You are on page 1of 150

ht

tp
://
w
w
w
.b
ps.
go
.id

Edisi 81
Februari 2017

id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Laporan Bulanan
Data Sosial Ekonomi
Februari 2017

ISSN: 2087-930X
Katalog BPS: 9199017
No. Publikasi: 03220.1702

id
Ukuran Buku: 18,2 cm x 25,7 cm
Jumlah Halaman: xx + 128 halaman

o.
Naskah:
Direktorat Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan .g
ps
Direktorat Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan
Direktorat Statistik Distribusi
.b

Direktorat Neraca Produksi
Direktorat Statistik Harga
w

Direktorat Statistik Keuangan, Teknologi Informasi dan Pariwisata
Direktorat Neraca Pengeluaran
w

Direktorat Statistik Ketahanan Sosial
Direktorat Statistik Industri
w

Direktorat Analisis dan Pengembangan Statistik
://

Penyunting:
tp

Subdirektorat Publikasi dan Kompilasi Statistik
ht

Gambar Kulit:
Subdirektorat Publikasi dan Kompilasi Statistik

Dicetak dan Diterbitkan Oleh:
©Badan Pusat Statistik

Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau menggandakan
sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Badan Pusat
Statistik

77 miliar.  PDB triwulan IV-2016 tumbuh sebesar 4. hasil industri pengolahan w US$10.  Nilai impor menurut golongan penggunaan barang Desember 2016 mencakup ht barang konsumsi sebesar US$1.23 miliar.97 persen. w 4.08 miliar. Impor w  Nilai impor Desember 2016 sebesar US$12.94 persen dibanding triwulan IV-2015 (y-on-y) dan mengalami kontraksi sebesar 1. o.b dari produk hasil pertanian US$0.49 persen. naik 0. 3.99 persen jika dibanding ekspor November 2016 dan naik 15.57 persen dibanding ekspor ps Desember 2015. Inflasi Pada Januari 2017 terjadi inflasi sebesar 0. dan barang modal US$2.78 miliar.  Nilai ekspor nonmigas Desember 2016 mencapai US$12.g  Nilai ekspor Desember 2016 sebesar US$13.88 persen :// dibanding impor November 2016 dan naik 5. Ekspor .54 miliar yang terdiri . jumlah penganggur sebanyak 7. bahan baku/penolong US$9. 5.02 persen.  Dalam setahun terakhir (Agustus 2015‒Agustus 2016). jumlah penganggur turun sebanyak 530 ribu orang. Pertumbuhan PDB  Ekonomi Indonesia tahun 2016 tumbuh 5. serta hasil tambang dan lainnya US$2.61 persen.10 miliar. meningkat dibanding pertumbuhan tahun 2015 sebesar 4.97 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2017 terhadap Januari 2016) sebesar 3. naik 1.36 miliar. HEADLINES iii HEADLINES 1.88 persen.82 persen jika dibanding impor tp Desember 2015.31 miliar.03 juta orang dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5. FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . Ketenagakerjaan  Pada Agustus 2016. Tingkat inflasi tahun kalender 2017 sebesar 0.77 persen dibanding id triwulan III-2016 (q-to-q). 2.24 miliar.

terjadi inflasi perdesaan sebesar 0. daging ayam ras naik 3. Indeks Tendensi Bisnis dan Konsumen  Kondisi bisnis triwulan IV-2016 meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.  Upah riil harian buruh tani Desember 2016 turun sebesar 0.222. Upah Buruh  Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Desember 2016 naik masing-masing sebesar 0. id o. Harga Pangan  Rata-rata harga beras Januari 2017 sebesar Rp13. Indeks Harga Produsen w Indeks Harga Produsen (Sektor Pertanian.79 persen dibanding ht bulan sebelumnya. dan w Industri Pengolahan) pada triwulan IV-2016 naik 1. iv HEADLINES 6.89. Namun. naik 0. 8.29 persen dibanding upah riil bulan sebelumnya.35 persen. 10. sedangkan nilai ITB triwulan III-2016 sebesar 107.  Pada Januari 2017.23 persen dan 0.13 persen dibanding upah nominal bulan sebelumnya. Pertambangan dan Penggalian.  NTUP Januari 2017 turun 0. Namun.43 persen dibanding Desember 2016.70.g ps  Harga cabai rawit naik 37. 7. :// b. a. tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan IV-2016. upah riil harian buruh bangunan Desember 2016 turun 0. Nilai Tukar Petani (NTP).34 persen.b 9. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) tp  IHPB Umum Nonmigas Januari 2017 naik sebesar 0. sedangkan cabai merah turun 8. tingkat optimisme pelaku usaha terhadap kondisi bisnis pada triwulan IV-2016 lebih rendah dibandingkan dengan optimisme pada triwulan III-2016. Inflasi Perdesaan dan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP)  NTP Januari 2017 turun 0. .79 persen.55 persen.84 persen dibanding bulan sebelumnya.19 persen dibanding upah riil bulan sebelumnya. .56 persen dibanding Desember 2016. Demikian pula terhadap triwulan IV-2015 (y-on-y) naik 3. Nilai ITB triwulan IV-2016 sebesar 106.00 per kg. Perkiraan nilai ITB EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .  Pada Desember 2017 IHPB Umum naik sebesar 0.77 persen terhadap w triwulan III-2016 (q-to-q).03 persen.  Kondisi bisnis triwulan I-2017 diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.16 persen dari bulan sebelumnya.

dan mengalami kenaikan tp 0.11 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. sedangkan nilai ITK triwulan IV-2016 sebesar 102.46.  Kondisi ekonomi konsumen triwulan I-2017 diperkirakan meningkat dibandingkan triwulan IV-2016.41 juta kunjungan atau naik 10. sedangkan nilai ITB triwulan IV-2016 sebesar 106.29 persen dibandingkan bulan sebelumnya.46.  Jumlah penumpang angkutan udara internasional Desember 2016 naik 24.81.51 persen dari triwulan III-2016 (q-to-q).b 12.  Pertumbuhan produksi industri mikro dan kecil (IMK) triwulan IV-2016 naik . FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . Tingkat optimismenya diperkirakan lebih tinggi dibandingkan triwulan IV-2016.32 poin dibanding TPK November 2015. o.34 persen dari triwulan III-2016 (q-to-q). Transportasi  Jumlah penumpang angkutan udara domestik Desember 2016 naik 16.70.76 persen :// atau turun 0.88 persen dibanding triwulan IV-2015 (y-on-y).  Kondisi ekonomi konsumen triwulan IV-2016 meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Nilai ITK triwulan IV-2016 sebesar 102. HEADLINES v triwulan I-2017 sebesar 105.22. .30.46 persen w dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama w tahun 2015. ht 13.96 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Tingkat optimisme konsumen pada triwulan IV-2016 menurun dibandingkan triwulan III-2016. Perkiraan nilai ITK triwulan I-2017 sebesar 106.98 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.  TPK Hotel Berbintang pada bulan November 2016 mencapai 55. Industri  Pertumbuhan produksi industri pengolahan/manufaktur besar dan sedang id (IBS) triwulan IV-2016 naik 2.06 persen dibanding triwulan IV-2015 (y-on-y).  Jumlah penumpang kereta api Desember 2016 naik 8. dan mengalami penurunan 0.g 4. dan mengalami kenaikan ps 0.37 poin dibandingkan TPK Oktober 2016.  Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Desember 2016 naik 15. sementara triwulan III-2016 sebesar 108. Pariwisata  Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman selama Januari‒ w November 2016 mencapai 10. 11.

b. vi HEADLINES 14.  Rupiah terapresiasi 2. 15.  Gula pasir: Produsen  Distributor  Pedagang Grosir  Pedagang :// Eceran  Konsumen Akhir. ht  Persentase penjualan beras pada pola utama distribusi perdagangan tahun 2016 lebih kecil dibandingkan tahun 2015.  Potensi pola terpanjang distribusi perdagangan beras.06 persen terhadap yen Jepang. Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK)  Pembangunan TIK di Indonesia mengalami peningkatan sejak tahun 2012 hingga tahun 2015.  Rupiah terapresiasi 5.14 persen terhadap dolar Australia.74 persen terhadap dolar Amerika.397 dan Gini Ratio September 2015 yang sebesar 0. yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0.38 persen terhadap euro.394. menurun 0. minyak goreng di Provinsi Bengkulu.24. gula pasir dan telur ayam ras terjadi di Provinsi DKI Jakarta. Angka ini menurun jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2016 yang sebesar 0.76 juta orang (10. w  Minyak goreng: Produsen  Distributor  Pedagang Eceran  w Konsumen Akhir. minyak goreng. tp  Telur ayam ras: Produsen  Distributor  Pedagang Eceran  Konsumen Akhir. IP-TIK Indonesia tahun 2012 sebesar 4. 17.  Rupiah terapresiasi 4.g ps 16. a.b  Pola utama distribusi perdagangan di Indonesia untuk komoditas: w  Beras: Produsen  Distributor  Agen  Pedagang Eceran  Konsumen Akhir. gula pasir di Provinsi Jambi.86 persen). tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia o. Ketimpangan Pengeluaran September 2016 id Pada September 2016. Perdagangan Komoditas Strategis 2016 .01 juta orang (10. tahun 2013 EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . Kemiskinan September 2016 Jumlah penduduk miskin pada September 2016 sebanyak 27.402. Perkembangan Nilai Tukar Eceran Rupiah Desember 2016  Rupiah terapresiasi 0.70 persen). .25 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2016 yang sebesar 28. Sedangkan potensi pola terpendek distribusi perdagangan beras dan telur ayam ras terjadi di Provinsi Aceh.

83 pada skala 0–10. dan pada tahun 2015 sebesar 4.  Pada tahun 2012–2015.50.59. id o. tahun 2014 sebesar 4.b w w w :// tp ht FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . diikuti subindeks akses dan infrastruktur TIK. . subindeks penyusun IP-TIK Indonesia yang memiliki nilai tertinggi adalah subindeks keahlian TIK.g ps . HEADLINES vii sebesar 4. dan yang terendah adalah subindeks penggunaan TIK.

.b w w w :// tp ht EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .viii HEADLINES id o.g ps .

Agustus 2016). triwulan IV-2016).b indeks produksi industri (s.d. Januari 2017). Desember 2016).go. triwulan IV-2016) ps dan harga perdagangan besar (s. ht Apabila masih diperlukan data yang lebih luas dan spesifik untuk sektor tertentu. tahunan) oleh jajaran BPS di seluruh Indonesia. Januari 2017). 7 Februari 2017 Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia Dr. KATA PENGANTAR ix KATA PENGANTAR Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi ini diterbitkan setiap awal bulan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). pertumbuhan ekonomi (s. triwulan IV-2016).d. perkembangan triwulanan o.id. Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Edisi Februari 2017 ini mencakup antara lain: id perkembangan bulanan inflasi (s. Desember 2016).d. :// Lebih lanjut. w transportasi (s. ekspor-impor (s. nilai tukar eceran rupiah Desember 2016.d. perkembangan triwulanan indeks tendensi bisnis dan konsumen (s. Desember 2016). keseluruhan data yang disajikan dalam publikasi ini merupakan statistik tp resmi (official statistics) yang menjadi rujukan resmi bagi berbagai pihak yang berkepentingan.g ketenagakerjaan (s.d.d.d. Buku ini dimaksudkan untuk melengkapi bahan penyusunan kebijakan dan evaluasi kemajuan yang dicapai baik di bidang sosial maupun di bidang ekonomi. nilai tukar petani dan harga pangan (s. upah buruh (s. data kemiskinan (September 2016). Januari 2017). dipersilahkan melihat publikasi BPS lainnya atau melalui website BPS: http://www. yang merupakan hasil pendataan langsung dan hasil kompilasi produk administrasi pemerintah yang dilakukan secara teratur (bulanan. harga produsen (s. Jakarta. Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP- w TIK) Tahun 2012–2015. pariwisata (s. triwulanan. November 2016). Data dan informasi yang dimuat tetap mengikuti perkembangan data terbaru yang dihimpun dan dirilis BPS.bps.d. . triwulan IV-2016).d.d.d. Suhariyanto FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . serta Perdagangan Komoditas Strategis 2016.d. perkembangan triwulanan . tingkat w ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia September 2016.

x KATA PENGANTAR id o. .b w w w :// tp ht EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .g ps .

........................................................ 31 V........................ 1 I................................... 2012–2015......................................... 80 ht XII............... SUPLEMEN: METODOLOGI .................................................................g KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2016 ..................................................................... NILAI TUKAR PETANI........................... 26 o... iii KATA PENGANTAR ...................... ........................................................................ INFLASI JANUARI 2017 .................................... xii DAFTAR GRAFIK .............................................................................................................. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR ECERAN RUPIAH DESEMBER 2016 .................................. 44 VII... 116 FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . xvii FOKUS PERHATIAN ................................................ HARGA PANGAN JANUARI 2017 .. PERDAGANGAN KOMODITAS STRATEGIS 2016 ............ KEMISKINAN SEPTEMBER 2016 .... 97 XVI................... 61 :// X............................... 38 ps VI............ PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2016 ........................................................................................ IV............................................................................................................ INDEKS HARGA PRODUSEN TRIWULAN IV–2016 DAN INDEKS HARGA w PERDAGANGAN BESAR JANUARI 2017 .............. EKSPOR DESEMBER 2016 ................. 53 w IX............................................................................................................................................................................ 46 w VIII............................... TRANSPORTASI NASIONAL DESEMBER 2016 .... IMPOR DESEMBER 2016 ............ 9 II.............. INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV-2016 ......................................... xi DAFTAR TABEL ............................ PARIWISATA NOVEMBER 2016 ..... ix DAFTAR ISI ................................................................ PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV- 2016 ........................................................................................................ INDEKS PEMBANGUNAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (IP-TIK)........................ 107 XVII...................... INFLASI PERDESAAN DAN NILAI TUKAR USAHA ............................................ 89 XIV...................................... UPAH BURUH DESEMBER 2016 .... DAFTAR ISI xi DAFTAR ISI HEADLINES ........ 85 XIII..................... 92 XV...............b RUMAH TANGGA PERTANIAN JANUARI 2017 .................................... 72 tp XI..................................... 110 XVIII............................................ 14 id III..............

..........................6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial w Triwulan IV-2016 (persen) ................ 20 w Tabel 2.................... 11 Tabel 1.........11 PDB Per Kapita Indonesia Tahun 2011–2016 ............... 11 Tabel 1.............. 22 w Tabel 2................................................................................ 17 Tabel 2................................1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) ........................................ dan Andil Inflasi Januari 2017 Menurut Komponen Perubahan Harga (2012=100) ............... 27 Tabel 3.............................. Tingkat Inflasi.....3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran (persen) .5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) . 16 o.................... 28 EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 ..............................7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2014–2016 (persen) ...................... xii DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL Tabel 1.......................... 24 Tabel 2........8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2010 Menurut Lapangan :// Usaha Tahun 2014–2016 (triliun rupiah) .............. November–Desember 2016 (persen) ........................1 Indeks Harga Konsumen dan Tingkat Inflasi Gabungan 82 Kota Januari 2017 Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100) ....... 23 tp Tabel 2................5 Tingkat Inflasi Beberapa Negara....... Tabel 2.............9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Pengeluaran Tahun ht 2014–2016 (persen) ............................................ 13 id Tabel 2.............2 Perkembangan Nilai FOB Ekspor Indonesia (juta US$) Triwulanan 2015–2016 ......... 19 ................3 Tingkat Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender (persen) ............................1 Nilai FOB (juta US$) Ekspor Indonesia dan Persentase Perubahannya (∆%) .........................2 Indeks Harga Konsumen............2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha ....... 25 Tabel 3.............10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2010 Menurut Pengeluaran Tahun 2014–2016 (triliun rupiah) .....................................b Tabel 2.......... 12 Tabel 1.......................................................... 24 Tabel 2........................ 15 Tabel 2..........................4 Tingkat Inflasi Nasional Tahun ke Tahun (persen) ...............................4 ........... 18 ps Tabel 2........... 28 Tabel 3......................................................................................g Produk Domestik Bruto Menurut Pengeluaran ...................................3 Nilai FOB (juta US$) Ekspor Nonmigas Beberapa Golongan Barang HS 2 Digit dan Perubahannya (∆) .............. 12 Tabel 1...............

............. 41 Tabel 5........ 35 o......................... 34 Tabel 4.. 2014–2016 :// (juta orang) ............g Januari 2015–Desember 2016 (Nilai CIF: Juta US$) .............................7 Impor Indonesia Menurut Negara Utama Asal Barang.........................b Tabel 4......... DAFTAR TABEL xiii Tabel 3..... 45 FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 ............................. 36 .....................................................3 Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2014–2016 (juta orang) ..............................2 Perkembangan Impor Indonesia Desember 2015–Desember 2016 ...........2 Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2014–2016 (juta orang) ............................. Tabel 4......................................... 29 Tabel 3.........................................8 Neraca Perdagangan Indonesia.........................................9 Ekspor-Impor Beras Indonesia.................................. Desember 2016 (juta US$) ........................4 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Januari–Desember 2016 .............................................1 Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kegiatan...3 Impor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit dan Perubahannya Januari–Desember 2015 dan 2016 .......5 Nilai Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Utama Asal Barang id Januari–Desember 2015 dan 2016 ... 35 ps Tabel 4............................................................. 33 Tabel 4......................... 42 Tabel 5..........................1 Ringkasan Perkembangan Nilai Impor Indonesia (Juta US$) dan Perubahannya Januari–Desember 2015 dan 2016 . 29 Tabel 4.... 43 Tabel 6..... Triwulan I-2013–Desember 2016 ... Desember 2015–Desember 2016 w (miliar US$) ..............................................................................6 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Provinsi 2015–2016 ....................................4 Nilai FOB (juta US$) Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan dan Perubahannya (∆) ............ 37 w Tabel 5.....6 Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang........4 Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2014–2016 (juta orang) ...5 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2014–2016 (persen) .. 41 Tabel 5....................................... 34 Tabel 4....... 36 w Tabel 4...................... 38 tp Tabel 5.............5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2014–2016 (FOB: juta US$) ................................... ...............1 Rata-rata Upah Harian Buruh Tani dan Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah) Desember 2014–Desember 2016. 40 ht Tabel 5......................................... 33 Tabel 4......

.............2 Indeks Harga Produsen (2010=100) dan Inflasi Harga Produsen w Menurut Subsektor Triwulan IV-2016 ......... 78 EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .................1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2016 Menurut Variabel Pembentuk dan Lapangan Usaha ........................................................ 51 Tabel 7..... xiv DAFTAR TABEL Tabel 7.....2 Rata-rata Harga Gabah di Tingkat Penggilingan Menurut Kelompok id Kualitas dan Kadar Air serta Perubahannya........1 Indeks Harga Produsen (2010=100) dan Inflasi Harga Produsen Menurut Sektor Triwulan IV-2016 ..............................................................................1 Nilai Tukar Petani Per Subsektor serta Persentase Perubahannya (2012=100) .................................................... 73 Tabel 10......... 52 Tabel 7................... 59 w Tabel 9......... 52 Tabel 8.............................. 76 Tabel 10..2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran Januari 2015– Januari 2017 ............. (2010=100) ....................................3 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2016 dan Triwulan IV- 2016 Menurut Variabel Pembentuk ........................1 Rata-rata Harga Gabah di Tingkat Petani Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air serta Perubahannya.................b Januari 2017 (rupiah) ................... 68 Tabel 9....................................2 Perkiraan Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan I-2017 Menurut Lapangan Usaha dan Variabel Pembentuk ..........................g Tabel 8..............4 Tingkat Inflasi Perdagangan Besar Januari 2017 (2010=100) .................. 74 Tabel 10............... 54 Tabel 8....................................... 68 ht Tabel 9..........................3 Rata-rata Harga Beras di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Beras Patah (Broken)........4 Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian per Subsektor dan Persentase Perubahannya (2012=100) ...........5 Tingkat Inflasi Konstruksi Indonesia Januari 2017 Menurut Jenis Bangunan (2010=100) ..................... 70 Tabel 10........................................................................ Tahun Kalender dan Year on Year 2017 Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100) ... Januari 2016–Januari 2017..................... 62 w Tabel 9.............4 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok Januari 2016– ........................... Januari 2016–Januari 2017 ........................3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar.. 56 ................................... 57 ps Tabel 8...4 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2017 Menurut Variabel Pembentuk .......... 67 :// Tabel 9............................................................................... 2017 ..... Indonesia tp November 2016–Januari 2017............................ 48 Tabel 7................. Januari 2016–Januari o..................................................................3 Tingkat Inflasi Perdesaan Januari 2017...........

...............4 Garis Kemiskinan.......... 79 Tabel 11.... 2012−2015 ...1 IP-TIK Indonesia.............. September 2016 ......... Jumlah...................... dan Persentase Penduduk Miskin Menurut :// Daerah......................2 Perkembangan Jumlah Kunjungan Wisman.......5 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulan IV-2016 Menurut Jenis Industri Manufaktur KBLI 2-digit (persen) ................ 91 w Tabel 15............................... 81 Tabel 11.................................. 84 ........... Maret 2016– September 2016 ... 85 ps Tabel 12.... dan Rata-rata Lama Menginap Tamu................. September 2015–September 2016 ................................... September ht 2016 .............................................................1 Garis Kemiskinan...........1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda w Transportasi Desember 2015–Desember 2016 ..................... 82 Tabel 11...............2 Daftar Komoditi yang Memberi Sumbangan Besar terhadap Garis Kemiskinan beserta Kontribusinya (%) Menurut Daerah................ 101 Tabel 15.......g Tabel 12.............. Tabel 11........ 106 Tabel 16..... 111 FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 ..........2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan 2014–2016 (persen) 2010=100 ..........1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2014–2016 (persen) 2010=100 ...... Maret 2016 –September 2016 ........................................b Kamar (TPK) Hotel Berbintang..........3 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV-2016 Menurut Jenis Industri Manufaktur KBLI 2-digit (persen) ..............................5 Indeks Tendensi Konsumen1) Triwulan IV-2015–Triwulan IV-2016 dan Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen2) Triwulan I-2017 Tingkat Nasional dan Provinsi .... 81 Tabel 11..................................... 84 o..........................................................5 Gini Ratio menurut Provinsi......... 98 tp Tabel 15............................................3 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah.1 Rata-Rata Rasio Margin Perdagangan dan Pengangkutan (MPP) Nasional Menurut Komoditas dan Fungsi Kelembagaan ............... 99 Tabel 15..........4 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil id Triwulanan Triwulan I-2014–Triwulan IV-2016 (persen) ................................................ November 2015–November 2016 ............... 88 w Tabel 13.................. Tingkat Penghunian .....................................................................1 Perkembangan Kunjungan Wisman ke Indonesia ...... 109 Tabel 17.................................. Jumlah.......... DAFTAR TABEL xv Tabel 10........... 102 Tabel 15............. dan Persentase Penduduk Miskin.....................

........... 2012 ....... 2014 ........ 112 Tabel 17........3 Kategori IP-TIK Provinsi di Indonesia........ 2015 ..g ps ........ 113 id o....4 Kategori IP-TIK Provinsi di Indonesia.. ................ xvi DAFTAR TABEL Tabel 17............5 Kategori IP-TIK Provinsi di Indonesia.2 Kategori IP-TIK Provinsi di Indonesia................................................. 2013 .......b w w w :// tp ht EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 ........ 113 Tabel 17...................... 112 Tabel 17.......................

..................................................... 32 :// Grafik 5........................2 Indeks Harga yang Diterima Petani (It) dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) Januari 2016–Januari 2017 (2012=100) ...2 Rata-rata Harga Gabah di Tingkat Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Januari 2016–Januari 2017 .........................1 Nilai Tukar Petani (NTP). 47 Grafik 7.............................3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran Triwulan IV-2016 (persen) ................1 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Desember 2014– Desember 2016 ............... 50 Grafik 8..................3 Inflasi Perdesaan.................. 18 id Grafik 2................. 13 Grafik 2..............1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2015 s............................................................................................................................ dan Tahun ke Tahun Gabungan 82 Kota..............................................................1 Tingkat Inflasi Bulan ke Bulan............................................................... DAFTAR GRAFIK xvii DAFTAR GRAFIK Grafik 1.......... Penduduk yang Bekerja............... dan Penganggur 2014–2016 (juta orang) ................ Tahun Kalender.............1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) w Desember 2015–Desember 2016 .................................. 14 Grafik 2........................ IV-2016 (persen) ........................................................g Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2014–2016 (persen) .......................... Januari 2016–Januari 2017 (2012=100) ...................................................................................... 39 tp Grafik 6.... 21 ps Grafik 3.....1 Jumlah Angkatan Kerja...... 2015–2017.1 Rata-rata Harga Gabah di Tingkat Petani Menurut Kelompok Kualitas Januari 2016–Januari 2017 ........ 31 w Grafik 4........... 44 Grafik 7.... 15 Grafik 2............................ 53 Grafik 8.....2 Tingkat Inflasi Beberapa Negara.......... 19 Grafik 2.........................................b Grafik 4...............2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Utama Asal Barang w (CIF) Januari–Desember 2015 dan 2016 . 9 Grafik 1.... 2015–2016 ........................... Januari 2015–Januari 2017 ....................................... 26 ...4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan o..d Triwulan IV-2016 (persen) ...................................................................1 Rata-rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan ht Desember 2014–Desember 2016 ......2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2016 (persen) ..............5 ...................................... 46 Grafik 7.............................. 55 FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 ..

...........2 Perkembangan Gini Ratio.......................................... 2010–September 2016 . AUD...b Triwulanan (y-on-y) Triwulan IV-2014–Triwulan IV-2016 ....3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2017 Tingkat o............ JPY........ xviii DAFTAR GRAFIK Grafik 8. 60 Grafik 9.................. 71 Grafik 10.............. 75 Grafik 10..............................................2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil ............ 104 Grafik 17.........3 Indeks Harga Beberapa Bahan Bangunan Januari 2016–Januari 2017 ....... 96 Grafik 15...3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok November 2015– Januari 2017 (rupiah) .............. 77 id Grafik 10................. dan EUR (Minggu Terakhir) .......................................3 Perkembangan Persentase Pengeluaran Kelompok Penduduk 40 Persen terbawah September 2015–September 2016 ................... JPY.........1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang .. 2015 ..................................................2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2016 Tingkat Nasional dan Provinsi .................... 62 Grafik 9.....................................1 Perkembangan Jumlah Kunjungan Wisman Menurut Pintu Masuk w November 2014–November 2016 ............... dan EUR (Desember 2016 dibanding November 2016 M.... 111 EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 ..... 80 Grafik 11..........V) ...... 103 Grafik 15................................... 87 :// Grafik 13... 96 Grafik 14.......................................................2 Indeks Harga Perdagangan Besar Indonesia Januari 2014–Januari 2017 ................ 69 Grafik 9........................................................................... 78 Grafik 11..1 Persentase Perkembangan Kurs Tengah Rupiah terhadap USD.................................................................. AUD.................. 86 w Grafik 12.................................. November 2014–November 2016 ..................... 89 ht Grafik 14..........................1 Perkembangan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah Maret 2016–September 2016 ......1 Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2011–Triwulan IV-2016 dan Perkiraan Triwulan I-2017 ...................................2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang Rata- rata 27 Provinsi di Indonesia........ Nasional dan Provinsi .............................. 97 Grafik 15....................1 Kontribusi 11 indikator terhadap IP-TIK................................ 83 w Grafik 12...............................................1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi tp Desember 2015–Desember 2016 ......................d........................g ps Triwulanan (y-on-y) Triwulan I-2015–Triwulan IV-2016 .... Triwulan IV-2016 .............1 Indeks Harga Produsen (2010=100) Menurut Sektor Triwulan IV- 2013 s.2 Kurs Tengah Rupiah terhadap USD..................

...... 2012 .....................g ps ......... DAFTAR GRAFIK xix Grafik 17.....................4 IP-TIK Provinsi di Indonesia......... 114 Grafik 17....................................... 2015 .. 115 Grafik 17............... 115 id o.................. 114 Grafik 17...........................3 IP-TIK Provinsi di Indonesia................................2 IP-TIK Provinsi di Indonesia...... 2014 ................. 2013 .....b w w w :// tp ht FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .. ......................5 IP-TIK Provinsi di Indonesia.........

id .b ps .g o.ht tp :// w w w .

90 persen.46. dan Komponen Ekspor Barang dan Jasa. Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga.74 persen dan 0. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit Yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang tumbuh sebesar 6. w PDB triwulan IV-2016 mengalami kontraksi sebesar 1.02 persen. FOKUS PERHATIAN 1 FOKUS PERHATIAN 1. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .82 persen dengan IHK 137. tp Kehutanan dan Perikanan sebesar 21.94 persen (y-on-y).24 persen.15 persen.49 persen.25 dan terendah terjadi di Manokwari sebesar 0. pertumbuhan PDB tahun 2016 (c-to-c) terjadi pada hampir semua Komponen.77 persen yang utamanya :// disebabkan oleh kontraksi pertumbuhan Lapangan Usaha Pertanian.97 persen lebih tinggi dibanding kondisi Januari 2016 yang mengalami inflasi sebesar 0. Pertumbuhan PDB triwulan IV-2016 dibandingkan triwulan IV-2015 (y-on-y) didukung oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT. Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto. Secara triwulanan. Inflasi tertinggi terjadi di Pontianak sebesar 1. didukung oleh semua lapangan usaha ekonomi dengan w pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi w sebesar 9. Pada Januari 2017 terjadi Inflasi sebesar 0. Tahun 2016 perekonomian Indonesia tumbuh 5. Inflasi Januari 2017 sebesar 0. Pertumbuhan terjadi ps pada semua lapangan usaha.97 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2017 terhadap Januari 2016) sebesar 3.62 persen.57 persen.g PDB Indonesia tahun 2016 tumbuh sebesar 5. Dari 82 kota.02 persen . ht Dari sisi pengeluaran.09 persen dengan IHK 122. Tingkat inflasi tahun kalender 2017 sebesar 0.97 persen.b 4. tertinggi dicapai oleh Jasa Keuangan dan Asuransi yang tumbuh 8. kecuali Komponen Ekspor Barang dan Jasa serta Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang mengalami kontraksi sebesar 1.97 persen Pada Januari 2017 terjadi Inflasi sebesar 0. id o. semua kota mengalami inflasi. 2.51 persen. PDB triwulan IV-2016 tumbuh . Apabila dibandingkan dengan triwulan III-2016 (q-to-q).

77 miliar.88 persen dibanding impor November 2016. demikian juga dibanding ekspor November 2016 naik 1.78 miliar.45 persen dibanding periode yang sama w tahun 2015. Nilai ekspor Indonesia Desember 2016 mencapai US$13.69 miliar. ekspor nonmigas Desember 2016 mencapai US$12.78 miliar.77 miliar.b mencapai US$144.72 persen dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4. naik 15. ht 4.g persen dibanding ekspor nonmigas November 2016.80 persen dan ekspor tp nonmigas hasil tambang dan lainnya turun 6.99 persen. nilai ekspor Januari–Desember 2016 .13 .82 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya. ekspor nonmigas hasil industri w pengolahan Januari–Desember 2016 naik sebesar 1. 3.75 persen. Ditinjau menurut sektor. :// sementara itu ekspor nonmigas hasil pertanian turun 7.67 persen.23 miliar atau naik 11.43 milyar. Ekspor migas pada ps Desember 2016 mencapai US$1. Nilai o. PDB triwulan IV-2016 mengalami kontraksi sebesar 1. naik sebesar 5. dan naik 5.66 persen dibanding bulan sebelumnya.13 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara impor migas Desember 2016 tercatat sebesar US$1. Nilai impor Indonesia Desember 2016 sebesar US$12.02 persen dan terjadinya peningkatan pada Komponen Impor Barang dan Jasa sebesar 12. 2 FOKUS PERHATIAN Konsumsi LNPRT sebesar 6.09 miliar atau naik 1.77 persen terutama disebabkan oleh penurunan pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0.82 persen (year-on-year) Nilai impor Indonesia Desember 2016 sebesar US$12. turun 3. Secara kumulatif.57 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-on- id year).07 persen dibanding w ekspor nonmigas hasil industri pengolahan periode yang sama tahun 2015.54 miliar atau naik 1. Peningkatan nilai impor nonmigas terbesar Desember 2016 adalah golongan EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .99 persen. Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q). naik 15. atau naik 0.57 persen (year-on-year) Nilai ekspor Indonesia Desember 2016 mencapai US$13. turun 2. Nilai impor nonmigas Desember 2016 sebesar US$11.35 persen dibanding November 2016.

190.60 persen penduduk id bekerja pada kegiatan informal.72 persen. dan 0. 0. Penurunan NTP bulan ini disebabkan turunnya NTP di semua subsektor penyusun NTP yaitu Tanaman Pangan.24 persen.g Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Desember 2016 masing-masing sebesar Rp48.79 persen.13 w persen dibanding upah nominal bulan sebelumnya.29 persen.190.43 persen dibanding Desember 2016 NTP Januari 2017 tercatat 100. atau naik 48. FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . serta masih sekitar 57. sedangkan upah riil turun :// sebesar 0.23 persen dibanding upah nominal bulan sebelumnya. . Peternakan dan Perikanan masing- masing sebesar 0.97 juta setengah penganggur. Tanaman Perkebunan Rakyat.66 persen tenaga kerja tidak berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi.b naik 0.00.0 juta. penyediaan lapangan kerja bagi 7.54 persen. naik 0. jumlah penduduk yang bekerja bertambah sebanyak 3.00 dan Rp83. inflasi perdesaan sebesar 0. Hortikultura. 5. 0.49.11 persen. dan upah riil w turun sebesar 0.03 juta penganggur dan 8. turun 0.00 ps Rata-rata upah nominal buruh tani pada Desember 2016 sebesar Rp48.00.627.91 atau turun sebesar 0.56 persen dibanding NTP Desember 2016 sebesar 101. 0. 6. dan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) turun sebesar 0. Negara asal barang impor nonmigas terbesar Januari–Desember 2016 ditempati oleh Tiongkok (US$30.52 persen.96 persen dibanding November 2016 (US$206.69 miliar) dengan pangsa 26.627.56 persen ht dibanding Desember 2016. Nilai Tukar Petani (NTP) Januari 2017 tercatat 100. Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan w (tukang bukan mandor) pada Desember 2016 tercatat Rp83.59 juta jika dibandingkan Agustus Ketenagakerjaan Indonesia masih dihadapkan pada sejumlah persoalan di antaranya sekitar 33.91.19 persen. tp 7. o.3 juta).58 persen. FOKUS PERHATIAN 3 perhiasan dan permata sebesar US$101. Pada Agustus 2016. .

daging ayam ras naik 3. Indeks Harga Produsen (Sektor Pertanian.28 persen) dan IHP Sektor Industri Pengolahan (0.77 persen pada triwulan IV-2016 (q-to-q).24 persen). dan Peternakan (0. Dibandingkan terhadap triwulan IV-2015 (y-on-y). .16 . Sektor Pertambangan dan Penggalian dan Sektor Industri EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . Inflasi perdesaan tertinggi terjadi di Provinsi Kalimantan Barat sebesar 1. (0.27 persen.49 persen.222. Komoditas yang mengalami kenaikan harga w adalah cabai rawit naik 37. Pada bulan ini terjadi inflasi perdesaan di semua provinsi. IHP Sektor Pertanian.b persen dari bulan sebelumnya.34 persen.00 per kg.16 persen Rata-rata harga beras pada Januari 2017 sebesar Rp13.58 persen). Dibandingkan Januari 2016. Kenaikan terjadi pada IHP Sektor Pertanian (1.222. lebih rendah dibandingkan dengan inflasi tahun ke tahun periode w yang sama sebesar 3. dan Industri Pengolahan) mengalami kenaikan sebesar 1. Tanaman Perkebunan Rakyat (0. ht dan Industri Pengolahan) pada triwulan IV-2016 naik 1. a.84 persen). tp 9. 4 FOKUS PERHATIAN Pada Januari 2017 terjadi inflasi perdesaan sebesar 0.55 persen. 8. naik 0.20. Pertambangan dan Penggalian. Demikian pula terhadap triwulan IV- 2015 (y-on-y) naik 3. Tanaman Hortikultura (0.35 persen. Hal ini terjadi karena kenaikan It (0.45 persen. naik ps 0.34 persen Indeks Harga Produsen (IHP) gabungan (Sektor Pertanian. Penurunan NTUP disebabkan oleh turunnya NTUP di empat subsektor penyusun NTUP yaitu NTUP Tanaman Pangan (0. sedangkan Subsektor Perikanan naik o.g Rata-rata harga beras pada Januari 2017 sebesar Rp13.15 persen) lebih kecil dibandingkan kenaikan indeks BPPBM (0.54 id persen).49 persen). Pada Januari 2017 terjadi penurunan NTUP sebesar 0.30 persen).03 persen.77 persen terhadap triwulan III-2016 (q-to-q). harga beras turun w 0.42 persen). Pertambangan dan Penggalian.00 per kg. Sektor Pertambangan dan Penggalian (10. :// sedangkan cabai merah turun 8.20 persen).79 persen dengan indeks konsumsi rumah tangga 132. sedangkan inflasi perdesaan terendah terjadi di Provinsi Sumatera Barat sebesar 0. IHP naik 3.73 persen.43 persen.

.47 persen.46 w Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan IV-2016 sebesar 106. Perkiraan meningkatnya kondisi ekonomi FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . . Perbaikan kondisi ekonomi konsumen di tingkat regional terjadi di 23 provinsi.46 artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya (nilai ITK triwulan III-2016 adalah 108. Pada triwulan I-2017.32 persen.58). Membaiknya kondisi ekonomi konsumen triwulan IV-2016 didorong oleh naiknya pendapatan rumah tangga (nilai indeks sebesar 103. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2016 sebesar 106. Sektor Pertanian dan Kelompok Barang Ekspor Nonmigas naik masing-masing sebesar 0. 18.g IHPB Kelompok Bahan Bangunan/Konstruksi Januari 2017 naik sebesar 0.36 ps persen. IHPB tertinggi terjadi pada Kelompok Barang Ekspor sebesar 1.08 persen.81). diikuti oleh volume konsumsi (nilai indeks sebesar 103. IHPB Umum Desember 2016 naik 0.18 persen. dan Pelabuhan sebesar 0.52 persen.70 berarti w kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya.75).38 persen. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) nasional pada triwulan IV-2016 sebesar 102. dan rata-rata jumlah jam kerja (nilai indeks sebesar 105.12 persen.30. Dibandingkan id bulan sebelumnya.22). Kenaikan terbesar terjadi pada Sektor Industri yaitu 0. Hal ini karena adanya :// peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 108. Kenaikan o.79 persen dari bulan sebelumnya IHPB Umum Nonmigas Januari 2017 naik sebesar 0.79 persen dari bulan sebelumnya.b w 10. b.99 persen dan terendah terjadi pada Kelompok Barang Impor Nonmigas yaitu 0. Kenaikan indeks terbesar terjadi pada jenis Bangunan Pekerjaan Umum untuk Jalan.89).96). Jembatan.70 dan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2016 sebesar 102. dan 2. Sedangkan. penggunaan tp kapasitas produksi/usaha (nilai indeks sebesar 104.62 persen sedangakan Sektor Pertambangan dan Penggalian turun sebesar 0. daya beli dilihat dari indeks pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi mengalami penurunan (nilai indeks sebesar 98.81.72). Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas Januari 2017 naik sebesar 0.84 persen dan 0. FOKUS PERHATIAN 5 Pengolahan mengalami kenaikan masing-masing sebesar 1. Pada triwulan I-2017 kondisi ekonomi konsumen diprediksi akan meningkat dengan nilai ITK sebesar 106. kondisi bisnis ht diprediksi meningkat dari triwulan sebelumnya dengan nilai ITB sebesar 105.84 persen.

80 persen.11 persen.06 persen dibanding triwulan IV-2015 (year-on-year) dan mengalami penurunan 0.8 juta orang. naik 14.42 persen) diperkirakan memiliki nilai indeks di atas nasional. Jumlah penumpang angkutan udara domestik Desember 2016 mencapai 7.84 ribu kunjungan wisman melalui 19 pintu w utama dan 123.58 persen (year-on-year) Pada Desember 2016. Pertumbuhan produksi id industri mikro dan kecil (IMK) triwulan IV-2016 naik 4.77 persen. angkutan udara internasional naik 24. 11.51 persen dari triwulan III-2016 (q-to-q).06 persen dan IMK naik 4. dan mengalami kenaikan 0. yang terdiri atas 878. November 2016 naik 1.76 persen. jumlah penumpang angkutan udara domestik mencapai 7.98 persen. dan penumpang kereta api naik 8. dengan 14 provinsi (42. EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . Pertumbuhan bulanan produksi IBS pada Oktober 2016 naik 0. dan Desember 2016 naik 4.86 persen dari November 2015.10 persen dari Oktober 2015. w Sementara itu. ht 13. Dibandingkan dengan bulan sebelumnya. dan penumpang kereta api naik 7.8 juta orang atau naik 14. angkutan udara domestik naik 16. atau mengalami penurunan tp sebesar 0. 6 FOKUS PERHATIAN konsumen pada triwulan I-2017 terjadi di 31 provinsi di Indonesia. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi :// pada November 2016 mencapai 55.00 juta kunjungan .88 persen dibanding o. Jumlah kunjungan wisman November 2016 mencapai 1.58 persen (year-on-year).g ps 12. .34 persen dari triwulan III-2016 (q-to-q).65 persen. penumpang pelayaran dalam negeri turun 8.29 persen. angkutan udara internasional naik 13.32 poin dibandingkan TPK November 2015. triwulan IV-2015 (y-on-y).00 juta w kunjungan.96 persen.49 ribu kunjungan wisman selain dari 19 pintu utama. Pertumbuhan produksi IBS naik 2. penumpang pelayaran dalam negeri naik 15.88 persen pada triwulan IV-2016 (year-on-year) Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) triwulan IV-2016 naik 2.b Kunjungan wisman ke Indonesia selama November 2016 sebanyak 1.30 persen dari Desember 2015.

34 juta orang pada Maret 2016 menjadi 10.14 persen terhadap dolar Australia pada Desember 2016. Rupiah terapresiasi 4.b mencapai Rp113. Rupiah terapresiasi 0. Rupiah terapresiasi 4.15 juta orang (dari 10. b. Rupiah terapresiasi 5. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Amerika terjadi pada minggu kedua Desember 2016 yang mencapai Rp13.664.01 juta orang (10.49 juta orang pada September 2016). o.06 persen terhadap yen Jepang pada Desember ps 2016.67 juta orang pada Maret 2016 menjadi 17.95 per yen Jepang. Level w tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap euro :// terjadi pada minggu ketiga Desember 2016 yang mencapai Rp13.74 persen terhadap dolar Amerika.25 juta orang (0.38 persen terhadap euro pada Desember 2016. ht 15. FOKUS PERHATIAN 7 14. Rupiah terapresiasi 0.38 persen terhadap euro.58 per dolar Australia.994.86 persen) menurun 0. c. jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 0. a.70 persen) Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2016 yang sebesar 28. w d. . berdasarkan daerah tempat tinggal. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap yen Jepang terjadi pada minggu ketiga Desember 2016 yang . di daerah perdesaan turun sebanyak 0. Rupiah terapresiasi 2.28 juta orang pada September 2016). Sementara itu.286.14 persen terhadap dolar Australia. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Australia terjadi pada minggu keempat Desember 2016 id yang mencapai Rp9.06 persen terhadap yen Jepang.16 persen). w Rupiah terapresiasi 2.88 tp per euro. Namun.42 per dolar Amerika.39 juta orang (dari 17.g Rupiah terapresiasi 5.74 persen terhadap dolar Amerika pada Desember 2016.76 juta orang (10. FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . Jumlah penduduk miskin pada September 2016 sebanyak 27. Perkembangan Nilai Tukar Eceran Rupiah November 2016 a.

8 FOKUS PERHATIAN

b. Pada September 2016, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk
Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,394
Gini Ratio September 2016 turun 0,003 poin jika dibandingkan dengan
Gini Ratio Maret 2016 yang sebesar 0,397 dan turun 0,008 poin dibanding
September 2016 yang sebesar 0,402. Berdasarkan daerah tempat tinggal,
Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2016 sebesar 0,409, turun
dibanding Gini Ratio Maret 2016 yang sebesar 0,410 dan turun dibanding
Gini Ratio September 2015 yang sebesar 0,419. Sedangkan Gini Ratio di
daerah perdesaan pada September 2016 sebesar 0,316 turun dibanding
Gini Ratio Maret 2016 yang sebesar 0,327 dan turun dibanding
September 2015 yang sebesar 0,329.

id
o.
16. Fungsi Kelembagaan yang Terlibat dalam Pola Utama Distribusi Perdagangan
Komoditas Strategis di Indonesia Tahun 2016 adalah Distributor, Agen,
Pedagang Grosir, dan Pedagang Eceran
.g
ps
Distribusi perdagangan beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam ras dari
.b

produsen sampai ke konsumen akhir melibatkan dua hingga delapan fungsi
kelembagaan usaha perdagangan. Pola utama distribusi perdagangan di
w

Indonesia untuk komoditas:
w

 Beras: Produsen  Distributor  Agen  Pedagang Eceran 
Konsumen Akhir.
w

 Minyak goreng: Produsen  Distributor  Pedagang Eceran 
://

Konsumen Akhir.
tp

 Gula pasir: Produsen  Distributor  Pedagang Grosir  Pedagang
Eceran  Konsumen Akhir.
ht

 Telur ayam ras: Produsen  Distributor  Pedagang Eceran 
Konsumen Akhir.

EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017

INFLASI JANUARI 2017 9

I. INFLASI JANUARI 2017

1. Pada Januari 2017 terjadi Inflasi
sebesar 0,97 persen. Dari 82 kota,
semua kota mengalami inflasi. Pada Januari 2017 terjadi
Inflasi tertinggi terjadi di Pontianak Inflasi sebesar 0,97 persen
sebesar 1,82 persen dengan IHK
137,25 dan terendah terjadi di
Manokwari sebesar 0,09 persen dengan IHK 122,46. Inflasi Januari 2017
sebesar 0,97 persen lebih tinggi dibanding kondisi Januari 2016 yang
mengalami inflasi sebesar 0,51 persen. Tingkat inflasi tahun kalender 2017

id
sebesar 0,97 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2017 terhadap
Januari 2016) sebesar 3,49 persen.

o.
Grafik 1.1
Tingkat Inflasi Bulan ke Bulan, Tahun Kalender, dan Tahun ke Tahun
Gabungan 82 Kota, 2015–2017 .g
ps
8,00
.b

7,00
w

6,00
5,00
w

4,00
persen

w

3,00
2,00
://

1,00
tp

0,00
ht

-1,00
-2,00
Apr

Apr
Mar

Sep

Feb

Sep
Mar

Juli
Feb 2015

Des

Agt

Nov
Des
Mei
Jun

Agt

Nov

Mei
Jul

Okt

Jan 2016

Okt
Juni

Jan 2017

Bulan ke Bulan Tahun Kalender Tahun ke Tahun

2. Menurut jenis pengeluaran rumah tangga, Inflasi umum (headline inflation)
terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks
kelompok bahan makanan 0,66 persen; makanan jadi, minuman, rokok, dan
tembakau 0,47 persen; perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 1,09 persen;
sandang 0,33 persen; kesehatan 0,50 persen; pendidikan, rekreasi, dan olahraga
0,12 persen; dan transpor, komunikasi dan jasa keuangan 2,35 persen.

FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81

10 INFLASI JANUARI 2017

3. Dari Inflasi 0,97 persen, andil biaya perpanjangan STNK 0,23 persen; andil tarif
listrik 0,19 persen; andil tarif pulsa ponsel 0,14 persen; andil cabai rawit 0,10
persen; andil bensin 0,08 persen; andil ikan segar 0,07 persen; daging ayam ras
dan sewa rumah masing-masing sebesar 0,04 persen; andil rokok kretek filter
0,02; andil beras, ikan diawetkan, kentang, wortel, anggur, jeruk, melon,
semangka, minyak goreng, nasi dengan lauk, rokok kretek, rokok putih, kontrak
rumah, tukang bukan mandor, upah pembantu rumah tangga, emas perhiasan,
tarif rumah sakit, dan mobil masing-masing sebesar 0,01 persen.

4. Inflasi Januari 2017 sebesar 0,97 persen, angka tersebut lebih tinggi dibanding
kondisi Januari 2016 yang mengalami inflasi 0,51 persen. Tingkat inflasi tahun

id
kalender 2017 sebesar 0,97 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari

o.
2017 terhadap Januari 2016) sebesar 3,49 persen.

5. .g
Menurut karakteristik perubahan harga, Inflasi Januari 2017 sebesar 0,97 persen
ps
dipengaruhi oleh kenaikan indeks pada komponen inti (core) 0,56 persen;
kenaikan indeks pada komponen yang harganya diatur pemerintah (administered
.b

prices) 2,57 persen; dan kenaikan indeks pada komponen bergejolak (volatile)
w

0,67 persen.
w

6. Inflasi Januari 2017 sebesar 0,97 persen berasal dari sumbangan inflasi komponen
w

inti 0,34 persen, sumbangan inflasi komponen barang/jasa yang harganya diatur
://

pemerintah 0,50 persen dan sumbangan inflasi komponen bergejolak 0,13
tp

persen.
ht

7. Inflasi komponen inti Januari 2017 dan inflasi tahun kalender 2017 sebesar 0,56
persen, serta inflasi tahun ke tahun (Januari 2017 terhadap Januari 2016) sebesar
3,35 persen.

8. Pada Desember 2016, Inggris menjadi negara yang mengalami Inflasi tertinggi
dibandingkan beberapa negara lain, yaitu 0,50 persen.

EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017

33 3.34 Harga Diatur 139.48 122.49 0.09 1.67 4.50 Pemerintah Bergejolak 137.93 124.71 127. dan Olahraga .33 0.35 0.12 2.15 143.12 0.42 142.62 126.90 0.76 0.2 Indeks Harga Konsumen.43 Komunikasi. Bahan Bakar 4. 114.23 119.07 0.58 141.97 0.35 0.92 117.43 113. Kesehatan 117.g 0. Sandang 110.35 2.01 1. Rokok. 2) Persentase perubahan IHK Januari 2017 terhadap IHK Desember 2016.10 0.09 Minuman.94 0. dan Tembakau id 3. dan Andil Inflasi Januari 2017 Menurut Komponen Perubahan Harga ht (2012=100) Tingkat Tingkat Inflasi Inflasi Inflasi IHK IHK IHK Andil Januari Tahun Tahun Komponen Januari Desember Januari Inflasi 2017 Kalender ke 2016 2016 2017 (%) (%) 2017 Tahun (%) (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Umum 123.57 2.97 Inti 116.13 0.89 0.50 113.11 0.70 0.47 5.47 0.94 0. Pendidikan.11 143.67 0. Perumahan.35 2.62 126.56 0.97 3. :// tp Tabel 1.97 0.49 0.50 4.87 0.56 3.04 121.68 123.1 Indeks Harga Konsumen dan Tingkat Inflasi Gabungan 82 Kota Januari 2017 Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100) Tingkat Tingkat Inflasi Inflasi Inflasi IHK IHK IHK Andil Kelompok Januari Tahun Tahun Januari Desember Januari Inflasi Pengeluaran 2017 1) Kalender ke 2016 2016 2017 (%) (%) 2017 2) Tahun3) (%) (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Umum (Headline) 123.71 2. Bahan Makanan 135.88 118.26 Listrik.14 2.02 0. 127. INFLASI JANUARI 2017 11 Tabel 1.66 4.09 .02 ps 6.93 140. dan o.97 1.11 133.57 3.01 Rekreasi.42 127.51 0.02 5.09 2.35 2.05 140. Gas.13 FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .b 7.50 0.66 0.47 0.12 0.27 133. Air. 120. Tingkat Inflasi.71 127. w 3) Persentase perubahan IHK Januari 2017 terhadap IHK Januari 2016. Transpor.97 3. Makanan Jadi. dan w Jasa Keuangan w 1) Persentase perubahan IHK Januari 2017 terhadap IHK bulan sebelumnya.33 0. 123.01 119.32 121.

16 0.47 -0.62 April 0.79 3.47 3.25 3.96 1.40 Juni 0.48 7.15 3.59 .66 7.24 1.03 1.33 -0.30 8.39 -0.10 -0. Agustus 0.53 3.49 7.65 4.15 2.38 4.07 0.19 2.02 0.02 w w Tabel 1.42 Maret 3.97 Februari 0.03 1.41 -0.03 0.35 3.07 -0.70 3.12 1.26 3.63 0.14 3.47 0.32 6.90 1.30 1.27 -0.32 7.06 id Juli 0.57 7.90 7.24 0.42 2.36 3.61 8.74 .70 7.73 7.11 ps November 0.50 6.g September 0.46 0.54 0.12 0.79 September 4.57 8.51 0.32 8.09 0.35 0.30 8.42 0.36 -0.43 1.99 0.81 1.71 2.24 0.61 0.08 0.05 0.31 8.62 1.79 5.66 4.53 5.43 0.4 Tingkat Inflasi Nasional Tahun ke Tahun (persen) w :// Bulan 2012:2011 2013:2012 2014:2013 2015:2014 2016:2015 2017:2016 tp (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) ht Januari 3.36 -0.97 5.32 4.01 -0.42 Maret 0.07 -0.76 1.61 4.79 1.23 4.90 6. 12 INFLASI JANUARI 2017 Tabel 1.16 0.26 3.02 EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .47 7.96 4.31 November 4.97 0.95 1.49 Februari 3.96 0.35 3.07 -0.09 0.21 -0.36 3.57 3.94 3.99 7.38 8.02 3.88 2.39 -0.50 5.37 6.32 1.79 3.58 Desember 4.b Desember 0.07 0.37 2.26 -0.94 1.22 6.38 8.03 0.50 0.75 0.93 0.75 2.93 0.24 1.45 1.50 0.3 Tingkat Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender (persen) Tingkat Inflasi Nasional (bulan ke bulan) Tingkat Inflasi Nasional (kalender) Bulan 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2012 2013 2014 2015 2016 2017 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Januari 0.40 4.83 6.56 0.21 Agustus 4.56 5.35 1.31 7.97 Oktober 0.29 0.45 Juli 4.44 0.45 5.21 0.18 2.17 0.33 Juni 4.75 2.54 0.55 2.07 6.75 6.89 3.53 7.19 0.79 3.29 1.66 1.76 o.60 Mei 4.56 8.09 2.83 Oktober 4.16 2.29 4.08 0.08 0.22 3.58 8.76 1.05 0.25 6.42 4.16 Mei 0.69 2.14 3.51 0.45 April 4.

29 . Afrika Selatan 0.gov.5 Inggris -1 Amerika Des 2015 Jan 2016 Mar Juli Feb Sep Mei Agt Nov April Des Juni Okt Serikat Brazil FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .48 0.20 5.my.bls.42 3.60 4.02 2. Inggris 0.10 0.gov. INFLASI JANUARI 2017 13 Tabel 1. http://www.20 0. http://www.ph. November–Desember 2016 (persen) Bulan ke Bulan Tahun ke Tahun (Y-on-Y) Negara November Desember November Desember 2016 2016 2016 2016 (1) (2) (3) (4) (5) 1.47 0.uk.99 6.statssa.20 1.00 0.20 -0.cn.70 o.50 1.singstat.60 10.00 0.sg.20 2.za.60 6. w http://www.80 3.10 ps 11.00 1.gov.gso.b Sumber: http://www.gov. Pakistan 0. Brazil 0.5 Indonesia ht 2 Malaysia Pilipina 1.30 2.80 3.18 0.5 Tingkat Inflasi Beberapa Negara.50 2.gov. http://www.statpak.70 2.cencus.g 9.58 3.10 id 7.80 1.stats. Pilipina 0. http://www.20 0.statistics.gov. 8.5 Cina 0 Pakistan Afrika Selatan -0. Indonesia 0.statistics.gov. http://www.ibge. Vietnam 0.br.30 2. Cina 0.30 0.gov.30 0. Malaysia 1. Singapura 0.00 1. http://www.vn. http://www. http://www.gov.52 4.20 0.com w w Grafik 1.80 .2 Tingkat Inflasi Beberapa Negara.23 4.70 3.gov.pk.30 6.74 6.40 6. Amerika Serikat 0. 2015–2016 :// tp 2.bloomberg.60 0.5 Singapura persen 1 Vietnam 0. dan www.

77 4. PDB Indonesia triwulan IV-2016 dibanding triwulan sebelumnya (q-to-q) ht mengalami kontraksi sebesar 1.g 4.02 II-2016 dan triwulan III-2016.74 o. Kehutanan dan Perikanan mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 21.17 -0.40 w -2.b 0.94 4.00 persen 1. Ekonomi Indonesia triwulan IV-2016 dibandingkan dengan triwulan yang sama Pada tahun 2016. EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .24 persen dampak faktor musiman beberapa komoditas pertanian.30 .92 5.17 4. 5.75 3.00 q-to-q y-on-y :// tp 2. tahun 2015 (y-on-y) tumbuh 4.82 5.00 3.00 .00 w Q1/15 Q2/15 Q3/15 Q4/15 Q1/16 Q2/16 Q3/16 Q4/16 -1.00 -1.01 ps 3.18 5. Grafik 2. 14 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2016 II.77 w -3.00 4.00 -0.00 3. Kontraksi terutama disebabkan Lapangan Usaha Pertanian.1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2015 s.94 persen lebih perekonomian Indonesia rendah dibandingkan capaian pada triwulan tumbuh sebesar 5.00 4.70 -1.d Triwulan IV-2016 (persen) id 6. namun lebih persen tinggi dibanding capaian triwulan I-2016.77 persen.01 4. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2016 1.13 2.

58 2.142.g y-on-y ps Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Pengolahan Listrik & Gas Pengadaan Air Konstruksi Perdagangan & Reparasi Transportasi & Pergudangan .12 4.22 2.74 9.31 3.83 5.00 o.27 -1. Pengelolaan 0.30 Penyediaan Akomodasi dan 1.93 0. dan Daur Ulang F Konstruksi 4.97 1.Limbah.67 6.95 4.95 9.00 7. -21.69 4.42 FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .00 10.71 4. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2016 15 Grafik 2.10 8.18 1.94 0.06 Pengadaan Air.57 8.09 C Industri Pengolahan 0.60 1. Kehutanan dan 4.183.92 D Pengadaan Listrik dan Gas -2.31 4.65 4.24 3.69 -0.39 0.36 4.00 q-to-q .84 1.2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2016 (persen) 14.36 4.51 Perdagangan Besar dan Eceran.03 5.90 4.56 4.29 0.06 0.45 1.74 8.00 -0.00 2.83 4.00 -11.17 4.00 -16.14 5. G Reparasi dan Perawatan Mobil 1.62 1.81 persen -6.91 6.18 0.15 I Makan Minum J Informasi dan Komunikasi 2.74 0.34 1.213.53 dan Sepeda Motor H Transportasi dan Pergudangan 5.52 3.10 3.26 7.56 4.831.57 9.1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) w :// Triw III-2016 Triw IV-2016 Triw III-2016 Triw IV-2016 Sumber Terhadap Terhadap Terhadap Terhadap Tahun 2016 Pertumbuhan Lapangan Usaha Triw II-2016 Triw III-2016 Triw III-2015 Triw IV-2015 (c-to-c) Tahun 2016 tp (q-to-q) (q-to-q) (y-on-y) (y-on-y) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) ht Pertanian.10 0.22 1.24 -26.17 4.60 3.22 0.74 1.00 E Sampah.36 2.83 -0.41 0.25 0.69 6.29 1.85 7.12 1.47 4.66 3.00 id -21.66 3.88 3.47 4.67 -21.b Akomodasi dan Makan Minum Informasi & Komunikasi Keuangan & Asuransi Real Estat w w Tabel 2.42 A Perikanan B Pertambangan dan Penggalian 0.40 3.68 4.59 3.39 -0.90 3.87 0.40 -0.21 5.85 7.39 1.60 0.

194.91 4.2 196. O Pertahanan dan Jaminan Sosial 1.0 343.13 -1.02 5.61 o.4 172.4 133.95 1.04 4.0 3.N Jasa Perusahaan 1.67 3.67 K Jasa Keuangan dan Asuransi 133.2 14.0 648.80 0.31 0.36 0.39 Penyediaan Akomodasi dan Makan 91.74 19. PRODUK DOMESTIK BRUTO 3.00 0.11 Wajib P Jasa Pendidikan -1.97 3.29 D Pengadaan Listrik dan Gas 36.95 3.30 0.79 22.19 0.T.8 5.g 3.74 1.58 3.13 -1.65 4.2 96.16 4.27 3.35 5.2 20.10 5.97 7.94 5.92 8.8 117. Limbah.9 369.51 -2.56 1.13 NILAI TAMBAH ATAS HARGA DASAR 2.62 6.28 10.74 2. Kehutanan dan 461.7 319.19 L Real Estat 87.63 6.80 0.6 triliun.U Jasa Lainnya 1.12 3.57 tp A Perikanan B Pertambangan dan Penggalian 221. Besaran PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada triwulan IV-2016 Rp .05 Q Sosial R.3 511.3 69.2 w Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha w Harga Berlaku Harga Konstan Distribusi1 (triliun rupiah) (triliun rupiah) (persen) w Lapangan Usaha Triw Triw Triw Triw Triw Triw III-2016 IV-2016 III-2016 IV-2016 III-2016 IV-2016 :// (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Pertanian.07 0.69 7.7 265.35 L Real Estat 0.02 3.6 88.18 4. Pengelolaan 2.4 10.74 Perdagangan Besar dan Eceran.9 96. dan Daur Ulang F Konstruksi 327.15 1.5 417.79 -0.44 26.84 0.01 ht C Industri Pengolahan 644.2 234.41 id PAJAK DIKURANG SUBSIDI ATAS PRODUK 33. .49 4.07 E Sampah.18 8.20 10.1 93.9 72.55 4.7 25.S.73 4.385.99 13.7 1.12 Administrasi Pemerintahan.91 I Minum J Informasi dan Komunikasi 114.45 0.66 6.12 Jasa Kesehatan dan Kegiatan 0.13 M.3 1.2 2.8 24.84 2.41 3.37 4.2 2.b Tabel 2.41 11.9 70.9 0.3 117.1 12. G Reparasi dan Perawatan Mobil 416.3 318.01 4.95 6.7 336.7 38.9 256.08 dan Sepeda Motor H Transportasi dan Pergudangan 171. sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2010 pada triwulan yang ps sama adalah Rp 2.76 EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . 16 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2016 Triw III-2016 Triw IV-2016 Triw III-2016 Triw IV-2016 Sumber Terhadap Terhadap Terhadap Terhadap Tahun 2016 Pertumbuhan Lapangan Usaha Triw II-2016 Triw III-2016 Triw III-2015 Triw IV-2015 (c-to-c) Tahun 2016 (q-to-q) (q-to-q) (y-on-y) (y-on-y) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) K Jasa Keuangan dan Asuransi 2.71 7.7 4.9 1.0 192.77 5.7 97.8 triliun.90 0.0 119.7 245.0 70.5 95.09 20.4 6.21 Pengadaan Air.83 7.81 9.7 508.2 2.

Dari sisi pengeluaran.62 0.4 40.9 125.0 35.06 PRODUK DOMESTIK BRUTO 3.08 LNPRT 3. transportasi dan komunikasi w serta pakaian. Pembentukan Modal 3.02 persen yang disebabkan oleh penurunan pada pengeluaran untuk makanan dan minuman.72 Administrasi Pemerintahan. 4.8 2.11 4. Ekspor Barang & Jasa -3.9 3.U Jasa Lainnya 53. Sementara itu.T.48 1.4 84.2 25.9 114.3 27.77 3. Triw IV.205.27 0.065.6 2.77 5.6 2.82 -2.N Jasa Perusahaan 53. tumbuh minus 0.94 FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .g ps Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebagai Komponen dengan .95 -4..4 95.68 1.13 -1.5 3.45 -0.0 97.65 4.89 95. Tahun Sumber tp 2016 2016 2016 2016 2016 Pertumbuhan Terhadap Terhadap Terhadap Terhadap Triw IV- Jenis Pengeluaran (c-to-c) ht Triw II.48 Pemerintah 4.74 0.92 Wajib P Jasa Pendidikan 103.01 2.7 3.9 129.72 6. Triw III. Pengeluaran Konsumsi -0.194.26 2.6 3.58 Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 33.288.73 NILAI TAMBAH ATAS HARGA DASAR 3.1 1.24 3.01 4.59 Jasa PDB 3.03 1.64 6.2 79.19 39.7 40. Pengeluaran Konsumsi 3.b kontribusi terbesar.05 -0.49 -2.5 54. w w Tabel 2. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2016 17 Harga Berlaku Harga Konstan Distribusi1 (triliun rupiah) (triliun rupiah) (persen) Lapangan Usaha Triw Triw Triw Triw Triw Triw III-2016 IV-2016 III-2016 IV-2016 III-2016 IV-2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) M.01 4.2 4.328.2 39. O Pertahanan dan Jaminan Sosial 120.073.3 72.67 persen.428.67 2.99 5. Triw III.10 R. Triw III.56 4.15 -0.94 PAJAK DIKURANG SUBSIDI ATAS PRODUK 131.1 79.93 -5.74 Rumah Tangga 2. 2016 2016 2016 2015 2015 (y-on-y) (q-to-q) (q-to-q) (y-on-y) (y-on-y) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.02 5. Perubahan Inventori – – – – – – Diskrepansi Statistik 6.24 -1.67 -3.02 4.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran (persen) :// Triw III.52 4.6 100.1 40. PDB Indonesia triwulan IV-2016 dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q) mengalami kontraksi yang terutama disebabkan oleh Komponen Impor Barang dan Jasa yang tumbuh 12. Pengeluaran Konsumsi 4.S.2 2.8 55.64 8. Triw IV.83 6.24 4.09 12. alas kaki dan jasa perawatannya.94 5.2 1.385.93 7. Dikurangi Impor Barang & -5.6 100 100 1) Atas dasar harga berlaku id o.7 1. Triw IV.80 4.67 1.62 Tetap Bruto 5.

1 1 307.3 769. melanjutkan kecenderungan yang terjadi selama lima triwulan terakhir.0 id q-to-q y-on-y Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Pengeluaran Konsumsi LNPRT o.23 Pemerintah 4 Pembentukan Modal Tetap 1 021.49 41.0 8.15 1.2 261.4 Produk Domestik Bruto Menurut Pengeluaran ht Harga Berlaku Harga Konstan Distribusi1 (triliun rupiah) (triliun rupiah) (persen) Jenis Pengeluaran Triw Triw Triw Triw Triw Triw III-2016 IV-2016 III-2016 IV-2016 III-2016 IV-2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Pengeluaran Konsumsi Rumah 1 791.02) -4.0 21.6 1 307.6 1.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran Triwulan IV-2016 (persen) 39.86 33.99 4.1 618.6 -47.05 -9. :// tp Tabel 2.5 3 194. Pertumbuhan PDB menurut Pengeluaran triwulan IV-2016 dibandingkan dengan .5 2.72 persen.6 100.00 1) Atas dasar harga berlaku EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .56 Tangga 2 Pengeluaran Konsumsi LNPRT 36.1 16.7 652.7 475.8 27.9 38.35 Jasa PDB 3 205.20 3 Pengeluaran Konsumsi 289.88 56.b triwulan yang sama tahun 2015 (y-on-y) tumbuh 4.3 432.80 4.8 518.3 487.82 19.0 31.67 11.1 31.72 4.1 1 807.3 55.4 1 071.9 390. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah Pembentukan Modal Tetap Bruto . Pertumbuhan terjadi pada hampir semua komponen kecuali Komponen Pengeluaran Konsumsi w Pemerintah yang tumbuh minus 4.6 2 385.g Ekspor Barang & Jasa Dikurangi Impor Barang & Jasa ps 5.95 -1.6 187.9 -30.4 26.00 100.82 1.56 4.43 7 Dikurangi Impor Barang dan 539.53 Bruto (PMTB) 5 Perubahan Inventori 94.3 17.94 persen.8 60. 18 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2016 Grafik 2. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran w Konsumsi LNPRT sebesar 6.0 (0.83 2.50 6 Ekspor Barang dan Jasa 571.24 2.1 804.04 12.05 persen dibandingkan triwulan yang sama w tahun 2015.0 12.83 20.1 9.93 6.8 2 428.

46 57.88 Sumatera Jawa Bali dan Nusa Tenggara id o.73 8.27 persen. Pulau Kalimantan 8.b Sulawesi 6.g didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi ps terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 57.31 2.07 2.65 8.64 5. FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . Jawa Timur.17 3. 6. Bali dan Nusa Tenggara 2.45 persen. dan sisanya 5. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan IV-2016 masih .02 22.11 4.5 w Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) w 2016 Wilayah/Pulau 2014 2015 Trw III Trw IV :// (1) (2) (3) (4) (5) tp 1.07 persen.76 persen di pulau-pulau lainnya. dipengaruhi oleh empat provinsi penyumbang terbesar dengan total kontribusi sebesar 52.15 7.11 57. Jawa 57. 5.00 100. Maluku dan Papua 2.39 58.77 8.65 Total 100.18 21.07 3.88 persen.00 100. Sulawesi 5.27 22.51 persen. Keempat provinsi tersebut adalah DKI Jakarta. 5.94 persen. Kalimantan 8. Sumatera 23.36 2.87 3.91 6.07 6.13 6.00 100. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2016 19 Grafik 2.4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV-2016 (persen) 6.52 2. kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 22.33 persen. dengan pertumbuhan y-on-y masing- masing sebesar 5. dan 5.00 7.34 58.02 persen.02 3. Jawa Barat dan Jawa Tengah. w Tabel 2.27 5.98 22.48 persen.02 2. dan Pulau . Pertumbuhan ekonomi secara spasial pada triwulan IV-2016 menurut kelompok provinsi.88 ht 3.

37 5.37 6.g 4.75 4. Jawa Timur -2.77 17. 08.82 5. Kalimantan Selatan -1.89 19.52 ps 10. Kalimantan Timur 2.95 14.29 100.44 :// 16.49 6.69 4.48 2.55 18.15 9.22 3.18 22.01 0.67 22.93 1.85 29.98 5. Sumatra Barat 0.75 07.35 0.47 05.56 8. Aceh 0.50 0.35 4.24 5.09 02.67 2.38 13. Bali 0.24 49.56 Sulawesi -0.40 id 06.28 14.11 5.89 100.85 EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .61 5.83 5.b 11.87 5.36 24.57 04.19 12.30 2.53 5.00 8.98 0.03 12. Banten 0.91 22.18 21.59 6.47 6. Jawa Tengah -2.59 100.71 5.31 4.15 23.17 14.24 5.03 0.73 5.11 ht 17. Sulawesi Utara 7.23 w 12.97 03. DKI Jakarta 1.01 100.19 5.23 24. Kalimantan Tengah 2.29 21. Sumatra Selatan -3.93 2.64 -0.36 10.77 5.42 100. Kep.15 5.11 09. DI Yogyakarta -0.07 25.23 4.86 5.30 6.22 2.00 3.03 4. Kalimantan Utara 2.67 Kalimantan 1.45 5.77 5.00 22. Jambi 2.43 14.55 24.82 28. Nusa Tenggara Timur 0.87 w 15.30 4.75 6.18 4.82 1. Sumatra Utara 0.84 w 13. Bangka Belitung 2.27 20.44 o. Kepulauan Riau 1.12 1.45 4.04 5. Lampung -8.58 1.57 4. 20 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2016 Tabel 2.25 5.00 57.22 15.26 7.35 1.59 5.27 3.30 -0.33 5. Bengkulu 2.30 3.93 1.02 01. Kalimantan Barat 0.05 1. Riau 2.92 .77 4.6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2016 (persen) Pertumbuhan Konstribusi Terhadap Provinsi Terhadap q-to-q y-on-y c-to-c Total 33 Pulau Provinsi (1) (2) (3) (4) (5) (6) Sumatera -0.71 Jawa -0.63 6.76 5.74 6. Jawa Barat -0.12 8.01 4.68 0.76 0.56 5.45 5.28 4.51 5.26 5.89 3.88 .00 6.22 2.26 7.07 tp Bali dan Nusa Tenggara -2.77 1.11 2.28 5.50 0.01 5. Nusa Tenggara Barat -8.60 2.19 5.38 52.80 7.48 5.07 5.49 4.03 7.

57 0.25 30. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2016 meningkat sebesar 5.00 tp ht 5.52 20.23 id 33.00 2.03 4. Pertumbuhan tertinggi .55 34.91 5. . Papua 8.76 11.01 5.77 8.66 7.07 0.41 48.86 4.02 persen 5.04 0.46 1.87 persen dan 7.41 2.83 3.65 6. Papua Barat 3. Sulawesi Barat 5.02 6. dan Jasa Lainnya yang tumbuh w masing-masing sebesar 8. w w Grafik 2.90 persen.00 4.5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2014–2016 (persen) :// 6.00 2014 2015 2016 Laju Pertumbuhan PDB FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .26 4.51 6. Maluku Utara 1.80 9.b dicapai oleh Lapangan Usaha Jasa Keungan dan Asuransi yang tumbuh sebesar 8. Sulawesi Selatan -5.11 14.94 28.98 15.41 9.21 59.50 6.91 0.49 5.75 0. Gorontalo -3.45 100.60 7.50 4.54 5.30 32.30 7. Maluku 3.23 7.80 persen.g 8.65 31.30 Maluku dan Papua 6.88 4. Sulawesi Tenggara 3.36 7.79 29.53 0.50 5.52 4. Sulawesi Tengah 1.23 21.51 13.02 ps persen terjadi pada semua lapangan usaha ekonomi. diikuti oleh Informasi-Komunikasi.48 7.22 0.58 o. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2016 21 Pertumbuhan Konstribusi Terhadap Provinsi Terhadap q-to-q y-on-y c-to-c Total 33 Pulau Provinsi (1) (2) (3) (4) (5) (6) 26.94 27.

94 3.57 1.51 id D Pengadaan Listrik dan Gas 5.77 3. E Sampah. dan Perdagangan Besar dan Eceran.31 2.90 3.42 5.g F Konstruksi 6.65 1.T.57 PRODUK DOMESTIK BRUTO 5.30 2.77 4.31 13. Tahun 2016.86 4.69 8. Reparasi dan 5.36 6.97 6. EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .19 G Perawatan Mobil dan Sepeda Motor .433.24 3.62 4.07 Ulang . Kehutanan dan 4.09 1.15 Pengadaan Air.19 persen.38 Perdagangan Besar dan ps Eceran.81 7.69 7.90 0.60 0.24 19.25 13.71 Jasa Lainnya U NILAI TAMBAH ATAS HARGA DASAR 5.29 21.86 96.03 4.33 3.93 8.08 7.19 3.b Transportasi dan 7.31 4. 8.70 tp Administrasi Pemerintahan.8 triliun.55 1.37 3.07 Q Sosial R.64 4.43 -3.59 3.20 w K Jasa Keuangan dan Asuransi L Real Estat 5.24 7.91 3.37 Jasa Kesehatan dan Kegiatan 7.23 3.88 5.59 8.00 1.45 A Perikanan Pertambangan dan 0. Pengelolaan o.68 7. Tabel 2.55 97.04 2.63 3. diikuti Pertanian.21 10.20 B Penggalian C Industri Pengolahan 4.49 13.12 9.47 7.406.86 ht Sosial Wajib P Jasa Pendidikan 5.22 9.65 7.00 4.00 4.92 I Makan Minum w J Informasi dan Komunikasi 10.83 7.50 3.84 2. O Pertahanan dan Jaminan 2.79 2.68 5.7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2014–2016 (persen) Laju Pertumbuhan1 Distribusi2 Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2014 2015 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Pertanian.14 1.49 3.01 4.02 100 100 100 1) Atas dasar harga konstan 2010 2) Atas dasar harga berlaku 10.03 1.08 32.43 13. dan Perikanan sebesar 13. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13.36 5.51 persen. 22 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2016 9.83 3.36 1. dan Daur 5.18 2.06 9.68 8.45 persen.14 3.34 13. Kehutanan.74 4.84 3.38 4.96 2.52 3.51 96.18 4.07 3.22 H Pergudangan w Penyediaan Akomodasi dan 5.11 4.07 1.07 0.81 :// M.S.93 13.42 1.02 5. sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2010) mencapai Rp 9.43 PAJAK DIKURANG SUBSIDI ATAS PRODUK 5. Lapangan Usaha Industri Pengolahan masih memberikan kontribusi terbesar terhadap total perekonomian sebesar 20.96 6.N Jasa Perusahaan 9. Limbah.07 20.0 triliun.33 4. Besaran PDB Indonesia pada tahun 2016 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 12.90 5.86 10.65 1.87 3.39 1.07 0.80 1.97 20.

Kehutanan dan 1 409.1 1 287.3 Q Sosial tp R.8 268.1 144.2 1 535.4 2 544.5 9 433.U Jasa Lainnya 163.4 159.5 w M. Pengelolaan E Sampah.3 1 207.g362.0 579.74 persen dan 0.5 421.3 1 934.9 :// Jasa Kesehatan dan Kegiatan 109.5 190.7 283.6 Ulang F Konstruksi 1 042.7 826.4 465.2 ps J Informasi dan Komunikasi 369.2 478.b L Real Estat 294.5 282. Reparasi dan 1 419.4 443.5 9. Limbah.0 520.6 348.3 w Administrasi Pemerintahan.6 296.3 263.2 326.5 406.7 1 555.9 Sosial Wajib w P Jasa Pendidikan 341.2 NILAI TAMBAH ATAS HARGA DASAR 10 306.T.0 1 177.2 G Perawatan Mobil dan Sepeda o.0 190. kecuali Komponen Ekspor Barang dan Jasa serta Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang mengalami kontraksi sebesar 1.2 9 096.7 1 669.2 ht PAJAK DIKURANG SUBSIDI ATAS PRODUK 263.3 378.2 134.3 775.4 267.N Jasa Perusahaan 166.2 11 169. FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .7 A Perikanan B Pertambangan dan Penggalian 1 039.1 647.6 879.15 persen. dan Daur 7. dan 4.5 2 017.6 .0 278.62 persen.8 94.8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2014–2016 (triliun rupiah) Atas Dasar Harga Berlaku Atas Dasar Harga Konstan 2010 Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2014 2015 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Pertanian.0 1 177.9 100.5 C Industri Pengolahan 2 227.9 132. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT yang tumbuh 6.6 137.5 767.7 893.0 418.3 211.6 327. diikuti oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga. O Pertahanan dan Jaminan 404.8 8.6 1 209.9 794.2 925.9 131. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2016 23 Tabel 2.1 341.8 PRODUK DOMESTIK BRUTO 10 569.2 K Jasa Keuangan dan Asuransi 408.2 .2 257.4 881.0 213.8 388.1 384.7 459.48 persen.6 D Pengadaan Listrik dan Gas 114.5 102. dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto.0 11.9 7.5 362.6 2 418.1 Perdagangan Besar dan id Eceran.S.1 319.9 8 982.0 449.3 256.1 1 171.01 persen.9 282.3 336.8 8 351.3 1 636.9 156.1 122.02 persen ditopang oleh hampir semua Komponen.8 I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 321. masing-masing tumbuh sebesar 5. Motor H Transportasi dan Pergudangan 467.0 94.8 8 564.0 1 129.6 212.3 310.3 11 963.9 348.7 12 406.4 91.8 375.7 1 255.7 11 531.9 319. Pertumbuhan ekonomi tahun 2016 sebesar 5.0 293.4 97.6 1 854.8 148.8 347.6 450.0 6.0 Pengadaan Air.4 8 700.3 142.4 7.

0 4 881.5 2 389.8 139.41 -2.73 6 Ekspor Barang dan Jasa 1.31 Jasa PDB 5. diikuti Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 32.1 2 367.57 persen.02 100.15 19.0 -192.7 1 817.4 1 969.57 Bruto (PMTB) 5 Perubahan Inventori – – – 2.50 Tangga 2 Pengeluaran Konsumsi LNPRT 12.32 -0.00 1) Atas dasar harga konstan 2010 2) Atas dasar harga berlaku id 12. 24 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2016 Tabel 2.48 32. Ekspor Barang dan Jasa . Konsumsi Pemerintah sebesar 9.5 9 433.5 Jasa Diskrepansi Statistik -44.9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Pengeluaran Tahun 2014–2016 (persen) Laju Pertumbuhan1 Distribusi2 Jenis Pengeluaran 2014 2015 2016 2014 2015 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Pengeluaran Konsumsi Rumah 5.5 99.8 Bruto (PMTB) 5 Perubahan Invenntori 220.3 2 047. Komponen Konsumsi Rumah Tangga masih memberikan kontribusi o.1 juta (tahun 2015).62 6.45 5.2 6 477.9 144.3 775.4 93.8 214.27 24.08 persen. PDB per kapita atas dasar harga berlaku terus mengalami peningkatan.9 8 982.4 81.10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2010 Menurut Pengeluaran w Tahun 2014–2016 (triliun rupiah) w Atas Dasar Harga Konstan Atas Dasar Harga Berlaku Jenis Pengeluaran 2010 :// 2014 2015 2016 2014 2015 2016 tp (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Pengeluaran Konsumsi Rumah 1 5 915.31 persen.16 3 Pengeluaran Konsumsi 1.3 130.4 98.15 4.8 105.88 5.3 Pemerintah Pembentukan Modal Tetap 4 3 436.g ps sebesar 19.7 12 406. w Tabel 2.4 2 439.17 56.4 juta (tahun 2011).9 juta (tahun 2014).96 5.8 1 172.00 100.7 11 531.9 3 782.67 21.50 persen.5 2 772. Dalam kurun waktu 2011-2016.00 100.9 5 126.16 .62 1.45 persen.b persen.0 juta (tahun 2016).01 4.43 9.52 32.15 9. sebesar Rp45.01 55.5 3 041.6 112.6 6 Ekspor Barang dan Jasa 2 501.4 774. yaitu sebesar Rp32.16 5.1 1 859.1 4 040.6 4 651.08 7 Dikurangi Impor Barang dan 2.6 Dikurangi Impor Barang dan 7 2 580.12 -6. EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .3 57.75 9.12 -1.9 2 004.3 Pengeluaran Konsumsi 3 996.0 13.6 2 271.19 -0.4 PDB 10.2 1 987. Tahun 2016.4 juta (tahun 2013).14 1.45 Pemerintah 4 Pembentukan Modal Tetap 4. terbesar terhadap total perekonomian sebesar 56.96 56.6 7 009.08 1.18 1.72 18.4 736.0 -270.1 juta (tahun 2012).01 4.2 1 124. sebesar Rp35.8 8 564. sebesar Rp38.41 20.38 1.5 Tangga ht 2 Pengeluaran Konsumsi LNPRT 124.5 2 911.07 -2. sebesar Rp41. dan Komponen Konsumsi LNPRT sebesar 1.569.74 23.1 163. Impor Barang dan Jasa sebesar 18.80 32. dan sebesar Rp48.2 158.

29 9.4 41.69 6.8 3 532.24 c.3 3 374.11 PDB Per Kapita Indonesia Tahun 2011–2016 Uraian 2011 2012 2013 2014 2015 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) PDB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a.47 9.g ps .46 8.5 3 605.25 7. Nilai (US$) 3 691.9 45.0 b. Indeks Peningkatan (persen) 12.1 38.1 id o. Nilai (juta rupiah) 32. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2016 25 Tabel 2.4 35.1 48.b w w w :// tp ht FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .9 3 666. .9 3 740.

Grafik 3. EKSPOR DESEMBER 2016 1.g 14 000 ps 12 000 10 000 .35 miliar atau turun 0.57 persen dibanding Desember 2015. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Desember 2016 terhadap November 2016 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$140.06 persen). November 2016. 3. 26 EKSPOR DESEMBER 2016 III.11 persen dibanding ekspor Desember 2015. Secara kumulatif nilai ekspor Januari–Desember 2016 mencapai US$144. demikian juga naik 18.95 persen dibanding ekspor periode yang sama tahun 2015.34 persen.1 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Desember 2014–Desember 2016 id o. Nilai ekspor Indonesia Desember 2016 mencapai US$13.54 miliar.57 persen. sedangkan EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . naik 1.6 juta (9. Ekspor nonmigas Desember 2016 mencapai US$12. demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$131.77 miliar. 4. 16 000 .43 miliar atau turun 3.77 miliar.99 persen dibanding ekspor mencapai US$13. Demikian juga naik 15. ekspor naik sebesar 15.b juta US$ 8 000 w 6 000 w 4 000 w 2 000 :// tp 0 Jun Jun Nov Nov Jul Jul Mar Mar Jan'15 Des'14 Des'15 Des'16 Apr Apr Feb Mei Sep Jan Feb Okt Mei Sep Okt Agt Agt ht Migas Nonmigas Migas+Nonmigas 2.13 persen dibanding ekspor nonmigas November 2016. atau naik Nilai ekspor Desember 2016 sebesar 1.

8 23.0 10 328.22 11.45 11.4 1 103.0 108 603.35 0.4 144 433. ekspor Indonesia terbesar pada periode Januari– id Desember 2016 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$25.81 o.84 Nonmigas 10 617.1 -7.55 -0.5 10 146.5 109 763.86 miliar.9 5 196.6 13 087.38 Industri pengolahan 8 668.72 0.95 100.5 366.1 44.87 -2.54 9. 6.08 -27.9 16 808.42 -7.9 91.13 -0.80 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 6.6 617.7 2.g ps Tabel 3. ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Desember 2016 naik sebesar 1.2 687.6 131 791.1 1 754. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1.1 443.2 69.8 3 726.25 -6.3 13 503.59 hasil minyak Pengadaan gas 0.66 persen).44 ht .99 -3.7 25.24 miliar. dengan kontribusi ketiganya mencapai 36.8 9.55 30.5 12. disusul Amerika Serikat US$1.35 263.5 18.3 1 131.0 1 018.43 miliar.60 . .8 131 346.00 :// Migas 1 299.57 1.03 Pertambangan 1 219.28 11.5 15.1 Nilai FOB (juta US$) Ekspor Indonesia dan Persentase Perubahannya (∆%) .0 1 231.9 12 400.35 -32.7 357.46 miliar dan Jepang US$1.b 2015 2016 ∆ (%) Peran (%) w Uraian y-on-y Jan–Des Desember Jan–Des November Desember Jan–Des y-on-y m-on-m 2016 Jan–Des w (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) w Total Ekspor 11 917.69 -51.6 13 772.0 -5.73 miliar (17.9 1 887.9 10 102. Ekspor nonmigas Desember 2016 terbesar adalah ke Tiongkok. 5.4 401.95 miliar (9.27 10. diikuti Jawa Timur sebesar US$18.48 8.4 1 738.07 persen dibanding ekspor hasil industri pengolahan periode yang sama tahun 2015.94 Pertanian 288.0 16.1 12 189.5 15.44 1.71 persen) dan Kalimantan Timur sebesar U$13.07 76. yaitu US$1.00 Pertambangan dan lainnya 1 660. sementara itu ekspor hasil pertanian turun 7.30 4.06 10.0 2 080. Menurut sektor.9 6 479. Menurut provinsi asal barang.2 6 992. 7.06 Industri pengolahan tp 79.5 18 147.Minyak mentah 434.0 juta (32.8 3 435.11 1.76 -38.80 3.75 persen.39 persen.5 18 574.2 14.67 -19.36 miliar (12.Gas 785.56 FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .1 150 366. persen). EKSPOR DESEMBER 2016 27 penurunan terbesar terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$132.75 12.80 2.4 -12.66 -29.00 persen).34 90.6 12 540.4 853.8 19 461.

7 35 964.90 .1 4 645.2 69.1 -2.08 12.8 469.4 3 567.85 4.5 -17.8 6 368.8 -2.51 4.5 -132.8 140.84 -12.30 5 215.4 -16.11 14.11 19.6 -4.31 -Minyak mentah 1 403.1 223.24 5.2 1 964.8 14 752.6 40 018.8 -98. Nonmigas 30 985.39 10.4 -0.27 4.41 57 249.88 15.64 -12.2 25 491.98 5.06 1 580.52 2 006.4 -16.5 5 663.60 2.53 Lainnya 7 272. Perhiasan/permata (71) 412.4 34.2 5 200.6 73.4 696.13 -12.7 3 390.3 -38.09 9.81 14.6 67.5 280.3 26.6 -4.59 -8.32 31.0 33 602.19 3 378.73 Pengadaan gas 2.5 1 402. Bahan bakar mineral (27) 1 552.9 5 608.3 1 825.37 4.2 1 692. Benda-benda dari besi dan baja (73) 122.8 -21.4 3 954.9 -10.77 -14.2 1. Besi dan baja (72) 154.31 6.88 -1.99 6.23 2.8 -35.8 1 667.94 20.82 1 203.44 8 562.6 34 847.3 -5.47 18.67 19. 28 EKSPOR DESEMBER 2016 Tabel 3.9 51.72 15.0 -17.3 -4.3 26 074.2 568.g Pertanian 925.74 1.6 9.81 Industri pengolahan hasil minyak 260.1 44.78 1.8 22.23 4.6 72.8 -1.8 140.4 29 913.04 -6.95 -7.5 201.5 3 254.13 131 791.8 8.1 5 450.4 29.5 -8.1 3 118.2 67.47 10.0 3 198.4 5 867.75 id -Gas 2 510.00 -18.47 Total Ekspor Nonmigas 12 400.93 56.59 -0.13 43.73 18.2 237. Pakaian jadi bukan rajutan (62) 307.23 -18.0 1 851.00 EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .63 ps Pertambangan dan lainnya 4 188.2 8 134.91 1.4 14.0 30 142.0 3.7 440.48 2.9 -0.0 -24.39 17. Mesin-mesin/pesawat mekanik (84) 458.26 5 419.1 99.81 5 913.5 2 832.04 Pertambangan 3 913.2 Perkembangan Nilai FOB Ekspor Indonesia (juta US$) Triwulanan 2015–2016 Perubahan Triwulan (%) 2015 2016 I-2016 II-2016 III-2016 IV-2016 IV-2016 Uraian thd thd thd thd thd Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV IV-2015 I-2016 II-2016 III-2016 IV-2015 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) Total Ekspor 35 161.9 36 628.0 -8.43 7.6 3 037.0 -28.90 4.4 1.80 -17.24 -3.3 4.9 -74.52 Industri pengolahan 25 871.00 5 494.84 13.7 15.93 74 542.1 705.15 7.03 -3.9 1 154.0 -26.6 1 516.24 11.5 1 323.2 928.0 -32.9 131 346.06 16 077.27 Total 10 Golongan Barang 5 128.50 56.72 9.3 74 168.25 5.34 100.3 420.6 -0.0 2.9 1 315. Kendaraan dan bagiannya (87) 567.8 87.6 1 106.32 6.19 ht 3.5 203.24 0.4 7 340.b Tabel 3.6 31 648.8 641.6 28 283.47 5.6 57 177. Bijih. dan abu logam (26) 340.0 3 460.03 3 978.6 12 540.95 8.8 0.46 887.82 Migas 4 176.6 4. kerak.0 2 984.30 -21.50 -20.4 3 939.71 33. Mesin /peralatan listrik (85) 716. Karet dan barang dari karet (40) 495.75 o.72 9.8 375.3 3 879.5 -0.0 211.3 w Nilai FOB (juta US$) Ekspor Nonmigas Beberapa Golongan Barang HS 2 Digit w dan Perubahannya (∆) w Januari-Desember November Desember Golongan Barang (HS) ∆ ∆% Peran (%) 2016 2016 2015 2016 ∆% :// 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) tp 1.21 .6 5.1 32 927.5 1 660.

9 11 645.1 11 883.85 0.49 10.8 1 453.6 11 609.7 8 532.3 10 198.7 14.6 -29.7 11 312.2 2 709.8 1 379.45 id 5 Belanda 6 Italia 142.4 11 509.1 1 187.6 Nov 2 035.6 23.06 ps 9 Amerika Serikat 1 338.8 1.8 11 361.8 51.0 12 400.0 6.7 12 447.4 6 987.6 1 988.5 81.46 11.06 5 439.3 12 551.6 12 540.6 2 660.7 11 970.3 14 436.56 39 004.2 11 646.4 26.18 3.84 92 787.16 Uni Eropa 1 337.0 11 285.8 1.0 1 138.63 2 Malaysia 554.6 1 392.72 3 651.97 4 Jerman 222.6 13 503.72 6 227.7 5 261.8 636.3 8 906.9 2 635.62 10.6 673.0 12 623.2 15 275.55 6.1 1 753.5 FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .7 1 055.9 40 188.8 8.3 11 787.6 .2 1 457. Negara Utama Lainnya 6 387.4 131 791.01 4 600.0 12.7 0.88 15 308.6 11 917.7 11 810.4 1 863.34 100.9 11 195.00 13 Taiwan 222.1 -20.7 12 742.2 12 121.51 ASEAN Lainnya 945.34 21.2 1 103.7 3.7 3 219.7 12 748.32 o.82 -3.9 13 244.20 Uni Eropa Lainnya 632.8 14 124.1 -3.6 24.7 0.0 118.6 41.9 13.5 1 458.0 9 412.42 8 661.0 12 268.7 13 096.3 Jun 2 786.60 w Total Ekspor Nonmigas 12 400.16 2.4 3.24 27 285.0 91 157.1 12 974.0 9 625.2 64 401.3 13 544.3 1 299.1 -1.95 w Total 13 Negara Tujuan 8 745.4 10 419.4 21.03 .7 -10.9 12 074.06 1.0 -3.7 957.2 708.6 Feb 2 729.74 2 661.8 -1.3 10 570.00 339.28 4.4 Jul 2 496.0 18 574.8 12 588.6 12 540.9 1 108.3 15 192.9 14 414.2 13 514.9 150 366.2 11 904.0 9 924.8 -32.56 11 Australia 223.7 1 497.8 140.89 11.0 131 346.9 539.0 150.88 1 Singapura 685.4 111.5 15 409.75 7 796.6 Des 2 168.13 131 791.6 891.5 Okt 2 413.5 26.2 175 980.01 2.4 Nilai FOB (juta US$) Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan dan Perubahannya (∆) Januari–Desember November Desember Peran Negara Tujuan ∆ ∆% 2016 2016 2015 2016 ∆% (%) 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) ASEAN 2 599.1 1 231.9 14 823.1 11 475.9 10 556.1 11 122.9 Mei 2 375.0 1 239.3 28 742.3 1 243.3 11 627.5 10 742.6 0.0 11 465.0 9 372.90 5.2 1.5 -0.8 13 772.58 3 Thailand 413.1 -13.66 2 994.2 1 295.4 11 641.8 13 212.6 14 472.3 2.94 14 801.1 160.2 41.76 69.48 6 857.46 7.39 65 353.4 -11.g 2.46 4.2 12 879.5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2014–2016 :// (FOB: juta US$) tp 2014 2015 2016 Bulan ht Migas Nonmigas Total Migas Nonmigas Total Migas Nonmigas Total (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Jan 2 501.5 1 439.9 1 572.8 20.58 11 602.2 380.1 1 421.0 8 708.8 6.9 92.5 14 481.4 1 061.3 13 087.4 971.8 1 113.03 7 8 Tiongkok Jepang 1 812.3 -14.1 -145.9 14 634.98 13 260.8 393.3 Sep 2 622.7 -20.2 -72.00 w Tabel 3.3 3 634.5 15 292.63 1 872.8 6 012.5 144 433.5 10 617.0 Mar 2 641.0 Apr 2 651.57 2.9 11 686.9 131 346.6 11 134.09 3 409.7 9.7 5.9 -5. EKSPOR DESEMBER 2016 29 Tabel 3.46 49.0 2.0 12 568.9 -7.6 1 530.4 Total 30 018.4 13 104.6 110.9 12 754.8 10 584.0 -16.2 923.6 131.4 11 514.94 10 India 1 068.1 14 292.1 1 429.7 -5.1 234.8 12.4 12 172.0 6 411.8 998.5 11 507.4 4.8 145 961.7 244.6 -0.2 12 726.6 10 480.1 9 530.4 -1.2 15 684.3 1 959.9 2 561.2 5.8 Agt 2 598.5 4 608.03 30.86 1.1 15 096.8 10 044.1 -51.74 7.b 12 Korea Selatan 427.40 Lainnya 3 655.8 -2.6 12 653.1 13 634.

00 0.7 0.00 32 Maluku Utara 34.2 17.3 1.7 12.1 1.09 16.6 100.6 1.91 1 754.0 1.3 13.62 91.00 31 Maluku 48.43 1.46 625.00 3 Sumatera Barat 1 439.0 1.07 98.4 2.22 45.54 100. 10 Lampung 3 124.89 95.6 1.9 0.12 345.11 172.28 48.45 100.1 1.6 Nilai FOB (juta US$) Ekspor Indonesia Menurut Provinsi Asal Barang dan Pelabuhan Muat.27 0.36 966.63 100.70 324.46 100.00 19.29 101.02 40.00 100.6 12.01 9 574.6 1.49 100.9 0.04 0.4 0.89 1.3 0.06 7 923.11 3 191.11 0.30 11.5 9.8 5.47 44.81 100.89 1 021.7 0.0 0.0 0.0 7.00 5 Kepulauan Riau 9 573.80 83.00 11 DKI Jakarta 10 989.17 2.00 0.32 55.71 100.82 94.6 0.94 9 328.00 14 Jawa Tengah 5 158.9 20.04 100.3 0.5 0.48 79. 30 EKSPOR DESEMBER 2016 Tabel 3.00 Total Ekspor 105 531.14 4.2 0.27 5.7 0.9 0.1 0.6 0.47 99.23 106.89 67.7 1.7 0.4 0.20 0.5 0.03 99.5 0.05 47.1 9.03 100.81 100.2 0.00 w 18 Nusa Tenggara Barat 1 574.53 21.08 97.7 2.75 70.27 29.00 9 Bengkulu 57.75 5 358.21 100.08 38.4 0.93 100.40 977.00 o.30 100.83 98.29 19.82 98.83 97.2 0.91 55.24 4.16 0. Januari–Desember 2016 Pelabuhan Muat Total Ekspor No Provinsi Asal Barang Prov Asal Barang Prov Lain Urut % % % % Nilai % Baris Nilai Nilai % Baris Kolom Kolom Baris Kolom (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1 Aceh 22.4 0.6 0.87 6 437.09 1 345.09 59.00 – 38 901.08 100.1 1.68 1 494.6 0.2 0.9 100.4 0.9 0.01 23.00 ps 13 Banten 1 404.79 33.3 0.00 w 21 Kalimantan Tengah 286.77 13 945.00 29 Sulawesi Barat – – – 350.22 13 707.71 100.04 2.5 0.00 7 Sumatera Selatan 1 921.4 17.01 2.2 7.71 54.00 :// 23 Kalimantan Timur 13 838.31 100.00 w 19 Nusa Tenggara Timur 23.49 99.00 ht 26 Gorontalo 4.52 30.4 0.78 167.1 0.9 0.33 15.99 781.00 25 Sulawesi Utara 848.60 43.1 9.0 0.44 16.79 505.6 0.71 158.00 350.22 95.1 0.00 80.67 100.88 18 362.9 0.6 0.01 25 726.36 96.5 6.95 1.5 100.14 3.40 11 033.37 84.46 100.6 0.66 100.8 3.1 1.40 100.3 1.00 – EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .8 0.10 100.03 0.00 20 Kalimantan Barat 610.g64.05 36.00 27 Sulawesi Tengah 1 556.48 1.15 100.90 100.21 60.5 0.05 107.1 1.08 2.24 2 027.23 100.00 – 144 433.00 2 Sumatera Utara 7 595.00 tp 24 Kalimantan Utara 757.6 .52 3.07 99.5 0.72 97.67 1 172.42 9.99 25 215.24 100.7 0.26 63.89 80.30 333.05 5.05 61.02 100.70 1 585.00 22 Kalimantan Selatan 5 158.00 12 Jawa Barat 510.95 219.0 4.21 276.51 51.11 51.1 0.60 1 894.58 97.00 17 Bali 228.96 97.8 1.9 3.43 100.2 1.06 2. Bangka Belitung 1 290.06 100.0 0.4 6.71 100.25 200.1 4.3 0.00 33 Papua 1 999.3 2.3 10.02 52.00 30 Sulawesi Tenggara 111.00 .2 4.54 15.03 100.3 0.1 0.00 34 Papua Barat 1 738.2 0.9 0.65 99.00 4 Riau 13 539.20 99.6 1.64 100.11 100.00 28 Sulawesi Selatan 1 141.00 id 8 Kep.02 0.80 35.13 1 278.21 100.8 0.5 1.0 0.00 15 DI Yogyakarta 9.64 680.38 2 091.58 1 565.11 99.41 99.3 0.87 48.1 0.99 0.79 7 655.76 106.00 6 Jambi 916.b 16 JawaTimur 18 017.3 0.33 31.0 0.89 96.3 0.9 0.35 100.9 0.21 56.

78 miliar Dibanding impor Desember 2015 naik atau naik 0.13 persen dibanding November 2016 (US$1.92 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (US$24.72 miliar atau turun 23.61 miliar).35 persen dibanding November 2016 (US$10. Selama Januari–Desember 2016 impor nonmigas mencapai US$116. Selama Januari–Desember 2016 impor migas mencapai US$18. Peningkatan nilai impor nonmigas terbesar Desember 2016 adalah golongan perhiasan dan permata sebesar US$101. Grafik 4. naik 1. .g 10 ps 8 Miliar US$ .88 persen 5.82 persen.96 persen dibanding November 2016 FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .72 miliar). IMPOR DESEMBER 2016 1. IMPOR DESEMBER 2016 31 IV.1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) Desember 2015–Desember 2016 id 12 o.0 juta.08 miliar).b 6 w 4 w 2 w :// 0 Apr Des'15 Jan'16 Feb Mar Agt Jul Des Nov Okt Sep Mei Jun tp Migas Nonmigas ht 2.98 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (US$118. 4.69 miliar. Impor nonmigas Desember 2016 sebesar US$11. Impor migas Desember 2016 sebesar US$1. sebesar US$12.95 miliar). 3. turun 2. atau naik 48.09 miliar. Nilai impor Indonesia Desember 2016 sebesar US$12.78 miliar atau naik 0.93 miliar atau turun 0.88 Impor Desember 2016 persen dibanding impor November 2016.

Sebaliknya impor golongan barang konsumsi meningkat 13. Jepang 11. Impor golongan barang tersebut pada Januari–Desember 2016 mencapai US$894.09 persen. Impor nonmigas dari ASEAN dan Uni Eropa masing-masing 21.73 persen dan 9. Grafik 4. EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar periode Januari–Desember 2016 ditempati Tiongkok 26.62 8. 32 IMPOR DESEMBER 2016 (US$206. 30 .22 o.54 persen.6 juta. Nilai impor golongan bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari– Desember 2016 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 5. 5.98 10 7.64 persen. naik 16.b 12.02 8. Neraca perdagangan Indonesia Desember 2016 surplus sebesar US$992.2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Utama Asal Barang (CIF) Januari–Desember 2015 dan 2016 35 id 30.20 w 5 w 0 Singapura Thailand Jepang Tiongkok Amerika Serikat :// Jan–Des 15 Jan–Des 16 tp ht 6.g 25 ps Miliar US$ 20 15 13.69 29.11 persen.23 .36 persen.46 persen dan 9.1 juta. 7. dan Thailand 7.55 7.3 juta).60 w 7.93 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.24 persen.97 8.

IMPOR DESEMBER 2016 33

Tabel 4.1
Ringkasan Perkembangan Nilai Impor Indonesia (Juta US$) dan Perubahannya
Januari–Desember 2015 dan 2016

Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd
Des 2016 Jan–Des’16 Total Impor
Uraian Nov Des Jan–Des Jan–Des
thd thd Jan–Des’16
2016 2016 2015 2016 (%)
Nov 2016 Jan–Des’15
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

Total 12 669,4 12 780,3 142 694,8 135 650,7 0,88 -4,94 100,00
Migas 1 724,1 1 687,4 24 613,2 18 724,8 -2,13 -23,92 13,80
- Minyak Mentah 523,5 583,0 8 063,3 6 730,6 11,37 -16,53 4,96
- Hasil Minyak 985,2 964,2 14 537,0 10 325,3 -2,13 -28,97 7,61
- Gas 215,4 140,2 2 012,9 1 668,9 -34,91 -17,09 1,23
Nonmigas 10 945,3 11 092,9 118 081,6 116 925,9 1,35 -0,98 86,20

id
Tabel 4.2

o.
Perkembangan Impor Indonesia

.g
Desember 2015–Desember 2016

Perubahan
ps
Nilai CIF (Juta US$)
Periode Terhadap Periode Sebelumnya (%)
Migas Nonmigas Total Impor Migas Nonmigas Total Impor
.b

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
2015
2015
w

Triwulan I 6 102,6 30 628,8 36 731,4 -41,55 -8,20 -16,15
w

Triwulan II 6 994,3 30 226,7 37 218,0 14,61 -1,32 1,32
Triwulan III 6 314,7 27 725,0 34 039,7 -9,72 -8,27 -8,54
w

Desember 1 798,0 10 279,3 12 077,3 9,61 4,05 4,84
Triwulan IV 5 201,5 29 504,2 34 705,7 -17,63 6,42 1,96
://

Jan–Des 24 613,2 118 081,6 142 694,8 -43,37 -12,35 -19,91
tp

2016
Januari 1 221,5 9 245,5 10 467,0 -32,06 -10,06 -13,33
ht

Februari 1 122,9 9 052,7 10 175,6 -8,07 -2,09 -2,78
Maret 1 552,4 9 749,3 11 301,7 38,25 7,69 11,07
Triwulan I 3 896,8 28 047,5 31 944,5 -25,08 -4,94 -7,96
April 1 362,1 9 451,5 10 813,6 -12,26 -3,05 -4,32
Mei 1 668,5 9 472,2 11 140,7 22,49 0,22 3,02
Juni 1 772,2 10 323,0 12 095,2 6,22 8,98 8,57
Triwulan II 4 802,8 29 246,8 34 049,5 23,25 4,28 6,59
Juli 1 506,4 7 510,8 9 017,2 -15,00 -27,24 -25,45
Agustus 1 795,9 10 589,3 12 385,2 19,23 40,99 37,35
September 1 766,4 9 531,1 11 297,5 -1,64 -9,99 -8,78
Triwulan III 5 068,7 27 631,2 32 699,9 5,54 -5,52 -3,96
Oktober 1 545,1 9 962,1 11 507,2 -12,53 4,52 1,86
November 1 724,1 10 945,3 12 669,4 11,59 9,87 10,10
Desember 1 687,4 11 092,9 12 780,3 -2,13 1,35 0,88
Triwulan IV 4 956,6 32 000,3 36 956,9 -2,21 15,81 13,02
Jan–Des 18 724,8 116 925,9 135 650,7 -23,92 -0,98 -4,94
Ju

FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81

34 IMPOR DESEMBER 2016

Tabel 4.3
Impor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit dan Perubahannya
Januari–Desember 2015 dan 2016

Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd
Total
Golongan Barang (HS) Des’16 Jan–Des’16 Impor
Nov Des Jan–Des Jan–Des Nonmigas
thd thd
2016 2016 2015 2016
Nov’16 Jan–Des’15 Jan–Des’16
(%)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Mesin dan peralatan listrik (85) 1 585,1 1 473,1 15 518,3 15 416,5 -7,07 -0,66 13,18
2. Plasti dan barang dari plastik (39) 626,2 595,8 6 831,6 7 000,1 -4,85 2,47 5,99
3. Bahan kimia organik (29) 420,3 376,0 5 715,5 4 790,9 -10,54 -16,18 4,10
4. Serealia (10) 188,0 255,3 3 156,1 3 191,8 35,80 1,13 2,73
5. Ampas/sisa industri makanan (23) 222,4 191,7 2 734,6 2 479,9 -13,80 -9,31 2,12

id
6. Perangkat optik (90) 308,2 230,7 1 922,5 2 353,0 -25,15 22,39 2,01
7. Kapal laut dan bangunan terapung (89) 80,4 163,5 1 107,5 990,2 103,36 -10,59 0,85

o.
8. Perhiasan dan permata (71) 206,3 307,3 765,1 894,6 48,96 16,93 0,77

.g
9. Daging hewan (02) 74,4 125,3 261,3 579,6 68,41 121,81 0,50
10. Senjata dan amunisi (93) 61,2 145,4 291,8 558,3 137,58 91,33 0,48
ps
Total 10 Golongan Barang 3 772,5 3 864,1 38 304,3 38 254,9 2,43 -0,13 32,72
Barang Lainnya 7 172,8 7 228,8 79 777,3 78 671,0 0,78 -1,39 67,28
.b

Total Impor Nonmigas 10 945,3 11 092,9 118 081,6 116 925,9 1,35 -0,98 100,00
w
w

Tabel 4.4
Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang
w

Januari–Desember 2016
://

Nilai CIF (Juta US$) Persentase thd Total (%)
tp

Negara Bahan Bahan
Barang Barang Total Barang Barang Total
Baku/ Baku/
Konsumsi Modal (2 s.d. 4) Konsumsi Modal (6 s.d. 8)
ht

Penolong Penolong
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1 ASEAN 3 427,6 27 240,6 3 968,7 34 636,9 9,90 78,65 11,46 100,00
2 Jepang 481,2 9 340,7 3 201,5 13 023,4 3,69 71,72 24,58 100,00
3 Korea Selatan 365,0 5 666,4 646,2 6 677,6 5,47 84,86 9,68 100,00
4 Tiongkok 3 139,2 19 126,2 8 531,9 30 797,3 10,19 62,10 27,70 100,00
5 India 382,7 2 117,0 374,0 2 873,7 13,32 73,67 13,01 100,00
6 Australia 557,9 4 574,7 124,5 5 257,1 10,61 87,02 2,37 100,00
7 Selandia Baru 341,8 310,7 8,4 660,9 51,72 47,01 1,27 100,00
8 Amerika Serikat 751,3 5 417,1 1 126,3 7 294,7 10,30 74,26 15,44 100,00
9 Uni Eropa 1 523,4 6 205,5 3 000,0 10 728,9 14,20 57,84 27,96 100,00
10 Lainnya 1 379,5 20 950,7 1 370,0 23 700,2 5,82 88,40 5,78 100,00
Total Impor 12 349,6 100 949,6 22 351,5 135 650,7 9,10 74,42 16,48 100,00

EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017

IMPOR DESEMBER 2016 35

Tabel 4.5
Nilai Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Utama Asal Barang
Januari–Desember 2015 dan 2016

Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd
Total Impor
Negara Asal Des’16 Jan–Des’16 Nonmigas
Nov Des Jan–Des Jan–Des Jan–Des’16
thd thd
2016 2016 2015 2016 (%)
Nov’16 Jan–Des’15
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
ASEAN 2 178,0 2 261,5 26 023,9 25 094,5 3,83 -3,57 22,22
21,46
1 Singapura 688,0 865,7 8 975,3 7 617,4 25,83 -15,13 6,51
2 Thailand 665,9 635,8 8 018,7 8 600,7 -4,52 7,26 7,36
3 Malaysia 430,7 375,7 4 979,4 4 730,1 -12,77 -5,01 4,04
ASEAN Lainnya 393,4 384,3 4 050,5 4 146,3 -2,31 2,37 3,55
Uni Eropa 999,7 937,4 11 236,5 10 657,4 -6,23 -5,15 9,11
4 Jerman 283,3 290,8 3 458,1 3 141,8 2,65 -9,15 2,69

id
5 Belanda 56,2 75,9 782,9 722,9 35,05 -7,66 0,62
6 Italia 150,5 104,0 1 367,8 1 386,6 -30,90 1,37 1,18

o.
Uni Eropa Lainnya 509,7 466,7 5 627,7 5 406,1 -8,44 -3,94 4,62
Negara Utama Lainnya 6 341,2 6 527,6 66 755,7 66 994,3 2,94 0,36 57,30

.g
7 Tiongkok 3 081,5 3 124,6 29 224,8 30 686,4 1,40 5,00 26,24
8 Jepang 1 193,2 1 131,2 13 232,7 12 965,4 -5,20 -2,02 11,09
ps
9 Amerika Serikat 578,5 661,3 7 550,8 7 202,8 14,31 -4,61 6,16
10 Korea Selatan 533,2 550,2 6 278,6 5 912,2 3,19 -5,84 5,06
11 Australia 434,9 471,9 4 672,4 4 525,3 8,51 -3,15 3,87
.b

12 Taiwan 255,0 239,2 3 130,7 2 858,0 -6,20 -8,71 2,45
13 India 264,9 349,2 2 665,7 2 844,2 31,82 6,70 2,43
w

Total 13 Negara Utama 8 615,8 8 875,5 94 337,9 93 193,8 3,01 -1,21 79,70
Negara Lainnya 2 329,5 2 217,4 23 743,7 23 732,1 -4,81 -0,05 20,30
w

Total Impor Nonmigas 10 945,3 11 092,9 118 081,6 116 925,9 1,35 -0,98 100,00
w

Tabel 4.6
Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang, Januari 2015–Desember 2016
://

(Nilai CIF: Juta US$)
tp

2015 2016

Bulan Bahan Bahan
Barang Barang Barang Barang
ht

Baku/ Total Baku/ Total
Konsumsi Modal Konsumsi Modal
Penolong Penolong
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
Januari 786,3 9 618,3 2 208,1 12 612,7 1 160,8 7 496,8 1 809,4 10 467,0
Februari 823,8 8 762,8 1 923,5 11 510,1 1 005,2 7 376,4 1 794,0 10 175,6
Maret 930,3 9 331,1 2 347,3 12 608,7 986,8 8 614,9 1 700,0 11 301,7
April 910,4 9 680,9 2 035,0 12 626,3 865,5 8 177,6 1 770,5 10 813,6
Mei 944,2 8 720,0 1 949,4 11 613,6 999,3 8 496,8 1 644,6 11 140,7
Juni 1 027,9 9 773,5 2 176,7 12 978,1 1 141,6 8 957,1 1 996,5 12 095,2
Juli 705,6 7 715,0 1 661,3 10 081,9 729,3 6 825,2 1 462,7 9 017,2
Agustus 1 080,1 9 275,1 2 044,0 12 399,2 1 174,8 9 145,0 2 065,3 12 385,1
September 823,1 8 691,9 2 043,6 11 558,6 995,7 8 481,1 1 820,7 11 297,5
Oktober 773,6 8 262,7 2 072,6 11 108,9 960,1 8 565,0 1 982,1 11 507,2
November 966,7 8 524,4 2 028,4 11 519,5 1 025,5 9 568,7 2 075,2 12 669,4
Desember 1 104,6 8 725,3 2 247,4 12 077,3 1 305,0 9 244,7 2 230,6 12 780,3
Total 10 876,5 107 081,0 24 737,3 142 694,8 12 349,6 100 949,6 22 351,5 135 650,7
Persentase thd
7,62 75,05 17,33 100,00 9,10 74,42 16,48 100,00
Total (%)

FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81

67 2016 Januari 1.8 3 098.48 1.11 0.08 142.8 30 797.09 12.3 1 771.02 -0.95 12.58 1.67 -0.6 135 650.31 0.77 9.4 4 Thailand 663.92 1.71 7.11 w w Tabel 4.1 605.7 6 Malaysia 649.16 Jan–Des 18.24 10.4 350.04 13.34 -0.5 557.77 10.27 83.13 0.83 82.50 1.96 11.2 10 423.69 -6.99 Jan–Des 13.08 0. 36 IMPOR DESEMBER 2016 Tabel 4.49 1.1 9 Vietnam 262.37 10.40 13.7 638.b Negara Lainnya (%) 16.89 .0 2 873.58 11.54 13.7 639. Desember 2015–Desember 2016 w (miliar US$) :// Ekspor Impor Neraca Bulan Migas Nonmigas Total Migas Nonmigas Total Migas Nonmigas Total tp (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2015 ht 2015 Desember 1.12 0.37 Juni 1. Desember 2016 (juta US$) Negara Asal Oktober November Desember Jan–Des Barang 2016 2016 2016 2016 (1) (2) (3) (4) (5) 1 Tiongkok 2 525.7 12 780.4 Total 15 Negara 9 611.57 1.55 11.01 1.64 14.45 0.53 11.5 210.47 11.25 10.11 9.46 1.7 14 493.22 9.65 -5.05 11.55 9.4 2 Singapura 1 254.47 0.75 1.05 10.9 13 023.9 5 Amerika Serikat 656.28 12.4 7 294.g 2 066.14 -0.0 324.0 574.79 12.6 295.42 8.5 7 Korea Selatan 556.51 7.79 150.17 -0.62 1.61 12.2 5 257. 15 Hongkong 155.8 7 199.2 638.88 Juli 1.1 Negara Lainnya Total Impor 1 896.98 1.9 3 228.36 September 1.8 664.43 18.4 .32 12.77 1.51 April 0.57 131.51 Agustus 1.8 1 494.36 9.2 2 245.6 8 Australia 450.83 Desember 1.12 9.31 1.7 12 669.23 November 1.71 1.0 191.96 10.59 12.01 Februari 1.81 -0.80 10.4 2 396.9 230.09 -0.6 112 443.5 3 126.11 10.6 6 677.73 16.50 0.55 9.72 10.27 Oktober 1.5 176.69 11.47 1.2 193.4 2 891.15 1.98 1.7 13 Saudi Arabia 256.8 256.45 0.51 -0.47 1.7 3 Jepang 1 158.72 116.1 258.35 144.62 11.0 11 507.45 10.66 Mei 0.37 24.7 10 713.09 131.02 0.20 11.4 3 150.17 17.9 241.14 Maret 1.23 12.30 -0.10 12.06 11.3 1 394.82 0.7 1 197.2 8 662.51 1.67 9.6 11 Taiwan 223.02 0.81 1.08 -0.4 273.53 1.66 1.6 680.7 2 725.78 -0.2 o.30 10.7 512.48 17.7 ps Total 15 Negara (%) 83.6 284.78 EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .0 291.61 118.80 10.8 Neraca Perdagangan Indonesia.3 603.93 135.3 23 207.4 id 12 India 226.39 -0.19 11.89 10.4 10 Jerman 309.75 11.51 9.00 8.51 12.74 1.4 1 132.57 11.71 1.52 82.47 -0.30 -0.53 9.51 1.7 Impor Indonesia Menurut Negara Utama Asal Barang.67 12.72 1.14 11.1 14 Brunei Darussalam 262.

2015 519 497 630 391 861 601 001 351 602 090 Triwulan I 39 985 51 936 66 562 915 29 213 209 Triwulan II Triwulan III 160 770 152 844 206 334 195 941 .b 2016 998 692 863 975 1 283 178 547 531 842 167 Januari 94 653 59 179 382 546 178 155 676 867 w Februari 525 000 190 511 296 371 000 121 221 578 Maret 8 000 11 982 303 075 556 124 448 261 w Triwulan I 627 653 261 673 981 992 734 401 346 706 w April 149 933 209 052 36 579 487 14 936 303 Mei 22 126 44 351 28 947 140 12 803 462 :// Juni 85 370 185 054 26 193 908 12 273 165 Triwulan II 257 429 438 457 91 720 535 40 012 930 tp Juli 78 581 95 483 16 343 930 6 367 570 Agustus 3 445 8 904 38 490 002 16 459 711 ht September 1 800 1 081 17 771 816 8 354 643 Triwulan III 83 825 105 468 72 605 748 31 181 924 Oktober 84 70 17 202 913 7 789 295 November 28 339 53 974 33 804 597 14 787 718 Desember 1 362 4 334 85 852 020 36 723 594 Triwulan IV 29 785 58 378 136 859 530 59 300 607 FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . Triwulan I-2013–Desember 2016 Ekspor Impor Periode Berat Bersih Nilai FOB Berat Bersih Nilai CIF (kg) (US$) (kg) (US$) (1) (2) (3) (4) (5) 2013 2 585 718 1 191 376 472 664 654 246 002 090 Triwulan I 174 680 244 309 114 269 033 62 697 096 Triwulan II 561 014 425 064 129 548 175 64 587 922 Triwulan III 131 620 203 161 109 668 226 56 043 208 Triwulan IV 1 718 404 318 842 119 179 220 62 673 864 2014 516 069 759 928 844 163 741 388 178 457 Triwulan I 85 560 169 269 60 796 853 26 870 252 Triwulan II 161 455 264 660 115 480 643 49 336 490 Triwulan III 82 694 123 665 164 561 686 72 532 308 id Triwulan IV 186 360 202 334 503 324 559 239 439 407 o.g 127 866 410 35 181 781 55 705 088 14 964 060 ps Triwulan IV 165 898 176 180 631 989 895 251 719 733 .9 Ekspor-Impor Beras Indonesia. IMPOR DESEMBER 2016 37 Tabel 4.

81 6.72 persen poin jika dibandingkan dengan TPAK Februari 2016 sebesar 68. Pekerja tidak penuh 35.23 juta orang (27.54 6.64 24.22 persen) mengalami penurunan dibanding Februari 2016 sebanyak 36. 4. Pada Agustus 2016 terdapat 8.18 persen). Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) 66.50 orang persen) dan turun 0. ht 3. Keadaan Ketenagakerjaan Agustus 2016 1. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus Jumlah penganggur Agustus 2016 sebesar 5. Angkatan Kerja 121.65 118.97 w Paruh waktu 26.46 8.76 68. 5.41 Penganggur 7.g (3) (4) (5) (6) ps 1. EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .08 persen).03 .50 65.11 persen). Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Indonesia pada Agustus 2016 sebesar tp 66.03 juta poin dibanding TPT Februari 2016 (5. KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2016 A. Pekerja tidak penuh (jumlah jam kerja kurang dari 35 jam per minggu) pada Agustus 2016 sebanyak 32.18 5.46 8.04 9. 38 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2016 V.94 5.34 3.50 5. Tabel 5.26 Bekerja di bawah 15 jam perminggu 6.31 36.1 Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kegiatan.67 125.54 6.85 114.56 7. Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 5.06 66.58 persen) penduduk bekerja berstatus setengah penganggur.24 7.74 10.34 persen mengalami penurunan sebesar 1.33 32. yaitu mereka yang bekerja tidak penuh dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan.68 10.09 25.82 120.69 persen).57 persen poin dibanding TPT Agustus 2015 (6.74 w :// 2. mengalami penurunan jika dibandingkan Februari 2016 sebanyak 8.11 persen 2016 sebanyak 7.54 juta orang (7.77 35.45 7.97 juta orang (7.68 34.44 Bekerja 114.30 122.33 juta orang (30. 2014–2016 id (juta orang) o.87 23.74 juta orang (5.02 7. Penduduk yang bekerja kurang dari 15 jam per minggu pada Agustus 2016 mencapai 6.63 120.b 2.57 25.87 128.23 Setengah penganggur 9.38 127.69 7.06 persen. 2014 2015 2016 Jenis kegiatan Agustus Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) .61 persen naik 0.60 69.61 w 4.

dan Pengangguran 1. Sektor Jasa Kemasyarakatan/Perorangan. Dibanding Agustus 2015. Jumlah Penduduk bekerja pada Agustus 2016 sebanyak 118.32 121.44 118.38 125. Sektor Perdagangan meningkat sebanyak 1. Sektor Transportasi. 40.23 juta orang dibanding Februari 2016 dan bertambah sebanyak 3. dan Penganggur 2014–2016 (juta orang) 140.00 128.15 7.59 juta orang jika dibanding :// Agustus 2015.44 juta orang.83 persen). Penduduk yang Bekerja.85 120.24 juta orang dibanding Februari 2016 dan bertambah 3. dan Sektor Industri masih menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja di Indonesia.52 juta orang (8. C. Angkatan kerja Indonesia pada Agustus 2016 sebanyak 125. Struktur lapangan pekerjaan hingga Agustus 2016 tidak mengalami perubahan.47 persen). berkurang sebanyak 2. jumlah penganggur mencapai 7.00 o.02 7.56 7. Sektor Lainnya (Pertambangan dan Listrik.45 7.95 persen).00 7.00 114. Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 1.41 juta orang.00 . KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2016 39 B. Pergudangan. Angkatan Kerja.00 id 60.01 juta orang (3.00 80.06 juta orang dibanding Agustus 2015.87 122.63 114. Sektor Keuangan sebanyak 260 ribu orang (7.41 120. Sektor Industri sebanyak 280 ribu orang (1. tp 3.93 persen). Penduduk yang Bekerja.82 100.03 juta orang. Grafik 5.78 persen).03 0. 2.00 ps Februari Agustus Februari Agustus Februari Agustus 2014 2015 2016 . dan Air) FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . Pada Agustus 2016.g 20. dan Komunikasi sebanyak 500 ribu orang (9.1 Jumlah Angkatan Kerja.b Angkatan Kerja Bekerja Pengangguran w w 2.65 118. Gas.24 7. mengalami ht kenaikan sebanyak 10 ribu orang dibanding Februari 2016 tetapi turun 530 ribu orang jika dibanding Agustus 2015. Sektor Pertanian. berkurang w 2.67 125.17 120. penduduk bekerja pada Sektor Jasa Kemasyarakatan/Perorangan meningkat sebanyak 1. Sektor Perdagangan.30 127.

Keuangan 3.83 ps Jumlah 114.77 2.g 1.65 118. 3.50 26.73 . pekerja bebas di nonpertanian. dan pekerja keluarga/tak dibayar.40 persen pada Agustus 2016.11 5.68 28. 6. Dari tujuh kategori status pekerjaan utama.82 120.41 1) Lapangan pekerjaan utama pada Sektor Lainnya terdiri dari: Sektor Pertambangan dan Sektor Listrik. Secara sederhana kegiatan formal dan informal dari penduduk bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan.69 id 5. Jasa Kemasyarakatan/perorangan 18. Keadaan ini menyebabkan jumlah pekerja formal bertambah sekitar 1.72 8.97 40.98 4.94 19.25 15.19 5. Pergudangan. dan Air . penduduk bekerja dengan status berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar bertambah 310 ribu orang dan penduduk bekerja berstatus buruh/karyawan/pegawai bertambah sebanyak 1.2 Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2014–2016 (juta orang) 2014 2015 2016 Lapangan Pekerjaan Utama Agustus Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. dan 5.24 persen pada Agustus 2015 menjadi 42. pekerja bebas di pertanian.21 juta orang (42.05 persen).75 38.12 37.71 juta orang dan persentase pekerja formal naik dari 42. berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar.11 5.65 25.79 19.03 3. Dalam setahun terakhir (Agustus 2015‒Agustus 2016). Berdasarkan identifikasi ini.60 persen) bekerja pada kegiatan ht informal.20 juta orang (57. Konstruksi 7.21 7. Transportasi.63 120.46 8.61 1.42 19. Lainnya 1) 1. tp maka pada Agustus 2016 sebanyak 50. w kegiatan formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori :// buruh/karyawan.83 26.19 5. Gas.80 persen). 2.85 114.73 1.b w D.54 3.27 3.41 17.40 juta orang. sisanya termasuk kegiatan informal. Pertanian 38.48 3.72 1. 40 KETENAGAKERJAA N AGUSTUS 2016 sebanyak 220 ribu orang (13. Komponen pekerja informal terdiri dari penduduk bekerja dengan status berusaha sendiri.28 7.38 15. dan Sektor Pertanian sebanyak 20 ribu orang (0.61 Komunikasi o.71 7.65 3.40 persen) penduduk bekerja pada kegiatan formal dan 68.29 37.76 EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . Sedangkan sektor yang mengalami penurunan hanya Sektor Konstruksi sebanyak 230 ribu orang (2. jumlah pekerja informal bertambah sebanyak 1. Perdagangan 24.97 15. Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama w 1.66 persen). Tabel 5. Industri 15. Dalam setahun terakhir (Agustus 2015‒Agustus 2016).53 7.88 juta orang tetapi persentase pekerja informal berkurang dari 57.26 16.

Sekolah Menengah Kejuruan 10.85 114.41 6.56 10. tp Tabel 5.83 id 5.71 20.b 1. Buruh/Karyawan 42.38 46.85 114. KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2016 41 persen pada Agustus 2015 menjadi 57. Pekerja bebas di pertanian 5. Berusaha dibantu buruh tidak tetap 19.61 50.20 persen) dan Sekolah Menengah Pertama sebanyak 21.43 49. Pekerja bebas di nonpertanian 6.50 juta orang mencakup w 3.26 10.21 4. Penyerapan tenaga kerja hingga Agustus 2016 masih didominasi oleh penduduk w bekerja berpendidikan rendah yaitu SD ke bawah sebanyak 49.41 FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .65 19.82 120.09 5.58 19.01 2.g Jumlah 114. Berusaha sendiri 20.09 juta orang :// (9.45 3.36 persen) berpendidikan Universitas.62 44.41 juta orang (2.35 21.4 Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut ht Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2014–2016 (juta orang) 2014 2015 2016 Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan Agustus Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.65 118.63 120. Penduduk yang Bekerja Menurut Pendidikan .53 20.52 11.82 120.97 juta orang (42.60 persen pada Agustus 2016.36 3. Sekolah Menengah Pertama 20.36 juta orang (18.20 3. Pekerja informal yang tidak mengalami kenaikan adalah mereka yang bekerja dengan status pekerja bebas di nonpertanian.04 persen). 7.27 18.88 persen) berpendidikan Diploma dan sebanyak 11.65 118.47 20.08 5.81 20.14 3.39 20.19 21.00 19.24 5.00 6.49 11.30 45.3 Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2014–2016 (juta orang) 2014 2015 2016 Status Pekerjaan Utama Agustus Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.41 4.07 4.97 o. Berusaha dibantu buruh tetap 4.06 16.81 17. Pekerja keluarga/tak dibayar 16.48 21.18 4. w Penduduk bekerja berpendidikan tinggi hanya sebanyak 14.49 21. Diploma I/II/III 2.43 46.96 3.50 6.63 120.96 54.34 12. SD ke bawah 53.83 52.17 5.09 5.80 7.80 18.81 19.80 10.27 .41 ps E.45 7.08 3.97 2.69 16. Universitas 8. Tabel 5.03 4. Sekolah Menengah Atas 18.41 6.70 21.69 16.84 12.09 Jumlah 114.02 9.38 4.

34 6.75 tp 3.24 persen) pada Agustus 2016.18 5.11 persen. 3.87 Jumlah 5. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan 1.61 G.g Jika dibandingkan keadaan Agustus 2015. TPT tertinggi terjadi di Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat masing-masing sebesar 8. TPT menurut provinsi yang penurunannya terbesar terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan tingkat penurunan sebesar 3. TPT yang mengalami kenaikan hanya terjadi pada tingkat pendidikan SD ke bawah.73 4. F.64 juta orang (11.60 persen.24 9. SD ke bawah 3.55 8. Sekolah Menengah Pertama 7.88 2.5 .18 persen pada Agustus 2015 menjadi 5.22 5.44 2. penduduk bekerja berpendidikan tinggi meningkat dari 12.49 7.95 8. Sekolah Menengah Kejuruan 11.14 7.65 5. EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . .04 6.22 6. Diploma I/II/III 6.32 6. Dibanding Februari 2016.40 6.81 6.17 10. sedangkan yang mengalami peningkatan terbesar terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan dengan peningkatan sebesar 1.61 persen pada Agustus 2016. 2.73 persen.b Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2014–2016 w (persen) w Pendidikan Tertinggi yang 2014 2015 2016 Ditamatkan Agustus Februari Agustus Februari Agustus w (1) (2) (3) (4) (5) (6) :// 1. TPT Sekolah Menengah Kejuruan menempati posisi tertinggi yaitu sebesar 11.76 5.14 6.15 7. Universitas 5. Dalam setahun terakhir. id sedangkan TPT terendah terdapat pada tingkat pendidikan SD ke bawah yaitu sebesar o. Perbaikan kualitas penduduk bekerja ditunjukkan oleh kecenderungan menurunnya penduduk bekerja berpendidikan rendah (SMP ke bawah) dan meningkatnya penduduk bekerja berpendidikan tinggi (Diploma dan Universitas).54 7.94 5.05 12.89 persen dan 2.50 5. Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 1.22 4.50 juta orang (12. disusul oleh TPT Sekolah Menengah Atas sebesar 8.89 persen. 2.88 persen.04 3.11 ht 5.82 persen poin. Pada Agustus 2016.01 persen) pada Agustus 2015 menjadi 14. Jumlah penganggur pada Agustus 2016 mencapai 7. dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami penurunan dari 6. ps Tabel 5.92 persen dan 8.74 3.61 2. sedangkan TPT terendah terjadi di Provinsi Bali dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masing-masing sebesar 1.84 11. 2.03 juta orang.57 persen poin. 42 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2016 2.65 9. Pada Agustus 2016. Sekolah Menengah Atas 9.

43 21.88 15.b Banten 509.29 Sulawesi Selatan 220.1 5.82 Kalimantan Selatan 97.6 5.3 3.09 Riau 217.21 .20 1 873. KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2016 43 Tabel 5.12 46.5 1.1 2.4 5.2 4.5 9.3 8. Bangka Belitung 41.9 4.8 6.93 51.50 7 031.89 w Nusa Tenggara Barat 128.46 Papua 69.7 4.5 3.7 4.0 3.0 6.9 6.9 863.30 Lampung 196.86 136.3 2.2 4.99 .17 18.5 2. Kepulauan Riau 55.5 7.7 7.55 45.35 17.62 id Kep.8 5.08 25.9 801.5 7.59 76.2 3.2 8.81 57.14 839.4 3.03 92.9 7.66 67.2 5.9 5.94 Nusa Tengggara Timur 88.84 Sumatera Barat 161.9 4.18 ht Sulawesi Tengah 56.84 32.1 4.4 2.8 9.69 87.3 4.7 3.34 79.23 306.7 5.5 4.6 3.4 7.58 100.99 51.3 4.9 5.50 146.82 73.01 Papua Barat 33.55 452.12 Jawa Barat Jawa Tengah 1 794.78 34.10 51.8 4.45 :// Kalimantan Timur 115.94 222.2 3.57 4.4 9.07 59.0 6.54 190.76 Sulawesi Barat 20.2 9.31 Bengkulu 46.80 Sulawesi Tenggara 63.1 4.0 7.7 3.0 5.8 3.83 87.4 2.1 5.83 176.61 FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .5 3.2 7.6 8.99 50.5 8.2 4.66 97.35 Indonesia 7 560.67 63.7 5.92 Bali 47.03 71.95 tp Kalimantan Utara 16.6 3.73 32.72 Gorontalo 24.3 5.8 6.77 317.9 5.2 3.68 11.20 82.95 193.33 Maluku 72.81 125.92 74.1 7.93 181.0 5.69 DKI Jakarta 368.2 5.7 4.98 52.05 Maluku Utara 31.6 7.2 3.14 183.2 6.3 6.0 2.97 57.7 3.6 7.92 15.4 8.63 ps DI Yogyakarta 80.0 4.9 3.63 113.49 371.0 2.60 o.91 38.72 4.65 21.00 Sumatera Selatan 238.57 Sumatera Utara 428.15 110.05 18.94 180.8 8.9 6.29 42.9 3.8 4.2 1.g 1 899.4 6.8 8.13 170.3 5.1 5.3 4.2 6.25 w Kalimantan Barat 121.95 498.7 3.23 Sulawesi Utara 99.4 3.23 w Kalimantan Tengah 57.54 47.1 7.47 849.72 21.5 3.89 149.07 159.6 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Provinsi 2015–2016 2015 2016 Provinsi Agustus Februari Agustus Jumlah TPT Jumlah TPT Jumlah TPT (000 orang) (persen) (000 orang) (persen) (000 orang) (persen) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Aceh 216.18 7 024.6 6.46 49.1 6.43 Jambi 70.8 4.7 2.89 4.3 4.7 752.71 428.2 9.72 Jawa Timur 906.3 4.11 186.

Secara riil turun Rp48. id Grafik 6.00. yaitu dari Rp48. yaitu dari Rp37.19 persen.23 persen sebesar 0. Upah Harian Buruh Tani Rata-rata upah nominal harian buruh tani pada periode Desember 2016 naik sebesar Rata-rata upah nominal harian 0.00 Desember 2016 sebesar menjadi Rp48.23 persen dibanding upah buruh tani buruh tani pada periode bulan sebelumnya.627.627.00. 44 UPAH BURUH DESEMBER 2016 VI. Rata-rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Desember 2014–Desember 2016 90 000 .517.1 o.072.00 menjadi Rp37. naik 0.b 75 000 w 70 000 65 000 w Rupiah 60 000 w 55 000 50 000 :// 45 000 tp 40 000 35 000 ht Juni Okt Okt Apr Juni Jan`15 Juli Jan`16 Juli Feb Sept Feb Sept Des' 14 Mar Mar Agus Mei Agt Nov Mei Nov April Des Des Upah Buruh Tani Upah Buruh Bangunan EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .g ps 85 000 80 000 .142.00. UPAH BURUH DESEMBER 2016 1.

1 Rata-rata Upah Harian Buruh Tani dan Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah) id Desember 2014–Desember 2016 Upah Buruh Tani Upah Buruh Bangunan o.00 menjadi Rp65. naik 0. yaitu dari Rp65. rata-rata upah nominal Rata-rata upah nominal harian harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) buruh bangunan pada periode naik sebesar 0.13 persen Rp83. UPAH BURUH DESEMBER 2016 45 2.00.844. Bulan (harian) (harian) .13 persen dibanding upah Desember 2016 sebesar nominal November 2016.654. yaitu dari Rp83.00. Upah Buruh Bangunan Pada Desember 2016.00.b Februari 46 059 38 605 79 083 66 861 Maret 46 180 38 522 79 657 67 233 w April 46 306 38 546 79 970 67 253 w Mei 46 386 38 383 80 087 67 019 Juni 46 458 38 130 80 237 66 786 w Juli 46 572 37 887 80 293 66 216 Agustus 46 629 37 757 80 342 66 000 :// September 46 739 37 855 80 494 66 158 tp Oktober 46 800 37 918 80 744 66 418 November 46 881 37 822 80 946 66 447 ht Desember 46 995 37 486 81 002 65 861 Januari 2016 47 241 37 372 81 221 65 702 Februari 47 437 37 494 81 367 65 879 Maret 47 559 37 236 81 481 65 843 April 47 731 37 559 81 554 66 202 Mei 47 796 37 563 81 677 66 146 Juni 47 898 37 421 82 028 65 997 Juli 47 985 37 208 82 143 65 636 Agustus 48 120 37 290 82 348 65 810 September 48 235 37 259 82 480 65 768 Oktober 48 368 37 349 83 057 66 134 November 48 517 37 142 83 082 65 844 Desember 48 627 37 072 83 190 65 654 1) Catatan: Upah riil = upah nominal/indeks konsumsi rumah tangga perdesaan.190. Tabel 6.082. mulai Desember 2013 menggunakan tahun dasar (2012=100) 2) Upah riil = upah nominal/IHK umum perkotaan menggunakan tahun dasar (2012=100) FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . sedangkan upah riil turun sebesar 0.g 1) 2) Nominal Riil Nominal Riil (1) (2) (3) (4) (5) ps Desember 2014 45 491 37 839 77 682 65 279 Januari 2015 45 846 38 144 78 484 66 114 .190.29 persen.00 menjadi Rp83.

Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Januari 2017 naik 0.45 persen).50 99. NTP Januari 2017 tercatat 100. Nilai Tukar Petani (NTP) 1.91 atau turun NTP Januari 2017 turun sebesar 0.52 persen.58 persen. INFLASI PERDESAAN DAN NILAI TUKAR USAHA RUMAH TANGGA PERTANIAN JANUARI 2017 VII.22 persen).50 104. dan 0. Januari 2016–Januari 2017 (2012=100) .11 persen. NILAI TUKAR PETANI.23 102.39 101. Sebaliknya.49.00 101. dan Perikanan (0.47 101.22 101.00 102.91 101.00.00 100.1 Nilai Tukar Petani (NTP). .72 persen. Penurunan NTP bulan ini disebabkan turunnya NTP di semua subsektor id penyusun NTP yaitu Tanaman Pangan. yaitu Tanaman Pangan (0. 46 NILAI TUKAR PETANI.49 101.00 Apr Jan'16 Feb Sep Jan'17 Mar Agt Mei Jun Nov Des Jul Okt 2.15 persen bila dibanding It pada Desember 2016. Hortikultura. Tanaman Perkebunan Rakyat.02 :// 101. INFLASI PERDESAAN DAN NILAI TUKAR USAHA RUMAH TANGGA PERTANIAN JANUARI 2017 A.50 tp 100. EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .55 101.71 102.50 w 103.31 101.00 99. Peternakan dan Perikanan masing-masing sebesar 0.56 persen dibanding NTP Desember sebesar 0. 0. 0.30 persen). 0.b 105.56 persen 2016 sebesar 101. Tanaman Hortikultura dan Peternakan turun masing-masing sebesar 0. yaitu dari 127.00 w 103.50 ht 100.32 101.55 102. Tanaman Perkebunan Rakyat (0. persen. Kenaikan indeks tersebut disebabkan naiknya It di tiga subsektor.06 persen dan 0.54 o.g ps Grafik 7.50 102.81 menjadi 128.00 w 104.56 101.01 persen.

81 124.45 persen) lebih kecil dibandingkan kenaikan Ib Perikanan (0. NTP Tanaman Pangan (NTPP) pada Januari 2017 turun sebesar 0. INFLASI PERDESAAN DAN NILAI TUKAR USAHA RUMA H 47 TANGGA PERTANIAN JANUARI 2017 3.06).79 persen dan 0.00 .00 126.35 115.13 125.81 128. sebaliknya Ib Tanaman Hortikultura naik (0. Hal ini disebabkan kenaikan It Tanaman Perkebunan Rakyat (0.18 124.00 . 120.22 persen) lebih kecil dibandingkan kenaikan Ib Tanaman Perkebunan Rakyat (0.00 130.00 127.06 o.16 127. Hal ini disebabkan It ht Tanaman Hortikultura turun (0.18 125.58 persen disebabkan It Peternakan turun (0.00 135.22 124. Penurunan NTPP disebabkan kenaikan It Tanaman Pangan tp (0.00 110.76 persen).11 persen disebabkan kenaikan It Perikanan (0.72 persen.71 persen dibanding Ib Desember 2016.79 127.37 124.07 126.82 persen).56 124.g ps 105. NTP Tanaman Hortikultura (NTPH) turun sebesar 0. NTP Perikanan (NTNP) turun 0. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) pada Januari 2017 naik sebesar 0.18 123.2 Indeks Harga yang Diterima Petani (It) dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) Januari 2016–Januari 2017 (2012=100) 140. sebaliknya Ib Peternakan naik (0.08 126.57 persen).00 Apr Jan'16 Mar Jan'17 Feb Sep Agt Mei Jun Jul Nov Des Okt w It Ib w w 4.84 124.30 persen) lebih kecil dibandingkan kenaikan Ib Tanaman Pangan (0.01 persen).70 125.31 124.00 125.52 persen dibanding :// NTPP Desember 2016.66 125.20 122.68 122.57 persen).78 id 125.NILAI TUKAR PETANI.94 123. Kenaikan indeks ini disebabkan naiknya indeks kelompok Konsumsi Rumah Tangga dan indeks kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal masing-masing sebesar 0. Grafik 7.54 persen.00 122. NTP Peternakan (NTPT) turun sebesar 0.67 persen).80 122.b 100.49 125. FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .58 persen. NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) turun sebesar 0.

76 EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .99 126.Indeks Konsumsi Rumah Tangga 131.18 97.94 126. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 128.86 0.40 100.Indeks Konsumsi Rumah Tangga 131.37 3.29 98. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 126.58 id b.20 0. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 125. Tanaman Pangan a.Indeks Konsumsi Rumah Tangga 130.04 -0.Sayur-sayuran 129.14 132.Tanaman Obat 118.72 0.03 -0.75 -0.Indeks Konsumsi Rumah Tangga 131.98 0. c.35 127.72 o.56 b.73 132.74 .75 127.58 Gabungan/Nasional tanpa Perikanan a.60 -0. Nilai Tukar Petani (NTP) 101.82 0.72 tp b.38 c. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 130.96 0.59 ps 1.07 0. Nilai Tukar Petani (NTP) 101.1 Nilai Tukar Petani Per Subsektor serta Persentase Perubahannya (2012=100) Persentase Subsektor Desember 2016 Januari 2017 Perubahan (1) (2) (3) (4) Gabungan/Nasional a. Tanaman Hortikultura a.30 .54 b. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) .72 0.67 .91 -0. Nilai Tukar Petani (NTPH) 102. Tanaman Perkebunan Rakyat a.08 132.81 -0.50 w .06 0.13 115.22 c.Palawija 135.76 .17 0.79 .55 0.73 129.41 118.79 .Buah-buahan 131.92 0.Indeks BPPBM 115.58 126.31 0.92 129.75 . Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 125.21 134.20 0. 48 NILAI TUKAR PETANI.10 0.Indeks BPPBM 119.54 0.84 0.52 126.81 128.15 c.68 -0.87 120.17 132.00 0.61 . Indeks Harga yang Diterima Petani (It) . Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 127.83 132.54 ht .91 0. Nilai Tukar Petani (NTPP) 98.82 w .Indeks BPPBM 114.45 125.78 102.52 .b b.Indeks BPPBM 115.79 :// 2.71 .Tanaman Perkebunan Rakyat 125.44 116. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 127.00 0.82 w .22 c. INFLASI PERDESAAN DAN NILAI TUKAR USAHA RUMAH TANGGA PERTANIAN JANUARI 2017 Tabel 7.20 115.06 .15 128.89 0.45 125.13 125.49 100.68 130. Nilai Tukar Petani (NTPR) 99.58 124.Padi 123.22 .Indeks BPPBM 115.21 131.20 0. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 127.g 116.17 0.92 -0.Indeks Konsumsi Rumah Tangga 131.

80 112.18 106.37 112.10 131.22 w 5.58 123.50 0.1.96 0.13 125.07 124. Indeks Harga yang Diterima Nelayan (It) 135. Peternakan a. Nilai Tukar Petani (NTPT) 107.b . Nilai Tukar Nelayan (NTN) 109.74 0.25 w a.21 133.93 0.29 5.82 112.80 0.g 128.Indeks Konsumsi Rumah Tangga 131.Hasil Ternak 122. Indeks Harga yang Diterima Nelayan dan pembudidaya ikan (It) 128.24 132.13 -0.56 -0.61 tp .Penangkapan Laut 134.2.74 .Indeks BPPBM 112.40 129.32 124.58 b.33 0.Penangkapan Perairan Umum 131.Ternak Besar 132.38 -0.36 111. Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPI) 98.12 .44 0. NILAI TUKAR PETANI.78 ht .01 136.28 5.01 131.36 -0.76 98. a.83 c.40 b.10 0.01 . INFLASI PERDESAAN DAN NILAI TUKAR USAHA RUMAH 49 TANGGA PERTANIAN JANUARI 2017 Persentase Subsektor Desember 2016 Januari 2017 Perubahan (1) (2) (3) (4) 4. Indeks Harga yang Diterima Pembudidaya Ikan 123.Indeks BPPBM 112.94 121.16 0.58 109.Budidaya Air Tawar 124.42 0.70 -0. Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan 103.45 ps c.44 :// .65 0.57 .Indeks Konsumsi Rumah Tangga 130.31 125.71 .86 w .Budidaya Laut 115.01 .77 .13 0.54 (Ib) .62 0.68 0.Indeks BPPBM 111.24 .73 121.Indeks Konsumsi Rumah Tangga 132.25 103.35 .67 0. Perikanan Budidaya a.53 c.99 0.01 0.17 0. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 123.13 (It) .67 128.57 Pembudidaya Ikan (Ib) .Indeks Konsumsi Rumah Tangga 131. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 129. Perikanan Tangkap 0.58 0.21 123. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 120.46 132.17 BPPBM = Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .Budidaya Air Payau 120.90 136.67 123. Indeks Harga yang Dibayar Nelayan dan 124.Ternak Kecil 125.11 (NTNP) b.47 0.32 0.02 0.26 . Indeks Harga yang Dibayar Pembudidaya Ikan 125.49 131.56 115.85 b. Perikanan o.74 -0.82 id .13 c.Indeks BPPBM 111.Unggas 127.

90 0.47 0.60 .43 0.95 persen.06 :// -0. Makanan Jadi. Rekreasi. EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .76 0.70 persen.14 0. Perumahan.41 persen serta Transportasi dan Komunikasi 0.09 0.50 3.32 0. Grafik 7.00 0. 50 NILAI TUKAR PETANI.79 persen perdesaan tertinggi terjadi di Provinsi Kalimantan Barat sebesar 1. Kesehatan 0.42 0. 4. Inflasi sebesar 0. dan Olahraga 0. sedangkan inflasi perdesaan terendah terjadi di Provinsi Sumatera Barat sebesar 0.59 0.90 persen.04 -0.75.83 0.89 0. Minuman.95 w 0. Listrik. Gas dan Bahan Bakar 0. rokok kretek filter.82 0. Pada bulan ini terjadi terjadi inflasi perdesaan inflasi perdesaan di semua provinsi.21 w -0. terjadi kenaikan indeks harga di semua kelompok pengeluaran.b 1.04 0. Rokok dan Tembakau 0. Menurut jenis pengeluaran rumah tangga pada Januari 2017.03 0. 3.27 persen. Pendidikan.88 persen. Pada Januari 2017 terjadi inflasi perdesaan Pada Januari 2017 sebesar 0. tarif listrik. dan bensin.50 -0.79 persen dipicu oleh naiknya harga komoditas cabai rawit.60 0. INFLASI PERDESAAN DAN NILAI TUKAR USAHA RUMAH TANGGA PERTANIAN JANUARI 2017 B.g ps 2. Inflasi Perdesaan 1. Inflasi perdesaan Januari 2017 sebesar 0.45 persen. rokok kretek.87 0.90 Apr Apr Jan '15 Feb Mar Sep Jan '16 Feb Mar Sep Jan '17 Mei Jun Jul Agt Nov Des Mei Jun Jul Agt Nov Des Okt Okt ht 2.79 persen dengan indeks konsumsi rumah tangga 132. Air.73 tp -0.48 0.70 persen .51 persen. Sandang 0. yaitu: Bahan Makanan 0.13 0. Januari 2015–Januari 2017 id o.20.79 0.3 Inflasi Perdesaan.80 w 1.02 -0.

79 persen dan tingkat inflasi perdesaan year-on-year (Januari 2017 terhadap Januari 2016) adalah sebesar 4.29 0.13 1.83 -0.23 0.25 0.09 0.50 :// Mei -0.16 0.48 0.14 -0.70 0.12 0.30 0.70 0.28 -0.28 1. FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .13 0.47 0.28 0.46 0.93 0.28 0.16 0.43 Desember 2.12 0.14 0.40 0.68 0.16 0.10 0.33 0.24 0.10 0.52 0.48 April -0.18 0.87 Desember 0.21 0.30 0.40 0.14 0.41 0.83 w Februari -0.24 0.08 0.19 0.14 0.04 0.26 0.90 0.14 1.47 -0.43 0.28 0.76 Agustus -0.42 Januari 2017 0.95 0.27 0.38 0.21 0.17 0.58 persen.29 0.21 0.15 0.21 0.25 .38 0.46 0.33 -1.18 0.26 0.75 0.21 Mei 0. Juli 1.63 0.09 w Maret 1.24 0.73 Maret 0.60 id Juni 1.22 -0.21 0.60 0.48 0.90 0. NILAI TUKAR PETANI.53 0.04 .22 0.32 Oktober -0.27 0.18 0.05 0.31 0.89 Agustus September 0.82 o.15 0.24 0.25 0.40 0. Transportasi Jadi.28 0.52 0. Air.44 0.44 0.10 0.39 0.44 0.06 September 0.33 0.47 0.22 0.35 0. Bahan Rekreasi.26 0.37 0.29 0.48 0.18 0.g 0.23 0.26 0.65 0.17 0.97 0.25 0.83 0.21 -2.70 0.48 0.26 0.20 0.31 0.92 0.35 0.23 0.42 0.88 0.25 0.79 4.b November 0.03 0.38 0.14 0.17 0. Pendidikan.18 2.95 April -0.2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran Januari 2015–Januari 2017 Makanan Perumahan.42 -5. INFLASI PERDESAAN DAN NILAI TUKAR US AHA RUMAH 51 TANGGA PERTANIAN JANUARI 2017 Tabel 7.11 0.04 November 1.88 0.13 tp Juni 0.50 0.21 0.24 0.62 0. Tingkat inflasi perdesaan tahun kalender 2016 (Januari 2017 terhadap Desember 2016) adalah sebesar 0.38 0.13 0.07 0.14 0.68 -0.35 0.09 0.27 0.51 0.36 0.41 0.14 w Januari 2016 1.29 0.35 0.56 0.03 Februari -1.83 0.28 0.20 0.65 0.59 ht Juli 1.34 0. Listrik.23 0.25 0.63 1.10 -2.21 0. dan Bulan Minuman.09 -0.60 0.10 0.31 0.43 0.29 0.61 0.52 0.53 0.24 0.62 0.23 0.02 ps Oktober -0.13 -0.22 0.26 0.42 0.09 0.35 0. Gas dan Sandang Kesehatan Umum Makanan dan Komuni- Rokok dan Bahan Olahraga kasi Tembakau Bakar (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Januari 2015 0.15 0.15 0.88 1.26 0.17 0.

dan 121.43 0.03 -0. INFLASI PERDESAAN DAN NILAI TUKAR USAHA RUMAH TANGGA PERTANIAN JANUARI 2017 Tabel 7.75 0.13 123. Peternakan 116. Tangkap 120. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) .49 2.30 5.82 119.41 131.54 persen).39 0. Tanaman Perkebunan Rakyat 109.03 142.43 persen.58 persen).70 0. Perumahan.51 0.15 persen) lebih kecil dibandingkan kenaikan indeks BPPBM (0. Rokok.24 115.90 0.97 0. sedangkan Subsektor Perikanan naik (0. Sandang 119. 14 provinsi mengalami kenaikan dan 19 provinsi :// mengalami penurunan.58 Tembakau 3.90 6.96 6.41 0. penurunan NTUP terbesar terjadi di Provinsi Banten.48 0. Dari 33 provinsi yang dihitung NTUP-nya.20 0.88 3. w 2. Pada Januari 2017 terjadi penurunan NTUP sebesar 0. Pendidikan.41 123. Budidaya 109.24 -0.30 persen). yaitu sebesar 1.89 143.51 -0.75 5.85 -0. ht Tabel 7. Tahun Kalender dan Year on Year 2017 Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100) Indeks Konsumsi Rumah Tangga Tingkat Inflasi (IKRT) Inflasi Perdesaan 2017 Perdesaan Kelompok Pengeluaran Year- Januari Desember Januari Januari Tahun 2017 on- 2016 2016 2017 Kalender Year (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 126. Perikanan 114.58 121. Tanaman Pangan 105.42 persen).99 0.40 128.54 4.70 -1.25 -0.56 109.3 Tingkat Inflasi Perdesaan Januari 2017.23 129.84 2.71 120.57 124. Kenaikan NTUP tertinggi pada Januari 2017 terjadi di Provinsi tp Kalimantan Barat sebesar 1. Listrik.g ps 1. Minuman.04 Nasional 110. dan Bahan Bakar 119. Gas. dan Olahraga 113.79 0.03 persen. Transportasi dan Komunikasi 122.79 4.43 0.60 105.04 C. Bahan Makanan 136.41 2.39 122.58 b.85 109.51 113. dan Peternakan (0. 7.24 persen).74 121. Kesehatan 115.95 3.27 4. Hal ini terjadi karena kenaikan . Penurunan NTUP disebabkan oleh turunnya NTUP di empat subsektor penyusun NTUP yaitu NTUP w Tanaman Pangan (0.36 120.24 a. Tanaman Hortikultura (0.43 EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . Makanan Jadi.41 0.29 0. 52 NILAI TUKAR PETANI.20 0.17 132.b It (0. Tanaman Perkebunan w Rakyat (0. Tanaman Hortikultura 113.88 0.43 o.21 114.72 110.95 0.58 1.42 3.53 persen.4 Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian per Subsektor dan Persentase Perubahannya (2012=100) Subsektor Desember 2016 Januari 2017 Persentase Perubahan (1) (2) (3) (4) 1.51 115.01 id 5. Air.20 115.49 persen). Rekreasi.51 4.08 -0.

00 per kg dan tingkat petani Januari di tingkat penggilingan naik 2. Sedangkan harga terendah di tingkat petani dan tingkat penggilingan masing-masing Rp3.1 Rata-rata Harga Gabah di Tingkat Petani Menurut Kelompok Kualitas o.754. rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani naik Rata-rata harga GKP di 2. Januari 2016–Januari 2017 . Pada bulan yang sama.844.878. harga tertinggi di tingkat petani Rp8.83 persen menjadi Rp4. Sementara itu.00 per kg. HARGA PANGAN JANUARI 2017 53 VIII. Kabupaten Bogor (Jawa Barat).754.69 persen 2017 sebesar Rp4. HARGA PANGAN JANUARI 2017 A.00 per kg.g 6 000 5 800 ps 5 600 5 400 5 200 . Selama Januari 2017.700/kg 2.00 per kg dibandingkan per kg naik 2. id Grafik 8.00 per kg dan di tingkat penggilingan Rp8.b 5 000 4 800 Rp/kg w 4 600 4 400 4 200 w 4 000 3 800 w 3 600 3 400 :// 3 200 3 000 tp Jan'16 Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Jan'17 ht GKG GKP Kualitas Rendah HPP GKP = Rp3. Kabupaten Banjar (Kalimantan Selatan). Harga Gabah dan Beras di Penggilingan 1.00 per kg dan Rp3. Harga tertinggi di tingkat petani dan tingkat penggilingan berasal dari kualitas GKG varietas Unus Mutiara yang terjadi di Kecamatan Gambut.83 persen harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya.300.980.00 menjadi Rp4.475. FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . harga terendah di tingkat petani dan tingkat penggilingan berasal dari gabah kualitas rendah varietas Mikongga yang terjadi di Kecamatan Tenjolaya.

57 Mar 19.70 5 510 0. sedangkan gabah kualitas Rendah Rp4.10 12. Rata- Kadar Perubah. Kadar Perubah.53 Jan’17 thd Jan’16 w 3.64 5 753 1. sedangkan di tingkat penggilingan naik 1.88 5 438 2.90 3 997 4.68 -2.09 4 520 0.15 Apr 18.00 per kg terjadi pada September 2016. Rata-rata Perubah- Bulan rata rata Kadar Air Air an Air an Harga an Harga Harga (%) (%) (%) (%) (%) (Rp/kg) (%) (Rp/kg) (Rp/kg) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2016 Jan 17.38 12.1 Rata-rata Harga Gabah di Tingkat Petani Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air serta Perubahannya.33 4 703 -9.26 25.225.709.23 5 689 1.46 26. rata-rata harga tertinggi di tingkat petani untuk GKP dan GKG.00 per kg.65 25. EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .b Des 18.42 o.520.17 4 501 1.29 4 754 2.81 5 206 1.98 ps Okt 19. Selama periode Januari 2016–Januari 2017.79 5 405 0.13 25.00 per kg dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan ht lalu.11 2017 w Jan 18. rata-rata harga terendah pada GKP dan gabah kualitas Rendah masing-masing Rp4.85 Nov 19.53 persen tp menjadi Rp5. Sebaliknya.17 12.72 12.36 3 709 -2.31 5 430 -1.79 12.02 26.88 4 480 2.96 4 376 -2.92 26.07 12.49 25.12 26. Untuk harga gabah kualitas rendah di tingkat petani dan tingkat penggilingan mengalami kenaikan masing-masing 1.41 12.24 3 794 -10.54 4 008 4.g -2.326.33 4 574 0.00 per kg dan 1.78 4 223 -6.34 Sep 18.36 w Perubahan (%) -8.37 12. 54 HARGA PANGAN JANUARI 2017 Tabel 8.64 4 225 1. Januari 2016–Januari 2017 GKP GKG Rendah Tahun/ Rata.00 3 838 3.00 per kg terjadi pada Februari 2016.37 5 474 -0.95 5 325 0.72 5 501 -4.45 24.98 4 262 -9.51 26.48 Jun 18.45 5 285 .91 26.00 per kg terjadi pada Januari 2016.48 4 111 0.86 4 122 0.01 5 211 0.636.91 persen :// menjadi Rp5.02 3 831 -4.80 4 440 4.00 per kg dan Rp3.35 Feb 18.56 persen menjadi Rp4.542.00 per kg terjadi pada April 2016.39 26.00 per kg dan Rp5.80 5 380 -0.211.73 4 076 1.52 4 168 1. masing-masing Rp5.36 persen menjadi Rp4. 4.41 Agt 18.29 12.75 4 623 1.82 5 542 1.285.00 per kg.28 .40 12.60 5 312 0.23 24. Jul 18.753.25 id Mei 17.262.43 4 537 1.83 12.37 4 555 0.58 -6. Rata-rata harga GKG di tingkat petani selama Januari 2017 naik 1.76 12.36 12. sedangkan GKG Rp5.

68 persen. Begitu pula di tingkat penggilingan pada Januari 2017 untuk kualitas GKP. Untuk rata-rata harga terendah pada GKG w Rp5.790. di tingkat penggilingan.00 per kg dan Rp5. dan 6.00 terjadi pada September 2016. sedangkan GKP dan gabah kualitas Rendah masing-masing Rp4.00 w per kg terjadi pada Februari 2016. GKG. semua juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 8.99 persen).001 observasi harga gabah masih didominasi transaksi penjualan gabah kering panen (GKP) sebanyak 710 observasi (70. jumlah 1.45 persen. 2.397. semua mengalami penurunan masing-masing sebesar 8.298. dan gabah kering giling (GKG) sebanyak 140 observasi (13. 7.614. sedangkan gabah kualitas Rendah Rp4. FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .00 per kg dan Rp3. 2. HARGA PANGAN JANUARI 2017 55 Grafik 8.2 Rata-rata Harga Gabah di Tingkat Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Januari 2016–Januari 2017 6 000 5 800 5 600 5 400 5 200 5 000 4 800 4 600 Rp/kg 4 400 4 200 4 000 3 800 3 600 3 400 3 200 id 3 000 Jan'16 Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Jan'17 o. Dibandingkan Januari 2016.53 persen. dan 6. rata-rata harga tertinggi untuk GKP dan GKG.91 persen.g H P P G KG = R p4600/kg ps . G KG GKP Kua lita s Re nda h HP P G KP = R p3750/kg .340. Dari sejumlah observasi tersebut tidak terdapat kasus harga gabah di bawah HPP.869. dan gabah kualitas rendah.08 persen). Berdasarkan komposisinya. GKG. dan gabah kualitas rendah.93 persen). rata-rata harga di tingkat petani pada Januari 2017 ht untuk kualitas GKP.00 w per kg terjadi pada Januari 2016.b 5. masing-masing Rp5. Pada periode Januari 2016–Januari 2017. diikuti oleh gabah kualitas rendah sebanyak 151 observasi (15.00 per kg terjadi pada April :// 2016 tp 6.24 persen.58.

35 0. rata- tp kualitas premium di penggilingan sebesar rata harga beras medium Rp9.60 5 397 5 413 .48 o.00 3 934 3.33 4 660 0.26 Mar 19.17 4 598 1.09 4 614 0.14 12.70 5 600 0.53 25.75 4 717 1.28 Apr 18. dan rendah mengalami penurunan harga.54 4 110 4.24 Jan’17 thd ’Jan’16 w :// 8.00 26.47 12. 9.97 26.01 5 298 0.26 0.43 19.82 5 636 1.91 -6. rata-rata harga beras Pada Januari 2017.98 4 340 -9. Pada Januari 2017.02 3 912 -4.100.52 4 260 0.31 26.45 12. masing-masing sebesar 3.80 id Jun 18.31 24.65 ps Nov 19.78 4 325 -6.82 Agt 18.96 persen ht di penggilingan sebesar dibandingkan bulan sebelumnya.23 12.14 25.00 per kg naik sebesar 0.37 4 621 4 643 1.64 4 326 1.100.80 4 527 4.80 5 473 -0.31 5 526 -1.50 Sep Okt 18.36 3 790 -2.72 12.53 26.88 5 551 2.37 12.34 persen.45 -2.56 Perubahan (%) w -8.58 persen.2 Rata-rata Harga Gabah di Tingkat Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air serta Perubahannya.64 5 869 1. naik rata-rata harga beras kualitas medium di 0.56 12.29 4 844 2.69 persen.00 per kg naik sebesar 0.88 4 564 2.48 4 184 4 211 2. 4.24 3 881 -10.669.37 5 593 -0. Kadar Rata-rata Perubah- Bulan rata rata Air an Air an Air Harga an Harga Harga (%) (%) (%) (%) (%) (Rp/kg) (%) (Rp/kg) (Rp/kg) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2016 Jan 17.29 Feb 18.73 26.95 5 426 0.83 .00 per kg.23 25.96 4 458 -3.27 12.03 12. Rata-rata harga beras kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp8.34 Mei 17.g -2.81 5 291 1.00 persen.13 0. rata-rata harga beras di penggilingan pada Januari 2017 untuk kualitas premium.34 persen penggilingan sebesar Rp9. Kadar Perubah.32 24.b 2017 w Jan 18.90 4 088 4.69 12.32 12.431. Dibandingkan dengan Januari 2016.33 4 783 -9.72 5 622 -4.13 persen. EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . Januari 2016–Januari 2017 GKP GKG Rendah Tahun/ Rata. Sedangkan Rp9.71 12. Jul 18. Rata- Kadar Perubah.75 26. dan 6.37 12.79 5 514 0. 56 HARGA PANGAN JANUARI 2017 Tabel 8.86 4 225 0.23 5 805 1.00 per kg naik sebesar 0.09 25.31 Des 18. medium.20 26.

10% Medium: Beras patah (Broken) 10.87 8 502 -0.47 8 901 .26 8 932 -0.90 Perubahan (%) w -3.64 7.35 8 973 1. Perubah- Harga Patah Harga Patah Harga Patah an (%) an (%) an (%) (Rp/kg) (Broken) (Rp/kg) (Broken) (Rp/kg) (Broken) (%) (%) (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 2016 Jan 9 723 0.26 8 981 0.29 9 280 0.75 ps Sep 9 111 -2.55 8 582 1.21 9 069 0.37 7.34 15.b Nov 9 257 1.26 22.59 7.74 7.39 23.72 8 669 0.40 22. HARGA PANGAN JANUARI 2017 57 Tabel 8.91 7.53 8 578 0.39 Apr 9 128 -4.77 15.18 7.g -0.24 8 836 -1.20 9 050 0.72 15.87 Des 9 342 0.37 8 995 -2. Januari 2016–Januari 2017 Premium Medium Rendah Kadar Kadar Kadar Tahun/ Rata-rata Beras Rata-rata Beras Rata-rata Beras Bulan Perubah.84 15.55 8 658 0.10 23.89 Okt 9 132 0.51 8 511 -5.21 15.32 9 100 0.17 23.14 15.40 id Mei 9 182 0.d. Jun 9 354 1.17 9 548 1.08 .38 15.55 15.58 8 558 -0.17 15.83 w 2017 w Jan 9 431 0.89 22.08 7.04 Jul 9 374 0.66 8 632 0.21 7.61 Mar 9 572 -2.03 15.00 -4.20% tp Rendah: Beras patah (Broken) 20.63 7.88 7.55 Agt 9 367 -0.24 7.3 Rata-rata Harga Beras di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Beras Patah (Broken).41 9 195 -0.77 15.76 8 597 0.96 7.33 9 444 -1.62 7.15 8 965 0.29 8 959 -5.28 23.25% ht FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .1% .52 Feb 9 785 0.17 9 622 0.84 23.69 -6.45 15.30 22.65 22.93 23.13 22.58 Jan'17 thd Jan’16 :// Keterangan: Premium: Maksimum beras patah (Broken) s. Perubah.35 15.23 23.1% .74 8 488 -0.90 o.

Kenaikan tertinggi terjadi di Bima (141 persen) dan Watampone (124 persen). w 3. Artinya. Harga cabai rawit naik 37. pemilik beras (pedagang. 58 HARGA PANGAN JANUARI 2017 B. telur ayam ras.73 persen. petani.16 persen ke tahun periode yang sama sebesar 3. rendah dibandingkan dengan inflasi tahun naik 0. BULOG.b 33. Kenaikan tertinggi terjadi di Pare-Pare (5 persen) serta Mamuju dan Cilegon (masing-masing 3 persen).21 persen dibanding Januari 2016. persen dibanding Januari 2016. Kenaikan tertinggi ps terjadi di Jambi dan Tembilahan (masing-masing 18 persen) serta Sibolga (17 persen).16 persen dibanding Desember 2016.02 o. tepung terigu. Harga Eceran Beberapa Bahan Pokok 1.54 persen dibanding Januari 2016. Harga cabai merah turun 8. dan industri berbahan baku beras) mengalami penurunan nilai riil sebesar 4. Secara nasional.22 persen. harga beras turun 0. rata-rata harga beras pada Januari 2017 naik 0. id 2. :// tp ht EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . dan gula pasir perubahannya relatif rendah. lebih 2017 sebesar Rp13.222 per kg. Dibandingkan Januari Rata-rata harga beras Januari 2016.g Desember 2016 atau turun 3. susu kental w manis. Harga daging ayam ras naik 3. Komoditas lain seperti minyak goreng.55 persen dibanding . Penurunan tertinggi terjadi di Watampone w (43 persen) dan Lhokseumawe (39 persen).49 persen. daging sapi.35 persen dibanding Desember 2016 atau naik 120. konsumen.03 persen dibanding Desember 2016 atau naik . ikan kembung.

96 0.60 .16 3.07 10.21 -9.54 2.55 120.05 0.g 14 628 8 030 78 947 47 172 20 590 31 730 ps Desember’16 0.83 8.b (dalam persen) w w w :// tp ht FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .03 -0.82 -0.73 -3.55 0.31 0.62 Januari’17 thd Januari’16 -0.55 -0.53 2. November 13 185 37 547 107 361 9 956 14 164 14 822 8 006 46 083 57 079 18 909 30 952 Desember 13 201 38 538 107 694 9 966 14 232 14 709 8 014 57 479 51 291 20 654 31 534 Januari’17 Januari’17 thd 13 222 39 906 107 199 9 971 14 349 .20 37.35 -8.75 0.02 33. HARGA PANGAN JANUARI 2017 59 Tabel 8.4 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok Januari 2016–Januari 2017 (rupiah) Susu Daging Telur Daging Kental Minyak Gula Tepung Cabai Cabai Ikan Beras Ayam Ayam Bulan Sapi Manis Goreng Pasir Terigu Rawit Merah Kembung (kg) Ras Ras (kg) (385 (liter) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) gram) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) Januari’16 13 319 41 372 104 120 9 889 13 277 13 208 7 986 35 881 35 412 22 760 30 927 Februari 13 376 39 862 105 224 9 895 13 313 13 310 7 980 31 557 37 845 22 007 31 348 Maret 13 301 36 203 105 676 9 888 13 466 13 415 7 985 41 504 45 554 20 009 30 931 April 13 105 35 102 105 444 9 871 13 649 13 463 8 007 34 498 33 979 19 361 30 390 Mei 13 039 37 619 105 623 9 889 13 885 14 459 7 990 30 158 30 445 19 965 29 989 Juni 13 115 39 635 106 986 9 898 13 941 15 327 8 019 30 339 30 031 21 135 30 727 Juli 13 181 41 034 108 256 9 925 13 919 15 745 8 042 34 004 31 160 20 786 31 105 Agustus 13 157 39 606 107 393 9 946 14 041 15 490 8 064 38 805 32 955 20 815 31 136 id September 13 140 38 830 107 576 9 962 14 222 15 211 8 054 35 790 39 151 19 897 31 133 Oktober 13 153 38 015 107 425 9 969 14 198 15 039 8 048 35 704 47 095 19 374 30 918 o.46 0.

b Nov'15 Nov'15 Nov'15 Nov'15 Nov'15 Des Des Des Des Des Jan'16 Jan'16 Jan'16 Jan'16 Jan'16 ps Feb Feb Feb Feb Feb November 2015–Januari 2017 (rupiah) Maret Maret Maret Maret Maret EKONOMI April April April April April . 12900 13000 13100 13200 13300 13400 13500 100000 102000 104000 106000 108000 110000 7900 7930 7960 7990 8020 8050 8080 17000 27000 37000 47000 57000 67000 13000 13200 13400 13600 13800 14000 14200 14400 29500 30000 30500 31000 31500 32000 60 Nov'15 Nov'15 Nov'15 Nov'15 Nov'15 Nov'15 Des Des Des Des Des Des Jan'16 Jan'16 Jan'16 Jan'16 Jan'16 Jan'16 Feb Feb Feb Feb Feb Feb Maret Maret Maret Maret EDISI 81 Maret Maret April April April April April April Mei Mei Mei Mei Mei Mei Juni Juni Juni Juni ht Juni Juni Beras Juli Juli Juli Juli Juli Juli Cabai Merah Daging Sapi Agt Agt Agt Agt Agt Agt Minyak Goreng tp Ikan Kembung Tepung Terigu Sep Sep Sep Sep Sep Sep Okt Okt Okt Okt Okt Okt Nov Nov Nov Nov Nov Nov :// DATA Des Des Des Des Des Des Jan'17 Jan'17 Jan'17 w Jan'17 Jan'17 Jan'17 w HARGA PANGAN JANUARI 2017 w SOSIAL Grafik 8. Cabai Rawit Agt Agt Agt Agt Agt Telur Ayam Ras Susu Kental Manis Daging Ayam Ras Sep Sep Sep Sep Sep id Okt Okt Okt Okt Okt Nov Nov Nov Nov Nov Des Des Des Des Des Jan'17 Jan'17 Jan'17 Jan'17 Jan'17 FEBRUARI 2017 .g Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok Mei Mei Mei Mei Mei Juni Juni Juni Juni Juni Juli Juli Juli Juli Juli Gula Pasir o.3 12500 13000 13500 14000 14500 15000 15500 16000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 18500 19000 19500 20000 20500 21000 21500 22000 22500 23000 9850 9870 9890 9910 9930 9950 9970 9990 33000 35000 37000 39000 41000 43000 .

34 naik 0.65 pada triwulan IV-2015 (y-on-y) menjadi 218.05 (q-to-q).28 persen dan 0. w Sedangkan IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan IV-2016 sebesar 218.17 persen dibandingkan dengan IHP triwulan III-2016 sebesar 131. Sedangkan IHP Sektor Pengelolaan Air naik sebesar 0. INDEKS HARGA PRODUSEN TRIWULAN IV–2016 DAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR JANUARI 2017 A.77 persen Pada triwulan IV-2016.15 naik 0. Pertambangan dan Penggalian. dipengaruhi oleh IHP Sektor Pertanian.09 pada triwulan IV-2016. dan Industri Pengolahan inflasi harga produsen sebesar pada triwulan IV-2016 sebesar 132. yaitu dari 118. Makanan dan Minuman triwulan IV- FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .05 persen.75 (q- tp to-q). yaitu dari 211. IHP gabungan tersebut mengalami kenaikan sebesar id 1.g Industri Pengolahan yang mengalami kenaikan.80 pada triwulan IV-2015 (y-on-y) menjadi 118. Pertambangan Pada triwulan IV-2016 terjadi dan Penggalian.07 pada triwulan IV-2015 menjadi 132.36 ht pada triwulan IV-2016. INDEKS HARGA PRODUSEN TRIWULAN IV –2016 DAN 61 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR JANUARI 2017 IX.09 :// turun 1. masing-masing sebesar 1.92 pada triwulan IV- 2016.92 naik sebesar 0. Makanan dan Minuman triwulan IV-2016 sebesar 125.36 persen.77 persen dibandingkan IHP triwulan III-2016 sebesar 130. yaitu dari 128.32 persen dan 2. dan . 18. 1.93 (q-to-q). IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas ps triwulan-IV 2016 sebesar 132. Kenaikan indeks tersebut disebabkan oleh naiknya indeks atau inflasi harga produsen pada semua sektor.18 persen. Pertambangan dan Penggalian. Adapun IHP w Sektor Akomodasi.91 (q-to-q). yaitu Sektor Pertanian.20 persen.08 persen. Perubahan IHP gabungan triwulan IV-2016 terhadap triwulan IV-2015 (y-on- y) sebesar 3.34 persen.01 persen w dibandingkan dengan IHP triwulan III-2016 sebesar 118.63 pada triwulan IV-2015 menjadi 132. dan Industri Pengolahan.06 persen dibandingkan IHP triwulan III-2016 sebesar 125.b Pengelolaan Air triwulan IV-2016 sebesar 118. IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan IV-2016 terhadap triwulan IV-2015 (y-on-y) mengalami penurunan sebesar 0. Demikian juga dengan IHP Sektor Akomodasi.84 persen. 10. Sektor Angkutan Penumpang mengalami kenaikan 3.15 pada triwulan IV-2016. INDEKS HARGA PRODUSEN Indeks Harga Produsen (IHP) gabungan dari Sektor Pertanian.26 (q-to-q).10 persen. yaitu dari 132. Demikian pula dengan IHP Sektor . masing-masing sebesar 1. Hal ini o.36.65 persen dibandingkan dengan IHP triwulan III-2016 sebesar 221.

07 2.97 10.26 3.82 3.15 1.93 Minuman .28 -17. yaitu dari 124.20 97.18 o.92 0.18 pada triwulan IV-2015 menjadi 125.45 1.75 218.07 130.d. Pengadaan Listrik 132.08 id 2.84 4.1 Indeks Harga Produsen (2010=100) dan Inflasi Harga Produsen Menurut Sektor Triwulan IV-2016 Inflasi Harga Inflasi Harga Produsen Produsen IHP IHP IHP (q-to-q)1) (y-on-y)2) Sektor Triw IV.32 Penggalian 3. Industri Pengolahan 135.00 0.03 0.80 118.38 -1.91 1.26 125.01 0.13 1.36 0.06 1.20 4.10 6. Triwulan IV-2016 w :// 230 220 tp 210 200 ht 190 180 170 160 Indeks 150 140 130 120 110 100 90 80 70 II-15 II-16 II -14 IV-13 I-14 IV-14 I-15 IV-15 I-16 IV-16 III-14 III-15 III-16 Triwulan Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Pengadaan Listrik dan Gas Pengelolaan Air Angkutan Penumpang Akomodasi. Pertanian 132.06 -0.49 0.b Keterangan: 1).65 7.95 137. Triw IV.69 132.93 132.35 0. Makanan dan 124.76 138. 62 INDEKS HARGA PRODUSEN TRIWULAN IV –2016 DAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR JANUARI 2017 2016 terhadap triwulan IV-2015 (y-on-y) mengalami kenaikan sebesar 0.01 0. Triw IV.36 dan Gas .01 0. Akomodasi. Tabel 9.93 persen.20 88.05 132.34 1.54 134. Triw IV- 2016 2016 2015 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Gabungan (1+2+3) 128.63 131. Pengelolaan Air 118.06 1.34 0.g 5. Triw III.10 3. Pertambangan dan 82.91 118.92 0.34 pada triwulan IV-2016.1 w Indeks Harga Produsen (2010=100) Menurut Sektor Triwulan IV-2013 s.75 18.09 4. Inflasi Produsen (y-on-y) adalah persentase perubahan IHP Triwulan t-2016 terhadap Triwulan t-2015 w Grafik 9.05 Penumpang ps 7. 4. Inflasi Produsen (q-to-q) adalah persentase perubahan IHP Triwulan t terhadap Triwulan t-1 2). Triw IV- (%) (%) 2015 2016 2016 Triw III. Makanan dan Minuman EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .77 1.17 0.18 125. Angkutan 211.65 221.

26 persen).17 persen).35 persen).54 pada triwulan III-2016 menjadi 134.84 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Sektor Pertanian IHP Sektor Pertanian pada triwulan IV-2016 naik 1. 3.b IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian pada triwulan IV-2016 sebesar 97.g ps 2. Sedangkan untuk Subsektor Kehutanan dan Subsektor Peternakan mengalami deflasi masing-masing sebesar 0. Inflasi harga produsen pada sektor ini dipengaruhi w oleh naiknya Subsektor Pertambangan sebesar 14.05 persen. Sektor Pertambangan dan Penggalian . IHP Sektor Industri Pengolahan mengalami kenaikan sebesar 0. Barang dari Kertas dan Cetakan (2.32 persen. Subsektor Tanaman Bahan Makanan (1. Subsektor Industri Pupuk (2.69 pada triwulan IV-2015 menjadi 134.15 persen dan 0. Inflasi harga produsen pada sektor ini dipengaruhi oleh naiknya IHP pada subsektor yaitu Subsektor Perkebunan (3. yaitu dari 132.84 persen.20 persen (q-to-q). yaitu dari 137. untuk Subsektor Tanaman Bahan Makanan mengalami deflasi sebesar 3. .26 w mengalami kenaikan sebesar 10. Sektor Industri Pengolahan Pada triwulan IV-2016.27 persen.93 persen.28 persen dibandingkan IHP pada triwulan III- 2016 sebesar 88. Sedangkan o.60 persen).76 pada triwulan III-2016 menjadi 138.05 persen. tp IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan IV-2016 mengalami kenaikan sebesar 18.08 persen.08 persen dibandingkan :// dengan triwulan sebelumnya.26 pada ht triwulan IV-2016. dan Subsektor Industri Kertas. Plastik dan hasil-hasilnya (2.20 pada triwulan IV-2015 menjadi 97.04 persen.13 pada triwulan IV-2016. yaitu dari 132.30 persen dan Subsektor kehutanan 3. Tiga subsektor pada Sektor Industri Pengolahan yang mengalami inflasi tinggi adalah Subsektor Industri Karet.20 (q-to-q).13 pada triwulan IV-2016. diikuti oleh Subsektor Peternakan sebesar 4. Sedangkan untuk subsektor yang mengalami deflasi antara lain Subsektor FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .22 persen). Apabila dibandingkan dengan triwulan IV-2015. Sektor Pertanian pada triwulan IV-2016 mengalami inflasi harga produsen (y-on-y) sebesar 1. yaitu dari 82.24 persen) dan Subsektor Perikanan (0. Demikian pula terhadap triwulan IV-2015 (y-on-y). Sedangkan w Subsektor Penggalian mengalami penurunan sebesar 2.92 pada triwulan IV-2016 (q-to-q). INDEKS HARGA PRODUSEN TRIWULAN IV –2016 DAN 63 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR JANUARI 2017 1. Inflasi harga produsen (y-on-y) pada Sektor Pertambangan dan Penggalian dipengaruhi oleh naiknya IHP Subsektor Pertambangan sebesar 24. Subsektor Perkebunan merupakan penyebab utama kenaikan id IHP pada periode tersebut yaitu sebesar 7.

IHP Sektor Angkutan penumpang triwulan IV- EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . dan Subsektor Industri Kimia Dasar. Subsektor Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Penumpang (4. Dibandingkan triwulan IV-2015. dan Subsektor Industri Makanan Lainnya (4. Subsektor Industri Minuman dan Rokok (5.15 mengalami kenaikan sebesar 0.b 2015. IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas mengalami deflasi sebesar 0.67 persen). Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia (0. 64 INDEKS HARGA PRODUSEN TRIWULAN IV –2016 DAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR JANUARI 2017 Industri Pakaian Jadi dan Alas Kaki (0. yaitu dari 132.01 persen). Minyak dan Lemak (9. Sayuran.92.92 di triwulan IV-2016 (y-on-y).92 mengalami kenaikan sebesar 0.10 persen yaitu dari 118.78 persen). Sektor Pengelolaan Air tp IHP Sektor Pengelolaan Air pada Triwulan IV-2016 sebesar 118.70 persen).09 mengalami deflasi sebesar 1.91 (q- ht to-q). Sektor Angkutan Penumpang IHP Sektor Angkutan penumpang pada triwulan IV-2016 sebesar 218. IHP Sektor Industri Pengolahan pada triwulan IV-2016 (y-on-y) mengalami kenaikan (2.65 persen dibandingkan IHP triwulan sebelumnya yang sebesar 221.75 persen).35 persen dan 0.g 132. Deflasi Harga Produsen terjadi di Subsektor Ketenagalistrikan dan w Subsektor Pengadaan Gas masing-masing sebesar 0. id 4. Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia (0.36 w persen.01 persen terhadap triwulan III-2016 yaitu sebesar 118. IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas pada triwulan IV-2016 (q-to-q) sebesar .11 persen).80 di triwulan IV-2015 menjadi 118.06 persen). w :// 5.70 persen) dan Subsektor Industri Kimia Dasar. Sektor Pengadaan listrik dan Gas o.93. Penyebab kenaikan IHP terutama terjadi pada Subsektor Industri Pengolahan dan Pengawetan Daging. Sedangkan untuk subsektor yang mengalami deflasi adalah Subsektor Industri Pupuk (6. Subsektor Angkutan Darat Penumpang (1.09 persen). Buah-buahan. Demikian juga terhadap triwulan IV-2015 naik 0. Subsektor Pengilangan Minyak Bumi dan Gas (1.41 persen).44 persen).18 persen) dari 135. Ikan. Sedangkan terhadap triwulan IV- . Inflasi Harga Produsen pada sektor ini disebabkan oleh naiknya Subsektor Ketenagalistrikan sebesar 0. Deflasi Harga Produsen pada sektor ini disebabkan oleh turunnya IHP pada semua Subsektor yaitu Subsektor Angkutan Kereta Api Penumpang (2.95 menjadi 138. Subsektor Angkutan Laut Penumpang (2.08 persen).15 pada triwulan IV- 2016 (y-on-y).63 pada triwulan IV-2015 menjadi 132.42 persen) dan Subsektor Angkutan Udara Penumpang (1.19 persen.46 persen.17 persen terhadap triwulan III-2016 yang ps sebesar 131.75 (q-to-q). 6.

04 persen).34. Makanan dan Minuman pada triwulan IV-2016 sebesar 125. Makanan dan Minuman IHP Sektor Akomodasi. dan Subsektor Angkutan Laut Penumpang (0.36 persen dan 0.65 menjadi 218. 7. INDEKS HARGA PRODUSEN TRIWULAN IV –2016 DAN 65 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR JANUARI 2017 2016 terhadap triwulan IV-2015 (y-on-y) naik sebesar 3.g masing-masing sebesar 1. yaitu dari 211.06 persen dibandingkan IHP pada triwulan sebelumnya yang sebesar 125. Makanan id dan Minuman triwulan IV-2016 terhadap triwulan IV-2015 (y-on-y) naik sebesar 0.18 menjadi 125.49 persen.35 persen). Subsektor Angkutan Kereta Api Penumpang (3.71 persen). Harga Produsen Subsektor Akomodasi dan Subsektor Makanan dan Minuman . IHP Sektor Akomodasi.34 mengalami kenaikan 0.05 persen.b w w w :// tp ht FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .26 (q-to-q).87 persen. yaitu dari 124. Hal ini diakibatkan oleh Inflasi o. Hal ini diakibatkan terutama oleh Inflasi Harga Produsen Subsektor Angkutan Udara Penumpang (5.09. Sektor Penyediaan Akomodasi.93 persen. Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan IHP Subsektor Akomodasi sebesar 0. ps .

16 -0. Kehutanan 140.22 1.63 1.31 -0.15 0.32 1. Industri Pemintalan dan Pertenunan 131.58 117.99 143.14 0.09 123. Triw IV.07 134. Listrik.24 7.77 143. 2.15 -0. Industri Minuman dan Rokok 137.93 0.15 1. Penggalian 134.13 1.41 w 6.67 13.80 140.93 132.07 2. Triw IV- (%) (%) 2015 2016 2016 Triw III.84 3.29 -0. Industri Penggilingan Padi.42 5.96 -0.08 1.27 155.46 5.34 0.83 158.17 1.35 0.58 119. Elektronik.62 0. 141.90 Hasilnya 14.60 0. Triw IV- 2016 2016 2015 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Pertanian 132. Plastik.44 133.41 144.43 4.08 3.31 1.20 97.08 11.35 10.75 126.66 -1. Industri Pakaian Jadi dan Alas Kaki 152. 66 INDEKS HARGA PRODUSEN TRIWULAN IV –2016 DAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR JANUARI 2017 Tabel 9. Tepung 150.97 10.56 151.23 0.63 138. Industri Alat Angkutan 130.01 0.81 3. Industri Pengolahan dan Pengawetan ps Daging.27 2.44 5.56 5.33 124.01 Perlengkapannya 18.17 0. Industri Pupuk 130.65 143.04 16.15 0.40 1. Pengadaan Gas 192.66 3.62 4.25 2.45 144.39 0.68 140.00 0.47 -0.18 1.84 Barang Lainnya Pengadaan Listrik dan Gas 132.85 2.45 1.88 156.65 9. Perkebunan 115. Tanaman Bahan Makanan 144.05 2.93 144.20 88.29 151.39 -1. Industri Kayu Gergajian dan Olahan 159.33 2. Bahan Kimia dan 144.09 3.86 134.95 137.64 -0.71 1. Triw IV.95 0.30 17.06 -0.24 14.07 1.76 138.00 3.20 4.17 0.56 -0.26 1.56 1.92 0.82 138.38 24.to-q)1) (y-on-y)2) Sektor/Subsektor Triw IV.09 -2.18 1.17 90.86 133.30 1.31 -3.34 134.23 -2.00 0.93 o.05 4.08 4.34 0. Industri Logam Dasar 111.19 1.78 117.44 126.81 -0. Ikan.84 5. dan 137.27 3.51 1.73 19.93 122.01 5.99 1.37 154.27 -23.64 1.37 dan Cetakan tp 10.73 135.54 128.14 0.41 -0. Pertambangan 72.84 191.02 133.59 7.69 .69 132.10 110.10 0.21 143.63 131.75 -0. Perikanan 126.41 111.87 0.26 3.54 134.22 3. Sayuran.g Industri Pengolahan 135. Industri Kertas.80 6.40 1.53 15.06 157.08 -0.15 7. Industri Mesin.75 18.15 4.b 3.08 0.40 0.16 114. Industri Karet.37 1.96 191.12 0.62 124.90 131.04 id Pertambangan dan Penggalian 82.67 .96 0.06 -0.2 Indeks Harga Produsen (2010=100) dan Inflasi Harga Produsen Menurut Subsektor Triwulan IV-2016 Inflasi Harga Inflasi Harga Produsen Produsen IHP IHP IHP (q. Industri Kimia Dasar.41 79.29 1.75 0. Industri Barang-Barang dari Logam 119.07 120.21 0. Industri Makanan Lainnya 130.44 2.49 136.70 Barang dari Bahan Kimia ht 12.79 -0.43 150.02 2.18 120.35 2.70 4.00 119. Industri Susu dan Makanan Dari Susu 116.46 EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .71 148.96 0.22 0.45 dan Pakan Ternak w 4.78 1.84 4.72 1.47 4. Industri Barang Mineral Bukan Logam 141. Peternakan 125.20 0.19 -0. Ketenagalistrikan 127.30 4.06 1. Buah-Buahan.23 Tekstil w 7.33 116.28 -17. Pengilangan Minyak Bumi dan Gas 127.10 4.10 1.10 1.08 0. Industri Perabot Rumah Tangga dan 147.72 135.60 4.86 129.87 2.36 131.49 0.15 141. dan Hasil- 114. Barang dari Kertas 132.51 -6.50 8.06 Minyak dan Lemak 2.22 -3.10 1.74 1.93 0. Triw III.89 131.12 :// 9.36 1.81 148.93 4.

Triw III.10 3. Makanan id 124.66 319.06 -2.58 110. INDEKS HARGA PRODUSEN TRIWULAN IV –2016 DAN 67 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR JANUARI 2017 Inflasi Harga Inflasi Harga Produsen Produsen IHP IHP IHP (q.95 152.50 Penyeberangan Penumpang 5.00 0. Indeks Harga w Perdagangan Besar (IHPB) Umum tanpa Pada Januari 2017 IHPB tanpa impor migas dan ekspor migas naik impor migas dan ekspor migas w sebesar 0.38 persen.43 persen.01 0. Triw IV- (%) (%) 2015 2016 2016 Triw III.36 314.78 5.52 187.12 persen.47 -1.20 3.38 -1.19 156.07 0. Triw IV.11 0. 0.94 -2.92 0.to-q)1) (y-on-y)2) Sektor/Subsektor Triw IV. Triw IV. Angkutan Udara Penumpang 299. dan 0.96 0.09 4. serta Sektor Industri naik masing-masing sebesar 0.28 -4.91 118.75 8.86 persen.93 4. Makanan dan Minuman 121.35 0.01 0.11 0. Angkutan Kereta Api Penumpang 181.99 persen dan terendah terjadi pada Kelompok Barang Impor Nonmigas yaitu 0.41 141.00 0.87 Keterangan: 1) Inflasi Produsen (q-to-q) adalah persentase perubahan IHP Triwulan t terhadap Triwulan t-1 .04 Penyediaan Akomodasi.86 154.04 123.84 persen dan 0.35 2.97 persen. Kenaikan terbesar terjadi tp pada Sektor Industri yaitu 0.26 125.98 123. Pada Desember 2016 IHPB Umum naik sebesar 0. Akomodasi 139.33 164.43 112. Sektor Pertambangan dan Penggalian.g 2) Inflasi Produsen (y-on-y) adalah persentase perubahan IHP Triwulan t-2016 terhadap Triwulan t-2015 ps B. Pada Januari 2017.47 persen dan kenaikan terendah pada Kelompok Barang Impor sebesar 0.36 o.80 118.42 5. Triw IV- 2016 2016 2015 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Pengelolaan Air 118.04 0.23 2.79 persen dibandingkan bulan naik sebesar 0.56 -1.61 -1.10 Angkutan Penumpang 211.62 persen sedangakan Sektor Pertambangan dan Penggalian turun sebesar 0. Angkutan Darat Penumpang 151.68 3.21 140.05 1. FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .65 221.79 persen :// sebelumnya.48 0.06 1.67 1.16 5.93 dan Minuman 1.00 1. Angkutan Sungai Danau dan 159.49 0.10 192.70 persen. INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) .71 4. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi Kelompok Barang Ekspor sebesar 1. Angkutan Laut Penumpang 109.b w 1.75 218.32 0.18 125. Sektor Pertanian.24 3.76 5.84 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya.42 2.65 7.03 0.34 0. ht Sektor Pertanian dan Kelompok Barang Ekspor Nonmigas naik masing-masing sebesar 0.44 6. 2.

31 167.94 149.99 Domestik 165.63 158.66 0. Indonesia November 2016–Januari 2017.29 0. 68 INDEKS HARGA PRODUSEN TRIWULAN IV–2016 DAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR JANUARI 2017 Tabel 9.21 0.31 Impor 4 133.78 160.03 0.38 3.76 0.70 Nonmigas Umum Nonmigas 147.62 6.g 1.b w Tabel 9.51 154.23 136.86 0.12 0.06 166.84 0.29 0.30 120. 119.78 160.79 8.84 24.96 387.90 141.44 148.61 136.73 dan Penggalian 3 Industri 131.96 387.34 0.84 .99 0.56 0.40 EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .04 0. Impor Nonmigas 136. Ekspor Nonmigas 148.38 Impor 130.99 5.85 0.79 0.4 w Tingkat Inflasi Perdagangan Besar Januari 2017 (2010=100) w Perubahan Tingkat Inflasi IHPB Januari Perdagangan Besar :// 2017 Sektor/Kelompok Tahun Januari Desember Januari terhadap Year-on- tp Desember Kalender 2016 2016 2017 Year 2016 2017 ht (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Pertanian 311.32 120.87 148.70 0.93 138.82 137.17 -0.81 0.29 157.32 120.62 0.62 Ekspor Umum Nonmigas 139. 5.11 130.56 383.97 -0.38 0.12 -0.68 383.33 158.12 Penggalian 3.79 ps Umum 153.93 138.08 Nonmigas Ekspor 5 140. Industri 135. Pertanian 380.94 149.28 Pertambangan 2 119.31 136.47 0.16 0.17 0.43 o. (2010=100) Perubahan Desember 2016 Januari 2017 November Desember Januari terhadap terhadap Sektor/Kelompok 2016 2016 2017 November 2016 Desember 2016 (%) (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.03 .3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar.82 137.21 0.84 Pertambangan dan 2.85 0.90 id 4.81 0.16 120.34 0.98 136.

Jembatan. w :// tp ht FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .36 persen dibandingkan w bulan sebelumnya.g Impor Umum ps .b 2. 100 Jan-14 Mar Jan-15 Mar Jan-16 Mar Jan-17 Mei Mei Feb Jul Des Mei Agt Sep Okt Des Feb Jul Agt Sep Okt Feb Jul Agt Sep Okt Des Apr Jun Nov Apr Jun Nov Apr Jun Nov Domestik Ekspor . Kenaikan indeks terbesar terjadi pada jenis Bangunan Pekerjaan Umum untuk Jalan.52 persen. IHPB Kelompok Bahan Bangunan/Konstruksi yang terdiri dari lima jenis w bangunan/konstruksi pada Januari 2017 naik sebesar 0. INDEKS HARGA PRODUSEN TRIWULAN IV –2016 DAN 69 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR JANUARI 2017 Grafik 9.2 Indeks Harga Perdagangan Besar Indonesia Januari 2014–Januari 2017 180 170 160 150 140 130 120 id 110 o. dan Pelabuhan sebesar 0.

tp Seng lembaran naik 0. Air Minum.82 131.59 id Pekerjaan Umum untuk Jalan.52 0.29 persen.97 133.37 1.09 persen dan 0.38 persen.21 0.11 130.62 130.39 0.15 0.21 dan Komunikasi ps Bangunan Lainnya 127.16 persen dan terkecil terjadi pada kaca lembaran sebesar 0.38 persen. pipa pvc naik 0.64 131.22 o. IHPB beberapa bahan bangunan/konstruksi (seng lembaran. 70 INDEKS HARGA PRODUSEN TRIWULAN IV –2016 DAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR JANUARI 2017 Tabel 9.g Listrik.34 persen. EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . dan besi beton) pada Januari 2017 naik dibandingkan bulan sebelumnya.08 125. besi profil.37 0.12 0.43 0.b Konstruksi Indonesia 129.35 ht persen.15 0. Jembatan. w cat tembok.78 128. pipa pvc. kaca lembaran. Kenaikan terbesar terjadi pada besi beton :// sebesar 1. Aspal dan semen turun masing-masing sebesar 0.5 Tingkat Inflasi Konstruksi Indonesia Januari 2017 Menurut Jenis Bangunan (2010=100) Perubahan Tingkat Inflasi Januari Jenis Bangunan Januari Desember Januari 2017 Tahun Year- 2016 2016 2017 terhadap Kalender on- Desember 2017 Year 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan 131.31 Tempat Tinggal Bangunan Pekerjaan Umum untuk Pertanian 128.60 0.74 132.46 0.85 . cat tembok naik 0. kayu lapis.34 persen.97 0.87 persen.89 128.36 0.21 1.11 131.95 126.49 130. Pelabuhan Bangunan dan Instalasi . dan besi profil naik 0.36 1.26 w w 3.52 1. 129. dan 125. kayu lapis naik 0. Gas.66 0.43 1.

5 111.0 104.0 110.5 110.4 123.0 Mar Juli Sep Mar Juli Sep Mei Nov Mei Nov Jan-16 Jan-16 Jan-17 Jan-17 id o.0 130.0 116.0 134.6 126.5 128.0 134.0 136.8 124.g 120.0 100.5 137.0 135.0 119.0 Mar Juli Sep Mei Nov Jan-16 Jan-17 Sep Mar Juli Mei Nov Jan-16 Jan-17 Juli Sep Mar Nov Mei Jan-16 Jan-17 FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .0 136.b 114. Semen Portland Kaca lembaran Aspal 120.0 117.5 111.0 130.0 122.5 134. INDEKS HARGA PRODUSEN TRIWULAN IV –2016 DAN 71 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR JANUARI 2017 Grafik 9.5 127.0 127.5 129.5 ht 112.0 116.0 ps 138.5 136.0 112.0 .3 Indeks Harga Beberapa Bahan Bangunan Januari 2016–Januari 2017 Seng Besi Profil Kayu lapis 119.0 128.0 139.0 138.0 137.0 w 112.0 118.0 109.5 128.0 Juli Sep Mar Mei Nov Jan-16 Jan-17 116.0 112.0 .0 w Mar Juli Sep Mei Nov Jan-16 Jan-17 Juli Sep Mar Mei Nov Jan-16 Jan-17 Juli Sep Mar Mei Nov Jan-16 Jan-17 w :// Besi beton Pipa pvc Cat tembok tp 113.5 126.5 137.0 110.0 138.0 135.5 128.0 127.5 121.5 133.0 126.0 129.0 118.0 126.5 131.0 108.0 135.5 113.2 125.0 117.0 118.

Namun. rata-rata jumlah jam kerja (nilai indeks sebesar 105.69).96). pada triwulan sebelumnya (nilai ITB triwulan III-2016 sebesar 107. Kondisi bisnis pada triwulan IV-2016 meningkat karena adanya peningkatan pada tp semua variabel pembentuk indeks. Pertahanan. Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan IV-2016 terjadi pada semua lapangan usaha. Kehutanan. dan Perikanan yang . Tiga lapangan usaha yang w mengalami peningkatan kondisi bisnis tertinggi adalah Jasa Pendidikan (nilai ITB w sebesar 112. INDEKS TENDENSI BISNIS (ITB) A. yaitu pendapatan usaha (nilai indeks sebesar ht 108. . Secara umum kondisi bisnis di Indonesia pada triwulan IV-2016 meningkat Kondisi bisnis triwulan IV- dibandingkan triwulan sebelumnya 2016 meningkat (ITB 106. 72 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2016 X. dan penggunaan kapasitas produksi/usaha (nilai indeks sebesar 104. INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV-2016 A.1. EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .93). diikuti oleh Administrasi Pemerintahan.57).75).89). ITB TRIWULAN IV-2016 1.70. :// 3.g ps 2.70) dengan nilai ITB triwulan IV-2016 sebesar namun optimismenya 106.58). optimisme pelaku bisnis menurun dibandingkan id di Indonesia pada triwulan IV-2016 lebih triwulan III-2016 rendah dibandingkan dengan optimisme o. kecuali lapangan usaha Pertanian.17). dan Pengadaan Listrik dan Gas (nilai ITB w sebesar 111.b mengalami penurunan (nilai ITB sebesar 97. dan Jaminan Sosial Wajib (nilai ITB sebesar 111.

88 105.69 5.12 111.20 100. Kehutanan.97 106.16 107. dan Daur Ulang 6.25 Limbah.54 109.41 110.16 120.54 106. Pengelolaan Sampah.26 109.34 105.56 114.54 108.51 107.27 110.84 112.58 104.90 109.09 107.1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2016 Menurut Variabel Pembentuk dan Lapangan Usaha Variabel Pembentuk ITB Triwulan IV-2016 Penggunaan ITB Rata-Rata Lapangan Usaha Pendapatan Kapasitas Triwulan Jumlah Usaha Produksi/ IV-2016 Jam Kerja Usaha (1) (2) (3) (4) (5) 1. Pertanian. Reparasi id 109.85 111. Jasa Keuangan dan Asuransi 107.70 111.17 w 16.27 105.69 110. Transportasi dan Pergudangan 116.24 106.69 104.57 106.27 14.99 7. Penyediaan Akomodasi dan Makan 119.78 w Indeks Tendensi Bisnis (ITB) 108. Administrasi Pemerintahan.b dan Jaminan Sosial Wajib 15. Jasa Perusahaan 111.10 101.57 2.83 101.31 119.53 13. 111. Industri Pengolahan 103.15 109. Pengadaan Listrik dan Gas 117. Pengadaan Air.39 108.21 106.08 108.17 3.09 119.g 10. INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2016 73 Tabel 10.70 w :// tp ht FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 112. Jasa Lainnya 112.56 109.76 109. Pertambangan dan Penggalian 101.61 101.04 113.57 Minum .11 105.62 102.04 117.76 108. 9. Konstruksi 107. dan Perikanan – 97.68 106.75 105.15 dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor 8.53 4. Informasi dan Komunikasi 110.99 110.57 – 97. Real Estat 109.26 o.44 102.82 ps 12.68 17. Pertahanan 113.90 108. Perdagangan Besar dan Eceran.82 11.41 106.73 104. Jasa Pendidikan 105.23 103.93 .96 106.

Jasa Lainnya 108.b Menurut Lapangan Usaha dan Variabel Pembentuk w Variabel Pembentuk Perkiraan ITB Triwulan I-2017 Perkiraan ITB w Lapangan Usaha Order dari Order dari Harga Jual Order Triwulan Dalam Negeri Luar Negeri Produk Barang Input I-2017 w (1) (2) (3) (4) (5) (6) :// 1. 107.82 – 93.49 14.35 – 104.54 – 110.53 2.52 103. Namun.04 – 107.54 106.2.70).94 tp 3. Pengadaan Listrik dan Gas 107.32 97.76 – 113. kecuali pada lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian yang relatif stagnan (nilai ITB sebesar 100.25 107. Transportasi dan Pergudangan 118. Konstruksi 103.28 Minum 10.08 – 106.30 – 106. Jasa Keuangan dan Asuransi 120.99 – 108.35 Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor 8. Nilai ITB triwulan I-2017 optimismenya menurun diprediksi sebesar 105.20.26 11. Administrasi Pemerintahan.26 101. 104.22 – 101. artinya secara dibanding triwulan IV-2016 umum kondisi bisnis pada triwulan I-2017 diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan IV-2016.97 12.95 108.81.35 110.84 – 111.35 – 104.59 4.44 109.94 – 104. Selain pada triwulan berjalan. Kehutanan. Jasa Pendidikan 101. Industri Pengolahan 107.89 9.62 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) 108. PERKIRAAN ITB TRIWULAN I-2017 1.85 103.89 5.81).30 102. ps Tabel 10.79 108. Namun dihitung.88 102. dan Perikanan 109.80 100.79 – 103.94). Pertanian.35 – 110.00 107. Penyediaan Akomodasi dan Makan 106. Jasa Perusahaan 113.12 – 109.81 EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . lapangan usaha.2 Perkiraan Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan I-2017 .35 Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 15.09 16.61 ht 6.51 101.65 103.86 105.10 – 114. tingkat optimisme pelaku bisnis dalam melihat potensi bisnis pada triwulan I-2017 diperkirakan lebih rendah dibandingkan dengan optimisme pada triwulan IV-2016 (nilai ITB triwulan IV-2016 id sebesar 106.67 – 109.00 104.09 – 106.00 93. Real Estat 109. Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan I-2017 terjadi di semua o. Pertambangan dan Penggalian 100.44 105.93 100.53 107.57 – 107. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 116.08 – 94.73 – 108.47 112.55 – 109.39 7. Informasi dan Komunikasi 109.41 – 111. indeks komposit persepsi pengusaha mengenai Kondisi bisnis pada triwulan I- kondisi bisnis dan perekonomian secara 2017 diprediksi meningkat umum pada triwulan mendatang juga (ITB 105.60 104. Pengadaan Air 116.33 17.20 13.99 – 108. Lapangan usaha Real Estat diperkirakan . 74 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2016 A.g mengalami peningkatan bisnis tertinggi dengan nilai Indeks sebesar 111. Perdagangan Besar dan Eceran.

Nilai ITB > 100.0 112. c.g ps (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya.0 III-14 III-12 III-13 I-15 III-15 III-16 IV-11 II-12 IV-12 II-13 IV-13 II-14 IV-14 II-15 IV-15 II-16 IV-16 I-12 I-13 I-14 I-16 I-17 id Keterangan: o. menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan lebih baik (meningkat) dibanding triwulan sebelumnya.72 106.43 107.30 92.92 106.89 102.12 106.70 107.95 97.00 105.0 107. 1) ITB berkisar antara 0 sampai dengan 200.0 103.5 90.22 104. w w w :// tp ht FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .46 105.34 100.83 104.5 99. INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2016 75 Grafik 10. Nilai ITB = 100.24 107.b 2) Angka perkiraan ITB triwulan I-2017.5 110.89 106. Nilai ITB < 100.46 95.5 104. .5 103. b. dengan indikasi sebagai berikut: a.07 105.81 102. menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya.04 106.1 1) Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2011–Triwulan IV-2016 dan 2) Perkiraan Triwulan I-2017 115.22 104.0 96.0 101. menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan .88 105.24 110.

daya beli yang dilihat dari indeks pengaruh inflasi terhadap ps tingkat konsumsi mengalami penurunan (nilai indeks sebesar 98.46).b adanya peningkatan kondisi ekonomi konsumen di 23 provinsi di Indonesia. Sedangkan. Kondisi ekonomi konsumen triwulan IV-2016 meningkat Kondisi ekonomi konsumen dibandingkan triwulan sebelumnya.46. 76 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2016 B. dan rekreasi) Indeks Tendensi Konsumen 108.g 103. pendidikan. triwulan IV-2016 meningkat (ITK Namun tingkat optimisme 102.46 EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . Membaiknya kondisi ekonomi konsumen triwulan IV-2016 terutama didorong oleh naiknya pendapatan rumah tangga (nilai o.07). w Provinsi yang memiliki nilai ITK triwulan IV-2016 tertinggi adalah Papua (nilai ITK w sebesar 112.72).65 98. nilai ITK id triwulan III-2016 sebesar 108.47). kesehatan.89 Pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi 102.22 102. komunikasi. Nilai ITK triwulan IV-2016 sebesar 102.1. Sementara Provinsi Kalimantan Barat tercatat memiliki nilai ITK triwulan IV-2016 terendah (nilai ITK sebesar 95. Sedangkan. transportasi. Meningkatnya kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional terjadi karena .3 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2016 dan Triwulan IV-2016 Menurut Variabel Pembentuk ht Variabel Pembentuk ITK Triw III-2016 ITK Triw IV-2016 (1) (2) (3) Pendapatan rumah tangga 110.81 perumahan. ITK TRIWULAN IV-2016 1. 111.72 Volume konsumsi bahan makanan. 2. dan bukan makanan (pakaian.22.03 103. INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) B.81). w :// tp Tabel 10. makanan jadi di restoran/rumah makan.89).01 103. namun optimismenya konsumen pada triwulan IV-2016 menurun dibandingkan triwulan menurun dibandingkan dengan III-2016 optimisme pada triwulan III-2016. indeks sebesar 103. diikuti oleh naiknya volume konsumsi (nilai indeks sebesar .

sementara Provinsi Jambi memiliki nilai perkiraan ITK terendah (nilai ITK sebesar 98.2. PERKIRAAN ITK TRIWULAN I-2017 w 1.80).g ps .58). Provinsi yang memiliki nilai perkiraan ITK tertinggi adalah Provinsi Maluku (nilai ITK sebesar 113.46 105 100 95. nilai ITK triwulan IV-2016 sebesar 102.47 110 102. Perkiraan meningkatnya kondisi ekonomi konsumen terjadi pada 31 provinsi di Indonesia. FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . Tingkat I-2017 diprediksi meningkat tp optimisme konsumen pada triwulan I- (ITK 106. Bangka Belitung . Perkiraan nilai ITK triwulan I-2017 sebesar 106.b w B.42 persen) diperkirakan memiliki nilai indeks di atas nasional.07 95 id o.46. Riau Sumsel Jateng Kalbar Sulut Sulbar Nasional Kalsel Aceh Banten Sultra Jatim Maluku Utara Sulsel Jabar Jambi Papua Maluku Papua Barat Gorontalo DKI Jakarta Kalteng Sumbar Sumut Bengkulu Kep. Kondisi ekonomi konsumen di Provinsi Kalimantan Timur diprediksi cenderung stagnan (nilai ITK sebesar 100. 90 Sulteng Kaltim Bali NTT NTB DI Yogya Riau Lampung Kep. INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2016 77 Grafik 10.30) dibanding 2017 diperkirakan lebih tinggi ht triwulan IV-2016 dibandingkan capaian pada triwulan IV- 2016. dengan 14 provinsi (42.78).2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2016 Tingkat Nasional dan Provinsi 115 112. 2. Sedangkan.30. Kondisi ekonomi konsumen triwulan I- w Kondisi ekonomi dan 2017 diperkirakan meningkat :// optimisme konsumen triwulan dibandingkan triwulan IV-2016.

Grafik 10.16 Rencana pembelian barang-barang tahan lama (elektronik. perhiasan.56 tangga.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2017 . peralatan rumah 106.b 115 w 106.g Tingkat Nasional dan Provinsi ps 120 113. rumah).30 id o. Bangka Belitung Nasional Lampung Kalbar Papua Jatim Gorontalo Sulbar Maluku Aceh Bengkulu EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . tanah. 78 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2016 Tabel 10. perangkat komunikasi. meubelair.78 tp 100 ht 95 90 Kalsel Sulut Sumbar Kaltim Jambi Sulsel Jateng Sultra DI Yogya Papua Barat Kalteng Sumut NTB Bali Kep.4 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2017 Menurut Variabel Pembentuk Perkiraan Variabel Pembentuk ITK Triw I-2017 (1) (2) Perkiraan pendapatan rumah tangga 106. Riau Maluku Utara Sumsel Banten NTT DKI Jakarta Sulteng Riau Jabar Kep. dan pesta/hajatan Indeks Tendensi Konsumen 106. rekreasi.80 .30 w 110 w 105 :// 98. kendaraan bermotor.

56 113.57 w 21.34 104.12 105.50 114.20 107.12 102. Sulawesi Tenggara 106. Jawa Tengah 99.I.19 101.53 107.84 108.87 103.83 101. DKI Jakarta 106.72 99.66 109.03 107. Maluku Utara 99.78 109.53 107.30 Keterangan: 1) ITK berkisar antara 0 sampai dengan 200.80 ht 31.92 33.52 20.07 101.15 106. Sumatera Utara 102.60 107.93 108.40 101.86 105. Sulawesi Utara 108. R i a u 100. Sulawesi Barat 109.28 106.34 104.53 103. Banten 103.01 109.89 111. Gorontalo 101.53 106.40 112.16 99.07 104.34 103.89 107.81 103.25 109.5 1) Indeks Tendensi Konsumen Triwulan IV-2015–Triwulan IV-2016 dan 2) Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2017 Tingkat Nasional dan Provinsi Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan Provinsi IV-2015 I-2016 II-2016 III-2016 IV-2016 I-20172) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.17 106.b 19.68 101.65 106.38 104. Jawa Timur 102.14 103. Sulawesi Selatan 102.69 105.57 106. Kalimantan Timur 105.74 112. dengan indikasi sebagai berikut: a.13 101.15 105.47 112.06 110.59 w 25.06 100.91 106.30 101.58 24.99 109.44 108. Kep.15 103.65 109.57 104.81 106.59 109. b.20 100.91 94.14 109.22 102.09 3.57 5.47 108.43 110.14 26.19 9.78 109.22 98.96 113.78 w 23.94 100.31 . Yogyakarta 103.83 107. 12.03 102.15 105.40 108.21 100.65 101.17 15.45 109.61 109.38 108. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya.52 100.18 30.71 95. Nusa Tenggara Barat 106.14 100. 2) Angka perkiraan ITK triwulan I-2017 FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .68 101.04 109.17 110.79 101.46 106.10 22.40 101.50 103.23 100.19 18.22 100.71 104. Papua Barat 110.34 Indonesia 102.10 101.62 .58 110.75 8.31 o.79 104.22 100.04 106.88 105.98 115.42 102.57 113.04 106.93 107.09 112.29 103. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya.87 106.71 108.03 109.g 14. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan meningkat dibanding triwulan sebelumnya.80 103.57 110. Papua 111.28 110. Riau 94.29 105.73 103. Nilai ITK > 100. Jawa Barat 102.62 106. Sulawesi Tengah 103.99 113.85 107. Bali 105.77 102.98 100.22 101.09 104.79 id 10.55 105.09 102.44 :// 27. Sumatera Barat 99.97 114.32 98.02 103.85 109.81 110.24 11.64 105. Lampung 101. Kep.51 99. Jambi 100. INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIW ULAN IV-2016 79 Tabel 10.30 100.96 108.70 32.99 tp 29.05 110. Bengkulu 101.78 6.65 107.34 110. Nusa Tenggara Timur 106. c.21 99. D.55 106.05 104. Aceh 102.00 100.28 108.44 103.01 104.62 13.20 112. Maluku 112.20 111. Nilai ITK < 100. Kalimantan Tengah 104.42 108.87 100.92 104. Bangka Belitung 93.16 105.75 2.42 96.38 104.23 103.89 100.36 102.73 101.78 17.35 96.58 105.79 28. Kalimantan Barat 104.02 107.32 100.08 102.85 100.38 4.14 109.59 104.74 103.90 102.46 106.97 110. Nilai ITK = 100. Kalimantan Selatan 101.62 7.25 98.27 101.20 110.15 101.27 95.83 98.00 104.03 ps 16. Sumatera Selatan 100.54 106.

00 8.06 persen (y-on-y) dari triwulan I-2014.70 persen (q-to-q) dari triwulan II-2016.34 persen (q-to-q) dari triwulan III-2016.02 persen (q-to-q) dari triwulan I- 2016.01 tp 4.83 persen (q-to-q) dari triwulan II-2015.00 5.25 persen (y-on-y) dari triwulan II-2014.87 persen (y-on-y) dari triwulan III- sebesar 2. triwulan III-2015 naik sebesar 4.g sebesar 5. Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS) 1.00 0.00 ht 2.06 5. Grafik 11. PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV-2016 A. 80 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV -2016 XI.b Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan (y-on-y) Triwulan I-2015–Triwulan IV-2016 w w 12. triwulan III-2015 naik sebesar 0. triwulan I-2016 naik sebesar 4.25 5.06 persen (y-on-y) dari triwulan Pertumbuhan produksi IV-2015.1 . 2015 naik sebesar 4. triwulan II-2016 naik sebesar 3.87 4.13 persen id (y-on-y) dari triwulan I-2015. triwulan IV-2015 naik sebesar 2.75 4.00 persen (y-on-y) dari triwulan III-2014.41 persen (q-to-q) dari triwulan III-2015. Pertumbuhan produksi IBS triwulan IV-2016 turun sebesar 0. triwulan I-2016 turun sebesar 1. dan triwulan II- 2015 naik sebesar 2. triwulan III-2016 naik sebesar 0.13 4. triwulan IV- o.00 w 10. triwulan II-2016 naik sebesar 5.00 :// Persen 6.00 4.06 2. triwulan II-2015 naik . dan triwulan I-2015 naik ps sebesar 5.29 persen (q-to-q) dari triwulan IV-2015.00 Triw I-15 Triw II-15 Triw III-15 Triw IV-15 Triw I-16 Triw II-16 Triw III-16 Triw IV-16 Triwulan 2.06 persen (y-on-y) 2015. EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . triwulan III-2016 naik sebesar IBS triwulan IV-2016 naik 4.01 dari triwulan IV-2015 persen (y-on-y) dari triwulan II-2015.16 persen (q-to-q) dari triwulan I-2015.75 persen (y-on-y) dari triwulan IV-2014. Pertumbuhan IBS triwulan IV-2016 naik sebesar 2.

25 4.64 -3.51 4.93 1.08 persen.74 7.19 4.13 0.13 5.07 2. industri kulit. dan alas kaki naik 3.47 Agustus 5.34 2.64 -2. barang dari kulit dan alas kaki naik 5.86**) -2.53 4.60 -3.76 persen. id Tabel 11.39 1. barang dari karet dan plastik naik 4.68 3.01 persen.48 -3.35 September 9.75 4.96 0.40*) November 4.35 6.02 7.77 -2.64 1.35 1.29 -0.83 2.17 4. 4.70 -0.20 0.12 -1.42 2.07 persen.74 -0.84 0.07 5.34 4.41 8.31 -1.70 2.40 persen dan Desember 2016 mengalami kenaikan sebesar 0.06 5.01**) Desember 6. Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2014–2016 (persen) 2010=100 q-to-q .41 0.21 3. serta industri kulit.29 persen.38 -0.76 6.05 6.77 2.39 7.01 4. PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV -2016 81 3.47 1.57 -0.30***) 2.06 4. 5.62 3. dan industri logam dasar naik 3.79 2.00 w w Tabel 11.2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan 2014–2016 (persen) :// 2010=100 tp y-on-y m-to-m Bulan 2014 2015 2016 2014 2015 2016 ht (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Januari 2.59 persen.63 7.55 0.04 2.54 persen.76 2015 -0.96 5.08***) Catatan: *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara ***) Angka Sangat Sangat Sementara FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .58 Maret 3.27 Februari 3.63 3.25 1.74 8.01 0.13 April 2.41 5. Pertumbuhan produksi IBS tertinggi pada triwulan IV-2016 (q-to-q) adalah industri karet.50 Juli 1.47 Juni 6.20 -2.04 1.99 5.60 1.82 2.16 0.26 0.87 2.b 2014 -0.05 2.g y-on-y ps Tahun Total Triw I Triw II Triw III Triw IV Triw I Triw II Triw III Triw IV (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) .1 o.12 2.08 Mei 3.97 2.76 w 2016 -1.73 6.97 1.03 -1.52 4.58 persen. Pertumbuhan produksi IBS (m-to-m) Oktober 2016 mengalami kenaikan sebesar 1.29 3.00 4. Sementara pada November 2016 mengalami penurunan sebesar 0. Pertumbuhan produksi IBS tertinggi pada triwulan IV-2016 (y-on-y) adalah industri makanan yang naik 8. barang dari kulit.54 4.53 5.02 0. industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia naik sebesar 7.23 Oktober 5.10*) -2.61 -2.

37 15 Kulit.91 14 Pakaian Jadi 0.11 18 Pencetakan dan Reproduksi Media Rekaman .93 -4.12 dan Barang Anyaman dari Bambu.32 -0.53 ps 20 Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia 2. dan Optik -0.29 7. Barang dari Kayu dan Gabus (Tidak Termasuk Furnitur) -2.63 8. Produk Obat Kimia. dan Sejenisnya o.89 w 25 Barang Logam.05 -5.07 21 Farmasi.43 -6.91 0.37 29 Kendaraan Bermotor. Bukan Mesin dan Peralatannya 1.38 tp 28 Mesin dan Perlengkapan yang tidak termasuk dalam lainnya -5.13 .g 2.89 12 Pengolahan Tembakau 2.35 32 Pengolahan Lainnya -1.20 24 Logam Dasar 3.59 5.30 :// 27 Peralatan Listrik -1.91 -4.28 13 Tekstil 1.57 0. Rotan.06 EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . dan Obat Tradisional -2.58 id 16 Kayu. dan Alas Kaki 3. 82 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV -2016 Tabel 11. Barang Elektronik. dan Semi Trailer 2.12 -2. Trailer.91 -3.76 -5. 17 Kertas dan Barang dari Kertas -4.54 -1.93 -1.71 3.90 ht 30 Alat Angkutan Lainnya -1.80 -3.18 -2.b 22 Karet.24 -3. Barang dari Karet dan Plastik 4.37 Industri Manufaktur Besar dan Sedang -0.47 w 23 Barang Galian Bukan Logam 0.44 w 26 Komputer.29 11 Minuman 0.34 2.09 31 Furnitur -0.95 -7.47 3.3 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV-2016 Menurut Jenis Industri Manufaktur KBLI 2-digit (persen) Pertumbuhan KBLI Jenis Industri Manufaktur q-to-q y-on-y (1) (2) (3) (4) 10 Makanan -3.47 33 Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan 1.35 -0. Barang dari Kulit.76 -0.

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV -2016 83

B. Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK)

1. Pertumbuhan produksi IMK triwulan IV-2016 naik
sebesar 4,88 persen (y-on-y) dari triwulan IV-
Pertumbuhan produksi
2015, triwulan III-2016 naik sebesar 5,75 persen
IMK triwulan IV-2016 naik 4,88
dari triwulan III-2015, triwulan II-2016 naik
persen dari triwulan IV-2015
sebesar 6,56 persen dari triwulan II-2015, dan
triwulan I-2016 naik sebesar 5,91 persen dari
triwulan I-2015.
Grafik 11.2
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (y-on-y)
Triwulan IV-2014–Triwulan IV-2016

8,00

id
6,87
6,56

o.
6,02 5,91
5,65 5,79 5,75
6,00

4,57
.g 4,88
ps
Persen

4,00
.b
w

2,00
w
w

0,00
IV/14 I/15 II/15 III/15 IV/15 I/16 II/16 III/16 IV/16
://

Triwulan/Tahun
tp
ht

2. Pertumbuhan Produksi IMK triwulan IV-2016 naik 0,51 persen (q-to-q) dari
triwulan III-2016, triwulan III-2016 turun 2,06 persen dari triwulan II-2016,
triwulan II-2016 naik 5,74 persen dari triwulan I-2016, dan triwulan I-2016 naik
0,76 persen dari triwulan IV-2015.

3. Pertumbuhan Produksi IMK tahun 2016 naik 5,78 persen dari tahun 2015, tahun
2015 naik 5,71 persen dari tahun 2014, dan tahun 2014 naik 4,91 persen dari
tahun 2013.

4. Pertumbuhan Produksi IMK tertinggi pada triwulan IV-2016 (y-on-y) adalah
industri komputer, barang elektronika dan optik naik 43,71 persen, industry mesin
dan perlengkapan ytdl (yang tidak termasuk dalam lainnya) naik25,98 persen,
serta industri kertas dan barang dari kertas naik 25,49 persen.

FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81

84 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV -2016

Tabel 11.4
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan
Triwulan I-2014–Triwulan IV-2016 (persen)

q-to-q y-on-y
Tahun Total
Triw I Triw II Triw III Triw IV Triw I Triw II Triw III Triw IV
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

2014 0,99 6,17 -3,43 2,39 4,41 4,07 5,18 6,02 4,91
2015 0,64 5,09 -1,31 1,35 5,65 4,57 6,87 5,79 5,71
2016 0,76 5,74 -2,06 0,51 5,91 6,56 5,75 4,88 5,78

Tabel 11.5
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulan IV-2016
Menurut Jenis Industri Manufaktur KBLI 2-digit (persen)

id
Pertumbuhan
KBLI Jenis Industri Manufaktur Triwulan IV Tahun

o.
q-to-q y-on-y 2016
(1) (2) (3) (4) (5)

10 Makanan .g 0,65 7,73 7,52
ps
11 Minuman -1,52 10,87 11,66
12 Pengolahan tembakau -27,91 -15,62 5,33
.b

13 Tekstil -2,57 10,07 9,71
14 Pakaian jadi 0,62 6,50 6,99
w

15 Kulit, barang dari kulit dan alas kaki 5,53 2,76 5,22
w

16 Kayu, barang-barang dari kayu dan gabus 3,85 7,86 3,59
(kecuali furnitur) dan barang anyaman dari
w

bamboo, rotan, dan sejenisnya
17 Kertas dan barang dari kertas 6,12 25,49 16,83
://

18 Percetakan & reproduksi media rekaman 4,65 21,98 21,79
20 Bahan kimia dan barang dari bahan kimia 0,44 11,53 15,06
tp

21 Farmasi, obat kimia dan obat tradisional -12,57 0,50 11,05
ht

22 Karet, barang dari karet dan plastik -2,30 -4,90 -3,01
23 Barang galian bukan logam -1,47 -0,31 1,14
24 Logam dasar -8,61 -1,15 2,74
25 Brg logam bukan mesin & peralatannya 1,83 -10,67 -11,97
26 Komputer, barang elektronik dan optik 13,56 43,71 31,18
27 Peralatan listrik -15,56 -10,73 7,47
28 Mesin dan perlengkapan YTDL (yang tidak 12,82 25,98 19,28
termasuk dalam lainnya)
29 Kendaraan bermotor, trailer & semi trailer 1,23 6,65 8,58
30 Alat angkut lainnya -0,65 10,90 12,27
31 Furnitur 1,43 4,39 1,73
32 Pengolahan lainnya 0,84 1,63 -0,65
33 Jasa reparasi & pemasangan mesin -4,06 -11,82 -10,22
Industri Manufaktur Mikro dan Kecil 0,51 4,88 5,78

EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017

PARIWISATA NOVEMBER 2016 85

XII. PARIWISATA NOVEMBER 2016

A. Kunjungan Wisman

1. Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Jumlah kunjungan wisman
selama Januari–November 2016 selama Januari-November 2016
mencapai 10,41 juta kunjungan atau naik mencapai 10,41 juta kunjungan
10,46 persen dibandingkan dengan atau naik 10,46 persen
jumlah kunjungan wisman pada periode dibandingkan dengan jumlah
yang sama tahun 2015, yang tercatat kunjungan wisman pada periode
sebanyak 9,42 juta kunjungan. yang sama tahun 2015

id
o.
Tabel 12.1

.g
Perkembangan Kunjungan Wisman ke Indonesia
ps
Januari– Januari–
November November
Oktober 2016
.b

Jenis Pengunjung 2015 2016 November November
(kunjungan) 2015 2016
(kunjungan) (kunjungan)
w

(kunjungan) (kunjungan)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
w

1. Wisman melalui 19 pintu
utama 748 741* 939 877** 878 839** 8 599 665* 9 591 588**
w

a. Wisman Reguler 723 069* 913 589** 855 545** 8 318 649* 9 277 295**
b. Wisman khusus (wisman 25 672* 26 288** 23 294** 281 016* 314 293**
lansia, rohaniawan,
://

diklat, riset, dll)
2. Wisman non 19 pintu 86 667* 100 774** 123 494** 820 575* 814 359**
tp

utama
a. Pos Lintas Batas 31 760* 33 591** 47 658** 323 702* 315 985**
b. Pintu lainnya 54 907* 67 183** 75 836** 496 873* 498 374**
ht

Jumlah 835 408* 1 040 651 1 002 333 9 420 240* 10 405 947**
*) Termasuk TKA < 1 tahun
**)Angka sementara

2. Jumlah kunjungan wisman selama November 2016 mencapai 1,00 juta
kunjungan atau naik 19,98 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan
selama November 2015, yang tercatat sebanyak 835,41 ribu kunjungan. Namun
jika dibandingkan bulan sebelumnya, jumlah kunjungan wisman bulan November
2016 mengalami penurunan sebesar 3,68 persen.

FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81

tp 4.38 persen).52 persen).b 3. Singapura (12.10 persen diantaranya dilakukan oleh wisman berkebangsaan Tionghoa.00 juta kunjungan wisman yang datang ke Indonesia pada ht November 2016. yaitu w dari 263.39 persen). Bali pada November 2016 w mengalami kenaikan sebesar 50.38 persen. dan Jepang (4.1 Perkembangan Jumlah Kunjungan Wisman Menurut Pintu Masuk November 2014–November 2016 600 000 500 000 Jumlah Kunjungan 400 000 300 000 200 000 100 000 id o. Jika dibandingkan w dengan bulan sebelumnya.23 ribu kunjungan menjadi 396. jumlah kunjungan wisman ke Bali mengalami :// penurunan sebesar 6. Dari sekitar 1.18 persen). Jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai. 86 PARIWISATA NOVEMBER 2016 Grafik 12. sebanyak 13. Australia (10.15 ribu kunjungan.g ps Soekarno-Hatta Ngurah Rai Batam Lainnya . EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .50 persen dibandingkan November 2015. 0 Feb Mar Apr Sep Feb Apr Sep Nov'14 Jan'15 Juli Jan'16 Mar Juli Mei Agt Agt Des Nov Mei Des Nov Okt Okt Juni Juni Bulan . diikuti oleh wisman Malaysia (12.

Namun jika dibandingkan dengan Oktober 2016.71 persen. TPK November 2016 di Bali mengalami penurunan sebesar 2. atau naik sebesar 0.00 w :// 60. Naik turunnya angka TPK tidak selalu mencerminkan kinerja di sektor perhotelan.48 poin. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi selama November TPK Hotel Berbintang 2016 mencapai 55.37 poin.00 tp Persen 50. TPK Hotel Berbintang di Bali pada November 2016 sebesar 59. Demikian November 2015 pula jika dibandingkan bulan sebelumnya.g ps dijual atau dipasarkan. Kinerja sektor perhotelan tidak hanya diukur dari besaran TPK tetapi juga harus memperhatikan perkembangan jumlah usaha dan kamar hotel yang siap .00 ht 40. hotel tanpa memperhatikan adanya perkembangan jumlah usaha dan kamar hotel.00 30. yang berarti November 2016 mencapai terjadi penurunan 0.00 Agt April Agt Mar Mar Mei Nov Mei Nov Des Juni Juli Okt Des Juni Juli Okt Apr Nov'14 Jan'15 Jan'16 Feb Sep Feb Sep Bulan Bintang 1 Bintang 2 Bintang 3 Bintang 4 Bintang 5 3. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) dan Lama Menginap Tamu Hotel Berbintang 1. Angka TPK hanya menggambarkan rata-rata tingkat hunian di masing-masing o. FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .76 persen atau turun rata-rata TPK hotel berbintang pada 0. November 2014–November 2016 w 70. .62 poin dibandingkan TPK November 2015. id 2. TPK November 2016 mengalami penurunan sebesar 0.76 persen.32 poin dibanding TPK periode yang sama tahun 2015.32 poin dibandingkan 55.2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang Rata-rata 27 Provinsi di w Indonesia.b Grafik 12. PARIWISATA NOVEMBER 2016 87 B.

Peru.45 442 304 1.37 55.67 3 571 163 5.32 1.15 53.72 hari.81 -0.02 April 901 095 -1.00 w Maret 915 019 3.88 0.08 .86 53.08 .72 -0.19 -6.13 1.77 5.07 w Mei 915 206 1.06 4.65 60.46 4 414 688 24.48 1.85 1.38 1.2 Perkembangan Jumlah Kunjungan Wisman.09 poin.52 367 370 3.29 405 686 2.46 1. TPK Bali Lama Menginap Wisman (Ngurah Rai) Tamu (hari) Bulan/ Tahun Peru.b 2016 10 405 947 10.00 w Februari 888 309 9.56 364 903 27.18 55.56 -3.83 0. Rata.00 0.52 59. November 2015–November 2016 Wisman Bali TPK 27 Prov.26 -4.07 1.01 ht September 1 006 653 -2.98 263 232 -39.48 1.57 0.17 Januari 814 303 -16.01 Jan-Nov 9 258 909 8. rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada November 2016 mengalami penurunan sebesar 0.77 -5. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.08 -3.13 :// Juni 857 651 -6.44 72.14 70.96 1.81 56.83 0.09 368 389 6. dan Rata-rata Lama Menginap Tamu.81 -0.25 1.46 8.42 61. Tabel 12.80 -0.09 EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . Rata.31 52.90 1.83 56.00 53.65 0.78 1.09 -5.16 -1.85 48.04 1.40 1.62 13.17 ps Desember 971 866 15.92 54.84 0.05 68.79 1.88 0.71 -2.42 482 201 18.46 0. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Berbintang.01 356 198 -3. Rata.08 1.82 62.12 3 936 066 5.01 November 820 669 -4.07 437 929 -9.55 54.09 November 1 002 333 -3.50 55.08 60.75 -0.38 423 140 -4.57 394 443 7.03 hari dibandingkan rata-rata lama menginap selama November 2015.98 -0.33 56.81 -0.51 1.23 2.86 57.73 58.15 52.81 -0.38 55.21 1.55 49. Peru.09 tp Juli 1 032 741 20. atau mengalami penurunan 0. 2015 10 230 775 3.83 0.g-0.17 60.32 52.14 1.20 60.97 62.23 1. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama November 2016 mencapai 1.21 1.00 54.33 -7.92 1.10 Oktober 1 040 651 3.37 59.55 0. Peru- Jumlah Jumlah bahan bahan rata bahan rata bahan rata Bahan Kunjungan Kunjungan (%) (%) (%) (poin) (%) (poin) id (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) o.15 2. Peru.94 1.75 -0.38 -5.76 -0.03 Agustus 1 031 986 -0.24 1. 88 PARIWISATA NOVEMBER 2016 4.63 -6.90 0.68 396 150 -6.21 345 727 -5.

sebelumnya dan naik 14.8 juta orang.65 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2015.b 25 w 20 juta orang w 15 w 10 :// 5 tp 0 Apr Des'15 Mar Jan'16 Juli Feb Sep Mei Agt Nov Des Okt Juni ht penumpang kereta api penumpang angkutan laut penumpang angkutan udara domestik penumpang angkutan udara internasional 2.8 juta orang atau naik udara domestik Desember 16. FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .98 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2015. Jumlah penumpang angkutan udara tujuan dalam negeri (domestik) Desember Jumlah penumpang angkutan 2016 mencapai 7.98 persen dibandingkan bulan 2016 mencapai 7.58 persen naik 16. Angkutan Udara 1.5 juta orang atau naik 24. Desember 2015–Desember 2016 35 . TRANSPORTASI NASIONAL DESEMBER 2016 89 XIII. TRANSPORTASI NASIONAL DESEMBER 2016 A.g ps 30 .1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi o.11 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 13. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) Desember 2016 mencapai 1. id Grafik 13.

b api Desember 2016 mencapai dibandingkan bulan sebelumnya dan 32. 2. Jumlah penumpang kereta api .96 persen bulan yang sama tahun 2015.96 persen dalam negeri Desember 2016 dibandingkan bulan sebelumnya mencapai 1. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Desember 2016 mencapai 1.38 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 14. Jumlah barang yang diangkut kereta :// api Desember 2016 mencapai 3. Jumlah barang yang diangkut pelayaran dalam negeri Desember 2016 mencapai 22. w 2.4 juta ton atau turun 1.79 persen dibandingkan bulan yang sama tahun tp 2015. Angkutan Kereta Api 1.3 juta ton atau naik 4.29 w naik 7.77 persen dibandingkan bulan persen w yang sama tahun 2015.g ps Desember 2016 mencapai 32. id o.3 juta orang. Angkutan Laut Dalam Negeri 1.81 persen dibandingkan bulan sebelumnya namun naik 0.2 juta Jumlah penumpang kereta orang atau naik 8. naik namun turun 8.2 juta orang. C.3 Jumlah penumpang pelayaran juta orang atau naik 15. naik 8.29 persen .80 persen dibandingkan 15. 90 TRANSPORTASI NASIONAL DESEMBER 2016 B.27 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2015. ht EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .

1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Desember 2015–Desember 2016 Angkutan Udara Angkutan Laut Angkutan Kereta Api Domestik Internasional Penumpang Barang Penumpang Barang Tahun/ Bulan Peru.75 April 6 142. TRANSPORTASI NASIONAL DES EMBER 2016 91 Tabel 13. Peru.85 29 690 -1.38 :// tp ht FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .44 20 444.01 1 133.94 Juni 6 219.2 30.81 32 150 8.7 -4.11 1 178.1 6.87 o.64 1 166.12 1 064.47 1 593.9 24.67 29 515 -0.1 -10.5 -2.54 w November 6 659.11 1 285.81 20 916.7 22. Februari 5 815.6 4.6 -8.43 1 119.3 16.05 1 219.61 1 174.4 -9.65 1 068.1 -1.94 2 729 1.25 2 932 3.79 22 187.41 21 558.16 1 287.7 1. Peru.6 15.6 26.29 3 314 4.82 22 028.1 12.2 – 351 819 – 35 306 – id Januari 6 322.04 30 703 7.0 12.81 Maret 6 293.4 3.12 2 811 -5. Peru.9 1.81 2 887 7.80 1 122.2 – 14 830. Peru- (000 (000 (000 (000 (000 (000 bahan bahan bahan bahan bahan bahan org) org) org) ton) org) ton) (%) (%) (%) (%) (%) (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) 2015 68 780.4 -11.1 4.g 20 849.76 1 655.96 22 407.22 1 219.b Juli 7 876.4 4.05 28 831 -1.39 1 165.5 -7.65 1 257.32 1 348.89 3 175 -4.55 29 159 -5.6 -5.03 2 983 11.1 -8.01 1 229.4 1.9 4.5 8.63 2 844 1.94 2 941 1.8 -6.72 26 511 -6.20 29 831 7.7 14.60 22 345.9 0.98 28 434 -0.97 22 820.8 -2.16 1 335.8 -29.38 .0 -27.53 3 329 13.1 2.5 -9.9 3.99 1 161.7 1.77 1 108.49 1 224.52 20 141.8 -8.86 28 358 -4.0 – 238 308.2 7.98 2 683 -6.52 19 594.6 -4.63 Desember 7 790.85 29 588 2.20 1 206.77 w Agustus 7 076.34 28 617 7.2 14.51 2 682 -8.35 21 692.7 -3.7 -0.7 -1.16 23 604. Peru.84 2016 80 449.1 15.1 -8.1 5.7 -7.8 – 13 658.64 2 883 5.18 .5 – 325 945 – 32 035 – Desember 6 799.17 September 6 635.9 – 14 772.60 1 409.7 -1.4 – 14 907.92 30 263 2.8 – 258 245.09 w Oktober 6 734.64 ps Mei 6 883.6 2.98 1 462.2 10.21 1 178.

29 persen. tp 3. Provinsi Kalimantan Utara sebesar Rp13. 92 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR ECERAN RUPIAH DESEMBER 2016 XIV.095. nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika secara rata-rata nasional menguat w 173.00 per dolar AS. tengah) eceran rupiah pada minggu id terakhir November 2016 tercatat di o. sementara pada .50 poin atau 2. Pada minggu terakhir Desember 2016. rupiah menguat sebesar 192.151. w 2.50 poin atau 1.13 persen. minggu terakhir November 2016. Nilai tukar (kurs tengah) eceran rupiah terhadap dolar Amerika pada Rupiah terapresiasi 99. nilai tukar pada ps minggu terakhir November 2016 terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar Rp13. EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .86 poin atau 1.590.550.b Provinsi Banten dengan nilai tengah Rp13. Penguatan rupiah terbesar juga terjadi di Provinsi Bengkulu. Penguatan terbesar terjadi di Provinsi Bengkulu :// sebesar 287.g minggu terakhir Desember 2016 juga terjadi di Provinsi Kalimantan Utara.00 per dolar AS dan pada minggu terakhir Desember 2016 terjadi di .63 poin atau 0. Pada minggu pertama Desember 2016.00 per dolar AS.63 poin atau Desember 2016 cenderung 0.74 persen terhadap dolar mengalami apresiasi dibanding Amerika pada Desember 2016. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR ECERAN RUPIAH DESEMBER 2016 A. rata-rata nasional nilai tukar rupiah ht terhadap dolar Amerika menguat 99. yaitu Rp13.00 per dolar AS. Sedangkan untuk level terendah.74 persen dibanding kurs pada minggu terakhir November 2016. jika dibanding minggu terakhir November w 2016. Dolar Amerika (USD) 1.42 persen. Apresiasi terbesar terjadi di Level tetinggi nilai tukar (kurs Provinsi Bengkulu.

50 per dolar Australia.00 per dolar Australia. Nilai tukar (kurs tengah) eceran rupiah terhadap dolar Australia di Rupiah terapresiasi 416. yaitu sebesar Rp10.b 3. Apresiasi rupiah yang terbesar juga terjadi di Provinsi Maluku.558.58 persen ps dibanding minggu terakhir November 2016.68 poin pada minggu pertama Desember 2016 atau menguat sebesar 1. . terhadap dolar Australia terapresiasi sebesar 416. rata-rata nasional kurs eceran rupiah o.14 persen . id 2. yaitu menguat sebesar 680. terakhir November 2016.g dibanding minggu terakhir November 2016.048.00 per dolar Australia.89 poin atau 4.00 poin atau 6.90 persen dibanding minggu terakhir November 2016.340. Dolar Australia (AUD) 1.74 persen. Di sisi lain.89 poin bulan Desember 2016 mengalami atau 4. Apresiasi rupiah yang terbesar terjadi di Provinsi Maluku yaitu sebesar 403. Level tertinggi nilai tukar rupiah terhadap dolar Australia pada minggu terakhir w November 2016 terjadi di Provinsi Kalimantan Utara sebesar Rp9. Pada minggu terakhir Desember 2016. sementara pada minggu terakhir Desember 2016 juga terjadi di Provinsi w Kalimantan Utara sebesar Rp9.00 poin atau menguat sebesar 3.00 per dolar Australia.330.14 persen terhadap dolar apresiasi dibandingkan minggu Australia pada Desember 2016. terapresiasi sebesar 175. ht FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . level w terendah nilai tukar terhadap dolar Australia pada minggu terakhir November :// 2016 tercatat di Provinsi Maluku sebesar Rp10. Rata-rata Apresiasi terbesar terjadi di nasional kurs eceran rupiah Provinsi Maluku. dan tp pada minggu terakhir Desember 2016 tercatat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR ECERAN RUPIAH DESEMBER 2016 93 B.

November 2016. . yaitu 4. w :// tp ht EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .41 persen. Yen Jepang (JPY) 1. sebesar w Rp118. Nilai tukar (kurs tengah) eceran rupiah terhadap yen Jepang pada Rupiah terapresiasi 6.09 poin atau 5. Kalimantan Timur. yaitu 9. Penguatan terbesar terjadi di Provinsi Jawa Barat. 2.17 poin atau 3.b sebesar Rp122.06 persen terhadap yen secara rata-rata nasional menguat Jepang pada Desember 2016.25 poin atau menguat 7. 94 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR ECERAN RUPIAH DESEMBER 2016 C. Penguatan terbesar tercatat di Provinsi o. level tertinggi tercatat di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar Rp107. Sementara pada minggu terakhir Desember w 2016.50 per yen Jepang. 3.06 persen dibanding minggu terakhir November 2016.80 per yen Jepang. sedangkan level terendahnya terjadi di Provinsi Riau .50 per yen Jepang. sedangkan level terendahnya terjadi di Provinsi Banten.09 poin minggu pertama Desember 2016 atau 5.43 persen Apresiasi terbesar terjadi di dibanding minggu terakhir Provinsi Kalimantan Timur.g Level tertinggi nilai tukar rupiah terhadap mata uang yen Jepang pada minggu ps terakhir November 2016 tercatat di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar Rp113.68 persen. Nilai tukar rupiah terhadap yen Jepang pada minggu terakhir Desember 2016 id secara rata-rata nasional tercatat menguat 6. 2.93 poin atau 2.50 per yen Jepang.

tp ht FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .00 poin atau 2.685.g Provinsi Banten sebesar Rp14. w 3.40 Provinsi Papua Barat poin pada minggu pertama Desember 2016 atau menguat sebesar 0. 2016.12 poin pada minggu terakhir Desember 2016 atau menguat sebesar 2. Nilai tukar (kurs tengah) eceran rupiah terhadap euro pada Desember Rupiah terdepresiasi 342.38 persen terhadap dibanding minggu terakhir November euro pada Desember 2016.08 persen. Euro (EUR) 1.07 poin atau 3. nilai tukar rupiah mengalami apresiasi w terbesar di Provinsi Aceh yang mencapai 300. yaitu Rp13. Secara rata-rata nasional. Pada minggu pertama Desember 2016.25 . level tertinggi nilai tukar rupiah terhadap euro (kurs tengah) ps pada minggu terakhir November 2016 terjadi di Provinsi Papua.49 persen.118. Pada w minggu terakhir Desember 2016. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR ECERAN RUPIAH DESEMBER 2016 95 D. Apresiasi terbesar terjadi di rupiah terapresiasi sebesar 89.783. Level terendah nilai tukar rupiah terhadap euro tercatat di Provinsi Sumatera o.38 persen dibanding minggu terakhir November 2016.75 per euro pada minggu terakhir November 2016 dan di .12 2016 cenderung terapresiasi poin atau 2.75 per euro. id 2. Sementara itu.60 per euro pada minggu terakhir Desember 2016.513. yaitu Rp14. Utara sebesar Rp14. apresiasi terbesar terjadi di Provinsi Papua Barat :// yang mencapai 503.62 persen dan terapresiasi kembali sebesar 342.b per euro dan pada minggu terakhir Desember 2016 juga terjadi di Provinsi Papua.

II Des M.b Grafik 14.1 Persentase Perkembangan Kurs Tengah Rupiah terhadap USD.I Des M. JPY. AUD.2 Kurs Tengah Rupiah terhadap USD.00 Des M.V) Persen 7. 0.00 USD 4.g ps .IV .00 EUR 2.00 AUD JPY 3. dan EUR (Desember 2016 dibanding November 2016 M. 96 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR E CERAN RUPIAH DESEMBER 2016 Grafik 14.00 o.III Des M.00 id 1.00 5. JPY.00 6. dan EUR w (Minggu Terakhir) w Des Des 2015 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov 2016 w 9 000 100 102 :// 10 000 104 106 tp 11 000 108 110 (USD. AUD. AUD. EUR) 12 000 112 ht 114 (JPY) 13 000 116 14 000 118 120 15 000 122 124 16 000 126 128 17 000 130 132 USD AUD EUR JPY EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .

15 juta sebaliknya daerah perdesaan mengalami penurunan sebesar 0. KEMISKINAN SEPTEMBER 2016 A.b w 15 14.08 persen.1 Perkembangan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah . FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . Grafik 15. KEMISKINAN SEPTEMBER 2016 97 XV.g Maret 2016–September 2016 ps 20 . Pada September 2016.24 persen dari seluruh penduduk miskin. 3. Perkembangan penduduk 27.39 juta orang. Sebagian besar penduduk miskin tinggal di daerah perdesaan. Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2016 mencapai 27. penduduk miskin yang tinggal di daerah perdesaan sebesar 62.25 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2016 Jumlah penduduk miskin pada yang sebanyak 28.70 w 10 7.73 :// tp 5 ht 0 Perkotaan Perdesaan Perkotaan + Perdesaan Maret 2016 September 2016 2. sementara pada Maret 2016 sebesar 63.86 10.70 persen).76 juta orang (10. pada periode Maret 2016–September 2016.86 September 2016 sebanyak persen).11 13.76 juta orang miskin menurut daerah tempat tinggal dapat dilihat pada Grafik 16. o. menurun 0.96 w 10. jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami kenaikan sebesar 0.1. Perkembangan Kemiskinan Maret 2016–September 2016 1. dan id Tabel 16.79 7.01 juta orang (10.1.

EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .76 10.00 menjadi Rp82.1 Garis Kemiskinan.96 id Perkotaan+Perdesaan o.235.34 persen.00. Selama periode Maret 2016–September 2016 terjadi inflasi umum relatif rendah w yaitu tercatat sebesar 1.00 per kg pada September 2016.00 per kg pada Maret 2016 menjadi Rp13.21 persen yaitu dari Rp13. w cabai rawit.00 per kg pada ht Maret 2016 menjadi Rp39.70 . yaitu dari Rp81.86 September 2016 264 941 97 050 361 990 27. Maret 2016 260 469 93 917 354 386 28.06 persen yaitu dari Rp45. cabai merah.73 Perdesaan Maret 2016 266 132 77 514 343 646 17. Adapun cabai rawit mengalami penurunan sebesar 13.g Sumber: Diolah dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2016 dan September 2016 ps Beberapa faktor terkait penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin selama .151. w b.01 10.00.42 persen dibanding upah buruh tani per hari Maret 2016.480. Jumlah.02 atau naik 0.28 13. Rata-rata harga cabai merah tp mengalami penurunan sebesar 14.559. yaitu dari Rp47. secara nasional harga eceran beras.00 menjadi Rp48. Rata-rata harga :// beras turun 1.23 persen dibanding upah buruh tani per hari Maret 2016.79 September 2016 259 886 112 228 372 114 10.67 14. c. Pada periode Maret 2016–September 2016. telur ayam ras mengalami penurunan.56 persen. d.11 September 2016 270 038 80 382 350 420 17. Nominal rata-rata upah buruh tani per hari pada September 2016 naik sebesar 1. Selain itu rata-rata upah buruh bangunan per hari pada September 2016 naik sebesar 1.b periode Maret 2016–September 2016 adalah: a.554.140.301.32. Maret 2016 –September 2016 Garis Kemiskinan (Rp/kapita/bln) Jumlah Persentase Penduduk Daerah/Tahun Makanan Bukan Makanan Total Penduduk Miskin (GKM) (GKBM) (GK) Miskin) (juta orang) (1) (2) (3) (4) (5) (6) Perkotaan Maret 2016 255 181 109 346 364 527 10.69 persen dibanding NTP bulan Maret 2016 yang sebesar 101.49 7.34 7. 98 KEMISKINAN SEPTEMBER 2016 Tabel 15.00 per kg pada September 2016.77 persen dan telur ayam ras yang mengalami penurunan sebesar 0.481. dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah. NTP nasional September 2016 sebesar 102.

06 persen. yaitu mencapai 73.70 Daging sapi 4.2 id Daftar Komoditi yang Memberi Sumbangan Besar terhadap Garis Kemiskinan beserta Kontribusinya (%) Menurut Daerah.53 Makanan Lainnya 20. Garis Kemiskinan (GK).43 Mie instan 2.g (3) (4) ps Makanan: 69.98 9.63 Listrik 2.00 Total 100.18 Gula pasir 3.19 :// Bawang merah 1.84 Makanan: 77.00 per kapita per bulan pada September 2016. terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM). September 2016 o.59 Pendidikan 2.84 Listrik 1.86 Bensin 2. KEMISKINAN SEPTEMBER 2016 99 B.58 instan ht Tahu 1. Dibedakan wilayah. karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.77 Bawang merah 2.10 tp Tempe 1.62 Kopi bubuk & kopi 1.09 Bukan Makanan: 30.00 Sumber: Diolah dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) September 2016 FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .70 Rokok 10.31 Bensin 2.76 w Mie instan 2.01 w Daging ayam ras 3. Jenis komoditi Perkotaan Jenis komoditi Perdesaan (1) (2) .35 .19 persen pada bulan September 2016.84 persen sementara di perdesaan 77. yaitu dari Rp354.18 Lainnya Lainnya Total 100.02 Daging ayam ras 2. Jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan. Perubahan Garis Kemiskinan Maret 2016 –September 2016 1.70 Perlengkapan mandi 1.00 per kapita per bulan pada Maret 2016 menjadi Rp361.06 Beras 18.b Rokok 10.31 Beras 25.16 Bukan Makanan: 22.98 Daging sapi 3.49 Angkutan 1. Selama periode Maret 2016– September 2016. Peranan GKM terhadap GK sangat dominan.04 Perlengkapan mandi 1.15 persen.28 Kayu bakar 0.16 Makanan Lainnya 22.386.47 w Telur ayam ras 3.94 Perumahan 9. sumbangan GKM terhadap GK di perkotaan adalah 69.90 Bukan Makanan Bukan Makanan 7.990.28 Gula pasir 2.81 Perumahan 7.57 Tempe 1. Garis Kemiskinan naik sebesar 2.10 Telur ayam ras 2.49 Pendidikan 1. Tabel 15.

yang memberikan sumbangan 4.g Nama komoditi makanan dan bukan makanan beserta nilai kontribusinya ps terhadap Garis Kemiskinan dapat dilihat pada Tabel 16. Selain upaya memperkecil jumlah penduduk miskin. yaitu sebesar 10.28 di perdesaan). Pada periode Maret 2016–September 2016. Komoditi tahu hanya menjadi penyumbang GK perkotaan dan o.31 persen di perkotaan dan 25. Selain itu.94 dan pada September 2016 mengalami penurunan menjadi 1.35 persen di perdesaan.43 persen di perkotaan dan 2. komoditi kopi bubuk & kopi instan hanya menjadi penyumbang GK perdesaan.76 persen di perdesaan). Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase w penduduk miskin. Komoditi lainnya adalah telur ayam ras (3. tp 2. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) ht dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami penurunan.70 persen. terlihat pula bahwa terdapat id komoditi penyumbang terbesar GK yang berbeda antara perkotaan dan perdesaan.47 persen untuk GK perdesaan. .2.98 persen untuk GK perkotaan dan 3. Pada September 2016. kebijakan penanggulangan kemiskinan juga terkait dengan bagaimana :// mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan. dan seterusnya. Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan w 1.44 pada periode yang sama. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman w dan keparahan kemiskinan.74 demikian juga dengan Indeks Keparahan Kemiskinan mengalami penurunan dari 0. Berbeda dengan periode sebelumnya. .18 persen di perkotaan dan 2. 100 KEMISKINAN SEPTEMBER 2016 2. mie instan (2. komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada GK baik di perkotaan maupun di perdesaan pada umumnya hampir sama. pada September 2016 terdapat daging sapi dalam komoditi sepuluh besar penyumbang GK.b C. yaitu beras yang memberi sumbangan sebesar 18.52 menjadi 0. EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . Munculnya komoditi daging sapi disebabkan pada periode September 2016 bertepatan dengan perayaan Idul Adha. Indeks Kedalaman Kemiskinan pada Maret 2016 adalah 1. Rokok memberikan sumbangan terbesar ke dua terhadap GK perkotaan dan perdesaan.

59 0.74 Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Maret 2016 0.3 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah. Pada September 2016. nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) untuk daerah perkotaan sebesar . KEMISKINAN SEPTEMBER 2016 101 Tabel 15.b w w w :// tp ht FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .32 1.79 0. Pada ps periode yang sama nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) untuk perkotaan adalah 0.19 2. Nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di o.59.21 sedangkan di daerah perdesaan jauh lebih tinggi.94 September 2016 1.29 0.52 September 2016 0.74 1.21 2. yaitu mencapai 2.27 0. Maret 2016 –September 2016 Perkotaan+ Tahun Perkotaan Perdesaan Perdesaan (1) (2) (3) (4) Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Maret 2016 1.44 id 3.29 sedangkan di daerah perdesaan sebesar 0.32.g 1. . daerah perdesaan lebih tinggi daripada di daerah perkotaan.

83 329 172 4 638.30 7.07 16.18 6.03 6.24 368 592 1 139.67 573 582 51.14 Riau 439 542 164.88 424 656 331.29 530 566 47.98 4.22 322 366 140.84 3.24 6.15 .49 37.91 328 846 3 085.14 5.77 7.67 Jambi 448 615 116.55 331 237 1 624.74 5.58 16.4 Garis Kemiskinan.77 361 696 1 096.63 280 117 25.99 481 687 32.26 Maluku Utara 405 368 12.38 322 489 2 614.30 275 361 796.02 Nusa Tenggara Timur 389 661 112.43 437 184 325.34 9.09 Sulawesi Selatan 286 669 150.16 427 315 227.16 4.45 3.78 13.77 Gorontalo 287 156 24.37 Sumatera Selatan 400 159 377.26 5.08 22.62 13.74 3.19 4.50 13.27 Sumatera Barat 454 674 119.52 Kalimantan Timur 535 137 89.07 376 658 337.10 37.88 322 748 4 493.95 10.19 327 003 1 150.88 Papua 479 294 35.67 24.32 10.37 2.68 13.90 11.97 360 940 314.47 502 653 119.24 7.60 10.73 350 420 17 278.78 10.83 380 524 137.86 510 041 121.17 310 296 1 037.00 Kalimantan Tengah 357 224 40.59 7.40 INDONESIA 372 114 10 485.47 267 428 646.75 13.04 Kepulauan Riau 505 980 86.95 7.02 5.34 15.27 360 169 488.29 18.81 11.82 336 573 786.11 15.48 382 775 413.87 28.99 Sulawesi Utara 314 004 59.43 Sumatera Utara 413 835 690.20 5.25 15.90 10.35 8.51 5.g Jawa Tengah DI Yogyakarta 370 510 301.75 – – – 520 690 385.84 3.49 392 543 96.50 518 305 29.52 425 520 257.78 285 999 179.33 10.60 4. September 2016 Perkotaan Perdesaan Total Jumlah Jumlah Jumlah Garis Garis Garis Penduduk Penduduk Penduduk Provinsi Kemiskinan Kemiskinan Kemiskinan Miskin P0 Miskin P0 Miskin P0 (Rp/kapita/ (Rp/kapita/ (Rp/kapita/ (000 (000 (000 bulan) bulan) bulan) orang) orang) orang) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Aceh 445 488 163.55 10. Jumlah.61 4.62 10.21 10.19 ht Sulawesi Barat Maluku 424 788 54.44 10.15 526 686 211.76 15.96 361 990 27 764.32 8.21 12.20 14.01 w Kalimantan Barat 366 477 75.53 328 033 81.25 11.53 17.27 438 075 376.57 564 391 71.86 423 698 277.73 349 735 174.15 14.87 276 978 274.60 24.43 295 739 121.88 12.53 11.38 433 960 337.47 8. DKI Jakarta 520 690 385.16 4.68 337 230 187.60 17.69 388 707 762.b Nusa Tenggara Barat 346 581 378.46 5.75 Jawa Barat 332 145 2 543.21 425 264 879.31 282 161 327.51 437 259 501.82 318 984 200.48 10.31 16.40 6.75 14.79 415 826 678.07 5.84 o.85 5.20 :// Sulawesi Tengah 399 413 75.00 8.58 16.19 .33 492 969 223.00 w Kalimantan Utara 539 499 17.43 380 647 123.64 7.51 7.12 6.81 9.86 401 832 1 452. 102 KEMISKINAN SEPTEMBER 2016 Tabel 15.37 389 273 184.55 26.48 7.64 3.55 328 775 407.24 tp Sulawesi Tenggara 294 286 53.94 4.77 4.34 9.85 ps Banten 382 903 380.00 292 519 146.55 11.07 8.49 351 708 277.38 363 027 390.25 4.41 Papua Barat 508 262 20.29 12.32 373 365 657.11 8.72 332 119 4 168.70 Sumber: Diolah dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) September 2016 EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .90 3.58 7.43 386 489 76.39 Bengkulu 458 435 98.69 480 945 203.11 5.73 339 874 718.36 w Kalimantan selatan 399 162 60.76 379 454 63.70 7. dan Persentase Penduduk Miskin.81 8.30 379 648 290.69 17.15 357 792 912.21 346 398 174.77 322 799 1 879.83 17.79 19.30 286 968 203.60 25.86 id Bangka Belitung 553 681 19.83 12.36 Bali 357 427 93.03 Lampung 398 378 227.02 10.80 424 765 841.07 440 021 914.10 Jawa Timur 329 241 1 552.83 13.73 5.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerataan pengeluaran di Indonesia mengalami perbaikan ps selama periode September 2015–September 2016.406 0.410 dan turun dibanding Gini Ratio September 2015 yang sebesar 0.300 2010 Maret Sept Maret Sept Maret Sept Maret Sept Maret Sept Maret Sept 2011 2011 2012 2012 2013 2013 2014 2014 2015 2015 2016 2016 Perkotaan Perdesaan Perkotaan+Perdesaan FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .320 0. Berdasarkan daerah tempat tinggal.419 0. w Sedangkan Gini Ratio di daerah perdesaan pada September 2016 sebesar 0. Tingkat Ketimpangan Pengeluaran September 2015–September 2016 1.329 0. Gini Ratio di daerah perkotaan pada .431 0.394 0.397 0.327 dan turun dibanding w September 2015 yang sebesar 0.394 proksi pendapatan yang bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).b September 2016 sebesar 0.428 ht 0.340 0.2 tp Perkembangan Gini Ratio.420 0.433 0.424 0. Tingkat ketimpangan pengeluaran merupakan salah satu aspek kemiskinan yang perlu diperhatikan karena pada dasarnya tingkat ketimpangan pengeluaran merupakan ukuran kemiskinan relatif.409.428 0.340 0.402 0. Dalam mengukur tingkat ketimpangan di Indonesia.g dibandingkan Gini Ratio pada September 2015 yang sebesar 0.410 0. Pada September 2016 Gini Ratio tercatat sebesar 0.316 0.329 0.419.409 0.319 0.327 0.334 0.320 0.360 0.413 0.380 0.378 0. Badan Pusat Statistik (BPS) Gini Ratio pada September menggunakan data pengeluaran sebagai 2016 sebesar 0. 4. :// Grafik 15. Hal ini dilakukan mengingat data pendapatan sulit diperoleh.410 0.440 0.413 0.414 0.382 0.315 0.402. turun dibanding Gini Ratio Maret 2016 yang w sebesar 0. 2. 2010–September 2016 0.425 0.394 menurun dibandingkan o.422 0.406 0.324 0.397 dan menurun pula jika .425 0. KEMISKINAN SEPTEMBER 2016 103 D.330 0.316 turun dibanding Gini Ratio Maret 2016 yang sebesar 0.336 0.410 0.396 0.329.408 0.400 0. 3. Ukuran yang paling sering digunakan dalam mengukur tingkat ketimpangan pengeluaran adalah Gini Ratio serta persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah atau dikenal juga id dengan ukuran Bank Dunia. dengan Gini Ratio pada Maret 2016 yang sebesar 0.327 0.388 0.

6. Pada September 2016. Jika dibedakan menurut tempat tinggal.3 Perkembangan Persentase Pengeluaran Kelompok Penduduk 40 Persen terbawah .00 tp ht 10.52 w 20.39 15.00 5.02 17. yaitu ketimpangan di perkotaan lebih parah dibandingkan dengan perdesaan.b September 2015–September 2016 w 25. Baik di o.g ps Grafik 15.11 :// 15.00 0.02 persen.00 w 20.45 17.02 persen. tetapi meningkat jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2016 yang sebesar 17.02 17.11 persen yang berarti berada pada kategori ketimpangan rendah. Pada September 2016 persentase pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah di daerah perkotaan tercatat sebesar 16. 104 KEMISKINAN SEPTEMBER 2016 5.00 Perkotaan Perdesaan Perkotaan+Perdesaan September 2015 Maret 2016 September 2016 EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . ukuran ketimpangan Bank Dunia menunjukkan hal yang sama dengan ukuran Gini Ratio.00 16. Persentase pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah pada bulan September 2016 ini menurun jika dibandingkan dengan kondisi September 2015 yang sebesar 17. .91 16.85 20. persentase pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah adalah sebesar 17. perkotaan maupun perdesaan nilai ketimpangan pada September 2016 mengalami perbaikan dibanding periode Maret 2016. Hal ini berarti ketimpangan pengeluaran di perkotaan termasuk pada kategori ketimpangan sedang sementara di perdesaan id sebesar 20.40 20. tetapi mengalami penurunan jika dibandingkan dengan September 2015.45 persen.52 persen yang berarti pada kategori ketimpangan rendah.

11. FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . konstruksi.83 persen. KEMISKINA N SEPTEMBER 2016 105 7. 8.402). dan 20 persen teratas berturut-turut adalah sebesar 4. Menguatnya perekonomian penduduk kelas menengah (kelompok 40 persen menengah).397).401). Terdapat delapan provinsi yang nilai Gini Ratio di atas angka nasional. Papua Barat (0. Papua (0. Jawa Timur (0. Kenaikan pengeluaran kelompok bawah yang merefleksikan peningkatan :// pendapatan kelompok penduduk bawah tidak lepas dari upaya pembangunan infrastruktur padat karya.5 juta (Agustus 2016) w atau naik sekitar 4. tercatat bahwa kenaikan pengeluaran perkapita per bulan penduduk kelompok 40 persen terbawah dan 40 persen menengah meningkat lebih cepat dibanding penduduk kelompok 20 persen teratas. terjadi peningkatan jumlah pekerja yang berusaha sendiri/dibantu pekerja tidak .7 juta (Agustus 2015) menjadi 39.b dibayar dari 37. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). dan DKI Jakarta (0. lebih kondusifnya pengembangan usaha mikro. Sulawesi Selatan (0. Gorontalo (0.56 persen. Berdasarkan provinsi.0 juta (Agustus 2015) menjadi 19. kecil.400).399). Untuk sektor industri pengolahan.69 persen. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk id bekerja dengan status berusaha sendiri/dibantu pekerja tidak dibayar yang merupakan kelompok terbesar pada kelas menengah sebagai dampak dari o. perdagangan. . dan beragam skema perlindungan tp dan bantuan sosial di bidang pendidikan. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap perbaikan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia selama periode September 2015–September 2016 diantaranya adalah: a.7 juta (Agustus 2016). 40 persen menengah.425).44 persen dari 18. Jawa Barat (0. w d.410).425 sementara yang terendah adalah Provinsi Bangka Belitung dengan Gini Ratio sebesar 0. kesehatan. dan kesejahteraan ht lainnya yang dijalankan oleh pemerintah. nilai Gini Ratio September 2016 tertinggi berada di Provinsi DI Yogyakarta yaitu sebesar 0. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).g ps c. dan angkutan kenaikannya jauh lebih tinggi lagi yaitu sebesar w 9.288. yaitu Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (0. Kenaikan pengeluaran perkapita September 2015–September 2016 untuk kelompok penduduk 40 persen terbawah.402). dan menengah (UMKM).77 persen. dan 3. b.

354 0. dan September 2016 EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .413 0. Perkotaan + Per.402 0.347 0.423 0.295 0.362 .239 0.334 0.268 0.323 0.356 0.350 0.381 0.312 14 Riau 0.402 0.309 0.267 0.394 0.342 0.312 0. 33 Jawa Tengah 0.318 0. September 2015–September 2016 September 2015 Maret 2016 September 2016 Provinsi Per.411 .336 0.414 0.423 0.326 0.433 0.352 id 31 DKI Jakarta 0.348 0.428 0.349 0.286 0.354 18 Lampung 0.399 0.409 0.390 0.343 0.284 0.328 0.292 0.441 0.288 0.313 0.348 0. Per.298 0.327 0.392 0.5 Gini Ratio menurut Provinsi.286 0.374 52 Nusa Tenggara Barat 0.296 0.411 0.388 tp 75 Gorontalo 0.423 0.419 0.410 0.318 0.388 0.340 0.309 0.331 62 Kalimantan Tengah 0.354 0.421 .355 0.281 0.428 0.383 0.268 0.284 0.373 0.329 0.275 0.288 21 Kepulauan Riau 0.333 0.296 0.353 0.385 0.280 0.330 0.400 74 Sulawesi Tenggara 0.288 0.343 0.313 0.352 0.428 0.344 82 Maluku Utara 0.339 0.421 0.338 0.379 72 Sulawesi Tengah 0.392 0.395 0.344 0.319 0.345 0.351 0.382 0.289 0.327 0.350 0.330 0.402 o.315 0.402 0.366 0.420 0.397 0.347 w 63 Kalimantan Selatan 0.344 0.334 0.261 0.325 0.358 19 Bangka Belitung 0.366 0.341 0.382 0.392 0.251 0.319 0.g 35 JawaTimur 0.403 0.347 :// 73 Sulawesi Selatan 0.313 0.322 0. 0.386 0.387 0.366 0.303 0.371 0.347 15 Jambi 0.385 0.348 0.368 0.282 0.420 0.398 0.283 0.372 0.360 0.300 0.264 0.410 76 Sulawesi Barat 0.314 0.341 12 Sumatera Utara 0.426 0.376 0.394 0.423 0.402 0.362 0.367 0.303 0.364 0.330 0. Per.391 0.300 0.394 Sumber: Diolah dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Kor September 2015.365 53 Nusa Tenggara Timur 0.293 0.302 0.366 0.399 Indonesia 0.288 0.286 0.303 0.386 0.338 0.293 0.402 0. Perkotaan + Per.344 0.401 0.377 0.346 16 Sumatera Selatan 0.401 94 Papua 0.362 0.340 0.334 0.373 0.304 0.426 0.397 .346 0.315 0.338 0.407 0.371 ht 81 Maluku 0.370 0.367 0.240 0. 106 KEMISKINAN SEPTEMBER 2016 Tabel 15.357 0.397 32 Jawa Barat 0.386 0.286 0.361 0.333 0.363 0.313 0.376 0.282 0.256 0.249 0. Per.374 0.306 0.296 0.264 0.310 0.319 0.248 0.275 0.399 0.373 0.425 .285 0.406 0.384 0.399 0.397 0.362 0.319 0.327 0. 0.317 0.339 0.351 64 Kalimantan Timur 0.402 36 Banten 0.339 0.334 0.461 0.364 0.446 0.357 34 DI Yogyakarta 0.310 0.296 0.329 0.381 0.314 0.307 0.301 0.311 0.b 61 Kalimantan Barat 0.378 0.419 0.280 0.347 0.403 0.332 0.326 0.326 0.330 0.349 0.275 0.405 0.390 0.404 0.347 0.352 0.313 0.332 0.323 0.316 0.315 0.369 0.328 w 65 Kalimantan Utara 0.422 0.309 91 Papua Barat 0.273 0. Maret 2016.308 0.333 0.346 0.259 0.393 0.409 0.270 0.411 0.297 0.362 17 Bengkulu 0.412 0.305 w 71 Sulawesi Utara 0.320 0. 0.326 0.317 0.392 ps 51 Bali 0.364 0.314 0.359 0.306 0.410 0.335 0.282 0.361 0.312 13 Sumatera Barat 0.383 0.391 0.357 0.393 0.330 0.317 0.368 0.397 0.369 0.415 0.346 0.386 0.341 0.308 0.387 0.359 0. Perkotaa + kotaan desaan PerDesaan kotaan desaan Perdesaan kotaan desaan Perdesaan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 11 Aceh 0.354 0.332 0.333 0.366 0.313 0.355 0.331 0.402 0.

dan pedagang eceran. gula pasir. gula pasir di Provinsi Jambi. komoditas strategis di Indonesia 2016 adalah 2. ps  Gula pasir: Produsen  Distributor  Pedagang Grosir  Pedagang Eceran  Konsumen Akhir. Konsumen Akhir. PERDAGANGAN KOMODITAS STRATEGIS 2016 107 XVI.1 w Pola Distribusi Utama Perdagangan Beras di Indonesia :// tp Konsumen Akhir Distributor Agen Pedagang Eceran (Rumah Tangga) ht 3.b  Telur ayam ras: Produsen  Distributor  Pedagang Eceran  Konsumen w Akhir. Pola utama distribusi perdagangan di distributor.g  Minyak goreng: Produsen  Distributor  Pedagang Eceran  Konsumen Akhir. w Gambar 16. Persentase penjualan beras pada pola utama distribusi perdagangan tahun 2016 lebih kecil dibandingkan tahun 2015. minyak goreng di Provinsi Bengkulu FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . minyak goreng. Potensi pola terpanjang distribusi perdagangan beras. . minyak goreng.  Beras: Produsen  Distributor  Agen  Pedagang Eceran  o. PERDAGANGAN KOMODITAS STRATEGIS 2016 A. . agen. pedagang Indonesia untuk komoditas: id grosir. Pola Distribusi Perdagangan 1. Distribusi perdagangan beras. 4. gula pasir dan telur ayam ras terjadi di Provinsi DKI Jakarta. Sedangkan potensi pola terpendek distribusi perdagangan beras dan telur ayam ras terjadi di Provinsi Aceh. dan telur ayam ras Fungsi kelembagaan yang dari produsen sampai ke konsumen akhir terlibat dalam pola utama melibatkan dua hingga delapan fungsi distribusi perdagangan kelembagaan usaha perdagangan.

berdasarkan Survei gula pasir 9.57 persen. minyak goreng 9.76 persen. 108 PERDAGANGAN KOMODITAS STRATEGIS 2016 B. Peta Distribusi Perdagangan 1. minyak goreng dan Provinsi Kalimantan Selatan untuk gula gula pasir di Provinsi pasir yaitu mencapai 97. Jaringan perdagangan beras terluas adalah di Provinsi Sulawesi Selatan.24 persen dan DKI Jakarta.79 persen. Sedangkan Provinsi Sulawesi Provinsi Kalimantan Timur untuk minyak Selatan. w :// tp C.25 persen.18 persen dan DKI Jakarta untuk gula pasir yaitu 30. Provinsi Jambi untuk ps minyak goreng yaitu mencapai 94. dan telur ayam ras Poldis 2016 sebesar 8. Sedangkan minyak goreng dan gula pasir di Provinsi DKI Jakarta.25 persen. Rata-rata rasio MPP beras secara nasional Rata-rata rasio MPP berdasarkan Survei Poldis 2016 sebesar beras secara nasional 10.25 persen.77 persen dan 30. dan telur ayam w ras Provinsi di Gorontalo. Gorontalo. . Margin Perdagangan dan Pengangkutan ht 1. Provinsi Sulawesi Tengah merupakan o.67 persen. Sedangkan goreng yaitu mencapai 98. minyak goreng 9. 10. Provinsi Kalimantan Utara merupakan provinsi yang memiliki ketergantungan Jaringan perdagangan beras terbesar dari luar provinsi dengan beras terluas adalah di persentase 99. provinsi yang mendistribusikan beras dan telur ayam ras ke luar provinsi dengan .b w 3.g persentase terbesar yaitu 84.57 persen.22 persen. dan telur ayam ras 8. dan telur Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk telur ayam ras Provinsi di ayam ras yaitu mencapai 97.76 persen.76 persen. EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . gula pasir 9.79 persen.57 persen. id 2.

1 Rata-Rata Rasio Margin Perdagangan dan Pengangkutan (MPP) Nasional Menurut Komoditas dan Fungsi Kelembagaan Pedagang Pedagang No Komoditas PB & PE Besar (PB) Eceran (PE) (1) (2) (3) (4) (5) 1 Beras 9.69 8.32 9.b w w w :// tp ht FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .57 2 Minyak Goreng 10.51 9.76 id o.18 10.g ps .35 10. .18 9.08 9. 109 Tabel 16.79 3 Gula Pasir 9.25 4 Telur Ayam Ras 7.84 11.

IP-TIK disusun oleh 11 indikator yang dikombinasikan menjadi suatu ukuran standar . skala 0–10. IP-TIK Indonesia. o. IP-TIK Indonesia ht tahun 2012 sebesar 4. tahun 2013 sebesar 4. IP- w TIK dapat menunjukkan kesenjangan digital serta potensi pembangunan dan :// pengembangan TIK.24. Gambaran kesiapan Indonesia menuju era masyarakat informasi dapat dilihat melalui nilai tiga subindeks penyusun IP-TIK pada Tabel 17. tp Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Indonesia mengalami peningkatan sejak tahun 2012 hingga tahun 2015.50. Indeks Pembangunan Teknologi Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) merupakan suatu ukuran standar Indonesia tahun 2012 sebesar yang dapat menggambarkan 4. subindeks penggunaan memiliki nilai terendah di antara dua subindeks lainnya. 110 INDEKS PEMBANGUNAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNI KASI (IP-TIK).1. demikian pula sebaliknya. dan pada informasi dan komunikasi suatu tahun 2015 sebesar 4. Sementara itu. Nilai IP-TIK juga secara tidak langsung mengukur kesiapan suatu wilayah/negara menuju era masyarakat informasi (Information Society).24. disusul dengan subindeks akses dan infrastruktur. . 2012–2015 1.59.83 pada skala 0–10. 2012–2015 XVII.83 pada id wilayah.b semakin rendah nilai indeks menunjukkan pembangunan TIK di suatu wilayah w relatif masih lambat. subindeks keahlian memiliki nilai tertinggi. Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) berguna w untuk membandingkan pembangunan TIK antarwaktu dan antarwilayah. tingkat pembangunan teknologi tahun 2014 sebesar 4.50.59. tahun 2013 sebesar 4. 2012–2015 A. Semakin tinggi nilai indeks menunjukkan pembangunan TIK suatu wilayah semakin pesat. Pada tahun 2012−2015. INDEKS PEMBANGUNAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (IP-TIK). dan pada tahun 2015 sebesar 4.g ps pembangunan TIK suatu wilayah. tahun 2014 sebesar 4. EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .

20 Keahlian 6.1 IP-TIK Indonesia. 2015 . yaitu rendah. Grafik 17. Pada tahun 2015.g ps Kontribusi 11 indikator terhadap IP-TIK.39 5. Pengelompokan masing-masing kategori tahun 2012−2015 adalah sebagai berikut: Tabel 17. kontribusi id tertinggi diberikan oleh indikator international internet bandwidth per internet user sebesar 17% (subindeks akses dan infrastruktur) dan diikuti o. IP-TIK Provinsi.24 4.b Angka partisipasi Pengguna kasar tersier telepon tetap per 3% 100 penduduk w Angka partisipasi 7% kasar sekunder Pengguna w 12% telepon seluler Angka melek per 100 huruf w penduduk 13% 12% International :// internet bandwidht per internet user tp 17% ht Pelanggan Persentase internet rumah tangga broadband bergerak per 100 Pelanggan Persentase Persentase yang menguasai rumah tangga komputer penduduk internet pengguna yang memiliki 3% 9% broadband tetap internet per 100 6% akses internet di penduduk rumah 12% 6% B.24 2.59 4.47 6.70 2. Nilai IP-TIK level provinsi tahun 2012−2015 dapat digolongkan ke dalam 3 kategori.83 Keterangan: Skala 0–10 2.1 .81 IP-TIK 4. 2012−2015 Subindeks 2012 2013 2014 2015 (1) (2) (3) (4) (5) Akses&Infrastruktur 5.25 5.50 4. sedang.58 6.14 5. 2012-2015 1. indikator angka melek huruf sebesar 13% (subindeks keahlian TIK).73 6.2 FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . INDEKS PEMBANGUNAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (IP -TIK). dan tinggi. Sebelas indikator penyusun IP-TIK Indonesia memiliki kontribusi yang bervariasi terhadap besarnya nilai IP-TIK.73 3.46 Penggunaan 2. 111 2012–2015 Tabel 17.

Kalimantan Barat. Bali. Bali. Tinggi ≥6. Bangka Belitung. Lampung. Riau. Nusa Tenggara Barat. 2012–2015 Kategori IP-TIK Provinsi di Indonesia. Kalimantan Timur. Sumatera Selatan. Kalimantan Tengah. Sulawesi Tenggara.41 23 provinsi Tenggara Timur.  Kategori IP-TIK tinggi bila nilai IP-TIK provinsi berada di atas nilai ideal. Maluku. Papua Barat. 112 INDEKS PEMBANGUNAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (IP -TIK). Bengkulu. Sedang 9 provinsi Kalimantan Selatan.03 22 provinsi Tenggara Timur. dan Papua Sumatera Utara. 2012 Jumlah Kategori IP-TIK Nama Provinsi Provinsi Aceh. tp Kep. Sumatera Barat. Sulawesi Tengah. Banten. Jawa Timur.63 Barat. Bengkulu. Jawa 4. Banten. Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Lampung. Gorontalo. Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Tengah. Sulawesi Tenggara. Kalimantan Tengah. Jawa Tengah. Maluku Utara. EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . Maluku Utara. DI Yogyakarta.22 Barat. Nusa Rendah ≤4. Sumatera Utara.03−6.b w Tabel 17.g Catatan: Penentuan baseline berdasarkan rata-rata dan nilai ideal IP-TIK 33 provinsi tahun 2012 ps  Kategori IP-TIK rendah bila nilai IP-TIK provinsi berada di bawah rata-rata. dan Papua Sumatera Barat.41-6. Sulawesi Barat. Kep.  Kategori IP-TIK sedang bila nilai IP-TIK provinsi berada di antara rata-rata dan nilai ideal. . Jambi. Papua Barat. o. Bangka Belitung.  Kategori IP-TIK sedang bila nilai IP-TIK provinsi Tabelberada 17. Jambi. Jawa 4. dan Sulawesi Utara.22 1 provinsi DKI Jakarta . DI Yogyakarta. Sulawesi Barat.  Kategori IP-TIK tinggi bila nilai IP-TIK provinsi berada di atas nilai ideal. Nusa ht Rendah ≤4. Sumatera Selatan. Kalimantan Barat. 2013 w Jumlah w Kategori IP-TIK Nama Provinsi Provinsi :// Aceh.4di antara rata-rata dan nilai ideal. Maluku. Kalimantan Timur.63 1 provinsi DKI Jakarta Catatan: Penentuan baseline berdasarkan rata-rata dan nilai ideal IP-TIK 33 provinsi tahun 2013  Kategori IP-TIK rendah bila nilai IP-TIK provinsi berada di bawah rata-rata.3 Kategori IP-TIK Provinsi di Indonesia. Jawa Tengah. Gorontalo. Sulawesi Selatan. Riau. Kepulauan Riau. Kepulauan Riau. Jawa Timur. Tinggi ≥6. id Sedang 10 provinsi Kalimantan Selatan.

DI Yogyakarta. FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . Maluku. Riau.51−6. Lampung. Lampung. Gorontalo. Bangka Belitung. Bali. 2014 Jumlah Kategori IP-TIK Nama Provinsi Provinsi Aceh. Papua Barat. Bengkulu. Sulawesi Selatan.51 24 provinsi Nusa Tenggara Timur. dan Papua Bengkulu. Jawa Barat. Gorontalo. Sulawesi Tenggara.07 1 provinsi DKI Jakarta Catatan: Penentuan baseline berdasarkan rata-rata dan nilai ideal IP-TIK 34 provinsi tahun 2015  Kategori IP-TIK rendah bila nilai IP-TIK provinsi berada di bawah rata-rata. Sulawesi Selatan. Sulawesi Tenggara. Maluku. DI 4. . Sumatera Barat. Nusa Tenggara Barat. Nusa Tenggara Timur. Sedang 11 provinsi Kalimantan Selatan.g Catatan: Penentuan baseline berdasarkan rata-rata dan nilai ideal IP-TIK 33 provinsi tahun 2014  Kategori IP-TIK rendah bila nilai IP-TIK provinsi berada di bawah rata-rata. 113 2012–2015 Kategori IP-TIK Provinsi di Indonesia. Jawa Tengah. Sulawesi Tengah. Jambi.  Kategori IP-TIK sedang bila nilai IP-TIK provinsi berada di antara rata-rata dan nilai ideal. Kalimantan Selatan. Sumatera Barat. Kepualauan Riau. ps  Kategori IP-TIK tinggi bila nilai IP-TIK provinsi berada di atas nilai ideal. Jawa Timur. Kalimantan Utara.  Kategori IP-TIK sedang bila nilai IP-TIK provinsi berada di antara rata-rata dan nilai ideal. Kalimantan Tengah. tp Kep.b w Tabel 17. Papua Barat. Kalimantan Barat.81 1 provinsi DKI Jakarta . Sulawesi Tengah. Kalimantan Timur. dan Sulawesi Utara Tinggi ≥7. Riau.81 8 provinsi Banten. Rendah ≤4. dan Sulawesi Utara o. Bangka Belitung. Sulawesi Barat. Kalimantan Tengah. Jambi.  Kategori IP-TIK tinggi bila nilai IP-TIK provinsi berada di atas nilai ideal. Kep. Sumatera Selatan.69−7. Jawa Barat. Sumatera Selatan. Nusa Tenggara Barat. id Kalimantan Timur.07 Yogyakarta. Jawa Tengah. Tinggi ≥6. 2015 w w Jumlah Kategori IP-TIK Nama Provinsi Provinsi :// Aceh.69 22 provinsi Kalimantan Barat. Sumatera Utara. INDEKS PEMBANGUNAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (IP -TIK). dan Papua Kepualauan Riau. Bali. Maluku Utara. Banten.5 Kategori IP-TIK Provinsi di Indonesia. Sedang 4. Sumatera Utara. Sulawesi Barat. ht Rendah ≤4. Maluku Utara. Jawa Timur.

65 Sumatera Selatan 4.35 Lampung 3.11 .05 DKI Jakarta 8.47 Jawa Barat 4.18 ps Bengkulu 3. Bangka Belitung 3. 2013 DKI Jakarta 9.63 Kalimantan Timur 4.73 Gorontalo 3.34 Sulawesi Barat 3.33 o.15 Nusa Tenggara Barat 3.09 DI Yogyakarta 6.71 0 2 4 6 8 10 0 2 4 6 8 10 tinggi (IP-TIK≥6.36 Sulawesi Tenggara 3.31 Kalimantan Selatan 4.22) tinggi (IP-TIK≥6.22) sedang (4.2 IP-TIK Provinsi di Indonesia.39 id Jawa Timur 4. Jawa Tengah 3.62 Kalimantan Barat 3.21 Kepulauan Riau 5.03) rendah (IP-TIK≤4.b Papua Barat 3.40 Kepulauan Riau 6.3 IP-TIK Provinsi di Indonesia.65 Banten 4.56 Sulawesi Tengah 3.11 Nusa Tenggara Timur 2.67 Banten 4.58 Sulawesi Selatan 4.01 Sumatera Selatan 3.14 Jambi 3.98 Bengkulu 4. 2012 Grafik 17.87 w Aceh 3.00 Nusa Tenggara Timur 3.50 Maluku 3.67 Sulawesi Selatan 4.44 Sulawesi Utara 4.49 3.93 Jambi 4.23 Riau 3.77 .09 Maluku Utara 3.83 Bali 5.41) EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 .01 Jawa Timur 4.41<IP-TIK<6.63) rendah (IP-TIK≤4.67 Kep.g Kalimantan Tengah 4. 2012–2015 Grafik 17.63) sedang (4.50 Bali 4.06 Riau 4.26 Sumatera Barat 3.46 DI Yogyakarta 5.47 Kalimantan Barat 3.59 Papua Barat 4.09 Kep.71 Lampung 3.71 Jawa Tengah 4.36 Nusa Tenggara Barat 3.59 Maluku Utara 3.78 Gorontalo tp Sulawesi Tenggara 3.78 Kalimantan Selatan 5.03<IP-TIK<6.69 Sumatera Utara 4.04 w Kalimantan Tengah 3.83 Papua 2.80 :// Maluku 3.35 Sulawesi Barat 3.03 w Papua 3.90 Sumatera Utara 4. Bangka Belitung 4.51 Sulawesi Utara 4.03 Kalimantan Timur 5. 114 INDEKS PEMBANGUNAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (IP -TIK).64 Jawa Barat 4.17 Sumatera Barat 4.71 ht Sulawesi Tengah 3.57 Aceh 3.

17 .50 Sumatera Selatan 4.69 Bengkulu 4.59 Bali 6.38 o.65 Kalimantan Tengah 4.04 Kalimantan Selatan Jawa Barat 5.4 IP-TIK Provinsi di Indonesia.76 Lampung 3.82 Banten 5.23 Kalimantan Tengah 4. 2015 DKI Jakarta 9.79 tp Sulawesi Tenggara 4.78 Sulawesi Tengah 3.23 DKI Jakarta 9.51<IP-TIK<6.83 Jawa Barat 4.06 Sumatera Selatan 4.17 .81) tinggi (IP-TIK≥7.84 Riau 4.70 Sulawesi Utara 5.74 Sumatera Barat 4.85 Kalimantan Barat 4.03 4.26 Papua 2.78 Papua 2.22 4. Bangka Belitung 4.b Jawa Tengah 4.41 Kep.40 id Bengkulu 4.25 Kepulauan Riau 6.13 Papua Barat 4.91 0 2 4 6 8 10 0 2 4 6 8 10 tinggi (IP-TIK≥6.55 Nusa Tenggara Barat 3.53 Sulawesi Barat 3.51 Sulawesi Selatan 4.98 ht Gorontalo 3.07) rendah (IP-TIK≤4.88 Maluku 4.53 ps Kep.08 Maluku 3.14 w Sulawesi Tenggara 3.51) rendah (IP-TIK≤4.14 Kalimantan Utara 5.49 DI Yogyakarta 6.09 :// Kalimantan Barat 3.01 Banten 5.39 Sumatera Barat 4.69) FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 .30 Kepulauan Riau 6.92 Aceh 4.70 Jawa Timur 4.17 Jambi 4.81) sedang (4.75 Gorontalo 3.30 Bali 5.04 Sulawesi Tengah 3. 2014 Grafik 17.35 Sulawesi Utara 4.33 Nusa Tenggara Timur 3. Riau 4.20 Nusa Tenggara Timur 3.45 Kalimantan Timur 5.5 IP-TIK Provinsi di Indonesia.32 w Sumatera Utara 4.09 Sumatera Utara 4.29 Papua Barat w 4.81 Sulawesi Barat 3.69<IP-TIK<7.g Sulawesi Selatan 4.07) sedang (4.75 Lampung 3. 115 2012–2015 Grafik 17. Bangka Belitung 4.77 Kalimantan Timur 6.67 Maluku Utara 3.75 Maluku Utara 3.27 Aceh 3.55 Kalimantan Selatan 4.57 Jambi Jawa Tengah 4.49 Jawa Timur 4.05 DI Yogyakarta 6.67 Nusa Tenggara Barat 3. INDEKS PEMBANGUNAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (IP -TIK).

g tahun 2007. dan sebagainya. id Berdasarkan hasil SBH diperoleh paket komoditas yang representatif. upah buruh. sedangkan yang terbanyak di Jakarta :// sebanyak 462 barang/jasa. IHK tersebut dihitung dengan menggunakan formula Modified Laspeyres. berdasarkan . mobil.b hasil SBH. Jumlah barang/jasa yang dicakup bervariasi antarkota.080 rumah tangga di Indonesia yang dipantau baik pengeluaran konsumsinya maupun jenis barang/jasa yang dikonsumsi selama setahun penuh. yang terkecil di Kota w Singaraja sebanyak 225 barang/jasa. dan bersifat umum. a. 116 SUPLEMEN: METODOLOGI XVIII. susu. Hal ini sejalan dengan perubahan pola konsumsi masyarakat. SBH terakhir diadakan tahun 2012. Sebaliknya. SBH diadakan 5 (lima) tahun sekali. Inflasi umum (headline inflation) Inflasi umum adalah komposit dari inflasi inti. mencakup 136. persistent. bertambah dari 774 barang/jasa pada paket komoditas . mie. EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . Cakupan kota bertambah dari 66 menjadi 82 kota. Sejak Januari 2014. dipantau harganya. Inflasi Inflasi merupakan indikator yang menggambarkan perubahan positif Indeks Harga Konsumen (IHK). dan keseimbangan permintaan dan penawaran. Berdasarkan SBH 2012 jumlah barang/jasa inti sebanyak 751. dan selalu tersedia di pasaran. perubahan negatif IHK disebut deflasi. yang sifatnya cenderung permanen. Pengelompokan IHK didasarkan pada klasifikasi tp internasional baku yang tertuang dalam Classification of Individual Consumption According to Purpose (COICOP) yang diadaptasi untuk kasus Indonesia menjadi ht Klasifikasi Baku Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga. dan inflasi volatile goods. seperti ekspektasi inflasi. Bahan dasar penyusunan diagram timbang (bobot) IHK adalah hasil Survei Biaya Hidup (SBH) atau Cost of Living Survey. sepeda motor. nilai tukar. Inflasi inti (core inflation) Inflasi komoditas yang perkembangan harganya dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi secara umum. dapat o. Paket komoditas nasional sebanyak 859 barang/jasa. antara lain: kontrak rumah. Bobot ps awal setiap barang/jasa merupakan persentase nilai konsumsi setiap barang/jasa terhadap total rata-rata nilai konsumsi per rumah tangga per bulan. inflasi administered prices. penghitungan inflasi mulai menggunakan tahun w dasar 2012 (sebelumnya menggunakan tahun dasar 2007) berdasarkan hasil SBH w 2012. SUPLEMEN: METODOLOGI 1.

Mereka o. FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . Jumlah komoditas sebanyak 85. Inflasi bergejolak (volatile goods) Inflasi komoditas yang perkembangan harganya sangat bergejolak. bengkel. daging ayam ras. Secara teoritis. pasar modern. praktek dokter. sehingga sering disebut juga sebagai inflasi volatile foods. PDB atas dasar harga w berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun. dan sebagainya. dan sebagainya). antara lain: bensin. dan outlet mandiri . setiap 2 minggu. tarif listrik. Inflasi yang harganya diatur pemerintah (administered prices inflation) Inflasi komoditas yang perkembangan harganya secara umum diatur oleh pemerintah. antara lain : beras. termasuk yang berada di pasar tradisional. Berdasarkan tahun dasar 2012. sedang PDB atas dasar harga :// konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan tp harga pada satu tahun tertentu sebagai dasar. minyak goreng. rokok. SUPLEMEN: METODOLOGI 117 b. menghitung semua komponen nilai tambah. rumah tangga ps yang mempunyai pembantu. Berdasarkan SBH 2012 jumlah barang/jasanya sebanyak 23. atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa w (produk) akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. . menghitung semua komponen pengeluaran PDB. cabai. (2) pendekatan pendapatan. dan (3) pendekatan pengeluaran.g (seperti toko eceran. dan sebagainya. Pendekatan yang digunakan untuk menghitung angka-angka PDB adalah (1) pendekatan produksi. setiap minggu. c. restoran siap saji. atau setiap bulan dari pedagang atau pemberi jasa eceran. Responden id Harga dari paket komoditas dikumpulkan/dicatat setiap hari. ht PDB atas dasar harga berlaku (nominal PDB) dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi.b 2. Produk Domestik Bruto PDB merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha w dalam suatu negara tertentu. ketiga pendekatan ini akan menghasilkan nilai PDB yang sama. menghitung nilai tambah dari proses produksi setiap kategori/aktivitas ekonomi. sedang PDB atas dasar harga konstan digunakan untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. inflasi volatile goods masih didominasi bahan makanan.

Sistem pengolahan data menggunakan sistem carry over (dokumen ditunggu selama satu bulan setelah transaksi. dengan pendekatan rumah tangga. ht Penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang masih sekolah. namun sejak bulan Januari 2008 sistem pencatatan statistik impor juga menggunakan General Trade. Sistem pencatatan statistik ekspor menggunakan General Trade (semua barang yang keluar dari Daerah Pabean Indonesia tanpa kecuali dicatat). Data ekspor-impor yang disajikan pada bulan terakhir merupakan angka id sementara. Pengumpulan data berbasis sampel. Ketenagakerjaan . o. 118 SUPLEMEN: METODOLOGI 3. data Migas dari KPPBC. :// Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun tp ke atas) yang bekerja. atau punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja dan pengangguran. apabila terlambat dimasukkan pada pengolahan bulan berikutnya). Pekerja Tidak Penuh adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). w Definisi yang digunakan antara lain: w Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. 4. Pekerja Tidak Penuh terdiri dari: EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . sedangkan impor pada awalnya menggunakan Special Trade (dicatat dari Daerah Pabean Indonesia kecuali Kawasan Berikat yang dianggap sebagai “luar negeri”). paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu yang lalu. Pertamina dan BP Migas. Ekspor-Impor Data Nonmigas diperoleh dari KPPBC (Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai).g Data diperoleh dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan ps di seluruh provinsi Indonesia baik di daerah perdesaan maupun perkotaan. mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya. Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan.b ketenagakerjaan mulai Februari 2014 menggunakan penimbang hasil proyeksi w penduduk tahun 2010-2035. Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi. Estimasi .

tp sedangkan upah nominal buruh bangunan menggunakan rata-rata hitung biasa. adalah mereka yang tidak bekerja tetapi berharap mendapatkan pekerjaan. dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan (dahulu disebut setengah pengangguran terpaksa). mereka yang mempersiapkan usaha. tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain (dahulu disebut setengah pengangguran sukarela).b Upah Nominal adalah upah yang diterima buruh sebagai balas jasa atas pekerjaan yang dilakukan. Pengumpulan data upah buruh tani dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan ht dengan responden petani. relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani. w upah riil dihitung dari besarnya upah nominal dibagi dengan Indeks Harga w Konsumen (IHK). :// Penghitungan upah nominal buruh tani menggunakan rata-rata tertimbang. sedangkan Survei Harga Konsumen Perkotaan dilaksanakan di 82 kota. SUPLEMEN: METODOLOGI 119 Setengah Penganggur (Underemployment) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah rasio antara jumlah penganggur dengan jumlah angkatan kerja. w Upah Riil menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh.g ps 5. NTP merupakan salah satu indikator relatif tingkat kesejahteraan petani. mereka yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau mereka id yang sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. o. Survei Harga Perdesaan dilaksanakan di 33 provinsi. Data upah buruh bangunan diperoleh dari Survei Harga Konsumen Perkotaan dengan responden buruh bangunan. Semakin tinggi NTP. Indeks harga yang diterima petani (It) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . Pekerja Paruh Waktu (Part time worker) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). . 6. Pengangguran Terbuka (Unemployment). Nilai Tukar Petani (NTP) 2012=100 Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan angka perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. Upah Buruh . yang terdiri dari mereka yang mencari pekerjaan.

Gabah Kering Giling (GKG) adalah gabah yang mengandung kadar air maksimum sebesar 14. Gabah Kering Panen (GKP) adalah gabah yang mengandung kadar air maksimum sebesar 25.b Dengan dikeluarkannya konsumsi rumah tangga dari komponen indeks harga yang dibayar petani (Ib). Peternakan. .0 persen dan hampa/kotoran maksimum 10. Pengumpulan data harga untuk penghitungan NTP dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dan Survei Konsumen Perdesaan. ps NTUP diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). Harga Pembelian Pemerintah (HPP) adalah harga minimal yang harus dibayarkan pihak penggilingan kepada petani sesuai dengan kualitas gabah sebagaimana yang telah ditetapkan Pemerintah. dengan cakupan 33 provinsi di Indonesia yang meliputi lima subsektor yaitu Subsektor Tanaman Pangan. Harga Produsen Gabah dan Beras di Penggilingan :// Harga di Tingkat Petani adalah harga yang disepakati pada waktu terjadinya transaksi antara petani dengan pedagang pengumpul/tengkulak/pihak tp penggilingan yang ditemukan pada hari dilaksanakannya observasi dengan kualitas ht apa adanya. 120 SUPLEMEN: METODOLOGI produsen atas hasil produksi petani. Menko Bidang Perekonomian. Responden Survei Harga Perdesaan o. NTUP dapat lebih mencerminkan kemampuan produksi petani. Tanaman id Perkebunan Rakyat. baik itu kebutuhan untuk konsumsi sehari-hari maupun kebutuhan untuk proses produksi pertanian. dan Perikanan. sebelum dikenakan ongkos angkut pasca panen. dimana komponen Ib hanya terdiri dari BPPBM. w w 7. EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . NTP dihitung dengan menggunakan formula: Formula atau rumus yang digunakan dalam penghitungan It dan Ib adalah formula Indeks Laspeyres yang dimodifikasi (Modified Laspeyres Indices).0 persen. adalah petani produsen.g adalah pedagang di pasar perdesaan. Harga di Tingkat Penggilingan adalah harga di tingkat petani ditambah dengan besarnya biaya ke penggilingan terdekat. sedangkan responden Survei Harga Konsumen Perdesaan . Tanaman Hortikultura. dan Bulog. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga kebutuhan rumah tangga petani. Penetapan harga dilakukan secara kolektif antara Departemen Pertanian.0 persen dan hampa/kotoran maksimum 3.0 persen. w karena yang dibandingkan hanya produksi dengan biaya produksinya.

SUPLEMEN: METODOLOGI 121 Gabah Kualitas Rendah adalah gabah yang mengandung kadar air minimum dari 25. Hal ini berkaitan dengan sumber data yang digunakan untuk menyusun diagram timbang yaitu Tabel Input-Output 2010 Updating.1 - o. Harga yang digunakan untuk menghitung IHP bersumber dari Survei Harga Produsen dan data sekunder. dengan tahun dasar 2010=100. ps Responden survei harga produsen beras di penggilingan adalah unit penggilingan di tingkat kecamatan yang memiliki kapasitas giling cukup besar dan dianggap . . FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . Panen dengan sistem tebasan tidak termasuk dalam pencatatan ini.g Survei harga produsen beras di tingkat penggilingan dilakukan di 26 provinsi. Beras Kualitas Premium adalah kualitas beras dengan kadar patah (broken) maksimum 10 persen.0 persen. 25 persen. Responden adalah petani produsen yang melakukan transaksi penjualan gabah. Selain itu dapat juga digunakan untuk membantu penyusunan neraca ht ekonomi (PDB/PDRB). Mei dan Agustus) pencatatan harga dilakukan setiap minggu. Sesuai dengan Manual Producer Price Index (PPI).0 persen dan hampa/kotoran minimum 10. Pengguna data dapat memanfaatkan tp perkembangan harga produsen sebagai indikator dini harga grosir maupun harga eceran. Pemilihan responden dilakukan secara purposive. penghitungan IHP menggunakan basic price (harga dasar). tetapi saat panen raya (Maret s. margin perdagangan. Beras Kualitas Rendah adalah kualitas beras dengan kadar patah (broken) 20. dan sebagainya. Jumlah sampel survei tersebut sebanyak 478 penggilingan.b representatif.1- id 20 persen. Indeks Harga Produsen (IHP) w Indeks Harga Produsen (IHP) adalah angka indeks yang menggambarkan tingkat :// perubahan harga di tingkat produsen. dengan w periode survei dilakukan setiap bulan. Pengelompokan komoditas dalam IHP didasarkan pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dan Klasifikasi Baku Komoditi Indonesia (KBKI). Dari masing-masing kabupaten terpilih diambil tiga kecamatan tetap dan satu kecamatan tidak tetap. w 8. Pencatatan harga dilaksanakan setiap bulan. distribusi barang. Pengumpulan harga dilakukan setiap bulan di 34 Provinsi. Survei Monitoring Harga Gabah dilaksanakan di 25 propinsi di Indonesia yang meliputi 158 kabupaten terpilih (sampel). sedangkan pemilihan komoditas menggunakan kriteria cut off point. Beras Kualitas Medium adalah kualitas beras dengan kadar patah (broken) 10. IHP dihitung menggunakan formula Laspeyres yang dimodifikasi.d. A.

dan Sektor Industri. Angkutan Penumpang dan Penyediaan Akomodasi. Formula yang digunakan untuk menghitung IHPB adalah formula Modified Laspeyres. IHPB disajikan dalam 3 sektor yakni: Sektor Pertanian. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) IHPB adalah harga indeks yang menggambarkan besarnya perubahan harga pada tingkat harga perdagangan besar/grosir dari komoditas-komoditas yang id diperdagangkan di suatu negara/daerah. Penyajian data IHP meliputi IHP gabungan dari Sektor Pertanian. :// Penghitungan IHPB tahun dasar 2010=100 mencakup 317. Diagram timbang yang digunakan dalam penghitungan IHPB Konstruksi w diambil dari data Bill of Quantity (BoQ) kegiatan konstruksi. 9. 122 SUPLEMEN: METODOLOGI IHP (2010=100) yang disajikan BPS baru mencakup IHP output yaitu IHP pada tahap final demand (produk akhir). Pertambangan dan Penggalian dan Industri Pengolahan. Sektor Pertambangan dan Penggalian. Pengelolaan Air. dan telah direkomendasikan dalam Peraturan Menteri w Keuangan No.11/SE/M/2005 tanggal 16 Desember 2005. Penimbang (weight) yang digunakan dalam penghitungan IHPB adalah nilai barang yang dipasarkan oleh pedagang grosir untuk setiap komoditas terpilih yang diolah dari Tabel Input-Output 2010 Updating.105/PMK. sedangkan tp perdagangan internasional masing-masing mencakup 93 kelompok Harmonized ht System (HS) untuk IHPB ekspor maupun impor.06/2005 tanggal 9 November 2005.b No.8 Tahun 2003. B. Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Indeks Tendensi Bisnis (ITB) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh BPS EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . IHPB Konstruksi adalah salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk keperluan perencanaan pembangunan . cakupan IHP diperluas ke sektor jasa yang meliputi Sektor Pengadaan Listrik dan Gas. Makanan dan Minuman. Data harga yang digunakan dalam penghitungan IHPB dikumpulkan dari 34 provinsi di Indonesia setiap bulannya. Komoditas tersebut merupakan produksi dalam negeri ataupun yang diekspor dan komoditas yang berasal dari impor. dan baru sampai tingkat/level nasional dalam bentuk indeks gabungan. Selain IHP gabungan. indeks sektor dan indeks subsektor. serta didukung oleh w Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. o.g yang dapat menggambarkan ps perkembangan statistik harga bahan bangunan/kontruksi dapat digunakan sebagai dasar untuk penghitungan eskalasi nilai kontrak sesuai dengan Keppres . Data IHP tersebut disajikan BPS secara triwulanan.

Semua Indeks disajikan pada level 2-digit KBLI 2009 (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2009). 10. Metode penghitungan indeks produksi IMK triwulanan menggunakan “Metode Paasche yang dimodifikasi“. Indeks produksi industri besar dan sedang merupakan hasil pengolahan data hasil dari Sampel Survei Industri Besar dan ht Sedang (IBS) yang dilakukan secara bulanan.000 perusahaan.400 perusahaan besar dan sedang. Indeks produksi IBS dan IMK digunakan sebagai dasar penghitungan FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81 . tetapi sejak triwulan I-2011 pelaksanaan STK diperluas di seluruh provinsi. kecil. sedangkan perusahaan industri :// berskala mikro adalah perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 1 (satu) tp sampai dengan 4 (empat) orang. SUPLEMEN: METODOLOGI 123 bekerja sama dengan Bank Indonesia. dengan responden pimpinan perusahaan.g ps Industri yang dimaksudkan adalah industri manufaktur (manufacturing industry) dengan cakupan perusahaan industri berskala besar. Banyaknya perusahaan IBS yang ditetapkan sebagai sampel adalah 1. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan BPS melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). dengan sampling unit perusahaan industri berskala mikro dan kecil. ITB dan ITK dihitung dengan menggunakan indeks komposit dari beberapa variabel. Jumlah sampel STB sebanyak 2. w perusahaan industri berskala kecil adalah perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 5 (lima) sampai dengan 19 orang.b Perusahaan industri berskala besar adalah perusahaan yang mempunyai tenaga w kerja 100 orang atau lebih. mendatang. Indeks produksi industri mikro dan kecil merupakan hasil pengolahan data hasil dari Sampel Survei Industri Mikro dan Kecil (IMK) yang dilakukan secara triwulanan.703 perusahaan. dan mikro. BPS hanya melaksanakan STK di wilayah Jabodetabek. Industri . Jumlah sampel pada triwulan I-2012 sebanyak 14.232 rumah tangga. Banyaknya perusahaan IMK yang ditetapkan sebagai sampel adalah 24. sedang. Survei ini dilakukan setiap triwulan di beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. Tujuan penghitungan ITB dan ITK adalah memberikan informasi dini tentang perkembangan perekonomian baik dari sisi pengusaha maupun sisi id konsumen serta perkiraan kondisi bisnis dan kondisi konsumen triwulan o. perusahaan industri berskala sedang adalah w perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 20 sampai dengan 99 orang. dengan sampling unit perusahaan industri berskala besar dan sedang. . Sebelum triwulan I- 2011. Metode penghitungan indeks produksi bulanan menggunakan “Metode Divisia“.

didorong oleh satu atau beberapa keperluan tanpa bermaksud memperoleh penghasilan di tempat yang dikunjungi dan lamanya kunjungan tersebut tidak lebih dari satu tahun. karena terkendala kondisi geografis dan prasarana yang belum EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . Namun pada tahun 2015 pengitungan Jumlah kunjungan wisman dilengkapi dengan data lalu lintas WNA yang terdiri dari: id a. dan lain- . mengikuti pendidikan dan pelatihan. 11. Kunjungan WNA lainnya dan WNA berada di Indonesia kurang dari satu tahun - . di mana mereka tidak menginap di akomodasi yang tersedia di negara tersebut). tp Wisatawan mancanegara (wisman) ialah setiap orang yang mnegunjungi suatu ht negara di luar tempat tinggalnya. Pelancong (Excursionist) adalah setiap pengunjung seperti definisi di atas yang tinggal kurang dari 24 jam di tempat yang dikunjungi (termasuk cruise passenger yaitu setiap pengunjung yang tiba di suatu negara dengan kapal atau kereta api. c. Penjelasan teknis: Data administrasi wisatawan mancanegara (wisman) Indonesia masih underestimate. 124 SUPLEMEN: METODOLOGI tingkat pertumbuhan produksi IBS dan IMK. jumlah tamu yang datang :// (menginap) maupun jumlah tamu yang keluar dari hotel setiap harinya. jumlah kamar terpakai. dakwah/rohaniawan. Wisman yang masuk dirinci menurut WNI (berdasarkan jenis paspor) dan WNA (berdasarkan jenis visa). berobat. yang disajikan dalam BRS Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur triwulanan. konsultan. yang meliputi seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Indonesia.b lain) w Data Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel diperoleh dari hasil Survei Hotel yang w dilakukan setiap bulan terhadap seluruh hotel bintang serta sebagian (sampel) w hotel non bintang (hotel melati) di seluruh Indonesia. baik laut maupun udara. dan ps lain-lain) .g Tidak bekerja (wisata lanjut usia mancanegara. Untuk data karakteristik wisman yang lebih detil diperoleh dari hasil pengolahan kartu kedatangan dan keberangkatan (arrival/departure card). Bekerja paruh waktu (bidang konstruksi. mengadakan penelitian. Pariwisata Data pariwisata mancanegara (wisman) diperoleh setiap bulan dari laporan Ditjen Imigrasi. Kunjungan minimal WNA melalui pos lintas batas (PLB) darat o. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah kamar tersedia. termasuk di dalamnya Crew WNA. instruktur. Wisman reguler b.

SUPLEMEN: METODOLOGI 125

memadai untuk memantau seluruh pergerakan manusia di perbatasan darat dan
laut Indonesia. Teknologi informasi, khususnya komunikasi seluler, mempunyai
peluang besar untuk mengatasi hambatan tersebut. Seluruh pergerakan manusia
yang mempunyai telepon seluler di perbatasan dapat diidentifikasi aktivitasnya
dan asal negaranya. Sebuah nomor seluler asing yang masuk (roaming), bergerak
di wilayah Indonesia dan di hari-hari berikutnya keluar dari wilayah Indonesia
menunjukkan kunjungan wisman. Jumlah seluruh wisman yang melintas dikurangi
pelintas batas yang tercatat di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) merupakan
aktivitas wisman yang underestimate. Mulai Oktober 2016, permasalahan ini
dapat diatasi melalui pemanfaatan roaming komunikasi seluler tersebut. Cara ini
belum mencakup orang asing: (1) roaming non telkomsel (2) yang masuk
Indonesia tanpa menggunakan telepon seluler dan tidak tercatat di TPI

id
TPK Hotel adalah persentase banyaknya malam kamar yang dihuni terhadap

o.
banyaknya malam kamar yang tersedia.

.g
Rata-rata lamanya tamu menginap adalah hasil bagi antara banyaknya malam
tempat tidur yang terpakai dengan banyaknya tamu yang mneginap di hotel dan
ps
akomodasi lainnya.
.b

12. Transportasi Nasional
w

Data transportasi diperoleh setiap bulan dari PT (Persero) Angkasa Pura I dan II,
w

Kantor Bandara yang dikelola Ditjen Perhubungan Udara, PT (Persero) KAI (Kantor
w

Pusat dan Divisi Jabodetabek), PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I s,d, IV, dan
://

Kantor Pelabuhan yang dikelola Ditjen Perhubungan Laut, Data yang disajikan
mencakup jumlah penumpang berangkat dan jumlah barang dimuat dalam negeri,
tp

Khusus untuk transportasi udara disajikan jumlah penumpang berangkat baik
ht

domestik maupun internasional.

13. Nilai Tukar Eceran Rupiah

Nilai tukar mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain bervariasi. Nilai
tukar mata uang untuk transaksi besar yang meliputi aktivitas ekspor, impor,
swap, derivative, dan lain-lain, dipantau dan dilaporkan secara periodik oleh Bank
Indonesia. Di sisi lain, transaksi eceran penukaran mata uang melalui money
changer (tempat penukaran mata uang) yang tersebar di seluruh Indonesia
menggambarkan tingkat retail spot rate suatu mata uang.
BPS melaporkan informasi nilai tukar eceran rupiah secara periodik. Statistik yang
dihasilkan dapat digunakan untuk melihat pengaruh nilai tukar transaksi besar
terhadap nilai tukar transaksi eceran, perkembangan nilai tukar rupiah transaksi

FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81

126 SUPLEMEN: METODOLOGI

eceran, melengkapi informasi real-time yang beredar di internet, dan sebagainya.
Mata uang asing yang dimonitor mencakup empat jenis, yaitu dolar Amerika
(USD), dolar Australia (AUD), yen Jepang (JPY), dan euro (EUR) dengan alasan
merupakan mata uang yang hampir selalu diperdagangkan di 34 provinsi di
Indonesia, sehingga dapat dimonitor transaksinya.

14. Kemiskinan

a. Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan
memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini,
kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk
memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari
sisi pengeluaran. Dengan pendekatan ini, dapat dihitung Headcount Index,

id
yaitu persentase penduduk miskin terhadap total penduduk.

o.
b. Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK), yang
terdiri dari dua komponen, yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis
.g
Kemiskinan Bukan-Makanan (GKBM). Penghitungan Garis Kemiskinan
ps
dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan. Penduduk
miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per
.b

bulan di bawah Garis Kemiskinan.
w

c. Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan
w

minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kkalori per kapita per hari.
w

Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi
(padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-
://

kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak, dll).
tp

d. Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM) adalah kebutuhan minimum untuk
ht

perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. Paket komoditi kebutuhan
dasar non-makanan diwakili oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis
komoditi di perdesaan.
e. Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung tingkat kemiskinan
September 2016 adalah data SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional) bulan
September 2016. Sebagai informasi tambahan, digunakan juga hasil survei
SPKKD (Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar), yang dipakai untuk
memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok
bukan makanan.

EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017

SUPLEMEN: METODOLOGI 127

15. Perdagangan Komoditas Strategis 2016

Survei Pola Distribusi Perdagangan Beberapa Komoditas 2016 dilaksanakan di
seluruh provinsi, mencakup 166 kabupaten/kota terdiri dari 34 ibukota
provinsi dan 132 kabupaten/kota. Unit penelitian dalam survei ini adalah
perusahaan perdagangan menengah, besar, dan kecil baik sebagai distributor,
subdistributor, agen, subagen, pedagang grosir, eksportir, importir, maupun
pengecer. Komoditas yang dicakup dalam survei ini adalah sebanyak 4
komoditas, yaitu: beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam ras.
Produsen komoditas beras didekati melalui industri penggilingan padi,
komoditas minyak goreng dan gula pasir didekati melalui industri skala besar

id
dan sedang serta komoditas telur ayam ras didekati melalui perusahaan

o.
pembudidayaan ayam petelur. Kerangka sampel yang dibentuk ada dua, yaitu

.g
kerangka sampel pedagang dan kerangka sampel produsen. Banyaknya
sampel perusahaan/usaha/pengusaha perdagangan menengah dan besar
ps
serta produsen secara keseluruhan sebanyak 3.500 perusahaan. Metode
.b

pemilihan sampel dilakukan dengan memperhatikan komoditas utama yang
w

diperdagangkan berdasarkan 4 komoditas terpilih. Untuk perusahaan yang
w

bersumber dari SE06-UMB, seluruhnya diambil sebagai perusahaan sampel,
w

sedangkan sisanya dipilih secara sistematik pada setiap komoditas. Jika jumlah
://

perusahaan/usaha dalam kerangka sampel tidak mencukupi, maka seluruh
tp

perusahaan/usaha akan dicacah. Sedangkan sampel industri pengolahan
dipilih dari kerangka sampel industri pengolahan secara systematic sampling.
ht

1. Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) merupakan
suatu ukuran standar yang dapat menggambarkan tingkat pembangunan
teknologi informasi dan komunikasi suatu wilayah.
2. IP-TIK disusun oleh 11 indikator yang dikombinasikan menjadi suatu ukuran
standar pembangunan TIK suatu wilayah sebagai berikut:

16. Indeks Pembangunan Teknologi Informasi Dan Komunikasi (IP-TIK)

A. Subindeks Akses dan Infrastruktur
1. Pelanggan telepon tetap per 100 penduduk/Fixed-telephone subscription
per 100 inhabitants

FEBRUARI 2017 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 81

semakin rendah nilai indeks menunjukkan pembangunan TIK di ht suatu wilayah relatif masih lambat.g ps 1. Bandwidth internet internasional per pengguna/International internet bandwidth (bit/s) per internet user 4. Pelanggan internet broadband tetap kabel per 100 penduduk/Fixed id (wired)-broadband subscriptions per 100 inhabitants 3. Pelanggan telepon seluler per 100 penduduk/Mobile-cellular telephone subscription per 100 inhabitants 3. 2. dan data sekunder dari Kementerian Kominfo. Data yang digunakan untuk penghitungan IP-TIK tahun 2012−2015 bersumber dari Survei BPS. Subindeks Penggunaan 1. Angka partisipasi kasar tersier (pendidikan tinggi D1-S1)/Tertiary gross enrollment ratio w Penyajian IP-TIK level provinsi menjadi tantangan tersendiri mengingat w ketersediaan data TIK yang masih terbatas di level provinsi. Indeks dinilai dalam skala 0-10. :// 1. Pelanggan internet broadband tanpa kabel per 100 penduduk/Wireless- o. Subindeks Keahlian . yaitu SUSENAS. demikian pula tp sebaliknya. Angka partisipasi kasar sekunder (SMP sederajat dan SMA . EDISI 81 DATA SOSIAL EKONOMI FEBRUARI 2017 . broadband subscription per 100 inhabitants C.b sederajat)/Secondary gross enrolment ratio w 3.128 SUPLEMEN: METODOLOGI 2. Persentase rumah tangga yang memiliki akses internet/Percentage of households with internet access B. Angka melek huruf /Adult literacy rate 2. Persentase penduduk yang mengakses internet/Percentage of individuals using the internet 2. dimana semakin tinggi nilai indeks menunjukkan pembangunan TIK suatu wilayah semakin pesat. Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) berguna untuk membandingkan pembangunan TIK antarwaktu dan antarwilayah. 3. IP- TIK dapat menunjukkan kesenjangan digital serta potensi pembangunan dan pengembangan TIK. Persentase rumah tangga yang menguasai komputer/Percentage of households with a computer 5.

g o.ht tp :// w w w . id .b ps .