You are on page 1of 6

GAMBARAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DI UPT PANTI WERDHA MOJOPAHIT

KABUPATEN MOJOKERTO

(DESCRIPTION OF COGNITIVE FUNCTION IN ELDERLY UPT INSTITUTION IN ELDERLY MOJOPAHIT
DISTRICT MOJOKERTO)

1 1
Heni Maryati , Dwi Surya Bhakti¹, Mumpuni Dwiningtyas

¹ Program Studi D-3 Keperawatan STIKES Pemkab Jombang

ABSTRAK

Orang lanjut usia (lansia) jika usianya > 60 Tahun. Pada lansia mengalami proses penuaan yang
mengakibatkan penurunan fungsi tubuh salah satunya fungsi kognitif. Berdasarkan hasil studi pendahuluan
yang dilakukan oleh peneliti tanggal 9 mei 2013 di UPT Panti Werdha Mojopahit Mojokerto dari 10 orang
lansia yang dilakukan pemeriksaan menggunakan Mini Mental State Exam (MMSE) 7 orang lansia mengalami
penurunan fungsi kognitif. Dari ke 7 orang lansia yang mengalami perubahan fungsi kognitif rata-rata menjadi
mudah lupa sehingga menggangu aktifitas sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
gambaran fungsi kognitif pada lansia di UPT Panti Werdha Mojopahit Kabupaten Mojokerto. Desain penelitian
menggunakan deskriptif dengan variabel fungsi kognitif pada lansia. Populasinya adalah lansia yang tinggal di
UPT Panti Werdha Mojopahit Kabupaten Mojokerto. Sampel berjumlah 30 orang lansia yang sesuai kriteria
inklusi (lansia yang bersedia menjadi responden, kooperatif, tidak mengalami gangguan saraf dan tidak buta
huruf). Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan wawancara
terbimbing menggunakan Mini Mental State Exam (MMSE) dan analisa data dengan Editing, Coding, Skoring
dan Tabulating. Dari hasil penelitian didapatkan data hampir setengahnya 46,7% lansia yang tinggal di UPT
Panti Werdha Mojopahit Kabupaten Mojokerto mengalami perubahan fungsi kognitif berat. Dengan melihat
hasil penelitian tersebut, maka ada beberapa saran yang ingin disampaikan oleh peneliti yaitu bagi petugas
kesehatan di panti perlu adanya upaya untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dengan mengikut
sertakan lansia melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan fungsi kognitif pada lansia seperti
melakukan aktifitas fisik dan melakukan hobi/kegemaran.

Kata Kunci : Lansia, Fungsi Kognitif

ABSTRACT

The elderly (seniors) if age> 60 years. In the elderly experience the aging process resulting in decreased
function of the body of one of the cognitive functions. Based on the results of a preliminary study conducted by
researchers on 9 May 2013 in Mojokerto Mojopahit Elderly Nursing Unit of 10 elderly people were examined
using the Mini Mental State Exam (MMSE) 7 elderly people experiencing cognitive decline. From 7 to elderly
people who experience changes in cognitive function on average be easy to forget that interfere with daily
activities. The purpose of this study is to describe cognitive function in the elderly in Elderly Nursing Unit
Mojopahit Mojokerto regency. Using descriptive research design with variable cognitive function in the elderly.
Elderly population is living in Elderly Nursing Unit Mojopahit Mojokerto regency. Samples were 30 elderly
people who fit the inclusion criteria (elderly respondents were willing, cooperative, not having a nervous
breakdown and not illiterate). Sampling technique using purposive sampling. Method of data collection guided
interviews using the Mini Mental State Exam (MMSE) and data analysis with Editing, Coding, Scoring and
Tabulating From the results, 46.7% of data is almost half of the elderly who live in Elderly Nursing Unit
Mojopahit Mojokerto experience severe changes in cognitive function. By looking at the results, then there are
a few suggestions to be conveyed by the researchers that the health care workers in nursing need for efforts to
improve cognitive function in the elderly by including elderly perform activities that can improve cognitive
function in the elderly such as physical activity and hobby / avocation.

Keywords: Elderly, Cognitive Function

1

demografi responden. hasil pemeriksaan 2 . Mojokerto tentang penurunan kognitif. masa hidup manusia yang terakhir yang pada masa Dari semua uraian diatas tentang ini seseorang mengalami kemunduran terjadinya penurunan kognitif pada lansia. Gangguan mental yang sering ditemui lansia yang tinggal di UPT Panti Werdha Mojopahit pada lansia adalah gangguan depresi dan Kab.13 Tahun catatan. kognitif. Penelitian tentang kemampuan Peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitihan aspek kognitif dan kemampuan memori pada tentang “gambaran fungsi kognitif pada lansia di lansia menunjukkan mereka mempunyai UPT Panti Werda Majapahit Kab. A. Populasi target dalam penelitian ini 4 tempat dan tidak mudah menerima hal/ide baru. Kemampuan individu khususnya lansia Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu untuk menampilkan fungsi kognitif tergantung fungsi kognitif pada lansia. coding. Besar sampel yang digunakan Panti Werdha Mojopahit Mojokerto Ditemukan 7 dalam penelitian ini sebanyak 30 lansia yang sesuai dari 10 orang lansia yang dilakukan pemeriksaan dengan kriteria inklusi 1) Lansia yang kooperatif. PENDAHULUAN Maka dari itu upaya untuk meningkatkan Lanjut usia (lansia) merupakan suatu memori (daya ingat) dapat dilakukan dengan cara anugerah. Umur manusia sebagai tergolong ketrampilan khusus. penyakit alzheimer dan bertujuan untuk mendeskripsikan (memaparkan) 3 malnutrisi. maka fisik/biologis. Teknik Sampling perubahan fungsi kognitif rata-rata menjadi dalam penelitian ini menggunakan teknik mudah lupa sehingga menggangu aktifitas sehari. berdandan dan perubahan pola tidur. kemampuan memori dan kecerdasan yang kurang. Terdapat pula cara atau teknik pelatihan 1998. kerusakan kognitif. Apabila otak pada lansia Dalam penelitian ini pengumpulan data mengalami kerusakan akibat digenerasi/penuaan diperoleh dari hasil wawancara terbimbing dengan maka akan terjadi penurunan fungsi kognitif. ini adalah desain deskriptif yaitu desain yang degenerasi/penuaan. Setelah data terkumpul dilakukan analisis terjadi pada lansia yaitu delirium. dengan segenap yang ditujukan khusus untuk meningkatkan daya keterbatasannya. Menjadi tua. berdasarkan kriteria yang dikehendaki peneliti. purposive sampling yaitu pengambilan sampel hari. Orang dikatakan lansia apabila usianya mencatat sesuatu pada daftar. sosial dan pekerjaan. Pada lansia yang menderita tabulating. Mojokerto”. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN kebutuhan dasar dalam hal makan. Selain itu kegiatan makhluk hidup akan berkurang oleh suatu – kegiatan yang berhubungan dengan spiritual peraturan alam dan semua orang akan mengalami sebaiknya digiatkan agar dapat memberi proses menjadi tua dan merasa tua merupakan ketenangan pada lansia. tes intelegensi tinggal di UPT Panti Werda Majapahit Kab. kalender atau buku lebih dari 60 tahun berdasarkan UU No. Adapun terdapat dengan menggunakan Mini Mental State Exam jenis utama gangguan kognitif yang umumnya (MMSE). kuesioner. adalah semua lansia yang tinggal di UPT Panti Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang Werdha Mojopahit Kabupaten Mojokerto dilakukan oleh peneliti tanggal 9 mei 2013 di UPT sebanyak 45 lansia. pasti akan dialami seseorang bila ingat dan aspek kognitif secara umum yang 1 ia berumur panjang. Dari ke 7 orang lansia yang mengalami 4) Lansia yang tidak buta huruf. Intrumen penelitian yang dipakai yaitu intelektual. mental dan sosial sedikit demi diadakan pemeriksaan fungsi kognitif terhadap 1 sedikit. gangguan kognitif mungkin sepenuhnya menjadi bergantung pada orang lain untuk memenuhi C. beraktifitas di Berikut ini akan ditampilkan karakteristik 5 toilet. diantaranya gangguan orientasi waktu. peristiwa-peristiwa yang terjadi tentang fungsi masalah yang sering dihadapi lansia yang kognitif yang terjadi di UPT Panti Werdha mengalami perubahan mental (gangguan kognitif) Mojopahit Kabupaten Mojokerto. dengan jelas memperlihatkan adanya penurunan Mojokerto yang mengalami penurunan fungsi 2 kecerdasan pada lansia. kognitif). Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi fungsi kognitif umumnya B. Dari faktor-faktor tersebut masalah. 3) Lansia mengalami perubahan mental (gangguan fungsi yang tidak mempunyai gangguan saraf atau otak. scoring dan gangguan amnestik. ruang. dimensia dan data dengan teknik editing. pada fungsi otak. 2) menggunakan Mini Mental State Exam (MMSE) Lansia yang bersedia menjadi responden. Untuk mengetahui seberapa besar lansia yang walaupun mengalami kontroversi. METODE PENELITIAN disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf pusat Desain yang digunakan dalam penelitian yang meliputi gangguan suplai oksigen ke otak.

5%) 0 (0%) 2 (14.3%) yang tidak bersekolah mengalami Data khusus penurunan fungsi kognitif berat yaitu sebanyak 9 Table 4.7%) 10 (33.3%) Jumlah 30 100% Menengah 5 (62. pertimbangan.5%) 12 (85.7%) mengalami perubahan fungsi kognitif Werdha Mojopahit Kabupaten Mojokerto berat yaitu sebanyak 14 orang lansia Table 5.5%) 1 (12.7% Pendidikan Fungsi kognitif Jumlah Dasar 10 33.7% kognitif berat yaitu sebanyak 14 orang lansia.3% Tidak sekolah 0 (0%) 2 (25%) 9 (64. Karakteristik responden berdasarkan fungsi kognitif di orang lansia UPT Panti Werdha Mojopahit Kabupaten Mojokerto pada bulan juni 2013 Pembahasan Fungsi kognitif Jumlah Prosentase (%) Dari hasil penelitian diketahui pada tabel Baik 8 26. pemecahan masalah. serta 3 . Fungsi kognitif responden didapatkan data hampir setengahnya juga merupakan kemampuan atensi.5%) 2 (14.7%) tidak bersekolah yaitu sebanyak 11 orang Berdasarkan tabel 7 dari 30 orang lansia responden didapatkan data sebagian besar (64.6%) 10 (33.3% Baik (%) Ringan (%) Berat (%) N (%) Menengah 7 23.5%) 5 (62.7%) Usia Jumlah Prosentase (%) 75-84 h 2 (25%) 3 (37.3%) 9 (30%) Mojokerto pada bulan juni 2013 Perempuan 4 (50%) 5 (62. mengingat.7%) Tinggi 2 6.3% Jumlah 8 (100%) 8 (100%) 14 (100%) 30 (100%) >85 th 3 10% Jumlah 30 100% Berdasarkan tabel 6 dari 30 orang Berdasarkan tabel 2 dari 30 orang responden didapatkan data sebagian besar responden sebagian besar (56.5%) 5 (62.5%) 4 (28. memori.gambaran fungsi kognitif pada lansia di UPT Panti (46.5%) 1 (7. Karakteristik umum responden berdasarkan jenis kelamin Baik (%) Ringan (%) Berat (%) N (%) kelamin di UPT Panti Werdha Mojopahit Kabupaten Laki-laki 4 (50%) 3 (37.7%) 21 (70%) Jumlah 8 (100%) 8 (100%) 14 (100%) 30 (100%) Jenis kelamin Jumlah Prosentase (%) Laki-laki 9 30% Berdasarkan tabel 5 dari 30 orang Perempuan 21 70% responden didapatkan data sebagian besar Jumlah 30 100% (85.5%) 7 (50%) 17 (56.3%) 3 (10%) 75-84 th 10 33.7% 4 dari 30 orang responden didapatkan data hampir Ringan 8 26.7% setengahnya (46. Karakteristik umum responden berdasarkan pendidikan di UPT Panti Werdha Mojopahit Table 7.7%) Berdasarkan tabel 3 dari 30 orang Jumlah 8 (100%) 8 (100%) 14 (100%) 30 (100%) responden didapatkan data hampir setengahnya (36.3%) 11( 36.7%) berusia antara (62. Berdasarkan tabel 4 dari 30 orang belajar. dan menggunakan bahasa.5%) lansia berusia antara 60-74 tahun 5 orang 60-74 tahun yaitu sebanyak 17 orang lansia lansia fungsi kognitifnya baik dan 5 orang lansia mengalami penurunan fungsi kognitif ringan Table 3. Distribusi Frekuensi Usia Dan Fungsi Kognitif Pada Lansia di UPT Panti Werdha Mojopahit Kabupaten Table 2.7%) mengalami perubahan fungsi Berat 14 46.7%) lansia yang berjenis kelamin perempuan Berdasarkan tabel 1 dari 30 orang mengalami perubahan fungsi kognitif berat yaitu responden sebagian besar (70%) berjenis kelamin sebanyak 12 orang lansia perempuan yaitu sebanyak 21 orang lansia Table 6.5%) 5 (35.7% >85 th 1 (12.7% Dasar 1 (12. Distribusi Frekuensi Pendidikan Dan Fungsi Kognitif Kabupaten Mojokerto pada bulan juni 2013 Pada Lansia di UPT Panti Werdha Mojopahit Kabupaten Mojokerto Pada Bulan Juni 2013 Pendidikan Jumlah Prosentase (%) Tidak sekolah 11 36.1%) 7 (23.3%) Tinggi 2 (25%) 0 (0%) 0 (0%) 2 (6.3%) 60-74 th 17 56. Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Dan Fungsi Kognitif Hasil Penelitian Pada Lansia di UPT Panti Werdha Mojopahit Kabupaten Mojokerto Pada Bulan Juni 2013 Data Umum Jenis fungsi kognitif jumlah Tabel 1 . Jumlah 30 100% Fungsi kognitif merupakan aktivitas mental secara sadar seperti berpikir. Karakteristik umum responden berdasarkan usia di Mojokerto Pada Bulan Juni 2013 UPT Panti Werdha Mojopahit Kabupaten Mojokerto Usia Fungsi kognitif Jumlah pada bulan juni 2013 Baik (%) Ringan (%) Berat ( %) N (%) 60-74 th 5 (62.

Dalam hasil penelitian ini rata-rata pasti peyebab perbedaan penurunan fungsi lansia yang berusia antara 60-74 tahun hanya kognitif antara laki-laki dan perempuan. kognitif. defisiensi vitamin dalam perubahan fungsi kognitif.5%) lansia berusia antara 60-74 tahun 5 fungsi kognitifnya pasti akan menurun. Pada usia mengalami perubahan fungsi kognitif berat yaitu 65-75 tahun didapati kemunduran pada beberapa sebanyak 12 orang lansia. Berdasarkan tabel 6 Jika sistem saraf pada seseorang terganggu maka dari 30 orang responden didapatkan data sebagian secara otomatis ataupun secara tidak langsung besar (62. kepikunan sebesar 1. gangguan metabolik. usia. seperti lansia yang berjenis kelamin perempuan lebih tumor atau trauma dan kekurangan atau kelebihan beresiko mengalami penurunan fungsi kognitif 3 sensori. Di atas usia 80 tahun didapati 7 Jenis kelamin adalah suatu sifat yang kemunduran yang cukup banyak. penyakit Alzheimer. Faktanya mengalami perubahan dalam beberapa berdasarkan penelitian yang dilakukannya Robert kemampuan fungsi kognitif. hereditas. daripada lansia yang berjenis kelamin laki-laki. menyebabkan terjadinya gangguan penurunan Menurut Dr R. Hal ini disebabkan 2009 faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan karena usia merupakan salah satu faktor yang fungsi kognitif salah satunya adalah jenis kelamin. pengumpulan zat 2007 wanita pada usia lanjut lebih beresiko beracun dalam jaringan otak.393 kali atau tiga kali lipat 6 menilai. Kemunduran fungsi kognitif sebelum usia Berdasarkan tabel 5 dari 30 orang 50 tahun adalah abnormal dan patologis. dan melakukan evaluasi. respons yang berlawanan terhadap ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa pengobatan. pendidikan. Maka dari orang lansia fungsi kognitifnya baik dan 5 orang itu pada lansia pasti mengalami proses penuaan lansia mengalami penurunan fungsi kognitif yang berakibat pada penurunan kemampuan ringan. degenerasi yang penurunan fungsi kognitif. Semakin perubahan fungsi kognitif pada lansia diantaranya bertambahnya usia seseorang maka kecepatan jenis kelamin. Perubahan struktur otak.7%) lansia yang berjenis kelamin perempuan orang yang mencapai usia 70-an tahun. toksisitas perempuan dibandingkan laki-laki. dkk berhubungan dengan penuaan. 4 . proses di pusat saraf semakin menurun yang dapat lingkungan dan penyakit penyerta khususnya yang mengakibatkan perubahan penurunan fungsi 7 merusak sistem saraf. mengawasi. dibandingkan laki-laki. maka dari itu tidak melihat bahwa laki-laki lebih beresiko mengalami semua lansia mengalami perubahan fungsi kognitif perubahan fungsi kognitif pada usia lebih dini dari berat. penyakit ginjal kronik.. penyakit hati karena adanya peranan hormon seks endogen kronik. Menurut Rekawati & Japardi Adapun faktor lain yang mempengaruhi menyatakan bahwa perempuan yang sudah perubahan fungsi kognitif pada lansia menurut memasuki usia lanjut mempunyai resiko terjadinya Bandiyah salah satunya adalah tingkat pendidikan. Berdasarkan data di atas secara umum Seperti yang dijabarkan diatas usia faktor yang mempengaruhi fungsi kognitif pada merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang adalah penurunan fungsi sistem saraf. dijadikan dasar untuk mengidentifikasi perbedaan Semakin bertambah usia maka semakin antara laki-laki dan perempuan berdasarkan besar peluang dan semakin berat gangguan fungsi 8 perilaku. abnormalitas Berdasarkan hasil penelitian ini genetic dan gangguan jiwa mayor. Semakin tinggi usia harapan diantaranya faktor predisposisi yang umumnya hidup perempuan maka semakin lama kesempatan merupakan akibat dari gangguan biologis pada lansia perempuan untuk hidup. salah satunya 4 Adapun faktor lain yang mempengaruhi adalah penurunan fungsi kognitif. Pada lansia mengalami proses kognitif pada lansia mengalami penurunan fungsi penuaan yang mengakibatkan perubahan- kognitif ringan ataupun berat. Ada pula faktor penurunan fungsi kognitif berat lebih banyak pencetus terjadinya gangguan fungsi kognitif dialami oleh lansia yang berjenis kelamin meliputi hipoksia. sehingga semakin fungsi sistem saraf pusat diantaranya gangguan besar kemungkinan mengalami gangguan 9 suplai oksigen ke otak. mental dan emosi. kemampuan. (terutama tiamin).O. responden didapatkan data sebagian besar Perubahan fungsi kognitif dialami hampir semua (85.kemampuan eksekutif seperti merencanakan. perubahan fungsi pada lansia. Hasil penelitian dan infeksi. pada perempuan. perubahan fungsi kognitif. Hal ini disebabkan karena Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi usia harapan hidup perempuan lebih lama perubahan fungsi kognitif pada seseorang yakni dibandingkan laki-laki. fungsi tubuh salah satunya adalah sistem saraf Orang dikatakan lansia jika usianya lebih yang dapat berakibat pada kemampuan fungsi dari 60 tahun. malnutrisi. Roberts belum diketahui secara fungsi kognitif. mengalami penurunan fungsi kognitif disebabkan virus imunodefisiensi manusia (HIV). Menurut Yaffe. Menurut Bandiyah kognitif yang dialami lansia.

Noorkasiani.G. Maryam. Tamher. pembahasan fungsi kognitif pada lansia di UPT North America: McGraw-Hill. informasi dan hal-hal baru yang dan melakukan aktifitas fisik yang cukup. Gail. yang dapat meningkatkan fungsi kognitif. Nevid. 2) Bagi Seperti yang dijabarkan diatas tenaga kesehatan di UPT Panti Werdha Mojopahit pendidikan juga mempengaruhi fungsi kognitif Kabupaten Mojokerto perlu adanya pemeriksaan pada lansia. beribadah dan melakukan hobi/kegemaran berat yaitu sebanyak 9 orang lansia.Berdasarkan tabel 7 dari 30 orang responden selalu melakukan kegiatan seperti senam lansia. Stuart. Yogyakarta : Nuha Medika 8. dkk. maka Jiwa Edisi 5. kalender atau buku catatan dan tetap 5 . didapatkan data sebagian besar (64. 2004. Psikologi Abnormal mampu mengasah otaknya untuk menemukan hal. Lanjut Usia dan Keperawatan D. Roger. Saran Peneliti menyarankan : 1) Bagi Responden untuk meningkatkan daya ingat pada lansia diharapkan lansia selalu mencatat sesuatu pada daftar. pengetahuan yang lebih tinggi seseorang akan Jakarta : Salemba Medika 2. lansia. 2003. D. W. lebih sering berpikir ataupun berkreasi dengan Jakarta: EGC bekal ilmu yang dimilikinya dan sebaliknya jika 3. Jakarta : EGC seseorang kurang mampu untuk berpikir dan 4. Mulia. Siti. hal ini 1.com. S . Medika Jurnal Kedokteran Indonesia.jurnalmedika. KESIMPULAN DAN SARAN Gerontik. Social Psycology.3%) yang tidak berkebun. bemain catur berinteraksi dengan orang bersekolah mengalami penurunan fungsi kognitif lain. http://www. S.00 WIB 7. 2007. akan menghambat dan daya ingat pada lansia seperti selalu mencatat perkembangan fungsi kognitif seseorang terhadap sesuatu pada daftar. Kesimpulan Jakarta : Gramedia Pustaka Utama Berdasarkan hasil penelitian dan 9. Tes terjadinya penurunan fungsi kognitif berat pada Penampisan Fungsi Kognitif Pada Pelayanan Kesehatan Primer Di Indonesia. 2008. dkk. Siti. 2003. 2009. lansia semakin besar. Inc Panti Werdha Mojopahit Kabupaten Mojokerto dapat disimpulkan bahwa sebagian fungsi kognitif pada lansia di UPT Panti Werdha Mojopahit Kabupaten Mojokerto Tahun 2013 hampir setengahnya mengalami perubahan fungsi kognitif berat. Diakses tanggal 16 Mei 2013. Bandiyah. 2009. Jam 21. 7 diterima. Jeffry. dan pada akhirnya menjaga kesehatan jasmani dan rohani pada makin banyak pula pengetahuan yang dimilikinya. Myers. Selain itu perlu adanya upaya untuk Dalam hal ini secara tidak langsung dapat meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dengan meningkatkan fungsi kognitif pada seseorang. 2011. kalender atau buku catatan penerimaan. Mengenal Usia Lanjut berkreasi hal ini disebabkan karena rendahnya dan Perawatannya. S. Buku Saku Keperawatan semakin rendah pendidikan seseorang. 3) Bagi peneliti resiko terjadinya gangguan fungsi kognitif dua kali selanjutnya perlu adanya peningkatan dari peneliti lebih besar dibandingkan dengan seseorang yang selanjutnya untuk melakukan penelitian tentang memiliki pendidikan tinggi. Tidak dapat dipungkiri bahwa semakin lebih lanjut pada lansia yang mengalami tinggi pendidikan seseorang semakin mudah pula perubahan fungsi kognitif serta harus tetap mereka menerima informasi. Jakarta : Salemba Medika ilmu yang dimilikinya membuat lansia jarang 5. fungsi kognitif dengan pendidikan sangat berpengaruh. R. Kesehatan Usia disebabkan jika seseorang yang memiliki Lanjut Dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan. Edisi 5 Jilid 2. Dimana jika semakin tinggi DAFTAR PUSTAKA pendidikan seseorang maka dapat meningkatkan kemampuan fungsi kognitif pada lansia. Sex and Gender Edisi 1. Watson. Jakarta : Erlangga hal baru yang dapat mengakibatkan peluang 6. Musdah. Seven Edition. mengikut sertakan lansia melakukan kegiatan- Sebaliknya jika seseorang dengan tingkat kegiatan yang dapat meningkatkan fungsi kognitif pendidikan yang rendah. 2008. Perawatan Pada Lansia. faktor-faktor yang mempengaruhi fungsi kognitif Dapat kita pahami bahwa hubungan pada lansia. Menurut Shadlen menyatakan bahwa beribadah dan menganjurkan lansia untuk seseorang yang berpendidikan rendah mempunyai melakukan hobi/kegemaran.

6 .