoir sebelum dibuang disungai. Hal ini pernah terjadi seperti pada tahun Mei 2006 di bendungan Sutami mengalami elevasi air tertinggi.3. Permasalahan kekurangan debit inflow di bendungan Sutami selama ini memang tidak sampai menimbulkan kekurangan pasokan listrik namun pada beberapa tahun sebelumnya sempat terjadi krisis listrik sehingga fungsi dan peranan PLTA menjadi terhambat. Pada saat beban puncak air dalam lower reservoir akan di pompa ke upper reservoir sehingga cadangan air pada Bendungan utama tetap stabil. Sedangkan permasalahan yang mungkin muncul ketika musim kemarau adalah terjadi kekurangan debit air yang masuk ke bendungan (inflow) atau kondisi elevasi aktual debit inflow ke bendungan mengalami penurunan.PLTA Sutami Pada musim penghujan biasanya curah hujan terjadi sangat berlimpah.  Bendungan cadangan (lower reservoir). Air dialirkan langsung ke turbin untuk menghasilkan listrik. Air Intake Penstock Turbin Reservoar Pembangkit listrik tenaga air bekerja dengan cara mengalirkan air dari dam ke turbin setelah itu air dibuang. yaitu 272. Saat ini ada teknologi baru yang dikenal dengan pumped-storage plant . Akibatnya dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara air yang masuk (inflow) dengan kapasitas debit yang direncanakan. Dikarenakan kurangannya pasokan air sehingga menyebabkan PLTA tidak dapat beroperasi dengan maksimal.4 Analisis Permasalahan Terhadap Pengendalian Debit Maksimum Atau Minimum Pada Bendungan . Adapun batas terendah PLTA untuk bisa beroperasi dan menghasilkan pembangkit listrik tenaga air adalah 253 (mdpl). Dengan demikian diperlukan suatu langkah khusus untuk mengatasi permasalahan tersebut.5 meter diatas permukaan laut (mdpl).

030 ha yang tersebar di 1.897 unit SPL (Satuan Pengelolaan Lahan).79 juta m3/th (socheh. Penurunan tingkat sedimen kurang lebih sebesar 26%. Selanjutnya penanganan jangka pajang juga dapat dilakukan dengan pengelolaan sumberdaya di daerah tangkapan air bendungan di dam Sutami sebab selama ini terjadinya kekurangan debit inflow di bendungan Sutami salah satunya diakibatkan karena adanya sedimentasi yang cukup tinggi. 3. Luas lahan budidaya intensif (58%) relatif seimbang dengan lahan non-budidaya intensif (42%).permasalahan kekurangan debit inflow ini dapat dilakukan dengan cara teknis dan non teknis. kenaikan tingkat sedimen bendungan Sutami meningkat menjadi tiga kali lipat. yakni dari 1. 2. transportasi dan pengendapan. Sedangkan cara non teknis dapat ditempuh melalui pengadaan pemadaman listrik secara bergilir kepada masyarakat. kopi. Adapun cara teknis dapat dilakukan melalui pembangunan Dam cadangan. Erosi DAS hulu dan pendangkalan bendungan Terdapat tiga proses sedimentasi. Letak dan Kondisi fisik Secara geografis bendungan sutami terletak di bagian hilir bendungan sengguruh yang membendung kali brantas dan kali lesti.08% pasir.79 juta m3/th menjadi 5. Tataguna Lahan. 5.33% 34 . Apabila bendungan sengguruh dalam keadaan tidak beroperasi (penuh sedimen).38 juta m3/th. yaitu tahap produksi.93 juta m3/th menjadi 1. Bendungan sengguruh ini berfungsi melindungi bendungan Sutami dari sedimentasi. apel. Jenis penggunaan lahan yang tergolong dalam non-budidaya intensif dijumpai berbagai tanaman tahunan dan semusim. cokelat. 2002). Erosi dan Hidrologi Luas DTA Bendungan sengguruh-sutami adalah 177. Adapun pengelolaan sumberdaya di daerah tangkapan air bendungan di dam Sutami berdasarkan pada ketentuan berikut ini : 1. yaitu dari 6. dan jeruk) serta terdapat 12 pola tanam yang terdiri dari kombinasi antar tanaman pangan dan tanaman sayuran. Sedimen di bendungan Sutami terdiri atas 54. Pada lahan budidaya intensif terdapat lima jenis tanaman tahunan (tebu.

94639.  Jangka panjang Penanganan jangka panjang diambil dengan mengambil langkah preventif yang bertujuan mencegah erosi dan sedimentasi di kemudian hari. Model kombinasi erosi dan transport sedimen. 4. Kegiatan yang termasuk dalam tindakan jangka menegah adalah pembuatan bangunan fisik penahan sedimen dan pembangunan saluran bypass. dan Kantong pasir. yaitu 1) pengerukan langsung endapan sedimaen di bendungan dan 2) penggelontoran endapan sedimen di bendungan. 12. 3. Penanganan sedimen Penanganan sedimen di kali brantas dirumuskan dalam tiga kelompok menurut dimensi waktu.  Jangka pendek Penanganan jangka pendek ini lebih ditekankan pada pengambilan langkah korektif di lapangan yang hasilnya segera terihat dalam waktu singkat. Pemantauan langsung dari angkutan sedimen pada suatu pos duga air secara kontinyu dan berkala. Terdapat dua bentuk tindakan jangka pendek.  Jangka menengah Penanganan jangka menengah dimaksudkan untuk melakukan langkah korelatif sekaligus preventif. 35 . Penghutanan kembali bertujuan untuk menahan terlepasnya partikel tanah serta menerapkan metode penghijauan yang bersifat melindungi tanah. Tindakan ini meliputi aktifitas penghutanan kembali dan pengendalian erosi. Bangunan fisik fisik penahan sedimen terdiri atas Sabo dam. maka berat jenis sedimen adalah 0. yakni tindakan yang bersifat jangka pendek. Perkiraan erosi permukaan denganmenggunakan formula universal soil loss equation (USLE). Check Dam. menengah dan jangka panjang. 2. Beberapa metode pemantauan kerusakan DAS secara empiris yaitu metode: 1.15% lempung. lempung.

5 Grafik Hubungan Curah Hujan dan Debit Inflow Rerata Tahunan Musim Hujan Pada Sub Das Sutami 36 .3.

200 GWh per tahun.1 Kesimpulan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah pembangkit listrik yang mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk menghasilkan energi listrik. Energi listrik yang dibangkitkan dari ini biasa disebut sebagai hidroelektrik. BAB IV PENUTUP 4. Sedangkan untuk mengatasi debit minimum pada musim kemarau dapat diatasi dengan membangun Dam cadangan dan mengadakan pemadaman bergilir serta untuk penanganan jangka pajang dapat dilakukan dengan pengelolaan sumberdaya didaerah tangkapan air bendungan di dam Sutami. Untuk mengatasi debit puncak dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi baru yang dikenal dengan pumped-storage plant.000 kWh (400juta kWh/tahun) dengan menggunakan tiga turbin. 4. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sutami merupakan dua diantara sebelas unit kegiatan usaha inti dari Unit Pembangkitan (UP) Brantas. Penggunaan air untuk pembangkit listrik juga bisa dikembangkan dengan Pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) dimana prinsip kerjanya hampir sama dengan PLTA yaitu menggunakan air sebagai sumber energi penggerak 37 .2 Saran Penggunaan pembangkit listrik tenaga air harus dikembangkan karena air dimuka bumi masih banyak sehingga dapat menghemat minyak bumi. Untuk PLTA sutami sendiri menghasilkan daya 2 x 35.88 MW yang dapat menyediakan energi listrik 1. UP Brantas secara keseluruhan mempunyai 25 unit pembangkit (turbin) dengan daya total sebesar 274.

id http://www.ecoton.co.php? subaction=showfull&id=1191737150&archive=&start_from=&ucat=5& 38 .wisatanesia.blogspot.com/2010/05/bendungan-karangkates- malang.or.jasatirta1.html#ixzz17sPkDPht http://doctor-iman.html http://www.id/haspem.com/2010/10/cara-kerja-plta. DAFTAR PUSTAKA http://www.