You are on page 1of 2

Datang Pasien Hamil

Anamnesa
o Identitas pasien (umur, pekerjaan dll)
o Hamil yang ke berapa? Anak yang ke berapa?
o Ada nyeri menjalar dari pinggang ke ari2? Sejak?
o Ada keinginan untuk meneran atau mules?
o Ada keluar darah campur lendir atau darah dari kemaluan? Ada
bongkahan atau masa? Sejak?
o Ada keluar air-air yang banyak (cairan ketuban)? Jernih? Berbau?
Sejak kapan?
o HPHT? Taksiran Persalinan (TP)?
o Sudah tidak haid berapa lama?
o Sejak kapan dirasakan gerak janin?
o Riwayat hamil muda dan riawayat hamil tua?
o Riwayat ANC? Berapa kali? Ke siapa?
o Riwayat perkawinan yang ke berapa?
o Riwayat penggunaan KB?
o Riwayat obstetric?
Check TTV
Pemeriksaan Fisik (status obstetrikus)
o Abdomen : Leopold, perlimaan dan TFU (sesuaikan usia
keahmilan dan cari taksiran berat janin), DJJ
o Genital :
vulva/uretra tenang atau tidak?
Perdarahan pervaginam ada atau tidak? Sisa bongkahan
janin?
Vaginal Touch
Ada pembukaan atau tidak? Berapa pembukaanya?
Ketuban masih utuh atau tidak? Bila sudah pecah,
sisa ketuban jernih atau tidak? Siapkan kertas lakmus
untuk memastikan apakah benar sisa cairan tsb
ketuban atau tidak. Bila kertas lakmus yang merah
menjadi biru berarti basa (ketuban).
o Ketuban yang sudah pecah lebih dari 1 hari
dapat timbul infeksi
o Bila ketuban pecah, biasanya 1 jam kedepan
akan lahir anak (kala 2). Ketuban akan pecah
sendirinya ketika pembukaan hampir lengkap.
Apabila terjadi sebelum persalinan disebut
ketuban pecah dini (KPD).
Presentasi bagian terendah? Kepala atau Wajah atau
dll? Bila kepala, tentukan lokasi UUK
(oksiput/vertex)nya. Tentukan apakah ada
kemungkinan distosianya tau tidak. Ex: bila
presentasi wajah, sungsang dan penyebab distosia
lainnya.