You are on page 1of 14

APA PENYEBAB CACAR AIR?

Cacar air atau varisela yang sering disebut chicken pox adalah penyakit akut
dan menular ditandai dengan vesikel (benjolan berisi air) pada kulit maupun
selaput lendir. Disebut varisela karena disebabkan oleh virus varicella atau
virus varicella zooster (virus V-Z) yang juga dapat menyebabkan Herpes
Zooster. Virus varicella sendiri dapat ditemukan dalam cairan vesikel
maupun darah penderita.

Seperti penyakit akibat sesama virus, misalnya influensa, cacar air juga akan
sembuh sendiri bilamana tak ada komplikasi. Yang perlu diperhatikan
hanyalah efek samping dari penyakit ini, di antaranya rasa gatal, panas, dan
keluhan lain yang cukup mengganggu. Bila gatal lalu digaruk sampai luka
tentu saja akan meninggalkan jaringan parut. Bisa juga timbul infeksi, baik
lokal maupun sistemik jika luka garukan tadi terkena kuman penyakit.

Perlu dicatat bahwa ada musim-musim tertentu yang potensial


menyebabkan terjadinya wabah cacar air. Biasanya pergantian dari musim
kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Pada pergantian musim seperti ini
kelembapan udara relatif lebih tinggi dan kondisi ini memungkinkan virus
berkembang biak dengan subur. Sementara itu, di musim pancaroba anak
biasanya lebih sering bermain dalam ruangan yang memudahkan terjadinya
penularan.

BAGAIMANA PENULARANNYA?

Walaupun bukan termasuk penyakit berbahaya dan pada umumnya bisa


sembuh sendiri dalam waktu beberapa hari, cacar air termasuk penyakit
yang sangat menular. Penyakit ini termasuk jenis airborne disease yang bisa
menular melalui percikan udara dari sekresi lendir, batuk maupun bersin.

Pada dasarnya virus ini menyerang ketika daya tahan tubuh seseorang
sedang menurun. Dengan kata lain, walau tanpa diobati, bila daya tahan
tubuhnya bagus dan sanggup melawan serangan virus, anak bisa sembuh
dengan sendirinya. Namun disarankan agar penderita tetap dibawa ke
dokter. Pertimbangannya, dengan diberi obat, cacar air tidak akan meluas
sampai ke
seluruh tubuh. Soalnya, bisa dibayangkan bila cacar sampai mengenai
daerah sekitar mulut, tentu akan mengganggu sekali. Anak akan sulit makan
yang berakibat pada kian melemahnya daya tahan tubuhnya sekaligus
mempermudah berjangkitnya penyakit lain. Padahal makin kompleks
penyakit yang masuk ke tubuh, tentu penanganannya akan kian sulit dan
akibatnya pun pasti lebih berat.

KAPAN MASA INKUBASINYA?

1
Masa inkubasi varisela umumnya terjadi 11-12 hari setelah penularan. Harap
diwaspadai, ketika di kulit mulai muncul bintik dengan cairan yang masih
jernih, sebetulnya itulah masa yang paling menular. Sebaliknya, kalua bintik-
bintik itu sudah berubah warnanya menjadi hitam, barulah boleh dibilang
tidak menular lagi.

APA SAJA GEJALANYA?

Gejala yang timbul dibagi dalam dua tahap, yakni:

1. Tahap awal (fase prodromal), yakni 24 jam sebelum timbul gejala kelainan
pada kulit. Ditandai dengan gejala demam, perasaan lemah, malas, tidak
nafsu makan, dan kadang disertai bintik kemerahan seperti biang
keringat.Pada tahap ini orangtua sering terkecoh dan mengabaikannya
karena menganggap hanya sebagai flu biasa. Padahal tanda-tanda itu
merupakan gejala awal cacar air.

2. Tahap selanjutnya (fase erups ) dimulai dengan timbulnya bintik merah


kecil yang berubah menjadi benjolan berisi cairan jernih dan mempunyai
dasar kemerahan. Cairan vesikel setelah beberapa hari berubah menjadi
keruh dan keropeng dalam waktu 24 jam. Bila sudah muncul bintik-bintik
seperti ini sebaiknya orangtua segera membawa anak ke dokter. Dalam 3-4
hari vesikel ini menyebar ke seluruh tubuh, mula-mula dari dada lalu ke
muka, bahu dan anggota gerak. Pada tahap ini biasanya dibarengi dengan
rasa gatal yang amat sangat di sekujur tubuh.

APA SAJA PENYAKIT KOMPLIKASINYA?

Kendati dapat sembuh dengan sendirinya, namun yang sering kali


dikhawatirkan adalah komplikasi yang sangat jarang namun bisa menyertai,
di antaranya:

* Radang paru-paru yang biasanya disebabkan oleh infeksi sekunder, tapi


dapat disembuhkan.
* Radang otak. Bisa disembuhkan namun dapat meninggalkan gejala sisa
seperti
kejang, retardasi mental dan gangguan tingkah laku.
* Gangguan bola mata.
* Kelumpuhan saraf muka.

SIAPA SAJA YANG RENTAN?

Anak-anak di bawah usia 1 tahun ternyata paling rentan tertular penyakit ini
walaupun cacar air paling banyak menyerang anak usia 4-14 tahun. Kendati
cacar air merupakan penyakit yang sangat umum, hendaknya jangan

2
menunda-nunda waktu untuk segera memeriksakan penderita ke dokter. Ini
akan membantu penderita terhindar dari komplikasi yang lebih parah
sekaligus meminimalkan penderitaannya.

Pada prinsipnya, sekali seseorang terkena cacar air, maka seumur hidup ia
tidak akan terkena penyakit ini lagi. Toh nyatanya belakangan ini makin
marak penderita yang terpapar cacar air secara berulang atau tertular lagi
setelah sekian tahun pernah menderita penyakit ini. Kejadian seperti ini
mungkin saja terjadi pada beberapa anak yang memang daya tahan
tubuhnya
rendah. Namun untungnya kasus ini angka kejadiannya kecil sekali.

APA BENAR ADA YANG KEBAL?

Apa benar ada orang "kebal" yang tidak pernah terkena cacar air seumur
hidupnya? Sebenarnya, mereka yang belum pernah menderita cacar air
dapat saja suatu saat terjangkit. Kemungkinan lain, bisa saja yang
bersangkutan sudah pernah terkena cacar air tapi tidak menimbulkan sakit
karena memang tidak semua cacar air berakibat sakit. Atau bisa juga begitu
tertular, tubuhnya langsung membentuk kekebalan secara alami, sehingga
yang bersangkutan hanya merasakannya seperti demam biasa, tanpa
munculmbintik-bintik cacar.

TIDAK BISAKAH DICEGAH DENGAN IMUNISASI?

Seperti halnya penyakit yang disebabkan virus, sebetulnya ada vaksin yang
mampu menangkalnya. Efektivitasnya bahkan menembus angka 97%.
Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, dari 100 anak yang
divaksinasi, hanya 3 orang yang terkena cacar air. Itu pun angka
kesakitannya tergolong ringan. Terlebih bila sebelum usia 13 tahun anak
sudah mendapat vaksin cacar air,maka ia dinyatakan tidak akan terkena
cacar air seumur hidupnya.

Di negara Barat, di mana kasus cacar air jarang, anak yang terkena cacar air
bisa sakit berat, karenanya dianjurkan agar di atas usia 1 tahun anak diberi
vaksin cacar air.

APA PERLU VAKSIN?

untuk vaksin cacar air, perlu. Vaksin cacar air diberikan pada usia 12 bulan
atau lebih secara subkutan. Dosis untuk usia 12 bulan sampai 12 tahun
adalah 0,5 ml. Untuk usia di atas 12 tahun diberi 0,5 ml, setelah 4-8 minggu
diulangi dengan dosis yang sama.

3
Adapun rekomendasi vaksin cacar air menurut Department of Human
Services Victoria adalah sebagai berikut ini:

Dianjurkan agar satu dosis vaksin cacar air diberikan kepada: anak yang
berusia 18 bulan kecuali jika pernah menderita infeksi cacar air. Anak di
Kelas 7 sekolah menengah, kecuali jika pernah menerima dosis vaksinasi
atau menderita infeksi.

Rekomendasi Vaksin untuk Remaja dan Dewasa: Vaksin ini juga dianjurkan
bagi anak remaja (14 tahun ke atas) dan orang dewasa yang belum
divaksinasi cacar air atau belum menderita penyakit ini. Orang dalam
golongan usia ini yang belum pernah menderita cacar air harus menjalani tes
darah untuk memeriksa kekebalan. Banyak orang dewasa yang tidak pernah
menderita cacar air sebenarnya kebal.

Vaksin cacar air dianjurkan khususnya bagi orang yang tidak kebal dan
melakukan pekerjaan berisiko tinggi, misalnya: petugas kesehatan, guru dan
karyawan di pusat penitipan anak, wanita yang tidak kebal sebelum hamil,
orang tua yang tidak kebal dan mempunyai anak kecil, mereka yang kontak
di rumah yang tidak kebal bagi orang yang mengalami imunosupresi (daya
tahan tubuh menurun).

Orang yang berusia 14 tahun ke atas memerlukan 2 dosis vaksin cacar air,
dengan selang waktu 1 sampai 2 bulan.

Sedangkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan vaksin cacar


air diberikan pada anak di usia 1,5 tahun dan diulang lagi pada usia 10 tahun
karena di Indonesia jarang terjadi komplikasi berat.

BAGAIMANA DOSIS PEMBERIANNYA?

Imunisasi terhadap cacar air dilakukan dengan memberikan vaksin cacar air
yang berisi virus hidup yang sudah diolah dan kurang berbahaya, serta
sedikit antibiotik, neomisin. Adapun rekomendasinya adalah sebagai berikut:

* Pemberian 1 dosis dianjurkan kepada:


- Anak yang berusia 18 bulan ke atas kecuali jika pernah menderita infeksi
cacar air.
- Anak usia SD kecuali jika pernah menerima dosis vaksinasi atau menderita
infeksi.

* Pemberian 2 dosis dianjurkan kepada:


- Remaja berusia 14 tahun ke atas dan orang dewasa yang belum divaksinasi
cacar air atau belum pernah menderita penyakit ini. Individu dalam golongan

4
usia ini yang belum pernah menderita cacar air harus menjalani tes darah
untuk memeriksa kekebalan. Banyak orang dewasa yang tidak pernah
menderita cacar air sebenarnya kebal. Vaksin cacar air dianjurkan khususnya
bagi orang yang tidak kebal dan melakukan pekerjaan berisiko tinggi,
semisal petugas kesehatan atau wanita yang tidak kebal sebelum hamil.

AMANKAH VAKSIN VARISELA?


Varisela adalah vaksin yang sangat aman, walaupun pada beberapa anak
ada kemungkinan timbul bengkak dan ruam merah pada lokasi suntikan. Ini
tidak berbahaya dan timbulnya pun berkisar antara 1 hingga 3 minggu
setelah imunisasi. Kendati demikian, anda sebaiknya tidak memberikan
vaksin ini kepada anak anda jika dia ternyata alergi terhadap gelatin atau
neomisin. Begitupun dengan anak yang sudah terinfeksi HIV harus
diperiksakan ke dokter untuk memastikan apakah memungkinkan untuk
diberikan vaksin ini.
Khusus untuk bayi, vaksin Varisela sudah boleh diberikan saat ia berusia 1
tahun. Harga yang harus dibayar untuk mendapatkan vaksin inipun
bervariasi, antara tiga ratus hingga empat ratus ribuan. Mahal memang,
namun rasanya cukup sebanding dengan perlindungan yang diberikan untuk
anak anda.
Ringan dan Cepat
Bayi sudah diimunisasi varisela masih terinfeksi cacar air menjadi kondisi
yang amat sangat menjengkelkan bagi sebagian ibu diluar sana, dan
barangkali anda juga merasakan hal yang sama. Sudah menghabiskan
banyak uang untuk si kecil tapi ternyata masih saja terserang cacar air.
Bagaimana ini? Apakah vaksin yang diberikan memang hanya akan
melindungi tubuh untuk beberapa bulan atau tahun saja?
Jangan panik, sebab apa yang terjadi sebenarnya tidak seburuk atau separah
yang anda pikirkan. Pemberian vaksin memang bertujuan untuk mencegah
penyakit cacar air, namun untuk beberapa kasus memang kemungkinan
terserang penyakit ini tetap ada. Yang harus anda catat adalah tingkat
keparahan penyakit setelah seorang anak diimunisasi. Setelah mendapat
vaksin, bayi memang bisa saja terkena cacar air tapi akan segera sembuh
setelah diberikan obat dan salep.
Seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa tingkat keefektifan vaksin
Varisela dalam rangka mencegah cacar air adalah sebesar 90 persen. Jadi,
wajar jika kemudian ada kemungkinan akan terkena penyakit ini, terutama
seorang bayi yang daya tahan tubuhnya masih sangat-sangat lemah dan
rentan terhadap berbagai penyakit.
Tentu saja, imunisasi untuk mencegah cacar air saja tidak cukup mengingat
ada banyak penyakit yang bisa menyerang buah hati anda tercinta. Oleh
karena itu, anda bisa juga memberikan vaksin lain untuk mencegah
beberapa penyakit lain yang tidak kalah bahayanya, seperti hepatitis, polio,
dan lain-lain. Tingkat keberhasilan vaksin tidak bisa disamaratakan pada
semua orang, seperti halnya fakta tentang bayi sudah diimunisasi varisela
masih terinfeksi cacar air.

5
BILA ANAK TIMBUL BEBERAPA GELEMBUNG CACAR AIR, DAPATKAN
VAKSINASI CACAR AIR UNTUK MENCEGAH BERTAMBAH BANYAKNYA
GELEMBUNG CACAR AIR?

Tidak bisa, sudah terlambat. Bila sudah timbul gelembung cacar air, berarti
anak tersebut sudah tertular 3 - 7 hari yang lalu, virus cacar air sudah
berkembang biak dan menyebar keseluruh tubuh anak, sehingga vaksinasi
cacar air tidak dapat menghentikan proses tersebut.

BILA DI DALAM RUMAH ATAU SEKOLAH ADA PENDERITA CACAR AIR,


APAKAH ANAK LAIN HARUS SEGERA DIVAKSIN UNTUK MENCEGAH
PENULARAN?

Apabila belum lewat 48 jam anak sehat kontak dengan pasien cacar air
kemungkinan besar anak sehat tersebut dapat dicegah dengan vaksinasi
cacar air agar tidak tertular. Tetapi bila lebih dari 48 jam, kemungkinan anak
sudah tertular virus cacar air tersebut, kemudian sudah mulai berkembang
biak di dalam tubuh anak tersebut, sehingga vaksinasi tidak mampu
mencegah kelanjutan penyakit tersebut.

ANAK YANG PERNAH SAKIT CACAR AIR APAKAH PERLU DIVAKSINASI


CACAR AIR?

Tidak perlu. Umumnya anak yang telah sakit cacar air akan mempunyai
kekebalan sampai dewasa, sehingga tidak perlu divaksin cacar air lagi.

APA BENAR LEBIH AMAN BILA KENA SELAGI KECIL?


Tak jarang muncul pertanyaan bagaimana kalau sampai usia dewasa belum
terkena penyakit cacar air? Apa perlu sengaja ditulari? Memang sebaiknya
penyakit ini dialami pada masa kanak-kanak daripada saat dewasa. Inilah
mengapa orangtua sering kali membiarkan anaknya terkena cacar air lebih
dini. Mengapa? Para pakar kedokteran mengatakan, gejala yang dialami
orang dewasa lebih parah dibanding pada masa kanak-kanak. Demam yang
dialami lebih parah dan berlangsung lebih lama. Begitu pula keluhan sakit
kepala. Sedangkan bekas luka bintil-bintil berisi cairan cacar yang
ditinggalkan lebih dalam.

Komplikasinya pun jauh lebih parah bila cacar air diderita saat dewasa.
Soalnya, komplikasi pada anak-anak umumnya hanya berupa infeksi kulit.
Sedangkan pada orang dewasa kemungkinan terjadi radang paru-paru atau
pneumonia mencapai 10-25 kali lebih tinggi dibanding pada penderita anak.

6
Komplikasi yang jarang namun bisa terjadi antara lain radang otak, radang
sumsum tulang, kegagalan hati, hepatitis serta sindrom Reye yaitu kelainan
pada otak sekaligus hati.

APA SAJA YANG HARUS DILAKUKAN ORANGTUA?

* Segera bawa anak ke dokter karena pengobatan yang cepat dapat


mencegah meluasnya cacar air.

* Selama 5 hari setelah ruam mulai muncul hingga akhirnya semua lepuh
berkeropeng, orangtua tetap mewajibkan anak untuk mandi seperti biasa.
Bila tidak, kuman yang berada pada kulit dapat menginfeksi kulit yang
sedang terkena cacar air.

* Untuk menghindari timbulnya bekas luka yang sulit hilang sebaiknya


hindari memecahkan lenting cacar air dengan menggaruk-garuknya. Bila
perlu gunting kuku anak supaya tidak menimbulkan luka yang dalam saat
menggaruk.

* Saat mengeringkan tubuh seusai mandi sebaiknya tidak menggosok-


gosoknya terlalu keras menggunakan handuk.

* Untuk mengurangi keluhan gatal, sebaiknya berikan bedak talek. Ini bias
mengurangi gesekan yang terjadi pada kulit sehingga kulit tidak banyak
teriritasi.

* Untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya, sebaiknya konsumsi makanan


yang banyak mengandung vitamin dan mineral. Misalnya sayur-sayuran hijau
dan buah-buahan manis.

KAPAN VIRUS CACAR AIR SUDAH TIDAK MENULAR LAGI?

Penderita akan sembuh dengan sendirinya dalam kurun sekitar 1 minggu


asalkan daya tahan tubuhnya baik. Karena virus bersifat self limiting.
Beberapa hari setelah virus masuk, orang yang tertular akan mulai
merasakan sejumlah gejala prodromal / gejala penyerta infeksi (terdiri atas
sakit kepala, mual, lemas, tak enak badan, nyeri otot/tulang/sendi, demam).
Ini akan diikuti dengan munculnya bintik-bintik merah, yang cepat berubah
menjadi lentingan kecil yang mudah pecah. Gambaran bintik merah ini
cukup khas, sehingga biasanya cukup mudah dikenali. Kira-kira 1-2 hari
sebelum bintik-bintik merah muncul sampai 1 minggu setelahnya, atau
sampai seluruh lentingan telah pecah dan kering, virus mudah menular. Jadi,
apabila tidak lagi muncul bintik baru, dan semua bintik sudah kering,
kemungkinan besar Anda sudah tidak lagi menularkan virus cacar.

7
Konsultasikan ke Dokter jika masih terdapat gejala sisa yang mengganggu.
Tips berikut mungkin membantu:
Hindari menggaruk bintik/memecahkan sendiri lentingan; ini berisiko
menyebabkan infeksi, yang dapat meninggalkan bekas permanen
Mandi diperbolehkan, asalkan saat menyekanya dilakukan dengan hati-
hati agar lentingan tidak pecah; jika pecah, lapisan kulit di bawahnya akan
terpapar dengan lingkungan luar dan berisiko terinfeksi
Tutup mulut dan hidung dengan sapu tangan/tisu saat batuk/bersin;
cara ini juga cukup efektif untuk mengurangi risiko penularan
Biasakan cuci tangan pakai sabun untuk mengurangi risiko penularan

APA ADA OBAT CACAR AIR?

Pada umumnya cacar bisa sembuh dalam waktu 2 minggu tanpa


penanganan khusus. Jika Anda mengalami cacar, Anda bisa memeriksakan
diri ke dokter secara langsung agar dapat diperiksa dan diberikan
penanganan. Penanganan cacar dewasa pada umumnya sama dengan cacar
pada anak. Hanya saja ada perbedaan pada dosis obat yang diberikan.
Beberapa penanganan bisa diberikan dokter yaitu dengan antivirus minum
(antivirus hanya efektif bila diberikan sebelum 24 jam setelah ruam / bintil
muncul), penurun demam, antihistamin, pereda nyeri, salep antivirus
(misalnya salep acyclovir, meskipun salep antivirus tidak terlalu berpengaruh
banyak), bedak gatal, dll. Sebenarnya tanpa obat-obatan pun, cacar akan
bisa membaik. Tak ada terapi spesifik untuk cacar air. Bila demam, dapat
diberikan obat penurun panas. Untuk mengurangi rasa gatal dapat
diberikan bedak yang ditambah dengan zat antigatal (mengandung
mentol, kamfora). Selain mengurangi rasa gatal, bedak ini berguna
mencegah pecahnya lepuhan lebih dini. Jika timbul infeksi sekunder dapat
diberikan antibiotika.

APA BEKAS CACAR TIDAK BISA HILANG?

Ruam dapat mengenai kulit dan mukosa, yaitu bisa di badan, muka, dan
bagian tubuh yang lain. Bila lepuhan digaruk, akan pecah dan terbuka,
dan mudah kemasukan bakteri. Jika badan mudah berkeringat atau mandi
dengan air tidak bersih maka akan menyebabkan infeksi kulit dibekas
lepuhan. Jika infeksi ini terjadi, berarti penyakit virus cacar air akan
ditambah dengan penyakit bakteri kulit. Penyembuhannya pun tidak lagi
primer dan biasanya akan mengakibatkan terbentuknya jaringan ikat
(scar) yang akan meninggalkan bekas.

Proses penyembuhan kulit yang tidak sempurna memang kerapkali


menimbulkan bekas yang dapat sangat mengganggu penampilan, terutama
bagi wanita. Bekas cacar, bekas jerawat, maupun bekas luka yang telah
menahun dan sudah membentuk cekungan pada kulit memang umumnya

8
tidak dapat ditangani dengan cara biasa seperti pemberian krim ataupun
obat. Untuk mengatasi cekungan kulit yang terbentuk akibat bekas cacar
diperlukan tindakan khusus seperti:

Dermabrasi (prosedur mengangkat lapisan paling atas dari kulit


menggunakan sikat kawat khusus atau laser)
Chemical peeling (pengolesan cairan kimia khusus untuk
mengelupaskan kulit wajah sehingga permukaan kulit menjadi lebih rata)
Mesotherapy (penggunaan alat khusus/mesogun untuk merangsang
pembentukan kolagen kulit sehingga permukaan kulit diharapkan kembali
naik)
Injeksi filler (suntikan filler untuk mengisi cekungan kulit)
Perawatan laser fractional (penembakan sinar laser untuk merangsang
pembentukan kolagen kulit)
Subcision (teknik mengangkat jaringan bawah kulit)
dan sebagainya
Bila keluhan yang dialami sudah dirasakan mengganggu ada baiknya Anda
berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit agar mendapatkan penanganan
lebih lanjut. Dokter akan memeriksa kondisi kulit Anda dan menentukan
penanganan yang tepat bagi permasalahan yang dialami sesuai dengan
kebutuhan kulit.

APA BOLEH MANDI?

Dianjurkan mandi dengan air hangat ditambah dengan obat antiseptik


dapat membantu membunuh infeksi kulit dan membantu penyembuhan
kulit lebih cepat.

Penularan cacar air sudah dimulai sebelum timbulnya kelainan kulit, yaitu
pada masa inkubasi (24 jam sebelum erupsi). Ketika mendekati masa
sembuh pun, masih berisiko untuk menular. Menurut penelitian, sekitar 12
hari setelah sembuh, penderita baru "aman". Namun, agar lebih aman,
sebaiknya tiga minggu setelah sembuh, penderita jangan melakukan
kontak dengan orang lain.

Komplikasi penyakit ini pada anak-anak umumnya jarang timbul. Namun,


pada orang dewasa dapat menimbulkan terjadinya radang otak
(ensefalitis), paru-paru (pneumonia), ginjal (glomerulonefritis), jantung
(karditis), hati (hepatitis), bahkan kematian, jika daya tahan tubuh
penderita sangat buruk.

APAKAH BAYI DAPAT TERTULAR CACAR AIR MELALUI ASI?

9
Hingga saat ini belum ada ada bukti cacar air ditularkan melalui ASI. Sebab,
penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella zoster ini, menular melalui
kontak dengan percikan ludah atau cairan yang ke luar dari gelembung-
gelembung berair yang pecah. Ibu menyusui bisa menularkan penyakit ini
kepada bayi melalui percikan air ludah dan kontak langsung cairan dari
gelembung-gelembung yang pecah dengan kulit bayi. Anda tetap bisa
menyusuinya dengan mengenakan masker dan menutup gelembung-
gelembung pada permukaan kulit yang pecah agar tidak menular ke bayi
Anda.

APA VARICELLA YANG DIDERITA IBU HAMIL BERDAMPAK NEGATIF TERHADAP


JANIN?

Memang infeksi varicella/cacar air pada kehamilan dapat berpengaruh pada


kondisi janin. Pengaruhnya tergantung dari usia kehamilannya. Bila ibu hamil
terinfeksi cacar air pada saat usia kehamilannya kurang dari 20 minggu
(sekitar 5 bulan), resiko terjadinya cacat bawaan pada janin menurut
literatur sekitar 1 - 2 %. Cacat bawaan yang dapat terjadi berupa luka parut
pada kulit, kelainan pada mata (microphthalmia, chorioretinitis, cataracts),
lengan dan tungkai yang tidak berkembang, kelainan sistem saraf
(microcephaly, cortical atrophy, mental retardation and
dysfunction of bowel and bladder sphincters). Kelainan-kelainan ini disebut
sebagai fetal varicella syndrome. Dampak lain yaitu bisa terjadi
pertumbuhan janin yg terhambat dan persalinan prematur.
Yang dilakukan bila seorang ibu hamil terinfeksi varicella pada kehamilan <
20 minggu adalah:
- Isolasi ibu dari org lain yg mungkin rentan thd varicella (ibu hamil lain,
anak-anak, bayi yg belum kebal)
- Obati gejala
- Observasi tanda-tanda komplikasi pada ibu, salah satunya adalah radang
paru-paru
- Asiklovir dapat diberikan untuk mengurangi gejala pada ibu, tapi hanya
efektif bila diberikan dalam 24 jam setelah gejala timbul.
- Pemeriksaan USG yg detail pada usia kehamilan 16 - 20 minggu, atau
sekitar 5 minggu setelah terinfeksi, untuk melihat adakah kelainan
- Setelah bayi lahir, mata bayi diperiksa apakah ada kelainan
Sayangnya sampai sekarang belum ada obat atau tindakan khusus yang
dapat mengurangi resiko terjadinya fetal varicella syndrome pada ibu yang
sudah terinfeksi dan menunjukkan gejala cacar air. Tapi jangan berkecil hati,
seperti telah saya tulis di atas resiko terjadinya kelainan sekitar 1 - 2 %, atau
dengan kata lain peluang untuk TIDAK terjadi kelainan bawaan sangat besar.
Sebaiknya anda konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan konsultan feto
maternal (SpOG-KFM) untuk penanganan selanjutnya.
Pada ibu hamil yang tertular cacar, terutama di empat bulan pertama

10
kehamilan, penyakit cacar dapat membuat janin berisiko terkena kelairan
bawaan yang disebut sindroma varisela. Kondisi ini ditandai oleh adanya
kelainan bawaan, bisa berupa:

- luka-luka parut di kulit,


- cacat pada anggota badan,
- ukuran kepala kecil,
- gangguan pendengaran atau penglihatan,
- perkembangan mental atau motorik tidak normal.

Ibu hamil yang terkena cacar dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan


ultrasound secara rinci setidaknya pada usia kehamilan 18-20 minggu,
guna melihat ada-tidaknya tanda-tanda kelainan bawaan gangguan lain.
Ada kalanya diperlukan konsultasi dengan ahli genetik untuk
membicarakan risiko yang akan timbul dan keputusan apa yang sebaiknya
diambil.

Jika sakit cacat terjadi pada kehamilan tua dan lebih dari lima hari
sebelum melahirkan, kemungkinan kondisi bayi akan baik-baik saja. Ini
karena lima hari setelah terinfeksi virus cacar, tubuh si ibu membangun
antibodi terhadap virus dan bayi mendapatkan antibodi tersebut lewat
plasenta.

Apabila ibu terkena cacar 5-21 hari sebelum bayi lahir, ada kemungkinan
si bayi terkena cacar beberapa hari setelah lahir. Namun, karena sudah
ada antibodi, kondisinya tidak parah.

Akan lebih membahayakan jika penyakit cacar itu dialami ibu hamil antara
lima hari sebelum melahirkan dan dua hari setelah melahirkan. Si kecil
berisiko terpapar virus dan bisa menjadi serius karena tidak sempat
mendapat kiriman antibodi dari sang ibu.

Pada kasus ini, 30-40 persen berisiko mengalami varisela neonatal yang
mungkin memerlukan penanganan jangka panjang, bahkan sepanjang
hidup. Keparahan ini bisa dikurangi dengan suntikan varicella zoster
immune globulin (VZIG) segera setelah lahir.

APAKAH HERPES ZOSTER KELANJUTAN DARI CACAR AIR?

HZ merupakan reaktivasi virus yang terjadi setelah seseorang terserang atau


terkena varisela (cacar air). Jadi, bolehlah jika dianggap merupakan
kelanjutan dari cacar air.

Siapa saja yang pernah sakit cacar air dapat mengalami herpes zoster.
Kedua penyakit ini disebabkan oleh virus yang sama, yaitu virus varisela
zoster. Sekali anda sakit cacar air, virus tersebut hidup selamanya di saraf
11
tepi anda. Pada titik tertentu virus dapat aktif kembali, menyebabkan lesi
yang sakit pada salah satu penyebaran saraf tersebut. Anda tidak harus
mempunyai system kekebalan yang lemah untuk mengalami herpes zoster,
tetapi ini meningkatkan kemungkinan. HZ menjadi lebih umum pada orang
lanjut usia dan juga dapat terjadi setelah mengalami masa-masa stress.
Tidak setiap orang terjangkit herpes zoster, bahkan orang dengan AIDS atau
bentuk lain dari turunnya sistem kekebalan.

Karena anda mendapat herpes zoster dari virus yang sudah ada dalam
tubuh anda, anda tidak perlu khawatir tertular dari orang lain. Namun jika
anda belum pernah terkena cacar air, anda dapat tertular dari orang lain yg
terkena cacar air atau herpes zoster.

Dalam keadaan itu, anda dapat mengalami cacar air, bukan hepers zoster.
Sebagian besar orang telah terpajan virus ini, sekali pun mereka tidak ingat
pernah terjangkit cacar air. Jika anda tidak yakin, tes antibodi akan
menunjukkan pada anda (tes anti-varisela IgG). Orang yg belum pernah
terpajan dan tidak mempunyai antibody sebaiknya mendapat varicella zoster
immune globulin (VZIG) setelah terpajan untuk mencegah infeksi primer.
Vaksin varisela tidak aman bagi ODHA karena merupakan vaksin virus hidup.
Pengobatan dengan asiklovir, famsiklovir, atau valasiklovir akan
memperpendek lamanya herpes zoster muncul jika pengobatan tersebut
dimulai cukup dini.

APA BENAR, KALAU KONDISI TUBUH LAGI DROP, PENYAKIT HERPES


ZOSTER BISA KAMBUH LAGI?

Menurut literatur, bila penderita herpes zoster tanpa disertai defisiensi imun
(penurunan daya tahan tubuh), biasanya tanpa komplikasi. Namun bila
disertai defisiensi imun, dapat disertai komplikasi: radang mata (keratitis,
skleritis, uveitis, korioretinitis, neuritis optik) hingga kebutaan. Infeksi juga
dapat menjalar ke paru-paru, hati, dan otak.

APA SIH BEDA CACAR, CACAR AIR, CACAR ULAR DAN CACAR API?

Cacar ular berbeda dgn cacar api/cacar monyet. Cacar ular biasa kita sebut
herpes zoster. Jika seseorang pernah kena cacar air, maka sang virus
sesungguhnya "tidur" di dalam tubuh orang tersebut. Dan ketika kondisi
daya tahan tubuh orang tsb sedang drop, maka virus tsb bias "bangun" lagi
dan jadilah Herpes Zoster.
Dampak yang paling sering dikhawatirkan dari cacar air adalah bopeng yang
sebenarnya tidak perlu terjadi. Lagi pula bopeng inilah yang membedakan
cacar air dengan cacar biasa. Soalnya, cacar biasa pasti meninggalkan
bopeng, sedangkan cacar air seharusnya tidak. Sebagai catatan penyakit

12
cacar yang bukan cacar air kini tak pernah lagi ditemui kasusnya. Bila ada
anak yang terkena cacar air lalu bekasnya tidak hilang, itu berarti selama
sakit ia sering menggaruk-garuk kulitnya. Ini sangat mungkin karena rasa
gatal biasanya sungguh tidak tertahankan untuk digaruk. Padahal garukan
yang terlalu dalam akan membuat lapisan kulit yang seharusnya membentuk
lapisan kulit baru justru terambil. Nah, mekanisme itulah yang menyebabkan
bopeng.

Sedangkan yang disebut cacar api atau di beberapa daerah disebut cacar
monyet, sebenarnya adalah penyakit kulit yang penampakannya mirip cacar
air. Ini merupakan infeksi bakteri pada kulit berupa borok yang muncul di
seluruh tubuh. Meski sebenarnya kuman ada di permukaan kulit, tapi karena
ada luka dan digaruk, kuman kemudian masuk ke bawah kulit dan
menyebabkan infeksi. Infeksi ini bisa disertai demam, bisa juga tidak. Infeksi
disebabkan kurang
terjaganya kebersihan daerah tempat tinggal/lingkungan. Anak-anak yang
tinggal di daerah kumuh umumnya lebih rentan terinfeksi bakteri.

Cacar Ular
Walaupun namanya cacar ular, penyakit ini tidak disebabkan oleh ular. Cacar
ular adalah nama awam untuk penyakit Herpes Zoster. Penyakit ini
merupakan bentuk reaktivasi penyakit cacar air (varisela) yang pernah
diderita seseorang sebelumnya. Perlu diketahui, bila seseorang terkena
infeksi virus varisela-zoster untuk pertama kali, maka akan timbul penyakit
cacar air. Setelah sembuh, virus tersebut tidaklah musnah seluruhnya dari
tubuh penderita, melainkan berdiam di dalam tubuh penderita, tepatnya di
ganglion saraf tepi penderitanya. Virus yang berdiam dalam tubuh penderita
ini dapat sewaktu-waktu muncul kembali dan menyebabkan penyakit yang
dinamai Herpes Zoster.
Walau di dalam tubuhnya terdapat virus ini, namun kebanyakan orang
memang tidak mengalami penyakit Herpes Zoster. Hal ini disebabkan daya
tahan tubuh yang baik yang dapat menekan virus ini berkembang.
Sebaliknya, pada orang yang daya tahannya sedang menurun, tak jarang
penyakit ini tiba-tiba muncul menyerang.Gejala yang terjadi pada penyakit
ini awalnya hampir sama dengan cacar air, yaitu terjadi demam dan badan
terasa pegal-pegal.
Selanjutnya sedikit berbeda dengan penyakit cacar air, walaupun virus
penyebabnya sama. Pada Herpes Zoster, gelembung muncul dalam suatu
kelompok yang menyerupai garis lebar dengan dasar kulit kemerahan, yang
muncul dari bagian belakang tubuh dan menjalar ke arah depan pada salah
satu sisi tubuh.
Mungkin karena gambaran kelainan yang seperti gambar ular ini, maka ada
yang menemakannya cacar ular. Sebenarnya gelembung ini bisa muncul di
bagian tubuh mana saja, termasuk wajah, namun yang paling sering adalah
dari punggung ke bagian dada.

13
Ada mitos yang mengatakan, bila deretan gelembung muncul dari kedua sisi
tubuh, dan kedua ujungnya bertemu, maka akan fatal akibatnya. Mitos ini
tidaklah tepat, namun ada unsur benarnya juga. Yang jelas, deretan
gelembung memang umumnya muncul hanya di salah satu sisi saja. Bila
sampai muncul di kedua sisi, berarti infeksi yang terjadi sangat berat, dan
daya tahan tubuh penderita dalam keadaan sangat lemah dan buruk.
Tentunya kondisi fisik yang demikian ini memang memiliki risiko yang bias
berakibat fatal. Walaupun jarang, kasus seperti ini dapat dijumpai pada
penderita yang mendapat terapi imunosupresan (penekanan sistem
kekebalan tubuh) dosis tinggi dalam jangka panjang atau pada penderita HIV
/ AIDS.

Cacar Monyet
Istilah cacar monyet memang relatif tidak sepopuler istilah cacar lainnya
yang telah disebutkan di atas. Penyakit ini nama ilmiahnya adalah impetigo
bulosa, atau ada pula yang menamakan impetigo vesikulo-bulosa. Berbeda
dengan jenis cacar lainnya yang disebabkan karena infeksi virus, cacar
monyet ini disebabkan oleh Bakteri Staphylococcus aureus. Secara klinis,
penderita tidak mengalami demam ataupun gejala umum seperti pada cacar
air ataupun herpes zoster. Gejala yang didapatkan adalah adanya
gelembung yang munculnya terutama di ketiak, dada, dan punggung.
Gelembung yang muncul ini cepat pecah dan jumlahnya tidak begitu banyak,
namun kerap kali disertai pula oleh miliaria (biang keringat). Penyakit ini
memang tidaklah seberat penyakit lainnya, karena terbatas pada lapisan
kulit saja. Namun tentunya tidak berarti tidak perlu diobati. Apalagi karena
yang menjadi penyebab adalah bakteri, yang untuk memusnahkannya
diperlukan obat antibiotika yang dioleskan pada tempat yang terkena. Ada
yang mengatakan, penyakit ini disebut cacar monyet, sebab kelainan yang
tampak di kulit
memang bagi orang awam sedikit banyak mirip dengan penyakit cacar.
Sedangkan
asal usul dikaitkan dengan monyet, konon karena umumnya kulit terasa
gatal
sekali dan kerap menyebabkan penderitanya menggaruk-garuk tubuhnya
terus
menerus...seperti monyet.

14