You are on page 1of 7

Macam-Macam Studi Korelasional

1. Studi Hubungan

Studi hubungan biasanya dilakukan dalam usaha mendapatkan pemahaman faktor apa saja atau
variabel yang berhubungan dengan variabel yang kompleks, misalnya seperti hasil belajar
akademik, konsep diri dan motivasi. Variabel yang diketahui tidak mempunyai hubungan dapat
dieliminasi dari perhatian atau pertimbangan yang selanjutnya. Identifikasi variabel yang
berhubungan dapat membantu beberapa tujuan utama. Pertama, studi hubungan dapat
memberikan arah untuk melanjutkan studi kausal-komparatif ataupun eksperimental.

Dalam studi kausal - komparatif dan eksperimental, peneliti juga berkonsentrasi terhadap
pengontrolan variabel selain variabel bebas, yang mungkin saja berhubungan dengan variabel
terikat dan menyingkirkan pengaruhnya agar tidak bercampur dengan pengaruh variabel bebas.
Studi hubungan dapat membantu peneliti mengidentifkasi variabel-variabel seperti itu, yang
berguna untuk mengontrol, dan selanjutnya menyelidiki pengaruh variabel bebas yang
sesungguhnya.

2. Studi Prediksi

Bila variabel mempunyai hubungan yang signifikan, skor pada satu variabel dapat
dipakai untuk memprediksikan skor pada variabel yang lainnya. Sebagai contoh, Peringkat SMA,
dapat dipakai untuk memprediksikan peringkat di perguruan tinggi. Variabel yang mendasar
pembuatan diacu sebagai kriteria. Studi prediksi sering dilakukan guna memudahkan dalam
pengambilan suatu kesimpulan mengenai individu atau membantu dalam pemilihan individu.
Studi prediksi juga dijalankan guna menguji hipotesis teoretis tentang variabel yang dipercaya
menjadi pediktor pad suatu kriteria, dan guna menentukan validitas prediktif dari instrumen
pengukuran individual. Sebagai contoh, hasil studi prediksi digunakan untuk memprediksikan
level keberhasilan yang kemungkinan diperoleh individu pada mata pelajaran tertentu, mislanya
aljabar pada tahun pertama untuk memprediksikan individu mana yang kemungkinan sukses di
perguruan tinggi atau untuk memprediksikan dalam bidang studi mana seseorang individu
mungkin yang paling sukses.

peringkat SMA. 6. akan disajikan secara ringkas sebuah penelitian disertasi yang dilakukan oleh Rusmini dalam Bidang Manajemen Pendidikan pada tahun 2003. b. 7. prediksi kesuksesan di perguruan tinggi umumnya didasarkan pada kombinasi beberapa faktor. Studi prediksi sering dilakukan untuk memudahkan pengambilan kesimpulan mengenai individu atau membantu pemilihan individu. prediksi yang didasarkan pada kombinasi dari beberapa variabel tersebut akan lebih akurat daripada didasarkan hanya pada salah satu darinya. Contoh Penelitian Korelasional Sebagai contoh penelitian Korelasional. keduanya melibatkan penentuan hubungan antara sejumlah variabel yang diidentifikasi dan variabel kompleks (Emzir. dan untuk menentukan validitas prediktif instrumen pengukuran individual. Macam-macam Penelitian Korelasional a. peneliti mencoba mengidentifikasi variabel yang berhubungan dengan variabel terikat dan menyingkirkan pengaruhnya yang tidak akan bercampur dengan variabel bebas. Studi prediksi juga dilakukan untuk menguji hipotesis teorietis menengenai variabel yang dipercaya menjadi prediktor suatu kriteria. Variabel yang menjadi dasar pembuatan prediksi diacu sebagai prediktor. Penelitian Hubungan Penelitian hubungan dilakukan dalam suatu usaha memperoleh pemahaman faktor-faktor atau variabel yang berhubungan dengan variabel yang kompleks. Dengan kata lain. Sebagai contoh. dan variabel yang diprediksikan diacu sebagai kriteria. seperti rangking dalam peringkat kelas. dan skor pada ujian masuk perguruan tinggi. skor pada satu variabel dapat digunakan untuk memprediksi skor pada variabel yang lain. Meskipun terdapat beberapa perbedaan utama antara studi prediksi dengan studi hubungan. Penelitian Prediksi Jika dua variabel mempunyai hubungan yang signifikan. Bila beberapa variabel prediktor masing-masing mempunyai hubungan dengan suatu variabel kriteria. sebagai berikut : .2007:44-46). Variabel yang diketahui tidak berhubungan dapat dieliminasi dari perhatian atau pertimbangan selanjutnya.

Kajian Teoretis Teori-teori yang dikemukakan dalam penelitian ini menyangkut variabel penelitian yang melipputi kualitas pelayanan. Kualitas pelayanan Berdasarkan teori-teori yang dideskripsikan. peneliti menyimpulkan bahwa pengetahuan administrasi akademik adalah "segenap yang diketahui karyawan tentang konsep. dan kemampuan berpikir mekanik. peneliti menyimpulkan bahwa kualitas pelayanan karyawan adalah "keseluruhan hasil kegiatan karyawan yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Apakah terdapat hubungan pengetahuan administrasi akademik dengan kualitas pelayanan karyawan? 2. sesuai dengan pedoman atau peraturan yang telah ditetapkan untuk memenuhi harapan pelanggan dengan indikator kepedulian karyawan dan kepuasan pelanggan" (Rusmini. komunikasi interpersonal. komunikasi interpersoanl. 2004:9). Pengetahuan Administrasi Akademik Berdasarkan teori-teori yang dideskripsikan. Apakah terdapat hubungan komunikasi interpersonal dengan kualitas pelayanan karyawan? 3. Apakah terdapat hubungan kemampuan berpikir mekanik dengan kualitas pelayanan karyawan? 4. Apakah terdapat hubungan pengetahuan administrasi akademik. Survei di Politeknik Kesehatan Jakarta (2003) Masalah Penelitian: 1. pengetahuan administrasi akademik. fakta dan . dan kemampuan berpikir mekanik dengan kualitas pelayanan karyawan? (Rusmini 2004:5).Judul Penelitian : Kualitas Pelayanan Karyawan Administrasi Akademik.

2004:22). komunikasi interpersonal dan kemampuan berpikir mekanik secara bersama-sama dengan kualitas pelayanan (Rusmini. 3. Terdapat hubungan positif antara pengetahuan interpersonal akademik dan kualitas pelayanan. 2. dan perbengkelan" (Rusmini. Hipotesis Penelitian Berdasarkan kajian teoretis dan penyusunan kerangka berpikir tentang asumsi hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat baik secara terpisah maupun secara bersama-sama. maka peneliti mengajukan hipotesis penelitian sebagai berikut. dan pemecahan masalah mekanik" (Rusmini. 1. Terdapat hubungan positif antara komunikasi interpersonal dan kualitas pelayanan. 4. perpustakaan. media pendidikan. Terdapat hubungan positif antara kemampuan berpikir mekanik dengan kualitas pelayanan. kerja sama. laboratorium. 2004:15) Komunikasi Interpersonal Komunikasi interpersonal disimpulkan peneliti berdasarkan teori-teori yang dideskripsikannya sebagai "interaksi antara pemberi dan penerima informasi atau pesan baik menggunakan alat ataupun tanpa bantuan alat yang dapat menunjang kegiatan akademik dengan indikator penyampaian dan penerimaan pesan.prinsip-prinsip kegiatan dalam pelayanan yang berhubungan dengan administrasi akademik yang meliputi bidang pengerjaan. 2004:18). Kemampuan Berpikir Mekanik Kemampuan berpikir mekanik disimpulkan peneliti berdasarkan kajian teoritis sebagai "kesanggupan seseorang dalam menuangkan gagasan yang berkaitan dengan masalah mekanik dengan indikator penyusunan konsep tentang penggunaan alat-alat mekanik. kemahasiswaan. 2004:21). . Terdapat hubungan positif antara pengetahuan administrasi akademik. penerapan prinsip- prinsip fisika mekanik. dan umpan balik" (Rusmini.

2. variabel terikatnya adalah kualitas pelayanan (Y). Rater dipilih secara acak sederhana. Sementara itu. komunikasi Interpersonal (X2). Penelitian ini dilakukan di Politeknik Kesehatan Jakarta II dengan unit analisis karyawan administrasi akademik. dengan cara masing-masing karyawan dinilai oleh 3 orang mahasiswa (rater). terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis berupa uji normalitas dan uji homogenitas.Metodologi Penelitian Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan korelasional. Skor kualitas pelayanan karyawan diperoleh berdasarkan skor rata-rata dari ketiga penilai. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil pengujian hipotesis penelitian. dan kemampuan berpikir mekanik (X3). Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan Januari sampai dengan Juli 2003. Kualitas pelayanan karyawan sebagai variabel terikat didasarkan pada penilaian mahasiswa. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis. maka temuan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara komunikasi interpersonal dan kualitas pelayanan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik regresi sederhana dan jamak. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengetahuan administrasi akademik (X1). . Pengambilan sampel sebanyak 60 karyawan dilakukan secara acak dari populasi karyawan administrasi akademik di Politeknik Kesehatan Jakarta II yang berjumlah 121 orang dengan tingkat pendidikan SMA. korelasi sederhana dan jamak dan korelasi parsial. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dari keempat variabel adalah daftar pernyataan dan pertanyaan. Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara pengetahuan administrasi akademik dan kualitas pelayanan.

sosial. 8. pola saling berhubungan itu sering tidak menentu dan kabur atau kurang jelas. Penelitian korelasional ini juga memungkinkan untuk menyelidiki beberapa variabel yang diselidiki secara intensif dan penelitian ini bisa melakukan analisis prediksi tanpa membutuhkan sampel yang besar. Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara pengetahuan administrasi akademik. 4. karena kurang melakukan pengontrolan terhadap variabel-variabel bebasnya. Dengan demikian. peneliti menyimpulkan bahwa kualitas pelayanan karyawan di OPoliteknik Kesehatan Jakarta II dapat ditingkatkan dengan mengembangkan pengetahuan administrasi akademik. 2004: 30). bila dibandingkan dengan penelitian eksperimental. dan kemampuan berpikir mekanik secara bersama- sama dengan kualitas pelayanan (Rusmini. Sedangkan. penelitian korelasional ini kurang tertib dan ketat. 2004:25-29). penelitian ini bermanfaat untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan bidang pendidikan. yaitu memasukan berbagai data tanpa melakukan pemilihan dan menggunakan setiap interpretasi yang berguna atau bermakna. 3. tidak harus menunjukkan saling hubungan yang bersifat kausal. ekonomi. Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara kemampuan berpikir mekanik dengan kualitas pelayanan. untuk kelemahan penelitian korelasional diantaranya: Hasilnya hanya mengidentifikasi sesuatu sejalan dengan sesuatu. Selanjutnya. sering merangsang penggunanya sebagai semacam short- gun approach. Kelebihan dan Kekurangan Metode Korelasi Penelitian korelasional mempunyai kelebihan antara lain yaitu: Kemampuannya untuk menyelidiki hubungan antara beberapa variabel secara bersama- sama (simultan). komunikasi interpersonal. dan berpikir mekanik (Rusmini. SUMBER: . komunikasi interpersonal. dan penelitian korelasional juga mampu memberikan informasi tentang derajat kekuatan hubungan antara variabel-variabel yang diteliti.

. Rusmini. Jakarta: Program Pascasarjana.Emzir. “Kualitas Pelayanan Karyawan Administrasi Akademik: Survei di Politeknik Kesehatan Jakarta (2003)”. RajaGrafindo Persada. Universitas Negeri Jakarta. Sinopsis Disertasi.Jakarta:PT.2007. ”Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif” .2004.