You are on page 1of 16

PART 3

LIPATAN

Tipe lipatan yang paling sederhana ditunjukkan dalam gambar 16, dimana lapisannya anticline
dan sinklin.

Tipe lipatan yaitu :

1. Overfold
Karakteristik lapisan ini adalah arah lipatan konstan tetapi sudutnya bervariasi. Pada
gambar. 19 sepanjang X-Y lapisan berulang . Garis strike yang tergambar pada batas
lapisan sandstone menunjukkan strike dari utara ke selatan. Garis strike tt′, ss′, vv′
menunjukkan dip mengarah pada sudut 14°10′, sedangkan garis strike lm, no, dan pr
mengarah pada sudut 21°48′.

2.
Recubment Fold
Pada gambar
20.
Perbatasan antara lapisan sandstone dan limestone pada bagian tengah dan tenggara
terjadi pada dua elevasi yaitu pada kedalaman 1050 ft dan 850 ft. Garis strike ab dan cd
di bagian barat peta terletak pada persimpangan yang sama dan mempunyai dip 21°48′
pada perbatasan 1050 ft. Kontinuitas dip ini akan sama sampai perbatasan 850 ft.
Lipatan ini terbentuk di dataran Matterhorn.

3. gg′. ff′ tergambar melintang. Isocline Fold Ciri lipatan adalah bahwa puncak lapisan tidak sama dengan jejak axial plane. Garis strike seperti hh′. ini dapat menunjukkan bahwa umur lapisan sama. seperti sandstone. . Gambar 21 menunjukkan peta Isocline Fold. Jika setiap lapisan mempunyai tipe yang sama. menunjukkan bahwa lapisan mempunyai dip yang seragam.

Plunging Fold .4.

.

garis strike atau stratum contour telah tergambar. Gambar 25 adalah sebuah peta dan bagian dari kelompok plunging fold. Diagram menunjukkan bagian dip terlihat sebagai bagian dari lipatan yang lain. Untuk menunjukkan dengan jelas adanya lipatan. Gambar 22 menunjukkan lipatan plunging ke bagian selatan. tanpa adanya idikasi dari loncatan alami sebuah lipatan. Karakteristik dari lipatan ini adalah singkapan membuka pada kondisi sinklin dan menutup pada kondisi antiklin. .Gambar 23 dan 24 menunjukkan plunging antiklin dan plunging sinklin.

(pada gambar 29 ditunjukkan oleh garis AB). Arah slip atau Pergeseran. yang pergeserannya dapat diobservasi pada salah satu sisi permukaan rekahan. 8. Dalam gambar 29. yaitu sudut BAC dalam gambar 29. fault plane ditunjukkan oleh bidang MNPO. Istilah ini mengacu pada arah gerakan batuan. 3. PART 4 SESAR SESAR mematahkan struktur lapisan batuan. adalah pergeseran secara horizontal. yaitu sudut ACB dalam gambar 29. Pergeseran ini penting untuk diperhitungkan dalam penyelidikan karena menunjukkan terputusnya atau hilangnya lapisan. Heave of Fault. 6. V adalaah vertical throw dan ϴ adalah dip of Fault. DESKRIPSI SESAR 1. A. Dimana S adalah stratigraphical throw. ada 3 macam yaitu : . Bagian yang mana perpindahannya terlihat turun disebut downthrow side dan bagian yang perpindahannya terlihat naik disebut upthrow side. adalah sudut antara fault plane dan bagian vertikal. Fault Plane adalah permukaan yang terjadi sepanjang sesar. Dip of Fault. Vertical throw adalah pergeseran vertikal dari sesar. 4. Hada of Fault. 7. Upthrow dan Downthrow Side. 5. Hanging Wall dan Foot Wall Lapisan batuan yang berada di atas fault plane disebut hanging wall dan yang berada di bawahnya disebut foot wall. Kedua throw ini dihubungkan dengan vormula S = V cosϴ. Pada gambar 29 ditunjukkan oleh garis BC. Pergeseran ini harus dipisahkan dari stratigraphical throw yang mana memisahkan fault bed normal dengan bedding plane (pada gambar 30 ditunjukkan oleh garis XZ). 2. Throw of Fault. adalah sudut antara fault plane dan bagian horizontal.

.

a.b) 2. Sesar normal atau sesar turun yaitu sesar yang menyebabkan salah satu sisi batuan bergeser turun. Gambar 33 menunjukkan ada tiga tipe sesar yang sering ditemukan di lapangan. Strike slip terjadi ketika dua blok batuan dipisahkan oleh sesar yang mana secara keseluruhann pergeserannya horizontal parallel.b) c. Pergeseran Relatif dari Hanging Wall dan Foot Wall ada dua yaitu. Hubungan Dip dan Slip dari Fault Plane dengan Lapisan batuan.a) b. Sesar balik atau sesar naik yaitu sesar yang menyebabkan salah satu sisi batuan bergeser naik. yaitu : . (Gambar 31. (Gambar 31. Oblique slip adalah kombinasi dari strike slp dan dip slip. terjadi sepanjang arah maksimum dip dari fault plane. (Gambar 31. a.a) b. KLASIFIKASI SESAR 1. Dip slip. (Gambar 32.c) B. (Gambar 32.

terjadi jika strike sesar parallel dengan strike lapisan.B) c. Arah pergeseran dari Sesar . terjadi jika strike sesar parallel dengan dip lapisan.A) b.C) 3. Strike Fault. Oblique Fault adalah kombinasi dari dip fault dengan strike fault. (Gambar 33. a. (Gambar 33. (Gambar 33. Dip fault.

.

dimana block batuannya berada di antara sesar yang parallel.A). Sedangkan gambar 34. (ii) Horst. Rift valley di Africa mempunyai panjang 1800 mile dan rata-rata lebarnya 20 mile. (Gambar 35. Arah pergeseran tipe ini adalah kebalikan dari horst.A. (Gambar 36.C menggambarkan kombinasi dari dip slip dan strike slip disebut oblique slip. pergeserannya hampir sama dengan dip fault sehingga digambarkan sebagai dip slip.B menunjukkan pergeseran sepanjang strike. (Gambar 36. . Gambar 34A. Gambar 34.B).B). (iii) Graben atau rift valley. disebut strike slip. 4. sebagai hasil dari dua atau lebih sesar yang parallel yang mana salah satu blok batuannya upthrust. Pada gambar 34. B. Contohnya sesar yang terjadi di South Wales. Struktur ini umumnya terjadi di Vosges. C menunjukkan prinsip direction yang mana pergeseran relative pada fault plane bisa terjadi. yaitu pergeseran yang hampir horizontal. Tipe Pergeseran ada 3 yaitu : (i) Tear Fault.

PENENTUAN VERTICAL THROW PADA DIP FAULT .C.

menunjukkan lapisan sandstone yang terkena dip fault RS dari utara ke selatan. Untuk menemukan throw dari sesar ini.Pada gambar 46. pertama menentukan dip dan strike dari lapisan sandstone dengan menggambar garis strike pada kedalaman yang sama. Jarak antara garis strike adalah 200ft dan interval vertical sekitar 100 ft. Dip di sini sebagai gradient 1 ke .

Metode Strike Anggap garis strike WV yang mana memotong puncak singkapan sandstone di sebelah barat sesar pada garis XX′ dan sebelah timur sesar pada titik Y dan X′. Karena dip adalah 1 ke 2 ke arah selatan. 3. gambar garis strike CD yang berpotongan dengan garis AB. Pilih 2 titik yang mempunyai elevasi yang sama pada permukaan lapisan dan sisi sesar yang lain.2 ke arah selatan. Lapisan pada bagian strike adalah horizontal sehingga puncak sandstone di sebelah barat sesar normal RS berada pada kedalaman 400 ft dan puncak sandstone di sebelah timur sesar berada pada kedalaman 600 ft. Strike sepanjang WV menggambarkan metode ini. Dengan demikian vertical throw adalah perbedaan kedalaman kedua lapisan yaitu sebesar 200 ft. Dari gambar diketahui panjang AB adalah 400ft. Penghitungan Throw pada Strike Fault . c. Metode Kesamaan Kedalaman a. Misalnya titik A dan C pada gambar 46 yang mempunyai elevasi 700ft. Ini menandakan adanya perbedaan kedalaman lapisan sandstone sebesar 200 ft antara 2 sesar. b. Gunakan skala peta dan ukur AB. Titik X′ pada kedalaman 600 ft dan titik Y pada kontur 600 ft. Melalui C. yaitu 1. 2. Dua metode yang digunakan untuk menentukan vertical throw pada dip fault. lapisan akan turun 200 ft sepanjang 400ft horizontal.

Tarik garis kedua titik tersebut. Pilih dua titik pada kedalamana yang sama. Untuk menghitung throw dengan metode kesamaan kedalaman dilakukan dengan langkah . yaitu d′ dan g′.langkah berikut : a. .Gambar 47 menunjukkan lapisan sandstone yang dipisahkan oleh strike fault balik.

d. Ukur jarak horizontal kedua titik tersebut. . c. Dari gambar 47 diketahui jarak d′-g′ adalah 1131 ft. b. Sekarang throw sesar antara d′ dan g′ bisa dihitung dengan 3 cara : (1) d′d″ x tan dari sudut true dip sepanjang d′d″ (2) d′g′ x tan dari sudut apparent dip sepanjang d′g′ (3) d′g′ x tan dari sudut apparent dip pada d′g′. Ukur sudut antara apparent dip dan true dip. Dimana tan dari sudut apparent dip pada d′g′ = tan dari sudut true dip x cos dari sudut antara true dan apparent dip. Diperoleh sudutnya 27°. yaitu sudut antara garis d′g′ dan d′d″. Arah d′g′ adalah arah apparent dip. Gambar d′d″ pada arah dip untuk memotong garis strike g′d″.